Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI PENGGUNAAN METODE SNOWBALL THROWING DI KELAS III SD 007 TELUK SEBONG Wartini, Wartini
Jurnal Pembelajaran Prospektif Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpp.v9i2.91374

Abstract

Harapan dan kebanggaan seorang guru adalah apabila materi yang disajikan dapat dikuasai sempurna oleh peserta didik. Untuk mencapai tujuan tersebut guru harus menciptakan pembelajaran yang menarik sehingga peserta didik dapat dengan mudah memahami materi yang diberikan. Untuk meningkatkan  hasil  belajar siswa peneliti menggunakan Metode Snowball Throwing dalam pembelajaran IPS   di  kelas III SD Negeri 007 Teluk Sebong. Hal ini dikarenakan, dalam Metode Snowball Throwing, terdapat unsur bermain di dalamnya (learning by doing and playing). Berdasarkan data yang telah diperoleh dari hasil ulangan tersebut, mendorong peneliti untuk melakukan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belsjar IPS melalui penggunaan metode Snowball Throwing di kelas III SDN 007 Teluk Sebong TP 2018-2019. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa sekolah dasar kelas III Sekolah Dasar Negeri 007 Teluk sebong Kecamatan Teluk Sebong Kabupaten Bintan. Adapun instrumen yang digunakan adalah hasil ujian atau ulangan yang dilaksanakan dalam pembelajaran IPS. Data-data yang telah terkumpul tersebut dianalisis dan diolah menggunakan teknik analisis deskriptif sebagai acuan dalam menarik kesimpulan. Penelitian ini melalui tiga tahap, yaitu observasi, siklus I, dan siklus II. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) dengan metode Snowball Throwing pembelajaran akan lebih bermakna dan tahan lama; (2) Metode Snowball Throwing     terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pebelajaran IPS; (3) Dengan menggunakan metode yang efektif maka pembelajaran akan lebih menyenangkan dan lebih memudahkan anak; (4) Perbaikan pembelajaran sangat diperlukan guna peningkatan kuanlitas pendidikan
ANALISA RISK ASSESMENT BERDASARKAN PERMENKES NO. 25 TAHUN 2019 DI UNIT LABORATORIUM, LPFK KEMENKES X Ani, Nur; Wartini, Wartini; Julia, Pertiwi; Titik, Haryanti; Iik, Sartika
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Berkala (JIKeMB) Vol 6 No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jikemb.v6i2.6346

Abstract

Urgency: Working in a laboratory often brings us into contact with hazardous chemicals, flammable materials, sharp objects, blood, hazardous specimens, and various heavy equipment. Based on a preliminary study on December 8, 2023, the LPFK Kemenkes Banjarbaru is an agency that has collaborated with FKMIK in terms of the Tri Dharma of Higher Education. The results of a preliminary study conducted on December 8, 2023 at the LPFK Kemenskes Banjarbaru, it is known that in the work process there are potential risks whose risk profiles and risk categories are not yet known. Where these risks will interfere with organizational processes and must be controlled. Objective: This study aims to identify hazards, determine the level of danger, group risk profiles and risk categories. The importance of this research is to reduce the risk of work accidents, making it one of the references for reducing the number of work accidents. Method: This type of research is descriptive qualitative, the research variables used are single variables, namely risk assessment/risk management, the targeted outputs in this study are indexed publications in Sinta 3 and pocket books. Result : The results of risk identification in the laboratory work unit at LPFK X based on the assessment of the standard of Permenkes No. 25 of 2029 have the potential for Quality risk hazards and K3 risk hazards as stated in the risk code LPDP.01.01 to LPDP.01.12. The results of the risk assessment analysis have the potential for low risk hazards for 3 activities, medium risk for 8 activities and high risk for 1 activity. The results of the risk category based on the standard assessment have the risk categories of Legal Risk, Reputation Risk, Operational Risk, Financial Risk, and Compliance Risk.
Hubungan Postur Kerja Dan Lama Kerja Dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Bagian Sewing PT. Maju Abadi Garment Fatimah, Siti Nur; Sari, Dewi Puspito; Wartini, Wartini; Triyanta, Triyanta
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 12, No 1 (2025): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (JUNI)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v12i1.18532

Abstract

Kelelahan kerja merupakan salah satu masalah keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang dikeluhkan oleh pekerja bagian sewing PT Maju Abadi Garment. Penerapan target produksi harian di bagian sewing berdampak pada penambahan jam kerja atau lembur apabila target tidak tercapai dalam waktu kerja normal. Kondisi ini menyebabkan munculnya gejala kelelahan kerja, seperti pusing, lesu, dan menurunnya konsentrasi, baik saat bekerja maupun setelah bekerja. Gejala tersebut berkaitan dengan postur kerja yang monoton dan statis, di mana pekerja berada dalam posisi membungkuk dalam lama kerja yang melebihi 8 jam per hari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara postur kerja dan lama kerja dengan kelelahan pada bagian jahit PT Maju Abadi Garment. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan crosssectional. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja bagian sewing PT Maju Abadi Garment dan sampel penelitian sebanyak 60 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan total sampling. Variabel bebas adalah postur kerja dan lama kerja serta variabel terikat adalah kelelahan kerja. Data primer dikumpulkan dengan cara pengisian kuesioner. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square , tingkat signifikansi 95% (p < 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara postur kerja dengan kelelahan kerja (p = 0,023) serta antara lama kerja dengan kelelahan kerja (p = 0,001) pada pekerja bagian sewing PT Maju Abadi Garment. Temuan ini mengindikasikan bahwa postur kerja yang tidak ergonomis dan lama kerja yang melebihi waktu normal berkontribusi terhadap peningkatan tingkat kelelahan kerja. Diharapkan pekerja menerapkan postur kerja ergonomis dan melakukan peregangan secara berkala guna meminimalkan risiko kelelahan.
EVALUASI POSTUR KERJA MEKANIK PADA AKTIVITAS PEKERJAAN TYRE DI PERUSAHAAN JASA PERTAMBANGAN PT XYZ MENGGUNAKAN METODE OVAKO WORK POSTURE ANALYSIS SYSTEM (OWAS): EVALUASI POSTUR KERJA MEKANIK PADA AKTIVITAS PEKERJAAN TYRE DI PERUSAHAAN JASA PERTAMBANGAN PT XYZ MENGGUNAKAN METODE OVAKO WORK POSTURE ANALYSIS SYSTEM (OWAS) Wibawa, Prasetya Arif; Wartini, Wartini; Sari, Dewi Puspito
Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health Vol. 9 No. 2 (2025): Industrial Hygiene and Occupational Health
Publisher : Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jihoh.v9i2.12645

Abstract

Postur kerja yang berkaitan dengan pekerjaan mekanik ban (tyre mechanic) di perusahaan jasa pertambangan PT XYZ dapat dievaluasi menggunakan metode OWAS (Ovako Working Posture Analysis System). Metode ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis postur tubuh yang digunakan oleh pekerja selama aktivitas kerja, terutama dalam posisi yang membebani tubuh seperti mengangkat, memasang, dan memperbaiki ban alat berat. asil analisis OWAS pada pekerjaan Check Pressure Tyre didapatkan kode OWAS yaitu 2-1-2-1 dengan kategori skor risiko dari pengukuran yaitu 2 yang berarti kategori posisi yang berpotensi menyebabkan kerusakan pada sistem muskuloskeletal (risiko sedang) dan perlu perbaikan dimasa yang akan datang. Hasil analisis OWAS pada pekerjaan Check Thread didapatkan kode OWAS yaitu 1-1-2-1 dengan kategori skor risiko dari pengukuran yaitu 1 yang berarti kategori posisi normal tanpa efek yang dapat mengganggu sistem muskuloskeletal (risiko rendah) dan tidak perlu dilakukan perbaikan. Analisis OWAS pada pekerjaan Remove Install Tyre didapatkan kode OWAS yaitu 2-1-2-2 dengan kategori skor risiko dari pengukuran yaitu 2 yang berarti kategori posisi yang berpotensi menyebabkan kerusakan pada sistem muskuloskeletal (risiko sedang) dan perlu perbaikan dimasa yang akan datang. Analisis OWAS pada pekerjaan Remove Install Tyre didapatkan kode OWAS yaitu 2-1-2-2 dengan kategori skor risiko dari pengukuran yaitu 2 yang berarti kategori posisi yang berpotensi menyebabkan kerusakan pada sistem muskuloskeletal (risiko sedang) dan perlu perbaikan dimasa yang akan datang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi postur kerja mekanik pada aktivitas pekerjaan tyre di perusahaan jasa pertambangan PT XYZ menggunakan metode Ovako Work Posture Analysis System (OWAS). Jenis penelitian    yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitik melalui metode observasi. Penelitian dilakukan pada bulan Mei tahun 2024 di PT XYZ. Variabel yang dianalisis dalam penelitian ini merupakan variabel tunggal yaitu postur kerja mekanik pada aktivitas pekerjaan tyre. Penelitian dilakukan pada lima jenis pekerjaan di section tyre dari hasil evaluasi postur kerja menggunakan metode OWAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis pekerjaan tyre yang memerlukan perbaikan yaitu postur kerja mekanik saat melakukan pekerjaan check pressure tyre, remove install tyre dan assembly dissasembly tyre. Sebaiknya perusahaan menyediakan peralatan kerja yang sesuai dengan standar ergonomi serta memberikan pelatihan atau informasi mengenai pentingnya bekerja secara ergonomi kepada karyawannya. Selanjutnya, perusahaan perlu mewajibkan dan memberikan waktu karyawan untuk melakukan (stretching) pemanasan atau peregangan otot sebelum melakukan pekerjaan agar tidak terjadi cedera otot pada saat bekerja.
Analisis Kecelakaan Kerja Akibat Property Damage di PT XYZ dengan Pendekatan Swiss Cheese Model (SCM) Kusnendar, Yustinus Krisna; Wartini, Wartini; Nur Ani; Iik Sartika
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 7 No. 2 (2025): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2025
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kegiatan penambangan memiliki resiko tinggi, berpotensi menimbulkan kecelakaan serta kerugian yang besar. Kecelakaan di area penambangan perlu dianalisis sehingga diketahui faktor penyebab akar masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui akar masalah terbesar penyebab kejadian kecelakaan di PT XYZ. Penelitian menggunakan desain studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap 9 kasus kecelakaan kerja kerusakan alat di PT XYZ selama periode 2022-2024. Data dianalisis mendalam dengan menggunakan metode Swiss Cheese Model (SCM). Peneliti melakukan teknik metodologi triangulasi, mengintegrasikan konten analisis data untuk mendapatkan hasil valid dan reliabel. Hasil penelitian didapatkan PT XYZ mengalami kegagalan dalam melakukan antisipasi layer SCM sehingga mengakibatkan kecelakaan. Faktor penyebab kecelakaan disebabkan faktor organizational influences, unsafe supervision, pre-conditions for unsafe actions, dan unsafe actions. Akar masalah penyebab kecelakaan terbesar terdapat pada layer 2 unsafe supervision 41,46% dan layer 4 unsafe acts 29,27%. Oleh karena itu, manajemen PT XYZ perlu meningkatkan sistem manajemen keselamatan pertambangan yang komprehensif.   Kata kunci: analisa kecelakaan kerja, kerusakan alat, swiss cheese model     ABSTRACT   Mining activities is high risks, potentially impact for causing accidents and significant losses. The accidents case in mining areas need to be analysed, in order to the root causes can be identified. The objective of this study is to identify the root causes of workplace accidents at PT XYZ. The research used a qualitative study design with a case study approach to 9 cases of work accidents that involving property damage at PT XYZ during on the period 2022-2024. The data was analysed in depth study using the Swiss Cheese Model (SCM) method. Researchers used a triangulation methodology and integrated with analysis content to obtain valid and reliable results. The results of the study representated that PT XYZ failed to anticipate the SCM layer and given impact to several accidents. The factors causing accidents are caused by organizational influences, unsafe supervision, pre-conditions for unsafe actions, dan unsafe actions. The major root causes of an accidents is layer 2 unsafe supervision 41,46% and layer 4 unsafe acts 29,27%. Therefore, the management of PT XYZ have to improve  comprehensive mining safety management system.   Keywords: work accident analysis, property damage, swiss cheese.
PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL DAN STRES KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN COFFEE SHOP SAPA KOPI SOLO Trapsilo, Firdaus Yuli; Johar, Syefira Ayudia; Wartini, Wartini; Ani, Nur
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional dan stres kerja terhadap kinerja karyawan. Industri coffee shop di kota Solo berkembang pesat seiring meningkatnya daya tarik kota Solo sebagai destinasi wisata. Sapa Kopi, sebagai salah satu coffee shop yang tumbuh di tengah dinamika tersebut menuntut kinerja optimal dari karyawan untuk mencapai target perusahaan. Namun, tuntutan kerja yang tinggi berpotensi menimbulkan stres kerja yang berdampak buruk terhadap kinerja karyawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi sederhana untuk melihat pengaruh kecerdasan emosional terhadap stres kerja dan regresi berganda untuk melihat pengaruh simultan kecerdasan emosional dan stres kerja terhadap kinerja karyawan. Data diperoleh dari 36 karyawan Sapa Kopi Solo melalui teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh negatif signifikan terhadap stres kerja. Sementara itu secara simultan, kecerdasan emosional dan stres kerja berpengaruh negatif terhadap kinerja karyawan namun tidak signifikan secara statistik. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan aspek emosional dan pengelolaan stres dalam upaya meningkatkan kinerja karyawan. Implikasi praktis dari penelitian ini yakni Sapa Kopi Solo perlu mengembangkan kebijakan kerja yang lebih fleksibel dengan komunikasi dua arah antara karyawan outlet dengan tim manajemen, pengelolaan stres kerja, ruang rehat yang nyaman, dan kegiatan relaksasi tim.
HUBUNGAN KELELAHAN KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS PADA PEKERJA BAGIAN SEWING PT MAJU ABADI GARMENT Maysyanda, Charista; Wartini, Wartini; Ani, Nur; Nugroho, Farid Setyo
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 2 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v13i2.2749

Abstract

Kelelahan kerja merupakan salah satu elemen yang mempengaruhi produktivitas tenaga kerja. Menurut temuan survei awal yang dilakukan pada bulan Mei 2025 di PT Maju Abadi Garment, 70% karyawan bagian jahit melaporkan mengalami gejala kelelahan, termasuk sakit kepala, nyeri pinggang, dan penglihatan kabur. Rata-rata lembur selama dua bulan sebelumnya adalah 80 jam, yang setara dengan 33,3% lebih banyak jam kerja per bulan. Hasil ini menyoroti betapa pentingnya mengendalikan kelelahan terkait pekerjaan untuk menjaga produktivitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kelelahan kerja dan produktivitas pada pekerja jahit di PT Maju Abadi Garment di Kabupaten Sukoharjo. Penelitian ini melibatkan 75 responden yang dipilih dengan menggunakan strategi total sampling dan menggunakan desain cross-sectional dan metodologi kuantitatif. Kuesioner Kelelahan Kerja IFRC digunakan untuk mengukur variabel independen tingkat kelelahan (rendah, sedang, dan tinggi) dan variabel dependen pencapaian target produktivitas (tercapai atau tidak) dengan menggunakan lembar pencatatan produktivitas. Uji chi-square dengan ambang batas signifikansi 0,05 digunakan untuk mengevaluasi data. Berdasarkan temuan, lebih dari setengah responden (52%) gagal mencapai target produktivitas kerja, dan mayoritas responden (45,3%) melaporkan tingkat kelelahan kerja yang sedang. Terdapat korelasi yang substansial antara produksi dan kelelahan, menurut studi statistik
Perception of People Living with HIV/AIDS on Social Stigma of HIV/AIDS in Sukoharjo District Haryanti, Titik; Wartini, Wartini
Kesmas Vol. 13, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The stigma of wrong society about HIV / AIDS is one of the obstacles to prevention and control of HIV / AIDS in Sukoharjo District. This study aims to determine the relationship of characteristics, causal factors and duration of HIV / AIDS with the perception of people living with HIV to the stigma of society about HIV / AIDS in Sukoharjo District. The research used is analytical descriptive with cross sectional approach. The population is all people with HIV / AIDS until April 2016 amounted to 256 with a sample of 156 people with sampling technique quota sampling. Bivariate analysis with chi square test and multivariate analysis with linear regression. The results showed that most of the respondents were 30-40 years old (69.2%), male gender (60.9%), secondary education (44.2%), private employment (30.8%), HIV / AIDS (66.7%), HIV / AIDS-related causes of freedom (55.8%) and negative perceptions of community stigma about HIV / AIDS (67.9%). The statistical test shows that there is a relationship between age (p value = 0.001) and last education (p value = 0.015) with the perception of people living with HIV / AIDS on community stigma about HIV / AIDS. Multiple regression test is known that the age and the last education of respondents together influence the perception of people living with HIV to the stigma of society about HIV / AIDS and education have more influence than age respondent. The need to provide true information about HIV / AIDS both to PLWHA and the community so that there is no negative stigma about HIV / AIDS.
The Relationship of Individual, Psychological and Organizational Factors with Nurses' Hand Hygiene Adherence Wartini, Wartini; Komariah, Maria; Nurhakim, Furkon
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 1 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i1.2824

Abstract

The background of low hand hygiene adherence is a problem where this is important to maintain the quality and safety of patients in hospitals. Individual factors, psychological factors and organizational factors influence adherence with five moments hand hygiene which is still low. The aim of this research was to identify factors related to nurses' adherence in implementing the five moments hand hygiene. The correlational analytical research method with a cross-sectional approach was carried out at RSUD Sumedang at November 2023 with samples of 123 nurses. The questionnaire used was based on Herzbergh's motivation theory and the Manchester Clinical Supervison Scale 26-item (MCSS-26). Univariate analysis with frequency distribution, bivariate test using Chi Square, and multivariate analysis with logistic regression. The results show that there is dominant influencing factors supervision (3.178), attitude (2.921) and knowledge (0.138). The conclusion of this research is that there is a relationship between individual factors, psychological factors and organizational factors on adherence with five moments hand hygiene . The dominant influencing factors are supervision, attitude and knowledge. Suggestions for increasing knowledge through education and training as well as regular feedback, giving rewards to increase motivation. Increased supervision through strengthening the functions of IPCLN and IPCN.
UPAYA PENGENDALIAN KEBISINGAN PADA GENSET 512 kVA Gunawan, Yuzri; Wartini, Wartini; Nurbaya, Fiqi Nurbaya
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.27000

Abstract

Kebisingan merupakan salah satu faktor bahaya fisik di lingkungan kerja. Kebisingan adalah bunyi yang tidak diinginkan dari usaha atau kegiatan dalam tingkat dan waktu dan tertentu yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan manusia dan kenyamanan lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan mengevaluasi implementasi tindakan pengendalian intensitas kebisingan yang dihasilkan oleh genset dengan daya listrik 512 kVA. Metode pada penelitian ini adalah deskriptif dan evaluative. Metode penelitian adalah deskriptif yaitu metode untuk menggambarkan kondisi yang saat ini terjadi di lingkungan kerja dengan paparan bising serta upaya keselamatan kesehatan kerja dan lingkungan kerja yang diterapkan perusahaan dan metode evaluatif adalah metode untuk mengevaluasi hasil pengukuran intensitas kebisingan dengan standar nilai yang telah ditetapkan oleh peraturan yang berlaku. Pengukuran intensitas kebisingan menggunakan sound level meter. Hasil implementasi tindakan pengendalian kebisingan genset yang melibatkan 4 elemen di titik pengukuran kebisingan di ruangan kontrol panel listrik adalah intensitas kebisingan turun menjadi 49,50 dB sampai dengan 57,90 dB. Selisih penurunannya mulai dari 16,50 dB sampai dengan 23,80 dB atau secara prosesntase turun mulai dari 22,18% sampai dengan 32,34% di banding dengan pengukuran kebisingan genset tanpa implementasi pengendalian. Interval kebisingan 49,50 dB sampai dengan 57,90 dB masuk dalam zona B dan C dan dinyatakan layak untuk area pekerjaan perkantoran dan pendidikan.