Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Media Farmasi

Aktivitas Antioksidan Kombinasi Seduhan Buas-Buas (Premna serratifolia Linn.), Meniran (Phyllanthus niruri L.), Secang (Caesalpinia sappan Linn.) Dan Rosela (Hibiscus sabdarifa) dengan Metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) isnindar . isnindar; Sri Luliana
Media Farmasi XXX Vol 18, No 1 (2022): MEDIA FARMASI
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v18i1.2570

Abstract

Antioxidant Activities Combination Of Brewing Buas-Buas (Premna serratifolia Linn.), Meniran (Phyllanthus niruri L.), Secang (Caesalpinia sappan Linn.) And Rosela (Hibiscus sabdarifa) with DPPH (2,2-Diphenyl-1-1) MethodBuas-buas leaves, meniran herbs, sappan wood, and roselle flowers are rich in phenols and flavonoids. The purpose of this study was to determine the IC50 value of the combination of wild-savage leaves, meniran herbs, sappan wood, and roselle flowers brewed in warm air using the DPPH method. The infusion is obtained from the simplicia of wild-savage leaves, meniran herbs, sappan wood, and roselle flowers which are powdered in a ratio of 1:1:0,5:0,5, 2:1: 0,5: 0,5, and 1:2: 0,5: 0,5. The results of the data show the IC50 values for each comparison, namely 119.4 µg/mL, 100.9 µg/mL, and 131 µg/mLKeywords:  DPPH; Antioxidant; Buas-Buas; Meniran; Secang; RoselaDaun buas-buas, herba meniran, kayu secang dan bunga rosela kaya akan fenol dan flavonoid. Daun buas-buas, meniran, kayu secang, dan bunga rosela sudah terkenal di masyarakat dan sudah banyak digunakan, akan tetapi belum banyak ditelusuri mengenai kombinasi  antara tanaman serta pemanfaatan tanaman sebagai antioksidan dan diolah menjadi minuman seduhan, oleh karena itu dilakukan penelitian ini. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui nilai IC50 dari kombinasi daun buas-buas, herba meniran, kayu secang dan bunga rosela yang diseduh dalam air hangat menggunakan metode DPPH. Kombinasi seduhan pada penilitan ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat mengenai seduhan yang kaya antioksidan. Seduhan diperoleh dari simplisia daun buas-buas, herba  meniran, kayu secang dan bunga rosela yang diserbukkan dengan perbandingan 1:1: 0,5: 0,5, 2:1: 0,5: 0,5 dan 1:2: 0,5: 0,5. Hasil data menunjukkan nilai IC50 masing-masing perbandingan yaitu 119,4 µg/mL, 100,9 µg/mL , dan 131,7 µg/mL.Kata kunci : DPPH; Antioksidan; Buas-Buas; Meniran; Secang; Rosela
STANDARISASI EKSTRAK ETANOL DAUN BUAS-BUAS (Premna serratifolia Linn.) DAN KAYU SECANG (Caesalpinia sappan Linn.). Tara Kamita Riduana; Isnindar Isnindar; Sri Luliana
Media Farmasi XXX Vol 17, No 1 (2021): Media Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mf.v17i1.2045

Abstract

Standardization Of Buas Buas Leaf (Premna serrativeolia Linn.) Ethanol Extract And Secang Wood (Caesalpinia sappan Linn.).Extract standardization is a parameter used to ensure the safety and quality of extracts before being developed into pharmaceutical preparations. Meanwhile, Buas buas leaves (Premna serrativeolia Linn.) are useful for treating gastric disorders, carminatives, hemorrhoids, diuretics, fever, constipation, shortness of breath, and also as anti-inflammatory expectorants, antioxidants, antimicrobials, and anticoagulants. Furthermore,secang wood (Caesalpinia sappan Linn.) is widely known as a nutritious herbal drink. This research aims to determine extracts standardization including specific parameters (organoleptic and phytochemical screening) and non-specific (drying losses). The multilevel maceration with n-hexane and ethanol solvents extraction method was used. The results showed that the percentage of drying shrinkage in the ethanol extract of buas-buas leaves  and secang wood was 18.99% ± 0.60 and 15.27% ± 1.46 respectively. Moreover, the ethanol extract of buas-buas leaves has a thick shape, blackish-brown in color, has a distinctive aromatic odor, while secang wood has a thick, brownish-red color, as well as a distinctive aromatic odor. The Buas buas leaves extract contains flavonoids, phenolics, tannins, saponins, and terpenoids, while secang wood contains only flavonoids, tannins, and terpenoids.Keywords : Extract standardization, Graded maceration, Buas buas leaves, Secang wood.Standarisasi ekstrak merupakan parameter untuk menjamin keamanan dan kualitas ekstrak sebelum dikembangkan menjadi sediaan farmasi. Daun buas-buas (Premna serratifolia Linn.) berkhasiat sebagai mengobati gangguan lambung, karminatif, diuretik, demam, sesak nafas, ekspektoran antiinflamasi, antioksidan, antimikroba, sembelit, ambeien, dan antikoagulan. Kayu secang (Caesalpinia sappan Linn.) dikenal sebagai minuman herbal yang berkhasiat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui standarisasi ekstrak meliputi parameter spesifik (organoleptis dan skrining fitokimia) dan non-spesifik (susut pengeringan). Metode ekstraksi pada penelitian ini menggunakan maserasi bertingkat dengan pelarut n-heksan dan etanol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase susut pengeringan ekstrak etanol daun buas-buas sebesar 18,99% ± 0,60  dan ekstrak etanol kayu secang sebesar 15,27% ± 1,46. Ekstrak etanol daun buas-buas memiliki bentuk yang kental, berwarna coklat kehitaman, berbau aromatik khas, sedangkan ekstrak etanol kayu secang memiliki bentuk yang kental, berwarna merah kecoklatan, berbau aromatik khas. Ekstrak etanol daun buas-buas mengandung senyawa flavonoid, fenolik, tanin, saponin, terpenoid. Sementara itu, ekstrak etanol kayu secang mengandung flavonoid, tanin, dan terpenoid.Kata kunci : Standarisasi ekstrak, Maserasi bertingkat, Daun buas-buas, Kayu secang.