Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Digital Eye Strain: Faktor Risiko, Manifestasi Klinis, dan Tatalaksana: Suatu Systematic Literature Review Fathiyyatu Assa’diy Firda; Sahilah Ermawati; Rizki Listiansyah
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i5.64208

Abstract

Digital eye strain (DES) merupakan kumpulan gejala visual, okular, dan muskuloskeletal yang muncul atau memburuk akibat penggunaan perangkat digital berkepanjangan. Peningkatan penggunaan komputer, laptop, tablet, dan telepon pintar menjadikan DES sebagai masalah kesehatan penglihatan yang semakin penting. Namun, bukti mengenai faktor risiko, manifestasi klinis, dan tatalaksana DES masih tersebar dalam penelitian dengan desain yang beragam. Menelaah dan mensintesis bukti mengenai faktor risiko, manifestasi klinis, dan tatalaksana DES pada pengguna perangkat digital. Penelitian ini merupakan systematic literature review yang disusun sesuai pedoman PRISMA 2020. Penelusuran literatur dilakukan pada beberapa basis data elektronik untuk studi yang dipublikasikan tahun 2021–2026. Artikel yang diinklusi adalah studi observasional dan intervensional asli yang membahas sedikitnya satu dari tiga domain utama: faktor risiko, manifestasi klinis, atau tatalaksana DES. Seleksi studi dilakukan melalui skrining judul, abstrak, dan full-text berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Kualitas metodologis dinilai menggunakan JBI Critical Appraisal Tools. Sebanyak 16 studi primer dimasukkan. DES bersifat multifaktorial, dengan faktor risiko utama berupa durasi penggunaan layar yang panjang, penggunaan malam hari, jarak pandang dekat, kurang istirahat, postur buruk, serta faktor individu tertentu. Manifestasi klinis meliputi mata lelah, sakit kepala, gejala mata kering, pandangan kabur, fotofobia, mata merah, sensasi terbakar, dan keluhan muskuloskeletal. Intervensi menunjukkan potensi manfaat, tetapi belum ada terapi universal. DES merupakan sindrom multifaktorial dengan manifestasi luas, sehingga tatalaksana paling rasional saat ini adalah pendekatan multimodal dan individual.
MANIFESTASI OKULAR PADA PASIEN LONG COVID SYNDROME Angiesta Pinakesty; Rada Citra Saputra; Sahilah Ermawati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2021: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Long Covid Syndrome adalah suatu gejala yang masih dialami oleh seorang pasien COVID19 yang telah mengalami perbaikan klinis atau pasien yang telah dinyatakan negatif dari hasil pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR), sehingga perlu perawatan lebih lama di rumah sakit, kurang lebih 3 minggu. Gejala umum yang terjadi adalah kelalahan dan sesak napas. Gejala yang kurang umum, antara lain menggigil, kemerahan, sakit telinga, dan gangguan penglihatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manifestasi okular pada pasien long covid syndrome dan mekanisme yang mendasarinya. Pencarian data dilakukan secara sistematis dengan sumber database dari PubMed, Sciencedirect, dan Google Scholar tentang manifestasi okular pada pasien dengan long covid syndrome dan mekanisme terjadinya. Data yang memenuhi kriteria restriksi diekstraksi dengan menggunakan metode PRISMA. Didapatkan sebanyak tiga artikel yang sesuai dengan kriteria restriksi penelitian ini. Total populasi penelitian ini sebanyak 483 pasien, terdiri dari 249 laki-laki dan 234 perempuan. Usia rata-rata keseluruhan populasi adalah 49 tahun. Manifestasi okular pada pasien long covid syndrome dengan presentase terbanyak adalah pandangan kabur (46,9%), sedangkan yang paling sedikit ditemukan adalah peningkatan tekanan intraokular (0%). Long covid syndrome dapat menunjukkan manifestasi pada mata berupa masalah refraksi hingga pembuluh darah mata.
KERJASAMAGI FAKOEMULSIFIKASI TERHADAP KATARAK MATUR YANG MENGGANGGU AKTIFITAS: LAPORAN KASUS Atik Wijayanti; Sahilah Ermawati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2021: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Katarak adalah penyakit yang..ditandai denganKkekeruhan Iensa pada mataLsehingga menggangguLproses masuknyaMcahaya kedaIam mata. Salah tatu jenis katarak yaitu katarak matur, yang ditandai dengan kondisi penglihatan pasien menurun drastis menjadi 1/300 atau hanya dapat melihat lambaian tangan dalam jarak I meter sehingga akan mengganggu aktivitas penderitanya. Prevalensi kebutaan di Indonesia merupakan yang tertinggi di AsiaTTenggara, yaitu I,5% dengan 52,0% dari jumlah tersebutP(0,8%) disebabkan oleh katarak. Kami melaporkan 5 kasus katarak matur yang terdiri dari 3 pasien berjenis kelamin Iaki-Iaki dan 2 pasien berjenis kelamin perempuan. Faktor risiko yang berperan dalam serial kasus ini yaitu: terdapat 4 pasien yang menderita hipertensi, 1 pasien dengan diabetes melitus, 3 pasien yang dahulu bekerja sebagai petani, 1 pasien dengan riwayat merokok saat muda dan 1 pasien perokok aktif. Setelah terdiagnosis katarak, semua pasien tidak bekerja karena keluhan mata buram yang mengganggu pasien dalam melakukan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari sehingga membutuhkan bantuan anggota keluarga lain. Semua pasien dalam serial kasus ini dilakukan..tindakan pembedahan dengan tindakann fakoemulsifikasi. Fakoemulsifikasi memiliki kelebihan penyembuhan Iuka yang cepat, perbaikan pengIihatan lebih baik, tidak menimbu.kan astigmatisma pasca.bedah dan dapat mengontro1 keda1aman kamera oku1i anterior.
ANALISIS BIOETIK DUGAAN KASUS MALPRAKTEK DR. HON TERHADAP PASIEN OPERASI USUS BERLIPAT DI RS KMC Dwi Advina Herdiyanti; Muhammad I'zaz Imtiyaz Yumna; Hindun Luthfia Rosyida; Aprilia Fadhilah; Maharotullaili Nur Azizah; Shintia Suci Pratama Dewi; Sahilah Ermawati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2021: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi Daerah Operasi atau disingkat IDO meningkatkan mortality rate pasien hingga 3% dan memperpanjang masa rawat inap pasca operasi 7 hingga 10 hari. Pada dokter yang melakukan praktik kedokteran terhadap pasien pada umumnya terikat dalam suatu hubungan hukum antara dokter dan pasien. Pada tahun 2004 terdapat sebuah kasus oleh dokter bedah umum di RS KMC yang diduga melakukan malpraktek sehingga mengakibatkan pasien mengalami penderitaan berkepanjangan. Kasus ini dikaji oleh penulis dalam sudut pandang etika profesi, bioetik, dan hukum kedokteran.
Hubungan HBA1C dan Hipertensi dengan Kejadian Retinopati Rizky Febrian; S Sulistyani; Budi Hernawan; Sahilah Ermawati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Retinopati merupakan komplikasi mikrovaskular yang umum pada penderita diabetes dan hipertensi. Retinopati diabetik menjadi penyebab utama kebutaan di antara populasi usia kerja di negara industri. Prevalensi diabetik retinopati di Indonesia masih sangat tinggi hingga 42,6%, dengan 24.600 orang mengalami retinopati diabetik. Retinopati hipertensi disebabkan karena tekanan darah tinggi yang konstan di pembuluh darah retina. Banyak orang di dunia yang menderita penyakit hipertensi. Kadar HbA1c merupakan indikator rata-rata konsentrasi glukosa darah selama 2-3 bulan untuk diagnosis diabetes. Hipertensi juga berkontribusi pada patogenesis komplikasi mikrovaskular yang menginisiasi terjadi nya retinopati. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan HbA1c dan Hipertensi dengan angka kejadian penyakit retinopati. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Subyek penelitian ini adalah 65 peserta prolanis terdiri dari 54 perempuan dan 11 laki-laki. Hasil korelasi HbA1c dengan retinopati, didapatkan dari analisis uji korelasi spearman HbA1c dan retinopati diperoleh nilai p sebesar 0,744 sedangkan hipertensi dan retinopati nilai p diperoleh sebesar 0,219. Tidak terdapat hubungan antara HbA1c maupun hipertensi dengan kejadian retinopati.