Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai Nilai Pendidikan Islam Dalam Mengenakan Cadar Mahasiswi Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin Surawardi Surawardi
Al-Falah: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 21, No 2 (2021): Published in September of 2021
Publisher : STAI AL FALAH Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/alfalahjikk.v21i2.165

Abstract

This research was motivated by a phenomenon of the use of veils in the campus environment of UIN Antasari Banjarmasin, especially the Faculty of Tarbiyah and Teacher Training. Users believe in many values of Islamic education obtained, namely First; Aspects of civilization and progress, habituation of well-dressed. Clothing like this will be able to protect her religious beliefs, reputation, and the highest value of women is to maintain shame and self-respect. Second; The value of moral education in a more perfect direction, both zhahir and batin. Third; Keeping his holiness, taking better care of himself, is very authoritative in all his motions and silence, the more self-esteem and height of his position in the eyes of men, so that they are easier to know and not disturbed.  Fourth; Responsibility to themselves, education values moral values to obey worship, maintain morality and improve themselves a lot from the mistakes they once did in the past. Fifth;  The intention of obeying the teachings of Islam and the intention of worship because of Allah. The main thing is the fulfilment of Islamic religious norms well, although the Qur'an does not explain the obligation to cover the face there is no harm if it is done by women in keeping themselves from something unwanted. The results of the study found there were several supporting factors and obstacles for students of the Faculty of Tarbiyah and UIN Teacher Training Antasari Banjarmasin in wearing the veil. Keywords: values, education, wearers and veils.
Menyoal Metode Perkuliahan Daring, Transfer Nilai Pendidikan atau Presensi Kehadiran Belaka? Ahmad Riyadh Maulidi; Surawardi Surawardi
PAKAR Pendidikan Vol 18 No 1 (2020): Published in January 2020
Publisher : Pusat Pengembangan Ilmiah dan Penelitian Mahasiswa Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pakar.v18i1.190

Abstract

Lecture is one form of the education process. The most important thing in an education is the change in behavior gained from the transfer of values ​​or morals. The Covid-19 pandemic which had already spread to Indonesia made the lecture system, which was initially conducted face-to-face, be changed to an online system. When this system was implemented it turned out that the essence of education began to be set aside. Lectures are only seen as a formality. In fact, someone can already be considered learning if he has filled in the presence in the online lecture application comment column. It is interesting for researchers to discuss the phenomenon as an effect caused during a pandemic. The method used is the method of observation and the method of literature by finding sources of reference related to educational theories. The results of this study indicate that the online lecture method already shows symptoms of ignoring transfer of values ​​or morals. So cooperation is needed from various parties so that the meaning of learning with this online system remains conveyed.
FILSAFAT POSITIVISME DAN ILMU PENGETAHUAN SERTA PERANNYA TERHADAP PENDIDIKAN DI INDONESIA Surawardi Surawardi; Ahmad Riyadh Maulidi
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jy.v8i1.9771

Abstract

Filsafat merupakan usaha seseorang untuk mengetahui segala sesuatu yang berawal dari rasa ingin tahu dan sikap ragu. Rasa ingin tahu dan sikap ragu inilah yang kemudian memunculkan teori-teori ilmiah yang pada akhirnya akan berkembang menjadi sebuah ilmu pengetahuan. Seiring dengan perkembangan pemikiran manusia, sampailah pada pemikiran bahwa satu-satunya sumber ilmu pengetahuan adalah alam yang realistis. Pengetahuan harus bersumber dari hal-hal faktual yang bersifat empiris. Aliran ini disebut dengan aliran filsafat positivisme. Hal-hal faktual yang mendapat kedudukan besar oleh aliran ini menarik bagi peneliti untuk mengkaji lebih lanjut bagaimana peran aliran filsafat positivisme dalam perkembangan ilmu pengetahuan sekaligus kontribusinya terhadap pendidikan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat positivisme memiliki peran yang sangat besar terhadap perkembangan ilmu di zaman modern. Peran tersebut juga dirasakan oleh dunia pendidikan, misalnya perannya dalam perkembangan kurikulum pendidikan, metode pembelajaran dan lahirnya studi keislaman dengan pendekatan ilmiah.
Different Religion Marriage in Islamic View Surawardi Surawardi; Ahmad Riyadh Maulidi
Transformatif Vol 6, No 1 (2022): ISSUED IN APRIL 2022
Publisher : POSTGRADUATE OF PALANGKA RAYA STATE ISLAMIC INSTITUTION

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/tf.v6i1.2801

Abstract

Pernikahan merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Banyak keutamaan dan pahala yang didapat dari menikah. Jika menikah disebut sebagai ibadah, tentu pernikahan tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Haruslah memenuhi kaidah dan syariat agama, salah satunya yaitu kedua mempelai harus beragama Islam. Fenomena pernikahan beda agama di kalangan umat Islam cenderung tidak memerhatikan tujuan utama pernikahan itu sendiri. Mereka hanya mengutamakan rasa cinta yang dibalut dengan pembenaran bahwa pernikahan beda agama itu diperbolehkan. Hal ini menarik bagi peneliti untuk mendeskripsikan bagaimana hukum pernikahan beda agama dalam Islam dan apa konsekuensinya ketika pernikahan beda agama tersebut dilakukan. Metode penelitian ini menggunakan metode kepustakaan yang merupakan salah satu dari metode kualitatif. Sumber-sumber terkait hukum pernikahan beda agama dikumpulkan sehingga ditemukan hukum yang jelas bagaimana pandangan Islam terhadap pernikahan beda agama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) hukum pernikahan laki-laki muslim dengan perempuan ahli kitab ada yang membolehkan dan ada yang melarang, (2) Hukum pernikahan laki-laki muslim dengan perempuan non ahli kitab baik wanita musyrik, Majusi dan Shabi’ah juga terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama. Adapun hukum menikah dengan wanita penyembah berhala mutlak dilarang, (3) Hukum pernikahan perempuan muslimah dengan laki-laki non muslim menurut Islam tidak diperbolehkan, (4) Ada problem yang muncul ketika pernikahan beda agama ini dilakukan. Sehingga pernikahan beda agama tidak disarankan.
HUKUM ISLAM DI MALAYSIA Surawardi Surawardi
Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol 3, No 2 (2005)
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/khazanah.v3i2.3171

Abstract

Federasi Malaysia adalah suatu negara yang mencantumkan dengan resmi Islam sebagai agama negara. Konsekuensinya adalah adanya hubungan antara Federasi Malaysia sebagai negara dengan Islam sebagai agama resmi sehingga Malaysia tidak dapat dinamakan negara sekuler. Konsekuensi lebih jauh adalah ajaran Islam dan hukum Islam dianut dan harus dilaksanakan di Federasi Malaysia. Akan tetapi pelaksanaan hukum Islam di Malaysia tidak secara tekstual tetapi lebih bersifat kontekstual. Karenanya menurut Mahathir yang lebih penting adalah nilai keadilan. Sistem perundangan dan common law di Malaysia sudah melaksanakan konsep keadilan menurut Islam, karena para pelaku kejahatan dihukum dengan undang-undang Islam tetapi dengan sistem lain
KONSEP PERSATUAN DALAM PERSPEKTIF ALQURAN: PENANGANAN PANDEMI COVID-19 DI INDONESIA Surawardi Surawardi
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 10, No 2 (2020): Juli - Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (807.129 KB) | DOI: 10.18592/jt ipai.v10i2.4309

Abstract

Unity is very important in Islam. In the Qur’an, there are many verses indicated unity. The concept of unity becomes very important when Indonesia experiences an outbreak of the Covid-19 pandemic. This is interesting for researchers to discuss more deeply the concept of unity conveyed by the Qur’an and the concept can be applied in the current Covid-19 pandemic. This research used a library method through direct observations and a method by searching for sources in books by comparing verses related to unity in different perspectives, but the case was the same. This study explained detailly about the concept of unity in the Qur’an that could be applied to deal with the Covid-19 pandemic case in Indonesia. Although Indonesia consisted of various ethnicities and full of diversity, based on the results of this study, it was that the messages contained in the Qur’an related to unity could be applied in Indonesia to deal with the Covid-19 outbreak. Persatuan merupakan hal yang sangat penting dalam Islam. Di dalam Alquran banyak ditemukan ayat yang mensyariatkan tentang persatuan tersebut. Konsep persatuan ini menjadi sangat penting ketika Indonesia sebagai negara majemuk mengalamai wabah pandemi Covid-19. Hal ini menarik bagi peneliti untuk membahas lebih dalam mengenai konsep persatuan yang disampaikan oleh Alquran dan konsep tersebut dapat diterapkan di masa pandemi Covid-19 sekarang ini. Metode penelitian ini menggunakan metode kepustakaan yang dianalisis dengan pengamatan peneliti, yakni dengan metode pencarian sumber-sumber yang ada di buku-buku dengan cara membandingkan ayat-ayat yang terkait dengan persatuan yang mana redaksinya berbeda, namun kasusnya sama ditambah pengamatan yang dilakukan oleh peneliti. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan secara rinci mengenai konsep persatuan di dalam Alquran yang mana konsep persatuan tersebut dapat diterapkan dalam upaya menghadapi kasus pandemi Covid-19 di Indonesia. Walaupun Indonesia terdiri dari berbagai macam ragam dan penuh dengan kemajemukan, berdasarkan hasil penelitian ini ternyata pesan-pesan yang terkandung dalam Alquran terkait persatuan dapat diterapkan di Indonesia guna menangani wabah Covid-19.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKLAK ISLAMI DALAM BUKU “KAUM REBAHAN BERI PERUBAHAN” DAN RELEVANSINYA DI MASA PANDEMI COVID-19 Surawardi Surawardi; Siti Annisa Soleha
Al-Falah: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 22, No 2 (2022): Published in September of 2022
Publisher : STAI AL FALAH Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/alfalahjikk.v22i2.207

Abstract

Abstract:The values of Islam education in the self-development book “Kaum Rebahan Beri Perubahan”  and its significance during the Covid-19 pandemic, as well as the need to instill these values into the hearts of teenagers in the era of globalization.topic of this research is a self-development book entitled “Kaum Rebahan Beri Perubahan”, and the goal is the ideals of youth character education in the era of globalization and its application during the Covid-19 pandemic. This research is a qualitative descriptive study with content analysis-based data collection techniques. The results show the principles of character education, which include having a vision of life, learning, courage, togetherness, hard and persistent work, sincerity, patience as endurance, and love as strength. During the Covid-19 pandemic, being brave and analytical in a situation, breaking through in the form of an idea or concept, pouring it into a movement, and using the quality of character education from the book “Kaum Rebahan Beri Perubahan”  in everyday life is all relevant.  Keywords: Covid-19 Pandemic, Islam Building, Lay People Make A Change, Values.  Abstrak:Nilai-nilai pendidikan Akhlak Islami dalam buku pengembangan diri “Kaum Rebahan Beri Perubahan” dan signifikansinya di masa pandemi Covid-19, serta perlunya penanaman nilai-nilai tersebut ke dalam hati remaja di era globalisasi. Topik penelitian ini adalah buku pengembangan diri berjudul “Kaum Rebahan Beri Perubahan”, dan tujuannya adalah cita-cita pendidikan Islam remaja di masa globalisasi dan penerapannya di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berbasis analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan prinsip-prinsip pendidikan akhlak Islami, yang meliputi memiliki visi hidup, pembelajaran, keberanian, kebersamaan, kerja keras dan gigih, keikhlasan, kesabaran sebagai daya tahan, dan cinta sebagai kekuatan. Di masa pandemi Covid-19, bersikap berani dan analitis dalam suatu situasi, menerobos dalam bentuk ide atau konsep, menuangkannya ke dalam sebuah gerakan, dan menggunakan kualitas pendidikan Islam dari buku “Kaum Rebahan Beri Perubahan” dalam kehidupan sehari-hari adalah semuanya relevan. Kata kunci: Kaum Rebahan Beri Perubahan, Nilai-Nilai, Pandemi Covid-19, Pendidikan Akhlak Islami.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM TRADISI PUNGGAHAN RAMADHAN Surawardi Surawardi; Ardiyan Fikrianoor
ADDABANA: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 6, No 1 (2023): February
Publisher : Program Studi PAI STAI Al Falah Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/adb.v6i1.230

Abstract

Abstract: The punggahan tradition is a tradition that aims to manifest gratitude and ask Allah SWT. the month of Ramadan is coming. The punggahan tradition is carried out one day before entering the month of Ramadan in one of the community houses or prayer rooms to gather with the contents of congregational evening prayers, reading tahlil, yasin, joint prayers sent to ancestors and eating together. The increasingly modern era is a challenge for society to be able to preserve the traditions that are already attached. As a result of the development of the era, knowledge of tradition is decreasing because it is considered only as a habit without knowing the meaning in it. The purpose of this study was to find out the implementation of the Ramadan fasting tradition in Batu Meranti Village, to find out the Islamic educational values contained in the Ramadan fasting tradition and the value of religious moderation contained in the poetry tradition. The researcher used a qualitative descriptive analysis method to collect the results of interviews or observations regarding the problems that occurred in the field. The researcher found that the results of the punggahan tradition research carried out in Batu Meranti village contained four Islamic educational values, namely: the value of community belief, the value of worship which is manifested in praying and giving charity, the value of morality and muamalah is manifested by mutual respect for one another. Even though the era is now modern, the tradition of punggahan in Batu Meranti Village is still sustainable because parents care about the tradition. This is very important to be absorbed by the younger generation that the social sustainability of the environment in the future is in the hands of the younger generation. Religious moderation is reflected in the implementation of traditions that are not extreme, follow Islamic teachings and respect one another. Keywords: Education, Islam, Punggahan Traditions, Values. Abstrak: Tradisi punggahan adalah tradisi yang bertujuan untuk mewujudkan rasa syukur dan memohon kepada Allah SWT. akan datangnya bulan ramadhan. Tradisi punggahan dilaksanakan satu hari sebelum  masuk bulan ramadhan di salah satu rumah masyarakat atau mushola untuk berkumpul dengan isi kegiatan sholat magrib berjamaah, membaca tahlil, yasin, doa bersama yang dikirimkan kepada leluhur dan makan bersama. Zaman yang semakin modern menjadi tantangan  bagi masyarakat untuk tetap dapat melestarikan tradisi yang sudah melekat. Akibat berkembangnya zaman pengetahuan akan tradisi  menjadi semakin menurun karena menganggap hanya sebatas kebiasaan tanpa mengetahui makna yang ada di dalamnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan tradisi punggahan ramadhan di Desa Batu Meranti, mengetahui nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam tradisi punggahan ramadhan dan nilai moderasi beragama yang terdapat dalam tradisi punggahan. Peneliti menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dikumpulkan berupa hasil wawancara atau pengamatan mengenai masalah yang diteliti yang terjadi di lapangan. Peneliti mendapatkan hasil penelitian tradisi punggahan yang dilaksanakan di desa Batu Meranti ini mengandung empat nilai-nilai pendidikan Islam, yaitu: Nilai keyakinan masyarakat, nilai ibadah yang diwujudkan dalam berdoa serta bersedekah, nilai akhlak dan muamalah diwujudkan dengan saling menghargai satu sama lain. Walaupun zaman sudah modern tradisi punggahan  di Desa Batu Meranti ini tetap lestari karena pedulinya orang tua terhadap tradisi. Hal ini sangat penting diresapi oleh generasi muda bahwa keberlangsungan sosial lingkungan di masa depan ada pada tangan generasi muda. Moderasi beragama tercermin dalam pelaksanaan tradisi yang tidak ekstrim, mengikuti ajaran Islam dan saling menghargai satu sama lain. Kata Kunci: Islam, Nilai-Nilai, Pendidikan, Tradisi Punggahan.
ASPEK SOSIAL PENDIDIKAN DALAM KEARIFAN LOKAL BUDAYA KAYUH BAIMBAI DI KALIMANTAN SELATAN Surawardi Surawardi; Fatimah Zuhriah
Al-Falah: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 23, No 1 (2023): Published in March of 2023
Publisher : STAI AL FALAH Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47732/alfalahjikk.v23i1.239

Abstract

AbstractThis research is motivated by the individual character which is increasingly eroded from the value of cooperation and mutual help, especially in the Banjar community, so that it will make these individuals further away from the meaning of local wisdom in the Baimbai paddle culture. Therefore, this research was conducted with the aim of providing an understanding of the importance of the meaning of the local wisdom of the Banjar culture based on QS. Al-Maidah verse 2. This research is library research, where the sources are obtained from various literary sources, both books and journals. The results of the study show that the local wisdom values of Banjar culture contain four dimensions of social aspects namely, (1) social instilled by education; (2) social influence on education; (3) social has a role in education; and (4) social influence in the education system. In addition to these four social aspects, the local wisdom values of the Baimbai culture are also in harmony with the contents of QS. Al-Maidah verse 2, in which verse Allah always commands to always help in good and avoid evil.Keyword: Dimensions of Social Aspects, Kayuh Baimbai, Local Wisdom. AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh karakter individu yang semakin hari semakin terkikis dari nilai kerjasama dan tolong menolong, khususnya dalam masyarakat Banjar, sehingga akan menjadikan individu tersebut semakin jauh dari makna kearifan lokal dalam budaya kayuh baimbai. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya makna dari kearifan lokal budaya Banjar dengan berdasarkan pada QS. Al-Maidah ayat 2. Penelitian ini adalah penelitian pustaka, yang mana sumbernya didapat dari berbagai sumber literatur baik itu buku maupun jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada nilai kearifan lokal budaya Banjar mengandung empat dimensi aspek sosial yaitu, (1) sosial ditanamkan oleh Pendidikan; (2) sosial mempengaruhi Pendidikan; (3) sosial memiliki peranan dalam Pendidikan; dan (4) sosial memiliki pengaruh dalam sistem Pendidikan. Di samping keempat aspek sosial itu, nilai kearifan lokal budaya kayuh baimbai juga selaras dengan kandungan QS. Al-Maidah ayat 2, yang mana pada ayat tersebut Allah senantiasa memerintahkan untuk selalu tolong menolong dalam kebaikan dan menghindari kemungkaran.Kata Kunci: Dimensi Aspek Sosial, Kayuh Baimbai, Kearifan Lokal.
PERAN ORANG TUA DALAM MENUNJANG KESEJAHTERAAN PENDIDIKAN FORMAL ANAK DARI SEGI SOSIAL, EKONOMI, KESEHATAN DAN KARAKTER DI MI DARUL ILMI BANJARBARU Surawardi Surawardi; Rosa Nurafifah Surono
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol. 13 No. 1 (2023): Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v13i1.9099

Abstract

AbstractThe role of parents is very beneficial for the development of children's learning, because meeting children's needs is not enough only materially, parents also play a role from a social point of view, maintaining children's health, independence and discipline. children so they can fulfill. optimize their education. The author is interested in examining how the role of parents supports the welfare of children's formal education socially, economically, health, independence, and discipline at MI Darul Ilmi. The method used is descriptive quantitative. The sample used was 32 respondents consisting of parents of fifth grade students at MI Darul Ilmi Banjarbaru. Data collection is by giving questionnaires to respondents. Then draw conclusions from several question indicators and convert them using the percentage (%) of the final results of these indicators. The results of this study mention the role of parents in the social life of children by limiting children's playing time after coming home from school saying they agree by 72% so that children can find out their playing time so that they can maintain intimacy between each other, the role of parents in children's economic life is to limit spending by not adding spending money when the child asks for it back says agrees at 50% so children can learn not to be wasteful, the role of parents in the child's health life always brings food to school for their children says agrees at 63% so children don't shop carelessly, the role of parents to form a child's independence by always reminding them to go home because they play too long saying they agree by 91% meaning that there are still many children who are less independent because their parents are always reminded to recognize when it's time to play, and the role of parents in shaping children's discipline in limiting the desires they always want, such as buying toys, they agree by 94% so that children understand in limiting themselves not to live excessively.Keywords: The role of parents, children's education in terms of social, economic, health, independence, and discipline.AbstrakPeran orang tua sangat bermanfaat bagi perkembangan belajar anak, karena pemenuhan kebutuhan anak tidak cukup hanya secara materi, orang tua juga berperan dari segi sosial anak, menjaga kesehatan, kemandirian dan kedisiplinan anak. anak-anak sehingga mereka dapat memenuhi. pendidikan mereka secara optimal. Penulis tertarik untuk meneliti bagaimana peran orang tua mendukung kesejahteraan pendidikan formal anak secara sosial, ekonomi, kesehatan, kemandirian, dan kedisiplinan di MI Darul Ilmi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan adalah 32 responden terdiri dari orang tua siswa kelas V di MI Darul Ilmi Banjarbaru. Pegumpulan data yaitu dengan memberikan kuesioner kepada responden. Selanjutnya dilakukan penarikan kesimpulan dari beberapa indikator pertanyaan dan secara konversi menggunakan persentasi (%) hasil akhir indikator tersebut. Hasil dari penelitian ini menyebutkan peran orang tua dalam kehidupan sosial anak dengan membatasi waktu bermain anak setelah pulang sekolah mengatakan setuju sebesar 72% agar anak dapat mengetahui waktu bermainnya agar dapat menjaga keakraban antar sesama, peran orang tua dalam kehidupan ekonomi anak yaitu membatasi belanja dengan cara tidak menambahkan uang belanja ketika anak meminta kembali mengatakan setuju sebesar 50% supaya anak bisa belajar untuk tidak boros, peran orang tua dalam kehidupan kesehatan anak selalu membawakan bekal makanan ke sekolah untuk anaknya mengatakan setuju sebesar 63% agar anak tidak belanja sembarangan, peran orang tua untuk membentuk sikap kemandirian anak dengan selalu mengingatkan untuk pulang ke rumah karena terlalu lama bermain mengatakan setuju sebesar 91% artinya terdapat masih banyak anak yang kurang mandiri karena mereka selalu diingatkan oleh orang tuanya untuk mengenali waktu bermain, dan peran orang tua dala membentuk sikap kedisiplinan anak dalam membatasi keinginan yang selalu mereka inginkan seperti membeli mainan mengatakan setuju sebesar 94% agar anak mengerti dalam membatasi dirinya untuk tidak hidup berlebihan.Kata Kunci: Peran orang tua, Pendidikan anak segi sosial, ekonomi, kesehatan, kemandirian, dan kedisiplinan.