Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Faktor Lingkungan yang Berhubungan Dengan Perilaku Pemilihan Jajanan Siswa SMPN 5 Panca Rijang Kabupaten Sidenreng Rappang Sari, Eka; Said, Sunandar; Febrianti, Devy
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 8 (2025): Volume 7 Nomor 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i8.21573

Abstract

ABSTRACT The survey results conducted by the Food and Drug Supervisory Agency (BPOM) of the Republic of Indonesia show that around 80% of school children consume snacks in the school environment, either from vendors or in the school canteen, with 60.3% of students choosing not-so-good food, while 57.5% have a negative attitude towards snack foods. Although consuming unhealthy food has adverse effects on health, adolescents often continue these habits due to lifestyle influences and globalization. As much as 70% of students or 7 out of 10 students at SMPN 5 Panca Rijang choose their food by considering peer influence, family habits, and food accessibility based on initial observation results. This study aims to determine the relationship between peers, family, food accessibility, media influence, and socioeconomic status on snack selection behavior at SMPN 5 Panca Rijang. The research method uses a quantitative approach with a total sampling technique and data collection through questionnaires or interviews with univariate and bivariate (chi-square) data analysis. The results of the study show a relationship between peer influence and student snack selection behavior with a p-value of 0.010 <0.05, which is smaller than the established significance level, while the other 3 factors, namely family (p-value 0.446), food accessibility (p-value 0.659), and media influence (p-value 0.161), with a p-value >0.05 indicate no relationship as the p-value is greater than the established significance level. Keywords: Environmental Factors, Meal Selection Behavior  ABSTRAK Hasil survei yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 80% anak sekolah mengonsumsi jajanan di lingkungan sekolah, baik dari pedagang yang berjualan maupun di kantin sekolah, sebanyak 60,3% siswa memilih makanan yang kurang baik, sementara 57,5% memiliki sikap negatif terhadap makanan jajanan. Meskipun mengonsumsi makanan tidak sehat berdampak buruk bagi kesehatan, remaja sering kali tetap melanjutkan kebiasaan tersebut akibat pengaruh gaya hidup dan globalisasi. Sebanyak 70% siswa atau 7 dari 10 siswa di SMPN 5 Panca Rijang memilih makanan mereka dengan mempertimbangkan pengaruh teman sebaya, kebiasaan keluarga, dan aksesibilitas makanan data ini berdasarkan hasil observasi awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara teman sebaya, keluarga, aksesibilitas makanan, pengaruh media, dan status sosial ekonomi terhadap perilaku pemilihan jajanan di SMPN 5 Panca Rijang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel total sampling serta pengumpulan data melalui kuesioner atau wawancara dengan analisis data secara univariat dan bivariat (chi square). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan teman sebaya dengan perilaku pemilihan jajanan siswa nilai p-value  0,010  <0,05 lebih kecil dari batas signifikansi yang ditetapkan, sedangakan 3 faktor lain yaitu keluarga(p-value 0.446) aksesibilitas makanan(p-value 0.659), dan pengaruh media(p-value 0.161) . Nilai p-value >  0,05 menunjukkan tidak ada hubungan nilai p-value lebih besar dari batas signifikansi yang ditetapkan. Kata Kunci: Faktor Lingkungan, Perilaku Pemilihan Makan
EVALUASI DEPURASI TOTAL BAKTERI PADA KERANG DARAH DARI PERAIRAN DESA SUKAL, KABUPATEN BANGKA BARAT Pratiwi, Fika Dewi; Sari, Eka
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 3 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.03.4

Abstract

Blood clams cultured in Sukal Village West Bangka Regency sell in the market around Bangka Belitung Island Province. These blood clams often sell without sanitary and hygiene control treatment during cultivation or post-harvest. For that reason, the clams have the potential for pathogenic bacterial contamination that can harm the consumer's health. The study aimed to analyze the initial content of total bacteria (total plate count) in blood clam sample collected from Sukal Village and analyze the content of total bacteria (TPC) after depuration treatment for 24 hours and 48 hours. The depuration experiment followed the recirculating system for 24 hours and 48 hours. The UV light used to irradiate the natural saline water and chitosan from shrimp shell used as a filter and antibacterial agent. The temperature and salinity were constant at 29 o C and 30 o/oo. Total plate count (TPC) method used in this research according to SNI 01-2332.3-2006, while ISO 4833-1: 2013; PerKa BPOM No. 16 used as the quality standard of total bacteria content in blood clam. The result found that the blood clams collected from the first station contained total bacteria exceeded the established quality standards. Independent T-test showed that there was no significant difference between the reduction in the TPC content of blood clam samples with a depuration time of 24 hours and a time of 48 hours. 
Students’ Responses to the Comic based on the Local Potential of West Kalimantan on Biodiversity Material 10 th Grade of MAN 2 Pontianak Sari, Eka; Yeni, Laili Fitri; Yuniarti, Anisyah
IJIS Edu : Indonesian Journal of Integrated Science Education Vol 4, No 1 (2022): January 2022
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ijisedu.v4i1.6491

Abstract

Comics are one instance of visual media that can be used as learning media. Comics engage students to be more interested, motivated, and entertained so that they can help teachers deliver learning materials. The comics developed in this study contain material about the biodiversity that exists in West Kalimantan, especially endemic flora and fauna, considering that West Kalimantan has various potential for diversity. This study aims to determine the feasibility of comics based on the local potential of West Kalimantan on biodiversity material as a learning medium for class X MAN 2 Pontianak and to determine student responses to the developed learning media. The form of this research is descriptive with a survey research method. The sample in this study was class X MIA 4 MAN 2 Pontianak which was selected through a purposive sampling technique. The instruments used were comic media validation sheets and student response questionnaires. Based on the results of the validation data analysis, the calculation of the CVR and CVI values against the 11 assessment indicators, it was found that the comic media developed was categorized as valid with the CVR and CVI values by 1. The results of student responses to the developed comic media, for 3 aspects including cognitive, affective, and conative is 76.18% with a high category. Cognitive responses of 77.6%, affective responses of 78.3%, and conative responses of 72.66% with a high category, respectively. Therefore, comic media based on local potential of flora and fauna endemic to West Kalimantan is feasible to be used as a learning medium in class X in MAN 2 Pontianak, and student responses to the developed media are categorized as strong responses.
Analisis Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas XI Pada Materi Korelasi Product Moment Laily, Khurata A’yunin Dwi Nur; Suprapto, Edy; Sari, Eka
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 7 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana siswa di kelas XI SMAN 6 Madiun memahami konsep matematika tentang materi korelasi product moment. Penelitian ini dilakukan di kelas XI I SMAN 6 Madiun dan melibatkan tiga responden dengan pembelajaran berdiferensiasi. Pengambilan sampel purposive digunakan dengan kriteria berikut: 1 siswa dalam kategori kemampuan kognitif tinggi, 1 siswa dalam kategori kemampuan sedanggi. Jenis pendekatan fenomologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dan metode pengumpulan data yang digunakan termasuk tahap dokumentasi, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan ketercapaian dalam pemahaman konsep matematika. Indikator pemahaman konsep pertama menunjukkan bahwa hanya satu dari tiga siswa mampu mengklasifikasi objek sesuai dengan konsepnya dengan baik, dan indikator pemahaman konsep kedua menunjukkan bahwa dua dari tiga siswa mampu memberikan contoh dan noncontoh konsep. Sebagai hasil dari indikator pemahaman konsep keenam, dua dari tiga siswa dapat menggunakan konsep atau algoritma pemecahan masalah konsep. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pemahaman yang lebih baik tentang konsep matematika dapat membantu siswa memecahkan masalah matematika dengan lebih baik.
Profil Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Berdasarkan Langkah Polya Puspa, Shinta; Suprapto, Edy; Sari, Eka
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 10 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis tertulis siswa merupakan kemampuan menyatakan dan mengilustrasikan ide matematika, konsep matematika serta menggunakan lambang dan notasi dalam bentuk tulisan. Kemampuan menyatakan dan mengilustrasikan ide matematika, konsep matematika serta menggunakan lambang dan notasi sangatlah penting dalam belajar matematika. Setiap siswa kemungkinan memiliki persamaan dan perbedaan kemampuan komunikasi matematis tertulis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis tertulis siswa SMA dalam menyelesaikan masalah. Penelitian ini berjenis kualitatif yaitu suatu proses penelitian yang dilakukan secara natural sesuai dengan kondisi objektif di lapangan tanpa adanya manipulasi, dimana dalam hal ini pengambilan datanya dilakukan melalui tes tertulis siswa. Pada penelitian ini menggunakan triangulasi waktu dimana tes tertulis dilaksanakan dengan siswa yang sama sebanyak dua kali tetapi dilaksanakan dalam waktu yag berbeda. Hasil penelitian kemampuan komunikasi matematis tertulis pada siswa SMA dalam menyelesaikan masalah berdasarkan langkah Polya menunjukkan bahwa terdapat beberapa persamaan dan perbedaan pada setiap siswa dimana terdapat persamaan dalam mengerjakan dengan langkah Polya tetapi ada siswa yang lebih detail dalam mengerjakan dan juga dapat mengingat hal-hal yang diajarkan sedangkan siswa yang lain lebih cenderung mengerjakan secara singkat dan tepat. Sehingga dapat dikatakan bahwa siswa SMA memiliki persamaan dan perbedaan kemampuan komunikasi matematis tertulis dalam menyelesaikan masalah berdasarkan langkah Polya.
Estetika Gerak Tari Sambut Sebiduk Sehaluan di Kabupaten OKU Timur Julta, Arbi; Sari, Eka
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 1 Februari 2025
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i1.653

Abstract

The Sebiduk Sehaluan Welcome Dance is a dance that is performed in groups. As a form of honor and respect for the guest of honor who came to Martapura, East OKU Regency, this dance is a form of joy and respect for the arrival of the guest of honor from the local community to the Bumi Sebiduk Sehaluan area. This research aims to evaluate the aesthetics of the dance movements in the Sambut Sebiduk Sehaluan Dance. Using a qualitative descriptive approach, an ethical and emic approach, and a choreographic aesthetic approach, this research methodology is qualitative, using interview, observation, and documentation data collection techniques—the data analysis technique used by Adshead Theory, et al. The research results obtained are the value of beauty in the Sambut Sebiduk Sehaluan Dance where the unique beauty is created from the intertwining patterns of time, place, and use of energy which are the characteristics of the movement. The use of a wide and varied tempo and a high level of energy in the volume of movement creates a lively, seductive, and enthusiastic impression.
Analisis Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Yang Ada Di Perum Bulog Divre Bengkulu Sari, Eka; Wagini, Wagini; Hidayah, Nenden Restu
Journal of Management, Economic, and Accounting Vol. 1 No. 1 (2022): Januari-Juni
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jmea.v1i1.2

Abstract

the cash sales accounting system is a system carried out by the company by requiring the buyer to pay the price in advance before the goods are handed over by the company to the buyer. cash sales information system includes related functions, documents used, accounting records used, network procedures that make up the system. methods of data collection using field research is to directly review the company by means of observation, interviews and documentation. this type of research uses comparative descriptive, while the analytical method used is a comparative method.the results of the research on cash sales accounting information systems are carried out by comparing cash sales information including related functions, documents used, accounting records used, network procedures that form the system. so from the results of the study it was concluded that the comparison of cash sales accounting information systems when viewed from the purpose of the accounting information system was appropriate/adequate and can be said to be good, this can be seen from the responsibilities of each section that has carried out its duties according to the given authority.
PENGUATAN KOLABORASI UBB DAN SMAN 1 PANGKALAN BARU: DISEMINASI SEA RANCHING KERANG DARAH SEBAGAI UPAYA REHABILITASI KERUSAKAN PESISIR YANG TERDAMPAK PENAMBANGAN TIMAH LAUT DI DESA KEBINTIK DAN DESA BATU BELUBANG KECAMATAN PANGKALAN BARU KABUPATEN BANGKA TENGAH Bidayani, Endang; Sari, Eka; Aisyah, Siti
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 10 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i10.3074

Abstract

Kerusakan hutan mangrove di Pulau Bangka akibat aktivitas penambangan timah di wilayah pesisir cukup mengkhawatirkan. Hal ini menyebabkan masyarakat pesisir mayoritas mata pencahariannya sebagai nelayan tradisional rentan terhadap bencana ekologi. Sejumlah wilayah di Pulau Bangka berada pada zona konflik pertambangan timah. Sea ranching adalah pelepasan biota ke laut untuk ditangkap setelah mencapai ukuran tertentu. Sea ranching diterapkan ketika rekrutmen alami rendah akibat rusaknya habitat. Permasalahan yang dihadapi mitra saat ini adalah: 1) Mitra belum memiliki keterampilan untuk melakukan sea ranching; dan 2) Mitra belum memiliki pengetahuan terkait sea ranching. Kolaborasi Universitas Bangka Belitung (UBB) dan Sekolah Menengah tingkat Atas Negeri (SMAN I) Pangkalan Baru melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi antara lain: 1) Membantu mitra merehabilitasi pesisir yang rusak melalui upaya sea ranching dengan tingkat keberhasilan tinggi; dan 2) Mengembalikan fungsi habitat bagi biota perairan khususnya kerang darah sebagai komoditas tangkapan nelayan. Luaran yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah: 1) Bertambahnya populasi kerang darah pada kedua desa sasaran melalui kegiatan sea ranching; 2) Peningkatan pendapatan masyarakat desa; dan 3) Peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat untuk melestarikan pesisir sebagai habitat kerang darah melalui sea ranching. Hasil kegiatan, kolaborasi UBB  dengan SMAN 1 Pangkalan Baru berhasil melakukan sea ranching kerang darah di Desa Kebintik dan Desa Batu Belubang sebanyak 1.500.000 ekor. Diharapkan, kerang tumbuh dan berkembang biak, dan menjadi alternatif komoditas tangkapan nelayan dimasa mendatang.