Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Upaya Pengembangan Bakat Seni Tari melalui Kegiatan Ekstrakurikuler Tari di SD Negeri 10 Banda Aceh Rheka Putri Meliza; Julia, Putry; Aswita, Dian
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 14 No. 2 (2025): Gesture: Jurnal Seni Tari (October)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v14i2.67812

Abstract

This study aims to identify efforts to develop dance talent through extracurricular activities at SD Negeri 10 Banda Aceh. The background of this study is based on various obstacles such as the absence of special practice days and schedules, limited supervising teachers, inadequate facilities, and minimal school budget to support dance activities. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The subjects in the study consisted of the principal, one art teacher, and five students who have talent in dance. The study was conducted in the even semester of the 2024/2025 academic year. The results of the study indicate that the development of dance talent in this school has not been optimal. However, the principal has made efforts to provide a forum for art activities, while teachers play a role in providing motivation and opening up space for student exploration. Students show high enthusiasm, are able to express themselves, and begin to be confident in appearing in public. Therefore, further support is needed in the form of policies, facilities, and competent mentors so that extracurricular dance activities can run optimally and sustainably.
CORRELATION OF MISCONCEPTIONS ON STUDENTS' NUMERACY ABILITY IN ANSWERING MATH PROBLEM SOLVING PROBLEMS AT SD NEGERI 57 BANDA ACEH Jinan, Riadhil; Aswita, Dian; Suryawati, Indah
DIDAKTIKA: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 6 No. 2 (2023): VOLUME 6, NUMBER 2, 2023
Publisher : Program Studi PGSD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/didaktika.v6i2.63152

Abstract

Misconception or misconception refers to a concept that is not in accordance with the scientific understanding or understanding accepted by experts in the field. Misconceptions often occur in math lessons. The purpose of this study was to determine the correlation of misconceptions to students' numeracy ability in answering math problem solving problems in SD Negeri 57 Banda Aceh. The population and sample of this study were all grade IV students of SD Negeri 57 Banda Aceh consisting of one class with a total of 27 students. This study used a quantitative approach with the type of research used was pretest posttest correlation research. Data collection technique by giving multiple-choice test questions consisting of 5 questions with alternative answers a, b, c, and d related to the material of mathematical problem solving. The results showed that the correlation value obtained was 0.628 with a significant 0.000. It can be said to be significant (0.000) < of 0.05. The calculated t value (-8.718) < the table t value (0.000). The conclusion of the results of the study is that there is a correlation of misconceptions on the ability of numeracy in answering mathematical problem solving grade IV students of SD Negeri 57 Banda Aceh.
Implementasi Pembelajaran Coding Web Dasar pada Siswa Sekolah Menengah Pertama melalui Program Sawala Tohamba, Citra Prasiska Puspita; Syahriani, Ririn; Aswita, Dian; Iva, Muhammad Irvan Nur'; Rahayu, Rahayu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 1 (2025): Bulan September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i1.472

Abstract

Kurangnya pemahaman siswa terhadap dasar-dasar pengembangan web menjadi tantangan dalam meningkatkan literasi digital di lingkungan sekolah. Untuk menjawab permasalahan tersebut, Program Sawala Mengajar diimplementasikan sebagai solusi untuk memperkenalkan konsep dasar pemrograman web kepada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), khususnya di salah satu SMP Kota Kendari. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman konseptual dan keterampilan praktis siswa dalam pembuatan website sederhana. Metode pengabdian menggunakan pendekatan partisipatif melalui hands-on learning, diskusi interaktif, serta pendampingan langsung. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap, meliputi pengenalan HTML, CSS, dan dasar-dasar JavaScript yang kemudian diterapkan dalam praktik pembuatan halaman web sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap konsep dasar pemrograman web, meningkatnya motivasi belajar teknologi digital, serta kemampuan menghasilkan proyek web sederhana. Kesimpulannya, Program Sawala Mengajar terbukti efektif dalam meningkatkan literasi digital siswa sekaligus memberikan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan abad 21.
Edukasi Pemanfaatan dan Pengolahan Tumbuhan Hutan Untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan dan Kesadaran Konservasi Masyarakat Saudah, Saudah; Aswita, Dian; Monalisa, Monalisa; Zumaidar, Zumaidar; Syarifuddin, Syarifuddin
Surya Abdimas Vol. 9 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v9i4.6685

Abstract

Kekayan hutan di desa Lesten sangat beragam dan berlimpah, namun, pemanfaatannya sebagai sumber pangan alternatif belum dioptimalkan oleh masyarakat setempat. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, dan kesadaran masyarakat dalam pemanfaatan serta pengolahan tumbuhan hutan sebagai sumber pangan alternatif. Kegiatan diawali dengan survey kebutuhan masyarakat, kemudian dilaksanakan melalui tahapan yang meliputi, eksplorasi dan identifikasi tumbuhan hutan, pelatihan dan edukasi, praktik pengolahan, serta monitoring dan eval__uasi. Sebanyak 30 peserta mengikuti program ini. Hasil pre-test menunjukkan hanya 30 persen peserta mampu menyebutkan lebih dari lima jenis tumbuhan hutan yang berpotensi sebagai pangan, sedangkan pada posttest meningkat menjadi 85 persen. Keterampilan pengolahan juga mengalami peningkatan dari 25 persen menjadi 70 persen peserta yang mampu mempraktikkannya dengan benar. Selain itu, masyarakat berhasil membangun kebun percontohan berisi 12 jenis tumbuhan pangan lokal sebagai bentuk keberlanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan edukasi ini berdampak nyata dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, ketahanan pangan, serta kesadaran konservasi masyarakat. Dampak ilmiahnya adalah terdokumentasinya 20 jenis tumbuhan hutan berpotensi pangan yang dapat dijadikan dasar penelitian etnobotani dan pengembangan diversifikasi pangan berbasis kearifan lokal.
Penguatan Peran Pemerintah Distrik dan Kampung melalui Pendekatan Community Action Plan di Kabupaten Teluk Bintuni Sangadji, Suleman Samuda; Aswita, Dian; Tohamba, Citra Puspita; Handayani, Andi Asti; Supatminingsih, Tuti
Lebah Vol. 19 No. 3 (2026): January: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/lebah.v19i3.519

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat peran pemerintah distrik dan kampung dalam mendukung pengembangan ekonomi kawasan berbasis sumber daya alam di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Permasalahan utama yang dihadapi adalah tingginya ketergantungan ekonomi terhadap aktivitas industri, keterbatasan kapasitas perencanaan di tingkat lokal, serta lemahnya koordinasi lintas kampung dan distrik dalam merumuskan arah pengembangan ekonomi pasca aktivitas utama industri. Melalui kegiatan ini, tim pelaksana memfasilitasi proses perencanaan partisipatif dengan menggunakan pendekatan Community Action Plan yang menempatkan pemerintah distrik dan kampung sebagai aktor utama dalam mengidentifikasi permasalahan, memetakan potensi dan aset lokal, serta menyusun rencana aksi bersama. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui analisis situasi awal, diskusi kelompok terarah, lokakarya partisipatif, dan pendampingan dalam perumusan rencana aksi yang bersifat operasional dan kontekstual. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap tantangan dan peluang pengembangan ekonomi kawasan, terpetakannya potensi lokal secara lebih sistematis, serta tersusunnya rencana aksi komunitas yang disepakati bersama. Dampak positif lainnya terlihat dari mulai menguatnya peran pemerintah distrik dan kampung dalam proses perencanaan ekonomi kawasan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kapasitas perencanaan partisipatif yang berkelanjutan dalam mendukung pembangunan ekonomi kawasan di Kabupaten Teluk Bintuni
STRATEGI PEMBELAJARAN MENDALAM (DEEP LEARNING) DAN METODE IMPLEMENTASINYA PADA PENDIDIKAN DASAR: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Irwan, Alken; Efendi, Rendi Nur; Tohamba, Citra Prasiska Puspita; Fahmi, Fahmi; Aswita, Dian
JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 12, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpdp.v12i1.6131

Abstract

Deep learning in elementary education has become increasingly relevant as 21st-century competencies emphasize conceptual understanding, transferability, and higher-order thinking skills from an early stage. This study aimed to synthesize deep learning strategies and their implementation methods in elementary education using a systematic literature review (SLR) approach based on PRISMA. The search process was conducted using keywords related to “deep learning” and “elementary education” across national and international academic databases, followed by screening based on inclusion–exclusion criteria and data extraction for thematic synthesis. Of the 30 documents identified, 20 studies met the criteria for analysis. The findings indicate that deep learning in elementary education is most commonly operationalized through project-based, problem-based, and inquiry-based strategies, strengthened by collaboration and reflection as cross-cutting elements. Recurring implementation patterns include contextual engagement, exploration, concept reinforcement, product or solution creation, presentation and feedback, and reflection, with authentic assessment (performance rubrics, portfolios, and self/peer assessment) ensuring learning depth. The most consistent impacts include improved conceptual understanding, enhanced critical thinking and problem-solving skills, and the development of communication and collaboration abilities. These findings highlight the importance of strengthening teachers’ capacity in designing tasks and authentic assessments, as well as providing institutional support to ensure sustainable implementation of deep learning in elementary education.
Eskalasi Literasi Ilmiah Melalui Webinar 'Detektif Sains': Pendampingan Penulisan Karya Tulis Ilmiah Bagi Siswa SMKN 6 Konawe Selatan Ananda, Oriny Tri; Jendri Mamangkey; Aswita, Dian; Rudia, La Ode Adi Parman; Pramuda, Adi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/xgvter82

Abstract

Di tengah disrupsi era Society 5.0, penguasaan literasi sains dan keterampilan menulis karya tulis ilmiah (KTI) menjadi prasyarat mutlak bagi siswa, namun realitasnya capaian literasi ilmiah di daerah rural masih tergolong rendah. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengeskalasi kompetensi literasi ilmiah siswa SMKN 6 Konawe Selatan melalui program pelatihan intensif bertajuk webinar "Detektif Sains". Pelaksanaan program menggunakan pendekatan pendampingan sistematis yang terdiri dari enam tahapan, yakni observasi awal, identifikasi problematika di sekolah, penyusunan solusi strategis, perancangan aksi, implementasi pelatihan melalui media webinar, serta evaluasi akhir. Partisipan dalam kegiatan ini berjumlah 25 siswa kelas XI. Instrumen evaluasi menggunakan survei untuk memetakan persepsi dan kendala teknis siswa dalam penulisan ilmiah. Temuan menunjukkan bahwa meskipun seluruh siswa (100%) memiliki ketertarikan untuk mengangkat fenomena lokal menjadi ide riset, terdapat hambatan teknis yang signifikan. Sebanyak 84,2% peserta mengalami kesulitan dalam menyusun kerangka tulisan yang logis, dan lebih dari separuh peserta belum terbiasa memanfaatkan jurnal ilmiah sebagai referensi kredibel. Namun, pasca-intervensi melalui webinar, terjadi peningkatan pemahaman mendalam mengenai struktur KTI, teknik sitasi, dan formulasi latar belakang masalah. Program pelatihan karya ilmiah efektif dalam menumbuhkan budaya riset dan memberikan modalitas intelektual bagi siswa di daerah rural untuk menyusun karya ilmiah yang terstruktur. Pendampingan ini diharapkan mampu memperkecil kesenjangan literasi antara wilayah urban dan rural dalam menghasilkan generasi yang literat secara ilmiah