Claim Missing Document
Check
Articles

PERAN TRI PUSAT PENDIDIKAN DALAM PENDIDIKAN SEKSUAL ANAK USIA DINI Gerda, Misselina Madya; Puspitasari, Novianti; Septiani, Reni D.; Dewi, Nurul Kusuma
JP2KG AUD (Jurnal Pendidikan, Pengasuhan, Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini) Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : PG PAUD Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp2kgaud.2021.2.2.97-106

Abstract

MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONALISME GURU PAUD MELALUI PELATIHAN PENERAPAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) Hafidah, Ruli; Dewi, Nurul Kusuma; Syamsudin, Muh. Munif; Pudyaningtyas, Adriani Rahma; Nurjanah, Novita Eka; Sholeha, Vera
JP2KG AUD (Jurnal Pendidikan, Pengasuhan, Kesehatan dan Gizi Anak Usia Dini) Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : PG PAUD Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp2kgaud.2022.3.1.19-34

Abstract

Kesiapan Orang Tua Mendampingi Anak Menjalani Masa Transisi Menuju Sekolah Dasar Pudyaningtyas, Adriani Rahma; Dewi, Nurul Kusuma; Sholeha, Vera; Rahmawati, Anayanti; Palupi, Warananingtyas; Syamsuddin, Muhammad Munif
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 1 (2025): January-April 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i1.815

Abstract

Anak berpindah dari TK ke SD pada usia 6-7 tahun. Menjalani masa transisi tidak hanya membutuhkan kesiapan anak, tetapi juga kesiapan orang tua. Kesiapan orang tua meliputi stimulasi, dukungan, dan sikap yang diberikan kepada anak, sehingga anak siap bersekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesiapan orang tua mendampingi anak menuju SD. Penelitian dilaksanakan di Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten. Subjek penelitian adalah orang tua yang memiliki anak berusia 5-6 tahun sejumlah 353 orang. Kesiapan orang tua diukur dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan orang tua cukup siap dalam mendampingi anak menuju SD. Orang tua memberikan stimulasi, dukungan, dan sikap yang cukup baik bagi anak. Namun, stimulasi dan dukungan yang diberikan oleh orang tua dalam hal membacakan buku cerita kepada anak masih tergolong rendah. Penting bagi orang tua untuk dapat terlibat aktif dalam kegiatan membaca bersama dengan anak, sehingga kesiapan literasi pada anak dapat berkembang dengan lebih baik.
Peningkatan Hasil Belajar IPAS Materi Daerahku Kebanggaanku dengan Media Kuis Interaktif Di Kelas V SD Agustiningrum, Indah Auliya; Dewi, Nurul Kusuma; Ayuningtiyas, Dita Mayang
Jurnal Likhitaprajna Vol 26 No 2 (2024): September 2024
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v26i2.301

Abstract

This Classroom Action Research aims to improve the learning outcomes of fifth-grade students in Science (IPAS) by implementing Problem-Based Learning (PBL) supported by interactive quizzes. The study was conducted at an elementary school involving 26 students over two cycles, encompassing planning, action, observation, and reflection stages. Data were collected through tests, observations, and interviews. The results indicate that PBL with interactive quizzes significantly enhances student engagement and understanding, as evidenced by the increase in test scores and positive feedback. The percentage of learning outcomes improved from 57.7% in the pre-cycle to 69.2% in Cycle I, and reached 92.3% in Cycle II. Observations and interviews also showed that students felt more interested, motivated, and better understood the material through this method. Thus, the use of interactive quizzes in PBL has proven effective in enhancing student learning outcomes.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Wakah Melalui Pemanfaatan Limbah Kulit Singkong (Manihot esculenta) Yuhanna, Wachidatul Linda; Nurhikmawati, Agita Risma; Pujiati, Pujiati; Dewi, Nurul Kusuma
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v5i3.4897

Abstract

Desa Wakah mempunyai komoditas utama ketela pohon/singkong dan hasil pertanian hortikultura. Di Desa Wakah terdapat UMKM “Gethuk Anyar” yang memproduksi gethuk singkong dalam skala besar, yang menghasilkan limbah kulit singkong rata-rata 80 kg per hari. Limbah kulit singkong belum banyak dimanfaatkan secara optimal sehingga menimbulkan bau busuk, penumpukan sampah, dan lingkungan yang tidak bersih. Tim pengabdian masyarakat akan melakukan pelatihan pemanfaatan limbah singkong menjadi produk berupa pupuk kompos, pupuk organik cair dan pakan fermentasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Maret dan April 2020 dengan peserta sebanyak 30 orang dari karang taruna desa Wakah. Kegiatan dilaksanakan dengan pemberian materi, diskusi dan praktik langsung dengan pendekatan partisipatif. Hasil dari kegiatan ini adalah karang taruna Desa Wakah mampu memanfaatkan limbah  kulit  singkong  menjadi  produk  pendukung agrikultura berupa pupuk kompos, pupuk organik cair, pakan fermentasi. Tingkat pemahaman serta skill karang taruna Desa Wakah dalam mengolah limbah kulit singkong menjadi produk pendukung agrikultura sebanyak 85% dan menenuhi target penelitian. Masyarakat juga berkomitmen untuk mengembangkan produk secara mandiri. Sinergisitas antara masyarakat, pemerintah dan dunia industri diharapkan mampu meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam mengolah limbah kulit singkong menjadi produk yang bermanfaatKata Kunci: fermentasi, kulit singkong, pupuk organik. Wakah Village Community Empowerment Through Utilization of Cassava Peel Waste (Manihot esculenta)ABSTRACTDesa Wakah has cassava and several horticultural products as its main commodity. There is a homemade production "Gethuk Anyar" which produces “Gethuk Singkong”, a kind of traditional foods, on a large scale. As the consequences, this production brings cassava peel waste approximately up to 80 kg per day. This waste has not been used optimally, thus it causes foul odors, garbage buildup, and a polluted environment as well. Based on that problem, the researchers conduct some training programs on the utilization of cassava peel waste into several products namely: compost, liquid organic fertilizer, and fermented food for animal. This activity was carried out between March and April 2020 with 30 participants from the Karang Taruna (youth) group. Those programs consist of providing materials, facilitating discussions, and conducting workshops with a participatory approach. The result of the programs shows that Wakah community was able to utilize cassava peel waste into three agricultural supporting products; those are: compost, liquid organic fertilizer, animal fermented food. In addition, the value of participants’ understanding and skill in processing the waste was up to 85% and it meets the standard research target. Moreover, the community is also committed to develop products independently. The synergy between Wakah community, the local government and the industry workplace is expected to increase community empowerment activities in processing cassava peel waste into some useful products.Key Words: fermentation, cassava peel, organic fertilizer.
Identification and utilization of medicinal plants in the village of the Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Saradan, Madiun Prameswari, Yuanita; Dewi, Nurul Kusuma; Yuhanna, Wachidatul Linda
Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan Vol. 8 No. 01 (2023): Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan
Publisher : Biology Education Department, Universitas Insan Budi Utomo, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/ebio.v8i01.1057

Abstract

The diversity of plants in Indonesia means that many plants have the potential to be used as medicine by the community. Because of its potential as a medicine, many people do not know about it, so it is important to study it. The use of medicinal plants by the community has been passed down from generation to generation, so there is still a lack of documentation regarding the use of medicinal plants. This study aims to identify medicinal plants in the Saradan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) area as well as the utilization of plants that are often used as medicine by the community in the Saradan KPH area. The research was conducted in March 2022. Ethnobotanical data were collected using the roaming method and the structured interview method using ethnobotanical interview sheets. Identification of medicinal plants using the help of books on medicinal plants by Widyaningrum. The selection of respondents was carried out randomly, according to the study, which documented 32 species of medicinal plants from 18 families. The most commonly found families of medicinal plants are the Zingiberaceae and Euphorbiaceae families. The leaves are the most useful part of the plant. and the method of treatment with medicinal plants is mostly done by boiling and pounding. The medicinal plant diversity documented in KPH Saradan village is 32 species. Ocimum basilicum L., Alpinia Galanga L. Willd., Zingiber officinale Rosc., and Curcuma domestica Val. medicinal plants that are most widely used by the community around KPH Saradan.
Analisis Ketercapaian Pelaksanaan Kurikulum Ramah Anak di Lembaga PAUD Dewi, Nurul Kusuma; Rahmawati, Anayanti; Pudyaningtyas, Adriani Rahma; Palupi, Warananingtyas; Syamsudin, Muhammad Munif; Sholeha, Vera
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i6.5546

Abstract

Tingginya kasus kekerasan pada anak menjadi masalah yang perlu dianalisis lebih mendalam. Jenis kekerasan pada anak sangat beragam mulai dari eksploitasi; trackfiking; kekerasan fisik, spikis, seksual, penelatantaran, dan sebagainya. Tujuan penelitian untuk menganalisis pelaksanaan kurikulum ramah anak di PAUD Kabupaten Sukoharjo. Penelitian menggunakan kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, studi literatur, wawancara dengan FGD. Analisis data menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: kurikulum merdeka menekankan kebebasan memilih kegiatan bermain sesuai minat dan bakat anak; perangkat pembelajaran secara adminidtratif belum memunculkan nilai ramah anak; pelaksanaan pembelajaran ramah anak atas peran guru sebagai fasilitator; media dan APE yang aman, mudah digunakan anak; materi pembelajaran sesuai perkembangan anak; ragam kegiatan sudah tidak bias gender dan nondiskriminasi belum sepenuhnya terpenuhi; Penilaian dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, unjukerja secara objektif dan deskriptif terhadap setiap capaian perkembangan anak. Hasil penelitian dapat menjadi panduan guru dalam membuat perencanaan, melakasanakan, dan menilai pembelajaran ramah anak di kurikulum merdeka.
Peran Rumah Pangan Lestari dalam Mendukung Ketahanan Pangan dan Mengurangi Risiko Stunting pada Anak: Studi Kasus di Desa Mojorayung Kabupaten Madiun Putri, Audrey Regina Pratama; Christina, Abia Amillia; Hayati, Arsyil Sephia; Rahmawati, Niken; Nugroho, Wilda Agung; Rahmawati, Rizka; Purwoko, Zidan Fadhiil; Dewi, Nurul Kusuma
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 16, No 1 (2025): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v16i1.20258

Abstract

Program Rumah Pangan Lestari (RPL) “SiPangS” dirancang untuk meningkatkan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga dengan memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan, guna menurunkan angka stunting di Desa Mojorayung. RPL muncul sebagai solusi menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan krisis ekonomi, serta sebagai bagian dari Rencana Aksi Nasional Penanganan Stunting yang diluncurkan pada tahun 2017. Di Desa Mojorayung, yang sebagian besar penduduknya bergantung pada pertanian, keterbatasan lahan dan rendahnya diversifikasi pangan seringkali menjadi kendala utama. Program ini bertujuan untuk memanfaatkan pekarangan rumah secara optimal melalui budidaya tanaman pangan dan hortikultura, serta pemeliharaan ternak skala kecil. Implementasi RPL di desa ini diharapkan meningkatkan ketahanan pangan, pendapatan, dan kesejahteraan masyarakat, serta mengurangi ketergantungan pada pangan luar desa. Kegiatan yang dilakukan termasuk pembersihan lahan, pemberian pupuk, pembibitan, penyiraman, serta sosialisasi manfaat RPL kepada masyarakat. Program ini juga melibatkan penanaman berbagai tanaman bergizi seperti bayam, pakcoy, kangkung, dan tomat, yang diharapkan membantu mencegah stunting dan meningkatkan kemandirian pangan. Evaluasi awal menunjukkan dampak positif, dengan peningkatan ketahanan pangan dan kesejahteraan di masyarakat, serta hubungan sosial yang lebih erat di antara warga.
Edukasi Penggunaan Mikroba Selulolitik dalam Pengelolaan Limbah Ternak Sapi Perah di Desa Jabung Kabupaten Magetan Pujiati, Pujiati; Dewi, Nurul Kusuma; Primiani, Cicilia
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v6i4.17763

Abstract

This community service program aims to enhance the knowledge and understanding of the Mulyo Livestock Farmer Group in Jabung Village, Panekan District, Magetan Regency, regarding livestock waste management, which has not been properly implemented as waste is still being disposed of directly onto land adjacent to the river. The activity was carried out by providing education to dairy farmers on managing cattle manure into biogas using cellulolytic microbial optimizers. The implementation methods included: (1) survey/observation, (2) socialization/counseling, (3) monitoring, and (4) evaluation. Evaluation instruments consisted of assessment sheets and evaluation rubrics, while the results were analyzed through a Focus Group Discussion (FGD) to formulate a Follow-Up Action Plan (RTL) as the foundation for program sustainability. The results of this activity were: (1) a 100% increase in farmers’ knowledge regarding the importance and use of cellulolytic microbes in the bioconversion of agricultural and livestock waste; (2) a 76% improvement in farmers’ understanding of processing livestock waste into organic fertilizer and biogas; and (3) 94% of dairy farmers expressed willingness to produce microbial cultures independently to support the management of agricultural and livestock waste.
Dukungan Orang Tua Berbasis Lingkungan Bermain di Rumah dan Kesiapan Anak Masuk Sekolah Dasar Adriani Rahma Pudyaningtyas; Pudyaningtyas, Adriani Rahma; Rahmawati, Anayanti; Dewi, Nurul Kusuma; Sholeha, Vera; Palupi, Warananingtyas; Sutapa, Panggung
PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 15 No 1 Periode Desember - Februari 2026
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v15i1.3013

Abstract

Studi ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara dukungan orang tua berbasis lingkungan bermain di rumah dengan kesiapan anak memasuki sekolah dasar (SD). Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya masa transisi anak dari pendidikan anak usia dini ke pendidikan dasar yang menuntut kesiapan sosial-emosional, kognitif, dan regulasi diri yang baik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Subjek penelitian berjumlah 102 orang tua yang memiliki anak usia 5–6 tahun. Instrumen penelitian terdiri dari dua kuesioner, yaitu dukungan yang diberikan oleh orang tua dalam penyediaan lingkungan bermain di rumah dan kesiapan anak masuk SD. Analisis data dilakukan dengan menggunakan korelasi pearson. Hasil korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara dukungan orang tua dengan kesiapan anak masuk sekolah dasar (r = 0,791; p < 0,01). Hasil tersebut menunjukkan bahwa dukungan orang tua yang tinggi dalam menciptakan lingkungan bermain yang edukatif, aman, dan interaktif berhubungan dengan tingginya tingkat kesiapan anak untuk memasuki jenjang SD. Temuan ini menegaskan pentingnya peran orang tua dalam memberikan stimulasi bermain yang bermakna sebagai fondasi bagi kesiapan belajar anak di tahap pendidikan selanjutnya.
Co-Authors Adriani Rahma Pudyaningtyas Adriani Rahma Pudyaningtyas, Adriani Rahma Adzani, Hafidzah Nur Agustiningrum, Indah Auliya Alhamid, Alwia Anayanti Rahmawati Ardi Astuti, Pradita Shinta Astuti, Ninik Ari Atun, Dwi Ani Ayuningtiyas, Dita Mayang Azizah, Sonia Bingar Diky Linggarjati, Bingar Diky Cantika, Ariel Karunia Christina, Abia Amillia Dian Rahayu Elisnawati, Mainita Farida Farida Fauziah, Lisa Fitrianingtyas, Anjar Gerda, Misselina Madya Hayati, Arsyil Sephia Husnul Khatimah Jairomarta, Dinda Maria Jannah, Nurul Miftakhul Juniarti, Naning Khasanah, Farida Nur Khodijah, Berliana Siti Kristanto, Karin Anshella Putri Larasati, Fadhillah Chonifat Larasati, Febriasti Maharani, Inka Wulan Muh. Waskito Ardhi, Muh. Waskito Muhammad Munif Syamsuddin Muhammad Munif Syamsudin, Muhammad Munif Nasrul Rofiah Hidayati, Nasrul Rofiah Novita Eka Nurjanah, Novita Eka Novitasari, Jeniffer Sukma Nugroho, Wilda Agung Nurdiansyah, Irfan Nurhikmawati, Agita Risma Panggung Sutapa Prameswari, Yuanita Pratiwi, Ruli Wahyu Primiani, Cicilia Pujiati Pujiati Purwoko, Zidan Fadhiil Puspitasari, Novianti Putri, Audrey Regina Pratama Rahma, Hafizah Alfinda Rahmawati, Niken Ratnasari, Devi Ristama, Enggi Ria Rizka Rahmawati, Rizka Ruli Hafidah Saktiyani, Fitri Nur Sari, Pungky Puspita Septiani, Putri Jita Septiani, Reni D. Sholeha, Vera Siti Wahyuningsih Solihah, Eno Erika Sri Utami Sutantri, Siti Syamsudin, Muh. Munif Umi Nur Khasanah, Umi Nur Untayana, Virdania Amelinda Upik Elok Endang Rasmani Wachidatul Linda Yuhanna Warananingtyas Palupi Yuliana Yuliana Zuhro, Nurul Shofiatin