Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENYULUHAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN TERHADAP SIKAP PENCEGAHAN DIARE PADA PESERTA DIDIK DI SD GMIST IMANUEL ONDONG KABUPATEN SITARO Sagune, Novanda Sri Regina; Engkeng, Sulaemana; Punuh, Maureen I.
KESMAS Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cuci tangan merupakan suatu investasi yang paling efektif untuk mengurangi kejadian diare pada anak. Penyuluhan kesehatan sebagai bagian atau cabang dari ilmu kesehatan (Notoatmodjo, 2012). Sikap merupakan reaksi maupun respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu objek (Notoatmodjo, 2003). Penelitian yang dilakukan di SD GMIST Imanuel Ondong Kabupaten Sitaro khususnya yang dilakukan pada peserta didik kelas IV, V, dan VI dengan jumlah total responden 51 peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan tentang cuci tangan pakai sabun terhadap sikap pencegahan diare pada peserta didik di SD GMIST Imanuel Ondong Kabupaten Sitaro. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan menggunakan metode quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest posttest. Populasi yang diambil pada penelitian ini yaitu peserta didik kelas IV, V, dan VI SD GMIST Imanuel Ondong Kabupaten Sitaro yang berjumlah 51 peserta didik. Analisis data menggunakan uji statistic T-Test dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil sikap responden sebelum dilakukan penyuluhan yaitu baik sebanyak sebanyak 18 peserta didik (35,3 %) dan kurang baik sebanyak 33 peserta didik (64,7%) dan hasil sesudah dilakukan penyuluhan yaitu yang mempunyai sikap baik sebanyak 18 peserta didik (100,0%). Hasil analisis dengan menggunakan Uji T sampel berpasangan,dan diperoleh hasil nilai T hitung Sikap Sebelum-Sesudah penyuluhan kelas IV yaitu t hitung= -8,767 dengan P value = ,000, dan Sikap Sebelum-Sesudah penyuluhan kelas V yaitu t hitung= -4,703 dengan P value = 0,003 dan Sikap peserta didik Sebelum-Sesudah penyuluhan kelas VI yaitu t hitung= -7,216 dangan P value = 0,000 artinya terdapat peningkatan yang signifikan antara sikap responden sebelum dan sesudah dilaksanakan penyuluhan. Setelah dilakukannya pre test dan post test  terdapat pengaruh yang bermakna terhadap sikap peserta didik SD GMIST Imanuel Ondong Kabupaten Sitaro Kata Kunci : Cuci tangan pakai sabun,sikap pencegahan diare,peserta didik ABSTRACT Washing hands is the most cost effective investment to reduce the incidence of diarrhea in children. Health education as a part or branch of health sciences also has two sides, namely the science and the arts (Notoatmodjo, 2012). Attitude is a reaction or response that is still closed from a person to a stimulus or object (Notoatmodjo, 2003). Research conducted at SD GMIST Imanuel Ondong, Sitaro Regency, especially those conducted on grade IV, V, and VI students with a total number of respondents was 51 students. This study aims to determine the effect of counseling on washing hands with soap on diarrhea prevention attitudes in students at SD GMIST Imanuel Ondong, Sitaro Regency. This type of research is a quantitative study and uses a quasi-experimental method with a one group pretest posttest approach. The population taken in this study were students in grades IV, V, and VI of SD GMIST Imanuel Ondong, Sitaro Regency, totaling 51 students. Data analysis used statistical T-Test with a confidence level of 95%. The results of the respondent's attitude before counseling were good as many as 18 students (35.3%) and less good as many as 33 students (64.7%) and the results after counseling were those who had good attitudes as many as 18 students (100.0 %). The results of the analysis using the paired sample T test, obtained the T value of the attitude before-after counseling class IV, namely t = -8,767 with P value =, 000, the attitude before-after counseling class V, namely t count = -4,703 with P value =, 003 and the attitude before-after counseling in class VI, namely t count = -7.216 with P value = .000 means that there is a significant increase between the attitudes of the respondents before and after the extension. After conducting the pre-test and post-test, there was a significant influence on the attitudes of students at SD GMIST Imanuel Ondong, Sitaro Regency.. Keywords: Learners, Diare, Health Counseling
GAMBARAN KECUKUPAN MINERAL MIKRO PADA TENAGA PENDIDI DAN KEPENDIDIKAN DI FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT SAAT PEMBATASAN SOSIAL MASA PANDEMI COVID-19 Sianjpar, Monika M.; Punuh, Maureen I.; Malonda, Nancy S.H.
KESMAS Vol 10, No 2 (2021): VOLUME 10, NOMOR 2, FEBRUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zat gizi merupakan zat kimia yang digunakan oleh makhluk hidup untuk mempertahankan kegiatan metabolisme dalam tubuhnya. Zat gizi tersebut dibedakan menjadi dua yaitu zat gizi makro dan zat gizi mikro. Zat gizi mikro merupakan zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh dengan jumlah yang sedikit antara lain vitamin dan mineral. Mineral mikro terdapat dalam tubuh dalam jumlah yang sangat kecil antara lain yaitu besi (Fe), seng (Zn), Tembaga (Cu), Iodium (I) mangan (Mn). Penelitin ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kecukupan mineral mikro pada tenaga pendidik dan kependidikan di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado selama pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian survei deskriptif, yang dilaksanakan di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi pada bulan Mei-Oktober 2020. Subjek penelitian ini adalah tenaga pendidik dan kependidikan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, dengan sampel yang berjumlah 40 orang. Penelitian ini  menggunakan alat ukur Kuesioner formulir food record dalam 2x24 jam dan buku foto  makanan. Penelitian ini menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada tingkat kecukupan mineral mikro pada kategori kurang yaitu tingkat kecukupan zat besi kurang sebesar 62,5%, tingkat kecukupan seng kurang sebesar 70%, tingkat kecukupan iodium kurang sebesar 47,5% dan tingkat kecukupan tembaga kurang sebesar 95%.  Kata kunci: Kecukupan Mineral Mikro, Tenaga Pendidik dan Kependidikan  ABSTRACTNutrients are chemicals used by living things to maintain metabolic activities in their bodies. These nutrients can be divided into two, namely macro nutrients and micro nutrients. Micronutrients are nutrients that are needed by the body in small amounts, including vitamins and minerals. Micro minerals are present in the body in very small amounts, including iron (Fe), zinc (Zn), copper (Cu), Iodine (I) manganese (Mn). This study aims to determine the adequacy of micro minerals in teaching and education staff at the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University, Manado during the Covid-19 pandemic. This research is a quantitative research with a descriptive survey research design, which was conducted at the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University in May-October 2020. The subjects of this study were educators and education staff at the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University, with a sample of 40 people. This study used aform questionnaire measuring instrument food record in 2x24 hours and a food photo book. This study uses univariate analysis. The results of this study indicated that most of the respondents were in the micro mineral adequacy level in the deficient category, namely the iron deficiency level of 62.5%, the insufficient zinc adequacy level of 70%, the insufficient iodine level of 47.5% and the adequacy level of copper. less by 95%.Keywords: Adequacy of Micro Minerals, Educators and Education Staff
GAMBARAN STRES DAN BODY IMAGE PADA MAHASISWA SEMESTER VI FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SAM RATULANGI SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 Gimon, Novela Keren; Malonda, Nancy S. H.; Punuh, Maureen I.
KESMAS Vol 9, No 6 (2020): VOLUME 9, NOMOR 6, OKTOBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres merupakan salah satu respon dari tubuh yang tidak spesifik terhadap kebutuhan tubuh yang terganggu, sedangkan Body image didefinisikan sebagai suatu konsep pribadi seseorang terhadap penampilan fisiknya. adanya wabah Covid-19 menyebabkan ditetapkannya kebijakan kekarantinaan. Kebijakan ini memberi dampak bagi mahasiswa seperti stres. Selain itu, kebijakan karantina meyebabkan kurangnya aktivitas fisik dan aktivitas makanlah yang akan sering dilakukan sehingga memicu kenaikan berat badan serta body image pada seseorang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran stres dan body image pada mahasiswa Semester VI Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Selama Masa Pandemi Covid-19. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain cross sectional, dilaksanakan pada bulan Mei - September 2020, di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado dengan jumlah sampel sebanyak 162 responden. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner dalam bentuk google forms dimana keadaan stres diukur menggunakan Perceived Stress Scale-10 (PSS-10), sedangkan body image diukur menggunakan Multidimensional Body Self Relation Questionnaire-Appearance Scales (MBSRQ-AS). Hasil Penelitian variabel stres menunjukan bahwa sebagian besar mahasiswa semester VI Fakultas Kesehatan Masyarakat yang merasa stres cukup besar yaitu terdapat sebanyak 136 orang atau 84,0%, sedangkan 26 orang atau 16,0% lainnya tidak merasa stres. Kemudian hasil penelitian variabel body image pada mahasiswa menunjukkan bahwa hampir sebagian besar responden memiliki body image positif yaitu 108 orang atau 66,7% dibandingkan dengan responden yang memiliki body image negatif yaitu sebanyak 54 orang atau 33,3%. Kata Kunci : Stres, Body Image, Mahasiswa, Covid-19 ABSTRACTStress is the unspecific bodily response to a disturbed body needs, and body image is a personal concept of an individual about their physical appearance. The COVID-19 epidemic causes the implementation of quarantine policy. The policy has some effects on student, such as stress. Furthermore, quarantine policy decreases physical activity and increases eating activity, triggering weight gain and body image issues to an individual. The purpose of this study is to describe stress and body image of fourth semester students from Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi during the COVID-19 pandemic. This research was a descriptive research with a cross-sectional design and was conducted in May-September 2020 at Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, with the sample size of 162 respondents. Using google forms, questionnaires was administered as tools for measurement. Stress was measured using Perceived Stress Scale-10 (PSS-10) and body image was measured using Multidimensional Body Self Relation Questionnaire-Appearance Scales (MBSRQ-AS). The result shows, for stress variable, most of the fourth semester students from Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi feel stressed. As many as 136 or 84,0% of the subjects, feel stressed, while 26 or 16,0% of the subjects did not feel stress. For body image variable of the students, 108 subjects or 66,7% had a positive body image, and the rest 54 subjects or 33,3% had a negative body image. Keywords : Stress, Body Image, Students, Covid-19
GAMBARAN KECUKUPAN MINERAL MAKRO PADA MAHASISWA SEMESTER II FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 Mantur, Riska P.; Punuh, Maureen I.; Amisi, Marsella D.
KESMAS Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mineral terdapat di dalam tubuh dan memegang peranan penting dalam pemeliharaan fungsi tubuh, baik pada tingkat sel, jaringan organ maupun fungsi tubuh secara keseluruhan. Sejumlah mineral dibutuhkan oleh tubuh dengan fungsi tertentu. Tercukupinya asupan mineral makro selama masa pandemi COVID-19, terlebih pada usia remaja maka kebutuhan gizi tubuh tetap terpenuhi serta dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga dapat terhindar dari COVID-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kecukupan mineral makro pada mahasiswa semester II Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Selama Masa Pandemi COVID-19. Penelitian ini bersifat deskriptif, yang dilaksanakan pada bulan Juni – Oktober 2020, di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado dengan jumlah sampel sebanyak 118 responden. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu data umum karakteristik responden dan data asupan dari responden selama 2 hari yang dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dalam bentuk food record. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asupan kalsium dari responden sebagian besar yaitu sebanyak 85,6% responden berada dalam kategori kurang, asupan natrium sebanyak 94,1% responden dalam kategori kurang, sebanyak 97,5% responden memiliki asupan kalium dalam kategori kurang, asupan fosfor sebanyak 74,6% responden dalam kategori kurang dan ada sebanyak 13,5% responden memiliki asupan dalam kategori lebih, asupan magnesium sebanyak 69,4% responden dalam kategori kurang dan sebanyak 15,3% responden berada dalam kategori lebih. Kata Kunci: Kecukupan Mineral Makro, Mahasiswa, COVID-19 ABSTRACTMinerals are found in the body and play an important role in maintaining body functions, both at the cellular level, organ tissues and overall body functions. A number of minerals are needed by the body with certain functions. Adequacy of macro mineral intake during the COVID-19 pandemic, especially at adolescence, the body's nutritional needs are still met and can improve the immune system so that it can avoid COVID-19. The purpose of this study was to determine the adequacy of macro minerals in semester II students of the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University during the COVID-19 Pandemic. This research is descriptive in nature, which was conducted in June - October 2020, at the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University Manado with a total sample of 118 respondents. The research instrument used was general data on respondent characteristics and intake data from respondents for 2 days which were collected using a questionnaire in the form of a food record. The results showed that the calcium intake of the respondents was mostly 85.6% of respondents were in the low category, 94.1% of respondents were in the poor category, 97.5% of respondents had low potassium intake, as much as phosphorus intake. 74.6% of respondents were in the low category and 13.5% of respondents had an intake in the excess category, 69.4% of respondents were in the less category and 15.3% of respondents were in the excess category. Keywords: Adequacy of Macro Minerals, Students, COVID-19
GAMBARAN KECUKUPAN MINERAL MIKRO PADA MAHASISWA SEMESTER 2 FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 Ransun, Gita Natalia; Punuh, Maureen I.; Kandou, Grace D.
KESMAS Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mineral merupakan salah satu zat gizi penting yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Mineral terbagi atas 2 dua, yaitu mineral mikro dan mineral makro. Didalam tubuh manusia mineral mikro terdapat hanya dalam jumlah yang sangat kecil, tetapi memiliki peranan yang esensial bagi kehidupan dan kesehatan. Di masa pandemi COVID-19 kecukupan gizi mineral sangat diperlukan untuk mempertahankan sistem kekebalan tubuh yang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kecukupan mineral mikro pada mahasiswa semester 2 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado selama masa pandemi COVID-19. Penelitian ini  bersifat survey deskriptif dengan desain penelitian cross sectional, dilaksanakan pada bulan Juni – November 2020, di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado dengan jumlah sampel sebanyak 118 responden. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu formulir food record untuk mendapatkan data asupan responden yang dilakukan selama 2 hari. Hasil penelitian menunjukan kecukupan zat besi mahasiswa semester 2 sebagian besar masuk pada kategori kurang yaitu sebanyak 85,6%, kecukupan zinc sebagian besar masuk pada kategori kurang yaitu sebanyak 72,9%, kecukupan mangan sebagian besar masuk pada kategori baik yaitu sebanyak 43%, kecukupan tembaga sebagian besar masuk pada kategori kurang yaitu sebanyak 65,3%. Diharapkan bagi mahasiswa semseter 2 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado terutama mahasiswa yang kecukupan zat gizinya masuk dalam kategori kurang agar dapat mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang terutama makanan yang mengandung mineral mikro seperti  makanan daging, kacang, sayur, buah dan susu agar supaya kebutuhan zat gizi terutama mineral mikro terpenuhi dengan baik sehingga kekebalan tubuh tetap terjaga dan dapat terhindar dari penularan COVID-19. Kata Kunci: Kecukupan Mineral Mikro, Mahasiswa, COVID-19 ABSTRACTMineral is one of the important nutrients needed by the human body. Minerals are divided into two, namely micro  minerals and macro minerals. In the human body micro minerals are found only in very small amounts, but have an  essential role for life and health. In the current era of the COVID-19 pandemic, mineral nutrition is needed by the  body to maintain an optimal immune system. The purpose of this study was to determine the adequacy of micro  minerals in semester 2 students of the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University, Manado during the  COVID-19 pandemic. This research is a descriptive survey with a cross sectional research design, conducted in  June - November 2020, at the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University Manado with a total sample of  118 respondents. The research instrument used was a food record form to obtain data on the intake of respondents  for 2 days. The results showed that iron sufficiency in semester 2 students was mostly in the deficient category,  namely as much as 85.6%, zinc adequacy of semester 2 students was mostly in the poor category, namely as much  as 72.9%, manganese adequacy of semester 2 students was mostly included in the category good, namely as much  as 43%, the copper adequacy of the second semester students was mostly in the poor category, namely as much as  65.3%. It is hoped that students of the semester 2 of the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University,  Manado, especially students whose nutritional adequacy are in the low category, are able to consume nutritionally  balanced foods, especially foods that contain micro minerals such as meat, nuts, vegetables, fruits. and milk so that  the needs for nutrients, especially micro minerals, are met properly so that the body's immunity is maintained so  that it can avoid the transmission of COVID-19 and other diseases. For the next researcher, it is hoped that the  factors that can influence the lack of micro mineral intake and micro minerals such as iodine, selenium and flour  have not been studied in this study. Keywords: Adequacy of micro minerals, students, COVID-19
GAMBARAN AKTIVITAS FISIK MAHASISWA SEMESTER II FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SAM RATULANGI SAAT PEMBATASAN SOSIAL MASA PANDEMI COVID-19 Steve, David; Amisi, Marsella D.; Punuh, Maureen I.
KESMAS Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas fisik memberikan manfaat yang baik bagi tubuh. Terlebih khusus saat masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), melakukan aktivitas fisik secara teratur memberikan manfaat yang baik serta dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga dapat mengurangi risiko penularan virus COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran aktivitas fisik mahasiswa semester II Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi saat pembatasan sosial masa pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian survei deskriptif, yang dilaksanakan di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi pada bulan Mei sampai Oktober 2020. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester II Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, dengan jumlah populasi sebanyak 185 mahasiswa tetapi yang memenuhi kriteria inklusi yaitu sebanyak 120 mahasiswa dan yang bersedia untuk mengisi kuesioner Recall 2 x 24 Jam yaitu sebanyak 100 mahasiswa. Alat ukur penelitian ini menggunakan kuesioner International Physical Activity Questionnaire dan kuesioner Recall 2 x 24 jam. Hasil penelitian ini berdasarkan International Physical Activity Questionnaire menunjukan, mayoritas responden memiliki tingkat aktivitas fisik sedang sebanyak 56 mahasiswa (46,7%), berdasarkan Recall 2 x 24 jam menunjukan mayoritas responden memilki tingkat aktivitas fisik ringan sebanyak 96 mahasiswa (96,0%). Kata Kunci: Aktivitas Fisik, Mahasiswa, COVID-19 ABSTRACTPhysical activity provides good benefits for the body. Especially during the Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) pandemic, regular physical activity provides good benefits and can boost the immune system so that it can reduce the risk of transmission of the COVID-19 virus. This study aims to determine the description of the physical activity of the second semester students of the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University during social restrictions during the COVID-19 pandemic. This research is a quantitative study with a descriptive survey research design, which was conducted at the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University in May to October 2020. The subjects of this study were second semester students of the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University, with a total population of 185 students but those who met the inclusion criteria were 120 students and those who were willing to fill out the 2 x 24 hour recall questionnaire were 100 students. The results of this study based on the International Physical Activity Questionnaire showed that the majority of respondents have a moderate level of physical activity as many as 56 students (46.7%).                                                     Keywords: Physical Activity, Students, COVID-19
GAMBARAN ASUPAN VITAMIN LARUT LEMAK MAHASISWA SEMESTER 2 FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SAM RATULANGI SAAT PEMBATASAN SOSIAL MASA PANDEMI COVID-19 Tumiwa, Militia Christy Rebcca; Kapantow, Nova H.; Punuh, Maureen I.
KESMAS Vol 9, No 6 (2020): VOLUME 9, NOMOR 6, OKTOBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vitamin merupakan zat organik yang tidak dapat dibentuk oleh tubuh dan terdiri atas vitamin larut lemak dan larut air.  Vitamin larut lemak terdapat dalam sayur dan buah serta telur, hati dan susu, jika terjadi kelebihan vitamin larut lemak maka akan disimpan dalam hati atau jaringan adiposa.  Sistem pertahanan tubuh dapat ditingkatkan dengan mengasup aneka makanan, sayur dan buah-buahan. Vitamin yang terkandung dalam sayur dan buah berperan penting sebagai antioksidan dan penangkal senyawa jahat dalam tubuh untuk membantu meningkatkan imunitas tubuh.  Imunitas tubuh yang kuat dapat mencegah dari tertularnya Covid-19.  Tujuan penelitian untuk menganalisis gambaran asupan vitamin larut lemak mahasiswa semester 2 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi saat pembatasan sosial masa pandemi Covid-19.  Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional dan dilakukan secara online pada mahasiswa semester 2 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi selama bulan Maret-September 2020 dengan besar sampel 118 mahasiswa.  Instrumen penelitian: Kuesioner food record dan aplikasi Nutrisurvey.  Tingkat asupan vitamin A paling banyak berada pada kategori kurang yakni sebesar 78,0%. Tingkat asupan vitamin paling banyak berada pada kategori kurang yakni sebesar 83,1%. Tingkat asupan vitamin E paling banyak berada pada kategori kurang yakni sebesar 95,8%. Tingkat asupan vitamin K paling semuanya atau 100% berada pada kategori kurang. Saran bagi mahasiswa semester 2 agar mahasiswa lebih memperhatikan pola makan serta asupan makanan dan terlebih khusus sering mengkonsumsi makanan sumber vitamin larut lemak dan bagi peneliti selanjutnya Diharapkan kepada peneliti selanjutnya agar dapat melakukan penelitian tentang asupan vitamin larut lemak pada jenjang usia yang berbeda. Kata Kunci: Asupan Vitamin Larut Lemak, Pandemi Covid-19 ABSTRACTVitamins are organic substances that cannot be formed by the body and consist of fat soluble and water-soluble vitamins. Fat soluble vitamins are found in vegetables and fruit as well as eggs, liver and milk, if there is excess fat-soluble vitamins they will be stored in the liver or adipose tissue. The body's defense system can be improved by consuming a variety of foods, vegetables and fruits. Vitamins contained in vegetables and fruits play an important role as antioxidants and antidotes for bad compounds in the body to help increase body immunity. Strong body immunity can prevent Covid-19 from contracting. The aim of the study was to analyze the description of the intake of fat-soluble vitamins for students of the second semester of the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University during social restrictions during the COVID-19 pandemic. This research is a descriptive study with a cross-sectional approach and was conducted online on second semester students of the Sam Ratulangi University Public Health Faculty during March-September 2020 with a sample size of 118 students. Research instruments: Food record questionnaire and Nutrisurvey application. The highest level of vitamin A intake was in the deficient category, that is 78.0%.  The highest level of vitamin intake was in the deficient category, that is 83.1%. The highest level of vitamin E intake was in the deficient category, that is 95.8%. The level of vitamin K intake at most or 100% is in the low category. Suggestions for second semester students are that students pay more attention to diet and food intake and especially often consume food sources of fat soluble vitamins and for further researchers, it is hoped that further researchers can conduct research on intake of fat soluble vitamins at different age levels. Keywords: Fat-Soluble Vitamin Intake, Covid-19 Pandemic
GAMBARAN KECUKUPAN ASUPAN MINERAL MIKRO PADA MAHASISWA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SAM RATULANGI SEMESTER IV SELAMA MASA PANDEMI COVID-19 ., Ernawaty; Punuh, Maureen I.; Asrifuddin, Afnal
KESMAS Vol 10, No 5 (2021): VOLUME 10, NOMOR 5, MEI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mineral mikro merupakan zat gizi yang diperlukan tubuh dalam jumlah kecil yang memiliki peran penting didalam tubuh terutama pada sisitem kekebalan tubuh. Zat gizi mineral mikro terdiri dari zat besi, zinc, mangan, tembaga, iodium, dan selenium. Dimasa pandemi ini mengkonsumsi makanan yang mengandung zat gizi mikro untuk meningkatkan imunitas tubuh agar tidak terpapar Covid-19. Pada penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui gambaran kecukupan asupan mineral mikro zat besi, zinc, mangan dan tembaga pada mahasiswa semester IV Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi selama masa pandemic Covid-19. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan desain penelitiann observasional yang dilakukan di FKM UNSRAT pada bulan agustus-januari 2021. Populasi pada penelitian ini yaitu mahasiwa aktif semester IV FKM UNSRAT dan sampel penelitian berjumlah 92 mahasiswa. Pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling.  Instrument yang dipakai yaitu kusioner food record dan nutrisurvey. Pada penelitian yang dilakukan diperoleh hasil sebagian besar responden memiliki tingkat asupan zat besi kurang sebanyak 81,5%, asupan zinc dengan kategori kurang sebanyak 59,8%, asupan mangan dengan kategori lebih sebanyak 69,6%, dan asupan tembaga dengan kategori kurang sebanyak 38%. Kata Kunci: Kecukupan Asupan  Mineral Mikro, Mahasiswi, Covid-19 ABSTRACTMicro minerals are nutrients the body needs in small amounts which have an important role in the body, especially in the immune system. Micronutrients consist of iron, zinc, manganese, copper, iodine, and selenium. During this pandemic consume foods that contain micronutrients to increase the body’s immunity so as not to be exposed to Covid-19. This study aims to describe the adequacy of micro mineral intake of iron, zinc, manganese and copper in fourth semester students of the Faculty of Public Health Sam Ratulangi University during the covid-19 pandemic. The research method used is descriptive with an observational research design conducted at the Faculty of Public Health Sam Ratulangi University from August to January 2021. The population in this study were active students in the fourth semester of FKM UNSRAT and the research sample was 92 students. Sampling used in this research is purposive sampling. The instrument used are  food record questionnaires and nutrisurvey. In the research conducted, it was found that most of the respondents had a  low level of iron intake as much as 81,5%, zinc intake with a less category of 59,8%, manganese intake with an over category of 69,6%, and copper intake with a less category of 38%. Keywords: Adequacy of Micro Mineral Intake, Students, Covid-19
PENERAPAN PRINSIP HIGIENE DAN SANITASI MAKANAN DI PT. AEROPRIMA FOOD SERVICE MANADO Lenette, Novranka; Punuh, Maureen I.; Sanggelorang, Yulianty
KESMAS Vol 10, No 7 (2021): VOLUME 10, NOMOR 7, JULI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia memerlukan makanan untuk tetap bertahan hidup. Makanan yang aman untuk dikonsumsi ialah makanan yang bebas dari cemaran. World Health Organization (WHO) menyatakan 600 juta kasus penyakit bawaan makanan disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi patogen (bakteri, virus, parasit atau zat kimia berbahaya). Makanan yang tidak diolah dengan prinsip higiene dan sanitasi makanan yang tepat bisa berdampak pada kesehatan manusia seperti menimbulkan penyakit dan keracunan akibat bahan kimia dan mikroorganisme. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Juli 2021 dengan tujuan untuk mendeskripsikan penerapan prinsip higiene dan sanitasi makanan di PT. Aeroprima Food Service Manado menggunakan metode penelitian campuran melalui observasi dan wawancara mendalam pada 8 informan. Hasil penelitian berdasarkan wawancara mendalam diperoleh bahwa pemahaman penjamah makanan memiliki pengetahuan baik sebesar 58% terkait prinsip higiene dan sanitasi makanan dan berdasarkan hasil observasi uji kelaikan fisik telah memenuhi persyaratan Permenkes RI No. 1096/Menkes/VI/2011  tetapi dalam pelaksanaannya belum berjalan maksimal seperti pada prinsip penyimpanan makanan jadi yang belum menggunakan penutup serta masih didapati beberapa penjamah makanan yang tidak menggunakan Alat Pelindung Diri dengan lengkap saat menjamah makanan. Pelaksanaan yang kurang maksimal karena dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya seperti pelatihan, kebiasaan, sarana-prasarana, sosial-ekonomi, program, dan sumber daya manusia di perusahaan tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan prinsip higiene dan sanitasi makanan di PT. Aeroprima Food Service Manado sudah berjalan dengan baik memenuhi persyaratan dalam Permenkes RI No. 1096/Menkes/VI/2011. Kata kunci: Higiene, Sanitasi, Makanan, Penjamah Makanan ABSTRACT Humans need the source of food to survive. Food which is considered safe for consumption is free from contamination. The World Health Organization (WHO) states that 600 million cases of foodborne illness are mostly caused by contaminated pathogens (bacteria, viruses, parasites or harmful chemicals). Food which is processed with no proper principles of food hygiene and sanitation may affects human health in terms disease and food poison due to chemicals and microorganisms. This research was conducted in February-July 2021 which aimed to describe the Implementation principles of food hygiene and sanitation at PT. Aeroprima Food Service Manado by using mixed methods research through observation and in-depth interviews which consists 8 informants. The results of this research from in-depth interviews that covers the understanding of food handlers related to the principles of food hygiene and sanitation was well-decent by 58% and the observation results based on the physical fitness test  had notably comply with the requirements under The Ministry of Health of the Republic of Indonesia policy No. 1096/Menkes/VI/2011, but within its implementation, there are several aspects running not optimally such as the principle of storing cooked food which is not using cover yet and there are still some food handlers who did not use complete Personal Protective Equipment when handling food. The implementation is less optimal because it is influenced by several factors including training, habits, infrastructure, socio-economics, programs, and human resources in the company. In conclusion, this research of the implementation of the principles of food hygiene and sanitation at PT. Aeroprima Food Service Manado has been running well in accordance to the requirements from The Ministry of Health of the Republic of Indonesia No. 1096/Menkes/VI/2011. Keywords:  Hygiene, Sanitation, Food, Food Handler
Gambaran Pengetahuan Tentang Anemia Gizi Besi pada Remaja Putri di SMA Negeri 3 Manado Sandala, Thania C.; Punuh, Maureen I.; Sanggelorang, Yulianty
KESMAS Vol 11, No 2 (2022): VOLUME 11, NOMOR 2, JANUARI 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja putri rentan terhadap anemia gizi besi, dalam usia remaja terjadi perubahan fisik san hormonal. Perkembangan ini mempengaruhi kebutuhan zat gizi dimasa remaja. Kebutuhan akan zat besi pada remaja sering tidak terpenuhi karena remaja putri memiliki kebiasaan makan yang buruk. Dampak anemia gizi besi akan lebih serius efeknya karena remaja putri nantinya akan hamil dan melahirkan anak, sehingga dapat meningkatkan bahaya kematian ibu dan kelahiran prematur. Data World Health Organization (WHO) pada tahun 2019 di Indonesia angka kejadian anemia pada perempuan 15-49 tahun yaitu sebesar 31,2%. Penelitian dilakukan bulan Mei-Agustus 2021 dengan tujuan mendeskripsikan pengetahuan tentang anemia gizi besi pada remaja putri di SMA Negeri 3 Manado. Menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif dengan jumlah sampel 241 responden. Hasil penelitian berdasarkan pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan tentang anemia gizi besi diperoleh bahwa responden dengan kategori pengetahuan baik yaitu sebanyak 59 remaja putri (24,5%) kategori pengetahuan cukup sebanyak 144 remaja putri (59,8%), dan kategori pengetahuan kurang sebanyak 38 remaja putri (15,8%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar remaja putri di SMA Negeri 3 Manado berada pada kategori pengetahuan cukup yaitu sebanyak 144 orang (59,8%). Kata Kunci: Anemia Gizi Besi, Remaja Putri ABSTRACTAdolescent girls are susceptible to iron deficiency anemia, in adolescence there are physical changes in hormonal san. This development affects the nutritional needs in adolescence. The need for iron in adolescents often goes unmet because young women have poor eating habits. The impact of iron deficiency anemia will be more serious because young women will later become pregnant and give birth to children, so it can increase the danger of maternal death and premature birth. World Health Organization (WHO) data in 2019 in Indonesia the incidence of anemia in women 15-49 years is 31.2%. The study was conducted in May-August 2021 with the aim of describing knowledge about iron deficiency anemia in young women in State High School 3 Manado. Using quantitative research types with descriptive research designs with a sample number of 241 respondents. The results of the study based on data collection using knowledge questionnaires about iron deficiency anemia were obtained that respondents with good knowledge categories were as many as 59 young women (24.5%) enough knowledge categories as many as 144 young women (59.8%), and less knowledge categories as many as 38 young women (15.8%). The conclusion of this study is that most of the young women in State High School 3 Manado are in the category of sufficient knowledge, which is as many as 144 people (59.8%). Keywords: Iron Deficiency Anemia, Adolescent Girl  
Co-Authors ., Ernawaty Adha, Tri Y. Amisi, Marsella D. Angela, Indri I. Aring, Enjelia S. Boseren, Agustinus Cendy A.A. Oroh, Cendy A.A. Christin, Angel Eirene Maradesa, Eirene Gimon, Novela Keren Gobel, Lafita Abella Grace Debbie Kandou Haryanti, Clarista M. Irot, Rodela A. Kahusadi, Olivia A. Kairupan, Calista A. Kalesaran, Angela Fitriani Clementine Kaunang, Delalia Christy Kawatu, Paul A.T Kolibu, Febi K. Kumayas, Valentine Kurusi, Fazni D. Lamia, Filia Latta, Jasmiaty Lenette, Novranka Lucia C. Mande, Lucia C. Makikama, Caren V. Malonda, Nancy S. H Malonda, Nancy S.H Mandagi, Chreisye Kardinalia Fransisca Mantjoro, Eva M. Mantur, Riska P. Maramis, Marsita S. L. Maringka, Ferlina mawu, christine Mirip, Eda Mulalinda, Chendany W. Musa, Ester C, Musa, Ester C. Nancy S. H. Malonda Nancy S.H. Malonda, Nancy S.H. Nova Hellen Kapantow Nurdin, Nurhalisa Oktavia, Anggriani Ondang, Ribka Pangalila, Yesenia Veronika Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Pesik, Leidy F. Pojoh, Alda R. Pusida, Jesika Natalia Rahayu H. Akili, Rahayu H. Ransun, Gita Natalia Rares, Belina Pingkan Sultika Rattu, A .J.M. Ratu, Novelinda Ch. Ratu, Veronika N. Ricky C. Sondakh Rudolf B. Purba, Rudolf B. Rumais, Mariani Rumende, Mada Sagune, Novanda Sri Regina Sahalessy, Christina C. Saisab, Jacklin B. Sandala, Thania C. Sari, Rinanda Laura Shirley E. S. Kawengian Shirley Kawengian, Shirley Sianjpar, Monika M. Simangunsong, Nella P Sindar, Cindy Cicilia Sitepu, Cracety M. Steve, David Sulaemana Engkeng, Sulaemana Sumilat, Milianike Fresye Suoth, Lery F. Tangkilisan, Bella C. Tumiwa, Militia Christy Rebcca Tumurang, Marjes N. Wenur, Senny Arshelia Winerungan, Richard Winowatan, Gabrielisa Wulanta, Ellena Yacob, Desriana M.L Yocom, Jonna F. Yulianty Sanggelorang