Claim Missing Document
Check
Articles

Museum Tragedi Lumpur Lapindo Tema: Multisensori Muhammad Fikri Ardiansyah; Gatot Adi Susilo; Jarot Wahyono
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tragedi lumpur Lapindo, yang terjadi pada tahun 2006 di Sidoarjo, Jawa Timur, merupakan salah satu bencana lingkungan terbesar di Indonesia. Semburan lumpur panas yang tak terkontrol mengakibatkan tenggelamnya puluhan desa, memaksa ribuan orang kehilangan rumah dan mata pencaharian. Dampak sosial dari tragedi ini sangat mendalam, termasuk hilangnya komunitas, gangguan pada kehidupan sosial, dan ketidakpastian ekonomi yang berkepanjangan. Meskipun upaya kompensasi telah dilakukan, prosesnya yang lambat dan tidak transparan menimbulkan ketidakpuasan dan ketidakpercayaan di kalangan masyarakat terdampak. Bencana ini juga menimbulkan berbagai masalah lingkungan, seperti kerusakan lahan pertanian dan pencemaran air. Pendirian museum sebagai pengingat bencana ini menjadi penting untuk mengenang dan mempelajari dampak luas dari tragedi tersebut, serta sebagai alat edukasi untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Museum ini diharapkan dapat menjadi sarana refleksi dan pembelajaran, sekaligus menyampaikan pesan tentang pentingnya tanggung jawab sosial dan lingkungan dalam kegiatan industri.
TAMAN BURUNG DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR BIOFILIK Moch Rizqa Al Chasani; Gatot Adi Susilo; Redi Sigit Febrianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya ancaman perburuan burung liar semakin melengkapi status rentannnya kelangsungan hidup burung-burung di indonesia. Untuk mennghadapi ancaman ini maka, harus menyediakan habitat atau tempat khusus bagi jenis-jenis burung yang terancam punah. Kota malang, yang memiliki banyak tempat wisata dan edukasi tetapi, belum banyak memiliki tempat wisata hewan khususnya burung yang berfungsi untuk tempat konservasi dan edukasi. Perancangan Taman Burung di Kota Malang diharapkan bisa menjadi salah satu alternatif objek wisata di kota malang serta memiliki peran kontribusi dalam melestarikan dan membudayakan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan kekayaan alam nusantara. Inovasi dan pembaruan pada perancangan taman burung ini yaitu merancang taman burung pertama yang ada di kota malang yang dimana taman burung ini menyediakan berbagai macam burung dan pengunjung bisa berinteraksi langsung dengan burung-burung yangada di taman burung ini.
RUMAH PANTI JOMPO DI KOTA BATU Tema: Arsitektur Holistik Raisya Aurelia Azzahra; Gatot Adi Susilo; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain rumah panti jompo bertujuan untuk memenuhi kebutuhan lansia dengan menekankan aksesibilitas, struktur bangunan yang kuat dan aman, serta perencanaan ruang yang efisien. Berdasarkan survei di Panti Werdha Hargo Dedali Surabaya, desain ini mengintegrasikan aspek fisik dan sosial melalui pendekatan arsitektur holistik yang mencakup aspek fisik, emosional, sosial, mental, dan spiritual untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan lansia. Metode yang digunakan adalah force-based framework. Mengacu pada konsep-konsep Holistik yang diberikan Oldrich Hozman dalam topik yang berjudul How to create holistic architecture, desain ruang dalam panti jompo menekankan keseimbangan dan keharmonisan antara lingkungan panti dan alam sekitar. Penataan ruang memperhatikan keseimbangan antara pusat interaksi sosial dan ruang pinggiran, dengan bentuk oval yang menciptakan suasana hangat dan nyaman. Elemen perlindungan seperti dinding dan atap memberikan keamanan, sementara hubungan emosional dan spiritual dengan lingkungan diperkuat melalui koneksi dengan alam. Desain eksterior dan interior rumah panti jompo ini berfokus pada kenyamanan dan interaksi sosial lansia, dengan ruang luar yang luas dan interior yang terang serta lapang, menciptakan suasana yang mirip dengan rumah sendiri.
APARTEMEN UNTUK SUHU PANAS DI KABUPATEN PASURUAN TEMA: ARSITEKTUR BIOKLIMATIK Putri Churil Aini; Gatot Adi Susilo; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandaan, Pasuruan adalah area dengan iklim panas yang semakin meningkat, dengan suhu yang mencapai sekitar 32 hingga 35 derajat Celsius akibat kekeringan dan curah hujan yang rendah. Perancangan apartemen dengan tema bioklimatik bertujuan untuk menunjukkan bagaimana merancang bangunan tinggi dengan mempertimbangkan iklim pada setiap tahap konsep arsitektur, menghasilkan desain yang menerapkan prinsip arsitektur bioklimatik. Metode yang digunakan adalah kerangka berbasis kekuatan yang melibatkan analisis data studi terkait. Teknik ini menganalisis faktor-faktor seperti aksesibilitas, kebisingan, paparan sinar matahari, angin, dan curah hujan untuk mengidentifikasi potensi yang dapat dimanfaatkan dan meminimalkan dampak lingkungan yang dapat mempengaruhi kenyamanan. Perancangan ini menunjukkan bahwa perancangan apartemen dengan prinsip arsitektur bioklimatik memaksimalkan pencahayaan dan ventilasi alami, serta sangat memperhatikan kondisi iklim sekitar.
SURABAYA INTERNATIONAL VELODROME AND CYCLING CENTER TEMA: ARSITEKTUR ECO-TECH Irfanni Wahyu Nurdyanto; Gatot Adi Susilo; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 02 (2024): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bersepeda sekarang menjadi gaya hidup bagi sebagian orang di kota dan bukan hanya sekedar hobi. Tingginya polusi, pemanasan global, dan kemacetan lalu lintas menyebabkan penduduk kota mencari pilihan transportasi lain dan salah satunya adalah bersepeda. Bersepeda merupakan jenis olahraga aerobic yang mengandalkan dan melatih pernafasan, Adanya fasilitas yang mendukung bakat atau minat masyarakat diharapkan dapat menampung kegiatan olahraga dan perlombaan sepeda Nasional dan Internasional. Dengan memanfaatkan lingkungan sekitar yang ideal, diperlukan arsitektur yang dapat mewujudkan simbiosis antara teknologi dan lingkungan, untuk membuat suatu rancangan agar menghasilkan lingkungan buatan yang optimal bagi pengguna sepeda.
Model Tata Massa Arsitektur Sasak di Pulau Lombok Susilo, Gatot Adi; Umniati, B. Sri
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 10 No. 1 (2021): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1628.382 KB) | DOI: 10.32315/jlbi.v10i01.6

Abstract

Pemahaman nilai-nilai kearifan lokal terutama pada nilai tradisional, penting untuk dipaparkan, agar generasi mendatang tetap dapat menghargai kekayaan leluhurnya. Penelitian ini merupakan deskripsi mengenai model tata massa khususnya rumah adat, yaitu pada Arsitektur Sasak, Lombok. Metode pengamatan dilakukan di sembilan lokasi desa adat yang tersebar di Pulau Lombok, dan hanya enam lokasi yang dapat dijadikan sebagai sampel yaitu: rumah adat Sade, rumah adat Limbungan Barat, rumah adat Limbungan Timur, rumah adat Sembalun, rumah adat Senaru dan rumah adat Beleq Gumentar. Hasil penelitian menemukenali adanya dua jenis tipe penataan massa berdasarkan kondisi lokasi, yaitu pola tatanan massa di area berkontur dan di area yang datar. Tipe bangunan yang dipilih bersesuaian dengan jenis pola tatanan massanya, di mana tipe Bale Mengina diperuntukkan untuk daerah datar, sedangkan tipe Bale Tani diperuntukkan untuk daerah berkontur. Adapun tipe Geleng yang ditemui pada semua tipe tatanan massa, mengalami proses tranformasi bentuk. It is important to explain the values of local wisdom, especially the traditional values, so that the future generations can still appreciate the wealth of their ancestors. This research is a description of the mass system model, especially the traditional houses, in Sasak Architecture, Lombok. Observation was performed on nine location scattered throughout Lombok island. From those nine locations, there were six that could be qualified as samples. Those six are Sade traditional house, Limbungan Barat traditional house, Limbungan Timur traditional house, Sembalun traditional house, Senaru traditional house, and Beleq Gumentar traditional house. By assessing those six samples, it is found that there are two types of massing according to the land condition, which are massing on contoured land and on flat land. The building type are also selected according to the massing type, where Bale Mengina used in flat land and Bale Tani in contoured land. Geleng type, which could be found in all type of massing, experiences form transformation.
Model Tata Masa Bangunan Rumah Tradisional Ponorogo Susilo, Gatot Adi
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 6 No. 4 (2017): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.7.1.60

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena adanya kekhawatiran diakuinya arsitektur rumah tradisional Ponorogo sebagai produk budaya negara lain, sama halnya dengan reog Ponorogo. Tujuan penelitian adalah menetapkan model tata masa bangunan rumah tradisional Ponorogo. Model tata masa bangunan rumah tradisional Jawa yang bersumber dari literatur ditetapkan sebagai subyek penelitian dan data yang berupa foto dan grafis diposisikan sebagai obyek penelitian. Sampel penelitian dilakukan dialog kritis dengan subyek penelitian, apabila hasil dialog menunjukkan kesamaan dengan subyek penelitian berarti ada keterkaitan dengan subyek penelitian, sebaliknya bila ada perbedaan maka ini menunjukkan adanya arsitektur yang lain. Arah hadap rumah tradisional Ponorogo selalu menghadap ke utara dan ke selatan, macam gugus masa minimal terdiri dari griyo ngajeng, griyo wingking, pawon, sumur dan blandongan. Posisi griyo ngajeng terletak terdepan, dilanjutkan griyo wingking dan pawon yang posisinya selalu di sebelah timur. Dari beberapa sampel dijumpai beberapa masa bangunan lain yaitu regol, langgar, kandang, gandri, sesucen, kakus. Kemudian berdasarkan kecenderungan tersebut disusunlah sebuah model tatanan masa bangunan rumah tradisional Ponorogo.
Co-Authors Abdul Wahab Asya’ Roni ABDURRAHMAN WAHID Adheik Timor Ayu Wijayanti Adhi Widyarthara Afif Ahmad Al Fandi Agha Primatio Agnestri Tesalonika Ahdari Muharrar Ahmad Shobi Fakhirul Al Aziz Nur Muhammad Andhika Cholil Gibran Andry Putra Purna Irawan Antika Achiyarini Ar Rafi Maulana Ashar B. Sri Umniati Bambang Joko Wiji Utomo Batari Kharisma Lubis Bayu Teguh Ujianto Berlian Aulia Pratiwi Breeze Maringka Budi Fathony Daim Triwahyono Debby Budi Susanti Dewinta Pratiwi Dhanang Pamungkas Dicky Winanto Dimas Iqbal Syehan Pratama Djoko Prastyo Dyna Try Puspa Sari Elia Rahmawati Fadilah Prayoga W Farhan Abidin Farhan Wicaksono Farid Achmad Fery Aziz Zulpiyan Gaguk Sukowiyono Galih Priambodo Gaudensius Saputra Ghoustanjiwani Adi Putra Ghustanjiwani Adi Putra Haikal Hidayatulah Hamka Hanik Mutia Safitri Herman Farozi I Gusti Ade Pradnyana ILHAM Indri Fitriawati Indria Maulani Irfanni Wahyu Nurdyanto Jarot Wahyono Joanita Vertude Lay do Rego Khansa’ Ade Taqiyyah Lailatul Diah R. Lalu Mulyadi Lukman Hakim M Bayu Hidayatullah Moch Rizqa Al Chasani Moh. Syahru Romadhon Sholeh Mufti Fajar Dzakaria Muhamad Miladi Muhammad Fikri Ardiansyah Muhammad Nelza Mulki Iqbal Muhammad Nur Tirta Amanda Nabila Azizah Nabilah Qothrun Nada Natanael Nelson Pala Nur Fadillah Jannah Okki Hosea Tefu Putri Ayu Mustika Putri Churil Aini Putri Herlia Pramitasari Raisya Aurelia Azzahra Redi Sigit Febrianto Riva Grahito Renaldy Rizki Gunawan Rocky A Y Tuka Sabrina Hazimi Siti Fathimah Sri Winarni Stefanus Herdianto kaha Suryo Tri Harjanto Tomi Karmawan Trisnanto Wahyu Pamuji Wa Ode Rindiyani Winny Rahelia Saputri Wira Rizki Maulana Yacobus Adnan Sukamto Maay Yam Febrian Norga Yuda Kristianto Zelin Velania Devi