Claim Missing Document
Check
Articles

Learning from the Humility and Sacrifice of Christ in Easing Conflict Marde Christian Stenly Mawikere; Sudiria Hura; Jean Calvin Riedel Mawikere; Daniella Beauty Melanesia Mawikere
Vox Dei: Jurnal Teologi dan Pastoral Vol 5 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46408/vxd.v5i2.632

Abstract

This study aims to explore the significance of Christ's humility and sacrifice, particularly through His emptying and death on the cross, and its implications in alleviating interpersonal and social conflicts. Adopting a qualitative approach, the study employs literature review and content analysis methods to examine biblical texts, theological works, and modern theories on conflict and reconciliation. The research focuses on how the principles of Christ's humility and sacrifice, exemplified in His self-emptying action to serve humanity, can be applied to resolve conflicts and restore relationships between individuals. The findings of this study indicate that Christ's teachings provide a relevant model for reconciliation and peacebuilding, both in personal life and on a broader social scale. The novelty of this research lies in linking the theological values of Christ with contemporary conflict resolution theories, offering new insights into the role of humility and sacrifice in addressing social tensions. This study contributes to understanding the relevance of Christ's teachings in the context of current conflicts.
Tinjauan Empiris Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini Ceria Terpadu Wamena Tahun 2016 Marde Christian Stenly Mawikere; Sudiria Hura
Montessori Jurnal Pendidikan Kristen Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1 (2022): Montessori Jurnal Pendidikan Kristen Anak Usia Dini
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/mjpkaud.v3i1.837

Abstract

Artikel ini merupakan Studi Mengenai Implementasi Pendekatan Proses Pembelajaran dan Metode-metode Pembelajaran Pendidikan Kristen Anak Usia Dini. Di dalamnya, peneliti mengungkapkan mengenai pentingnya pelayanan Pendidikan Kristen kepada anak-anak usia dini sebagaimana kepada orang-orang dewasa. Oleh karena Alkitab menyatakan bahwa anak-anak adalah subyek pelayanan dan masa yang menentukan dalam pengenalan akan Tuhan dan pertumbuhan iman menuju masa dewasa. Dalam dunia pendidikan, kategori anak usia dini adalah masa usia emas (golden age) untuk menanamkan nilai-nilai rohani dan pembentukan karakter serta memperkenalkan mereka dengan pengetahuan dan keterampilan dengan sederhana. Studi ini diawali dengan paparan sekilas dalam bagian pendahuluan mengenai hasil kajian Alkitab (hermeneutika Alkitab) mengenai pendidikan anak usia dini, baik dari Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Kemudian dilanjutkan dengan paparan sekilas dalam pendahuluan juga mengenai hasil kajian teoritis yang menelaah dengan fokus masalah penelitian dari tesis ini yakni pendekatan proses pembelajaran dan metode-metode pembelajaran terhadap anak usia dini. Adapun penelitian empiris dalam penelitian ini dilakukan pada satuan pendidikan KBTRI dan TK Ceria Terpadu PESAT Wamena untuk memperoleh gambaran mengenai relevansi pendekatan proses pembelajaran dan metode-metode pembelajaran dengan mengumpulkan data-data yang diperoleh melalui pengamatan dan wawancara terhadap dinamika pembelajaran di kelas antara guru dan murid. Adapun penelitian dalam artikel ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dibangun dari penelitian literatur, dalam hal ini literatur mengenai kajian Alkitab dan kajian teoritis yang berkaitan dengan pendidikan Kristen anak usia dini serta penelitian empiris yaitu pengamatan lapangan yang dilakukan dengan metode pengamatan partisipan dan wawancara yang dilaksanakan tahun 2016 pada lokus penelitian. Hasil studi memperlihatkan bahwa pendekatan proses pembelajaran maupun metode-metode pembelajaran PAK yang relevan terhadap anak usia dini tidak sekedar mengikuti teori-teori pembelajaran sekuler yang cenderung menekankan pengetahuan dan ketrampilan seorang guru/pendidik, kurikulum dan bahan pelajaran atau sarana yang canggih serta fasilitas belajar yang memadai melainkan penting sekali adanya dasar-dasar Firman Tuhan (Alkitab) yang menjadi pedoman utama. Hasil studi ini juga memperlihatkan adanya dua pendekatan proses pembelajaran yakni dari golongan interaksionisme dan kategorial yang masing-masing berorientasi kepada anak sebagai subyek pendidikan serta bermacam-macam metode pembelajaran yang menekankan peran anak untuk memahami, menangkap dan mengetahui apa yang hendak diajarkan oleh guru terhadap mereka. Hal ini yang nampak dan efektif dalam penelitian empiris terhadap KBTRI dan TK Ceria Terpadu Wamena, Papua, setidaknya dalam kurun waktu tahun 2016.
Dari Penciptaan hingga Pemuridan: Fondasi Biblika-Teologis bagi Pemulihan Kesetaraan Gender Marde Christian Stenly Mawikere; Sudiria Hura
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 10, No 2 (2026): April 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v10i2.1785

Abstract

Abstract. Gender inequality is a complex issue involving biological, cultural, social, and theological dimensions. This study examines the biblical-theological foundation for restoring gender equality based on the continuity of the narrative of creation, the fall, and redemption in Christ. Using a literature study method, an analysis was conducted of biblical texts, systematic theology literature, and contemporary socio-cultural studies. The result of the study indicate that humans were created equal as the imago Dei, but the fall brought relational distortions that gave rise to gender injustice. True restoration is only possible through Christ's redemption, which opens up space for holistic discipleship as an ethical and transformative strategy.Abstrak. Ketidaksetaraan gender merupakan isu kompleks yang melibatkan dimensi biologis, kultural, sosial, dan teologis. Penelitian ini menelaah fondasi biblika-teologis bagi pemulihan kesetaraan gender berdasarkan kesinambungan narasi penciptaan, kejatuhan, dan penebusan dalam Kristus. Dengan metode studi kepustakaan, analisis dilakukan terhadap teks Alkitab, literatur teologi sistematik, serta kajian sosial-kultural kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa manusia diciptakan setara sebagai imago Dei, tetapi kejatuhan membawa distorsi relasional yang melahirkan ketidakadilan gender. Pemulihan hakiki hanya dimungkinkan melalui penebusan Kristus, yang membuka ruang bagi pemuridan holistik sebagai strategi etis dan transformatif.
The Transformative Role of Christian Public Theology in the Context of Multiculturalism, Globalisation, and Popular Culture Marde Christian Stenly Mawikere; Sudiria Hura
Philosophy Global: International Journal of Christian and Catholic Philosophy Vol. 2 No. 1 (2025): March || Philosophy Global: International Journal of Christian and Catholic Phi
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/philosophyglobal.v2i1.162

Abstract

This study investigates the role of Christian public theology in advancing social transformation, with particular emphasis on social justice, intercommunal solidarity, and sustainable development. Employing a qualitative methodology grounded in critical literature review, the research explores the engagement of public theology with the prevailing contexts of multiculturalism, globalisation, and popular culture. The findings reveal that public theology functions as a vital bridge between Christian faith—which proclaims Jesus Christ as the sole Saviour and restorer of creation—and tangible societal change within both private and public spheres. The study underscores the distinctive character of Christian public theology as an authentic and contextual agent of transformation, upholding the integrity of the Gospel message.
THE CHRISTIAN PARADIGM ON THE ESSENCE AND EXISTENCE OF CHARACTER IN EDUCATION Marde Christian Stenly Mawikere; Sudiria Hura; Jean Calvin Riedel Mawikere; Daniella Beauty Melanesia Mawikere
Didaskalia: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 2 (2024): Didaskalia: Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article examines the Christian paradigm concerning the essence and existence of character in education, focusing on the transformation of learning from the Renaissance era to the 21st century. The study reveals philosophical reflections on contemporary education, the role of educators as parental figures in shaping students' character, and the qualifications of an educator’s character from a Biblical perspective. The research methodology involves a study of Biblical texts and a qualitative content analysis approach applied to relevant literature. The findings underscore the importance of the life example, service, and teachings of Jesus Christ in shaping character aligned with Christian values in education. Educators are expected to apply ethics and morals in teaching to guide students in becoming individuals who are not only intellectually capable but also morally responsible and dedicated to serving society. This study offers practical guidance for educators in integrating Christian values into the educational process.
EKOMISIONAL SEBAGAI PARADIGMA TEOLOGIS DALAM PEMELIHARAAN LINGKUNGAN HIDUP Satria Mahardhika kaluku; Agnes Relly Poluan; Marde Christian Stenly Mawikere
Didaskalia: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 6 No. 1 (2025): Didaskalia: Jurnal Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memaparkan paradigma “ekomisional” sebagai kerangka teologis bagi pelestarian lingkungan hidup dalam konteks gereja Kristen. Melalui studi kepustakaan pada literatur ekoteologi, dokumen sinodal, serta pemikiran Bosch, Habel, Conradie, Adiprasetya, dan Calvin, studi ini tentang ekologi krisis ekologi global yang menuntut respon teologis. Narasi penciptaan dalam Kejadian 1–2 terutama istilah “tselem”, “shamar”, dan “abad” harus dibaca ulang sebagai panggilan untuk menata dan memelihara ciptaan, bukan dominasi eksploitatif. Konsep ekomisional menegaskan bahwa manusia diposisikan sebagai mitra Allah dalam menjaga alam, menggeser paradigma antroposentris ke ekosentris. Dokumen ekumenis sejak Kongres DGD 1968 hingga Sidang PGI 2024 mengungkap bahwa meski isu lingkungan telah diakui, implementasi lokal masih terbatas pada tingkat kelembagaan. Paradigma ekomisional memadukan tritugas gereja marturia, koinonia, dan diakonia dengan dimensi ekologis: kesaksian keadilan Allah mencakup keadilan bagi ciptaan; persekutuan yang melibatkan hubungan manusia dan makhluk lain; serta pelayanan konkret berupa program konservasi, edukasi berkelanjutan, dan advokasi kebijakan lingkungan. Direkomendasikan reorientasi teologis, integrasi ekoteologi dalam liturgi dan pendidikan gereja, serta merancang program ekomisional di gereja lokal untuk menggerakkan jemaat dalam tindakan nyata pelestarian ciptaan. Dengan demikian, gereja tidak hanya menyelamatkan jiwa, tetapi juga turut memulihkan dan menjaga ciptaan sesuai misi Allah.