Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Ekspresi dan Peran Siklooksigenase-2 dalam Berbagai Penyakit di Rongga Mulut Prasetya, Rendra Chriestedy
STOMATOGNATIC- Jurnal Kedokteran Gigi Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractBackground: Cyclooxygenase - 2 is part of the cyclooxygenase enzyme thatplays a role in the inflammatory process has produce of prostaglandins (PG) such asPGE2. Prostaglandin E2 plays an important role in the pathogenesis of periodontaldisease because it leads to increased vascular permeability, vasodilatory, edema.Objective: This review intends to give an overview the role of COX-2 in oral diseaseslikely periodontitis to be better understood and the future of our research that mayfacilitate the development of diagnosis and therapies. Literature review:Cyclooxygenase is enzyme that play of catalyze biosynthesis of prostaglandins andcontained in two forms of COX-1 and COX-2. Cyclooxygenase-2 activity has increasedin inflammation especially wound formation and periodontitis. In periodontitis, invasionof lipopolysacharide can Increase COX-2 activity in smooth blood muscle that can leadatherosclerosis. COX-2 inhibition can lead healing process that characterizedfibroblast formation.Conclusion : the presence COX-2 in gingival tissue and gingivalcrevicular fluid can be used as biomarkers about the severity of periodontal disease,healing process and risk of atherosclerosis.Key word : Cyclooxygenase-2, Periodontitis, wound healing, atherosclerosis
Infiltrasi Neutrofil pada Tikus dengan Periodontitis setelah Pemberian Ekstrak Etanolik Kulit Manggis Prasetya, Rendra Chriestedy; Purwanti, Nunuk; Haniastuti, Tetiana
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 21, No 1 (2014)
Publisher : Majalah Kedokteran Gigi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Periodontitis adalah inflamasi kronis yang disebabkan oleh bakteri periodontopatogen. Pada periodontitis terjadi peningkatan infiltrasi neutrofil yang berfungsi untuk memfagositosis bakteri yang menginfiltrasi jaringan gingiva. Kulit manggis mempunyai bahan aktif yaitu xanton yang mempunyai efek antiinflamasi dengan jalan menghambat sintesis PGE2 sehingga akan menurunkan infiltrasi sel inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui infiltrasi sel neutrofil pada periodontitis setelah pemberian ekstrak etanolik kulit manggis. Tikus wistar jantan sebanyak empat puluh delapan ekor diinduksi periodontitis dengan ligasi pada daerah subgingiva gigi anterior rahang bawah selama 7 hari. Setelah hari ke-7, ligasi dilepas selanjutnya tikus dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yaitu ekstrak kulit manggis 30 mg/kg BB dan 60 mg/kg BB, ibuprofen dan saline. Tikus dikorbankan pada hari ke-1, 3, 5 dan 7 setelah perlakuan. Jaringan pada bagian anterior rahang bawah ditanam dalam paraffin dan dilakukan pemotongan serial kemudian diwarnai dengan hematoxylin eosin. Jumlah neutrofil dihitung di bawah mikroskop dengan perbesaran 400x. Data jumlah neutrofil dianalisa dengan Two Way Anova. Hasil Two Way Anova menunjukkan perbedaan yang bermakna rerata sel neutrofil antar kelompok perlakuan (p<0,05) mengindikasikan pemberian ekstrak etanolik kulit manggis berpengaruh terhadap jumlah sel neutrofil. Dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak etanolik kulit manggis mampu menurunkan infiltrasi sel neutrofil pada tikus yang diinduksi periodontitis. ABSTRACT: Neutrophil infiltration in rats with periodontitis after the granting of Ethanolic Extract Skin Mangosteen. Periodontitis is a chronic inflammatory disease caused by periodontopathic bacteria. When periodontitis occurs are followed by neutrophil infiltration. Mangosteen rind contains xanthone, an anti-inflammatory substance which inhibits the synthesis of PGE2 and therefore reduces inflammatory cells infiltration. This research aimed to study neutrophil cells infiltration in experimental-induced periodontitis rats after mangosteen rind ethanolic extract administration. Forty-eight male wistar rats were induced the periodontitis by putting silk ligature subgingivally around the neck of the anterior lower teeth for seven days. After the ligation had been taken out, the rats were divided into four groups and treated orally with mangosteen rind extract 60 mg/kg BB, 30 mg/kg BB, ibuprofen, and saline. The rats were sacrificed on the 1st, 3rd, 4th, seventh day after the treatment. Their anterior lower jaws were processed for paraffin embedded tissue, cut serially and stained with hematoxylin-eosin. The neutrophil cells were observed and counted under the microscope (400x). The data were analyzed using Anova. Anova result showed a significant difference among group (p<0,05) indicating that mangosteen rind ethanolic extract affected the number of neutrophils. In conclusion, mangosteen rind ethanolic extract reduced the number of neutrophil infiltration in periodontitis rats.
Efek Seduhan Kopi Robusta terhadap Profil Lipid Darah dan Berat Badan Tikus yang Diinduksi Diet Tinggi Lemak Fatimatuzzahro, Nadie; Prasetya, Rendra Chriestedy
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 30, No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2018.030.01.2

Abstract

Dislipidemia yang ditandai dengan meningkatnya kadar kolesterol total, trigliserida, dan Low Density Lipoproteinemia (Hyper-LDL) serta rendahnya kadar High Density Lipoprotein (HDL) termasuk salah satu faktor risiko terjadinya aterosklerosis. Asam klorogenat yang terkandung dalam kopi dapat mencegah penyerapan kolesterol di usus. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek kopi robusta (Coffea canephora) terhadap profil lipid darah dan berat badan tikus yang diberi diet tinggi lemak. Lima belas ekor tikus wistar jantan digunakan pada penelitian ini yang dibagi menjadi 3, yaitu kelompok kontrol (diet standar), hiperlipid (diet tinggi lemak) dan kopi (diet tinggi lemak dan seduhan kopi 3,6ml/hari). Diet tinggi lemak yang diberikan terdiri dari minyak babi dan kuning telur bebek. Pengukuran kadar kolesterol total, trigliserida, berat badan, LDL dan HDL dilakukan setelah 4 minggu perlakuan. Hasil uji ANOVA dan LSD menunjukkan kadar kolesterol total, trigliserida, LDL dan HDL pada kelompok kopi berbeda signifikan  dengan kelompok hiperlipid hingga sama dengan kondisi normal (kelompok kontrol). Uji ANOVA dan LSD juga membuktikan bahwa berat badan tikus yang diinduksi diet tinggi lemak juga menurun hingga sama dengan kondisi normal pada pemberian seduhan kopi. Penelitian ini membuktikan bahwa pemberian seduhan kopi dapat menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida, dan LDL, meningkatkan kadar HDL dan menurunkan berat badan.
Efek Gel Ekstrak Biji Kopi Robusta (Coffea canephora) terhadap Jumlah Sel Makrofag dan Limfosit Jaringan Gingiva Tikus Periodontitis Ermawati, Tantin; Prasetya, Rendra Chriestedy; Fatimatuzzahro, Nadie; Nurul Iffah, Astrid Ganadya
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.9217

Abstract

Periodontitis adalah inflamasi kronis yang disebabkan infeksi bakteri salah satunya P. gingivalis. Produk bakteri berupa lipopolisakarida (LPS) mampu meningkatkan sekresi sitokin proinflamatori sehingga terjadi peningkatan jumlah sel makrofag dan limfosit. Hal ini menyebabkan kerusakan jaringan periodontal yang lebih lanjut. Biji kopi robusta memiliki kandungan polifenol, alkaloid dan saponin yang berfungsi sebagai antiinflamasi dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian gel ekstrak biji kopi robusta terhadap jumlah sel makrofag dan limfosit pada gingiva model tikus periodontitis. Jenis penelitian yang digunakan adalah the post test only control group design. Dua puluh ekor tikus dibagi menjadi 5 kelompok yakni kelompok normal, periodontitis, periodontitis yang diterapi gel aloclair, kelompok periodontitis yang diterapi 0,025 g/mL gel ekstrak biji kopi robusta, dan kelompok periodontitis yang diterapi 0,05 g/mL gel ekstrak biji kopi robusta selama 7 hari perlakuan. Tikus didekapitasi dan dilakukan pengecatan HE untuk melihat jumlah sel makrofag dan limfosit. Hasil menunjukkan pemberian gel ekstrak kopi robusta dapat menurunkan jumlah sel makrofag dan limfosit sama dengan aloclair pada model tikus periodontitis yang diinduksi P. gingivalis. Gel ekstrak biji kopi 0,05 g/mL lebih efektif menurunkan limfosit dibandingkan 0,025 g/mL.
Efek Gel Ekstrak Biji Kopi Robusta (Coffea canephora) terhadap Jumlah Sel Makrofag dan Limfosit Jaringan Gingiva Tikus Periodontitis Ermawati, Tantin; Prasetya, Rendra Chriestedy; Fatimatuzzahro, Nadie; Nurul Iffah, Astrid Ganadya
Insisiva Dental Journal: Majalah Kedokteran Gigi Insisiva Vol 9, No 2 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/di.9217

Abstract

Periodontitis adalah inflamasi kronis yang disebabkan infeksi bakteri salah satunya P. gingivalis. Produk bakteri berupa lipopolisakarida (LPS) mampu meningkatkan sekresi sitokin proinflamatori sehingga terjadi peningkatan jumlah sel makrofag dan limfosit. Hal ini menyebabkan kerusakan jaringan periodontal yang lebih lanjut. Biji kopi robusta memiliki kandungan polifenol, alkaloid dan saponin yang berfungsi sebagai antiinflamasi dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian gel ekstrak biji kopi robusta terhadap jumlah sel makrofag dan limfosit pada gingiva model tikus periodontitis. Jenis penelitian yang digunakan adalah the post test only control group design. Dua puluh ekor tikus dibagi menjadi 5 kelompok yakni kelompok normal, periodontitis, periodontitis yang diterapi gel aloclair, kelompok periodontitis yang diterapi 0,025 g/mL gel ekstrak biji kopi robusta, dan kelompok periodontitis yang diterapi 0,05 g/mL gel ekstrak biji kopi robusta selama 7 hari perlakuan. Tikus didekapitasi dan dilakukan pengecatan HE untuk melihat jumlah sel makrofag dan limfosit. Hasil menunjukkan pemberian gel ekstrak kopi robusta dapat menurunkan jumlah sel makrofag dan limfosit sama dengan aloclair pada model tikus periodontitis yang diinduksi P. gingivalis. Gel ekstrak biji kopi 0,05 g/mL lebih efektif menurunkan limfosit dibandingkan 0,025 g/mL.
The Effect of Coffee Compsumption on Superoxide Dismutase (SOD) Enzyme Expression in Wistar Rats Induced by Hyper LDL Rendra Chriestedy Prasetya; Nadie Fatimatuzzahro
Health Notions Vol 4, No 3 (2020): March
Publisher : Humanistic Network for Science and Technology (HNST)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.254 KB) | DOI: 10.33846/hn40303

Abstract

One of the causes of stroke is atherosclerosis. The incidence of occurrence ischemic stroke caused by atherosclerosis is 95%. Atherosclerosis is caused by oxidative stress in the endothelium due to the formation of Reactive Oxygen Species (ROS). Hyperlipidemia (hyper LDL) is one of the risk factors of elevated ROS. One of the enzymes that play a role in preventing the formation of ROS is superoxide dismutase (SOD). Coffee has a powerful antioxidant in which one of its active ingredients is chlorogenic acid that capable to inhibiting ROS formation. Fifteen wistar male divided into 3 groups. Group I (Control) were given standard fed, Group II (Hyperlipidemia) were given standart fed and hyperlipid diet, Group III (Coffee) were given standart fed and hyperlipid diet + coffee consumption. Treatment were done everyday for 30 days. Blood serum in each group was taken on day 30 and examined by ELISA superoxide dismutase (SOD). The results showed that superoxide dismutase levels in coffee group was significantly higher than hyperlipidemia group (p = 0,006). This study proves that coffee consumption can increase the production of superoxide dismutase enzyme. Keywords: atherosclerosis; coffee; hyperlipid; SOD
Efek pemberian gel ekstrak biji kopi robusta (Coffea canephora) terhadap jumlah osteoblas dan osteoklas pada tulang alveolar tikus periodontitisThe effect of robusta coffee bean (Coffea canephora) extract gel on the number of osteoblasts and osteoclasts in the alveolar bone of periodontitis rats Nadie Fatimatuzzahro; Tantin Ermawati; Rendra Chriestedy Prasetya; Pintan Qorina Destianingrum
Padjadjaran Journal of Dental Researchers and Students Vol 4, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pjdrs.v4i2.28383

Abstract

Pendahuluan: Periodontitis adalah peradangan jaringan pendukung gigi yang disebabkan oleh mikroorganisme, salah satunya Porphyromonas gingivalis, yang dapat menginduksi makrofag dan limfosit serta menstimulasi osteoblas untuk meningkatkan receptor activator of nuclear factor kβ-ligand (RANKL) dan menurunkan osteoprotegerin (OPG). Kondisi inflamasi yang berlanjut mengakibatkan OPG sedikit mengikat RANKL, sehingga RANKL berikatan dengan receptor activator of nuclear factor kβ (RANK) pada prekusor osteoklas. Hal ini akan mengaktifkan osteoklas dan menyebabkan kerusakan tulang. Osteoblas dan osteoklas berperan dalam keseimbangan resorpsi dan aposisi tulang. Biji kopi robusta mengandung senyawa aktif polifenol, alkaloid, dan saponin, yang bersifat antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek gel ekstrak biji kopi robusta (C. canephora) terhadap jumlah osteoblas dan osteoklas pada tulang alveolar tikus periodontitis. Metode: Jenis penelitian eksperimental laboratoris, menggunakan teknik random sampling untuk penelitian in-vivo, diperoleh minimal sampel sebanyak 4 ekor tikus tiap kelompok; kelompok normal (KN); kelompok kontrol negatif gel plasebo K(-)7 dan K(-)14; kelompok kontrol positif gel aloclair K(+)7 dan K(+)14; dan kelompok gel ekstrak biji kopi 50% (KP7 dan KP14). Hewan coba didekapitasi pada hari ke-7 dan 14 setelah pemberian terapi gel, kemudian dilakukan pemrosesan jaringan dan pewarnaan HE. Penghitungan osteoblas dan osteoklas pada area sekitar tulang alveolar bukal M1 kiri bawah. Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan (p=0,001) antara rerata jumlah osteoblas kelompok gel ekstrak kopi (33,83±1,37) dibanding kontrol positif (23,24±2,31) dan kontrol negatif (18,91±2,07). Rerata jumlah osteoklas berbeda signifikan (p=0,001) pada kelompok gel ekstrak kopi (0,66±0,54) dibanding kontrol positif (3,08±1,10) dan kontrol negatif (4,00±2,07) (p=0,010). Simpulan: Pemberian gel ekstrak biji kopi robusta (C. canephora) dapat meningkatkan jumlah osteoblas dan menurunkan osteoklas pada tulang alveolar tikus periodontitis.Kata kunci: Gel ekstrak biji kopi robusta, osteoblas, osteoklas, periodontitis. ABSTRACTIntroduction: Periodontitis is an inflammatory disease affecting the teeth supporting tissues caused by specific microorganisms; one of them is Porphyromonas gingivalis, which can induce the macrophages and lymphocytes, then stimulate the osteoblasts to increase the receptor activator of nuclear factor kβ-ligand (RANKL) and decrease osteoprotegerin (OPG). Continued inflammatory conditions cause OPG to bind slightly to the RANKL; thus the RANKL will be able to binds to the receptor activator of nuclear factor kβ (RANK) in osteoclast precursors, which will activate the osteoclasts and cause bone damage. Osteoblasts and osteoclasts play a vital role in the balance of bone resorption and apposition. Robusta coffee beans contain active compounds such as polyphenols, alkaloids, and saponins, which act as anti-inflammatory agents. This research was aimed to analyse the effect of robusta coffee bean (C. canephora) extract gel on the number of osteoblasts and osteoclasts in the alveolar bone of periodontitis rats. Methods: Experimental laboratory research with simple random sampling technique for in-vivo study obtained the minimal sample number of 4 rats in each group; normal group (KN); negative control group placebo gel K(-)7 and K(-)14; positive control group of aloclair gel K(+)7 and K(+)14; and robusta coffee bean 50% extract gel group (KP7 and KP14). The rats were decapitated in the 7th and 14th days after treatment, and then the tissue processing and hematoxylin-eosin staining was carried out. Osteoblasts and osteoclasts were counted in the area around the buccal alveolar bone of the lower-left M1. Results: The results showed a significant difference (p = 0.001) between the mean number of osteoblasts in the coffee extract gel group (33.83 ± 1.37) compared to the positive control group (23.24 ± 2.31) and the negative control group (18.91± 2.07). The mean number of osteoclasts was also had a significant difference (p = 0.001) in the coffee extract gel group (0.66 ± 0.54) compared to the positive control group (3.08 ± 1.10) and (p = 0.010) with the negative control group (4.00 ± 2.07). Conclusion: Robusta coffee bean (C. canephora) extract gel can increase the number of osteoblasts and decrease the number of osteoclasts in the alveolar bone of periodontitis rats.Keywords: Robusta coffee bean extract gel, osteoblasts, osteoclasts, periodontitis.
Infiltrasi Neutrofil pada Tikus dengan Periodontitis setelah Pemberian Ekstrak Etanolik Kulit Manggis Rendra Chriestedy Prasetya; Nunuk Purwanti; Tetiana Haniastuti
Majalah Kedokteran Gigi Indonesia Vol 21, No 1 (2014): August
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.032 KB) | DOI: 10.22146/majkedgiind.8520

Abstract

Periodontitis adalah inflamasi kronis yang disebabkan oleh bakteri periodontopatogen. Pada periodontitis terjadi peningkatan infiltrasi neutrofil yang berfungsi untuk memfagositosis bakteri yang menginfiltrasi jaringan gingiva. Kulit manggis mempunyai bahan aktif yaitu xanton yang mempunyai efek antiinflamasi dengan jalan menghambat sintesis PGE2 sehingga akan menurunkan infiltrasi sel inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui infiltrasi sel neutrofil pada periodontitis setelah pemberian ekstrak etanolik kulit manggis. Tikus wistar jantan sebanyak empat puluh delapan ekor diinduksi periodontitis dengan ligasi pada daerah subgingiva gigi anterior rahang bawah selama 7 hari. Setelah hari ke-7, ligasi dilepas selanjutnya tikus dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yaitu ekstrak kulit manggis 30 mg/kg BB dan 60 mg/kg BB, ibuprofen dan saline. Tikus dikorbankan pada hari ke-1, 3, 5 dan 7 setelah perlakuan. Jaringan pada bagian anterior rahang bawah ditanam dalam paraffin dan dilakukan pemotongan serial kemudian diwarnai dengan hematoxylin eosin. Jumlah neutrofil dihitung di bawah mikroskop dengan perbesaran 400x. Data jumlah neutrofil dianalisa dengan Two Way Anova. Hasil Two Way Anova menunjukkan perbedaan yang bermakna rerata sel neutrofil antar kelompok perlakuan (p<0,05) mengindikasikan pemberian ekstrak etanolik kulit manggis berpengaruh terhadap jumlah sel neutrofil. Dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak etanolik kulit manggis mampu menurunkan infiltrasi sel neutrofil pada tikus yang diinduksi periodontitis.Neutrophil infiltration in rats with periodontitis after the granting of Ethanolic Extract Skin Mangosteen. Periodontitis is a chronic inflammatory disease caused by periodontopathic bacteria. When periodontitis occurs are followed by neutrophil infiltration. Mangosteen rind contains xanthone, an anti-inflammatory substance which inhibits the synthesis of PGE2 and therefore reduces inflammatory cells infiltration. This research aimed to study neutrophil cells infiltration in experimental-induced periodontitis rats after mangosteen rind ethanolic extract administration. Forty-eight male wistar rats were induced the periodontitis by putting silk ligature subgingivally around the neck of the anterior lower teeth for seven days. After the ligation had been taken out, the rats were divided into four groups and treated orally with mangosteen rind extract 60 mg/kg BB, 30 mg/kg BB, ibuprofen, and saline. The rats were sacrificed on the 1st, 3rd, 4th, seventh day after the treatment. Their anterior lower jaws were processed for paraffin embedded tissue, cut serially and stained with hematoxylin-eosin. The neutrophil cells were observed and counted under the microscope (400x). The data were analyzed using Anova. Anova result showed a significant difference among group (p<0,05) indicating that mangosteen rind ethanolic extract affected the number of neutrophils. In conclusion, mangosteen rind ethanolic extract reduced the number of neutrophil infiltration in periodontitis rats.
Deteksi Lesi Aterosklerosis Koroner pada Model Tikus Periodontitis (Detection of Coronary Atherosclerotic Lesions in Periodontitis Rat Model) Roza Nafilah; Rendra Chriestedy Prasetya; I Dewa Ayu Susilawati
Pustaka Kesehatan Vol 3 No 2 (2015)
Publisher : UPT Percetakan dan Penerbitan Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Recent concept istated that periodontitis can induce the formation of coronary atherosclerotic lesions but there is less experimental study about that. Purpose: Analyze the effect of periodontitis on the formation of coronary atherosclerotic lesions.The parameters are coronary artery wall thickness, collagen intimal disintegration, atheroma, stenosis, endothelial disintegration, lipid deposition and fatty emboly. Methods: This experimental laboratoris (in vivo) study used male wistar rats with a total sample of 12 animals, were divided into 2 groups: control and periodontitis treatment that were prepared by mounting wire ligature and Porphyromonas gingivalis injection (0,5 McFarland/1,5x108 CFU/ml) in the gingival sulcus left mandibular first molar teeth 3 times a week for 4 weeks. On 5th week, mice were secrificed and heart that contain the coronary arteries was taken. Heart were fixed , histological preparations were made and colored by Picrosirius Red and Oil Red O. Results: The Arterial walls of periodontitis group are significantly (p <0.05) thicker than the control group. the presence of collagen intimal disintegration, atheroma, stenosis, endothelial disintegration, lipid deposition and fatty emboly are also significantly (p<0,05) more in periodontitis group than in the control group. Conclusion: Periodontitis increase the risk of coronary atherosclerotic. Keywords: Atherosclerosis Lesion, Periodontitis
GAMBARAN PERILAKU KESEHATAN GIGI ANAK SEKOLAH DASAR DI DESA BANGSALSARI KABUPATEN JEMBER Nadie Fatimatuzzahro; Rendra Chriestedy Prasetya; Winda Amilia
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Karies gigi merupakan penyakit dengan prevalensi tertinggi selainpenyakit periodontal. Penyakit ini menjadi masalah nasional di beberapa Negaraberkembang terutama di Indonesia.Tujuan Penelitian: Etiologi utama karies pada anak adalah pola makan. Kelompok usiasekolah dasar mempunyai kebiasan jajan yang lebih tinggi dari kelompok usia lainkhususnya makanan manis, sehingga menyebabkan meningkatnya indeks karies gigi.Kegiatan ini didanai oleh Kemenristekdikti, yang dilakukan pada 2 SD yaitu SDN 03 danSDN 04 Bangsalsari. Metode Penelitian: Jumlah responden adalah siswa kelas 3 sebanyak 70 orang di SDN 03Bangsalsari dan 51 orang di SDN 04 Bangsalsari yang diperoleh dengan menggunakanmetode total sampling. Penyuluhan dan praktek gosok gigi bersama dilakukan kepadapara siswa untuk memberi pengetahuan serta memperbaiki perilaku mengenai kesehatanrongga mulut.Hasil Penelitian: Hasil pemeriksaan menunjukkan indeks DMF-T rata-rata untuk siswaSDN 03 Bangsalsari yaitu 6,1, sedangkan rerata indeks DMF-T untuk siswa SDN 04Bangsalsari yaitu 5. Indeks gigi yang karies (D) lebih dominan yaitu sekitar 67%dibanding gigi yang telah dicabut (M) sebanyak 2% dan gigi yang telah ditambal(F) hanya 1%. Masih tinggi nya gigi yang karies (D) dibandingkan gigi yang sudahditambal (F) menunjukkan masih rendahnya pengetahuan dan kesadaran siswa SDserta orang tua dalam menjaga kesehatan rongga mulutnya. Status karies gigi padasiswa SDN 03 dan 04 Bangsalsari berada pada kategori Tinggi berdasarkan kriteriaWHO. Kata kunci : Karies gigi, Perilaku, Siswa SD, Indeks DMF-T