Claim Missing Document
Check
Articles

LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS I DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR PERILAKU Dyna Try Puspa Sari; Gatot Adi Susilo Susilo; Putri Herlia Pramitasari
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang menjadi salah satu kota yang angka kriminalnya cukup tinggi. Faktor ekonomi menjadi salah satu faktor utama para oknum melakukan tindakan kriminal. Dibuatnya Lembaga Pemasyarakatan Kelas I ini bertujuan untuk membuat bangunan agar layak dihuni oleh para narapidana tanpa harus merasakan ketidaknyamanan di dalamnya. Tema yang diambil adalah tema arsitektur perilaku dengan dasar bahwa setiap perilaku penghuni dapat berpengaruh terhadap bangunan arsitektur tersebut. Pendekatan desain arsitektur yang digunakan dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas I di Kota Malang ini menggunakan sistem tertutup dengan bangunan massa banyak yang menggunakan penataan dan karakter ruang untuk memberikan keamanan, kenyamanan, ketenangan, dan terkesan luas. Dengan sistem penataan ruang yang tepat maka akan mempengaruhi perilaku penghuninya. Dengan demikian ruang - ruang yang terdapat pada bangunan Lembaga Pemasyarakatan Kelas I ini diharapkan memberikan kenyamanan bagi para penggunanya agar proses pembinaan yang terjadi dapat berjalan dengan lancar sehingga para narapidana tidak lagi mengulang kesalahan yang sama jika kembali ke masyarakat.
GEDUNG PERTUNJUKAN MUSIK DAN TEATER TEMA: ARSITEKTUR KONTEKSTUAL Ar Rafi Maulana; Gatot Adi Susilo; Sri Winarni
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Pertunjukan Musik dan Teater merupakan sebuahabangunan yang ditujukan sebagai tempat atau wadah untuk suatu pertunjukan yang ditontonkan di depan orang banyak atau secara umum dengan menampilkan suatu karya pementasan seni musik yang berkaitan dengan komposisi suara dan teater sebagai sandiwara drama dalam bidang kesenian. Konsep dari bangunan ini juga mempertimbangkan segala aspek yang terdapat pada Arsitektur Kontekstual dimana bangunan ini dapat memperhatikan dan memaksimalkan potensi lingkungan di sekitarnya seperti pemanfaatan pencahayaan alami dan sirkulasi udara sebagai upaya untuk efisiensi energi serta penghawaan di dalam bangunan dan penggunaan material yang menyesuaikan dengan lingkungan. Dengan demikian diharapkan Gedung Pertunjukan Musik dan Teater ini dapat digunakan dengan maksimal oleh para pelaku seni khususnya di kawasan Kota Batu untuk berekspresi dan menuangkan karya mereka sebagai pemanfaatan seni yang juga dapat meningkatkan pengembangan kepariwisataan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Batu dengan menerapkan Arsitektur Kontekstual pada bangunan untuk memanfaatkan keindahan dan potensi alam pada letak keberadaan tapak melalui bangunan yang akan dirancang secara optimal dan mempunyai keterkaitan dengan lingkungan sekitarnya, serta menciptakan hubungan antara tapak eksisting dengan adanya rancangan selanjutnya.
BOARDING SCHOOL UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (AUTISME) DI KOTA BATU TEMA: ARSITEKTUR PERILAKU Zelin Velania Devi; Gatot Adi Susilo; Hamka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tiap tahunnya, penyandang ASD (Autism Spectrum Disorder) mengalami peningkatan. Menurut Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, sebanyak 70% anak berkebutuhan khusus tidak mendapatkan pendidikan yang layak. Di Kota Batu sendiri hanya tersedia sedikit fasilitas pendidikan sekolah khusus Anak Berkebutuhan Khusus, Sekolah Luar Biasa ataupun sekolah inklusi. Sebagian besar sekolah juga belum diimbangi dengan fasilitas yang baik. “Boarding School untuk Anak Berkebutuhan Khusus (Autisme) di Kota Batu dengan Tema Arsitektur Perilaku” diharapkan mampu menjadi wadah atau media penyembuhan, perawatan, ruang bermain maupun belajar sesuai dengan perilaku dan kebutuhan penyandang ASD (Autism Spectrum Disorder). Metode perancangan yang digunakan menerapkan metodologi desain oleh Bryan Lawson, dimana metodologi desain ini memiliki tahapan komunikasi yang sesuai dengan definisi dari pendekatan arsitektur perilaku itu sendiri. Dalam tiap konsep rancangannya berdasarkan pada pola perilaku, karakteristik, aktifitas, serta kebiasaan pengguna bangunan. Mulai dari tampilan bangunan, sistem sirkulasi, bentuk dan penataan ruang, pemilihan vegetasi, kemudahan aksesibilitas didesain dengan mempertimbangkan faktor keamanan dan juga kenyamanan yang sesuai dengan kebutuhan penyandang ASD (Autism Spectrum Disorder).
MAL PELAYANAN PUBLIK DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR MODERN Farid Achmad; Gatot Adi Susilo; Muhammad Nelza Iqbal
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mal pelayanan publik merupakan pelayanan terpadu generasi ke tiga yang dinilai Langkah baru untuk system pelayanan publik di Indonesia, mal pelayanan publik dinilai lebih progresif dengan memadukan pelayanan pemerintah pusat, daerah, dan swasta dalam satu bangunan. Generasi pertama layanan terpadu di Indonesia adalah pelayanan terpadu satu atap atau PTSA dan berubah menjadi PTSP atau pelayanan terpadu satu pintu yang merupakan generasi kedua. Oleh sebab itu mal pelayanan publik (MPP) yang merupakan kantor layanan yang menyediakan pelayanan terpadu akan sangat memudahkan masyarakat dalam mengurus administrasi dan kebutuhan lainnya dengan cepat, aman, mudah, terjangkau dalam satu gedung. Dikarenakan belum adanya Mal pelayanan publik di kota malang, MPP ini bertujuan membuat masyarakat terbantu dalam hal pelayanan barang, jasa dan pelayanan administrasi. tujuan dari perancangan ini adalah untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam mengurus administrasi dan kebutuhan lainnya. Diharapkan dengan perancangan MPP ini masyarakat tetap nyaman dalam aktifitas pelayanan walaupun banyaknya masyarakat kota malang yang akan berkunjung pada di mal pelayanan publik ini.
MUSEUM SINGHASARI DI KABUPATEN MALANG TEMA: ARSITEKTUR KONTEMPORER Antika Achiyarini; Gatot Adi Susilo; Redi Sigit Febrianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museum adalah bangunan yang digunakan untuk mengumpulkan, merawat, dan melestarikan warisan budaya maupun benda-benda koleksi yang memiliki wujud maupun tidak memiliki wujud. Museum merupakan sarana yang penting untuk menilai kemjuan budaya di suatu daerah. Namun semakin lama jumlah pengunjung museum mengalami penurunan yang disebabkan kurangnya daya tarik pada bangunan museum. Sarana dan prasarana fisik yang menjadi dasar fungsi permuseuman pun masih belum memenuhi syarat fungsi dasar museum. Museum di Indonesia rata-rata memiliki bentuk bangunan tipologi yang konvensional dan kuno. Hal ini dialami oleh beberapa museum yang berada di kabupaten malang. Sehingga pada perancangan Museum Singhasari di Kabupaten Malang ini dilakukan dengan menerapkan tema arsitektur kontemporer pada bangunan. Arsitektur kontemporer ini memiliki konsep bangunan yang kekinian dengan harapan dapat meningkatkan daya tarik museum.
PUSAT KREATIVITAS DAN PEMBERDAYAAN LANSIA DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR PERILAKU Wa Ode Rindiyani; Gatot Adi Susilo; Bayu Teguh Ujianto
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 02 (2021): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diantara kelompok masyarakat ada kelompok tertentu yang membutuhkan perhatian serta dukungan lebih dari lingkungan sekitarnya, kelompok yang dimaksud adalah kelompok lansia. pada tahun 2020 Pemkot Malang berencana untuk menjadikan malang sebagai kota ramah lansia karena menurut Statistik Daerah Kota Malang jumlah lansia di malang terus meningkat sampai dengan 100 jiwa setiap tahunnya. Pusat kreativitas dan pemberdayaan lansia di kota Malang merupakan salah satu jalan keluar yang bertujuan sebagai tempat bagi lansia yang mengalami tindak kekerasan baik secara verbal oleh keluarganya maupun lansia yang ingin menghabiskan masa tua bersama dengan teman-temannya. Pendekatan desain menggunakan tema arsitektur perilaku dengan mempertimbangkan perilaku dan kebiasaan lansia. Metode perancangan yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan fakta, keadaan serta variabel yang ada dilapangan agar mendapatkan data dan menganalisis data melalui observasi maupun literatur untuk menghasilkan solusi berupa ide desain perancangan. Diharapkan fasilitas ini mampu menjadi wadah bagi lansia untuk mendapatkan pemberdayaan dan pengembangan kreativitas dengan sisa potensi yang dimilikinya. Lansia dapat menghabiskan masa tuanya dengan membuka diri bersama lansia lainnya dengan macam-macam kegiatan yang bersifat produktifitas.
GEDUNG KONSER MUSIK KLASIK DI KOTA MALANG TEMA: ARSITEKTUR HI-TECH Adheik Timor Ayu Wijayanti; Gatot Adi Susilo; Breeze Maringka
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 01 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang memiliki julukan sebagai Kota Pendidikan dan Kota Pelajar khususnya di bidang seni musik. Salah satu contoh jenis musik yang dapat berperan mencerdaskan pelajar atau generasi muda yaitu dengan mengenalkan musik klasik sebagai media pembelajaran. Kota Malang tertinggal dalam pengadaan fasilitas apresiasi seni, khususnya Musik Klasik. Untuk itu diperlukan adanya gedung konser sebagai tempat pertunjukan musik klasik agar masyarakat khususnya pelajar dapat menikmatinya. Seperti halnya karya arsitektur yang lain, sebuah gedung konser musik klasik secara umum harus memiliki estetika, struktur yang baik, serta system utilitas yang untuk mendukung kegiatan yang diwadahinya. Adanya Gedung Konser di Kota Malang di harapkan bisa mewadahi pecinta-pecinta musik klasik yang ada di Kota Malang, dan memberi tempat yang layak untuk melaksanakan sebuah konser dengan fasilitas akustik yang tepat dan tetap menghadirkan kenyamanan.
KARAKTERISTIK ARSITEKTUR HIJAU PADA TATA MASSA BANGUNAN ARSITEKTUR SASAK PERBUKITAN Putri Herlia Pramitasari; Gatot Adi Susilo; Sri Winarni
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 1 (2021): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v5i1.3321

Abstract

Arsitektur Sasak di Pulau Lombok merupakan bagian dari arsitektur vernakular nusantara. Pemenuhan kriteria arsitektur hijau pada arsitektur Sasak dari aspek olah tapak dan tata massa bangunan menjadi fokus penelitian ini. Hal ini dimaksudkan sebagai dasar pengetahuan arsitektur vernakular dalam kerangka arsitektur hijau sebagai bentuk perencanaan dan pembangunan arsitektur berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan, yaitu deskriptif analisis kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Objek studi penelitian terletak pada arsitektur Sasak di Desa Sade, Limbungan Timur, dan Limbungan Barat. Hasil penelitian didapatkan bahwa arsitektur Sasak perbukitan memiliki karakter desain tapak dan tata massa bangunan dengan pola pembangunan yang kompak dengan konfigurasi spasial yang teratur dan sistematis, dimana dapat dijumpai pada Desa Sade dan Limbungan Barat dalam pemenuhan karakteristik arsitektur hijau.
Kajian Fasilitas Sosial Pada Perumahan Komersial: (Studi Kasus: Perumahan PP di Kota Malang) Redi Sigit Febrianto; Gatot Adi Susilo; Feny Arafah
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 1 (2022): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v6i1.4190

Abstract

Perumahan PP merupakan salah satu perumahan komersial di Kota Malang. Perumahan komersial merujuk pada definisi rumah yang diselenggarakan untuk mendapatkan keuntungan sesuai dengan kebutuhan masyarakat (UU No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman). Beberapa jenis rumah lain menurut UU No. 1 Tahun 2011 pasal 29 adalah: rumah umum; rumah swadaya; rumah khusus dan rumah negara.
Model Tata Massa Arsitektur Sasak di Pulau Lombok Gatot Adi Susilo; B. Sri Umniati
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 10 No. 1 (2021): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1628.382 KB) | DOI: 10.32315/jlbi.v10i01.6

Abstract

Pemahaman nilai-nilai kearifan lokal terutama pada nilai tradisional, penting untuk dipaparkan, agar generasi mendatang tetap dapat menghargai kekayaan leluhurnya. Penelitian ini merupakan deskripsi mengenai model tata massa khususnya rumah adat, yaitu pada Arsitektur Sasak, Lombok. Metode pengamatan dilakukan di sembilan lokasi desa adat yang tersebar di Pulau Lombok, dan hanya enam lokasi yang dapat dijadikan sebagai sampel yaitu: rumah adat Sade, rumah adat Limbungan Barat, rumah adat Limbungan Timur, rumah adat Sembalun, rumah adat Senaru dan rumah adat Beleq Gumentar. Hasil penelitian menemukenali adanya dua jenis tipe penataan massa berdasarkan kondisi lokasi, yaitu pola tatanan massa di area berkontur dan di area yang datar. Tipe bangunan yang dipilih bersesuaian dengan jenis pola tatanan massanya, di mana tipe Bale Mengina diperuntukkan untuk daerah datar, sedangkan tipe Bale Tani diperuntukkan untuk daerah berkontur. Adapun tipe Geleng yang ditemui pada semua tipe tatanan massa, mengalami proses tranformasi bentuk. It is important to explain the values of local wisdom, especially the traditional values, so that the future generations can still appreciate the wealth of their ancestors. This research is a description of the mass system model, especially the traditional houses, in Sasak Architecture, Lombok. Observation was performed on nine location scattered throughout Lombok island. From those nine locations, there were six that could be qualified as samples. Those six are Sade traditional house, Limbungan Barat traditional house, Limbungan Timur traditional house, Sembalun traditional house, Senaru traditional house, and Beleq Gumentar traditional house. By assessing those six samples, it is found that there are two types of massing according to the land condition, which are massing on contoured land and on flat land. The building type are also selected according to the massing type, where Bale Mengina used in flat land and Bale Tani in contoured land. Geleng type, which could be found in all type of massing, experiences form transformation.
Co-Authors Abdul Wahab Asya’ Roni ABDURRAHMAN WAHID Adheik Timor Ayu Wijayanti Adhi Widyarthara Afif Ahmad Al Fandi Agha Primatio Agnestri Tesalonika Ahdari Muharrar Ahmad Shobi Fakhirul Al Aziz Nur Muhammad Andhika Cholil Gibran Andry Putra Purna Irawan Antika Achiyarini Ar Rafi Maulana Ashar B. Sri Umniati Bambang Joko Wiji Utomo Batari Kharisma Lubis Bayu Teguh Ujianto Berlian Aulia Pratiwi Breeze Maringka Budi Fathony Daim Triwahyono Debby Budi Susanti Dewinta Pratiwi Dhanang Pamungkas Dicky Winanto Dimas Iqbal Syehan Pratama Djoko Prastyo Dyna Try Puspa Sari Elia Rahmawati Fadilah Prayoga W Farhan Abidin Farhan Wicaksono Farid Achmad Fery Aziz Zulpiyan Gaguk Sukowiyono Galih Priambodo Gaudensius Saputra Ghoustanjiwani Adi Putra Ghustanjiwani Adi Putra Haikal Hidayatulah Hamka Hanik Mutia Safitri Herman Farozi I Gusti Ade Pradnyana ILHAM Indri Fitriawati Indria Maulani Irfanni Wahyu Nurdyanto Jarot Wahyono Joanita Vertude Lay do Rego Khansa’ Ade Taqiyyah Lailatul Diah R. Lalu Mulyadi Lukman Hakim M Bayu Hidayatullah Moch Rizqa Al Chasani Moh. Syahru Romadhon Sholeh Mufti Fajar Dzakaria Muhamad Miladi Muhammad Fikri Ardiansyah Muhammad Nelza Mulki Iqbal Muhammad Nur Tirta Amanda Nabila Azizah Nabilah Qothrun Nada Natanael Nelson Pala Nur Fadillah Jannah Okki Hosea Tefu Putri Ayu Mustika Putri Churil Aini Putri Herlia Pramitasari Raisya Aurelia Azzahra Redi Sigit Febrianto Riva Grahito Renaldy Rizki Gunawan Rocky A Y Tuka Sabrina Hazimi Siti Fathimah Sri Winarni Stefanus Herdianto kaha Suryo Tri Harjanto Tomi Karmawan Trisnanto Wahyu Pamuji Wa Ode Rindiyani Winny Rahelia Saputri Wira Rizki Maulana Yacobus Adnan Sukamto Maay Yam Febrian Norga Yuda Kristianto Zelin Velania Devi