Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Kecukupan Mineral Mikro Pada Mahasiswa Semester Vi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Saat Pembatasan Sosial Masa Pandemi Covid-19 Adha, Tri Y.; Punuh, Maureen I.; Sanggelorang, Yulianty
KESMAS Vol 11, No 1 (2022): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mineral mikro sangat penting karena berperan dalam pembentukan antibodi untuk mengurangi angka kesakitan dan penyakit infeksi. Mahasiswa di tengah kegiatan daring dalam masa pandemi saat ini membutuhkan asupan makanan yang sehat, bergizi, dan seimbang, karena peran gizi yang dikonsumsi merupakan satu upaya pencegahan dalam menghadapi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kecukupan mineral mikro mahasiswa semester VI FKM UNSRAT saat pembatasan sosial masa pandemi COVID-19. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif, yang dilakukan di FKM UNSRAT pada bulan April 2020 sampai Februari 2021 dengan sampelnya sejumlah 128 responden. Alat ukur penelitian ini menggunakan formulir food record yang dilaksanakan dalam waktu 2 hari dan buku foto makanan. Hasil penelitiannya memperlihatkan jika mayoritas respondennya mempunyai tingkat kecukupan asupan besi yang kurang (89,8%), tingkat kecukupan asupan seng yang kurang (70,3%), tingkat kecukupan asupan tembaga yang cukup (53,1%), dan tingkat kecukupan asupan mangan yang cukup (74,2%). Kata Kunci: COVID-19; Kecukupan mineral mikro; Gizi; Mahasiswa ABSTRACTMicro minerals have a very important role in the formation of antibodies that can reduce morbidity and infectious diseases. In the middle of dense online activities during the current pandemic, students need healthy, nutritious, and balanced food intake. This because the role of nutrition that consumed by the students is one of the efforts to prevent the COVID-19.  The objective of this research was to determine the adequacy of micro minerals intake for 6th semester students of the FKM UNSRAT during the social restrictions of COVID-19 pandemic. This research is a descriptive study, which was conducted at the FKM UNSRAT, from April 2020 to February 2021 with 128 samples of respondents. The measuring instrument of this research used a food record form that conducted in 2 days and a food photo book. The results of this study indicate that most of the respondents had insufficient iron intake (89.8%) and insufficient zinc intake (70.3%). Adequate level of adequate intake of copper (53.1%), and adequate level of adequate intake of manganese (74.2%). Keywords: COVID-19; Adequacy of micro minerals; Nutrition; Students
Penerapan Prinsip Higiene Dan Sanitasi Makanan Di PT. Aeroprima Food Service Manado Lenette, Novranka; Punuh, Maureen I.; Sanggelorang, Yulianty
KESMAS Vol 11, No 2 (2022): VOLUME 11, NOMOR 2, JANUARI 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia memerlukan makanan untuk tetap bertahan hidup. Makanan yang aman untuk dikonsumsi ialah makanan yang bebas dari cemaran. World Health Organization (WHO) menyatakan 600 juta kasus penyakit bawaan makanan disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi patogen (bakteri, virus, parasit atau zat kimia berbahaya). Makanan yang tidak diolah dengan prinsip higiene dan sanitasi makanan yang tepat bisa berdampak pada kesehatan manusia seperti menimbulkan penyakit dan keracunan akibat bahan kimia dan mikroorganisme. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Juli 2021 dengan tujuan untuk mendeskripsikan penerapan prinsip higiene dan sanitasi makanan di PT. Aeroprima Food Service Manado menggunakan metode penelitian campuran melalui observasi dan wawancara mendalam pada 8 informan. Hasil penelitian berdasarkan wawancara mendalam diperoleh bahwa pemahaman penjamah makanan memiliki pengetahuan baik sebesar 58% terkait prinsip higiene dan sanitasi makanan dan berdasarkan hasil observasi uji kelaikan fisik telah memenuhi persyaratan Permenkes RI No. 1096/Menkes/VI/2011  tetapi dalam pelaksanaannya belum berjalan maksimal seperti pada prinsip penyimpanan makanan jadi yang belum menggunakan penutup serta masih didapati beberapa penjamah makanan yang tidak menggunakan Alat Pelindung Diri dengan lengkap saat menjamah makanan. Pelaksanaan yang kurang maksimal karena dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya seperti pelatihan, kebiasaan, sarana-prasarana, sosial-ekonomi, program, dan sumber daya manusia di perusahaan tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan prinsip higiene dan sanitasi makanan di PT. Aeroprima Food Service Manado sudah berjalan dengan baik memenuhi persyaratan dalam Permenkes RI No. 1096/Menkes/VI/2011. Kata kunci: Higiene, Sanitasi, Makanan, Penjamah Makanan. ABSTRACT Humans need the source of food to survive. Food which is considered safe for consumption is free from contamination. The World Health Organization (WHO) states that 600 million cases of foodborne illness are mostly caused by contaminated pathogens (bacteria, viruses, parasites or harmful chemicals). Food which is processed with no proper principles of food hygiene and sanitation may affects human health in terms disease and food poison due to chemicals and microorganisms. This research was conducted in February-July 2021 which aimed to describe the Implementation principles of food hygiene and sanitation at PT. Aeroprima Food Service Manado by using mixed methods research through observation and in-depth interviews which consists 8 informants. The results of this research from in-depth interviews that covers the understanding of food handlers related to the principles of food hygiene and sanitation was well-decent by 58% and the observation results based on the physical fitness test  had notably comply with the requirements under The Ministry of Health of the Republic of Indonesia policy No. 1096/Menkes/VI/2011, but within its implementation, there are several aspects running not optimally such as the principle of storing cooked food which is not using cover yet and there are still some food handlers who did not use complete Personal Protective Equipment when handling food. The implementation is less optimal because it is influenced by several factors including training, habits, infrastructure, socio-economics, programs, and human resources in the company. In conclusion, this research of the implementation of the principles of food hygiene and sanitation at PT. Aeroprima Food Service Manado has been running well in accordance to the requirements from The Ministry of Health of the Republic of Indonesia No. 1096/Menkes/VI/2011. Keywords:  Hygiene, Sanitation, Food, Food Handler
Gambaran Postur Kerja dan Keluhan Muskuloskeletal pada Petani di Desa Kakenturan Kecamatan Modoinding Nathania Degista Tololiu; Oksfriani J. Sumampouw; Maureen I. Punuh
KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Vol. 11 No. 3 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, JULI 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluhan musculoskeletal dan postur kerja merupakan salah satu masalah pada pekerja informal khususnya PETANI. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya masalah saat bekerja seperti masalah seperti kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan postur kerja dan keluhan musculoskeletal pada petani di Desa Kakenturan Kecamatan Modoinding Minahasa Selatan Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif terhadap 77 petani. Pengukuran menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM) dan Ovako Work Posture Analysis System (OWAS). Data dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sebagian besar petani di Desa Kakenturan Kecamatan Modoinding berumur >56 tahun (32,5%), laki-laki (70,1%), bekerja 1-8 jam perhari (59,7%), pendidikan SMA (36,4%), telah bekerja >10 tahun (98,7%), merokok (61,0%), dan mengkonsumsi alkohol (55,8%). Kesimpulan penelitian ini yaitu postur kerja berisiko namun hampir seluruh petani hanya merasakan keluhan yang ringan atau rendah saja. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu Postur Kerja petani di Desa Kakenturan Kecamatan Modoinding sebagian besar masuk dalam kategori beresiko tinggi yaitu (58,4%) postur kerja tersebut perlu dilakukan tindakan perbaikan secepatnya dan Keluhan Muskuloskeletan di Desa Kakenturan Kecamatn Modoinding sebagian besar masuk dalam kategori rendah yaitu (59,7%). Kata Kunci: Postur Kerja; Keluhan Muskuloskeletal; Petani. ABSTRACT Musculoskeletal complaints and work posture are one of the problems in informal workers, especially FARMERS. This can cause problems at work such as problems such as work accidents. The purpose of this study was to describe the work posture and musculoskeletal complaints of farmers in Kakenturan Village, Modoinding District, South Minahasa, North Sulawesi Province. This research is a descriptive study of 77 farmers. Measurements used the Nordic Body Map (NBM) and Ovako Work Posture Analysis System (OWAS) questionnaires. Data were analyzed univariately. The results showed that most of the farmers in Kakenturan Village, Modoinding District aged >56 years (32.5%), male (70.1%), working 1-8 hours per day (59.7%), high school education (36 .4%), had worked >10 years (98.7%), smoked (61.0%), and consumed alcohol (55.8%). The conclusion of this study is that the work posture is risky, but almost all farmers only feel mild or low complaints. The conclusion of this study is that the work posture of farmers in Kakenturan Village, Modoinding Subdistrict, is mostly in the high risk category, namely (58.4%) the work posture needs to be corrected as soon as possible and Musculoskeletal complaints in Kakenturan Village, Modoinding sub-district, mostly fall into the low category, namely (59.7%). Keyword: Work Posture; musculoskeletal disorders; Farmer
Gambaran Aktivitas Fisik Siswa Kelas XI Jurusan Kecantikan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri SMKN 3 Manado Saat Pembelajaran Jarak Jauh Astri Lyseria Losu; Maureen I. Punuh; Ester C. Musa
KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Vol. 11 No. 4 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, Oktober - Desember 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas fisik memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan kebugaran, akan tetapi 23% orang dewasa di seluruh dunia (berusia 18 tahun ke atas) (pria 20%, wanita 27%) dan 81% remaja (usia 11-17) masih kurang melakukan aktivitas fisik seperti seharusnya, partisipasi mereka dalam aktivitas fisik masih termasuk kedalam kategori kurang aktif. Penurunan aktivitas fisik terutama terjadi pada usia siswa terutama pada mahasiswa yang sama sekali tidak ada pembelajaran pendidikan jasmani (penjas) ataupun pembelajaran aktivitas fisik, terkecuali pada program-program keolahragaan. Tujuan penelitian untuk mengetahui “Gambaran aktivitas fisik siswa kelas XI Jurusan Kecantikan sekolah menengah kejuruan negeri 3 manado saat pembelajaran jarak jauh”. Penelitian merupakan penelitian Survei deskriptif, dilaksanakan pada bulan Oktober sampai Desember 2021 pada siswa kelas XI Jurusan Kecantikan sekolah menengah kejuruan negeri 3 manado. Sampel yang digunakan sebesar 53 Siswi. Instrumen penelitian: kuesioner menggunakan aplikasi google form, International Physical Activity Questionare/IPAQ (Short Last 7 Days). Pengolahan data menggunakan Analisis Univariat. Hasil penelitian pada siswa kelas XI Jurusan Kecantikan sekolah menengah kejuruan negeri 3 manado berdasarkan IPAQ dan aktivitas yang paling sering adalah aktivitas fisik sedang yaitu sebesar 52,8%, ringan 41,5% dan berat 5,7%.  Kata kunci:Aktifitas Fisik, Pembelajaran Jarak Jauh  ABSTRACTPhysical activity has many health and fitness benefits, but 23% of adults worldwide (aged 18 years and over) (20% men, 27% women) and 81% of adolescents (ages 11-17) still lack physical activity. as it should be, their participation in physical activity is still included in the less active category. The decrease in physical activity mainly occurs at the age of students, especially in students who have absolutely no physical education learning or physical activity learning, except for sports programs. The purpose of the study was to determine "The description of the physical activity of class XI students of the Department of Beauty at the State Vocational High School 3 Manado during distance learning". This research is a descriptive survey research, carried out from October to December 2021 in class XI students of the Beauty Department at the State Vocational High School 3 Manado. The sample used is 53 students. Research instrument: questionnaire using google form application, International Physical Activity Questionnaire/IPAQ (Short Last 7 Days). Data processing using Univariate Analysis. The results of the research on class XI students of the Department of Beauty, State Vocational High School 3 Manado based on IPAQ and the most frequent activity was moderate physical activity, namely 52.8%, 41.5% light and 5.7% heavy. Keywords: Physical Activity, Distance Learning
Hubungan Riwayat Pemberian ASI Ekslusif dengan Status Gizi pada Anak Usia 12-59 Bulan di Puskesmas Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan Nikita F. Wattimena; Maureen I. Punuh; Budi T. Ratag
KESMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Vol. 11 No. 4 (2022): VOLUME 11, NOMOR 4, Oktober - Desember 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perhatian orang tua diperlukan untuk status gizi pada usia 2-5 tahun (golden age). Nutrisi bayi dikonsumsi selama pertumbuhan dan perkembangan tetapi kekurangan dapat menyebabkan kerusakan permanen. Perkembangan otak terjadi dengan cepat dari usia 30 minggu hingga 18 bulan. Status gizi anak di bawah 5 tahun dapat dikategorikan baik atau buruk dengan membandingkan usianya dengan berat badan menurut pedoman World Health Organization (WHO). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran riwayat pemberian ASI Esklusif, gambaran status gizi pad anak usia 12-59 buln, hubungan riwyat pemberian ASI Eksklusif dengan status gizi. Penelitian ini menggunakan Cross Sectional Study dengan sampel sebanyak 100 dari 1015 anak usia 12-59 bulan. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah timbangan, microtoise dan kuesioner tentang riwayat pemberian ASI. Dari 100 sampel, didapat 30 sampel yang mendapatkan ASI secara eksklusif. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara riwayat pemberian ASI ekslusif dengan status gizi BB/U p=0,819, status gizi TB/U p=0,208, status gizi BB/TB p=0,852 (nilai p<0,005). Maka kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara riwayat pemberian ASI ekslusif dengan stats gizi BB/U, TB/U, dan BB/TB. Kata Kunci: Riwayat ASI Eksklusif, Status Gizi, Anak ABSTRACTParental attention is needed for nutritional status at the age of 2-5 years (Golden Age). Baby nutrients are consumed during growth and development but deficiency can because permanent damage. Brain development occurs rapidly from 30 weeks to 18 months of age. The nutritional status of children of 5 years can be categorized as good or bad by comparing their age with body weight according to World Health Organization (WHO) guidelines. The research was conducted with a Cross Sectional study with a sample of 100 children from 1015 children 12-59 months of age. The tool used in this research is a questionnaire about breast milk, scales, and microtoise. From 100 samples, 42 children got exclusively breast milk. The result showed that there was no relationship between history of exclusive breastfeeding and nutriotional status of BB/U p=0,470, nutritional status TB/U p=0,101, dan nutritional status BB/TB p=0,289 (nilai p>0,005). The conclusion is there is no relationship between history of breastfeeding and nutriotional status of BB/U, TB/U, and BB/TB. Keyword: History of Exclusive Breastfeeding, Nutritional Status, Children
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI SEIMBANG DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TINUMBALA Boseren, Agustinus; Sanggelorang , Yulianty; Punuh, Maureen I.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.13211

Abstract

Indonesia masih berjuang melawan masalah gizi ganda, permasalahan ini berupa gizi kurang, gizi buruk, dan gizi lebih. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu tentang Gizi Seimbang dengan Status Gizi pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tinumbala. jenis penelitian yang dilakukan adalah analisis cross sectional study dengan melibatkan populasi sebanyak 320 balita dengan metode pengambilan sampel menggunakan rumus lemeshow sehingga diperoleh sampel minimum sebanyak 50 sampel dan sampel yang diambil saat pengambilan data sebanyak 80 sampel. penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Tinumbala pada Juli 2022-januari 2023. analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu univariat dan bivariat dengan Data primer yang bersumber dari kuesioner, dan pengukuran status gizi balita. Pengetahuan ibu paling banyak paling banyak berada pada kategori baik sebanyak 97,5%. hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dengan status gizi balita BB/U dengan nilai p=0,000 (p<0,05) nilai r=0,224 yang berarti arah hubungan positif atau searah dengan tingkat kekuatan hubungan yang rendah dan BB/TB dengan nilai p=0,000 ( p<0,05) nilai r=0,446 yang berarti arah hubungan positif atau searah dengan tingkat kekutan hubungan sedang.
Pendampingan Penggunaan Media Sosial Sebagai Upaya Kesehatan Mental Peserta Didik di Wilayah Pesisir Kecamatan Wori Mandagi, Chreisye Kardinalia Fransisca; Sondakh, Ricky C.; Punuh, Maureen I.; Asrifuddin, Afnal; Kalesaran, Angela F. C.
Ilmu Komputer untuk Masyarakat Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/ilkomas.v5i2.2460

Abstract

Media Sosial adalah cara cepat pagi peserta didik dalam mencari informasi di era digitalisasi saat ini. Salah satu masalah adalah banyak yang salah mempergunakan media sosial sehingga  menyebabkan banyak terjadi perundungan yang mempengaruhi kesehatan mental. Hal ini menjadi sangat krusial sehingga membutuhkan pendampingan dalam penggunaan media sosial tersebut. Tujuannya untuk mengetahui pengaruh pendampingan penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental peserta didik di wilayah pesisir. Metode yang digunakan adalah penyuluhan tentang bahaya dan akibat penggunaan media sosial yang tidak tepat, dimana sebelum diberikan materi dilakukan pre tes kemudian setelah penyuluhan dilanjutkan pemberian pos tes sehingga dapat mengetahui tingkat pemahaman pada materi yang diberikan.  Hasilnya  menunjukkan sebagian besar peserta didik dapat menjawab dengan baik. Pendampingan menjadi langkah strategis dan efektif mengelola dampak negatif media sosial serta meningkatkan interaksi positif dan meningkatkan kesehatan mental peserta didik di wilayah pesisir.  
Hubungan riwayat pemberian ASI dan kejadian wasting pada balita: Analisis data SSGI 2022 Sanggelorang, Yulianty; Malonda, Nancy Swanida Henriette; Punuh, Maureen Irinne; Novita, Vidya
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 12 (2025): Volume 18 Nomor 12
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v18i12.694

Abstract

Background: One of the nutritional issues arising in toddlers due to inadequate nutrient intake is wasting. Toddlers who experience wasting have relatively thin bodies compared to their height, characterized by a weight-for-height z-score of less than -2 SD. Exclusive breastfeeding is one of the contributing factors to wasting. Purpose: To analyze the relationship between exclusive breastfeeding and wasting among toddlers. Method: Quantitative research with a cross-sectional design using secondary data. The study population was all toddlers aged 0-23 months in the Talaud Islands Regency who were included in the census block based on the 2022 SSGI. Data analysis used univariate and bivariate analysis. Results: Based on univariate analysis, toddlers who experienced wasting were 13.1%, toddlers who received colostrum were 88.7%, and those who received exclusive breastfeeding were 56.1%. Based on the bivariate test, the history of colostrum administration with wasting incidents obtained a p value = 0.000 (<0.05) which indicated a relationship between the two variables. Conclusion: Wasting is influenced by various factors including nutritional intake, history of infectious diseases, and completeness of immunization. In addition, colostrum and exclusive breastfeeding have a significant relationship with wasting incidents. Lack of maternal knowledge and family support are also factors that influence the provision of breast milk and colostrum, so increasing education and family support is very important to reduce the prevalence of thinness in toddlers.   Keywords: Colostrum; Exclusive Breasting Feeding; Toddlers; Wasting.   Pendahuluan: Salah satu masalah gizi yang timbul pada balita dari asupan nutrisi yang tidak memadai adalah wasting. Balita yang menderita wasting akan memiliki tubuh yang relatif kurus dibandingkan dengan tinggi badannya ditandai dengan z-score BB/TB -2 SD. Pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya wasting. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan pemberian ASI eksklusif dan wasting pada balita. Metode: Penelitian kuantitatif desain cross sectional menggunakan data sekunder. Populasi penelitian adalah seluruh balita usia 0-23 bulan di Kabupaten Kepulauan Talaud yang masuk dalam blok sensus berdasarkan SSGI 2022. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Berdasarkan analisis univariat, balita yang mengalami kejadian wasting sebesar 13.1%, balita yang mendapatkan kolostrum 88.7%, dan yang mendapatkan ASI eksklusif 56.1%. Berdasarkan uji bivariat, riwayat pemberian kolostrum dengan kejadian wasting memperoleh nilai p = 0.000 (<0.05), menunjukkan adanya hubungan antara kedua variabel. Simpulan: Wasting dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk asupan nutrisi, riwayat penyakit infeksi, dan kelengkapan imunisasi. Selain itu, pemberian kolostrum dan ASI eksklusif memiliki hubungan signifikan dengan kejadian wasting. Kurangnya pengetahuan ibu dan dukungan keluarga juga menjadi faktor yang memengaruhi pemberian ASI dan kolostrum, sehingga peningkatan edukasi dan dukungan keluarga sangat penting untuk mengurangi prevalensi wasting pada balita.   Kata Kunci: ASI Eksklusif; Balita; Kolostrum; Wasting.
Pengukuran Status Gizi dan Edukasi Anemia pada Remaja Putri di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Wori Kabupaten Minahasa Utara Punuh, Maureen Irinne; Engkeng, Sulaemana; Mandagi, Chreisye; Kalesaran, Angela; Akili, Rahayu; Asrifudin, Afnal
Abdimas Galuh Vol 7, No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i1.16461

Abstract

Remaja putri merupakan kelompok rentan terhadap anemia defisiensi besi. Remaja putri yang menderita anemia berdampak pada kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang sebagai calon ibu, jika tidak dilakukan upaya pencegahan. Pengukuran status gizi merupakan skrining awal terhadap remaja putri yang anemia. Anemia pada remaja putri diakibatkan karena asupan makanan yang kurang mengandung zat besi dan pengetahuan tentang anemia. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan dua kegiatan yaitu menentukan status gizi remaja putri lewat pengukuran Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U), Lingkar Lengan Atas (Lila) dan mengukur tingkat pengetahuan remaja putri tentang anemia dan pencegahannya. Kegiatan dilakukan pada 33 remaja putri siswi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Wori Kabupaten Minahasa. Hasil menunjukkan persentase status gizi kategori baik sebesar 78,8% dan sebesar 81,8% remaja putri tidak berisiko Kurang Energi Kronik (KEK). Remaja putri memiliki status gizi kategori gizi kurang sebesar 9,1% dan berisiko KEK sebesar 18,2%. Hasil Pengukuran tingkat pengetahuan anemia dan pencegahannya menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi berupa penyuluhan. Perlu adanya pemantauan status gizi secara teratur pada remaja putri yang dapat dilakukan oleh pihak sekolah.
HUBUNGAN POLA KONSUMSI FAST FOOD DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA PESERTA DIDIK DI SMA KATOLIK KARITAS TOMOHON Sari, Rinanda Laura; Punuh, Maureen I.; Musa, Ester C.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.41038

Abstract

Obesitas merupakan masalah kesehatan yang menjadi isu global, termasuk di Indonesia. Berdasarkani datai Riskesdas, prevalensii obesitasi padai remajai berusiai 13 hingga 15 tahuni mengalamii peningkatani signifikan, darii 25% padai tahuni 2013 menjadii 48% pada tahun 2018. Salah satui penyebabi utamai obesitasi adalahi ketidakseimbangani antara energii yangi masuki dengani energii yangi dikeluarkani olehi tubuh, di manai pola konsumsii makanan, terutamai fast food yangi tinggii kalori, lemak, dan natrium, berperan sebagaii faktori pendukung. Penelitiani inii menggunakani desaini observasionali analitik dengani pendekatani cross-sectionali dani melibatkani 79 siswai SMA Katoliki Karitas Tomohoni sebagaii partisipani yangi dipilihi melaluii metodei acaki sistematis. Data mengenaii konsumsii fast food dikumpulkani menggunakani kuesioneri Semi-Quantitative Foodi Frequencyi Questionnairei (SQ-FFQ) yangi mencatati jenis, frekuensi, sertai jumlah fast food yangi dikonsumsi. Statusi gizii siswai kemudiani dievaluasii menggunakan Indeks Massai Tubuhi (IMT) berdasarkani z-score. Hasili analisisi datai menggunakani Fisher’s Exact Test menunjukkani tidaki adanyai hubungani yangi signifikani antarai jumlahi energii darii konsumsiii fast food (p=1,000) maupun ifrekuensiii konsumsinyaii (p=0,586) dengan  kejadian obesitas. Dari total partisipan, sebanyak 8 siswa teridentifikasi mengalami obesitas, dengan jenis fast food yang paling sering dikonsumsi meliputi mi instan, pisang goreng, nasi goreng, tahu isi, dan cilok. Meskipun sebagian besar siswa memiliki kebiasaan mengonsumsi fast food, penelitian ini menyimpulkan bahwa pola konsumsi fast food tidak berhubungan dengan kejadian obesitas pada siswa SMA Katolik Karitas Tomohon
Co-Authors ., Ernawaty Adha, Tri Y. Amisi, Marsella Amisi, Marsella D. Anastasya, Solideo Angela, Indri I. Aring, Enjelia S. Asrifudin, Afnal Astri Lyseria Losu Bidara, Christa Boseren, Agustinus Budi T. Ratag Cendy A.A. Oroh, Cendy A.A. Chreisye Kardinalia Fransisca Mandagi Christin, Angel Datu, Deva Monica Mayomi Eirene Maradesa, Eirene Ester C. Musa Fauzul Badjeber Febi Kornela Kolibu Gimon, Novela Keren Gobel, Lafita Abella Grace Debbie Kandou Haryanti, Clarista M. Hokky, Jessica Merlyn Hullah, Muhammad Rosyad Igir, Anggun Irot, Rodela A. Kahusadi, Olivia A. Kairupan, Calista A. Kalesaran, Angela Fitriani Clementine Kapantow, Nova Hellen Kaunang, Delalia Christy Kawatu, Paul A.T Koleangan, Fionita Kumayas, Valentine Kurusi, Fazni D. Lalo, Samuel Lamia, Filia Latta, Jasmiaty Lenette, Novranka Limbat, Rio Daniel Christovel Lucia C. Mande, Lucia C. Makikama, Caren V. Malonda, Nancy . S. H. Malonda, Nancy S H Malonda, Nancy S. H Malonda, Nancy S.H Malonda, Nancy Swanida Hanriette Malonda, Nancy Swanida Henriette Mantjoro, Eva M. Mantur, Riska P. Maramis, Marsita S. L. Maringka, Ferlina mawu, christine Mirip, Eda Muhaling, Jesica Christin Mulalinda, Chendany W. Musa, Ester C, Musa, Ester C. Musa, Ester Candrawati Nancy S. H. Malonda Nancy S.H. Malonda, Nancy S.H. Nathania Degista Tololiu Nikita F. Wattimena Nova H. Kapantouw Nova Hellen Kapantow Novita, Vidya Nurdin, Nurhalisa Oksfriani Jufri Sumampouw Oktavia, Anggriani Ondang, Ribka Paendong, Nikita Ester Paisa, Fria Maria Pangalila, Yesenia Veronika Paraso, Saskia Pasla, Angie Julieta Patimbano, Brenda Lavenia Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Payuk, Aprilyana Tandi Pesik, Leidy F. Pojoh, Alda R. Pondagitan, Alpinia Shinta Pusida, Jesika Natalia Rahayu Akili, Rahayu Rahayu H. Akili, Rahayu H. Ransun, Gita Natalia Rares, Belina Pingkan Sultika Rattu, A .J.M. Ratu, Novelinda Ch. Ratu, Veronika N. Ricky C. Sondakh Rudolf B. Purba, Rudolf B. Rumais, Mariani Rumende, Mada Sagune, Novanda Sri Regina Sahalessy, Christina C. Saisab, Jacklin B. Sandala, Thania C. Sari, Rinanda Laura Shirley E. S. Kawengian Shirley Kawengian, Shirley Sianjpar, Monika M. Simangunsong, Nella P Sindar, Cindy Cicilia Sitepu, Cracety M. Steve, David Sukoco, Olvi Sulaemana Engkeng, Sulaemana Sumilat, Milianike Fresye Sunkudon, Stephanie D. Suoth, Lery F. Tamba, Enjelina Virginia Paulina Tambuwun, Carmelia Y. Tangkilisan, Bella C. Taroreh, Putri Tuasuun, Diana Tumiwa, Militia Christy Rebcca Tumurang, Marjes N. Wenur, Senny Arshelia Winerungan, Richard Winowatan, Gabrielisa Wulanta, Ellena Yacob, Desriana M.L Yocom, Jonna F. Yohanis Tomastola Yulianty Sanggelorang