Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Elevating Problem-Solving Prowess: The Impact of ICT-Assisted ReCODE Learning Model on Class VIII Students' Problem-Solving Skills at SMPN 18 Makassar Sitti Saenab; St Asriani; Nurhayani H Muhiddin; Andi Rahmat Saleh
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 5 (2024): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i5.4872

Abstract

Problem-solving skills are one of the 21st-century skills that are important to improve, especially in the field of science. However, some studies show that students' problem-solving skills are still low. This study aims to determine the effect of the ICT-assisted Reading, Connecting, Observing, Discussing, Evaluating (ReCODE) learning model on students' problem-solving skills. This research is a quasi-experimental research with Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design research design. The study population was all students of class VIII SMPN 18 Makassar. Sampling using a purposive sampling technique which consisted of experimental class and control class. The instrument used was an essay test instrument with data collection methods using pre-test and post-test results. Data were analyzed using descriptive and inferential statistical analysis. The results of the analysis were obtained tcount = 2.4 > ttable = 1.67 which means H0 is rejected and H1 is accepted. Based on these results, it can be concluded that the ReCODE Learning model assisted by ICT affects the problem-solving skills of class VIII students of SMPN 18 Makassar.
Pengaruh Blended Learning terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Makassar Adnan Adnan; Andi Rahmat Saleh; Dian Dwi Putri Ulan Sari Patongai; Suhardi Aldi
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 7 No 2 (2026): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v7i2.724

Abstract

Student learning outcomes are still a challenge in higher education, especially in a learning system that is still teacher-centered and lack interactivity. Therefore, it is necessary to improve the quality of learning through more responsive and flexible approaches, such as blended learning. This study aims to analyze the effect of implementing blended learning on the learning outcomes of biology students in the Faculty of Mathematics and Natural Sciences (FMIPA) at the University of Makassar (UNM). This study employed a quasi-experimental design with random sampling. The study population consisted of all Biology Department students at FMIPA UNM enrolled in the Cell and Molecular Biology course. The sample comprised 75 students divided into three classes: two experimental classes and one control class. The assessment instrument used was a learning outcome test in the form of multiple-choice questions. Data analysis was conducted descriptively and inferentially using a one-way ANOVA test. The results showed that Experimental Class 1, which implemented blended learning, achieved a higher average learning outcome score compared to Experimental Class 2 and the control class. The ANOVA test indicated a significant difference between the groups (p < 0.05). Thus, blended learning has a significant effect on student learning outcomes.
PKM MGMP IPA SMP KABUPATEN MAROS DALAM MENDESAIN MICROMODUL BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF Sitti Saenab; Andi Rahmat Saleh; Ahmad Zuhudy Bahtiar; Iqra Ramadani
Jurnal Abdi Negeriku Vol 5, No 1 (2026): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v5i1.84289

Abstract

Transformasi digital dalam pendidikan menuntut guru untuk mampu memanfaatkan teknologi secara pedagogis dalam merancang pembelajaran yang interaktif dan berpusat pada peserta didik. Namun, pemanfaatan teknologi pembelajaran oleh guru IPA di MGMP SMP Kabupaten Maros masih terbatas pada penggunaan media presentasi sederhana dan bahan ajar statis. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya peningkatan kompetensi guru dalam merancang bahan ajar digital yang lebih inovatif dan interaktif. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mendesain micromodul berbasis multimedia interaktif yang dapat digunakan dalam pembelajaran IPA. Program dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui metode learning by doing, kolaborasi antarguru, serta pendampingan implementatif. Kegiatan melibatkan 15 guru MGMP IPA SMP Kabupaten Maros dan dilaksanakan melalui lima tahapan, yaitu perencanaan dan sosialisasi, pelatihan inti micromodul, pengembangan dan kurasi produk, pendampingan implementatif, serta evaluasi dan keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru dalam merancang micromodul berbasis multimedia interaktif yang ditunjukkan melalui peningkatan skor rata-rata pretest sebesar 19,33 menjadi 55,27 pada posttest dengan nilai N-Gain sebesar 0,79 yang berada pada kategori tinggi. Selain itu, terjadi peningkatan pemanfaatan berbagai platform digital dalam pembelajaran serta respon positif peserta terhadap pelaksanaan program dengan rata-rata penilaian sebesar 4,66 (93,20%). Program ini berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi digital guru serta mendorong terciptanya inovasi pembelajaran IPA berbasis teknologi melalui pengembangan micromodul multimedia interaktif di lingkungan MGMP.
PENDAMPINGAN GURU SDN 155 ATAKKA SOPPENG DALAM INTEGRASI STEAM DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS MELALUI PROYEK PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR BERBASIS SDGS Nurhayati B; Ismail Ismail; Yusminah Hala; Suhartini Azis; Abdul Hadis; Muhammad Isrul; Andi Rahmat Saleh; Syamsul Syamsul
Jurnal Abdi Negeriku Vol 5, No 1 (2026): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v5i1.85307

Abstract

This community service program aimed to improve teachers’ understanding and skills at SDN 155 Atakka Soppeng in integrating STEAM and Science Process Skills (SPS) through an SDGs-based Liquid Organic Fertilizer (LOF) project. The program employed an empowerment-based mentoring approach consisting of socialization, training, hands-on LOF production, pre-test and post-test evaluation, and sustainability reflection. The pre-test indicated that teachers’ initial understanding of STEAM, SPS, and LOF was varied and not yet applicable. After mentoring, the post-test showed improved understanding, positive responses to the activity, and teachers’ ability to connect LOF with science learning activities, such as observing, measuring, drawing conclusions, and communicating findings. The hands-on activity also produced LOF with observable changes in color, odor, and texture, indicating the fermentation process. These findings demonstrate that the LOF project can serve as a contextual learning medium that connects teacher capacity building, STEAM learning, SPS development, organic waste management, and sustainability education in elementary schools. Further mentoring on LOF application, growing media, hydroponics, and formulation development is recommended to support sustainable environmentally-based IPAS learning. 
Penguatan Kompetensi Pedagogik Alumni Pendidikan IPA FMIPA UNM Melalui Pelatihan Project Based Learning Rifajrin Rifajrin; Sitti Saenab; Ramlawati Ramlawati; Andi Rahmat Saleh; Nur Asia
SMART: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2026): April
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/smart.v6i1.84974

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan bagi calon guru IPA dalam merancang pembelajaran berbasis proyek. Kegiatan ini melibatkan 15 alumni pendidikan IPA yang tergabung dalam IKA Pendidikan IPA FMIPA UNM. Kegiatan terdiri atas tahap persiapan, pelaksanaan, diskusi dan evaluasi reflektif. Data diperoleh dengan menggunakan angket dan lembar observasi. Hasil evaluasi menunjukkan peserta mampu memahami prinsip-prinsip PjBL dan mampu merancang pembelajaran berbasis proyek ditunjukkan dari produk modul ajar, LKPD, instrumen dan perangkat pendukung lainnya. Selain itu peserta pelatihan memberikan respons positif terhadap pelatihan. Secara umum, skor masing-masing aspek menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi, dengan rata-rata skor berkisar antara 4,0 hingga 4,8 dari skala maksimum 5. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam mempersiapkan calon guru IPA yang kompeten dan inovatif dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21
PELATIHAN INOVASI PROYEK SAINS: KREASI HERBARIUM BAGI SISWA SMP Dian Dwi Putri Ulan Sari Patongai; Faisal Faisal; Arifah Novia Arifin; Oriny Tri Ananda; Andi Rahmat Saleh; Andi Citra Pratiwi; Aswida Aswida
Jurnal Abdi Negeriku Vol 4, No 2 (2025): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v4i2.77904

Abstract

Gowa Regency has abundant natural and cultural resources that hold potential for educational development. However, these resources have not been fully utilized in science learning at the junior high school level, including at SMP Negeri 1 Gowa, due to limited facilities and insufficient teacher training. This community service program aimed to empower students and teachers with relevant science and technology skills through project-based innovation training focused on herbarium creation. Herbarium, as a collection of preserved plants, serves as an effective learning medium to enhance biological concept understanding and foster conservation awareness. The program involved socialization, hands-on herbarium-making training, technology integration, mentoring, program sustainability, and final reflection. Data were collected through observation, tests, and reflection, and were analyzed descriptively. The results indicated that students successfully produced herbarium collections, demonstrating improvements in conceptual understanding, practical skills, and creativity. Teachers also gained experience in designing project-based learning aligned with the Merdeka Curriculum principles, enhancing their instructional competence in science education. Keywords: Training, Science Innovation, Herbarium, Merdeka Curriculum
Pelatihan Mahasiswa dalam Mendampingi Guru Mendesain Micromodul Berbasis Multimedia Interaktif pada Program PKM MGMP IPA SMP Kabupaten Maros Andi Rahmat Saleh; Sitti Saenab; Ahmad Zuhudy Bahtiar; Iqra Ramadani
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v8i22025p197-204

Abstract

Pelatihan mahasiswa dalam mendampingi guru mendesain micromodul berbasis multimedia interaktif bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan kompetensi teknis mahasiswa serta memperkuat penerapan teknologi dalam pembelajaran di SMP Kabupaten Maros. Evaluasi pretest dan posttest menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 25% dalam literasi digital mahasiswa. Sebagian besar mahasiswa berhasil merancang video tutorial dan prototipe micromodul yang efektif, namun masih ada mahasiswa yang membutuhkan pendampingan lebih intensif dalam menguasai alat digital. Pelatihan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis teknologi di Kabupaten Maros, serta memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa sebagai fasilitator. Meskipun demikian, tantangan teknis seperti masalah akses dan penguasaan alat masih perlu diperbaiki. Pelatihan ini memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerah, dengan memperkenalkan penggunaan teknologi dalam desain pembelajaran yang lebih dinamis dan interaktif.
KETERLAKSANAAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS X SMA NEGERI 9 GOWA Maria Retsa; Hamka Hamka; Andi Rahmat Saleh
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 2 (2026): Vol. 9 No. 2 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i2.59325

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Biologi kelas X SMA Negeri 9 Gowa, khususnya pada materi virus, serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada semester ganjil Tahun Ajaran 2024/2025. Subjek penelitian adalah guru Biologi kelas X, dengan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi telah diterapkan, namun belum berjalan secara optimal. Pembuatan modul terbuka, diferensiasi konten, proses, dan produk, serta penilaian formatif dan sumatif telah terlaksana dengan baik. Namun, modul proyek belum disusun, asesmen diagnostik nonkognitif belum terlaksana secara maksimal, dan pemetaan gaya belajar peserta didik belum dapat dilakukan secara menyeluruh dalam setiap pertemuan. Meskipun demikian, penerapan pembelajaran berdiferensiasi memberikan dampak positif terhadap keterlibatan, motivasi, dan pemahaman siswa terhadap materi Biologi. Hambatan utama yang ditemukan adalah keterbatasan waktu, kompleksitas perencanaan pembelajaran, serta kebutuhan penyesuaian materi dan strategi pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik yang beragam. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi guru dan dukungan sekolah untuk mengoptimalkan implementasi pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Biologi kelas X SMA Negeri 9 Gowa, khususnya pada materi virus, serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada semester ganjil Tahun Ajaran 2024/2025. Subjek penelitian adalah guru Biologi kelas X, dengan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi telah diterapkan, namun belum berjalan secara optimal. Pembuatan modul terbuka, diferensiasi konten, proses, dan produk, serta penilaian formatif dan sumatif telah terlaksana dengan baik. Namun, modul proyek belum disusun, asesmen diagnostik nonkognitif belum terlaksana secara maksimal, dan pemetaan gaya belajar peserta didik belum dapat dilakukan secara menyeluruh dalam setiap pertemuan. Meskipun demikian, penerapan pembelajaran berdiferensiasi memberikan dampak positif terhadap keterlibatan, motivasi, dan pemahaman siswa terhadap materi Biologi. Hambatan utama yang ditemukan adalah keterbatasan waktu, kompleksitas perencanaan pembelajaran, serta kebutuhan penyesuaian materi dan strategi pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik yang beragam. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi guru dan dukungan sekolah untuk mengoptimalkan implementasi pembelajaran berdiferensiasi.v
Meta-analisis : Pengaruh Penerapan Gamifikasi dalam Pembelajaran Berbantu Aplikasi Quizizz Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa SMA Andi Rahmat Saleh; Sitti Saenab; Andi Tenri Ampa Nurfitria Papada
Celebes Science Education Volume 2 Number 2 June 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/cse.v2i2.47728

Abstract

The rapid technological developments globally have brought big changes to The Times. In the educational world application of technology is desperately needed and will contribute space for students to be able to explore potential and innovation as an implementation of the learning, which is consistent with the requirement in the 21st century of education that requires students to be able to grow knowledge and skills in an aspect of life. Therefore, it will take a great deal of fun to cultivate an interest and motivation in learning, which can be achieved with the help of varying media use or methods in learning. One of the tools deemed capable of realizing that is, with the application-aided gamizizz approach. Research with the title of the effectiveness of the application of the gamizizz application to the quizizz application to the increased high school student biology results was conducted with the purpose of knowing how much the gamizizz application may have affected the quizizz application of high school biology. The study is conducted with the application of the meta method - analysis using 7 articles from the journal of Indonesia as the subject of research. Based on research, it was found that application of gamizizz's AIDS to learning gives positive reinforfication when applied to high school x levels, in view.
Pelatihan Pembuatan Herbarium Berbantuan QR Code Bagi Alumni Pendidikan IPA FMIPA UNM Sitti Saenab; Andi Rahmat Saleh; Sitti Rahma Yunus
Beru'-beru': Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Juli-Oktober 2022
Publisher : Lembaga Penelitian Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/jipm.v1i2.2001

Abstract

Tujuan dari pelatihan ini yaitu untuk memberikan pelatihan tentang pembuatan herbarium berbantuan QR Code bagi alumni pendidikan IPA FMIPA UNM. Pelatihan ini diharapkan mampu menambah pengetahuan kepada para calon pendidik atau alumni pendidikan IPA FMIPA UNM dalam mengaplikasikan herbarium berbantuan Code QR dalam pembelajaran di kelas . Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tatap muka secara langsung di Menara FMIPA Lantai 10 Universitas Negeri Makassar. Kegiatan pelatihan ini berjalan sesuai rencana dan arahan, para peserta mengikuti pelatihan dari tiga narasumber. Materi pertama berupa pemberian demonstrasi tentang bagaimana membuat herbarium, materi kedua tentang penggunaan serta manfaat herbarium dalam pembelajaran sains di sekolah, materi ketiga yaitu aplikasi herbarium berbantuan QR Code. Selanjutnya pada tahap akhir kegiatan ditandai dengan pemberian hasil dari peserta berupa produk Herbarium berbantuan QR Code.