Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KUALITAS AIR TANAH DANGKAL UNTUK KEPERLUAN AIR MINUM DI KELURAHAN BONTONOMPO KECAMATAN BONTONOMPO KABUPATEN GOWA Hamzar Hamzar; Suprapta Suprapta; Amal Amal
Jurnal Environmental Science Vol 3, No 2 (2021): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.694 KB) | DOI: 10.35580/jes.v3i2.20048

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk: 1) yaitu untuk mengetahui kualitas fisika, kimia, dan biologi air tanah dangkal di Kelurahan Bontonompo Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa. 2) Untuk mengetahui kelayakan air tanah dangkal di Kelurahan Bontonompo Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa untuk digunakan sebagai sumber air minum. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif yaitu digunakan untuk menggambarkan dan menganalisis suatu hasil penelitian secara sistematis tentang kualitas air tanah untuk kebutuhan air minum di Kelurahan Bontonompo Kecamatan Bontonompo Kabupaten Gowa. Teknik analisis data yang digunakan yaitu menggunakan metode Scoring Struges. Hasil penelitian menunjukkan bahwakualitas air kelurahan bontonompo yaitu ada yang tidak melebihi dan melebihi kada rmaksimum yang diperbolehkan untuk air minum sehingga air tersebut tidak dapat digunkan untuk air minum. Adapun parameter yang melebihi kadar maksimum yaitu parameter suhu dan bau pada titik II, IV dan V, parameter kekeruhan pada titik I, II, IV dan V yaitu 68.0, 17.4, 169, 243 dengan batas maksimal 5, parameter warna pada titik II dan IV yaitu 20.0 dengan batas maksimal 15, parameter iron (Fe) pada titik I, II, IV dan V yaitu 0.465, 3.527, 2.326, dan 0.775 dengan batas maksimal 0.3, parameter e-coli semua titik yaitu 130, 130, 130, 5400 dan 2200 dengan batas maksimal 0. Berdasarkan hasil analisis menggunakan Metode Stuges menunjukkan bahwa titik I dan III berada pada kelas layak digunakan sebagai sumber air minum, dan pada titik II, IV dan V berada pada kelas tidak layak digunakan sebagai sumber air minum.
Analisis Pola Distribusi Spasial Sarana Ekonomi di Desa Je’nemadinging Kabupaten Gowa Andi Fatimah; Abdul Malik; Maddatuang M; Uca Sideng; Amal Arfan
LaGeografia Vol 21, No 2 (2023): Februari
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v21i2.42881

Abstract

The availability of geospatial information presented in the form of map visualizations related to the distribution and spatial distribution patterns of economic facilities of a village is an important need to support village development. This study aims to map the distribution and spatial distribution patterns of economic facilities in Je’nemadinging Village based on geospatial information by providing a village database including the distribution of general economic facilities in one village, the distribution of economic facilities based on population, the distribution of economic facilities based on roads, and spatial distribution patterns of village economic facilities. Data collection in this study includes primary data collection in the form of plotting for economic facilities and secondary data for population data. Data analysis was carried out using the analysis of the nearest neighbor. The results of this study present a map of information and spatial data including a map of the distribution of economic facilities in general in one village, a map of the distribution of economic facilities based on population, a map of the distribution of economic facilities based on roads, spatial distribution patterns of village economic facilities, and an analysis of the relationship with the potential of villages in the future. This spatial data and information can be a reference in decision making in the context of village development.AbstrakKetersediaan informasi geospasial yang disajikan dalam bentuk visualisasi peta terkait sebaran dan pola distribusi spasial sarana ekonomi suatu desa merupakan kebutuhan penting guna mendukung pembangunan desa. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan sebaran dan pola distribusi spasial sarana ekonomi Desa Je’nemadinging yang berbasis informasi geospasial dengan penyediaan database desa meliputi sebaran sarana ekonomi secara umum pada satu desa, sebaran sarana ekonomi berdasarkan jumlah penduduk, sebaran sarana ekonomi berdasarkan jalan, dan pola distribusi spasial sarana ekonomi desa. Pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data primer berupa plotting untuk titik koortdinat sarana ekonomi dan data sekunder untuk data penduduk. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tetangga terdekat (nearest neighbor). Hasil penelitian ini menyajikan peta informasi dan data spasia meliputi peta sebaran sarana ekonomi secara umum pada satu desa, peta sebaran sarana ekonomi berdasarkan jumlah penduduk, peta sebaran sarana ekonomi berdasarkan jalan, pola distribusi spasial sarana ekonomi desa, dan analisis keterkaitan dengan potensi desa kedepannya. Data dan informasi spasial ini dapat menjadi acuan dalam pengambilan keputusan dalam rangka pembangunan desa.
Analisis Kerapatan Mangrove Menggunakan Metode NDVI di Kawasan Mangrove Untia Kota Makassar Amal Arfan; Wahidah Sanusi; Muhammad Rakib
Jurnal Environmental Science Vol 5, No 2 (2023): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jes.v5i2.45308

Abstract

ABSTRAKHutan mangrove adalah salah satu ekosistem yang penting. Hutan mangrove yang masih eksis di Kota Makassar adalah kawasan mangrove Untia. Penelitian ini bertujuan  mengetahui tingkat kerapatan vegetasi kawasan mangrove Untia. Teknik pengambilan sampel dengan purposif sampling pada beberapa titik hutan mangrove dan wawancara pada informan. Data utama yang digunakan adalah citra Landsat 8 OLI/TIRS dan data sekunder berupa berkas atau penelitian terdahulu terkait studi kajian dan lokasi penelitian. Teknik analisis yang dilakukan adalah Normalized Difference Vegetation Index. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa terdapat 6 penggunaan lahan pada lokasi penelitian yaitu mangrove, kawasan terbangun, tambak, belukar, tubuh air dan lahan kosong, luas kawasan mangrove Untia 48,19 ha. Adapun luas mangrove berdasarkan kerapatan diantaranya mangrove dengan kerapatan jarang seluas 10,40 ha, mangrove dengan kerapatan sedang seluas 3,08 ha dan mangrove dengan kerapatan rapat seluas 34,71 ha.
Silvofishery Ecopreneurship - Strategi Untuk Pengembangan Ekosistem Mangrove Sebagai Kawasan Budi Daya Berkelanjutan Amal Arfan; Muhammad Azrul Muin; Hasriyanti Hasriyanti; Muhammad Yusuf; Irwansyah sukri
Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 13, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jksekp.v13i1.12339

Abstract

Areal hutan mangrove berpotensi untuk dikembangkan sebagai kawasan budidaya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat di wilayah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan kawasan budidaya pada ekosistem mangrove tanpa merusak fungsi ekologisnya. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan metodologis deksriptif kualitatif, dengan data-data primer yang diperoleh dari wawancara mendalam dengan responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling berdasarkan profesi responden. Data-data dari responden tersebut diverifikasi dengan observasi dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Lokasi penelitian adalah ekosistem hutan mangrove di Kecamatan Sanrobone Kabupaten Takalar, di mana masyarakat melakukan kegiatan penangkapan dan budi daya ikan di kawasan sekitarnya. Hasil SWOT menunjukkan bahwa lokus strategi terbaik berada pada kuadran I (0,55; 0,68) (strategi agresif), yaitu memaksimalkan kekuatan serta peluang untuk meraih keuntungan berkelanjutan. Strategi tersebut mencakup tiga poin utama: (1) penerapan konsep silvofishery-ecopreneurship, yang memadukan budidaya dengan pelestarian ekosistem mangrove, dan (2) peningkatan peran lembaga masyarakat dalam pengelolaan kawasan mangrove. (3) pemberdayaan masyarakat untuk menciptakan kemandirian dengan inovasi yang berbasis kegiatan budidaya berkelanjutan. Implikasi dari hasil ini adalah bahwa pendekatan ecofishery-ecopreneurship perlu dipertimbangkan dalam pengembangan kebijakan pengelolaan hutan mangrove di berbagai lokasi. Tittle: Silvofishery Ecopreneurship – A Strategy for Developing Mangrove Ecosystem as a Sustainable Aquaculture Area Mangrove forests are potential to be developed as sustainable cultivation areas to increase the income of coastal communities. This study aims to analyze the strategy for developing cultivation areas in mangrove ecosystems without destroying their ecological functions. A qualitative descriptive method was conducted in this study based on primary data obtained from in-depth interviews. Sampling using the purposive sampling technique based on the profession of the respondent. The data of respondents are verified by observation and documentation. The data were analyzed using SWOT analysis (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). The research location is a mangrove forest ecosystem in Sanrobone District, Takalar Regency, where the community carries out fishing and fish farming activities in the surrounding area. The SWOT analysis results show that the best strategic locus is in quadrant I (0.55; 0.68) (aggressive strategy), namely maximizing strengths and opportunities to gain sustainable profits. The strategy includes three main points: (1) application of the silvofishery-ecopreneurship concept, which combines cultivation with the preservation of mangrove ecosystems, and (2) increasing the role of community institutions in managing mangrove areas. (3) community empowerment to create independence with innovation based on sustainable cultivation activities. The implication of these results is that the ecofishery-ecopreneurship approach needs to be considered in the development of mangrove forest management policies in various locations.
Analisis Kerapatan Mangrove dan Keanekaragaman Makrozoobenthos di Kawasan Ekowisata Mangrove Lantebung Kota Makassar Amal Arfan; Wahidah Sanusi; Muhammad Rakib
Journal of Marine Research Vol 12, No 3 (2023): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v12i3.38060

Abstract

Ekosistem mangrove berada dalam posisi yang mengkhawatirkan karena ekosistem tersebut terancam mengalami penurunan kualitas dan kuantitas. Sementara ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekologis dan menyediakan berbagai manfaat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerapatan mangrove dan keanekaragaman makrozoobenthos di kawasan ekowisata mangrove Lantebung, Makassar. Penelitian dilakukan dengan mengaplikasikan sistem informasi geografis yakni analisis citra pengindraan jauh menggunakan metode Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), selanjutnya dilakukan ground check yaitu survei lapangan untuk mengidentifikasi keanekaragaman dan kelimpahan jenis mangrove dan makrozoobenthos. Secara umum, kerapatan mangrove di lokasi penelitian tergolong lebat, dan sebagian kecil kerapatan sedang. Nilai kerapatan tertinggi sebesar 0,63 ind/m2, sedangkan nilai terendah sebesar 0,42 ind/m2. Jenis mangrove yang terdapat di lokasi penelitian diantaranya Rhizopora mucronata, Rhizopora apiculata, Brugaria gymnorhiza, Avicennia marina, Avicennia alba, dan Sonneratia alba. Rhizophora mucronata menjadi spesies mangrove yang paling dominan, sedangkan Sonneratia alba merupakan yang paling sedikit ditemukan pada lokasi penelitian. Makrozoobenthos yang hidup di ekosistem tersebut cukup beragam dan berlimpah, paling dominan ditemukan Uca sp. (kelas crustacea). Muara sungai merupakan area dengan kerapatan mangrove yang paling tinggi serta area yang paling banyak hidup makrozoobenthos. Ekosistem mangrove di Lantebung masih tergolong sehat dan perlu dijaga agar tetap lestari. Analisis kerapatan mangrove dan keanekaragaman makrozoobenthos penting untuk mendukung pemanfaatan ekosistem mangrove salah satunya pengembangan ekowisata mangrove yang berkelanjutan.  Mangrove ecosystems are in a worrying position because they are threatened by a decline in quality and quantity. While mangrove ecosystems have an important role in maintaining ecological balance and providing various benefits. This study aims to analysis mangrove density and macrozoobenthos diversity in the Lantebung mangrove ecotourism area, Makassar. The research was conducted by applying geographic information systems, namely remote sensing image analysis using the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) method, followed by ground checks, namely field surveys to identify the diversity and abundance of mangrove species and macrozoobenthos. In general, the density of mangroves in the study site is classified as dense, and a small portion of moderate density. The highest density value was 0.63 ind/m2 while the lowest value was 0.42 ind/ m2. Mangrove species found in the study site include Rhizopora mucronata, Rhizopora apiculate, Brugaria gymnorhiza, Avicennia marina, Avicennia alba, and Sonneratia alba.  Rhizopora mucronata became the most dominant mangrove species, while Sonneratia alba was the least occupying the study site. Macrozoobenthos that live in the ecosystem are quite diverse and abundant, most dominantly found Uca sp. (crustacean class). The estuary is an area with the highest mangrove density and the most macrozoobenthos. The mangrove ecosystem in Lantebung is still relatively healthy and needs to be maintained to remain sustainable. Analysis of mangrove density and macrozoobenthos diversity is important to support the utilization of mangrove ecosystem, one of which is the development of sustainability mangrove ecotourism.
Development of Disaster Mitigation Learning Materials through Forest Conservation Based on Local Wisdom Integrated with Merdeka Curriculum Hidayah, Nurul; Arfan, Amal; Uca, Uca; Hasriyanti, Hasriyanti
Indonesian Journal of Educational Studies Vol 27, No 1 (2024): Indonesian Journal of Educational Studies
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijes.v27i1.59009

Abstract

This research was conducted using the Research and Development approach. The research aims to determine the development of disaster mitigation learning materials through forest conservation based on local wisdom integrated with the independent curriculum, determine the feasibility of disaster mitigation learning materials through forest conservation based on local wisdom integrated with the independent curriculum, and determine the effectiveness of disaster mitigation learning materials through forest conservation. Process To determine the feasibility of the product, the material / content expert test, language expert test and field practitioner validation test (subject teacher) were carried out. In addition, limited trials and large-scale trials were conducted on the research subjects, namely class XI IPS. The analysis used normality test, paired sample t-test and N-Gain test. The research instrument is a questionnaire and pretest-posttest questions to determine the improvement of students' understanding. The results showed that the product was in the valid category. The score obtained from the validation results of the material expert test was 90.62%, language validator 90.91%, practitioner 84.41% and limited scale test 86.51%. The large-scale test showed an increase in students' understanding in the moderate category after the implementation of learning using the material.
AGIHAN TINGKAT KERAWANAN BANJIR KECAMATAN TANAH GROGOT KABUPATEN PASER KALIMANTAN TIMUR Zhiddiq, Sulaiman; Nurfadilla, Nurfadilla; Arfan, Amal; Yusuf, Muhammad; Mannan, Abdul
Jurnal Environmental Science Vol 6, No 2 (2024): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jes.v6i2.61855

Abstract

Bencana banjir terjadi setiap tahun di Kecamatan Tanah Grogot, besarnya kerugian dan kerusakan yang dapat ditimbulkan maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerawanan banjir dan agihan daerah rawan banjir. Menggunakan metode analisis  spasial dengan overlay (peta topografi, peta penggunaan lahan, peta buffer sungai, peta lereng, peta  tanah, dan peta curah hujan), dan skoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga kelas tingkat kerawanan banjir yaitu: tidak rawan banjir dengan luas 8811,59 Ha (24,42%), rawan banjir dengan luas 17378,98 Ha (48,16%), dan sangat rawan banjir dengan luas 9898,98 Ha (27,43%). Agihan daerah rawan banjir terletak di seluruh desa dan kelurahan dengan luas yang berbeda-beda, hampir keseluruhan wilayah dari Kelurahan Tanah Grogot, Desa Sungai Tuak dan Desa Senaken masuk dalam kelas  sangat rawan banjir, dan lebih dari setengah wilayah Desa Muara Pasir masuk dalam kelas sangat rawan banjir. Sedangkan untuk desa lainnya kelas sangat rawan banjir tersebar di beberapa titik dengan luasan yang kecil. Daerah yang tidak rawan banjir yaitu Desa Pulau Rantau dan Desa Rantau Panjang.
Struktur Komposisi Vegetasi Hutan Mangrove di Teluk Laikang Kabupaten Takalar Arfan, Amal; Rakib, Muhammad; Sanusi, Wahidah
LaGeografia Vol 23, No 1 (2024): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v23i1.66701

Abstract

This study aims to examine the structure of mangrove forest vegetation composition in Laikang Bay, Takalar Regency. The sampling technique used purposive sampling. The sampling technique used purposive sampling. Data collection techniques were carried out by means of observation, survey, and documentation. The data analysis technique performed is the analysis of the structure and composition of mangrove forests which include Density, Relative Density, Frequency, Relative Frequency, Dominance, Relative Dominance, Important Value Index, and Diversity Index. The results showed that the types of mangroves at the research site were Sonneratia alba, Rhizopora apiculata, Rhizopora mucronata, Bruguiera gymnorrhiza, Avicennia alba, Avicennia marina. The measurement results show that the condition of tree-level mangrove density at point 1 amounted to 1333 ind/ha, point 2 amounted to 2050 ind/ha, and point 3 amounted to 2950 ind/ha in good condition with very tight criteria. The frequency of mangrove species classified as almost can be found at each point of the plot and dominance with the lowest basal area of 603.19 cm2 of Bruguiera gymnorrhiza and the largest is 7655.27 cm2 of Rhizopora mucronata. The highest Index of Importance at all points is found in the type of Rhizopora mucronata.  The Diversity Index of the entire research location shows a medium-to-low level of uniformity.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang struktur komposisi vegetasi hutan mangrove di Teluk Laikang Kabupaten Takalar. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sample. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, survei dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dilakukan adalah analisis struktur dan komposisi hutan mangrove yang diantaranya  Kerapatan, Kerapatan Relatif, Frekuensi, Frekuensi Relatif, Dominansi, Dominansi Relatif, Indeks Nilai Penting dan Indeks Keanekaragaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa  Jenis Mangrove pada lokasi penelitian  Sonneratia alba, Rhizopora apiculata, Rhizopora mucronata, Bruguiera gymnorrhiza, Avicennia alba, Avicennia marina. Hasil pengukuran menunjukan bahwa kondisi kerapatan mangrove tingkat pohon pada titik 1 sebesar 1333 ind/ha, titik 2 sebesar 2050 ind/ha dan titik 3 sebesar 2950 ind/ha dalam kondisi baik dengan kriteria sangat rapat. Frekuensi jenis mangrove yang tergolong hampir dapat ditemukan di setiap titik plot dan dominansi dengan basal area terendah sebesar 603.19 cm2 dari jenis Bruguiera gymnorrhiza dan yang terbesar adalah 7655.27 cm2 dari Rhizopora mucronata. Indeksi Nilai Penting tertinggi di seluruh titik terdapat pada jenis Rhizopora mucronata.  Indeks Keseragaman keseluruhan lokasi penelitian menunjukan tingkat keseragaman sedang-hingga rendah.
EKSPLORASI KEANEKARAGAMAN MAKROBENTHOS DI DESA LAIKANG KABUPATEN TAKALAR, SULAWESI SELATAN Arfan, Amal; Sanusi, Wahidah; Rakib, Muhammad
Jurnal Environmental Science Vol 7, No 1 (2024): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jes.v7i1.66702

Abstract

This study aims to evaluate the distribution of macrobenthos in Laikang Village, Takalar Regency, South Sulawesi, and understand the environmental factors influencing it. The research was conducted through field surveys at three different observation stations, namely Station 1, Station 2, and Station 3, by counting the number of macrobenthos individuals at each station. Data analysis techniques included descriptive analysis for the composition and abundance of macrobenthos, as well as environmental analysis for factors affecting macrobenthos distribution, such as substrate type, water depth and temperature, water quality, nutrient availability, and species interactions. The results showed that Station 1 had the highest number of macrobenthos (123 individuals), followed by Station 2 (102 individuals) and Station 3 (77 individuals). Significant environmental factors influencing macrobenthos distribution included substrate type, water depth and temperature, water quality, nutrient availability, and interactions such as competition, predation, and symbiosis with other species. These findings indicate that macrobenthos play an important role as indicators of aquatic ecosystem health and provide insights into the composition and distribution of macrobenthos in the study area. This research has significant implications for understanding ecosystem balance. Active community participation in the conservation of macrobenthos and environmental management is expected to maintain ecosystem sustainability and improve the welfare of coastal communities.
Strategies for Community Empowerment in Utilizing the Economic and Ecological Functions of Sustainable Mangrove Ecosystems in Jeneponto District, South Sulawesi Handayani, Fitri; Arfan, Amal; Sideng, Uca
Jurnal Geografika (Geografi Lingkungan Lahan Basah) Vol 5, No 2 (2024): GEOGRAFIKA
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jgp.v5i2.13430

Abstract

Mangrove forests in Balang Baru Village, Tarowang District have great potential for sustainable utilization of the economic and ecological functions of the mangrove ecosystem. Various potentials of the mangrove ecosystem in Balang Baru Village, Tarowang District include providing ecosystem services in the form of fish and other biota and multiple types of species that have economic value. Another potential of the mangrove ecosystem in Balang Baru Village, Tarowang District is its utilization as a nature-based tourism area. These various potentials can contribute to the welfare of local communities if they are utilized and managed sustainably. This study aims to analyze the potential area of mangrove forests, economic and ecological function services of mangrove ecosystems, perceptions and levels of community participation in mangrove ecosystem services, and create community empowerment strategies in utilizing of economic and ecological functions of mangrove forests. Data analysis of mangrove forest potential area by interpreting of LandSat 8 Satellite Imagery. Mangrove ecosystem benefits are calculated through economic valuation. Perception and level of community participation using Likert scale and tabulated in a frequency table. Data from in-depth interviews, FGDs, mangrove forest potential, perceptions, and levels of community participation were analyzed using SWOT. Determination of community empowerment strategies in utilizing the economic and ecological functions of the mangrove ecosystem is carried out by determining internal and external factors, compiling a SWOT matrix, then calculating the IFAS and EFAS matrices, and determining the location of the SWOT quadrant. The area of mangrove forest in Jeneponto Regency is 158.14 hectares. The total economic value of mangrove forests is Rp. 17,970,053,940/year or Rp. 1,046,596,036.113/ha/year. Community perceptions of mangrove ecosystem functions are influenced by the level of knowledge and education of the community. Local communities are involved in the utilization and management of mangroves. Priority strategies are developing the potential of sustainable and economically valuable mangrove forest resources, improving information, facilities and infrastructure that can support community empowerment activities, increasing promotion of ecotourism through online media, implementing conservation area policies and utilizing mangrove ecosystems, and increasing planting activities by involving various parties.
Co-Authors Abdul Malik Abidin, Muh Rais Abidin, Muhammad Rais Al-Jabbar, Ahmad Khairi Alief Saputro Amalul, Muhammad Arib Musba Andi Fatimah Anshari . Anwar Anwar Aulia, Wulan Basofi, Nurqamri Putri Chukure, Yosep Immanuel Destiquama, Destiquama Dirawan, Gufran Darma Dulvita, Criana Ekaprativi, Alifaturrizqi Swari Erman Syarif Erwin Asjayasari Arsyad Fahira, Lulu Fahrul Fakhrurrazy, Andi Fauzi, Kemal Fhaturrahman, Muh Fitri Handayani Fitri, Alfita Hamzar Hamzar Hasriyanti Ibrahim Abbas Ibrahim Abbas Ibrahim Abbas, Ibrahim Ichsan Invanni Baharuddin Indra Syamsuddin Irwansyah Sukri Jeddah Yanti Juanda, Muhammad Faisal Khairul, Muh Khairunnisa, Fatima Lisye Marselina Bure Maddatuang . Maddatuang M Mannan, Abdul Mudinillah, Adam Muhamad Ihsan Azhim, Muhamad Ihsan Muhammad Azrul Muin Muhammad Faisal Juanda Muhammad Rakib Muhammad Rakib Muhammad Rakib Muhammad Rizal Muhammad Yusuf Muhammad Yusuf Muhammad, Fadil Muhsi, M. Hanif Najibullah, Najibullah Nasiah Badwi Nasiah Nasiah, Nasiah Nining Miranti Nur Asia Novianti, Nur Asia Nur Hikmah Nur Hikmah Nurfadilla, Nurfadilla Nurfahraini, Zarah Nurfhauzia Muhammad NURUL HIDAYAH Rabi'ah, Rabi'ah Rahmat Hidayat Ramli Umar Ramli Umar Rosmini Maru Sarkia Sarkia Siti Raihanah Rinduputri Faisal Sri Wahyuni Handayani Idang Suciana, Annisa Suhartono Nurdin Sukri Nyompa Sulaiman Zhiddiq Sulaiman Zhiddiq, Sulaiman Suprapta Suprapta Suprapta Suprapta Suprapta Suprapta, Suprapta Syafruddin Side Syamsunardi, S Syawal, Wahyu Dzunaid Uca Sideng Uca, Uca Uzrah, Jaiysul Vera, Melda Wahidah Sanusi Waskito, Bandang Ali