Markus Kaunang, Markus
Unknown Affiliation

Published : 51 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search
Journal : JURNAL EKSEKUTIF

KINERJA APARATUR PEMERINTAH KELURAHAN DALAM PELAYANAN PUBLIK DI KELURAHAN RANOTANA Rumondor, Marsyela Christin; Kaunang, Markus; Kaawoan, Johannis Eduard
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 8 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakFungsi pelayanan publik diharapkan timbul karena adanya rasa tanggung jawab ataupun kemauan untuk melaksanakan kewajiban kemanusiaan terhadap orang lain dengan kesadaran saling menolong, saling membutuhkan, dan saling berbuat baik antara satu dengan yang lain. Untuk mencapai suatu bentuk pelayanan yang baik maka aparatur pemerintah sebagai pelaksana harus mempunyai kemampuan memberikan pelayanan yang berkualitas terhadap masyarakat dan mampu serta tanggap terhadap kepentingan umum. Pelayanan publik merupakan kebutuhan dasar masyarakat dalam bernegara dan menjalankan aktivitas sebagai seorang warga negara. Karena kebutuhan yang mendasar tersebut, maka sering terjadi ketidakpuasan masyarakat akibat kinerja yang ditunjukkan aparat kurang memuaskan. Penelitian ini mengkaji mengenai kinerja aparat Kelurahan Ranotana Kota Manado dalam pelayanan publik, penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Dari hasil penelitian dilapangan penulis menyimpulkan bahwa secara umum kinerja aparat yang ada di Kelurahan Ranotana belum sesuai dengan harapan masyarakat.Kata Kunci : Kinerja, Aparat, Pelayanan Publik
PENGAWASAN INSPEKTORAT DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN KOTA TERNATE (Studi di Inspektorat Kota Ternate) Tuidano, Epafras; Kaunang, Markus; Kimbal, Alfon
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPengawasan hakekatnya adalah suatu tindakan menilai atau menguji apakah sesuatu telah berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan. Pengawasan merupakan unsur penting dalam proses manajemen pemerintahan, pengawasan memiliki peran yang sangat strategis untuk terwujudnya akuntabilitas publik dalam pemerintahan dan pembangunan melalui suatu kebijakan pengawasan yang komprehensif dan membina, maka diharapkan kemampuan administrasi publik yang saat ini dianggap lemah dan memiliki kendala, terutama dibidang kontrol pengawasan, dapat ditingkatkan kapasitasnya dalam rangka membangun infrastruktur birokrasi yang lebih kompetitif. Inspektorat kabupaten/kota merupakan suatu lembaga pengawas dilingkungan pemerintah daerah. Inspektorat daerah memainkan peran yang sangat penting untuk kemajuan dan keberhasilan pemerintah daerah dan perangkat daerah dalam menyelenggarakan pemerintahan di daerah untuk mencapai tujuan dan sasaran. Inspektorat daerah menjadi pilar yang mempunyai tugas sebagai pengawasan sekaligus pengawal dalam pelaksanaan program pemerintah daerah yang tertata lam anggaran pendapatan belanja daerah (APBD). Untuk menunjang agar pelaksanaan tugas dari inspektorat daerah dalam melakuakan pengawasan dapat berjalan maksimal, diperlukan adanya kinerja yang lebih intensif dan optimal dari inspektorat daerah dami optimalisasi tugas bdan tanggungjawab. Pengawasan dari inspektorat daerah sangat penting, oleh karena dengan adanya pengawasan maka tingkat pencapaian hasil akan terlihat melalui tugas dan wewenang yang diberikan dapat berjalan secara maksimal. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan bahwa pengawasan yang dilakukan inspektorat dalam penyelenggaraan pemerintahan kota ternate belum berjalan efektif. Hal ini diindikasikan dengan pembuktian bahwa independensi dari inspektorat belum Nampak, kualitas dan sumber daya manusia aparatur pengawas yang belum mencukupi dan terbatas ketersediaannya sarana dan prasarana pendukung yang belum memadai seperti leptop dan jaringan internet.Kata Kunci: Pengawasan, Pemerintahan
EVALUASI KEBIJAKAN ONE WAY TRAFFIC DALAM MENGATASI KEMACETAN DI KOTA MANADO Kaya, Loudwik Dody; Kaunang, Markus; Rengkung, Frangky
JURNAL EKSEKUTIF Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDi kota Manado yang sudah sangat berkembang dan maju yang bisa dilihat dari makin padatnya kendaraan yang ada di kota Manado. Hal ini sudah sangat lazim ditemui diberbagai ruas jalanan di kota Manado mulai dari tempat-tempat perbelanjaan, perkantoran, bahkan ditempat menuntut ilmu pun semisalnya sekolah sudah sangat padat dengan kendaraan yang dikarenakan sudah melebihi kapasitas dan membuat para pemilik kendaraan mau tidak mau harus memarkirkan kendaraannya di tempat yang tidak seharusnya dan bahkan parkir di tempat yang nyatanya sudah terpampang jelas rambu lalu lintas dilarang parkir.. Pada bulan februari tahun 2016 Pemerintah Kota Manado mengeluarkan kebijakan guna mengatasi kemacetan di kota Manado yang sudah semakin buruk kebijakan tersebut dikenal dengan kebijakan “One Way Traffic” atau jalur satu arah. Jika sebelumnya jalur transportasi dikota manado ada dua arah kini dibuat sesuai namanya jalur satu arah yang mengikuti arah jarum jam. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan sumber data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi, melalui data yang ada kemudian di analisa dan ditarik kesimpulan. Berdasarkan hasiln penelitian wawancar bersama Kabid. LLAJ Dishub Kota Manado kebijakan ini sudah sangat baik dalam mengurangi kemacetan. Namun menurut supir angkutan umum ini lebih menambah kemacetan akan tetapi b erdasarkan observasi dilapangan kebijakan ini lebih baik dari sebelumnya.Kata Kunci: Evaluasi, Kebijakan Publik, One Way Traffic, Kemacetan.
PERAN KEPALA DISTRIK DALAM PELAKSANAAN PEMBANGUNAN KABUPATEN YAHUKIMO (Studi Kasus di Distrik Hilipuk) Sobolim, Gigison; Kaunang, Markus; Sendow, Yurnie
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKepala Distrik sebagai kepala pemerintahan mempunyai peran yang sangat penting dalam keberhasilan pelaksanaan pembangunan, demikian pula dengan pembangunan yang ada di Distrik Hilipuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kepala distrik dalam pelaksanaan pembangunan, metode yang digunakan adalah kualitatif dan informan yang dipilih adalah kepala distrik, perangkat distrik, tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh agama, hasil penelitian menunjukkan peran Kepaala Distrik Hilipuk terhadap dalam pelaksanaan pembangunan kurang maksimal. Hal ini terbukti dengan beberapa pembangunan yang telah dibangun kurang kontrol dari seorang kepala Distrik sebagai pemimpin utama di daerah tersebut, dan Kepala Distrik Hilipuk tidak menjalankan tugas sesuai harapan masyarakat karena Kepala Distrik selalu meninggalkan tempat tugas dan tinggal di kota perbulan-bulan dengan alasan urusan yang tidak jelas maka masyarakat selalu mengeluh mengenai keberadaan pemimpinnyaKata Kunci: Peran, Kepala Distrik, Pembangunan.
KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR KELURAHAN RANOMUT KECAMATAN PAAL DUA KOTA MANADO Wilem, Ratag Beny Sujono; Kaunang, Markus; Kaawoan, Johannis
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMewujudkan kualitas pelayanan publik agar dapat menunjang penyelenggaraan pemerintahan yang dimana harus adanya ketanggapan untuk dapat memberikan pelayanan secara cepat yaitu dalam penyelesaiaan pengurusan administrasi sesuai dengan waktu standar oprasional yang telah ditetapkan serta tepat dimana ketepatan dalam hal kejelasan informasi terhadap kelengkapan-kelengkapan administrasi yang harus diketahui. Tujuan dalam penulisan ini terbagi menjadi dua yaitu untuk memenuhi syarat yang diperlukan guna meraih gelar sarjana dan tujuan lainnya yaitu untuk mengetahui pemasalahan yang diangkat dalam skripsi ini. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data model Miles & Huberman (dalam Sugiono, 2012), yaitu data reduction, data display dan conclusion drawing/verification. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh bahwa dapat dilihat belum dikatakan memberikan sebuah pelayanan yang maksimal berkaitan dengan proses kegiatan pelayanan publik kepada masyarakat, khususnya dalam proses pelayanan pengurusan surat rekomendasi kartu keluarga dimana belum adanya sebuah cerminan pelayanan yang maksimal dari aparatur pemerintah sebagai penyelenggara pelayanan publik dalam hal ketanggapan, kehandalan, jaminan, empati, dan berwujud dalam hal menunjang pelayanan kepada masyarakat. Karena itu peneliti menyarankan agar pemerintah harus adanya ketanggapan memberikan pelayanan secara cepat, kecermatan dalam memberikan pelayanan harus lebih cermat dan ditingkatkan dan harus mengevaluasi pelayanan yang diberikan dalam hal berwujud terhadap sarana dan prasarana.Kata Kunci : Kualitas Pelayanan Publik
PERAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DALAM PEMBENTUKAN PANITIA PEMILIHAN HUKUM TUA DI DESA TONSEWER KECAMATAN TOMPASO BARAT KABUPATEN MINAHASA Tandayu, Ebenhaeser Offler; Kaunang, Markus; Sambiran, Sarah
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDesa memiliki pemerintahan sendiri. Pemerintahan Desa terdiri atas Pemerintah Desa yang meliputi Kepala Desa, Perangkat Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Kepala Desa merupakan pimpinan penyelengaraan pemerintahan desa berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Badan Permusyawaratan Desa (BPD) merupakan lembaga perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Anggota BPD adalah wakil dari penduduk desa bersangkutan berdasarkan keterwakilan wilayah. Anggota BPD terdiri dari Ketua Rukun Warga, pemangku adat, golongan profesi, pemuka agama dan tokoh atau pemuka masyarakat lainnya. Masa jabatan anggota BPD adalah 6 tahun dan dapat diangkat/ diusulkan kembali untuk 1 kali masa jabatan berikutnya.Pimpinan dan anggota BPD tidak diperbolehkan merangkap jabatan sebagai Kepala Desa dan Perangkat Desa. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) berfungsi menetapkan Peraturan Desa bersama Kepala Desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat yang diwakilinya dan juga Badan Permusyawaratan Desa (BPD) berperan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa yang demokratis, salah satunya berkaitan dengan fungsinya dalam proses pembentukan panitia pemilihan kepala desa.Salah satu tugas dan fungsi BPD adalah menyelenggarakan pemilihan Kepala Desa, sebagaimana yang diatur dalam peraturan perundang-undangan tentang desa, sepatutnya sebagai lembaga yang diamanti oleh undang-undang wajib menyelenggarakan dan menghasilkan pemilihan yang berkualitas, maka dari itu pembentukan panitia pemilihan haruslah memperhatikan berbagai aspek penting, disinilah peranan penting dari BPD. Penelitian ini untuk melihat bagaimana peranan BPD dalam pemilihan Kepala Desa/ Hukum Tua di Desa Tonsewet Kecamatan Tompaso Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan Tugas BPD dalam pembentukan Panitia Pemilihan Kepala Desa telah berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku.Kata kunci : Peranan, BPD, Panitia Pemilihan
PERAN PD. PASAR KOTA MANADO DALAM PENGELOLAAN SHOPPING CENTRE PASAR 45 (Studi Di Shoping Center Pasar 45 Jalan Dotulolong Lasut Kelurahan Pinaesaan Kecamatan Wenang Kota Manado) Rasyid, Zulhaira Gino; Kaunang, Markus; Lengkong, Johny
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakShopping Centre Kota Manado sebagai salah satu tempat yang terkenal sebagai pusat perekonomian yang ada di Kota Manado, menyimpan banyak cerita dan permasalahan yang dihadapi, hal ini dapat dilihat dari kondisi bangunan Shopping Centre yang sudah tidak lagi terpelihara dengan baik, sehingga dari pihak masyarakat maupun penyewa/pedagang yang ada di Shopping Centre menginginkan Pemerintah segera melakukan pengelolaan terhadap bangunan Shopping Centre ini dengan cara meronavasi kembali bangunan tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Peran PD. Pasar Kota Manado Dalam Pengelolaan Shopping Centre Pasar 45. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Informan penelitian sebanyak 6 (enam) informan yaitu 1 orang Kepala Bagian Umum PD.Pasar, 1 orang koordinator Shopping Centre, 2 orang Penyewa, 2 orang masyarakat. Bedasarkan hasil penelitian melalui hasil pengamatan, pengumpulan data, dan proses wawancara yang peneliti lakukan, maka penelitian mengenai Peran PD. Pasar Kota Manado dalam pengelolaan Shopping Centre pasar 45 belum berjalan dengan baik, dilihat dari aspek-aspek perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan, dan pengawasan. dikatakan belum sesuai dengan yang diharapkan dari penyewa/pedagang. Untuk perencanaan belum sesuai dengan apa yang diharapkan, karena perencanaan Inventarisir asset, dimana pihak PD. Pasar meyegel sebagian tempat sewa tanpa ada pemberitahuan dari para penyewa/pedagang. Untuk pengorganisasian belum berjalan dengan semestinya, karena kurangnya koordinasi antara pihak PD. Pasar dan Penyewa/pedagang. Untuk Penggerakkan belum sesuai dengan apa yang dijalankan. Karena para penyewa/pedagang belum merasakan adanya kerja sama yang nyata, hanya sebatas kerja sama yang tidak resmi.Kata Kunci: Peran, PD. Pasar, Pengelolaan, Shoping Centre.
PERAN CAMAT DALAM PEMBINAAN DAN PENGAWASAN PEMERINTAHAN DESA (Suatu Studi di Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan) Manengkey, Alther; Kaunang, Markus; Rachman, Ismail
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui peran camat dalam pembinaan dan pengawasn Pemerintahan Desa di Kecamatan Tenga khususnya di desa pakuure I dan desa boyong atas Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan dan mendeskripsikan peristiwa maupun fenomena yang terjadi di lapangan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Fokus Penelitianya adalah efektivitas kepemimpinan kepala desa dalam pembinaan kemasyarakatan dibidang ketenteraman dan ketertiban. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan fungsi pembinaan camat terhadap aparatur pemerintah desa disuatu kecamatan dibutuhkan untuk mencapai tertib administrasi pemerintah desa dan suatu sistim pemerintahan yang efektif. Aparatur pemerintah desa mempunyai fungsi yang sangat dominan dalam melaksanakan pemerintahan dan merupakan dinamisator dan stabilitator serta merupakan suri teladan bagi masyarakat. Untuk itu dalam mencapai suatu sistim pemerintahan yang tertib dan efektif sangat bergantung pada aparatur pemerintah tersebut, peran camat sebagai perangkat daerah tertinggi di kecamatan sangat diperlukan dalam hal ini, yakni memberikan pembinaan.Kata kunci: Peran Camat, Pembinaan, Pengawasan.
KINERJA APARATUR PEMERINTAH DESA DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PUBLIK (Studi di Desa Sinsingon Kecamatan Passi Timur Kabupaten Bolaang Mongondow) Wuri, Rendra Risto; Kaunang, Markus; Pioh, Novie
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTuntutan dalam peningkatan linerja aparatur pemerintah semakin gencar disuarakan, mengingat setelah terjadinya reformasi di Indonesia, peran aparatur pemerintah sebagai pelayan publik menjadi sorotan utama bagi masyarakat, perubahan paradigma apartur yang dulunya adalah seorang penguasa menjadi seorang pelayan masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Singsingon Kecamatan Passi Timur Kabupaten Bolaang Mongondow, dengan tujuan untuk mengetahui kinerja aparatur pemerintah desa dalam memberikan pelayanan publik kepada warga desa, metode yang digunakan adalah kualitatif dimaksudkan agar dapat lebih fleksibel dan leluasa menggali dan mengkaji lebih dalam lagi permasalahan penelitian ini, informan yang ditetapkan adalah kepala desa, perangkat desa, badan permusyawaratan desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan masyarakat desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga indicator kinerja yaitu produktivitas belum cukup baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, kualitas layanan sudah cukup baik, akuntabilitas dalam penerapan standar pelayanan dibidang administrasi kependudukan masih belum cukup baik, hal ini dilihat dari aturan dan norma serta etika pelayanan yang berkembang dalam masyarakat.Kata Kunci: Kinerja, Aparatur, Pemerintah Desa
PERANAN BADAN PERMUSYAWARATAN DESA DALAM PELAKSANAAN FUNGSI PENGAWASAN DI DESA SEREI KECAMATAN LIKUPANG BARAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Lantaka, Meiske; Kaunang, Markus; Lengkong, Johny Peter
JURNAL EKSEKUTIF Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakBadan Permusyawaratan Desa merupakan Lembaga Legislasi yang ada di desa yang bertujuan untuk menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat, mengawasi kinerja pemerintah desa dan pengawasan terhadap penggunaan dana desa agar penggunaannya sesuai dengan skala prioritas penggunaannya, tujuan penelitian untuk mengetahui penggunaan dana desa yang digunakan pemerintah desa serei. Teori yang digunakan adalah teori pengawasan yang dikemukakan oleh Fayol, penelitian kualitatif deskriptif, adalah jenis penelitian yang menyebabkan data dan analisis yang digunakan dalam penelitian bersifat kualitatif. Fokus penelitian yakni peranan Badan Pemusyawaratan Desa dalam pelaksanaan fungsi pengawasan berdasarkan teori pengawasan menurut Fayol. Hasil penelitain ditinjau dari tiga aspek pengawasan yang dikemukakan oleh Fayol yaitu Memerikasa apakah semua terjadi sesuai dengan rencana yang ditetapkan yang dilihat dari keterlibatan BPD pada tahap awal rencana penggunaan dana desa sampai pada tahap akhir penggunaan dana desa yang dinilai belum berjalan secara efektif, karena terhentinya pekerjaan yang tidak diketahui oleh BPD. Perintah yang dikeluarkan adalah terkait dengan perintah penggunaan dana desa yang dikeluarkan oleh Pemerintah yang dinilai tidak berjalan dengan baik dan sesuai dengan aturan yang ada. Prinsip yang dianut adalah ukuran BPD dalam melaksanakan fungsi dan tugas yang dimilikinya dalam pelaksanaan pengawasan yang dinilai sudah cukup baik, akrena dalamf pelaksanaan pengawasan sudah dilaksanakan sesuai dengan prinsip yang dianut begitu juga terhadap pengambilan keputusan terhadap masalah yang di dapati. Kesimpulan dalam pelaksanaan pengawasan yang ada didesa serei terlebih pengawasan terhadap penggunaan dana desa belum bisa dilaksanakan secara efektif.Kata Kunci : Peranan, BPD, Pengawasan
Co-Authors Abdullah, Nirma ANDREW WALEAN, ANDREW Bawoel, Deisi S. Chevny Bolung, Chevny Chuanda, Pricilia Daud Liando, Daud Deasy E. N. Pongoh, Deasy E. N. Dian Fitriani Karim Dipong, Donesius Elfie Mingkid, Elfie Frangky Kandioh, Frangky Frans Singkoh, Frans Herry Wiliam Achmad, Herry Wiliam Jacobus, Lucky Johannis Eduard Kaawoan, Johannis Eduard Johny Lumolos Johny R. E. Tampi, Johny R. E. Kaawoan, Johannis Kasenda, Ventje Kaya, Loudwik Dody Kimbal, Alfon Kojongian, Farell KORAIN, FRANSISKUS Lagonah, Srijanti Lantaka, Meiske Lapian, Marlien Larinda, Oksilia Laura Evilientje Mengko, Laura Evilientje LENGKONG, JHONY Lengkong, Johny Lengkong, Johny Peter Lumintang, Mega Mahamurah, Desmon Maindoka, Militya C. Makasenda, Junine Vebry Mandalika, Rudolfo Manengkey, Alther Marsyela Christin Rumondor, Marsyela Christin Marthen Kimbal, Marthen Maxi Egetan, Maxi Mokodompis, Yuliarto Mudinillah, Adam Najoan, Herman Neni Kumayas, Neni Novie pioh, Novie Pangemanan, Sofia Paru, Selni Paslima, Marciano Franklin Pati, Agustinus Pio, Rianoe Polii, Maria Lidia Pontoan, Mirillaraty E Purwanto , Rabuka, Everson Ridwan Rachman, Ismail Rasyid, Zulhaira Gino Rengkung, Frangky ROTINSULU, RAHEL Sarah Sambiran, Sarah Sasue, Esterlita Cony Sendow, Yurnie Sepang, Andrea Seran, Rolando M. Sherly Y. V. I Goni, Sherly Y. V. I Sobolim, Gigison Stefanus Sampe, Stefanus Sumampouw, Ismail Sumampouw, Ismail Sumenda, Vencensius Susim, Nus T. A. M. Ronny Gosal Tahulending, Ricardo Tandayu, Ebenhaeser Offler Taufan Eka Putra, Taufan Eka Towansiba, Yusuf Awi Tuidano, Epafras Undap, Gustaf VERY LONDA Wenda, Yepilu Wilem, Ratag Beny Sujono Wuri, Dicky C. Wuri, Rendra Risto Yosephus Turot, Yosephus