Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) berdasarkan Faktor Prediktor Usia Kehamilan Dan Status Gizi Ibu Khoirunnisa', Fania Nurul; Puspitasari, Indah; Yulianti, Indah; Nisak, Ana Zumrotun; Siagian, Dewi Sartika
Midwifery Care Journal Vol. 5 No. 3 (2024): July 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/micajo.v5i3.11597

Abstract

Low birth weight (LBW) contributes about 60-80% of neonatal mortality. Factors such as gestational age and maternal nutritional status are among of the causes of LBW. Reducing infant mortality rate (IMR) is an essential indicator of a country’s success in improving public health. The aim of this study was to investigate the occurrence of LBW based on gestational age and maternal nutritional status at PKU Muhammadiyah Tegal hospital. This study was analytical and retrospective approach. The study population includes all mothers who gave birth at PKU Muhammadiyah Tegal hospital in July 2023 on 41 respondents. Data collection involves secondary data and statistically analyzed using chi square test. Result of the study found that from the respondents, 21 (51.2%) experienced preterm births (<37 weeks), while 22 (53.7%) were diagnosed with Chronic Energy Deficiency (CED) with Mid-Upper Arm Circumference (MUAC) < 23.5 cm. LBW occurred in 28 cases (68.3%). Chi-square analysis revealed a significant correlation between gestational age and LBW at Muhammadiyah Tegal PKU Hospital (p-value=0.010, OR: 7.773). Similarly, LBW occurrence based on maternal nutritional status also exhibited a significant relationship (p-value=0.004, OR: 15.000), indicating that pregnant women with CED have a 15 times higher risk of experiencing LBW compared to non-CED pregnant women
Keterlambatan Imunisasi Dasar Lengkap Di Puskesmas Godong 1 Kabupaten Grobogan Maslikah, Ida; Nisak, Ana Zumrotun; Nasriyah, Nasriyah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i2.22046

Abstract

Cakupan imunisasi yang rendah di Jawa Tengah (2024) mencapai 72,70% menjadi bahan evaluasi pelaksanaan program imunisasi dasar lengkap pada bayi. Bahkan Puskesmas Godong 1 mencapai 110,6% pada tahun 2023, namun angka tersebut tidak mutlak karena 50% peserta mengikuti jadwal imunisasi susulan. Survei pendahuluan yang menunjukkan imunisasi dasar lengkap bulan Juni 2024 hanya sebesar 26-27%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keterlambatan melengkapi imunisasi dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah teknik asosiatif kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang memiliki anak usia di bawah 2 tahun pada bulan Mei 2025 dengan jumlah sampel 45 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan observasi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis univariat disajikan dalam bentuk persentase, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji chi-square dengan nilai p 0,05. Hasilnya menunjukkan tingkat pendidikan yang tinggi (55,6%), pengetahuan yang baik (62,2%), kesadaran sosial budaya yang baik (64,4%), dan keterlambatan imunisasi (44,4%). Dengan demikian, terdapat hubungan antara pendidikan, pengetahuan, dan kesadaran sosial budaya dengan keterlambatan penyelesaian imunisasi dasar pada anak usia 2 tahun. Diharapkan hal ini akan meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat tentang imunisasi dasar yang lengkap.
ANALISIS EMPAT TERLALU TERHADAP RISIKO TINGGI KEHAMILAN Damayanti, Evi; Nisak, Ana Zumrotun; Nasriyah, Nasriyah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.3040

Abstract

Kehamilan risiko tinggi masih menjadi tantangan kesehatan ibu yang signifikan di wilayah kerja Puskesmas Juwana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian kehamilan risiko tinggi di wilayah Puskesmas Juwana. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri atas 220 ibu hamil yang diambil secara total sampling dari data rekam medis periode Januari–Maret 2024. Pemilihan sampel menggunakan kriteria inklusi yaitu ibu hamil yang melakukan pemeriksaan di wilayah kerja Puskesmas dan memiliki data lengkap, serta kriteria eksklusi yaitu ibu hamil dengan data 4 Terlalu yang tidak lengkap. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan data rekam medis untuk mengukur variabel empat terlalu (umur, jarak kelahiran, dan jumlah anak) serta status risiko kehamilan. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square . Hasil menunjukkan bahwa 18,2% ibu hamil mengalami kehamilan risiko tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,000), jarak kelahiran (p=0,000), dan paritas (p=0,000) dengan kejadian kehamilan risiko tinggi. Hasil ini menunjukkan pentingnya deteksi dini dan edukasi berkelanjutan untuk mencegah komplikasi selama kehamilan.  Diperlukan penguatan layanan antenatal di tingkat primer guna meningkatkan mutu kesehatan ibu dan janin.
DETERMINAN KEPATUHAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE PADA IBU HAMIL Indriyani, Pungki; Nisak, Ana Zumrotun; Nasriyah, Nasriyah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.2996

Abstract

Salah satu aspek yang masih mengakibatkan melonjaknya angka kematian ibu (AKI) di Indonesia yaitu masalah kehamilan yang sebenarnya dapat dicegah melalui kepatuhan dalam melakukan kunjungan antenatal care (ANC). Namun, ibu hamil trimester ketiga di Puskesmas Juwana masih menunjukkan tingkat kepatuhan yang rendah terhadap kunjungan ANC. Kondisi ini diduga dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti usia, jumlah kelahiran (paritas), dan tingkat pendidikan. Oleh karenanya, studi ini tujuannya untuk menganalisa hubungan antara umur, paritas, dan pendidikan dengan kepatuhan terhadap kunjungan ANC. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif korelasional denganrancangan retrospektif. Penelitian dilakukan di Puskesmas Juwana pada 15 Maret–15 April 2025. Populasi penelitian mencakup 237 ibu hamil pada trimester ketiga yang menjalani pemeriksaan antenatal care, dengan sampel sebanyak 59 responden dipilih melalui total sampling  berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hanya data sekunder dari observasi dan kuesioner berdasarkan informasi dari rekam medis dan buku KIA yang dipakai pada studi ini. Uji Chi-Square digunakan untuk analisis berbantuan aplikasi SPSS for Windows. Hasil menunjukkan bahwa umur, paritas, dan pendidikan merupakan faktor yang memengaruhi kepatuhan kunjungan ANC pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Juwana (p = 0,041; p = 0,000; p = 0,042). Secara khusus, hasil ini mengindikasikan bahwasanya primipara, ibu dengan pendidikan menengah, dan wanita umur non-risiko lebih cenderung mematuhi kunjungan ANC. Temuan ini menyoroti pentingnya mempertimbangkan karakteristik ibu dalam upaya meningkatkan kepatuhan terhadap kunjungan ANC, yang pada akhirnya bertujuan untuk mencegah berbagai masalah kehamilan.
INTERVENSI EDUKASI DAN KETERLIBATAN SUAMI TERHADAP KEBERHASILAN INISIASI MENYUSUI DINI Widiyanti, Lydia Anggun; Azizah, Noor; Nisak, Ana Zumrotun
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 17, No 1 (2026): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v17i1.3264

Abstract

IMD adalah proses alami ketika bayi melakukan pencarian puting payudara ibunya segera setelah persalinan. Bayi dibiarkan berusaha menemukan dan mengisap puting ibu secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas intervensi edukasi dan keterlibatan suami terhadap keberhasilan inisiasi menyusui dini (IMD). Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan desain quasi-eksperiment. Penelitian ini menggunakan posttest only with control group design. Populasi sebanyak 74 ibu bersalin dan bayi baru lahir. Perhitungan sampel dengan rumus berjumlah 62. Kemudian dibagi untuk dua kelompok. Jadi sample yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 31 responden untuk kelompok intervensi dan 31 untuk kelompok control. Analisa bivariat menggunakan uji mann whitney. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pada kelompok intervensi bayi yang berhasil melakukan IMD sebanyak 24 (77,4%) sedangkan pada kelompok control bayi yang berhasil sebanyak 15 (48,3%). Hasil ini dapat disimpulkan ada efektivitas intervensi edukasi dan keterlibatan suami terhadap keberhasilan IMD di RSI Sultan Hadlirin Jepara nilai karena p value 0,019 0,05. 
EFEKTIFITAS EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (EFT) UNTUK MENGURANGI KECEMASAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III Ningtiyas, Ananda Putri; Nisak, Ana Zumrotun; Asiyah, Nor
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 1 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i1.2815

Abstract

Kecemasan merupakan perasaan takut yang tidak jelas penyebabnya dan tidak didukung oleh situasi yang ada. Kecemasan pada kehamilan akan berdampak buruk bagi ibu dan janin. Selain menggunakan terapi farmakologis terapi non farmakologis juga mampu untuk mengatasi kecemasan salah satunya adalah EFT. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemberian terapi EFT untuk mengurangi kecemasan pada ibu hamil trimester III. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Quasi Eksperimen (pretest-posttes with controll group design) bersifat deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini  ibu hamil trimester III yang tercatat pada kohort di wilayah Desa Bringin. Penelitian ini menggunakan Teknik total sampling. Sebanyak 40 responden. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Uji Wilcoxcon. Hasil penelitian didapatkan bahwa responden ibu hamil trimester III mengalami tingkat kecemasan dari ringan hingga berat dengan nilai p value 0,000 0,05, sehingga terdapat pengaruh antara terapi EFT terhadap kecemasan ibu hamil trimester III. AbstractAnxiety is a feeling of fear that is not clearly caused and is not supported by the existing situation. Anxiety in pregnancy will have a negative impact on the mother and fetus. In addition to using pharmacological therapy, non-pharmacological therapy is also able to overcome anxiety, one of which is EFT. This study aims to analyze the effectiveness of EFT therapy to reduce anxiety in pregnant women in the third trimester. This study is a quantitative study with a Quasi Experiment method (pretest-posttest with control group design) which is descriptive correlation with a cross-sectional approach. The population in this study were pregnant women in the third trimester who were recorded in a cohort in the Bringin Village area. This study used the total sampling technique. A total of 40 respondents. Data analysis in this study used the Wilcoxcon Test. The results of the study showed that respondents in the third trimester of pregnancy experienced anxiety levels ranging from mild to severe with a p value of 0.000 0.05, so there was an influence between EFT therapy on anxiety in pregnant women in the third trimester
HUBUNGAN KEPATUHAN IBU DALAM PEMANTAUAN PERKEMBANGAN ANAK USIA 5-6 TAHUN DENGAN HASIL KUESIONER PRA SKRINING PERKEMBANGAN (KPSP) Rofi’ah, Aliyatur; Islami, Islami; Nisak, Ana Zumrotun
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.2991

Abstract

Masa anak perlu dilakukan stimulasi agar tumbuh kembang anak berkualitas dan tidak terdapat penyimpangan. Faktor yang pertama yaitu keluarga, yang merupakan unit terpenting dalam pengembangan sosial anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan ibu dalam pemantauan perkembangan anak usia 5-6 tahun dengan hasil kuesioner pra skrining perkembangan (KPSP). Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah jenis penelitian kuantitatif dengan metode analitik korelasi. Penelitian ini menggunakan populasi anak didik yang sekolah di RA Miftahul Huda Tondomulyo Jakenan Pati sebanyak 44 anak. Teknik sampling yang dipergunakan yaitu teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner KPSP dan kuesioner kepatuhan ibu. Analisa data yaitu chi square. Hasil penelitian menerangkan bahwa ibu responden patuh terhadap perkembangan anak sebanyak 30 (68,2%), sedangkan ada 14 (31,8%) ibu responden yang tidak patuh. Hasil kuesioner KPSP menggambarkan bahwa sebagian besar responden berkembang sesuai harapan sebanyak 25 (56,8%), meragukan sebanyak 16 (36,4 %), sedangkan ada 3 (6,8%) responden kurang. Uji chi square sebesar 0,001 artinya ada hubungan kepatuhan ibu dalam pemantauan perkembangan anak usia 5-6 tahun dengan hasil skrining KPSP di RA Miftahul Huda Tondomulyo Jakenan Pati.
PENDAMPINGAN BIDAN DAN KELUARGA TERHADAP PEMBERIAN ASI PADA 1 MINGGU PERTAMA BAYI BARU LAHIR Rizqiyah, Istaula; Azizah, Noor; Nisak, Ana Zumrotun
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 17, No 1 (2026): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v17i1.3267

Abstract

ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi, ASI juga melindungi bayi dari hampir semua infeksi dengan meningkatkan kekebalan tubuh bayi. Bidan memiliki peran khusus dalam mendukung pemberian ASI dan mencegah terjadinya masalah. Selain itu, faktor dukungan keluarga juga memberikan kontribusi yang besar terhadap keinginan ibu untuk menyusui bayinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendampingan bidan dan keluarga terhadap pemberian ASI pada 1 minggu pertama bayi baru lahir di RSI Sultan Hadlirin Jepara. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain posttest only with control group design. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh ibu bersalin normal di RSI Sultan Hadlirin Jepara pada bulan Juni- Agustus sebanyak 74 Ibu. Jumlah sampel dihitung dengan rumus slovin dibutuhkan sampel sebanyak 62 responden kemudian dibagi menjadi kelompok intevensi sebanyak 31 dan kontrol sebanyak 31 ibu. Analisa bivariat menggunakan uji mann whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi bayi yang mendapat ASI saja sebanyak 23 (37%) sedangkan pada kelompok kontrol bayi yang mendapat ASI saja sebanyak 13 (21%). Hasil analisis menyimpulkan ada pengaruh pendampingan bidan dan keluarga terhadap pemberian ASI pada 1 minggu pertama bayi baru lahir di RSI Sultan Hadlirin Jepara dengan p value 0,000. Saran kepada peneliti selanjutnya dapat menambahkan variabel lain, seperti tingkat pengetahuan keluarga atau faktor psikologis ibu, yang mungkin berpengaruh terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif.
HUBUNGAN ANEMIA IBU HAMIL DENGAN BERAT BADAN BAYI LAHIR Indraningrum, Tut; Islami, Islami; Nisak, Ana Zumrotun
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i2.3034

Abstract

Anemia selama kehamilan trimester III merupakan masalah kesehatan yang berisiko tinggi terhadap ibu dan bayi, termasuk berat badan lahir rendah (BBLR). Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara anemia pada ibu hamil trimester III dengan berat badan bayi lahir di wilayah kerja Puskesmas Juwana. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik korelasional. Sampel sebanyak 52 ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu memiliki data kadar hemoglobin, data berat badan bayi baru lahir, serta melahirkan di fasilitas kesehatan wilayah kerja Puskesmas, dan diambil dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh dari rekam medis, meliputi kadar hemoglobin trimester III dan berat badan bayi saat lahir. Analisis bivariat menggunakan uji Spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden mengalami anemia ringan (69,2%) dan melahirkan bayi dengan berat badan normal (75,0%). Hasil uji Spearman rho menunjukkan nilai p = 0,000 (0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara anemia ibu hamil dan berat badan bayi lahir. Disimpulkan bahwa semakin berat tingkat anemia, semakin besar kemungkinan bayi lahir dengan berat badan rendah. Diperlukan intervensi pencegahan anemia selama kehamilan untuk menekan risiko BBLR.
PENDAMPINGAN KELUARGA TERAPI STIMULASI ORAL TERHADAP REFLEK MENGHISAP DAN PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI BBLR Ulya, Zahrotul; Azizah, Noor; Nisak, Ana Zumrotun
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 17, No 1 (2026): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v17i1.3278

Abstract

Pada bayi BBLR, kemampuan menyusu secara oral merupakan salah satu kriteria keluar dari rumah sakit. Ketidakmampuan refleks hisap pada bayi disebabkan oleh kemampuan otot menghisap masih lemah dan kemampuan oral belum stabil yang mengakibatkan berat badan belum optimal. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendampingan keluarga terapi stimulasi oral terhadap reflek menghisap dan peningkatan berat badan bayi BBLR di RSI Sultan Hadlirin Jepara. Dalam penelitian ini akan menggunakan jenis penelitian pra eksperimen dengan two group pre test - post test design yaitu penelitian ini terdapat dua kelompok intervensi dan kontrol yang mana setiap kelompok akan mendapat test dua kali sebelum dan sesudah intervensi. Kelompok intervensi diberikan tindakan stimulasi oral dan pendampingan keluarga sedangkan kelompok control mendapat perlakukan sesuai SOP rumah sakit untuk bayi BBLR. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi berat badan lahir rendah di ruang siti hajar RSI Sultan Hadlirin Jepara bulan November Tahun 2025 sebanyak 53 bayi BBLR. Jumlah sampel dihitung dengan rumus slovin didapatkan sampel sebanyak 47 bayi. Teknik sampel yaitu consecutif sampling (berurutan). Instrument yang digunakan adalah early feeding assessment dan penimbangan berat badan. Analisa data menggunakan uji uji paired t test. Hasil penelitian menjelaskan ada pengaruh pendampingan keluarga terapi stimulasi oral terhadap reflek menghisap pada bayi BBLR di RSI Sultan Hadlirin Jepara dengan nilai p = 0,000 kurang dari 0,05. Ada pengaruh pendampingan keluarga terapi stimulasi oral terhadap peningkatan berat badan bayi BBLR di RSI Sultan Hadlirin Jepara dengan nilai p = 0,000 kurang dari 0,05. Saran yang dapat diberikan pada penelitian selanjutnya yaitu menambahkan variabel lain yang mempengaruhi peningkatan berat badan bayi BBLR seperti faktor nutrisi ibu dan lama perawatan.