Claim Missing Document
Check
Articles

Sifat Magneto-Elastisitas Ferogel dengan Filler Magnetik Fe3O4 yang Disintesis dari Batuan Besi Mayestika, Nadya; Astuti, Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.1.53-59.2020

Abstract

Sintesis Fe3O4 sebagai filler material magnetoelastik ferogel dari batuan besi menggunakan metode kopresipitasi telah dilakukan. Ferogel disiapkan dari campuran PVA, air, dan gliserin sebagai matriks. Variasi massa filler yang diberikan yaitu 20%, 25%, dan 30%. Ferogel disintesis menggunakan metode freezing-thawing (beku-cair). Karakterisasi fasa dan ukuran kristal Fe3O4 menggunakan XRD (X-Ray Diffractometer). Karakterisasi morfologi dan ukuran partikel Fe3O4 menggunakan SEM (Scanning Electron Microscopy). Karakterisasi sifat magneto-elastisitas ferogel dilakukan dengan menguji pemuluran dan simpangannya ketika dipengaruhi medan magnet. Nilai suseptibilitas magnetik ferogel diukur menggunakan Bartington MS2 Magnetic Susceptibility Meter. Hasil analisis XRD menunjukkan pola difraksi serbuk batuan besi yang sesuai dengan pola difraksi Fe3O4 sebesar 83% dari volume total dengan ukuran kristal sekitar 26,68 nm–78,08 nm. Hasil SEM menunjukkan distribusi partikel yang tidak merata dengan ukuran partikel Fe3O4 sekitar 33,47 nm–59,09 nm. Pemuluran dan simpangan meningkat seiring bertambahnya konsentrasi filler. Simpangan dan pemuluran terbesar berturut-turut yaitu 4,5 cm dan 1,8 cm oleh ferogel dengan filler 30%. Nilai suseptibilitas ketiga sampel berturut-turut yaitu (815,2; 434,1; 970,2) ×10-8m3kg-1. Berdasarkan hasil karakterisasi, ferogel yang dihasilkan mempunyai tingkat sensitifitas yang tinggi terhadap medan magnet.  Synthesis of Fe3O4 as filler of ferrogel magnetoelastic materials from iron rocks has been conducted by using coprecipitation method. Ferrogel was prepared by mixing PVA, water, and glycerin as its matrix. Variations of filler mass were 20%, 25%, and 30%. Ferrogel was synthesized by using freezing-thawing method. Phase and crystal size of Fe3O4 were characterized by using XRD (X-Ray Diffractometer). Morphology and particle size of Fe3O4 were characterized by using SEM (Scanning Electron Microscopy). Magneto-elasticity properties of ferrogel were characterized by testing its elongation and distortion under the effect of the magnetic field. The values of magnetic susceptibility were measured by Bartington MS2 Magnetic Susceptibility Meter. The results of XRD show that diffraction patterns of iron rocks powders were matched to Fe3O4 patterns that was 83% of total volume and having a crystal size about 26.68 nm–78.08 nm. The results of SEM indicated that particles distribution is not uniform with Fe3O4 particle size is about 33.47 nm–59.09 nm. The elongation and distortion are equal with increasing concentration of filler. The highest elongation and distortion respectively are 4.5 cm and 1.8 cm by ferrogel with 30% filler. The results of magnetic susceptibility respectively are (815.2; 434.1; 970.2) ×10-8m3kg-1.
Pengaruh Variasi Konsentrasi NaCl sebagai Aktivator Karbon Aktif Kulit Singkong untuk Menurunkan Konsentrasi Logam Berat Air Sungai Batang Ombilin Radika, Rezi; Astuti, Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.2.163-168.2020

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh variasi aktivator NaCl pada karbon aktif kulit singkong untuk menurunkan kadar logam berat air Sungai Batang Ombilin. Karbon aktif dibuat dengan metode adsorbsi. Variasi konsentrasi aktivator yang digunakan yaitu 20%, 25%, 30% dan 35%. Hasil Scanning Electron Microscopy (SEM) menunjukkan pada karbon aktif terbentuk pori-pori, hal ini disebabkan karena aktivator NaCl dapat menghilangkan pengotor yang ada pada permukaan karbon. Pengujian kadar logam berat sampel air sungai menggunakan Inductively Coupled Plasma (ICP) dilakukan sebelum dan setelah penambahan karbon aktif. Kadar logam berat sampel air sungai setelah penambahan karbon aktif sudah berada di  bawah ambang batas baku air bersih kelas II, kecuali logam Mn. Penyerapan paling tinggi terdapat pada karbon aktif 35% dengan rata-rata sebesar 83,13%. Penyerapan paling rendah terdapat pada karbon aktif 20% dengan rata-rata 28,08%. Nilai konduktivitas listrik sebesar 93,3 μS/cm setelah penambahan karbon aktif dengan konsentrasi aktivator 35%. Research of the effect of activator with NaCl variations to cassava peels activated carbon for reducing the contain of heavy metals in Batang Ombilin river has been conducted. Activated carbon was synthesized by using adsorption method. Variations of concentration was 20%, 25%, 30%, and 35%. The results of SEM (Scanning Electron Microscopy) show that there are pores form in activated carbon. That because NaCl activator can reducing polluters in carbon surfaces. The contain of heavy metals was tested by ICP (Inductively Coupled Plasma). It was tested before and after adding activated carbon. The contain of heavy metals of water sample after adding activated carbon was in under limit threshold of II class pure water standard, except for Mn metal. The highest adsorption was obtained by activated carbon with 35% activator with average is 83,13%. The lowest adsorption was obtained by activated carbon with 20% activator average is 28.08%. The value of electric conductivity is 93.3 μS/cm after adding activated carbon with 35% activator concentration.
Sintesis dan Karakterisasi Kalsium Ferit Berbahan Dasar Batu Besi Mozanna, Lidya; Astuti, Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 10 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.10.4.548-553.2021

Abstract

Sintesis Kalsium Ferit telah dilakukan dengan metode solid state reaction menggunakan Fe3O4 hasil sintesis dari batu besi dan CaCO3 dari batu kapur alam. Dalam penelitian ini digunakan variasi suhu sinter yaitu 500℃, 600℃, 700℃. Hasil sintesis dikarakterisasi dengan XRD dan SEM dan susceptibility meter. Sampel dengan pemansan selama 3 jam menghasilkan dengan suhu 500℃ ukuran kristalnya 6,3 nm, suhu 600℃ ukuran Kristal 0,169 nm, dan suhu 700℃ ukuran Kristal 5,544 nm. Pada sampel variasi suhu pemanasan 300℃ ukuran partikel yang didapat 17,89 nm, sedangkan pada suhu sinter 700℃ ukuran partikelnya diperoleh 4,05 nm.
Sintesis dan Karakterisasi Nanokomposit Fe3O4@PEG:ZnO Veronica, Yessi; Astuti, Astuti; Alfitri Usna, Sri Rahayu
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.1.29-36.2022

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang sintesis dan karakterisasi sifat optik pada nanokomposit Fe3O4@PEG:ZnO. Sampel yang digunakan adalah Fe3O4, Fe3O4@ZnO (1:1), Fe3O4@ZnO (1:2), Fe3O4@PEG:ZnO (1:2), dan Fe3O4@PEG:ZnO (1:3). Metode yang digunakan untuk sintesis nanokomposit adalah metode presipitasi. Nanokomposit dikarakterisasi dengan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), Fourier Transform Infra (FTIR), UV-Vis Spectrometry, dan Particle Size Analyzer (PSA). Hasil karakterisasi XRD pada sampel dengan variasi Fe3O4, Fe3O4@ZnO 1:1, Fe3O4@ZnO 1:2, dan Fe3O4@PEG:ZnO 1:3 menunjukkan struktur besi oksida berturut-turut adalah cubic, monoclinic, rhombohedral, dan cubic. Sedangkan struktur ZnO untuk sampel dengan variasi Fe3O4@ZnO 1:1, Fe3O4@ZnO 1:2, dan Fe3O4@PEG:ZnO 1:3  adalah hexagonal.  Ukuran kristal yang diperoleh pada Fe3O4, Fe3O4@ZnO (1:1), Fe3O4@ZnO (1:2), dan Fe3O4@PEG:ZnO (1:3)  berturut-turut sebesar 14,54 nm; 14,59 nm; 2,91 nm; dan 2,91 nm. Hasil karakterisasi sifat optik menunjukkan bahwa energi gap Fe3O4, Fe3O4@ZnO (1:1), Fe3O4@PEG:ZnO (1:2), dan Fe3O4@PEG:ZnO (1:3)  berturut-turut sebesar 2,06 eV; 2,56 eV; 3,17 eV; dan 2,25 eV. Pada pengujian FTIR terdapat ikatan O-H yang menunjukkan adanya serapan molekul air pada permukaan Fe3O4, ikatan C-O dan C-C menunjukkan terbentuknya PEG, dan ikatan Zn-O menunjukkan terbentuknya ZnO. Distribusi ukuran partikel Fe3O4@PEG:ZnO (1:2) yaitu pada rentang 0,246 μm (246 nm) hingga 0,030 μm (30 nm), dengan distribusi ukuran partikel terbanyak 0,030 μm (30 nm).
Sintesis dan Karakterisasi Sifat Magnet Nanokomposit Fe3O4@PEG:ZnO Khaira, Ihda; astuti, Astuti; Usna, Sri Rahayu Alfitri
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.1.57-61.2022

Abstract

Telah dilakukan sintesis dan karakterisasi nanokomposit Fe3O4@PEG:ZnO yang bertujuan untuk mengetahui sifat magnetik dan struktur core-shell dari sampel. Nanokomposit Fe3O4@PEG:ZnO disintesis menggunakan metode presipitasi dengan variasi sampel Fe3O4 dan ZnO yang digunakan yaitu Fe3O4, Fe3O4@ZnO (1:1), Fe3O4@ZnO (1:2), Fe3O4@PEG:ZnO (1:2), dan Fe3O4@PEG:ZnO (1:3). Karakterisasi sampel dilakukan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), Transmission Electron Microscope (TEM), Fourier Transform Infra Red (FTIR), Particle Size Analyzer (PSA), dan Bartington MS2 Magnetic Susceptibility Meter. Pola difraksi sinar-X menunjukkan bahwa sampel tersusun dari fasa Fe3O4 dan fasa ZnO dan ukuran kristal beturut-turut yaitu  17,495 nm; 16,271 nm; 25,449 nm; dan 24,443 nm. Hasil TEM menunjukkan terbentuknya struktur core-shell dimana PEG:ZnO sebagai shell dan Fe3O4 sebagai core. Dari hasil FTIR terdapat ikatan C-O dan C-C yang menunjukkan terbentuknya PEG, ikatan Fe-O menunjukkan terbentuknya Fe3O4,dan ikatan Zn-O menunjukkan terbentuknya ZnO. Pengujian dengan PSA didapatkan ukuran partikel sebesar 33 nm, 23 nm, dan 16 nm dengan distribusi ukuran partikel yaitu 25%, 50%, dan 75%. Pengujian menggunakan Bartington MS2 didapatkan nilai suseptibilitas magnet berturut-turut yaitu (12,34; 11,36; 11; 10,99) x 10-6m3kg-1 dan persentase bulir superparamagnetik berkisar antara 10% sampai 75%. 
Sintesis Lapisan Hidrofobik Komposit ZnO/PS-SiO2 untuk Aplikasi Self-cleaning Material Marhamah, Lailatul; Astuti, Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 4 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.4.508-514.2022

Abstract

Sintesis lapisan hidrofobik komposit ZnO diberi doping polistirena (PS) dan SiO2 untuk aplikasi self-cleaning material pada substrat kaca tempered. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi SiO2 pada komposit terhadap perolehan nilai sudut kontak permukaan sampel. Variasi SiO2 yang diberikan berturut-turut 0,25 g, 0,5 g, 0,75 g dan 1 g. Metode yang digunakan dalam sintesis yaitu metode sol-gel dan pelapisan substrat dilakukan dengan metode dip coating. Substrat dilapisi sebanyak 12 kali pelapisan dengan ZnO dan 1 kali pelapisan dengan PS-SiO2. Pengujian sudut kontak dilakukan dengan mengambil foto (gambar 2D) air yang diteteskan di atas sampel menggunakan kamera DSLR Sony α 6000 lensa Fix 50 mm. Sudut kontak tetesan air diukur dengan ImageJ software dan diperoleh hasil sudut kontak tertinggi sebesar 122,36˚. Hasil sudut kontak menandakan permukaan bersifat hidrofobik. Ukuran kristal ZnO sebelum dan setelah diberi doping berdasarkan hasil XRD berturut-turut 23,22 nm dan 20,46 nm. Ukuran rata-rata partikel komposit berdasarkan hasil berbesaran citra SEM 50000 x terlihat oleh mata sebesar 400,43 nm. Berdasarkan nilai sudut kontak permukaan yang diperoleh, komposit ZnO/PS-SiO2 berpotensi digunakan sebagai material self-cleaning.
Sintesis dan Karakterisasi Sifat Optik Nanokomposit Fe3O4@CQD (Carbon Quantum Dots) Novita, Deli; Astuti, Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.2.310-315.2023

Abstract

Sintesis nanopartikel Fe3O4 telah dilakukanmenggunakan metode kopresipitasi yaitu dengan mencampurkan FeCl3.6H2O dan FeSO4.7H2O dengan penambahan larutan basa NH4OH. Modifikasi permukaan nanopartikel magnetik Fe3O4 oleh material luminisens yaitu carbon quantum dots (CQD) bertujuan untuk menghasilkan nanokomposit yang dapat diaplikasikan sebagai material bioimaging. Kombinasi material magnetik dan material luminisens menjadi nanokomposit magnetik luminisens menarik untuk dikembangkan dan diaplikasikan dalam bidang biomedis. CQD disintesis menggunakan metode pemanasan sederhana dengan sumber karbon berasal dari daun pisang kering. Nanokomposit Fe3O4@CQD disintesis menggunakan metode hidrotermal pada suhu 180℃ selama 12 jam. Sifat optik nanokomposit Fe3O4@CQD dianalisis berdasarkan hasil karakterisasi spektrofotometer UV-Vis. Berdasarkah hasil karakterisasi UV-Vis, nanokomposit Fe3O4@CQD memiliki empat puncak absorbansi yang berada pada panjang gelombang 294 nm, 325 nm, 341 nm, dan 362 nm. Sifat fisis CQD menunjukkan warna transparan di bawah cahaya tampak, sedangkan warna biru kehijauan ketika dikenai sinar UV. Hasil uji XRD menunjukkan adanya puncak CQD pada 24,3⁰ dengan bidang hkl (002). Ukuran kristal nanokomposit Fe3O4@CQD sebesar 27,20 nm.
Sintesis dan Karakterisasi Sifat Optik Nanokomposit Fe3O4@ZnO:C Pebrina, Devi; Astuti, Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.2.297-302.2023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh massa karbon terhadap sifat optik nanokomposit Fe3O4@ZnO:C. Nanokomposit Fe3O4@ZnO:C disintesis menggunakan metode kopresipitasi dengan variasi sampel yaitu Fe3O4, Fe3O4@ZnO (1:2), Fe3O4@ZnO:C (0,2 g), Fe3O4@ZnO:C (0,1 g), dan Fe3O4@ZnO:C (0,05 g). Sampel kemudian dikarakterisasi menggunakan x-ray diffraction (XRD), fourier transform infrared (FTIR), dan photoluminescence (PL). Ukuran kristal diperoleh dari hasil karakterisasi XRD berturut-turut yaitu 20,39 nm; 27,22 nm; 20,39 nm; 16,31 nm; dan 16,31 nm. Adapun struktur kristal yang terbentuk dari semua variasi sampel yaitu cubic (Fe3O4)dan hexsagonal wurzite(ZnO). Pada pengujian FTIR terdapat ikatan Fe-O dan Zn-O yang menunjukkan terbentuknya Fe3O4 danZnO. Ikatan C-O, C-H, dan O-H menandakan terdapatnya lapisan karbon yang bersumber dari glukosa. Hasil karakterisasi PL menunjukkan bahwa penambahan karbon akan meningkatkan intensitas fotoluminisensi dari nanokomposit Fe3O4@ZnO:C, dimana puncak emisi yang dihasilkan berada pada panjang gelombang 383,33 nm dan 664,21 nm.
Sintesis dan Karakterisasi Sifat Optik Graphene Oxide dari Limbah Bulu Ayam dengan Metode Liquid Phase Exfoliation Santika, Rahma; Astuti, Astuti; Usna, Sri Rahayu Alfitri
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.2.227-233.2023

Abstract

Limbah bulu ayam broiler berpotensi untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan graphene oxide (GO). GO merupakan material yang dapat diaplikasikan pada berbagai perangkat penyimpan energi, seperti superkapasitor dan baterai. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan menganalisis sifat optik GO. Ada dua tahapan dalam pembuatan material GO. Tahap pertama adalah proses karbonisasi bulu ayam dengan variasi suhu 300 °C, 400 °C, dan 500 °C. Berdasarkan hasil karakterisasi difraksi sinar-x (XRD), suhu karbonisasi optimum untuk mendapatkan grafit bulu ayam adalah 400 °C. Grafit ini kemudian digunakan sebagai bahan utama untuk sintesis GO. Tahap kedua adalah sintesis GO menggunakan metode liquid phase exfoliation (LPE) dengan memvariasikan volume surfaktan linear alkylbenzene sulfonate (LAS) yaitu 0,76 ml, 0,96 ml, dan 1,16 ml. Hasil karakterisasi XRD menunjukkan bahwa semua sampel GO memiliki ukuran kristal yang hampir sama sekitar 26,66 nm. Dari ketiga sampel, semakin tinggi volume surfaktan maka semakin kuat dan tajam puncak difraksi XRD yang dihasilkan. Peningkatan volume surfaktan menyebabkan penurunan nilai absorbansi sampel GO. Ikatan karbon dan oksigen telah muncul pada ketiga variasi volume surfaktan sehingga dapat disimpulkan sintesis material GO berhasil dilakukan.
Potensi Material Berubah Fasa PEG-400 sebagai Sistem Cold Storage Sayur Selada F, Maduri; Usna, Sri Rahayu Alfitri; Astuti, Astuti
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.3.506-510.2023

Abstract

Kesegaran sayur dapat dijaga dengan menyimpan sayur dalam cold storage pada kondisi sejuk (5-10 °C). Polietilen glikol (PEG)-400 merupakan salah satu phase change material (PCM) yang memiliki rentang titik lebur 4 °C hingga 8 °C dan panas laten yang cukup besar yaitu 187 kJ/kg sehingga berpotensi untuk dikembangkan sebagai sistem cold storage. Pada penelitian ini diuji potensi PCM PEG-400 sebagai sistem cold storage sayur. Massa PCM PEG-400 divariasikan dari 2 kg, 2,5 kg, 3 kg, dan 3,5 kg, dengan kotak cold storage dari styrofoam ukuran 34 x 25 x 30 cm3 dan ketebalan 2,5 cm. Sayur yang diuji yaitu selada dengan massa 250 g. PCM PEG-400 dibekukan di dalam freezer lalu dimasukan ke dalam kotak styrofoam yang telah berisi selada. Kotak ditutup rapat dan perubahan temperatur setiap waktu diukur hingga temperatur PCM mendekati temperatur lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan 3 kg PCM PEG-400 efektif menurunkan temperatur selada hingga 5 °C selama 4 jam dan 2 kg PCM PEG-400 efektif menurunkan temperatur selada hingga 10 °C selama 4 jam 35 menit.
Co-Authors Abdurrahim, Muhammad Rhohid Adrial, Rico Afdal Afdal Afdhal Muttaqin Aflahannisa Aflahannisa Aflahannisa, Aflahannisa Ahmad Fauzi Pohan Alief, Iqbal Alimin Mahyudin Alvionita, Novia Amir Hamzah Amri Bakhtiar Anggun Pradilla Sandi Anggun Pradilla Sandi, Anggun Pradilla Apriyanto, Apriyanto Aprizon Putra Arasi Syamsir Arasi Syamsir Ardian Putra Arif Budiman Arsita, Yuliani Ayu Mairoza Ayu Mairoza Baqi, Ahmad Iqbal Betti Delmifiana Betti Delmifiana Bintara, S. Bunga Novia Citra Mardatillah Taufik Citra Mardatillah Taufik Claudia, Geby Dahyunir Dahlan Damanhuri, Harfiandri Damayanti, Elok Dedi Hermon Dedi Mardiansyah Defri Rahman Delni Sriwita Delni Sriwita Depi Nurdiati Depi Nurdiati, Depi Devi Pebrina Devi Pebrina Dewi Nainggolan, Christine Dian Fitriyani Dian Milvita Dwi Pujiastuti Dwi Puryanti Efendi, Zudit Elistia Liza Namigo, Elistia Elvaswer Elvaswer Erika Linda Yani Nasution F, Maduri Fauzi, Abas Febrina, Laura Amelia Feriska Handayani Irka, Feriska Handayani Firmansyah - Firmansyah - Fitiria, Zakiatul Giyalovta, Algozan Degesha Hamzan Wadi Hari Gusti Firnando Hari Gusti Firnando, Hari Gusti Harmadi Harmadi Harmen Zanur Hartatik , T. Harun, Lalu Ahmad Hawariyi Ola Yuzria Hawariyi Ola Yuzria Haya, Nabila Fadia Helga Dwi Fahyuan Helga Dwi Fahyuan Hendro Susilo Hendro Susilo Hidayati Susana Hidayati Susana, Hidayati Homiswadi, Homiswadi Hudoyo, Sapto Husnah, Ilma ihda khaira Ihda Khaira Ilma Husnah Imam Taufik Imam Taufiq Indang Dewata Indriwati Indriwati Iqbal Alief Ira Olimpiani Ira Olimpiani, Ira Irawan, A. Jaslia, Nora Zenestry Juwita Safitri, Juwita Kasman Ediputra, Kasman Khaira, Ihda Kurniaan, Rengga Adit Kurniawan, Rengga Adit Kustantinah Laila Sari Laila Sari Lailatul Marhamah Lenny Dermawan Sembiring Lestari, Asril Ayu Lidya Mozanna M. Taspika, M. Machmudah, Machmudah Maduri F Mahdi Mahdi Mahdi Mahdi Mahdi Mahdi, Mahdi Mairoza, Ayu Mairoza, Ayu Maiza, Rahmah Khairati Mardiyanto - Mardiyanto - Marhamah, Lailatul Marzuki Marzuki Mayestika, Nadya Melanz Hasan Melanz Hasan Melda Taspika Melda Taspika, Melda Meqorry Yusfi Mieke Wulandari Mirahwati, Mirahwati Mohammad Ali Shafii Mora Mora Mora Mozanna, Lidya Muhammad Ilham Muhammad Ilham Muhammad Rhohid Abdurrahim Muhibbatun, Muhibbatun Muldarisnur, Mulda Mutya Vonnisa Nabila Fadia Haya Nadya Mayestika Negara, Vamellia Sari Indah Nila Sriwahyuni Nila Sriwahyuni, Nila Ningsi, Sulastriya Nini Firmawati Noni Nopriantina Noni Nopriantina Nora Zenestry Jaslia Noraida Novia Alvionita Novia, Bunga Novita, Deli Nurhaleni, Nurhaleni Nurhidayah Sari, Nurhidayah NURUL AZIZAH Okti Mulyani, Okti Pebrina, Devi Peni Alpionita Peni Alpionita, Peni Priyadarshini, Rossyda Putri Azima Rafsanjani Putri Pratiwi Radika, Rezi Rahma Hayati Rahma Hayati Rahma Nella Rahma Nella Rahmad Rasyid Rahmah Khairati Maiza Rahmah Khairati Maiza Rahmah Khairati Maiza Rahmat Rasyid Rahmawati, Sri Andlina Ramacos Fardela Ramadhani, Melvira Raudhoh Raudhoh Rengga Adit Kurniaan Rengga Adit Kurniawan Resti Rahayu Resti Rahayu Rhomar, Zeflianto Riana Riana, Riana Risda Tussa’adah Rizchi Aulia Utami Rozi, Tika Yulian Rudi Febriamansyah Santika, Rahma Semeidi Husrin Setiani, Dwi Aluh Sintha Widiawati Siti Nur Aisyah Sonya Rahayu Sonya Rahayu Sri Handani Sri Oktamuliani Suci Miza Marta Ulfia Suci Miza Marta Ulfia, Suci Miza Marta Suparno . Syukri Arief Tesri Maideliza Tika Yulian Rozi Trengginas Eka Putra Sutantyo Try Al Tanto Tussa’adah, Risda Usna, Sri Rahayu Alfitri Utami, Rizchi Aulia Vamellia Sari Indah Negara Veronica, Yessi Virrisya Virrisya Virrisya, Virrisya Widiawati, Sintha Wijaya, O. Wildian Wildian Wilson Novarino Winata, Rizki Hardian Winda Rahayu Okta Yanti Winda Rahayu Okta Yanti Wulandari, Mieke Yandora, Chika Yanti, Winda Rahayu Okta Yanti, Winda Rahayu Okta Yessi Veronica Yolanda Oktaviani Yolanda Oktaviani Yossi Rahmadeni Yuliani Arsita Yulistriani, Yulistriani yunasfi yunasfi Yusfi, Meqqory Zanur, Harmen Zaunit, Muthia Miranda Zeflianto Rhomar Zelin, Hikmatul Gusti Fadhia Zudit Efendi Zudit Efendi Zulfi Zulfi Zulfi, Zulfi Zulhendri Zulhendri