Claim Missing Document
Check
Articles

RUGI-RUGI DAYA PADA TRANSFORMATOR U.019 PT. PLN 9PERSERO) WS@JB RAYON AMPERA AKIBAT KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN Azis, Abdul; Nurdiana, Nita; Nisa, Ulfa lathifatun
JURNAL AMPERE Vol 3, No 1 (2018): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.136 KB) | DOI: 10.31851/ampere.v3i1.3475

Abstract

Power losses in distribution transformers can cause neutral currents. Neutral currents in distribution transformers can be caused by load imbalances. This study investigates the load imbalance on the secondary side of the transformer U.019 PT. PLN (PERSERO) Palembang Ampera Rayon. Measurement results and calculations show that if a neutral current load is equalized and power losses due to load imbalance in the distribution transformer are reduced. Unbalanced expense loss due to the neutral current of Peak Expense of 41,5090A and the lowest Expense of 12,1244A so that the percentage of loss in Peak Load loss is 5,3443% and the lowest expense is 1,8562%, and due to the falling unbalanced load voltage is obtained Percentage of Peak Loads of 7.28365% and Lowest Load of 2.43736% of balanced load loss due to neutral currents at balanced load, At Peak Load of 4.9482% and afternoon of 1.7647% and due to balanced load voltage drop in Peak can be 4,94819% and the lowest load can be 1,76471%. The load equalization results in the average peak load that is 262.66667 A with the current load current is IR 262A, IS 263A and IT 263A and at the lowest load average current is 95.0000 A, with a perfect load current IR 94 A, IS 95 A and IT 95 A. Difference Between Unbalanced Charges due to neutral currents with a balanced load at peak loads of 3.961% and the lowest load of 915% while the difference in the voltage drop is unbalanced and balanced at peak load 2.33546% and the Lowest Load amounting to 0.67265% ABSTRAK Rugi-rugi daya pada transformator distribusi dapat menimbulkan arus netral. Arus netral pada transformator distribusi dapat disebabkan ketidak seimbangan beban. Penelitian ini menyelidiki ketidakseimbangan beban pada sisi sekunder transformator U.019 PT. PLN  (PERSERO) Rayon Ampera Palembang. Hasil pengukuran dan perhitungan menunjukkan bahwa apabila dilakukan pemerataan beban arus netral dan rugi ? rugi daya akibat ketidakseimbangan beban pada transformator distribusi berkurang.  rugi rugi beban ketidak seimbang akibat arus netral Beban Puncak sebesar 41,5090A dan Beban terendah sebesar  12,1244A sehingga persentase rugi rugi daya Beban Puncak sebesar  5,3443% dan beban Terendah 1,8562% ,dan akibat jatuh tegangan beban ketidak seimbang di peroleh persentase pada Beban Puncak  Sebesar 7,28365%  dan Beban Terendah 2,43736% rugi rugi beban seimbang akibat arus netral pada beban seimbang, Pada Beban Puncak sebesar  4,9482% dan siang 1,7647%  dan akibat jatuh tegangan beban seimbang  Benan Puncak  di dapat 4,94819% dan Beban Terendah di dapat  1,76471%. Hasil pemerataan beban di dapat arus rata rata Beban Puncak  yaitu 262,6667 A dengan arus beban perfasa yaitu IR  262A , IS 263A dan  IT  263A dan pada beban Terendah arus rata rata  yaitu 95,0000 A ,dengan arus beban perfasa yaitu IR 94 A , IS 95 A dan  IT 95 A. Selisih Antara Beban Tidak Seimbang akibat arus netral  dengan beban seimbang pada beban puncak sebesar 3,961% dan beban Terendah sebesar 915% sedangkan selisih pada jatuh tegangan tidak seimbang dan seimbang pada beban puncak 2,33546% dan Beban Terendah sebesar 0,67265% Kata kunci: ketidak seimbangan beban, pemerataan beban ,Transformator distribusi
EVALUASI KUAT PENERANGAN DI RUANG PRAKTIKUM LABORATORIUM TERPADU UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG Nurdiana, Nita
JURNAL AMPERE Vol 2, No 2 (2017): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/ampere.v2i2.1776

Abstract

ABSTRAKIntensitas penerangan pada suatu ruangan harus sesuai dengan kebutuhan ruangan tersebut. Ruang praktikum pada sebuah laboratorium haruslah memenuhi standar yang direkomendasikan yaitu 300-500lux. Hasil penelitian ini menunjukkan kuat penerangan pada ruang praktikum di laboratorium Terpadu Universitas PGRI Palembang  diperoleh nilai intensitas rata-rata sebesar 105.08 lux ? 252.17 Lux saat lampu ruangan di nyalakan dan 98.36 lux ? 156.95 lux saat lampu ruangan padam, masih rendah dan tidak memenuhi menurut standar SNI 03-6575-2001. Hal ini dapat disebabkan kurangnya pencahayaan buatan yang dipasang disetiap ruangan serta tata letak lemari atau rak yang menghalangi masuknya cahaya alami ke setiap ruang terutama pada meja atau  tata letak gedung yang terhalang oleh perpohonan sehingga cahaya alami yang masuk kedalam gedung tidak memenuhi setiap ruang.Kata Kunci : Kuat Penerangan, Laboratorium,penerangan alamiRoom?s Illumination must comply with the requirements of the room. Illumination standart of apractical  laboratoryis. 300-500 lux.This research indicatesthe illumination of the room laboratoryin PGRI University of Palembang obtained the average intensity when lights turned on is 105.08 lux ? 252.17 Lux and 98.36 lux ? 156.95 lux whenthe lights isturn off. The illumination is too low and it?s notstandarized according to SNI 03-6575-2001. It can be due to the lack of artificial lighting installed in every room as well as the layout of the cabinets or shelves that obstruct natural light into each room especially on the table or the layout of the building is hindered by trees so the natural light entrance of the building did not meet any space.Keywords: Illumination, Laboratories, natural lightning
MONITORING KELEMBABAN TANAH PADA PENYIRAM TANAMAN OTOMATIS Nurdiana, Nita; Perawati, Perawati
Jurnal Tekno Vol 18 No 1 (2021): Jurnal Tekno
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/jtekno.v18i1.1166

Abstract

Planting, which is one of the people's hobbies, requires a certain amount of time and scheduling in watering it. Manual watering is sometimes less efficient due to limited time, weather and soil conditions. Soil moisture is an important factor in plant growth. Lack of moisture can cause plants to wilt. Excess moisture can reduce the volume of roots that function to jam. We need a tool that can help watering plants automatically by monitoring soil moisture. In this study, the design of this tool was carried out using the Arduino uno, a soil temperature and humidity sensor. In addition, this tool is also equipped with a DC submersible pump that will stop pumping air to water the plants when the soil moisture limit has been met. Based on the results of the tests that have been carried out, the sensor for moist soil conditions at the time of the assessment value shows a value of 29.94%, the voltage is 2.57 volts, while in wet soil conditions it is indicated by an assessment value of 68.86% with a voltage of 1.094 volts. In general, this tool works in accordance with the design that has been done, namely the relay works to activate the pump to pour water when the sensor detects dry soil conditions and the relay will stop the pump when the soil moisture condition is detected wet by the sensor.
EVALUASI SISTEM PENERANGAN DI LAPANGAN BULU TANGKIS KAMPUS B UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG Muhammad Sutrisno; Nita Nurdiana; Yudi Irwansi; M. Saleh Al Amin
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 8 No 2 (2021)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.503 KB) | DOI: 10.35449/teknika.v8i2.183

Abstract

Lapangan bulu tangkis indoor Kampus B Universitas PGRI Palembang merupakan lapangan bulu tangkis yang di manfaatkan oleh mahasiswa program studi FKIP Olahraga untuk melakukan pratikum juga bisa di manfaatkan untuk siswa-siswi SMA PGRI. Pada lapangan bulu tangkis indoor sangat dibutuhkan lampu penerangan, agar pemain dapat bermain dengan baik. Pencahayaan merupakan salah satu faktor penting dalam perancangan gedung olahraga dan lapangan bulu tangkis, hal ini berguna untuk menunjang kenyamanan dalam beraktivitas dan keselamatan jika terjadi keadaan darurat. Pencahayaan olahraga dibagi menjadi dua jenis yaitu pencahayaan alami dengan memanfaatkan sinar matahari dan pencahayaan buatan yang menggunakan cahaya buatan yaitu lampu. Di dalam perancangan pencahayaan buatan di lapangan bulu tangkis di butuhkan pencahayaan yang baik dan sesuai dengan standar pencahayaan yaitu 200-400 lux. Berdasarkan analisa hasil perhitungan lampu dilapangan bulu tangkis di kampus B Universitas PGRI Palembang dimana lapangan tersebut menggunakan lampu TL 40 Watt dengan lumen sebesar 3000. Pada saat semua lampu dinyalakan tidak ada satu titik pun yang mendekati nilai standar pencahayaan lapangan bulu tangkis. Kata kunci : Pencahayaan, Intensitas Cahaya, Evaluasi Sistem Penerangan
POLA PENGAMAN SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI (SUTT) JAWA - BALI NITA NURDIANA
Jurnal Media Teknik Vol 7, No 1 (2010): JURNAL MEDIA TEKNIK
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

POLA PENGAMAN SALURAN UDARA TEGANGAN TINGGI (SUTT) JAWA - BALI
ANALISA GANGGUAN ARUS HUBUNG SINGKAT PADA PENYULANG NAKULA GARDU INDUK TALANG KELAPA Nita Nurdiana
Jurnal Ampere Vol 1, No 1 (2016): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.467 KB) | DOI: 10.31851/ampere.v1i1.475

Abstract

ABSTRAKKontinuitas yang baik sangat diperlukan dalam penyaluran energi listrik dari pembangkit sampai ke konsumen. Peralatan proteksi yang baik mendukung mempengaruhi keandalan sistem sehingga mampu meminimalisir terjadinya gangguan. Gangguan hubung singkat merupakan permasalahan yang paling sering terjadi. Dengan melakukan perhitungan yang masih secara manual  pada penyulang Nakula Gardu Induk Talang Kelapa didapat   besar arus gangguan hubung singkat pada titik gangguan 10% panjang saluran adalah 186.962 A sedangkan pada titik gangguan 100% panjang saluran adalah 184.396A. Semakin jauh titik gangguan dari sumber maka semakin kecil arus gangguan yang terjadi. Arus gangguan hubung singkat dipengaruhi oleh impedansi sumber, kapasitas dan impedansi transformator daya serta titik gangguan atau panjang penyulang  Setting waktu relay untuk proteksi saluran  pada titik 1% panjang saluran sebesai 0,71 detik.Kata Kunci : Arus hubung singkat,  panjang saluran, setting relay
EVALUASI KESILAUAN LAMPU PENERANGAN LAPANGAN STADION BUMI SRIWIJAYA TERHADAP KUAT PENERANGAN LAMPU EKSISTING M Saleh Al Amin; Emidiana Emidiana; Nita Nurdiana
Jurnal Ampere Vol 5, No 1 (2020): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/ampere.v5i1.4310

Abstract

A Sports Stadium can be used to hold international standard soccer matches, it must have a field lighting that matches the international match standards of 1500 lux. To meet these standards, the lamp used must have a large lumens and power. At the Bumi Sriwijaya Stadium field, the lighting uses an existing floodlight with 2000 watts of power, with 200,000 lumens of lamp lumen. The lighting is divided into 8 partitions where each partition requires 30 lamps so that the total number of lamps must be 240. The light poles are placed in the four corners of the field, so that as many as 60 lamps are needed for each pole with 35 existing lamps.ABSTRAK Sebuah Stadion  Olahraga dapat digunakan untuk menggelar pertandingan sepak bola bertaraf Internasional, harus memiliki pencahayaan lapangan yang  sesuai standar pertandingan internasional  yaitu sebesar 1500 lux. Untuk memenuhi standar tersebut, lampu yang digunakan harus memiliki lumen dan daya yang besar. Pada lapangan Stadion Bumi Sriwijaya, penerangannya menggunakan lampu sorot eksisting dengan daya 2000 watt, dengan lumen lampu sebesar 200.000 lumen dimana. Penerangannya dibagi dalam 8 partisi dimana setiap partisi memerlukan lampu  30  buah sehingga jumlah total lampu yang harus dipasang sebanyak  240 buah lampu. Tiang lampu di tempatkan di keempat sudut lapangan, sehingga dibutuhkan sebanyak 60 lampu untuk setiap tiang  dengan jumlah lampu eksisting sebanyak 35 buah
KONVERSI LAMPU TL KE LAMPU LED ( STUDI KASUS : JAKABARING SHOOTING RANGE JAKABARING SPORT CITY PALEMBANG ) Nita Nurdiana; Saleh Al Amin; Abdurrahman Thohari
Jurnal Ampere Vol 3, No 2 (2018): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.417 KB) | DOI: 10.31851/ampere.v3i2.2394

Abstract

Asian Games 2018 which will be held in Jakarta and Palembang, Jakabaring Shooting Range Palembang to renovate the building to support the success of Asian Games 2018 at shooting sport. This renovation also replace or convert lamps that previously used TL 2 x 36 Watt lamps to use 40 Watt LED flat lights. In this case the aim to know this comparison is by calculating theoretically strong illumination, the power generated as well as the cost incurred. From the comparison results obtained the comparison terotirs how the better and see the two lights are whether the standard qualified lighting in the arena shooting space That LED lights have a strong light almost the same as the TL lamps but in terms of electric power used LED lights generate more electrical power small with a smaller electric power is obtained electricity tariffs are also cheap, so LEDs can be very energy-efficient lamps and save money.Dengan adanya momentum pergelaran kompetisi olahraga tingkat Asia yaitu Asian Games 2018 yang akan diadakan di Jakarta dan Palembang, Jakabaring Shooting Range Palembang melakukan renovasi pada gedungnya untuk menunjang suksesnya Asian Games 2018 pada cabang olahraga menembak. Renovasi ini juga menganti atau mengkonversikan lampu yang sebelumnya menggunakan lampu TL 2 x 36 Watt menjadi menggunakan lampu flat LED 40 Watt. Dalam hal ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan ini adalah dengan menghitung secara teoritis kuat penerangan, daya yang dihasilkan serta biaya yang dikeluarkan. Dari hasil perbandingan didapatkan perbandingan secara terotirs bagaimana yang lebih baiknya dan melihat kedua lampu tersebut apakah memenuhi syarat standar penerangan pada ruang arena menembak Bahwa lampu LED memiliki kuat penerangan hampir sama dengan lampu TL tetapi dari segi daya listrik yang digunakan lampu LED menghasilkan daya listrik yang lebih kecil dengan daya listrik yang lebih kecil ini didapat tarif listrik yang murah pula, dengan begitu LED sangat bisa menjadi lampu yang hemat energi serta hemat pengeluaran uang.
EVALUASI KUALITAS PENERANGAN RUANG KULIAH FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG Panji Anugrah Pratama; Nita Nurdiana
Jurnal Ampere Vol 5, No 2 (2020): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/ampere.v5i2.5058

Abstract

Sight is not improved only by the number or quantity of light but also by its quality. The quantity and quality of good lighting was determined by the light reflection level and the lighting ratio in the room. Inappropriate exposure to light standards can be harmful to teachers and students. The college of engineering at PGRI Palembang University is a room with key activities of teaching, studying, reading and writing. By indonesia’s national standards (SNI), the strong minimum illumination expected for college space was 250 lux. In this case the writer did research on lighting in the college of engineering at PGRI Palembang University school of engineering aimed at strong know ledge of light in the PGRI Palembang school of engineering, and to find out the standards or not of lighting in the existing PGRI Palembang school of engineering room 03-6575-2001. From the data of the results of the one study of engineering at PGRI Palembang University, the R.D,Lt.1,R.1 in 90,4658 lux, for measurements at 49,46667 lux in the morning 106,4889 lux.ABSTRAK Penglihatan tidak menjadi lebih baik hanya dari jumlah atau kuantitas cahaya tetapi juga dari kualitasnya. Kuantitas dan kualitas pencahayaan yang baik di tentukan dari tingkat refleksi cahaya dan tingkat rasio pencahayaan pada ruangan. Pemasangan penerangan listrik yang tidak sesuai dengan standar penerangan yang berlaku, akan menimbulkan kerugian bagi dosen dan mahasiswa. Ruang Kuliah di Fakultas Teknik Universitas PGRI Palembang merupakan ruang dengan aktifitas utama mengajar,belajar,baca dan menulis. Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI), Kuat penerangan minimum yang diharapkan untuk Ruang Kuliah adalah 250 Lux. Dalam hal ini penulis melakukan penelitian terhadap pencahayaan yang ada pada ruang kuliah Fakultas Teknik Universitas PGRI Palembang yang bertujuan untuk mengetahui kuat penerangan di ruang kuliah Fakultas Teknik PGRI Palembang, dan untuk mengetahui standar atau tidaknya pencahayaan di ruang kuliah Fakultas Teknik PGRI Palembang yang sudah di tetapkan SNI 03-6575-2001. Dari data hasil pengukuran disalah satu ruang kuliah Fakultas Teknik Universitas PGRI Palembang, ruang R.D.Lt.1,R.1 sebesar 90,4658 lux, untuk hasil pengukuran di waktu pagi 49,46667 lux dan di waktu siang  menunjukan 106,4889 lux 
PENGARUH KEDALAMAN TERHADAP TAHANAN PENTANAHAN DI AREA RUSUNAWA KAMPUS UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG Nita Nurdiana; Alimin Nurdin
Jurnal Ampere Vol 4, No 2 (2019): JURNAL AMPERE
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.621 KB) | DOI: 10.31851/ampere.v4i2.3453

Abstract

Earth resistance value is obtained for electrode implantation In this study the measurement of earth resistance was carried out in the Rusunawa area of the PGRI University of Palembang. This study aims to determine the amount of grounding in the Rusunawa area. The results of this study indicate that the results of measurements and calculations show the deeper the electrodes are implanted, the more the resistivity value of the soil type so that the earth resistivity is also smallerABSTRAK Nilai tahanan pentanahan dipengaruhi oleh kedalaman  penanaman elektroda. Penelitian ini pengukuran dilakukan di Rusunawa Universitas PGRI Palembang dengan menggunakan metoda tiga titik dengan menanamkan batang elektroda pada kedalaman berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk megetahui besarnya nilai pentanahan yang ada di daerah Rusunawa tersebut. Hasil penelitian ini menunjukka bahwa hasil pengukuran dan perhitungan menunjukkan semakin dalam elektroda ditanamkan maka akan semakin nilai tahanan jenis tanahnya sehingga nilai tahanan pentanahannya juga semakin kecil Kata Kunci :  elektroda, pentanahan, Metode Tiga Titik,  tahanan pentanahan,