Claim Missing Document
Check
Articles

Legal Redesignation of Central and Regional Authorities to Strengthen Sinergity in Public Services Malicia Evendia; Ade Arif Firmansyah
Kanun Jurnal Ilmu Hukum Vol 23, No 1 (2021): Vol. 23, No. 1, April 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/kanun.v23i1.18086

Abstract

This study aims to analyze and find the ideal legal design of the relationship of authority between the central and regional governments in order to strengthen synergy in public services. In essence, the granting of autonomy to the regions is directed at accelerating the realization of public welfare, through the implementation of government affairs. Concurrent government affairs as stipulated in Law no. 23/2014, is a governmental affair that is divided between the central government, provincial government and district/city governments. In practice, when problems occur in the implementation of concurrent affairs which fall under the central authority, the regional government is in a powerless position. This research uses normative legal research methods with statutory, case, and conceptual approaches. The results of this study indicate that: the absence of a legal instrument that accommodates and bridges central and regional authorities causes problems that occur in the community to continue and do not immediately find solutions. It is necessary to have legal instruments in the form of government regula-tions in bridging the authority of the central and regional governments to build synergy in public services, especially to resolve conflicts that occur in society so that government administration can run effectively.
Politik Hukum Penetapan Baku Mutu Lingkungan sebagai Instrumen Pencegahan Pencemaran Lingkungan Hidup Ade Arif Firmansyah; Malicia Evendia
Kanun Jurnal Ilmu Hukum Vol 16, No 1 (2014): Vol. 16, No. 1, (April, 2014)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The standard of environmental quality is one of the instruments in preventing environmental pollution beside KLHS, special plan, environemtal analysis, UKL-UPL, permission, etc. the standard comprises of the standards of water, water waste, sea water, air ambien, emission, and nuisance. Politics of law in determination of the standards as a preventive  instrument of the pollution is based on Article 28H verse (1) of the Indonesian Constitution 1945 states that healthy and good environment is a human rights that should be guaranteed, Article 33 of the Act also provides that national economy must be based on economic democracy by environmentally principle. The determination is one of the legal responsive forms raised from democracy politics configuration to answer the need of people for the healthy and good environment. The determination in the statutes as legal subtances must be followed by structural development and legal culture hence the environment quality for sustainable life exists. Politics of Law in The Environmental Quality Standard Determination as An Instrument in Environmental Polution Prevention
Pemetaan Kebutuhan Produk Hukum Daerah dalam Rangka Mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak Ahmad Saleh; Malicia Evendia; Martha Riananda
Kanun Jurnal Ilmu Hukum Vol 22, No 1 (2020): Vol. 22 No. 1, April 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/kanun.v22i1.15694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan produk hukum daerah apa saja yang dapat mendorong upaya perwujudan kabupaten/kota layak anak. Tingginya kasus dan kekerasan terhadap anak merupakan fakta bahwa hak-hak anak belum terpenuhi oleh pemerintah, termasuk pemerintah daerah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, analitis, dan konseptual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: roadmapping kebutuhan hukum daerah agar terciptanya kabupaten/kota ramah anak bersumber dari kewenangan daerah rezim hukum pemerintahan daerah yang diatur dalam UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan rezim hukum sektoral perlindungan anak yang diatur dalam UU No. 23 Tahun 2003 tentang Perlindungan Anak. Produk hukum daerah yang dibutuhkan antara lain peraturan daerah dan peraturan bupati/walikota. Setidaknya terdapat lima Perda yang dibutuhkan dalam rangka mewujudkan kabupaten/kota layak anak yaitu Perda tentang Perlindungan Anak, Perda tentang Pengembangan Partisipasi Anak dalam Pembangunan, Perda tentang Pemberian ASI Esklusif, Perda tentang Ketahanan Keluarga, dan Perda tentang Kawasan Tanpa Rokok. Pemetaan kebutuhan produk hukum daerah ini nantinya akan menjadi arah kebijakan hukum untuk mewujudkan kabupaten/kota layak anak. Mapping the Needs of Local Law In Order to Create the Friendly District and City Area For Kids This study aims to analyze and to map local regulations that can encourage efforts to form districts/cities that are child-friendly. The high cases of violence against children is a fact that children's rights have not been protected by the government, including local governments. This study uses a normative legal research method with a statutory, analytical and conceptual approach. The results showed that the authority to form regional regulations to create child-friendly districts/cities originated from the authority regulated in the Law No. 23 of 2014 concerning Regional Government and the sectoral legal regime for child protection as stipulated in the Law No. 23 of 2003 concerning Child Protection. Regional legal products needed include regional regulations and regent/mayor regulations. At least there are five Regional Regulations needed in order to realize child-friendly districts/cities, namely Regional Regulations on Child Protection, Regional Regulations on the Development of Child Participation in Development, Regional Regulations on Providing Exclusive ASI, Regional Regulations on Family Resilience, and Regional Regulations on Non-Smoking Areas. Mapping the need for regional legal products will later become the direction of legal policy to realize districts/cities that are child-friendly.
Harmonisasi Pengaturan Kewenangan Daerah Bidang Pengelolaan Pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan Ade Arif Firmansyah; Malicia Evendia
Kanun Jurnal Ilmu Hukum Vol 17, No 1 (2015): Vol. 17, No. 1, (April, 2015)
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Pengelolaan pertambangan mineral bukan logam dan batuan merupakan salah satu urusan pemerintahan yang dibagi secara konkuren antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Studi ini bertujuan untuk memetakan harmonisasi pengaturan kewenangan pengelolaan pertambangan mineral bukan logam dan batuan melalui pemberian izin pertambangan rakyat. Penelitian hukum yang menggunakan optik doktrinal ini menunjukkan bahwa terjadi disharmonisasi horizontal antar undang-undang yang mengatur kewenangan pemberian izin pertambangan rakyat. UU No. 23 Tahun 2014 memberikan kewenangan pemberian izin pada pemerintah provinsi, sedangkan UU No. 4 Tahun 2009 memberikan kewenangan pemberian izin pada pemerintah kabupaten/kota. Kondisi disharmonisasi tersebut menimbulkan ketidakpastian hukum bagi pengusaha pertambangan sehingga akan mempengaruhi iklim usaha pertambangan rakyat di daerah, sehingga disarankan agar pemerintah pusat dan dewan perwakilan rakyat (DPR), perlu meninjau kembali kewenangan pemberian izin pertambangan rakyat, dengan mengembalikan kewenangan tersebut dari perspektif rezim hukum pemerintahan daerah kepada pemerintah kabupaten/kota, karena rentang kendalinya dengan pelaku dan wilayah pertambangan lebih singkat sehingga cenderung lebih berdayaguna dan berhasilguna. Harmonization of Regulation Local Government Authority in The Management of Non-Metal Mineral and Rock Mining ABSTRACT. Mineral non-metal and rocks mining management is one of the government affairs are shared concurrently between the central government, provincial government and district/city governments. This study aims to mapping the harmonization of authority regulation in the management of non-metallic mineral and rock mining through the granting of people permits mining. This legal research that used the doctrinal optical shows that there is horizontal disharmony between the governing legislation in the licensing mining authority. Law No. 23 of 2014 granting the authorizes of licenses to the provincial government, while Law No. 4 of 2009 provides the authority to grant permission to the district/city government. The disharmony conditions create legal uncertainty for mining entrepreneurs that will affect people's mining business climate in the area, so it is suggested that the central government and the parliament (DPR), need to review the authority regulation in the management of non-metallic mineral and rock mining, to restore the authority of licensing in the perspective of local government legal regime area to the district/city, because of its control range with actors and mining areas tend to be shorter so effective and efficient.
LEGAL DRAFTING COACHING PENYUSUNAN PERATURAN DESA BAGI BPD DAN PEMERINTAH DESA BATANG HARI OGAN KECAMATAN TEGINENENG Ade Arif Firmansyah; Malicia Evendia
Jurnal Pengabdian Dharma Wacana Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Dharma Wacana
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Kebudayaan Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37295/jpdw.v4i2.450

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk peningkatan kapasitas pemerintah desa dan badan permusyawaratan desa dalam penyusunan peraturan desa. Target khusus yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah BPD dan Pemerintah Desa Batang Hari Ogan Kecamatan Tegineneng dapat meningkat pengetahuan dan pemahaman serta skillnya dalam melakukan penyusunan peraturan desa. Metode yang akan dipakai dalam pencapaian tujuan tersebut adalah dengan melakukan ceramah dan diskusi serta praktik langsung dalam penyusunan peraturan desa. Adapun sasaran dari kegiatan ini adalah BPD dan Pemerintah Desa Batang Hari Ogan Kecamatan Tegineneng. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pemahaman peserta dalam penyusunan peraturan desa telah meningkat dari sebelumnya. Hal ini ditunjukkan dengan beberapa indikator diantaranya: Peningkatan pemahaman dan pengetahuan tentang peraturan desa, dasar hukumnya, tahapan penyusunannya dan perancangan kerangkanya. Selain itu, kegiatan ini dapat berhasil dengan baik dikarenakan adanya dukungan dari Universitas Lampung, dan BPD serta Pemerintah Desa Batang Hari Ogan Kecamatan Tegineneng.
The Establishment of Village Regulations in the Context of Village Democratization Neta, Yulia; Budiyono, Budiyono; Firmansyah, Ade Arif; Evendia, Malicia
Fiat Justisia: Jurnal Ilmu Hukum Vol. 18 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25041/fiatjustisia.v18no2.3204

Abstract

The enactment of Law Number 6 of 2014 concerning Villages introduces a distinct dimension to the democratization process within villages, emphasizing recognition and subsidiarity that portrays villages not merely as geographic entities but as integral parts of their socio-cultural communities. Currently, the formulation of village regulations as a manifestation of village autonomy remains a stagnant process. This article aims to critically examine the development of village regulations within the framework of village democratization, employing doctrinal research methods alongside statutory and conceptual approaches. Findings reveal that village regulations constitute a subset of statutory regulations, incorporating provisions from higher-level frameworks while embodying community participation grounded in village-specific authority and rights. The transformation prompted by Law Number 6 of 2014 enhances the scope for village democratization, influencing the formulation of regulations that must meet both substantive and procedural requirements, thus presenting villages with opportunities and challenges in realizing local democratization effectively.
PENINGKATAN PEMAHAMAN MASYARAKAT MENGENAI IMPLIKASI HUKUM UNDANG-UNDANG CIPTA KERJA TERHADAP PROYEKSI MASA DEPAN UMKM Evendia, Malicia; Arif Firmansyah, Ade; Riananda, Martha
Jurnal Pengabdian UMKM Vol. 1 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Pusat Studi UMKM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jpu.v1i2.14

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat terutama pelaku UMKM untuk mempersiapkan strategi dan upaya dalam pengembangan usahanya. Hadirnya UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja berimplikasi signifikan terhadap kebijakan hukum terkait UMKM. Banyak sekali substansi hukum dalam UU Cipta Kerja yang mengubah legal formal berbagai aturan yang telah ada. Perubahan pengaturan yang ada dalam UU Cipta Kerja pada hakikatnya berupaya untuk meningkatkan derajat kualitas dan kuantitas UMKM yang ada di Indonesia. Lokasi kegiatan ini dilaksanakan di Desa Fajar Baru, Kabupaten Lampung Selatan. Metode yang akan digunakan dalam kegiatan ini yaitu melalui ceramah, dan focus group discussion. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukan bahwa pemahaman terhadap Implikasi Hukum UU Cipta Kerja terhadap Proyeksi Masa Depan UMKM telah meningkat hingga 85%. Hal ini ditunjukkan dengan beberapa indikator diantaranya: peningkatan pengetahuan terkait Peran dan kontribusi UMKM dalam perekonomian di Indonesia; UMKM dalam menghadapi Globalisasi ekonomi; Perlindungan hukum UMKM sebelum dan sesudah UU Cipta Kerja; Dampak UU Cipta Kerja terhadap masa depan UMKM; dan diskusi upaya dan strategi UMKM agar dapat berkembang pasca berlakunya UU Cipta Kerja.
DISEMINASI PEMBENTUKAN PERATURAN DESA DALAM MEMBANGUN DESA KREATIF MELALUI PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO Saleh, Ahmad; Evendia, Malicia; Firmansyah, Ade Arif
Jurnal Pengabdian UMKM Vol. 3 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Pusat Studi UMKM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36448/jpu.v3i1.59

Abstract

Pengembangan ekonomi kreatif di lingkungan desa memiliki potensi yang sangat besar untuk membangkitkan ekonomi desa. Hadirnya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2019 tentang Ekonomi Kreatif menjadi dimensi baru sebagai upaya membangkitkan perekonomian di Indonesia, termasuk desa. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi dan meningkatkan pemahaman masyarakat terutama aparatur desa untuk mempersiapkan upaya dalam pengembangan desa kreatif melalui pemberdayaan usaha mikro dari segi hukum. Hal ini menjadi suatu kebutuhan karena hingga saat ini masih terbatasnya masyarakat memahami kebijakan ekonomi kreatif yang saat ini sedang digaungkan pemerintah. Peningkatan pemahaman melalui kegiatan ini, menjadi bagian penting dalam upaya membangun perekonomian di desa, sehingga masyarakat mampu berdaya bersaing dalam menghadapi era liberalisasi ekonomi yang semakin menguat. Sehingga sasaran khalayak dalam kegiatan ini adalah Pelaku Usaha Mikro, Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa, dan perwakilan masyarakat. Lokasi kegiatan dilaksanakan di Desa Karang Anyar, Kabupaten Lampung Selatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu melalui ceramah, dan diskus. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukan bahwa  pemahaman masyarakat mengenai pembentukan peraturan desa dalam membangun ekonomi kreatif di Desa Karang Anyar telah meningkat hingga 85%. Hal ini ditunjukkan dengan beberapa indikator materi mengenai: ekonomi kreatif, manfaat program desa kreatif, cara menuju desa kreatif, dan peraturan desa sebagai sarana hukum pemberdayaan usaha mikro. Harapannya dari kegiatan ini, Desa Karang Anyar dapat menginisiasi upaya pengembangan desa kreatif sesuai dengan potensi yang ada di desa, termasuk melalui pembentukan peraturan desa.
Analisis Penerapan Prinsip-Prinsip Pemasyarakatan pada Pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan: (Studi pada Lapas Perempuan II A Bandar Lampung) Haery Fajri; Diah Gustiniati; Malicia Evendia
Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 1 No. 6 (2024): November: Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/aliansi.v1i6.501

Abstract

The implementation of the training of prisoners on the basis of the system of socialization aims to ensure that the prisoner becomes a good citizen of society, obeying the law, upholding moral, social and religious values, so as to a safe, orderly and peaceful life of the community in accordance with the Law No. 22 Year 2022 on Socialization. How is the application of the principles of women's marketing in construction at the Women's Marketing Institute of Class IIA in Bandar Lampung, how is the obstacle to the application in the Women ' s Marketing Institution of Class IIIA and how is it possible to overcome the obstacles to the implementation of the principle of women’s Marketing in construction in the women' s marketing institutions of Class IA in bandar Lampung? Data analysis using qualitative data analysis. The implementation of the principles of establishment on the construction of the Women's Marketing Institute of the IIA Class of Bandar Lampung refers to the existing procedures and has been implemented in accordance with the procedures existing, implemented the principle of establishing after passing through four stages, namely the orientation stage, the assimilation stage for the prisoners who have run less than 1/3 of the criminal period, the asimilation level for the inmates who have passed less than 1⁄2 of the penal period as well as the stage of integration with the community environment. The way to overcome the obstacles to the implementation of the principles of promotion in the construction of the Women's Marketing Institute of Class IIA in Bandar Lampung is by submitting the formation of additional female employees, maximizing the function of the female citizens' bloc officers, improving the quality of the staff or officers and adding the means and facilities in the building of women's citizens.
LEGAL COACHING PENINGKATAN KESADARAN HUKUM DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA Yulia Neta; M. Fakih; Firmansyah, Ade Arif; Evendia, Malicia
Jurnal Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): JM-PKM
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jm-pkm.v3i2.1806

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas aparatur desa dan masyarakat untuk mempersiapkan Desa Way Huwi menjadi Desa Sadar Hukum. Kesadaran hukum menjadi aspek penting dalam sebuah sistem hukum. Peraturan perundang-undangan yang ada dalam penyelenggaraan pemerintahan desa akan menjadi tidak efektif bila belum diiringan oleh budaya hukum. Salah satu cerminan masih belum kuatnya kesadaran hukum dalam penyelenggaraan pemerintahan desa adalah masih terbatasnya desa yang menyusun peraturan desa sebagai instrumen dalam pembangunan desa. Pembentukan peraturan desa ini penting sebagai legitimasi kebijakan pemerintahan desa berdasarkan kewenangan desa. Sasaran khalayak dalam kegiatan ini adalah Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa, dan perwakilan masyarakat. Lokasi kegiatan dilaksanakan di Desa Way Huwi, Kabupaten Lampung Selatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu melalui ceramah, dan focus group discussion. Hasil dari kegiatan ini, yaitu para peserta semakin meningkat pemahamannya mengenai budaya sadar hukum dan peningkatan kesadaran hukum dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Kata Kunci: Budaya Hukum, Sadar Hukum, Pemerintahan Desa.