Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Perilaku Makan pada Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Rares, Belina Pingkan Sultika; Punuh, Maureen I.; Malonda, Nancy S.H.
KESMAS Vol 11, No 2 (2022): VOLUME 11, NOMOR 2, JANUARI 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masairemaja perubahan perilaku makan dapat terjadi berupa perilaku makan berisiko dan perilaku makan tidak berisiko. Perilaku makan berisiko adalah kebiasaan makan dimana baik secara kualitas maupun kuantitas tidak terpenuhi, sehingga akan berisiko pada gangguan makan. Perilaku makan tidak berisiko dimana kebutuhan gizi terpehuni baik kualitas maupun kuantitas. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui gambaran perilaku makan pada mahasisiwi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi. Penelitian iniimerupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi survei deskriptif, dilaksanakan bulan Februari-September 2021 di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi dengan jumlah sampel sebanyak 134 responden yang diambil melalui teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan kuesioner EatingiAttitudes Test-26 (EAT-26) untuk mengukur gejala dan sifat mengenai perilaku makan, dalam bentuk google form. Analisis dataiyang digunakan analisis univariat. Hasil penelitianimenunjukkan mahasiswi yang memiliki perilaku makan tidak berisiko sebesar 61,9% dan mahasiswi yang memiliki perilaku makan berisiko sebesar 38,1%. Kata Kunci: Perilaku Makan, Mahasiswi ABSTRACTIn adolescence, changes in eating behavior can occur in the form of risky eating behavior and non-risky eating behavior. Risky eating behavior is eating habits where both quality and quantity are not met, so it will be at risk for eating disorders. Eating behavior is not at risk where nutritional needs are met both in quality and quantity. The purpose of the study was to describe the eating behavior of students from the Faculty of Public Health Sam Ratulangi University. This research is a quantitative study with a descriptive survey study design, carried out in February-September 2021 at the Faculty of Public Health Sam Ratulangi University with a total sample of 134 respondents taken through the sampling jenuh technique. The instrument used was the Eating AttitudesiTest-26 (EAT-26) questionnaire to measure symptoms and traits regarding eating behavior, in the form of a google form. Data analysis used univariate analysis. The results showed that female students who had no-risk eating behavior were 61.9% and female students who had risk-eating behavior were 38.1%. Keywords: Eating Behaviors, Female Students 
Gambaran Kecukupan Mineral Mikro Pada Mahasiswa Semester Vi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Saat Pembatasan Sosial Masa Pandemi Covid-19 Adha, Tri Y.; Punuh, Maureen I.; Sanggelorang, Yulianty
KESMAS Vol 11, No 1 (2022): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mineral mikro sangat penting karena berperan dalam pembentukan antibodi untuk mengurangi angka kesakitan dan penyakit infeksi. Mahasiswa di tengah kegiatan daring dalam masa pandemi saat ini membutuhkan asupan makanan yang sehat, bergizi, dan seimbang, karena peran gizi yang dikonsumsi merupakan satu upaya pencegahan dalam menghadapi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kecukupan mineral mikro mahasiswa semester VI FKM UNSRAT saat pembatasan sosial masa pandemi COVID-19. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif, yang dilakukan di FKM UNSRAT pada bulan April 2020 sampai Februari 2021 dengan sampelnya sejumlah 128 responden. Alat ukur penelitian ini menggunakan formulir food record yang dilaksanakan dalam waktu 2 hari dan buku foto makanan. Hasil penelitiannya memperlihatkan jika mayoritas respondennya mempunyai tingkat kecukupan asupan besi yang kurang (89,8%), tingkat kecukupan asupan seng yang kurang (70,3%), tingkat kecukupan asupan tembaga yang cukup (53,1%), dan tingkat kecukupan asupan mangan yang cukup (74,2%). Kata Kunci: COVID-19; Kecukupan mineral mikro; Gizi; Mahasiswa ABSTRACTMicro minerals have a very important role in the formation of antibodies that can reduce morbidity and infectious diseases. In the middle of dense online activities during the current pandemic, students need healthy, nutritious, and balanced food intake. This because the role of nutrition that consumed by the students is one of the efforts to prevent the COVID-19.  The objective of this research was to determine the adequacy of micro minerals intake for 6th semester students of the FKM UNSRAT during the social restrictions of COVID-19 pandemic. This research is a descriptive study, which was conducted at the FKM UNSRAT, from April 2020 to February 2021 with 128 samples of respondents. The measuring instrument of this research used a food record form that conducted in 2 days and a food photo book. The results of this study indicate that most of the respondents had insufficient iron intake (89.8%) and insufficient zinc intake (70.3%). Adequate level of adequate intake of copper (53.1%), and adequate level of adequate intake of manganese (74.2%). Keywords: COVID-19; Adequacy of micro minerals; Nutrition; Students
Penerapan Prinsip Higiene Dan Sanitasi Makanan Di PT. Aeroprima Food Service Manado Lenette, Novranka; Punuh, Maureen I.; Sanggelorang, Yulianty
KESMAS Vol 11, No 2 (2022): VOLUME 11, NOMOR 2, JANUARI 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia memerlukan makanan untuk tetap bertahan hidup. Makanan yang aman untuk dikonsumsi ialah makanan yang bebas dari cemaran. World Health Organization (WHO) menyatakan 600 juta kasus penyakit bawaan makanan disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi patogen (bakteri, virus, parasit atau zat kimia berbahaya). Makanan yang tidak diolah dengan prinsip higiene dan sanitasi makanan yang tepat bisa berdampak pada kesehatan manusia seperti menimbulkan penyakit dan keracunan akibat bahan kimia dan mikroorganisme. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Juli 2021 dengan tujuan untuk mendeskripsikan penerapan prinsip higiene dan sanitasi makanan di PT. Aeroprima Food Service Manado menggunakan metode penelitian campuran melalui observasi dan wawancara mendalam pada 8 informan. Hasil penelitian berdasarkan wawancara mendalam diperoleh bahwa pemahaman penjamah makanan memiliki pengetahuan baik sebesar 58% terkait prinsip higiene dan sanitasi makanan dan berdasarkan hasil observasi uji kelaikan fisik telah memenuhi persyaratan Permenkes RI No. 1096/Menkes/VI/2011  tetapi dalam pelaksanaannya belum berjalan maksimal seperti pada prinsip penyimpanan makanan jadi yang belum menggunakan penutup serta masih didapati beberapa penjamah makanan yang tidak menggunakan Alat Pelindung Diri dengan lengkap saat menjamah makanan. Pelaksanaan yang kurang maksimal karena dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya seperti pelatihan, kebiasaan, sarana-prasarana, sosial-ekonomi, program, dan sumber daya manusia di perusahaan tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan prinsip higiene dan sanitasi makanan di PT. Aeroprima Food Service Manado sudah berjalan dengan baik memenuhi persyaratan dalam Permenkes RI No. 1096/Menkes/VI/2011. Kata kunci: Higiene, Sanitasi, Makanan, Penjamah Makanan. ABSTRACT Humans need the source of food to survive. Food which is considered safe for consumption is free from contamination. The World Health Organization (WHO) states that 600 million cases of foodborne illness are mostly caused by contaminated pathogens (bacteria, viruses, parasites or harmful chemicals). Food which is processed with no proper principles of food hygiene and sanitation may affects human health in terms disease and food poison due to chemicals and microorganisms. This research was conducted in February-July 2021 which aimed to describe the Implementation principles of food hygiene and sanitation at PT. Aeroprima Food Service Manado by using mixed methods research through observation and in-depth interviews which consists 8 informants. The results of this research from in-depth interviews that covers the understanding of food handlers related to the principles of food hygiene and sanitation was well-decent by 58% and the observation results based on the physical fitness test  had notably comply with the requirements under The Ministry of Health of the Republic of Indonesia policy No. 1096/Menkes/VI/2011, but within its implementation, there are several aspects running not optimally such as the principle of storing cooked food which is not using cover yet and there are still some food handlers who did not use complete Personal Protective Equipment when handling food. The implementation is less optimal because it is influenced by several factors including training, habits, infrastructure, socio-economics, programs, and human resources in the company. In conclusion, this research of the implementation of the principles of food hygiene and sanitation at PT. Aeroprima Food Service Manado has been running well in accordance to the requirements from The Ministry of Health of the Republic of Indonesia No. 1096/Menkes/VI/2011. Keywords:  Hygiene, Sanitation, Food, Food Handler
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI SEIMBANG DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TINUMBALA Boseren, Agustinus; Sanggelorang , Yulianty; Punuh, Maureen I.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.13211

Abstract

Indonesia masih berjuang melawan masalah gizi ganda, permasalahan ini berupa gizi kurang, gizi buruk, dan gizi lebih. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu tentang Gizi Seimbang dengan Status Gizi pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tinumbala. jenis penelitian yang dilakukan adalah analisis cross sectional study dengan melibatkan populasi sebanyak 320 balita dengan metode pengambilan sampel menggunakan rumus lemeshow sehingga diperoleh sampel minimum sebanyak 50 sampel dan sampel yang diambil saat pengambilan data sebanyak 80 sampel. penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Tinumbala pada Juli 2022-januari 2023. analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu univariat dan bivariat dengan Data primer yang bersumber dari kuesioner, dan pengukuran status gizi balita. Pengetahuan ibu paling banyak paling banyak berada pada kategori baik sebanyak 97,5%. hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dengan status gizi balita BB/U dengan nilai p=0,000 (p<0,05) nilai r=0,224 yang berarti arah hubungan positif atau searah dengan tingkat kekuatan hubungan yang rendah dan BB/TB dengan nilai p=0,000 ( p<0,05) nilai r=0,446 yang berarti arah hubungan positif atau searah dengan tingkat kekutan hubungan sedang.
Pendampingan Penggunaan Media Sosial Sebagai Upaya Kesehatan Mental Peserta Didik di Wilayah Pesisir Kecamatan Wori Mandagi, Chreisye Kardinalia Fransisca; Sondakh, Ricky C.; Punuh, Maureen I.; Asrifuddin, Afnal; Kalesaran, Angela F. C.
Ilmu Komputer untuk Masyarakat Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/ilkomas.v5i2.2460

Abstract

Media Sosial adalah cara cepat pagi peserta didik dalam mencari informasi di era digitalisasi saat ini. Salah satu masalah adalah banyak yang salah mempergunakan media sosial sehingga  menyebabkan banyak terjadi perundungan yang mempengaruhi kesehatan mental. Hal ini menjadi sangat krusial sehingga membutuhkan pendampingan dalam penggunaan media sosial tersebut. Tujuannya untuk mengetahui pengaruh pendampingan penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental peserta didik di wilayah pesisir. Metode yang digunakan adalah penyuluhan tentang bahaya dan akibat penggunaan media sosial yang tidak tepat, dimana sebelum diberikan materi dilakukan pre tes kemudian setelah penyuluhan dilanjutkan pemberian pos tes sehingga dapat mengetahui tingkat pemahaman pada materi yang diberikan.  Hasilnya  menunjukkan sebagian besar peserta didik dapat menjawab dengan baik. Pendampingan menjadi langkah strategis dan efektif mengelola dampak negatif media sosial serta meningkatkan interaksi positif dan meningkatkan kesehatan mental peserta didik di wilayah pesisir.  
HUBUNGAN POLA KONSUMSI FAST FOOD DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA PESERTA DIDIK DI SMA KATOLIK KARITAS TOMOHON Sari, Rinanda Laura; Punuh, Maureen I.; Musa, Ester C.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.41038

Abstract

Obesitas merupakan masalah kesehatan yang menjadi isu global, termasuk di Indonesia. Berdasarkani datai Riskesdas, prevalensii obesitasi padai remajai berusiai 13 hingga 15 tahuni mengalamii peningkatani signifikan, darii 25% padai tahuni 2013 menjadii 48% pada tahun 2018. Salah satui penyebabi utamai obesitasi adalahi ketidakseimbangani antara energii yangi masuki dengani energii yangi dikeluarkani olehi tubuh, di manai pola konsumsii makanan, terutamai fast food yangi tinggii kalori, lemak, dan natrium, berperan sebagaii faktori pendukung. Penelitiani inii menggunakani desaini observasionali analitik dengani pendekatani cross-sectionali dani melibatkani 79 siswai SMA Katoliki Karitas Tomohoni sebagaii partisipani yangi dipilihi melaluii metodei acaki sistematis. Data mengenaii konsumsii fast food dikumpulkani menggunakani kuesioneri Semi-Quantitative Foodi Frequencyi Questionnairei (SQ-FFQ) yangi mencatati jenis, frekuensi, sertai jumlah fast food yangi dikonsumsi. Statusi gizii siswai kemudiani dievaluasii menggunakan Indeks Massai Tubuhi (IMT) berdasarkani z-score. Hasili analisisi datai menggunakani Fisher’s Exact Test menunjukkani tidaki adanyai hubungani yangi signifikani antarai jumlahi energii darii konsumsiii fast food (p=1,000) maupun ifrekuensiii konsumsinyaii (p=0,586) dengan  kejadian obesitas. Dari total partisipan, sebanyak 8 siswa teridentifikasi mengalami obesitas, dengan jenis fast food yang paling sering dikonsumsi meliputi mi instan, pisang goreng, nasi goreng, tahu isi, dan cilok. Meskipun sebagian besar siswa memiliki kebiasaan mengonsumsi fast food, penelitian ini menyimpulkan bahwa pola konsumsi fast food tidak berhubungan dengan kejadian obesitas pada siswa SMA Katolik Karitas Tomohon
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DENGAN STATUS GIZI PADA PELAJAR DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 AIRMADIDI MINAHASA UTARA Pusida, Jesika Natalia; Punuh, Maureen I.; Kapantow, Nova H.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.41554

Abstract

Status gizi merupakan suatu kondisi keadaan tubuh seseorang sebagai hasil dari asupan makanan yang dimakan dengan keseimbangan kebutuhan tubuh dan pengeluaran akibat aktivitas tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dengan status gizi pada pelajar di SMK Nege.ri 1 Airmadidi Minahasa Utara. Pe.ne.litian ini adalah pe.ne.litian kuantitatif de.ngan de.sain pe.ne.litian obse.rvasional analitik de.ngan pe.nde.katan cross-se.ctional. Populasi dalam pe.ne.litian ini adalah pe.lajar ke.las 10 dan 11 SMK Ne.ge.ri 1 Airmadidi Minahasa Utara be.rjumlah 844 orang se.dangkan sampe.l dalam pe.ne.litian adalah bagian dari populasi yaitu pe.lajar yang me.me.nuhi krite.ria inklusi dan e.ksklusi yang be.rjumlah 64 orang yang diambil de.ngan me.nggunakan me.tode. syste.matic random sampling. Analisis data me.nggunakan analisis univariat, bivariat de.ngan me.nggunakan uji Fishe.r’s e.xact. Instrume.n dalam pe.ne.litian ini adalah kue.sione.r Inte.rnational Physical Activity Que.stionne.r (IPAQ) se.rta alat ukur tinggi badan dan be.rat badan. Pe.ne.litian ini me.nunjukkan bahwa se.bagian be.sar re.sponde.n me.miliki aktivitas fisik aktif 53% dan status gizi tidak ge.muk 51%. Be.rdasarkan hasil uji statistik me.ndapatkan nilai p = 0,224 (p > 0,05), pe.ne.litian ini me.nyimpulkan bahwa tidak te.rdapat hubungan antara aktivitas fisik de.ngan status gizi pe.lajar di SMK Ne.ge.ri 1 Airmadidi Minahasa Utara.
PROPORSI BALITA STUNTING PADA IBU DENGAN RIWAYAT KEHAMILAN PERTAMA USIA REMAJA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MOLIBAGU Gobel, Lafita Abella; Malonda, Nancy S. H; Punuh, Maureen I.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.44782

Abstract

Stunting yang disebabkan oleh kehamilan remaja terjadi ketika seorang remaja hamil pada usia ≤20 tahun dan mengalami kekurangan gizi atau masalah kesehatan yang menghambat pertumbuhan janin, yang kemudian berisiko menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah sehingga dapat menyebabkan stunting pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi balita stunting pada ibu dengan riwayat kehamilan pertama usia remaja di Wilayah Kerja Puskesmas Molibagu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Populasi dalam penelitian berjumlah 407 dan diperoleh sampel sebanyak 86 balita yang merupakan anak pertama. Variabel dalam penelitian ini adalah stunting dan kehamilan remaja. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner dan alat ukur antropometri (infantometer seca dan microtoice seca), dengan analisis univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi proporsi balita stunting pada ibu dengan riwayat kehamilan pertama usia remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang memiliki riwayat kehamilan remaja pada usia ≤20 tahun sebanyak 53 orang (61,6%) dan balita yang mengalami stunting sebanyak 27 anak (16,6%). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa proporsi balita stunting pada ibu dengan riwayat kehamilan pertama usia remaja adalah sebesar 50,94%, sedangkan proporsi balita yang tidak mengalami stunting sebesar 49,06%.
HUBUNGAN RIWAYAT IMUNISASI DASAR DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS REMBOKEN Oktavia, Anggriani; Punuh, Maureen I.; Sanggelorang, Yulianty
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48051

Abstract

Masalah gizi pada balita masih menjadi isu krusial dalam bidang kesehatan masyarakat di Indonesia, sekaligus mencerminkan tingkat kesejahteraan suatu bangsa. Salah satu aspek yang berperan dalam menentukan status gizi balita adalah riwayat pemberian imunisasi dasar. Ketidaktuntasan dalam pemberian imunisasi dapat meningkatkan risiko anak terserang penyakit infeksi seperti campak, tuberkulosis, dan difteri, yang berpotensi mengganggu proses penyerapan nutrisi dan menghambat pertumbuhan anak secara optimal. Oleh sebab itu, tercapainya cakupan imunisasi dasar yang memadai dianggap sebagai langkah strategis dalam upaya pencegahan gangguan gizi. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara status imunisasi dasar dengan kondisi gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Remboken. Studi ini yakni kuantitatif mempergunakan desain penelitian observasional analitik menerapkan cross-sectional study. Populasi di studi ini ialah balita 12-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Remboken, banyaknya sampel yakni 91 balita yang dipilih melalui teknik berupa probability sampling melalui metode sampel acak sederhana. Instrumen yang dipergunakan pada studi ini berupa kuesioner, pengukuran antropometri, serta data dari buku KIA. Analisis data di studi ini mempergunakan uji statistik chi square. Hasil studi memperlihatkan bahwasannya ada korelasi signifikan antara riwayat imunisasi dasar dan status gizi sesuai indeks BB/U (p = 0,039) serta PB/U atau TB/U (p = 0,012). Temuan dari penelitian ini mengindikasi terdapat hubungan antara riwayat imunisasi dasar dengan status gizi balita, berdasarkan indeks BB/U dan PB/U atau TB/U.
GAMBARAN RISIKO GANGGUAN MAKAN DAN STATUS GIZI PADA REMAJA SMA NEGERI 1 LANGOWAN Rumais, Mariani; Punuh, Maureen I.; Musa, Ester C.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48424

Abstract

Gangguan makan berhubungan dengan pola konsumsi makan. Individu yang menderita kondisi ini mungkin mengalami kesulitan mengontrol ukuran porsi makan, baik makan terlalu sedikit maupun terlalu banyak. Status gizi akan dipengaruhi oleh penyakit ini seiring berjalannya waktu. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran risiko gangguan makan dan status gizi pada siswa SMA Negeri 1 Langowan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret - Juli 2025, peneliti di SMA Negeri 1 Langowan menggunakan teknik studi potong lintang untuk melakukan analisis kuantitatif terhadap lingkungan sekolah. Simple random sampling digunakan untuk memilih 110 siswa dari populasi 740 siswa kelas X dan XI di SMA Negeri 1 Langowan. Peneliti dalam penelitian ini menggunakan alat pengukur tinggi dan berat badan merek Seca bersama dengan kuesioner Eating Attitudes Test-26 (EAT-26). Hasil penelitian menunjukkan 47,3% remaja berisiko mengalami gangguan makan, dan 64,5% remaja berstatus gizi baik, 0,9% status gizi buruk, 21,8% status gizi berlebih, dan 12,7% obesitas. Setengah dari 110 remaja berada dalam kategori berisiko gangguan makan.
Co-Authors ., Ernawaty Adha, Tri Y. Amisi, Marsella D. Angela, Indri I. Aring, Enjelia S. Boseren, Agustinus Cendy A.A. Oroh, Cendy A.A. Christin, Angel Eirene Maradesa, Eirene Gimon, Novela Keren Gobel, Lafita Abella Grace Debbie Kandou Haryanti, Clarista M. Irot, Rodela A. Kahusadi, Olivia A. Kairupan, Calista A. Kalesaran, Angela Fitriani Clementine Kaunang, Delalia Christy Kawatu, Paul A.T Kolibu, Febi K. Kumayas, Valentine Kurusi, Fazni D. Lamia, Filia Latta, Jasmiaty Lenette, Novranka Lucia C. Mande, Lucia C. Makikama, Caren V. Malonda, Nancy S. H Malonda, Nancy S.H Mandagi, Chreisye Kardinalia Fransisca Mantjoro, Eva M. Mantur, Riska P. Maramis, Marsita S. L. Maringka, Ferlina mawu, christine Mirip, Eda Mulalinda, Chendany W. Musa, Ester C, Musa, Ester C. Nancy S. H. Malonda Nancy S.H. Malonda, Nancy S.H. Nova Hellen Kapantow Nurdin, Nurhalisa Oktavia, Anggriani Ondang, Ribka Pangalila, Yesenia Veronika Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Pesik, Leidy F. Pojoh, Alda R. Pusida, Jesika Natalia Rahayu H. Akili, Rahayu H. Ransun, Gita Natalia Rares, Belina Pingkan Sultika Rattu, A .J.M. Ratu, Novelinda Ch. Ratu, Veronika N. Ricky C. Sondakh Rudolf B. Purba, Rudolf B. Rumais, Mariani Rumende, Mada Sagune, Novanda Sri Regina Sahalessy, Christina C. Saisab, Jacklin B. Sandala, Thania C. Sari, Rinanda Laura Shirley E. S. Kawengian Shirley Kawengian, Shirley Sianjpar, Monika M. Simangunsong, Nella P Sindar, Cindy Cicilia Sitepu, Cracety M. Steve, David Sulaemana Engkeng, Sulaemana Sumilat, Milianike Fresye Suoth, Lery F. Tangkilisan, Bella C. Tumiwa, Militia Christy Rebcca Tumurang, Marjes N. Wenur, Senny Arshelia Winerungan, Richard Winowatan, Gabrielisa Wulanta, Ellena Yacob, Desriana M.L Yocom, Jonna F. Yulianty Sanggelorang