Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

HUBUNGAN KELELAHAN KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS PADA PEKERJA BAGIAN SEWING PT MAJU ABADI GARMENT Maysyanda, Charista; Wartini, Wartini; Ani, Nur; Nugroho, Farid Setyo
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 2 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i2.2749

Abstract

Kelelahan kerja merupakan salah satu elemen yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja. Menurut temuan survei awal yang dilakukan pada bulan Mei 2025 di PT Maju Abadi Garment, 70% karyawan bagian jahit melaporkan mengalami gejala kelelahan, termasuk sakit kepala, nyeri pinggang, dan penglihatan kabur. Rata-rata lembur selama dua bulan sebelumnya adalah 80 jam, yang setara dengan 33,3% lebih banyak jam kerja per bulan. Hasil ini menyoroti betapa pentingnya mengendalikan kelelahan terkait pekerjaan untuk menjaga produktivitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kelelahan kerja dan produktivitas pada pekerja jahit di PT Maju Abadi Garment di Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini melibatkan 75 responden yang dipilih dengan menggunakan strategi total sampling dan menggunakan desain cross-sectional dan metodologi kuantitatif. Kuesioner Kelelahan Kerja IFRC digunakan untuk mengukur variabel independen tingkat kelelahan (rendah, sedang, dan tinggi) dan variabel dependen pencapaian target produktivitas (tercapai atau tidak) dengan menggunakan lembar pencatatan produktivitas. Uji chi-square dengan ambang batas signifikansi 0,05 digunakan untuk mengevaluasi data. Berdasarkan temuan, lebih dari setengah responden (52%) gagal mencapai target produktivitas kerja, dan mayoritas responden (45,3%) melaporkan tingkat kelelahan kerja yang sedang. Terdapat korelasi yang substansial antara produksi dan kelelahan, menurut studi statistik
Perception of People Living with HIV/AIDS on Social Stigma of HIV/AIDS in Sukoharjo District Haryanti, Titik; Wartini, Wartini
Kesmas Vol. 13, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The stigma of wrong society about HIV / AIDS is one of the obstacles to prevention and control of HIV / AIDS in Sukoharjo District. This study aims to determine the relationship of characteristics, causal factors and duration of HIV / AIDS with the perception of people living with HIV to the stigma of society about HIV / AIDS in Sukoharjo District. The research used is analytical descriptive with cross sectional approach. The population is all people with HIV / AIDS until April 2016 amounted to 256 with a sample of 156 people with sampling technique quota sampling. Bivariate analysis with chi square test and multivariate analysis with linear regression. The results showed that most of the respondents were 30-40 years old (69.2%), male gender (60.9%), secondary education (44.2%), private employment (30.8%), HIV / AIDS (66.7%), HIV / AIDS-related causes of freedom (55.8%) and negative perceptions of community stigma about HIV / AIDS (67.9%). The statistical test shows that there is a relationship between age (p value = 0.001) and last education (p value = 0.015) with the perception of people living with HIV / AIDS on community stigma about HIV / AIDS. Multiple regression test is known that the age and the last education of respondents together influence the perception of people living with HIV to the stigma of society about HIV / AIDS and education have more influence than age respondent. The need to provide true information about HIV / AIDS both to PLWHA and the community so that there is no negative stigma about HIV / AIDS.
The Relationship of Individual, Psychological and Organizational Factors with Nurses' Hand Hygiene Adherence Wartini, Wartini; Komariah, Maria; Nurhakim, Furkon
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 1 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i1.2824

Abstract

The background of low hand hygiene adherence is a problem where this is important to maintain the quality and safety of patients in hospitals. Individual factors, psychological factors and organizational factors influence adherence with five moments hand hygiene which is still low. The aim of this research was to identify factors related to nurses' adherence in implementing the five moments hand hygiene. The correlational analytical research method with a cross-sectional approach was carried out at RSUD Sumedang at November 2023 with samples of 123 nurses. The questionnaire used was based on Herzbergh's motivation theory and the Manchester Clinical Supervison Scale 26-item (MCSS-26). Univariate analysis with frequency distribution, bivariate test using Chi Square, and multivariate analysis with logistic regression. The results show that there is dominant influencing factors supervision (3.178), attitude (2.921) and knowledge (0.138). The conclusion of this research is that there is a relationship between individual factors, psychological factors and organizational factors on adherence with five moments hand hygiene . The dominant influencing factors are supervision, attitude and knowledge. Suggestions for increasing knowledge through education and training as well as regular feedback, giving rewards to increase motivation. Increased supervision through strengthening the functions of IPCLN and IPCN.
UPAYA PENGENDALIAN KEBISINGAN PADA GENSET 512 kVA Gunawan, Yuzri; Wartini, Wartini; Nurbaya, Fiqi Nurbaya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27000

Abstract

Kebisingan merupakan salah satu faktor bahaya fisik di lingkungan kerja. Kebisingan adalah bunyi yang tidak diinginkan dari usaha atau kegiatan dalam tingkat dan waktu dan tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan mengevaluasi implementasi tindakan pengendalian intensitas kebisingan yang dihasilkan oleh genset dengan daya listrik 512 kVA. Metode pada penelitian ini adalah deskriptif dan evaluative. Metode penelitian adalah deskriptif yaitu metode untuk menggambarkan kondisi yang saat ini terjadi di lingkungan kerja dengan paparan bising serta upaya keselamatan kesehatan kerja dan lingkungan kerja yang diterapkan perusahaan dan metode evaluatif adalah metode untuk mengevaluasi hasil pengukuran intensitas kebisingan dengan standar nilai yang telah ditetapkan oleh peraturan yang berlaku. Pengukuran intensitas kebisingan menggunakan sound level meter. Hasil implementasi tindakan pengendalian kebisingan genset yang melibatkan 4 elemen di titik pengukuran kebisingan di ruangan kontrol panel listrik adalah intensitas kebisingan turun menjadi 49,50 dB sampai dengan 57,90 dB. Selisih penurunannya mulai dari 16,50 dB sampai dengan 23,80 dB atau secara prosesntase turun mulai dari 22,18% sampai dengan 32,34% di banding dengan pengukuran kebisingan genset tanpa implementasi pengendalian. Interval kebisingan 49,50 dB sampai dengan 57,90 dB masuk dalam zona B dan C dan dinyatakan layak untuk area pekerjaan perkantoran dan pendidikan.
PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA BERDASARKAN SMK3 PP 50 TAHUN 2012 166 KRITERIA PADA PABRIK GULA RAFINASI DI PT. PERMATA DUNIA SUKSES UTAMA Beknazar, Achmad Hait Aliyumni; Wartini, Wartini; Ani, Nur; Kameswara, Gilang Mahesa
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27546

Abstract

Pabrik gula rafinasi merupakan pabrik yang memiliki proses produksi pengelolahan dari bahan dasar Raw Sugar menjadi Gula Rafinasi dan memiliki tingkat potensi bahaya dan resiko tinggi, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 50 Tahun 2012 tentang tingkat potensi bahaya tinggi, perusahaan yang memiliki potensi bahaya dapat mengakibatkan kecelakaan yang merugikan manusia, terganggunya proses produksi dan terjadinya pencemaran lingkungan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di PT. Permata Dunia Sukses Utama menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 50 Tahun 2012 dengan 166 Kriteria. Jenis penelitian yang digunakan adalah Mix Method (Penelitian Kuantitatif yang memperkuat penelitian kualitatif) data analisa secara deskriptif sehingga diperoleh kesimpulan, selanjutnya dibandingkan dengan standard regulasi PP Nomor 50 Thaun 2012 tentang penerapan SMK3. Hasil yang diperoleh bahwa penerapan SMK3 di PT. Permata Dunia Sukses Utama dengan variabel penelitian komitmen dan kebijakan K3, perencanaan K3, Pelaksanaan rencana K3, pengukuran dan evaluasi kinerja K3, serta tinjauan ulang dan peningkatan oleh pihak manajemen terhadap penerapan SMK3 telah sesuai dengan regulasi PP Nomor 50 Tahun 2012 dengan kategori penilaian diri dengan jumlah kriteria yang tercapai 162 Kriteria dari total 166 kriteria penerapan tigkat lanjutan, dengan kata lain pencapaian penerapan sebesa 97,5 % termasuk dalam kategori perusahaan dengan tingkat penilain penerapan memuaskan. Pihak PT. Permata Dunia Sukses Utama ini dapat mendapatkan dan meningkatkan penerapan SMK3.
Implementasi Hot Work Permit sebagai Upaya Pencegahan Kecelakaan di Proyek Jaringan Distribusi Utama SPAM Wosusokas Segmen 3 Arham Hanif Febria; Iik Sartika; Nur Ani; Wartini, Wartini
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v4i3.5224

Abstract

Wosusokas SPAM Main Distribution Network Project Segment 3 PT PP-Selaras Join Operation involves various work activities, one of which hot work activities that have high potential fire hazards. During project implementation period, 11 near miss incidents and 25 cases Non-Conformity were recorded in hot work. This study examine implementation hot work permit system effort to prevent work accidents. Study used qualitative descriptive approach with data collection techniques through indepth interviews, observation, and documentation. Subjects this study consisted 6 informants. The object this study was implementation hot work permits at PT PP-Selaras Join Operation. Data analysis was carried out through reduction, presentation, and drawing conclusions. Data validity tested using triangulation sources and methods. Implementation hot work permit carried determining work area through field assessment covering activities such welding, cutting, and grinding. Preparation stage included initial coordination, preparation work methods and JSA, hazard control. Permit valid for 12 hours after validation, but hampered by limited gas testing, number of supervisors, and size of the work area. Hot work permit process has been running well, indicated by the placement documents on permit board, permit extension, supervision, suspension, and emergency handling. Completion hot work permit after work area declared safe through final inspection, closure validation, and permit storage. Implementation of hot work permits on project has been running well through systematic stages, optimization implementation hot work permits can through digitalization of work permits and addition supervisory personnel to ensure all work areas undergo gas testing to minimize potential hazards.
Alat Pelindung Diri Sebagai Upaya Mencegah Risiko Pada Pekerja Sablon Plastik Di Desa Bolon Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah Wartini, Wartini; Sartika, Iik; Haryanti, Titik; Ani, Nur
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i1.13146

Abstract

Background: Bahaya yang teridentifikasi dari pekerjaan sablon plastik yang dominan yaitu bahaya kimia dan bahaya ergonomi. Bahaya yang muncul tersebut jika tidak dilakukan pengendalian dengan baik akan memberikan risiko pada pekerja berupa keracunan akibat menghirup bahan kimia (thiner dan tinta) dan keluhan musculoskeletal akibat sikap kerja yang tidak ergonomis. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan pengetahuan pekerja sablon plastic tentang risiko bahaya dan mampu melakukan upaya pencegahan resiko. Metode: Mitra dalam pengabdian ini adalah Usaha Sablon Plastik. Jumlah peserta sebanyak 10 orang pekerja. Metode kegiatan dengan ceramah diskusi dan simulasi, Teknik pengambilan data melalui kuesioner pre dan posttest yang dilakukan sebelum kegiatan sosialisasi sialisasi dan simulasi penggunaan alat pelindung diri. Hasil: Kegiatan advokasi ini dilaksanakan pada pemilik usaha sablon, bertujuan untuk mendapatkan dukungan dari pemilik usaha sablon agar ikut serta dalam pencegahan resiko paparan zat kimia pada pekerja sablon dan pemilik usaha sablon menyambut dengan antusias dan ikut serta dalam kegiatan pengabdian. Kegiatan sosialisasi untuk mengukur keberhasilan dengan melakukan pretest dan posttest dengan hasil pretest dan posttest peningkatan rerata nilai sesuai target yaitu sebesar 47,3%.  Pekerja juga diberikan simulasi penggunaan alat pelindung diri berupa respirator sehingga dapat menerapkan pemakaian respirator dengan benar.
Pengaruh Goodwill, Profitabilitas, Struktur Aset, Dan Pertumbuhan Penjualan Terhadap Struktur Modal Wartini, Wartini; Hendrani, Ai
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.12222

Abstract

Struktur Modal menjadi aspek penting dalam manajemen keuangan pada suatu korporasi, hal ini disebabkan struktur modal dapat membantu korporasi guna peningkatan nilai dan kepercayan investor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh goodwill, profitabilitas, struktur aset dan pertumbuhan penjualan terhadap struktur modal pada perusahaan sektor food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020 – 2023. Struktur modal pada penelitian ini di proksikan dengan Debt Equaty Ratio (DER). Desain penelitian kausalitas dan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode purposive sampling terhadap 26 perusahaan serta analisis data menggunakan regresi linear berganda melalui software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa goodwill berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap struktur modal, profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap struktur modal, struktur aset berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal, sedangkan pertumbuhan penjualan berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap struktur modal. Secara simultan, keempat variabel tersebut memengaruhi struktur modal dengan kontribusi sebesar 22,8%.Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa manajer keuangan perusahaan perlu memprioritaskan penguatan struktur aset dan pemanfaatan laba ditahan sebagai sumber pembiayaan, serta tidak bergantung sepenuhnya pada goodwill atau pertumbuhan penjualan dalam penentuan struktur modal.
Analysis of the Implementation of the SAP (Safety Accountability Program) Digital Reporting Application in Reducing Workplace Accidents at the PT Energi Batubara Lestari Coal Mine Aminuddin, Arief; Maharani, Nine Elissa; Ani, Nur; Wartini, Wartini
Journal Research of Social Science, Economics, and Management Vol. 5 No. 2 (2025): Journal Research of Social Science, Economics, and Management
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jrssem.v5i2.1097

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of the digital SAP application in reducing workplace accidents in a coal mining company in South Kalimantan. The research method employed a descriptive quantitative case study approach, involving 150 respondents from various departments. Data were collected through accident documentation over a 12-month period (6 months before and 6 months after implementation of the application), questionnaires, interviews, and field observations. Data analysis was carried out using descriptive comparisons and paired t-tests to examine the significance of accident reduction. The results show a 75% decrease in workplace accidents after the application was implemented. The number of SAP reports in 2025 was consistently higher compared to 2024, with a significant difference of around 2.000–3.000 reports per month, reflecting a more consistent reporting culture. This indicates system improvement and increased worker participation following the full implementation of the digital SAP application in 2025. Surveys revealed that 85% of respondents found the application easy to use, 78% stated it encouraged them to be more proactive in maintaining safety, 75% reported an improved safety culture, and 85% felt the application helped reduce potential hazards. In conclusion, the digital SAP application has proven effective in strengthening the OSH reporting system, increasing worker participation, accelerating follow-up actions, and significantly reducing workplace accidents. This study recommends the broader adoption of the digital SAP application in the mining industry as part of a strategy towards a proactive and sustainable safety culture.