Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Taxpayers Compliance Determinants Using Fischer Model Habib, Muamar Lutfil; Rahman, Yozi Aulia
Efficient: Indonesian Journal of Development Economics Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/efficient.v4i2.44858

Abstract

This study aimed to analyze factors influencing person's taxpayer compliance in paying Granting Income tax (PPh 21) in Semarang City. It was in form of a descriptive quantitative approach. The type of data used in this study was primary data collected using survey method. 9 independent variables and one dependent variable were involved in this investigation and further analyzed using multiple regression analysis using SPSS 25. It was found that gender influenced taxpayer compliance, while each of the gender had no significant difference. The level of education had a positive effect on taxpayer compliance, the effectiveness of the taxation systems had no effect, the possibility of detection and penalties had a negative and significant effect on taxpayer compliance, tax rates did not have a significant effect on taxpayer compliance, tax system justice had no significant effect significant on taxpayer compliance, social environment had a positive and significant impact on taxpayer compliance, and opportunities for non-compliance had a negative and significant impact on taxpayer compliance. The last, income levels had a positive and significant impact on taxpayer compliance. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan wajib pajak seseorang dalam membayarkan wajib pajak PPh 21 yang ada di Kota Semarang. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei. Variabel yang dipakai pada penelitian ini berjumlah 9 variabel independen dan 1 variabel dependen. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan menggunakan SPSS 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gender memiliki pengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak, wajib pajak laki-laki dan peremuan tidak menunujukan adanya perbedaan yang signifikan. Tingkat pendidikan, berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak, Efektivitas sistem perpajakan tidak memiliki pengaruh, kemungkinan deteksi dan pinalti memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, tarif pajak tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, Keadilan sistem perpajakan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, Lingkungan sosial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, Peluang untuk tidak patuh memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, dan Tingkat pendapatan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak.
Dynamic Forecasting of Government Foreign Debt: Case of Indonesia Rahman, Yozi Aulia; Pujiati, Amin
JEJAK: Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Vol 14, No 1 (2021): March 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jejak.v14i1.29715

Abstract

This study aims to forecast the value of the Indonesian government foreign debt in 2020-2024. The secondary data of time series during the period of 2010-2019 on Indonesian government foreign debt are used as the basis of forecasting for the next five years by using ARIMA (Autogressive Integrated Moving Average). The results show that the selected ARIMA models for forecasting are ARIMA (3,1,3) after the unit root test is carried out and 16 ARIMA models are tested. The value of government foreign debt is predicted to keep increasing from 2020 to 2024 amounted to USD 253.01. Then, compared to government debt in January 2010, within 11 years, government foreign  debt is predicted to rise by 169.6%.
FINANCIAL LITERACY OF CAPITAL MARKETS TO REALIZE ECONOMIC INDEPENDENCE Rahmayani, Dwi; Azizah, Farida Nur; Rahman, Yozi Aulia; Oktavilia, Shanty; Bowo, Prasetyo Ari
Indonesian Journal of Devotion and Empowerment Vol 3 No 2 (2021): December 2021
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijde.v3i2.45640

Abstract

Pasar modal dapat diartikan sebagai pasar yang menyediakan berbagai instrumen surat berharga yang diterbitkan pemerintah, maupun pihak swasta. Instrumen pasar modal seperti saham, obligasi jangka panjang, dan dana reksa mampu mejadi pilihan investasi yang dapat memberikan potensi imbal balik (capital gain) di masa depan. Berdasarkan Survei OJK pada 2019, indeks literasi keuangan dan inklusi keuangan masyarakat pedesaan berada di angka 34,53 persen dan 68,49 persen. Dari data tersebut, terbukti bahwa wawasan, kesadaran, ketertarikan masyarakat pedesaan Indonesia terhadap literasi dan inklusi keuangan seperti pasar modal masih terbatas. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan dasar ilmu, kesadaran, dan ketertarikan masyarakat pedesaan terhadap pasar modal kepada masyarakat di Desa Lobang, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang. Kegiatan telah direalisasikan pada 2020. Metode yang digunakan adalah pendekatan aksi berupa sosialisasi mengenai pentingnya investasi, dan edukasi teoritis pasar modal, serta analisa kondisi pasar modal. Edukasi literasi pasar modal meliputi dasar teori dan analisis pasar modal. Hasil kegiatan menunjukan bahwa, kebanyakan masyarakat Desa Lobang mengalami peningkatan dari tidak tahu menjadi tahu tentang pasar modal. Diharapkan kedepannya, masyarakat Desa Lobang yang sudah mengikuti kegiatan ini tertarik untuk mulai melakukan investasi di pasar modal. A capital market can be interpreted as a market that provides various instruments of securities issued by the government, as well as private parties. Capital market instruments such as stocks, long-term bonds, and Danareksa can be an investment options that can provide potential capital gains in the future. Based on the OJK Survey in 2019, the index of financial literacy and financial inclusion of rural communities was at 34.53 per cent and 68.49 per cent. From the data, it is proven that the insight, awareness, interest of rural Indonesian people towards financial literacy and inclusion such as capital markets is still limited. This activity aims to increase the basis of knowledge, awareness, and interest of rural communities in the capital market to the community in Lobang Village, Limpung Subdistrict, Batang Regency. Activities have been realized in 2020. The method used is an active approach in the form of socialization about the importance of investment, and theoretical education of capital markets, as well as analysis of capital market conditions. Capital market literacy education includes the basis of capital market theory and analysis. The results of the activity showed that most lobang villagers experienced an increase from not knowing to know about the capital market. It is expected that in the future, the people of Lobang Village who have participated in this activity are interested in starting to make investments in the capital market.
Strategi Realisasi Usulan Hasil Musrenbang dalam RKPD di Kecamatan Candisari Kota Semarang Megawati, Novi; Rahman, Yozi Aulia
Efficient: Indonesian Journal of Development Economics Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/efficient.v1i2.27613

Abstract

The aims of this research is to find out and identify the cause of the low result realization of musrenbang and to determine the strategy of increasing the result realization of musrenbang in RKPD of Candisari District Semarang City. The methods used in this research is descriptive and AHP (Analytical Hierarchy Process). The Informants of this research are 10 keypersons consisting of the community representations, the sub-district representations and the district representations. The results of the research by using analytical hierarchy process shows that the strategy of increasing the result realization of musrenbang consist of some programs criteria which prioritised that are human resource aspect, regulation aspect and budget aspect. The Alternative of priority program is by giving socialization to the community before committing of musrenbang . Furthermore, it creates a sense of community ownership in the management of local government, and ensures the existence of transparency, accountability and public interest. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengidentifikasi penyebab dari rendahnya realisasi usulan hasil musrenbang dalam RKPD serta menentukan strategi peningkatan realisasi usulan hasil musrenbang dalam RKPD Kecamatan Candisari Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan alat analisis deskriptif dan AHP (Analytical Hierarchy Process). Informan dari penelitian ini terdiri dari 10 keyperson yang terdiri dari unsur perwakilan masyarakat, kelurahan, kecamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi peningkatan realisasi usulan hasil musrenbang terdiri atas beberapa kriteria program yang diprioritaskan yaitu aspek sumber daya manusia, aspek regulasi dan aspek anggaran. Alternatif prioritas program yaitu dengan pemberian sosialisasi kepada masyarakat sebelum musrenbang dilaksanakan. Selanjutnya yaitu menciptakan rasa memiliki masyarakat dalam pengelolaan pemerintah daerah, serta menjamin terdapatnya transparansi, akuntabilitas dan kepentingan umum.
Study of the Collection and Potency of Rural and Urban Land and Building Tax Nisa, Sofiatun; Rahman, Yozi Aulia
Efficient: Indonesian Journal of Development Economics Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/efficient.v2i1.28448

Abstract

The purpose of this research is to find out and analyze the development, classification, and strategy of increasing Rural and Urban Land and Building Tax revenue in Kendal Regency. The method used in this research is quantitative research method using five analyzes, namely growth analysis, effectiveness analysis, contribution analysis, classification analysis, and AHP analysis (Analytical Hierarchy Process). The results of this study indicates that the growth of Rural and Urban Land and Building Tax revenues in Kendal Regency in 2014-2017 tends to increase, except in 2015. The average growth of Rural and Urban Land and Building Tax in Kendal Regency 2014-2017 amounted to 5.23%. The average of effectiveness rate of Rural and Urban Land and Building Tax in Kendal Regency is 95.63% included in the effective criteria. The average contribution of Rural and Urban Land and Building Tax to to Local Government Revenue (PAD) of Kendal Regency is 5.79% with criteria very low contribution. The classification of Rural and Urban Land and Building Tax revenues in Kendal Regency 2015-2017 belongs to the category of potential revenue. Based on the results of AHP, it can be seen that the strategy of increasing Rural and Urban Land and Building Tax revenues in Kendal Regency consists of several priority programs, namely: first, taxpayers participation (0.285); second, human resources of tax management (0.280); third, tax administration and services (0,248) and fourth, policy of tax management (0,188). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengembangan, klasifikasi, dan strategi peningkatan pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan di Kabupaten Kendal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan lima analisis, yaitu analisis pertumbuhan, analisis efektivitas, analisis kontribusi, analisis klasifikasi, dan analisis AHP (Analytical Hierarchy Process). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan di Kabupaten dan Kota di Kabupaten Kendal pada tahun 2014-2017 cenderung meningkat, kecuali pada tahun 2015. Rata-rata pertumbuhan Pajak Bumi dan Bangunan di Kabupaten Kendal 2014-2017 sebesar 5,23%. Rata-rata tingkat efektivitas Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan di Kabupaten Kendal adalah 95,63% termasuk dalam kriteria efektif. Kontribusi rata-rata Pajak Bumi dan Bangunan Desa dan Perkotaan terhadap Pendapatan Pemerintah Daerah (PAD) Kabupaten Kendal adalah 5,79% dengan kriteria kontribusi sangat rendah. Klasifikasi pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan di Kabupaten Kendal 2015-2017 termasuk dalam kategori pendapatan potensial. Berdasarkan hasil AHP, dapat dilihat bahwa strategi peningkatan penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Desa dan Perkotaan di Kabupaten Kendal terdiri dari beberapa program prioritas, yaitu: pertama, partisipasi wajib pajak (0,285); kedua, sumber daya manusia manajemen pajak (0,280); ketiga, administrasi dan layanan pajak (0,248) dan keempat, kebijakan manajemen pajak (0,188).
Effectiveness and Strategy Policy of Micro Business License Through Online Handoyo, Arif Yoga; Rahman, Yozi Aulia
Efficient: Indonesian Journal of Development Economics Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/efficient.v3i2.39294

Abstract

The government of Semarang city has established a licensing service that is based online for micro and Small business license of micro Enterprise through Online or i-Jus Melon in realizing the improvement of public service quality and increased number of micro-enterprises And small in Semarang city, but in the implementation is still found some obstacles and in the year 2018 decreased the number of micro and small businesses. The research aims to analyse (1) micro and small business profiles in Semarang city, (2) the level of effectiveness of i-Jus Melon, (3) The development strategy of i-Jus Melon. The data analysis technique used is a descriptive percentage analysis and Analytical Hierarchy Process (AHP). The results show that implementation of the policy of i-Jus Melon on micro and small business in Semarang city has been running quite effectively with the result of effectiveness calculation of 68.3 percent. The priority order of the first i-Jus Melon policy development strategy was the government's policy of 40 percent in value, the second was the construction weighing a value of 35.3 percent, and the third was a partnership with value weights of 24.8 percent. Pemerintah kota Semarang telah membentuk layanan perizinan yang berbasis online untuk usaha mikro dan kecil dari Usaha Mikro melalui Online atau i-Jus Melon dalam mewujudkan peningkatan kualitas layanan publik dan peningkatan jumlah usaha mikro dan kecil di kota Semarang , namun dalam implementasinya masih ditemukan beberapa kendala dan pada tahun 2018 menurun jumlah usaha mikro dan kecil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) profil usaha mikro dan kecil di kota Semarang, (2) tingkat efektivitas i-Jus Melon, (3) Strategi pengembangan i-Jus Melon. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis persentase deskriptif dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan i-Jus Melon pada usaha mikro dan kecil di kota Semarang telah berjalan cukup efektif dengan hasil perhitungan efektivitas 68,3 persen. Urutan prioritas strategi pengembangan kebijakan i-Jus Melon pertama adalah kebijakan pemerintah yang nilainya 40 persen, yang kedua adalah konstruksi dengan bobot 35,3 persen, dan yang ketiga adalah kemitraan dengan bobot nilai 24,8 persen.
Taxpayers Compliance Determinants Using Fischer Model Habib, Muamar Lutfil; Rahman, Yozi Aulia
Efficient: Indonesian Journal of Development Economics Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/efficient.v4i2.44858

Abstract

This study aimed to analyze factors influencing person's taxpayer compliance in paying Granting Income tax (PPh 21) in Semarang City. It was in form of a descriptive quantitative approach. The type of data used in this study was primary data collected using survey method. 9 independent variables and one dependent variable were involved in this investigation and further analyzed using multiple regression analysis using SPSS 25. It was found that gender influenced taxpayer compliance, while each of the gender had no significant difference. The level of education had a positive effect on taxpayer compliance, the effectiveness of the taxation systems had no effect, the possibility of detection and penalties had a negative and significant effect on taxpayer compliance, tax rates did not have a significant effect on taxpayer compliance, tax system justice had no significant effect significant on taxpayer compliance, social environment had a positive and significant impact on taxpayer compliance, and opportunities for non-compliance had a negative and significant impact on taxpayer compliance. The last, income levels had a positive and significant impact on taxpayer compliance. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan wajib pajak seseorang dalam membayarkan wajib pajak PPh 21 yang ada di Kota Semarang. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei. Variabel yang dipakai pada penelitian ini berjumlah 9 variabel independen dan 1 variabel dependen. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda dengan menggunakan SPSS 25. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gender memiliki pengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak, wajib pajak laki-laki dan peremuan tidak menunujukan adanya perbedaan yang signifikan. Tingkat pendidikan, berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak, Efektivitas sistem perpajakan tidak memiliki pengaruh, kemungkinan deteksi dan pinalti memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, tarif pajak tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, Keadilan sistem perpajakan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, Lingkungan sosial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, Peluang untuk tidak patuh memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak, dan Tingkat pendapatan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak.
Analysis of Working Decision of Elderly in Yogyakarta Province Yozi Aulia Rahman; Nindya Haryo Permadi
AFEBI Economic and Finance Review Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47312/aefr.v5i01.417

Abstract

This research aimed to analyse the the social-economis factors influencing the working decisions of elderly in Yogyakarta Province. The sample used was the elderly population of Special Region of Yogjakarta province aged 60 years amounted to 1.906 people following the number of respondents of Susenas in 2016. The analytical tool used is Binary Logit Regression using SPSS 21.The results show that the number of productive elderly people was 57,50% from the whole number of elderly people. The elderly workers dominantly work in the agriculture sector. Their profession is as an entrepreneur and mostly helped by their workers and others are as full time force workers. Binary regression test showed that duration of illness, hospitalization, dependent burden, living location, and pension guarantee significantly negative influence to their decision to go working. Meanwhile, level of primary education, marital status, and their status in the household positively significant influence to work. In addition, gender, level of secondary and higher education, and their household expenses do not significantly influence to their decision to work in the Special Region of Yogjakarta province in 2016.
KAJIAN KESIAPAN STAKEHOLDER INDUSTRI PERDAGANGAN DAN JASA TERHADAP ERA INDUSTRI 4.0 Sucihatiningsih DWP; Wahyu Hardyanto; Yozi Aulia Rahman; Phany Ineke Putri; Dyah Maya Nihayah
Jurnal Riptek Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.743 KB) | DOI: 10.35475/riptek.v13i2.66

Abstract

Sektor industri perdagangan dan jasa memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian Kota Semarang. Selain, menyumbang kontribusi terhadap PDRB Kota Semarang, juga menyerap tenaga kerja yang banyak. Seiring dengan perkembangan industri 4.0 yang mengarah pada teknologi tinggi (high-tech) dan penggunaan Internet Of Things (IOT), maka Sektor industri perdagangan dan jasa di Kota Semarang harus dapat menyesuaikan diri dan bersiap dengan perubahan mekanisme tersebut.Tujuan penelitian ini untuk (1) Mendeskripsikan dan menganalisis kesiapan stakeholder industri perdagangan dan jasa (industri, pemerintah daerah, masyarakat dan UMKM Perguruan Tinggi dan Media) dalam era industri 4.0. (2) Menyusun rekomendasi strategi yang dapat dilakukan oleh stakeholder industri perdagangan dan jasa dalam menghadapi perkembangan industri 4.0.Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat explorative. Data yang digunakan adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Dalam penelitian ini, data primer yang dibutuhkan mencakup; Survei kesiapan industri perdagangan dan jasa dengan enam indikator penilaian. Survei tersebut ditujukan kepada para pengusaha di bidang industri perdagangan dan jasa. Ada 2 metode analisis yang digunakan untuk menjawan pertanyaan dalam penelitian ini yaitu yang pertama adalah analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif dan yang kedua adalah analisis SWOT.            Hasil penelitian menunjukan bahwa Kesiapan sektor industri Kota Semarang dalam menghadapi era industri 4.0 berada pada level 3 atau experienced (berpengalaman) dengan nilai rata-rata 3,08. Hasil tersebut didorong oleh beberapa perusahaan berskala nasional yang berada di kawasan industri dengan cakupan pasar yang luas dan dalam proses produksi hingga distribusi telah menggunakan bantuan teknologi maupun mesin yang dapat dilakukan secara otomatis. Pemerintah daerah telah menerapkan sistem pelayanan kepada masyarakat secara Online dengan penerapan semarang smart city seperti Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, dan Smart Environment. Masyarakat Kota Semarang memiliki kesiapan dalam menghadapi industri 4.0 baik dinilai dari aspek IPM, pendidikan, garis kemiskinan dan indikator lainnya. Secara garis besar, UMKM di Kota Semarang belum siap dalam penerapan teknologi dalam kegiatan bisnisnya. Dari aspek produk dan layanan, UMKM yang telah menggunakan EDC (Electronic Data Capture) hanya baru 16% dan yang menggunakan metode pembayaran melalui fintech hanya 12%. Kemudian dari aspek model bisnis, UMKm yang telah menggunakan perangkat komputer hanya sekitar 28%,UMKM yang memiliki fasilitas jaringan internet sebesar 38% dan UMKM yang menggunakan mesin dan peralatan otomatis sekitar 41%. Selanjutnya dari aspek strategei dan organisasi, meskipun sebagian besar pelaku UMKM telah memiliki kecakapan dalam penggunaan teknologi, namun UMKM yang menggunakan transaksi non tunai baru sekitar 32%. Perguruan tinggi di Kota Semarang baik negeri maupun swasta telah siap dalam menghadapi era industri 4.0. hal ini dapat dilihat dari sudah tersedianya banyak perguruan tinggi yang telah memiliki kurikulum yang sesuai dengan era industri 4.0. Media massa di Kota Semarang belum sepenuhnya siap dalam menghadapi era industry 4.0, hal ini dapat dilihat dari belum semua media massa yang ada di Kota Semarang yang memiliki aplikasi berbasis smartphone di dalam menjalankan bisnisnya.
POTENSI PENGEMBANGAN PASAR TEMATIK DI KOTA SEMARANG Margunani Margunani; Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti; Asrori Asrori; Yozi Aulia Rahman; Nurjannah Rahayu Kistanti
Jurnal Riptek Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.768 KB) | DOI: 10.35475/riptek.v12i2.8

Abstract

To maintain the existence of traditional markets, one of the efforts that can be done is to make traditional markets become thematic markets. The purpose of this study is to identify the potential development of thematic markets in Semarang City and to find out the thematic market development strategies in Semarang City. This research method is secondary data and primary data. Determination of samples in this study was carried out by purposive sampling method, that is judgment sampling. The analytical method uses description analysis, and SWOT analysis. The results of the study show that the potential of thematic market development in Semarang City is directed at two things, (a) thematic-based products, (b) themati-based village (c) based on creative economy. The potential of thematic / tourism village based thematic market development is directed at thematic villages that have been formed and developed by each Subdistrict according to their characteristics, potential and superiority. Some thematic market development strategies based on SWOT Analysis are facilitation of funds and bureaucracy in the development of thematic markets, conducting marketing promotions on thematic markets on a regular basis to the community, and empowering the market community. Efforts should be made to integrate tourism villages, thematic products, industrial centers and people's markets in maximizing the development of thematic markets in the city of Semarang so that there is no need to build new thematic markets that spend a lot of budget.