Claim Missing Document
Check
Articles

RESORT HOTEL DI BANDARLAMPUNG TEMA: ARSITEKTUR MODERN Yuda Kristianto; Bambang Joko Wiji Utomo; Gatot Adi Susilo
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 3 No 01 (2019): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pariwisata di Indonesia akhir-akhir ini menunjukan peningkatan yang cukup baik. Masyarakat mulai kembali berbondong-bondong untuk mengunjungi kawasan-kawasan wisata, salah satunya adalah kawasan wisata yang berada di Bandarlampung, Lampung. Peningkatan pengunjung terlihat sangat jelas terutama saat hari libur sekolah maupun hari libur nasional. Peningkatan pengunjung ini tidak diimbangi oleh pembangunan sarana dan prasarana di kawasan Bandarlampung. Salah satu sarana yang perlu ditambahkan guna mendukung potensi wisata Bandarlampung adalah hotel. Perancangan Resort Hotel ini perlu dilakukan guna memberikan layananan penginapan bagi wisatawan baik dari skala domestik dan skala mancanegara yang ingin menuju tempat wisata yang ada. Selain sebagai wadah dari aktivitas pariwisata hotel ini nantinya diharapkan mampu mengerakan aktvitas perekonomian bagi warga sekitar. Keunikan dan kekhasan masyarakat Bandarlampung akan menjadi nilai lebih dari hotel resost yang akan dirancang natinya. Nantinya diharapkan akan adanya simbiosis mutualisme antara hotel resort dengan masyarakat Bandarlampung.
GALERI SENI RUPA DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR MODERN Joanita Vertude Lay do Rego; Gatot Adi Susilo; Budi Fathony
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 4 No 02 (2020): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Galeri seni Rupa adalah tempat atau Wadah untuk menampilkan hasil karya para seniman kepada peminat seni rupa. Di galeri seni rupa peminat dapat melihat karya, diantaranya ada yang berbentuk patung dan lukisan yang disajikan secara sistematis.Melihat banyaknya minat masyarakat Kota Malang terhadap seni rupa, maka terbentuklah ide desaing sebuah Bangunan Galeri seni rupa dengan tujuan agar mampu menampun dan mengumpulkan para seniman kota Malang dan mempunyai suatu tempat yang mampu mereka gunakan untuk menciptakan dan mengembangkan karya mereka yang lebih baik. Karna kota Malang sendiri merupakan kota yang memiliki kekayaan akan budaya dan juga seni. lokasi perencanaan berada di Jalan besar ijen,Kecamatan klojen,kelurahan Oro-oro Kota Malang.Masalah yang terlihat adalah kurangnya tempat untuk menampung dan merangkul para seniman tersebut untuk lebih menekspor kreatifitas mereka pada masyarakat dalam maupun luar Negeri.Kondisi ini mendorong. Pembangunan galeri seni rupa menjadi sebuah kebutuhan tersendiri. Pendekatan arsitektur menggunakan pendekatan terhadap isu dan masalah yang ada pada lokasi tapak perancangan,fungsi perancangan dan Tema Arsitektur modern.Galeri seni rupa dapat menjadi tempat pusat kesenian melalui kegiatan pameran, transaksi karya seni rupa antara seniman dan peminat dan juga sebagai tempat belajar tentang ilmu kesenian dan Budaya. Selain sebagai wadah berkumpulnya para seniman, pembangunan galeri seni rupa akan menambah wawasan masyarakat terhadap seni, menampung karya-karya para seniman baik itu pemula maupun professional, serta dapat memajukan kreatifitas Kota Malang hingga menjadi salah satu kota seni di Indonesia.
MALANG INNOVATION AND CREATIVE CENTER TEMA: GREEN ARCHITECTURE Stefanus Herdianto kaha; Daim Triwahyono; Gatot Adi Susilo
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 4 No 02 (2020): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Industri kreatif adalah bagian gelombang keempat dalam tahap pembangunan ekonomi di Indonesia sesudah ekonomi industri, pertanian dan informasi, industri kreatif ini akan menjadi bagian penting dari sektor ekonomi dimasa depan. Oleh karena itu industri kreatif perlu difasilitasi untuk memberi ruang belajar dan menuangkan berbagai berbagai inspirasi dalam berbisnis, serta dapat memenuhi haparapan enterpreneur akan wadah untuk bekerja dan berinovasi. Di kota malang ini belum memiliki wadah yang memfasilitasi sektor-sektor dalam industri kreatif sehinggah berberapah pelaku industri kreatif kesulitan dalam memulai usahanya, maka “Malang Innovation And creative Center” merupakan solusi yang tepat untuk menjawab permasalasahan yang ada. Malang Innovation And creative Center memliki fungsi pokok yaitu co-office, co-working space dan markerspce dan juga terdapat fungsi tambahan sebagai pendukung dan ruang edukatif yaitu seperti Audiotorium, Emphiteater, gallery, retail dan lain-lain. Pada perancangan Malang Innovation And Creative Center ini akan memfasilitasi sub sektor ekonomi kreatif yang paling berkembang di Kota Malang seperti dalam bidang Fasion, Kriya (kerajinan tangan), musik, dance/ tari, fotografi, video film dan animasi, kuliner, arsitektur, aplikasi dan game.
GALERI SENI LUKIS DI LOMBOK TEMA: ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR Indria Maulani; Gatot Adi Susilo; Budi Fathony
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 4 No 02 (2020): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Lombok sendiri berada di bagian tengah Indonesia, yaitu di provinsi Nusa Tenggara Barat. Provinsi Nusa Tenggar Barat yang beribu kota di kota Mataram, merupakan tempat yang dipilih sebagai lokasi dari perancangan galeri seni lukis. Kota Mataram sendiri merupakan pusat dari pulau Lombok dan merupakan pusat perjalanan wisatawan. Kota Mataram sendiri saat ini dikembangkan menjadi salah satu kota pariwisata. Sehingga memungkinkan pengunjung untuk mengunjungi galeri seni lukis di Lombok yang berada di jalan udayana, kecamatan monjok, kota mataram. Galeri sendiri berasal dari kata Galleriall yang berarti ruang beratap dengan satu sisi terbuka. Seni sendiri merupakan sesuatu yang halus, elok dan bermutu yang merupakan keahlian yang tidak bisa terlepas dari kehidupan setiap manusia, karena seni sendiri tercipta dari hati nurani manusia yang identik dengan keindahan serta kebebasan berekspresi. Galeri merupakan tempat untuk memberikan apresiasi terhadap seniman-seniman yang berbakat, sedangkan Seni sendiri berarti sebuah ekspresi yang mengandung kelokan dan keindahan dari subuah objek yang besifat nyata yang bisa dirasakan dan dilihat oleh kelima panca indra. Perancangan galeri ini menggunakan tema neo vernakular yang dimana menambah nilai budaya dari galeri seni lukis itu sendiri, sehingga tampa disengaja memperkenalkan rumah adat suku sasak kepada pengunjung.
KANTOR BUPATI LOMBOK TIMUR TEMA: ARSITEKTUR NEO VERNACULAR M Bayu Hidayatullah; Daim Triwahyono; Gatot Adi Susilo
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 4 No 02 (2020): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan dan perancangan Kantor Bupati Lombok Timur, NTB. Sebagai kantor pelayanan melalui pemerintah daerah, perancangan kantor yang baru diasumsikan akan memberikan pelayanan yang lebih baik dibandingkan dengan pelayanan kantor pemerintahan daerah yang lama. Pembangunan kantor daerah dengan skala terbatas, maka pelayanan publik sesaui kebutuhan lokal akan tersedia. Sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi penduduk setempat melalui perbaikan kerangka pengembangan ekonomi daerah berbasis potensi lokal. Pembangunan dengan bertemakan Neo Vernacular, dengan metode hybeid (metode perancangan utama), pengolahan bentuk dan tampilan bangunan kantor pemerintahan didasarkan atas bentuk arsitektur tradisional Lombok (sasak) itu sendiri. Penerapan metode perancangan sebenarnya perlu kita ketahui bahwa banguan tradisional Lombok yang biasa disebut sebagai “Bale Balak/Bale Bedek/Bale Pager” yang sebenarnya rumah tradisional Lombok sedangan “Bale Lumbung” sebenarnya sebagai simbol budaya sasak yang masayarakat dulu gunakan sebagai tempat menaruh hasil tani dan berfungsi sebagai gazebo tempat berkumpulnya masyarakat sekitar, maka itu perpaduan atara 2 bentuk bangunan yang sebagai bangunan tradinoal Lombok sebagai tantangan yang harus saya rangkaki sedemikian rupa sehingga menjadi bangunan yang menarik dan unik, sebenarnya masih bnayk lagi model atau rumah ruamh tradisional Lombok yang tidak diketahuai oleh orang banyak namun cukup dari perpaduain bangunan tradisional lombok yang cukup terkenal di Lombok khusunya suku sasak.
PERPUSTAKAAN UMUM DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR HIJAU Berlian Aulia Pratiwi; Lalu Mulyadi; Gatot Adi Susilo
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 4 No 02 (2020): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada Pendidikan di Indonesia terbukti bahwa menurunnya nya kesadaran akan Pendidikan dan kurang nya minat baca masyarakat meskipun pemerintah sudah menyediakan fasilitas perpustakaan di setiap daerahnya, Dapat dilihat dari indeks pengembangan manusia (Human Development Index) yaitu penurunan peringkat dalam hal Pendidikan. Pada kenyataannya masyarakat kurang tertarik akan adanya perpustakaan pada daerah penyebab nya yaitu ketidak nyamanan tempat yang di sediakan, sulitnya dalam menemukan buku untuk pengunjung, dan kurang menarik untuk pengunjung perpustakaan tersebut, trutama pada kota Malang yang kotanya sendiri terkenal dengan julukan kota Pendidikan. Perpustakaan yang seharusnya ialah perpustakaan yang ideal yaitu dapat mewadahi dan mengikuti perkembangan pola aktivitas masayarakat. Yaitu dengan merubah pola aktivitas tersebut seperti pola belajar yang tidak perorangan melainkan berdiskusi atau kelompok, perputakaan sebagai tempat pertemuan dan perpustakaan yang memfasilitasi teknologi masa kini. Dengan ini maka di gagaslah perpustakaan yang dapat menyesuaikan keinginan masyarakat dengan kenyamanan dan memadukan ilmu ilmu digital pada masa kini sehingga mempermudah masyarakat daerah untuk mempermudah pencarian informasi akan Pendidikan. Dengan menggunakan tema arsitektur hijau yang menggabungkan dua fungsi yaitu perpustakaan dan taman yang dimana dapat memberikan pemikiran yang berbeda pada masyarakat. Rancangan perpustakaan focus pada penyelesaian tiga kriteria desain yaitu bangunan yang dapat meningkatkan minat baca, menjadikan wadah kegitan edukasi dan dapat menjadikan identitas literasi pada daerah tersebut.
E-SPORT CENTER TEMA: ARSITEKTUR MODERN Afif Ahmad Al Fandi; Gatot Adi Susilo; Bayu Teguh Ujianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 4 No 02 (2020): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri di bidang e-sport telah berkembang pesat di dunia dan masuk ke Indonesia. Beberapa indikasi bahwa e-sport di tanah air telah berkembang pesat yaitu adanya beberapa kampus di Indonesia yang membuka jurusan atau program study yang berkaitan dengan dunia game. Juga membludaknya turnamen game yang di adakan di beberapa kota besar di Indonesia. instannya penyebaran berita pada zaman sekarang dan fitur yang memopulerkan e-sport ini salah satunya yang paling terkenal yaitu youtube dan banyak media lainnya, yang jaman sekarang media tersebut sudah sangat familiar di kalangan remaja. Di masyarakat umum, khususnya kalangan remaja dan para pecinta game, e-sport telah di kenal dan sangat familiar, hal ini mengakibatkan pertumbuhan fasilitas-fasilitas game atau yang masyarakat umum sebut dengan istilah game center. Akan tetapi, tumbuhnya perkembangan ini tidak sejajar dengan kualitas fasilitas yang memadai dan berstandar. Pada saat ini hampir seluruh fasilitas game center di Indonesia bersifat tidak berdiri sendiri, atau menumpang di dalam bangunan lain, seperti ruko, pusat perbelanjaan dan mall. Pada rancangan e-sport center ini saya merancang bangunan baru dengan fungsi berupa hiburan yang berkaitan dengan game electronic sport dengan fasilitas penunjang dan berbagai peralatan dan juga ruang yang lengkap dan juga berkualitas serta berstandar bagi pemain e-sport sehingga dapat membantu memperkaya pengetahuan dan meningkatkan kemampuan dalam bermain dan berlatih. Dengan penerapan tema arsitektur modern futuristic pada desain interior bangunan agar berhubungan ketat pada dunia game dan teknologi yang selalu berkembang dan tidak akan tengelam oleh jaman.
GEDUNG RISET DAN EDUKASI TANAMAN HORTIKULTURA TEMA: ARSITEKTUR METAFORA Abdul Wahab Asya’ Roni; Gatot Adi Susilo; Gaguk Sukowiyono
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 4 No 01 (2020): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung riset dan edukasi tanaman hortikultura sebagai sarana informasi dan pendidikan bagi masyarakat yang bergerak di bidang pertanian seiring dengan perkembangan ekonomi pertanian kota batu. Sektor pertanian tetap menjadi sektor utama dalam rangka pengembangan Kota Batu sebagai Kota Wisata. Hal ini dikarenakan sebagian besar penduduk Kota Batu masih menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian. Tak terkecuali pengadaan akan gedung riset dan edukasi yang juga memiliki kegiatan pendidikan yang cukup aktif. Adapun pendekatan- pendekatan guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan perkembangan pertanian pada saat ini ialah mencoba menangkap dan merespon isu sosial yang terjadi pada masyarakat serta perkembangan teknologi pada perkembangan pertanian hortikultur saat ini. Sehingga pada perancangan gedung riset dan edukasi tanaman hortikultura ini dilakukan dengan pendekatan arsitektur metafora analogi dimana akan ada penerapan unsur analogi dari ide bentuk yang di buat agar desain bangunan dapat berfungsi dengan baik sehingga bangunan dapat dirancang lebih fungsional dan efisien.
APARTEMEN DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR TROPIS Riva Grahito Renaldy; Gatot Adi Susilo; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 4 No 01 (2020): Pengilon : Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Apartemen menjadi salah satu pilihan hunian paling efisien untuk beberapa orang sebagai tempat tinggal yang didasarkan pada sikap dan perilaku manusia dalam berkehidupan yang lebih mengutamakan kepraktisan dan lebih memperhitungkan biaya yang dikeluarkan untuk sebuah tempat tinggal. Zaman yang semakin berkembang membuat sebagian besar masyarakat lebih memilih tinggal di apartemen karena belum memiliki biaya yang cukup untuk membeli atau membangun sebuah rumah terutama yang berada di Kota Malang. Perancangan apartemen bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hunian yang nyaman serta efisien terhadap lingkungan dengan fasilitas lengkap sesuai standar yang ditentukan. Konsep perancangan dimulai dengan studi kajian literatur dan studi banding terkait dengan judul perancangan. Setelah melakukan analisis berdasarkan data yang didapat, selanjutnya dibuat konsep rancangan ide bentuk bangunan yang disesuaikan dengan kondisi tapak serta penyesuaian terhadap ruang-ruang berdasarkan fungsi dan pada tahap akhir bentuk disesuaikan dengan prinsip-prinsip dalam Arsitektur Tropis yang merupakan tema dari bangunan rancangan. Penerapan tema Arsitektur Tropis pada bangunan bertujuan untuk menciptakan bangunan yang beradaptasi terhadap iklim serta lingkungan sekitar sehingga terciptanya efisiensi bangunan serta kenyaman bagi penghuni di dalamnya. Ruang di dalam bangunan apartemen dikelompokan menjadi beberapa fungsi, antara lain fungsi hunian, pengelola, penunjang dan fungsi service. Pembagian ruang berdasarkan fungsi untuk memudahkan dalam proses penataan ruang dalam bangunan. Struktur bawah bangunan apartemen menggunakan pondasi bore pile yang dikombinasikan dengan struktur rangka pada bagian tengah serta pengunaan sistem struktur dak beton dan rangka atap baja sebagai struktur bagian atas bangunan. Sistem utilitas apartemen seperti jaringan air bersih, jaringan air kotor serta sistem keamanan menggunakan sistem yang sama seperti sistem utilitas untuk bangunan bertingkat tinggi pada umumnya terutama apartemen yang merupakan fungsi bangunan hunian. Hasil dari perancangan adalah bangunan hunian yang nyaman serta efisen terhadap lingkungan dengan fasilitas-fasilitas yang lengkap untuk menunjang kebutuhan penghuni.
PUSAT KULINER KHAS MALANG TEMA: ARSITEKTUR HIJAU Indri Fitriawati; Gatot Adi Susilo; Suryo Tri Harjanto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 01 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malang mempunyai macam-macam kuliner yang sangat banyak jumlahnya. Latar belakang perancangan Pusat Kuliner Khas Malang adalah Malang memiliki kuliner khas yang banyak jumlahnya sehingga semakin banyak pembangunan untuk mewadahi kegiatan kuliner. Akan tetapi dalam pembangunan fasilitasnya hanya mengedepankan faktor ekonomi semata. Persoalan desainnya adalah merancang pusat kuliner khas Malang supaya pelaku yang berada di dalamnya merasa nyaman melakukan aktivitasnya serta pengintegrasian tema Arsitektur Hijau dalam perancangan. Tujuan dari perancangan ini adalah merancang pusat kuliner khas Malang supaya pelaku yang berada di dalamnya merasa nyaman melakukan aktivitasnya serta pengintegrasian arsitektur hijau dalam perancangan supaya menghasilkan bangunan yang mempunyai kualitas dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan Arsitektur Hijau. Pengaplikasian arsitektur hijau untuk mengurangi permasalahan pada bangunan dan lingkungan sekitar akibat dari pembangunan yang lebih mengedepankan faktor ekonomi dalam jangka waktu pendek saja.
Co-Authors Abdul Wahab Asya’ Roni ABDURRAHMAN WAHID Adheik Timor Ayu Wijayanti Adhi Widyarthara Afif Ahmad Al Fandi Agha Primatio Agnestri Tesalonika Ahdari Muharrar Ahmad Shobi Fakhirul Al Aziz Nur Muhammad Andhika Cholil Gibran Andry Putra Purna Irawan Antika Achiyarini Ar Rafi Maulana Ashar B. Sri Umniati Bambang Joko Wiji Utomo Batari Kharisma Lubis Bayu Teguh Ujianto Berlian Aulia Pratiwi Breeze Maringka Budi Fathony Daim Triwahyono Debby Budi Susanti Dewinta Pratiwi Dhanang Pamungkas Dicky Winanto Dimas Iqbal Syehan Pratama Djoko Prastyo Dyna Try Puspa Sari Elia Rahmawati Fadilah Prayoga W Farhan Abidin Farhan Wicaksono Farid Achmad Fery Aziz Zulpiyan Gaguk Sukowiyono Galih Priambodo Gaudensius Saputra Ghoustanjiwani Adi Putra Ghustanjiwani Adi Putra Haikal Hidayatulah Hamka Hanik Mutia Safitri Herman Farozi I Gusti Ade Pradnyana ILHAM Indri Fitriawati Indria Maulani Irfanni Wahyu Nurdyanto Jarot Wahyono Joanita Vertude Lay do Rego Khansa’ Ade Taqiyyah Lailatul Diah R. Lalu Mulyadi Lukman Hakim M Bayu Hidayatullah Moch Rizqa Al Chasani Moh. Syahru Romadhon Sholeh Mufti Fajar Dzakaria Muhamad Miladi Muhammad Fikri Ardiansyah Muhammad Nelza Mulki Iqbal Muhammad Nur Tirta Amanda Nabila Azizah Nabilah Qothrun Nada Natanael Nelson Pala Nur Fadillah Jannah Okki Hosea Tefu Putri Ayu Mustika Putri Churil Aini Putri Herlia Pramitasari Raisya Aurelia Azzahra Redi Sigit Febrianto Riva Grahito Renaldy Rizki Gunawan Rocky A Y Tuka Sabrina Hazimi Siti Fathimah Sri Winarni Stefanus Herdianto kaha Suryo Tri Harjanto Tomi Karmawan Trisnanto Wahyu Pamuji Wa Ode Rindiyani Winny Rahelia Saputri Wira Rizki Maulana Yacobus Adnan Sukamto Maay Yam Febrian Norga Yuda Kristianto Zelin Velania Devi