Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

TINJAUN HUKUM POSITIF DI INDONESIA TENTANG PERJANJIAN PRA NIKAH Surawardi, Surawardi; Zarkani, Muhammad
MAQASHIDUNA: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM Vol 3, No 1 (2025): June 2025
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Islam STAI Al-Falah Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/maqashiduna.v3i1.727

Abstract

Abstract A prenuptial agreement is an agreement between prospective husband and wife that regulates property, rights and obligations during marriage. A prenuptial agreement is a new problem that is not included in the pillars and requirements for a valid marriage in Islam. Therefore, this problem needs to be studied from a mashlahah mursalah perspective. The purpose of this study is to determine the provisions of prenuptial agreements in Indonesia and to study prenuptial agreements using a mashlahah mursalah perspective. What are the provisions of prenuptial agreements in Indonesia? And What is the law on prenuptial agreements from a mashlahah mursalah perspective? This research is classified as a normative literature research type, with qualitative data type, with a normative juridical approach. The technique of collecting legal materials is by means of documentary studies, then the legal materials are selected, interpreted, and understood to be analyzed with mashlahah mursalah. The results of the study show that prenuptial agreements in Indonesia are regulated in the Civil Code articles 139-154, the Marriage Law article 29, the KHI articles 45-52, and PMK-RI No. 69/PUU-XIII/2015. This agreement is made based on mutual agreement, made before or during the marriage. The content does not violate law, religion, norms and decency. As well as providing benefits for couples, such as legal certainty, managing assets, and avoiding losses as a means of preventing conflict. This is in line with the principle of mashlahah murlah, namely real, general benefit, bringing benefits and avoiding harm.Keywords: Mashlahah Mursalah, Prenuptial AgreementAbstrak: Perjanjian pra nikah adalah suatu kesepakatan antara calon pasangan suami istri yang mengatur harta benda, hak dan kewajiban selama pernikahan. Perjanjian pra nikah merupakan permasalahan baru yang bukan termasuk rukun dan syarat sahnya pernikahan dalam Islam. Maka persoalan ini perlu dikaji dengan perspektif mashlahah mursalah.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ketentuan perjanjian pra nikah di Indonesia dan mengkaji perjanjian pra nikah dengan menggunakan perspektif mashlahah mursalah, bagaimana ketentuan perjanjian pra nikah di IndonesiaPenelitian ini tergolong dalam jenis penelitian normatif kepustakaan, dengan jenis data kualitatif, dengan pendekatan yuridis normatif. Tehnik pengumpulan bahan hukum dengan cara studi dokumenter, kemudian  bahan hukum diseleksi, diinterpretasikan, dan dipahami untuk dianalisis dengan mashlahah mursalah.Hasil penelitian menunjukan, perjanjian pra nikah di Indonesia diatur dalam KUH Perdata pasal 139-154, Undang-Undang Perkawinan pasal 29, KHI pasal 45-52, dan PMK-RI No. 69/PUU-XIII/2015. Perjanjian ini dibuat berdasarkan kesepakatan bersama, dibuat sebelum dilangsungkan atau selama dalam ikatan perkawinan. Isinya tidak melanggar hukum, agama, norma, dan kesusilaan. Serta memberikan kemaslahatan bagi pasangan, seperti kepastian hukum, pengaturan harta, dan menolak kemudaratan sebagai pencegahan konflik. Ini sejalan dengan prinsip mashlahah mursalah yaitu kemaslahatan yang nyata, bersifat umum, serta mendatangkan manfaat dan menolak mudarat. Kata Kunci : Perjanjian Pra Nikah, Mashlahah Mursalah
MEMBANGUN IKATAN EMOSIONAL GURU DAN WALI KELAS SERTA MURID DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SD ISLAM TERPADU AL HIKMAH KOTA BANJARMASIN Surawardi, Surawardi; Zaky, Muhammad; Salsabila, Salsabila; Aryadi, Surya Danang; Tiara, Tiara
DARRIS: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol 8, No 1 (2025): APRIL
Publisher : Program Studi PGMI STAI Al Falah Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/darris.v8i1.702

Abstract

Abstract: This study is based on the differences in the character of each individual teacher and student in building emotional bonds. So that in rebuilding the emotional bond, the teacher as a central figure in the learning process has a very important role in creating comfortable and enjoyable learning conditions. The author is interested in examining how the role of a teacher in building emotional bonds in Al Hikmah Islamic Elementary School. The method used is a qualitative approach, the data collected in this study is verbal, namely, data obtained through conversation and questions and answers with a sample of 2 informants. The results of the study stated that teachers as the main figures in schools have a very important role in creating comfortable learning conditions, an effective learning process in order to achieve the desired learning goals. For this reason, teachers need to rebuild emotional bonds with students for the sake of smooth learning processes. From the research conducted, teachers and homeroom teachers took a permissive approach such as implementing learning methods that children like. Keywords: A Permissive Approach, Building, Emotional Bonds. Abstrak: Penelitian ini didasarkan pada perbedaan karakter setiap individu guru dan siswa dalam membangun ikatan emosional. Sehingga dalam membangun kembali ikatan emosional tersebut guru sebagai sosok sentral dalam proses pembelajaran mempunyai peranan yang sangat penting dalam menciptakan kondisi belajar yang nyaman dan menyenangkan. Penulis tertarik untuk meneliti   bagaimana peranan seorang guru dalam membangun ikatan emosional di SD Islam terpada Al Hikmah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, data yang dikumpulkan dalam penelitian ini bersifat verbal yakni, data yang diperoleh melalui percakapan dan tanya jawab dengan sampel 2 orang informan. Hasil penelitian menyebutkan bahwa guru sebagai tokoh utama di sekolah memiliki peranan yang sangat penting dalam menciptakan kondisi belajar yang nyaman, proses belajar yang efektif agar tercapainya tujuan pembelajaran yang diinginkan. Untuk itu guru perlu membangun kembali ikatan emosional dengan murid demi kelancaran dalam proses pembelajaran. Dari penelitian yang dilakukan yang mana guru dan wali kelas melakukan pendekatan permisif seperti menerapkan metode-metode belajar yang disukai anak. Kata Kunci: Ikatan Emosional, Membangun, Pendekatan Permisif.
PENERAPAN DISIPLIN SISWA MELAKSANAKAN SHALAT DHUHA DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 3 KOTA BANJARMASIN Surawardi, Surawardi
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 9 No. 1 (2019): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v9i1.3096

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif dan dengan analisis deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik-teknik observasi, wawancara, doumentasi dan angket. Adapun teknik pengolahan data yang digunakan adalah editing, tabulating, interpretasi data, dan klasifikasi. Subjek dalam penelitian ini adalah Dewan Guru dan 100 orang siswa kelas VIII yang di jadikan sample penelitian. Objek dari penelitian ini adalah penerapan disiplin siswa melaksanakan shalat dhuha yang diterapkan oleh pihak sekolah dan langkah-langkah yang dilakukan sekolah dalam penerapan disiplin siswa melaksanakan shalat dhuha.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Penerapan disiplin siswa melaksanakan shalat dhuha secara berjamaah sangat efektif, terbukti dari antusias siswa dalam melaksanakan kegiatan shalat dhuha di sekolah. Melalui kegiatan shalat dhuha tersebut sebagian siswa sudah dapat berperilaku disiplin dan berperilaku baik. Jarang sekali ditemui siswa yang melanggar peraturan tata tertib di sekolah.Aspek-aspek kedisiplinan yang perlu ditanamkan pada siswa antara lain ketepatan waktu hadirnya ke sekolah, keaktifan hadir dalam pelajaran, kesiapan mengikuti pelajaran, sikap dan perhatian siswa dalam belajar, kepatuhan siswa mengerjakan tugas dan kebiasaan belajar dirumah. Dan penerapan disiplin siswa melaksanakan shalat dhuha yang sangat efektif itu tidak luput dari langkah-langkah yang dilakukan sekolah, yaitu motivasi, nasehat, keteladanan, pembiasaan, pengawasan, hukuman dan pemberian hadiah. Kata Kunci: Penerapan, Disiplin, Shalat Dhuha dan Madrasah Tsanawiyah
KONSEP PERSATUAN DALAM PERSPEKTIF ALQURAN: PENANGANAN PANDEMI COVID-19 DI INDONESIA Surawardi, Surawardi
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 10 No. 2 (2020): December
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v10i2.4309

Abstract

ABSTRACTUnity is very important in Islam. In the Qur’an, there are many verses indicated unity. The concept of unity becomes very important when Indonesia experiences an outbreak of the Covid-19 pandemic. This is interesting for researchers to discuss more deeply the concept of unity conveyed by the Qur’an and the concept can be applied in the current Covid-19 pandemic. This research used a library method through direct observations and a method by searching for sources in books by comparing verses related to unity in different perspectives, but the case was the same. This study explained detailly about the concept of unity in the Qur’an that could be applied to deal with the Covid-19 pandemic case in Indonesia. Although Indonesia consisted of various ethnicities and full of diversity, based on the results of this study, it was that the messages contained in the Qur’an related to unity could be applied in Indonesia to deal with the Covid-19 outbreak.KEYWORDS: Unity; Multiple Countries; Covid-19 Pandemic. ABSTRAKPersatuan merupakan hal yang sangat penting dalam Islam. Di dalam Alquran banyak ditemukan ayat yang mensyariatkan tentang persatuan tersebut. Konsep persatuan ini menjadi sangat penting ketika Indonesia sebagai negara majemuk mengalami wabah pandemi Covid-19. Hal ini menarik bagi peneliti untuk membahas lebih dalam mengenai konsep persatuan yang disampaikan oleh Alquran dan konsep tersebut dapat diterapkan di masa pandemi Covid-19 sekarang ini. Metode penelitian ini menggunakan metode kepustakaan yang dianalisis dengan pengamatan peneliti, yakni dengan metode pencarian sumber-sumber yang ada di buku-buku dengan cara membandingkan ayat-ayat yang terkait dengan persatuan yang mana redaksinya berbeda, namun kasusnya sama ditambah pengamatan yang dilakukan oleh peneliti. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan secara rinci mengenai konsep persatuan di dalam Alquran yang mana konsep persatuan tersebut dapat diterapkan dalam upaya menghadapi kasus pandemi Covid-19 di Indonesia. Walaupun Indonesia terdiri dari berbagai macam ragam dan penuh dengan kemajemukan, berdasarkan hasil penelitian ini ternyata pesan-pesan yang terkandung dalam Alquran terkait persatuan dapat diterapkan di Indonesia guna menangani wabah Covid-19.KATA KUNCI: Persatuan; Negara Majemuk; Pandemi Covid-19.
PERAN ORANG TUA DALAM MENUNJANG KESEJAHTERAAN PENDIDIKAN FORMAL ANAK DARI SEGI SOSIAL, EKONOMI, KESEHATAN DAN KARAKTER DI MI DARUL ILMI BANJARBARU Surawardi, Surawardi; Surono, Rosa Nurafifah
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 13 No. 1 (2023): June
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v13i1.9099

Abstract

AbstractThe role of parents is very beneficial for the development of children's learning, because meeting children's needs is not enough only materially, parents also play a role from a social point of view, maintaining children's health, independence and discipline. children so they can fulfill. optimize their education. The author is interested in examining how the role of parents supports the welfare of children's formal education socially, economically, health, independence, and discipline at MI Darul Ilmi. The method used is descriptive quantitative. The sample used was 32 respondents consisting of parents of fifth grade students at MI Darul Ilmi Banjarbaru. Data collection is by giving questionnaires to respondents. Then draw conclusions from several question indicators and convert them using the percentage (%) of the final results of these indicators. The results of this study mention the role of parents in the social life of children by limiting children's playing time after coming home from school saying they agree by 72% so that children can find out their playing time so that they can maintain intimacy between each other, the role of parents in children's economic life is to limit spending by not adding spending money when the child asks for it back says agrees at 50% so children can learn not to be wasteful, the role of parents in the child's health life always brings food to school for their children says agrees at 63% so children don't shop carelessly, the role of parents to form a child's independence by always reminding them to go home because they play too long saying they agree by 91% meaning that there are still many children who are less independent because their parents are always reminded to recognize when it's time to play, and the role of parents in shaping children's discipline in limiting the desires they always want, such as buying toys, they agree by 94% so that children understand in limiting themselves not to live excessively.Keywords: The role of parents, children's education in terms of social, economic, health, independence, and discipline.AbstrakPeran orang tua sangat bermanfaat bagi perkembangan belajar anak, karena pemenuhan kebutuhan anak tidak cukup hanya secara materi, orang tua juga berperan dari segi sosial anak, menjaga kesehatan, kemandirian dan kedisiplinan anak. anak-anak sehingga mereka dapat memenuhi. pendidikan mereka secara optimal. Penulis tertarik untuk meneliti bagaimana peran orang tua mendukung kesejahteraan pendidikan formal anak secara sosial, ekonomi, kesehatan, kemandirian, dan kedisiplinan di MI Darul Ilmi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan adalah 32 responden terdiri dari orang tua siswa kelas V di MI Darul Ilmi Banjarbaru. Pegumpulan data yaitu dengan memberikan kuesioner kepada responden. Selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan dari beberapa indikator pertanyaan dan secara konversi menggunakan persentasi (%) hasil akhir indikator tersebut. Hasil dari penelitian ini menyebutkan peran orang tua dalam kehidupan sosial anak dengan membatasi waktu bermain anak setelah pulang sekolah mengatakan setuju sebesar 72% agar anak dapat mengetahui waktu bermainnya agar dapat menjaga keakraban antar sesama, peran orang tua dalam kehidupan ekonomi anak yaitu membatasi belanja dengan cara tidak menambahkan uang belanja ketika anak meminta kembali mengatakan setuju sebesar 50% supaya anak bisa belajar untuk tidak boros, peran orang tua dalam kehidupan kesehatan anak selalu membawakan bekal makanan ke sekolah untuk anaknya mengatakan setuju sebesar 63% agar anak tidak belanja sembarangan, peran orang tua untuk membentuk sikap kemandirian anak dengan selalu mengingatkan untuk pulang ke rumah karena terlalu lama bermain mengatakan setuju sebesar 91% artinya terdapat masih banyak anak yang kurang mandiri karena mereka selalu diingatkan oleh orang tuanya untuk mengenali waktu bermain, dan peran orang tua dala membentuk sikap kedisiplinan anak dalam membatasi keinginan yang selalu mereka inginkan seperti membeli mainan mengatakan setuju sebesar 94% agar anak mengerti dalam membatasi dirinya untuk tidak hidup berlebihan.Kata Kunci: Peran orang tua, Pendidikan anak segi sosial, ekonomi, kesehatan, kemandirian, dan kedisiplinan.
DEMOKRASI PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENYONGSONG ERA VUCA (VOLATILITIY UNCERTAINTY COMPLEXITY AND AMBIGUITY) Surawardi, Surawardi; Wardah, Siti; Ramadhani, Mariam Maila; Lia, Lia; Saipillah, Ahmad Noor; Hamid, Muhammad Goezali
ADDABANA: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 8, No 2 (2025): AUGUST
Publisher : Program Studi PAI STAI Al Falah Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/adb.v8i2.913

Abstract

AbstractAbstract Islamic education faces major challenges in realizing the VUCA era (Volatility, Uncertainty, Complexity, and Ambiguity). This era demands education to be more adaptive and responsive to rapid and uncertain changes. In this context, Islamic educational democracy becomes important because it allows active participation from all stakeholders in the educational process. By implementing the principles of democracy, Islamic education can improve the quality and relevance of its education, so that its graduates are better prepared to face challenges in the VUCA era. This study aims to explore how Islamic educational democracy can be implemented in welcoming the VUCA era. Through context analysis and case studies, this study found that Islamic educational democracy can facilitate a more inclusive and participatory learning process. This allows students to develop critical, creative, and collaborative skills that are much needed in the VUCA era. Thus, Islamic education can play a more effective role in preparing a future generation that is more adaptive and ready to face the complexities of the modern world. Keywords: Islamic Education Democracy, Vuca Era AbstrakPendidikan Islam menghadapi tantangan besar dalam mewujudkan era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity). Era ini menuntut pendidikan untuk lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan yang cepat dan tidak pasti. Dalam konteks ini, demokrasi pendidikan Islam menjadi penting karena memungkinkan partisipasi aktif dari semua pemangku kepentingan dalam proses pendidikan. Dengan menerapkan prinsip demokrasi, pendidikan Islam dapat meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikannya, sehingga lulusannya lebih siap menghadapi tantangan di era VUCA. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana demokrasi pendidikan Islam dapat diimplementasikan dalam menyongsong era VUCA. Melalui analisis konteks dan kajian kasus, penelitian ini menemukan bahwa demokrasi pendidikan Islam dapat memfasilitasi proses pembelajaran yang lebih inklusif dan partisipatif. Hal ini memungkinkan siswa untuk mengembangkan kemampuan kritis, kreatif, dan kolaboratif yang sangat dibutuhkan di era VUCA. Dengan demikian, pendidikan Islam dapat berperan lebih efektif dalam mempersiapkan generasi masa depan yang lebih adaptif dan siap menghadapi kompleksitas dunia modern. Kata kunci: Demokrasi Pendidikan Islam , Era Vuca
SOSOK DOSEN IDEAL DALAM PERSPEKTIF GEN Z PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ANGKATAN 2023 FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN ANTASARI BANJARMASIN Surawardi, Surawardi; Saputri, Annaya Nur; Zahrah, Annisa; Mauijah, Assyifaul; Anugrah, Muhamad Ridha; Rizqianto, Muhammad Hirzi
AL-FALAH: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 25, No 2 (2025): Published in September of 2025
Publisher : STAI AL FALAH Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/alfalahjikk.v25i2.916

Abstract

Abstract This study aims to describe students' views on the ideal lecturer figure in the context of higher education. Based on the results of interviews with several respondents, it was found that the ideal lecturer is described as a figure who is motivating and inspiring, charismatic and professional, interactive in delivering material, adaptive to the development of the times, humanistic and not a "killer", disciplined and responsible, and able to relate lecture material to real experiences. These findings indicate that students appreciate a pedagogical approach that focuses not only on knowledge transfer, but also on character building and positive interpersonal relationships. Keywords: Higher Education, Humanistic Approach, Ideal Lecturer, Learning Interaction, Lecturer Character. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pandangan mahasiswa terhadap sosok dosen ideal dalam konteks pendidikan tinggi. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa responden, ditemukan bahwa dosen ideal digambarkan sebagai sosok yang memotivasi dan menginspirasi, berkarismatik serta profesional, interaktif dalam penyampaian materi, adaptif terhadap perkembangan zaman, humanis dan tidak bersikap “killer”, disiplin serta bertanggung jawab, dan mampu mengaitkan materi perkuliahan dengan pengalaman nyata. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa menghargai pendekatan pedagogis yang tidak hanya berfokus pada transfer ilmu, tetapi juga pada pembangunan karakter dan hubungan interpersonal yang positif. Kata Kunci: Dosen Ideal, Interaksi Pembelajaran, Karakter Dosen, Pendekatan Humanis, Pendidikan Tinggi.