Claim Missing Document
Check
Articles

Dynamic System of Flood Disaster Management in Makassar City Using the Analysis AHP Method Syawal, Wahyu Dzunaid; Sideng, Uca; Arfan, Amal
JPG (Jurnal Pendidikan Geografi) Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpg.v12i1.21739

Abstract

Flooding is one of the problems frequently faced by the people of Makassar City. This natural disaster is highly destructive and detrimental, affecting infrastructure, livelihoods, and the social conditions of the community. This study employs the Analytic Hierarchy Process (AHP) method to evaluate the criteria influencing flood management, focusing on population size and the role of stakeholders. Data were collected through questionnaires distributed to experts from various agencies, including the Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency (BMKG) Region 4 Makassar, the Environmental Agency of Makassar City, the Public Works Agency of Makassar City, the Jeneberang River Basin Office, and the Regional Disaster Management Agency (BPBD) of Makassar City.The results of the study indicate that AHP data processing yields a comparison matrix value for flood disaster risk management and mitigation. The most dominant influencing criterion is the role of stakeholders, accounting for 54%, followed by population size at 27%, land development rate at 13%, and environmental quality at 6%. The analysis of the management dynamics model shows that the risk and impact of flooding have an interrelated relationship among the four categories. The role of stakeholders has the greatest contribution in influencing the categories of population size, land development rate, and environmental quality.
Analisis Kesesuaian Perairan Untuk Keramba Jaring Apung di Sekitar Pulau Saugi Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Sukri, Irwansyah; Arfan, Amal; Juanda, Muhammad Faisal
Jurnal Environmental Science Vol 7, No 2 (2025): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jes.v7i2.71322

Abstract

Keramba jaring apung (KJA) telah muncul sebagai solusi berkelanjutan untuk akuakultur, mengoptimalkan sumber daya perairan terbuka dengan dampak lingkungan yang minimal. Studi ini menilai kesesuaian perairan di sekitar Pulau Saugi, Sulawesi Selatan, untuk budidaya ikan berbasis KJA. Menggunakan pengukuran kedalaman, kecepatan arus, salinitas, suhu, pH, jenis substrat, dan kejernihan air secara in situ. Metode scoring dan pembobotan diterapkan untuk mengklasifikasikan kesesuaian lokasi ke dalam empat kategori: sangat sesuai (S1), sesuai (S2), sesuai bersyarat (S3), dan tidak sesuai (N). Skor total dikonversi ke dalam persentase untuk menentukan klasifikasi lokasi. Hasilnya menunjukkan bahwa bagian timur Pulau Saugi merupakan daerah yang paling sesuai untuk KJA, dengan skor 79% (S1), sementara bagian utara, selatan, dan barat diklasifikasikan sebagai daerah yang sesuai (S2) dengan skor berkisar antara 60% hingga 69%. Faktor-faktor penentu utama termasuk kedalaman yang optimal, arus yang moderat, kualitas air yang stabil, dan kejernihan air yang tinggi, yang mendukung pertumbuhan fitoplankton dan produktivitas ikan. Variasi suhu, salinitas, dan pH diamati, dengan wilayah timur menunjukkan kondisi yang paling stabil. Studi ini menyoroti pentingnya penilaian lingkungan yang sistematis untuk pemilihan lokasi akuakultur yang berkelanjutan.
Dinamika Spasial Parameter Kimia-Oseanografi Terkait Angin Permukaan di Kawasan Perairan Sekitar Pulau Saugi, Pangkajene dan Kepulauan Arfan, Amal; Amalul, Muhammad Arib Musba; Juanda, Muhammad Faisal; Vera, Melda; Najibullah, Najibullah; Muhsi, M. Hanif; Fahira, Lulu
Jurnal Environmental Science Vol 7, No 2 (2025): April
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jes.v7i2.71824

Abstract

Pulau Saugi adalah pulau yang berada di, Desa Mattiro Baji, Kecamatan Liukang, Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Pulau Saugi terletak pada titik koordinat 4o 46,0’ 00” LS dan 119o 27,46’ 00” BT. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika spasial parameter kimia-oseanografi terkait dengan kecepatan angin permukaan di perairan Pulau Saugi, Kabupaten Pangkajene Kepulauan. Parameter kimia-oseanografi yang diamati meliputi suhu, pH, dan salinitas, sedangkan kecepatan angin permukaan diukur untuk mengevaluasi pengaruhnya terhadap distribusi spasial kondisi perairan. Data diperoleh melalui metode observasi lapangan dengan dukungan teknik interpolasi spasial Inverse Distance Weighted (IDW) untuk memetakan variasi parameter. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan spasial antara fluktuasi parameter kimia-oseanografi dengan intensitas kecepatan angin, di mana area dengan kecepatan angin tinggi menunjukkan karakteristik fisika-kimia yang berbeda dibandingkan area dengan angin lebih lemah. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengelolaan kawasan pesisir Pulau Saugi secara berkelanjutan.
Detection of Development and Density Urban Build-Up Area with Satellite Image Overlay Abidin, Muhammad Rais; Arfan, Amal
International Journal of Environment, Engineering and Education Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Three E Science Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55151/ijeedu.v1i2.12

Abstract

The growth dynamics of urban areas and the increase in land requirements are a series of each other influence each other The method used in this study is a quantitative method through spatial analysis using Geographic Information Systems. The purpose of this study was to see the extent to which the development of urban areas using the Urban Index (UI) method. Data analysis carried out by overlapping techniques using a map of the built area of Land Use in 2013 and the results of image interpretation for the built area in 2017. The results of the study showed that there was a percentage increase in the built area from 2013 to 2017 of 12.67%. Then from the total area of Makassar City, around 60.72% of the area built in 2013, and there was a significant increase in 2017 to 76.30%. The process of expansion of built-up land without control often impacts on the loss of land that has ecological functions and then impacts on the emergence of environmental problems. One of the things that can be done to prevent the adverse effects of the development of built land is to monitor and predict its development so that solutions can found before the adverse effects occur.
Potensi Kawasan Hutan Mangrove sebagai Kawasan Ecopreneurship di Kota Makassar Indonesia Khairul, Muh; Arfan, Amal; Sideng, Uca; Chukure, Yosep Immanuel; Al-Jabbar, Ahmad Khairi
LaGeografia Vol 22, No 1 (2023): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v22i1.53147

Abstract

The mangrove forest areas in the city of Makassar hold significant potential for sustainable ecopreneurship development. Mangrove forests play a crucial role in preserving coastal ecosystems and offer various economic, social, and environmental benefits. This research aims to analyze the ecopreneurship potential associated with the mangrove forests in Makassar. The research methodology involves field surveys, interviews, and secondary data analysis. The findings reveal that the mangrove forest areas in Makassar have the potential for ecopreneurship development through sustainable endeavors such as eco-tourism, handicraft production, fish farming, and environmental education. Involving local communities, government agencies, and the private sector, the mangrove forest areas can become a source of additional income for local residents while contributing to coastal environmental conservation. Strong collaboration among various stakeholders is necessary to support the ecopreneurship development in the mangrove forest areas of Makassar.AbstrakKawasan hutan mangrove di Kota Makassar memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai kawasan ekopreneurship yang berkelanjutan. Hutan mangrove memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem pesisir, serta memberikan berbagai manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi ekopreneurship yang terkait dengan hutan mangrove di Kota Makassar. Metode penelitian melibatkan survei lapangan, wawancara, dan analisis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan hutan mangrove di Kota Makassar memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan ekopreneurship melalui berbagai usaha berkelanjutan seperti agrowisata, produksi kerajinan tangan, budidaya ikan, dan edukasi lingkungan. Dengan melibatkan masyarakat lokal, pemerintah, dan sektor swasta, kawasan hutan mangrove dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat setempat dan juga berperan dalam pelestarian lingkungan pesisir. Diperlukan kerja sama yang kuat antara berbagai pihak untuk mendukung pengembangan ekopreneurship di kawasan hutan mangrove Kota Makassar.
Analisis Prioritas Pengembangan Ruang Terbuka Hijau berdasarkan Estimasi Suhu Permukaan (Land Surface Temperature) Khairunnisa, Fatima; Invanni, Ichsan; Abidin, Muh Rais; Yanti, Jeddah; Arfan, Amal
LaGeografia Vol 23, No 2 (2025): February
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v23i2.51532

Abstract

This study aims to: 1) determine the condition of the land surface temperature of Ternate City. 2) Knowing the condition of green open space in Ternate City. 3) Determine the priority of green open space based on land surface temperature. The target in this research is green open space on Ternate Island, Ternate City, with an area of 98.67 km2. This type of research is a quantitative research with a descriptive approach. The method used in this study is the method of spatial analysis and land surface temperature with overlay techniques and scoring on three parameters, namely population density maps, vegetation index maps, and amenity index maps. The results showed that the high priority class had an area of 1248.58 Ha with a percentage of 12.43% and was dominated by built-up land of 10.71%, while the medium priority class had an area of 827.58 Ha with a percentage of 8.24% and was dominated by built-up land as much as 5.0601%, the development of green open space can be adjusted based on the type of land use in Ternate City.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui kondisi suhu permukaan daratan Kota Ternate. 2) mengetahui kondisi ruang terbuka hijau di Kota Ternate. 3) mengetahui penentuan prioritas ruang terbuka hijau berdasarkan land surface temperature. Sasaran dalam penelitian ini adalah RTH di Pulau Ternate Kota Ternate dengan luas 98,67 km2. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis spasial dan land surface temperature (LST) dengan teknik overlay dan skoring pada tiga parameter yaitu; peta kepadatan penduduk, peta indeks vegetasi, dan peta indeks kenyamanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelas prioritas tinggi memiliki luas 1248,58 Ha dengan Persentase 12,43% dan didominasi oleh lahan terbangun sebanyak 10,71%, sedangkan pada kelas prioritas sedang memiliki luas 827,5804 Ha dengan Persentase 8,24% dan didominasi oleh lahan terbangun sebanyak 5,06%, pengembangan RTH dapat disesusuaikan berdasarkan jenis penggunaan lahan Kota Ternate.
Analysis of Mangrove Density using NDVI and Macrobenthos Diversity in Ampekale Tourism Village South Sulawesi, Indonesia Arfan, Amal; Maru, Rosmini; Nyompa, Sukri; Sukri, Irwansyah; Juanda, Muhammad Faisal
Jurnal Sylva Lestari Vol. 12 No. 2 (2024): May
Publisher : Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsl.v12i2.788

Abstract

The mangrove ecosystem faces significant challenges, as its quality and quantity are threatened with decline. This study aimed to analyze the mangrove density and macrobenthos diversity in the Ampekale Ecotourism Village, Indonesia. This research utilizes remote sensing image analysis through the Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) method. Complementary ground-check surveys were conducted to ascertain the density and diversity of mangrove and macrobenthos species. The overall mangrove density in the Ampekale area was relatively high, with some areas displaying moderate density. The sequence of mangrove species, from most common to least common, includes Rhizophora mucronata, Avicennia marina, Avicennia alba, Rhizophora apiculata, Sonneratia alba, Bruguiera gymnorhiza, and Acanthus ilicifolius. The most prevalent macrobenthos belong to the Crustacea class, such as Uca sp., Sesarma, Metaplax sp., and Scylla serrata. Moreover, the most diverse macrobenthos belong to the Gastropods class. The distribution of this biodiversity depends on their location (coastal or inland), tidal fluctuations, and river estuaries. Mangrove ecosystems situated in estuaries with high densities exhibited elevated macrobenthos abundance. This correlation suggests that areas characterized by dense mangroves also harbor stable ecosystem conditions with abundant macrobenthos. In contrast, ecosystems featuring lower biodiversity demonstrated reduced stability. These findings contribute valuable insights into the conservation and sustainability of mangrove ecosystems. Keywords: ecotourism, macrobenthos, mangrove density, mangrove ecosystem, NDVI
Pelatihan Pemetaan Menggunakan Drone di Madrasah Aliyah Negeri 2 Makassar Arfan, Amal; Yanti, Jeddah; Juanda, Muhammad Faisal; Sukri, Irwansyah
Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat SEMINAR NASIONAL 2025:PROSIDING EDISI 1
Publisher : Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemanfaatan teknologi drone dalam pendidikan menengah merupakan langkah strategis untuk meningkatkan literasi teknologi siswa dan kesiapan mereka menghadapi era digital. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis guru dan siswa di MAN 2 Kota Makassar dalam penggunaan drone untuk pemetaan dan pengolahan data foto udara. Kegiatan ini dilaksanakan melalui serangkaian tahapan yang meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, praktik lapangan, pendampingan, serta evaluasi hasil belajar. Sebanyak 37 siswa mengikuti program ini dengan pendekatan berbasis praktik (learning by doing) yang difokuskan pada pengoperasian drone serta penggunaan perangkat lunak pemetaan seperti Agisoft Metashape dan ArcGIS. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta terkait teknologi Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Peserta berhasil menerapkan seluruh tahapan pemetaan mulai dari pengambilan data udara hingga menghasilkan produk orthophoto yang akurat. Selain aspek teknis, pelatihan ini juga membangun kemampuan kolaboratif dan kreativitas siswa dalam menggunakan drone untuk keperluan pendidikan dan dokumentasi kegiatan sekolah. Evaluasi kognitif menunjukkan lonjakan pemahaman siswa terhadap konsep dasar UAV dan pemrosesan data spasial. Pihak sekolah menunjukkan antusiasme terhadap keberlanjutan program dengan merencanakan pembentukan laboratorium UAV. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis drone tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis, tetapi juga mendorong transformasi pembelajaran dan inovasi di lingkungan sekolah menengah.Kata kunci: Pelatihan Drone, Pengabdian Masyarakat, Literasi Teknologi, Penginderaan Jauh, Siswa
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN KONVERSI SAWAH DI KAWASAN PERI-URBAN: STUDI KASUS KECAMATAN SOMBA OPU Sukri, Irwansyah; Arfan, Amal; Muhammad, Fadil; Uzrah, Jaiysul; Suciana, Annisa; Aulia, Wulan
Jurnal Environmental Science Vol 8, No 1 (2025): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jes.v8i1.72134

Abstract

Land conversion in peri-urban areas has become an increasingly critical issue as rapid population growth and urban expansion intensify pressure on agricultural land. This study aims to analyze land use change in Somba Opu District from 2014 to 2024 and identify the driving factors and implications of this transformation. A spatial analysis approach using GIS was employed to map and quantify land cover change, supported by field observations and secondary data to interpret the socio-economic and environmental dimensions. Results show a substantial shift from agricultural land to built-up areas: built-up land increased by 291.03 ha, whereas rice fields declined by 612.12 ha over the ten-year period. These patterns reflect strong urbanization pressures driven by population growth, strategic location near Makassar City, limited farmer regeneration, and climate-related crop failures. The decline of agricultural land has reduced local food production capacity, contributed to land degradation, and created unequal economic outcomes among farming communities. The study highlights the urgency of evidence-based spatial planning and adaptive agricultural strategies to mitigate further loss of productive land. The findings contribute to broader knowledge on peri-urban land transformation and emphasize the need for long-term monitoring and policy interventions that prioritize environmental balance and community welfare.
Pendekatan Multi-Kriteria dalam Arahan Pengelolaan Ekowisata Mangrove Ongkowa Kabupaten Takalar Juanda, Muhammad Faisal; Arfan, Amal; Dulvita, Criana; Fhaturrahman, Muh; Waskito, Bandang Ali
LaGeografia Vol 24, No 1 (2025): October
Publisher : UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/lageografia.v24i1.79572

Abstract

Ekosistem mangrove Ongkowa di Kabupaten Takalar memiliki potensi ekologi dan sosial ekonomi yang signifikan, namun menghadapi berbagai tantangan pengelolaan akibat tekanan antropogenik, kurangnya fasilitas pariwisata, dan lemahnya kelembagaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan pedoman pengelolaan ekowisata mangrove yang komprehensif melalui pendekatan Analisis Keputusan Multi-Kriteria (MCDA) dengan mengintegrasikan analisis SWOT dan Proses Hirarki Analitik (AHP). Data diperoleh melalui survei biofisik, wawancara pemangku kepentingan, dan kuesioner perbandingan berpasangan yang diberikan kepada para ahli. Hasil AHP-SWOT menunjukkan bahwa peluang prioritas utama adalah pengembangan paket ekowisata edukatif berbasis lanskap, keanekaragaman hayati, dan budaya lokal; penguatan ekonomi kreatif pesisir berbasis potensi dan daya tarik alam lokal; penyediaan fasilitas pariwisata ramah lingkungan melalui program pemerintah dan dukungan mitra; penetapan zonasi yang ketat untuk mengurangi risiko kerusakan pariwisata dan abrasi; kolaborasi dengan universitas dan LSM untuk penelitian konservasi dan pemberdayaan masyarakat. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar perumusan kebijakan pengelolaan mangrove Ongkowa yang adaptif dan partisipatif.
Co-Authors Abdul Malik Abidin, Muh Rais Abidin, Muhammad Rais Al-Jabbar, Ahmad Khairi Alief Saputro Amalul, Muhammad Arib Musba Andi Fatimah Anshari . Anwar Anwar Aulia, Wulan Basofi, Nurqamri Putri Chukure, Yosep Immanuel Destiquama, Destiquama Dirawan, Gufran Darma Dulvita, Criana Ekaprativi, Alifaturrizqi Swari Erman Syarif Erwin Asjayasari Arsyad Fahira, Lulu Fahrul Fakhrurrazy, Andi Fauzi, Kemal Fhaturrahman, Muh Fitri Handayani Fitri, Alfita Hamzar Hamzar Hasriyanti Ibrahim Abbas Ibrahim Abbas Ibrahim Abbas, Ibrahim Ichsan Invanni Baharuddin Indra Syamsuddin Irwansyah Sukri Jeddah Yanti Juanda, Muhammad Faisal Khairul, Muh Khairunnisa, Fatima Lisye Marselina Bure Maddatuang . Maddatuang M Mannan, Abdul Mudinillah, Adam Muhamad Ihsan Azhim, Muhamad Ihsan Muhammad Azrul Muin Muhammad Faisal Juanda Muhammad Rakib Muhammad Rakib Muhammad Rakib Muhammad Rizal Muhammad Yusuf Muhammad Yusuf Muhammad, Fadil Muhsi, M. Hanif Najibullah, Najibullah Nasiah Badwi Nasiah Nasiah, Nasiah Nining Miranti Nur Asia Novianti, Nur Asia Nur Hikmah Nur Hikmah Nurfadilla, Nurfadilla Nurfahraini, Zarah Nurfhauzia Muhammad NURUL HIDAYAH Rabi'ah, Rabi'ah Rahmat Hidayat Ramli Umar Ramli Umar Rosmini Maru Sarkia Sarkia Siti Raihanah Rinduputri Faisal Sri Wahyuni Handayani Idang Suciana, Annisa Suhartono Nurdin Sukri Nyompa Sulaiman Zhiddiq Sulaiman Zhiddiq, Sulaiman Suprapta Suprapta Suprapta Suprapta Suprapta Suprapta, Suprapta Syafruddin Side Syamsunardi, S Syawal, Wahyu Dzunaid Uca Sideng Uca, Uca Uzrah, Jaiysul Vera, Melda Wahidah Sanusi Waskito, Bandang Ali