Claim Missing Document
Check
Articles

PUSAT KREATIF BAGI KAUM MUSLIMAH DI KABUPATEN MALANG TEMA: ARSITEKTUR PERILAKU Elia Rahmawati; Gatot Adi Susilo; Sholeh, Moh Syahru Romadhon
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam hal produktivitas, seorang muslimah hanya berperan sebagai ibu rumah tangga sehingga produktivitas seorang muslimah sangat kecil. Di Kabupaten Malang banyak dari kalangan remaja memutuskan untuk menikah muda sehingga membuat mereka kurang produktif dan kurang memiliki pengalaman dibidang industri maupun ekonomi kreatif. sehingga perancangan pusat kreatif bagi kaum Muslimah dapat membantu dan menjadi solusi dari permasalahan tersebut. Dalam hal ini pendekatan arsitektur perilaku yang digunakan dalam perancangan pusat kreatif, dikarenakan pendekatan yang menggabungkan perilaku manusia dan lingkungan sekitarnya. Metode perancangan menggunakan force-based framework yang mana desain arsitektur dilihat secara formal berdasarkan pendekatan arsitektur perilaku. Pusat kreatif bagi kaum muslimah merupakan fasilitas publik yang dirancang di Kabupaten Malang yang dikhususkan untuk kaum muslimah yang mana akses untuk laki-laki dipisah sebagaimana perilaku perempuan yang harus menjaga batasan. Desain dibuat untuk akses laki-laki berada di depan dan dibatasi oleh bangunan. Akses masuk ke dalam bangunan yang dikhususkan untuk perempuan melalui area resepsionis.
ECO WASTE CENTER KABUPATEN MALANG TEMA: ARSITEKTUR TROPIS Siti Fathimah; Gatot Adi Susilo; Redi Sigit Febrianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eco Waste Center merupakan sebuah bangunan pengolahan sampah yang mana di dalam satu kawasan terdapat bangunan pengolahan, edukasi tentang proses pengolahan sampah dan juga tempat penjualan hasil produk daur ulang sampah secara langsung. Dengan Latar belakang permasalahan sampah yang terjadi dikabupaten malang dan masih kurangnya tempat pengolahan sampah daur ulang, serta kurangnya edukasi masyarakat mengenai daur ulang sampah yang mampu menghasilkan nilai jual, sehingga munculah ide Eco Waste Center. Kabupaten Malang berada dekat dengan daerah pantai, sehingga tema bangunan yang di ambil adalah arsitektur tropis. Dengan pengembangan metode consept-base yang di kembangkan dalam penyelesaian masalah bau yang mungkin terjadi karna tumpukan sampah dan bagaimana merancang bangunan pengolahan sampah di tengah pemukiman warga agar tidak mengganggu aktivitas warga. Data yngng di dapat dari survei, studipresedent dan juga studi literatur.
Museum Tragedi Lumpur Lapindo Tema: Multisensori Muhammad Fikri Ardiansyah; Gatot Adi Susilo; Jarot Wahyono
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tragedi lumpur Lapindo, yang terjadi pada tahun 2006 di Sidoarjo, Jawa Timur, merupakan salah satu bencana lingkungan terbesar di Indonesia. Semburan lumpur panas yang tak terkontrol mengakibatkan tenggelamnya puluhan desa, memaksa ribuan orang kehilangan rumah dan mata pencaharian. Dampak sosial dari tragedi ini sangat mendalam, termasuk hilangnya komunitas, gangguan pada kehidupan sosial, dan ketidakpastian ekonomi yang berkepanjangan. Meskipun upaya kompensasi telah dilakukan, prosesnya yang lambat dan tidak transparan menimbulkan ketidakpuasan dan ketidakpercayaan di kalangan masyarakat terdampak. Bencana ini juga menimbulkan berbagai masalah lingkungan, seperti kerusakan lahan pertanian dan pencemaran air. Pendirian museum sebagai pengingat bencana ini menjadi penting untuk mengenang dan mempelajari dampak luas dari tragedi tersebut, serta sebagai alat edukasi untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Museum ini diharapkan dapat menjadi sarana refleksi dan pembelajaran, sekaligus menyampaikan pesan tentang pentingnya tanggung jawab sosial dan lingkungan dalam kegiatan industri.
TAMAN BURUNG DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR BIOFILIK Moch Rizqa Al Chasani; Gatot Adi Susilo; Redi Sigit Febrianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya ancaman perburuan burung liar semakin melengkapi status rentannnya kelangsungan hidup burung-burung di indonesia. Untuk mennghadapi ancaman ini maka, harus menyediakan habitat atau tempat khusus bagi jenis-jenis burung yang terancam punah. Kota malang, yang memiliki banyak tempat wisata dan edukasi tetapi, belum banyak memiliki tempat wisata hewan khususnya burung yang berfungsi untuk tempat konservasi dan edukasi. Perancangan Taman Burung di Kota Malang diharapkan bisa menjadi salah satu alternatif objek wisata di kota malang serta memiliki peran kontribusi dalam melestarikan dan membudayakan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan kekayaan alam nusantara. Inovasi dan pembaruan pada perancangan taman burung ini yaitu merancang taman burung pertama yang ada di kota malang yang dimana taman burung ini menyediakan berbagai macam burung dan pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan burung-burung yangada di taman burung ini.
RUMAH PANTI JOMPO DI KOTA BATU Tema: Arsitektur Holistik Raisya Aurelia Azzahra; Gatot Adi Susilo; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain rumah panti jompo bertujuan untuk memenuhi kebutuhan lansia dengan menekankan aksesibilitas, struktur bangunan yang kuat dan aman, serta perencanaan ruang yang efisien. Berdasarkan survei di Panti Werdha Hargo Dedali Surabaya, desain ini mengintegrasikan aspek fisik dan sosial melalui pendekatan arsitektur holistik yang mencakup aspek fisik, emosional, sosial, mental, dan spiritual untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan lansia. Metode yang digunakan adalah force-based framework. Mengacu pada konsep-konsep Holistik yang diberikan Oldrich Hozman dalam topik yang berjudul How to create holistic architecture, desain ruang dalam panti jompo menekankan keseimbangan dan keharmonisan antara lingkungan panti dan alam sekitar. Penataan ruang memperhatikan keseimbangan antara pusat interaksi sosial dan ruang pinggiran, dengan bentuk oval yang menciptakan suasana hangat dan nyaman. Elemen perlindungan seperti dinding dan atap memberikan keamanan, sementara hubungan emosional dan spiritual dengan lingkungan diperkuat melalui koneksi dengan alam. Desain eksterior dan interior rumah panti jompo ini berfokus pada kenyamanan dan interaksi sosial lansia, dengan ruang luar yang luas dan interior yang terang serta lapang, menciptakan suasana yang mirip dengan rumah sendiri.
APARTEMEN UNTUK SUHU PANAS DI KABUPATEN PASURUAN TEMA: ARSITEKTUR BIOKLIMATIK Putri Churil Aini; Gatot Adi Susilo; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandaan, Pasuruan adalah area dengan iklim panas yang semakin meningkat, dengan suhu yang mencapai sekitar 32 hingga 35 derajat Celsius akibat kekeringan dan curah hujan yang rendah. Perancangan apartemen dengan tema bioklimatik bertujuan untuk menunjukkan bagaimana merancang bangunan tinggi dengan mempertimbangkan iklim pada setiap tahap konsep arsitektur, menghasilkan desain yang menerapkan prinsip arsitektur bioklimatik. Metode yang digunakan adalah kerangka berbasis kekuatan yang melibatkan analisis data studi terkait. Teknik ini menganalisis faktor-faktor seperti aksesibilitas, kebisingan, paparan sinar matahari, angin, dan curah hujan untuk mengidentifikasi potensi yang dapat dimanfaatkan dan meminimalkan dampak lingkungan yang dapat mempengaruhi kenyamanan. Perancangan ini menunjukkan bahwa perancangan apartemen dengan prinsip arsitektur bioklimatik memaksimalkan pencahayaan dan ventilasi alami, serta sangat memperhatikan kondisi iklim sekitar.
SURABAYA INTERNATIONAL VELODROME AND CYCLING CENTER TEMA: ARSITEKTUR ECO-TECH Irfanni Wahyu Nurdyanto; Gatot Adi Susilo; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bersepeda sekarang menjadi gaya hidup bagi sebagian orang di kota dan bukan hanya sekedar hobi. Tingginya polusi, pemanasan global, dan kemacetan lalu lintas menyebabkan penduduk kota mencari pilihan transportasi lain dan salah satunya adalah bersepeda. Bersepeda merupakan jenis olahraga aerobic yang mengandalkan dan melatih pernafasan, Adanya fasilitas yang mendukung bakat atau minat masyarakat diharapkan dapat menampung kegiatan olahraga dan perlombaan sepeda Nasional dan Internasional. Dengan memanfaatkan lingkungan sekitar yang ideal, diperlukan arsitektur yang dapat mewujudkan simbiosis antara teknologi dan lingkungan, untuk membuat suatu rancangan agar menghasilkan lingkungan buatan yang optimal bagi pengguna sepeda.
Co-Authors Abdul Wahab Asya’ Roni ABDURRAHMAN WAHID Adheik Timor Ayu Wijayanti Adhi Widyarthara Afif Ahmad Al Fandi Agha Primatio Agnestri Tesalonika Ahdari Muharrar Ahmad Shobi Fakhirul Al Aziz Nur Muhammad Andhika Cholil Gibran Andry Putra Purna Irawan Antika Achiyarini Ar Rafi Maulana Ashar B. Sri Umniati Bambang Joko Wiji Utomo Batari Kharisma Lubis Bayu Teguh Ujianto Berlian Aulia Pratiwi Breeze Maringka Budi Fathony Daim Triwahyono Debby Budi Susanti Dewinta Pratiwi Dhanang Pamungkas Dicky Winanto Dimas Iqbal Syehan Pratama Djoko Prastyo Dyna Try Puspa Sari Elia Rahmawati Fadilah Prayoga W Farhan Abidin Farhan Wicaksono Farid Achmad Fery Aziz Zulpiyan Gaguk Sukowiyono Galih Priambodo Gaudensius Saputra Ghoustanjiwani Adi Putra Ghustanjiwani Adi Putra Haikal Hidayatulah Hamka Hanik Mutia Safitri Herman Farozi I Gusti Ade Pradnyana ILHAM Indri Fitriawati Indria Maulani Irfanni Wahyu Nurdyanto Jarot Wahyono Joanita Vertude Lay do Rego Khansa’ Ade Taqiyyah Lailatul Diah R. Lalu Mulyadi Lukman Hakim M Bayu Hidayatullah Moch Rizqa Al Chasani Moh. Syahru Romadhon Sholeh Mufti Fajar Dzakaria Muhamad Miladi Muhammad Fikri Ardiansyah Muhammad Nelza Mulki Iqbal Muhammad Nur Tirta Amanda Nabila Azizah Nabilah Qothrun Nada Natanael Nelson Pala Nur Fadillah Jannah Okki Hosea Tefu Putri Ayu Mustika Putri Churil Aini Putri Herlia Pramitasari Raisya Aurelia Azzahra Redi Sigit Febrianto Riva Grahito Renaldy Rizki Gunawan Rocky A Y Tuka Sabrina Hazimi Siti Fathimah Sri Winarni Stefanus Herdianto kaha Suryo Tri Harjanto Tomi Karmawan Trisnanto Wahyu Pamuji Wa Ode Rindiyani Winny Rahelia Saputri Wira Rizki Maulana Yacobus Adnan Sukamto Maay Yam Febrian Norga Yuda Kristianto Zelin Velania Devi