Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search
Journal : JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE

KESIAPSIAGAAN KOMUNITAS SEKOLAH DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI DI SMA NEGERI 1 BAITUSSALAM KABUPATEN ACEH BESAR Mutiawati Mutiawati; Rusyidah Rusyidah; Desita Ria Yusian TB; Mulyani Mulyani; Tari Lukiya
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v9i1.2955

Abstract

Kesiapsiagaan ini diperlukan untuk mengurangi korban jiwa akibat gempa bumi dan tsunami. Focus utama penelitian adalah untuk mengetahui kesiapsiagaan komunitas sekolah dalam menghadapi bencana gempa bumi dan Tsunami di SMA Negeri 1 Baitussalam Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan analisis deskriptif. Penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan data untuk mengukur tingkat kesiapsiagaan komunitas sekolah dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami.   Jenis penelitian ini adalah studi kasus di SMA Negeri 1 Baitussalam Kabupaten Aceh Besar. Populasi pada penelitian ini terbagi menjadi dua yaitu jumlah siswa dan jumlah Guru SMA Negeri 1 Baitussalam Kabupaten Aceh Besar. Dengan total siswa 367 siswa yang terbagi dalam 15 rombel. Temuan studi diketahui bahwa siswa SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar yang berada pada zona merah memiliki kategori kesiapsiagaan rendah sebanyak 21 responden (56.75%) sedangkan siswa yang memiliki kesiapsiagaan sedang hanya 16 responden (43.24%). Artinya, tingkat kesiapsiagaan siswa SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar secara keseluruhan dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami. Hasil penelitian juga ditemukan bahwa jumlah responden yang memiliki pengetahuan tinggi dengan responden yang memiliki pengetahuan rendah hampir berimbang, hanya selisih sebanyak 8.10%.Kata Kunci : Bencana Alam, Pengetahuan, dan TsunamiThis preparedness is necessary to reduce the loss of life caused by earthquakes and tsunamis. The main focus of the research was to determine the preparedness of the school community in dealing with earthquake and tsunami disasters at Baitussalam 1 Public High School, Aceh Besar District. This research uses quantitative research with descriptive analysis. This research was conducted to describe or describe data to measure the school community’s preparedness level in dealing with earthquakes and tsunamis. This type of research is a case study at Baitussalam 1 Public High School, Aceh Besar District. The population in this study was divided into two, namely the number of students and the number of teachers at SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar District. With a total of 367 students divided into 15 groups. The findings of the study revealed that students of SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar who were in the red zone had a low preparedness category of 21 respondents (56.75%) while students who had medium preparedness were only 16 respondents (43.24%). That is, the level of preparedness of students of SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar as a whole in dealing with earthquakes and tsunamis. The results of the study also found that the number of respondents who had high knowledge and respondents who had low knowledge were almost equal, with only a difference of 8.10%.Keywords: Character education, students, digital era
PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR SISWA BERLATAR BELAKANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DAN NON PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Mutiawati, Mutiawati; Meiduri, Yusra; Fajriati, Rafni
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v10i1.3829

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki pengaruh besar bagi prestasi belajar siswa pada jenjang pendidikan sekolah dasar. Anak yang mendapatkan pendidikan sejak usia dini memiliki kesiapan belajar yang lebih baik, mandiri, mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki dan dapat meningkatkan prestasi belajar di sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar siswa/i berlatar belakang PAUD dan non-PAUD di SD Negeri Kajhu Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan  penelitian quasi experimental. Penelitian dilakukan di SD Negeri Kajhu dengan total keseluruhan siswa kelas I berjumlah 61 orang terdiri dari rombel A dan B. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, sehingga sampel dalam penelitian ini yaitu siswa/i kelas IA yang berjumlah 30 orang. Instrumen penelitian menggunakan lembar angket yang selanjutnya dianalisis menggunakan uji t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata yang dicapai oleh siswa yang berlatar belakang PAUD yaitu  yaitu 71,79 sedangkan nilai rata-rata yang dicapai oleh murid yang berlatar belakang non-PAUD yaitu 62,87, dengan nilai sig 0,000 yang artinya terdapat perbedaan prestasi belajar siswa atau siswi berlatar belakang PAUD dan non-PAUD. Kemudian siswa/i yang berlatar belakang PAUD memiliki prestasi belajar baik dibandingkan dengan siswa/i yang tidak berlatar belakang PAUD.Kata Kunci: PAUD, Optimalisasi, Prestasi Belajar, Mental, dan Mandiri BelajarEarly Childhood Education (ECE) has a significant influence on students' learning achievement at the elementary school level. Children who receive education from an early age have better learning readiness, independence, can optimize their potential, and can improve learning achievement in elementary school. This study was conducted to determine the difference in learning achievement between students with ECE background and those without an ECE background at Kajhu Public Elementary School in Baitussalam Subdistrict, Aceh Besar Regency. The research was conducted using quantitative research methods with a quasi-experimental research design. The study was carried out at Kajhu Public Elementary School with a total of 61 first-grade students comprising classes A and B. The sampling technique was purposive sampling, resulting in a sample of 30 students from class IA. The research instrument used a questionnaire sheet which was then analyzed using the t-test. The results showed that the average score achieved by students with an ECE background was 71.79, while the average score achieved by students without an ECE background was 62.87, with a significance value of 0.000, indicating a difference in learning achievement between students with ECE and non-ECE backgrounds. Furthermore, students with an ECE background showed better learning achievement compared to those without an ECE background.Keywords: ECD (Early Childhood Development), Optimization, Learning Achievement, Mental, and Self-Directed Learning 
ANALISIS KEMAMPUAN LITERASI BAHASA SISWA KELAS V SDN BANDA ACEH Fajriati, Rafni; Mutiawati, Mutiawati; Ashlan, Said
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v10i1.3961

Abstract

Kemampuan literasi menjadi esensial di era abad ke-21, terutama dengan adanya digitalisasi dan globalisasi yang melimpahnya akses informasi. Literasi tidak hanya tentang kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga melibatkan literasi digital dan pemahaman teknologi. Literasi membuka pintu untuk pendidikan yang lebih tinggi dan pengembangan pribadi yang lebih baik, serta mendukung kemampuan berpikir kritis dan analitis. Namun, hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi siswa di Indonesia masih rendah, menuntut upaya peningkatan signifikan dalam program pendidikan literasi. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan literasi membaca siswa sekolah dasar di Banda Aceh. Hasilnya menunjukkan bahwa siswa memiliki kekuatan dalam memahami karya sastra dan menafsirkan gagasan, namun mengalami kesulitan dalam mencari informasi, menarik kesimpulan, dan menilai konten serta penggunaan bahasa. Dengan rata-rata persentase keseluruhan sebesar 56,77%, kemampuan literasi siswa berada pada level yang rendah. Berbagai strategi diusulkan untuk meningkatkan minat baca siswa, termasuk menciptakan lingkungan membaca yang menarik, mengintegrasikan kegiatan membaca dalam kurikulum, menyediakan beragam bahan bacaan, menggunakan teknologi dan media sosial, serta mendukung peran keluarga dan komunitas. Upaya terpadu dari sekolah, keluarga, dan komunitas dapat secara signifikan meningkatkan minat baca siswa dan kemampuan literasi mereka.Kata kunci: Literasi BahasaLiteracy skills are essential in the 21st century, especially with the advent of digitization and globalization, which have led to abundant access to information. Literacy is not only about reading and writing but also involves digital literacy and understanding technology. Literacy opens doors to higher education and better personal development, as well as supports critical and analytical thinking skills. However, research findings indicate that students' literacy skills in Indonesia are still low, demanding significant efforts to improve literacy education programs. This study aims to evaluate the reading literacy skills of elementary school students in Banda Aceh. The results show that students have strengths in understanding literature and interpreting ideas but struggle with finding information, drawing conclusions, and evaluating content and language usage. With an overall average percentage of 56.77%, students' literacy skills are at a low level. Various strategies are proposed to increase students' reading interest, including creating an engaging reading environment, integrating reading activities into the curriculum, providing diverse reading materials, using technology and social media, and supporting the role of families and communities. Integrated efforts from schools, families, and communities can significantly enhance students' reading interest and literacy skills.Keywords: Language Literacy
PENDETEKSIAN KESULITAN BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR PASCA PANDEMI COVID-19 Mutiawati, Mutiawati; Saputra, Andy; Meiduri, Yusra; Amalia, Putri
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 9, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v9i2.3435

Abstract

Corona Virus Disease (Covid 19) yang terjangkit akhir tahun 2019 menyebabkan system pembelajaran di Indonesia mengalami perubahan dari pembelajaran tatap muka ke daring. Paska pandemic covid 19, sistem pembelajaran kembali mengalami perubahan dari pembelajaran daring menjadi pembelajaran tatap muka. Hal ini menimbulkan dampak baik positif maupun negatif terhadap proses pembelajaran siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor-faktor kesulitan belajar siswa sekolah dasar paska pandemic covid 19 di SDN Jelobok Kabupaten Bener Meriah ditinjau dari factor internal dan eksternalPenelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Jumlah populasi 207 siswa dengan sampel sebanyak 103 siswa. Teknik pengambilan sampel purposive sampling.Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dalam bentuk angket. Untuk mengetahui proporsi dan distribusi frekuensi data dianalisa menggunakan rumus persentasi dan untuk mengetahui factor kesulitan belajar siswa data dianalisa menggunakan medianHasil penelitian sebagai berikut: Siswa yang mengalami kesulitan belajar internal ditinjau dari faktor fisiologis sebanyak 59,8%, psikologis 52,4%, intelegensi 60,82%. Sedangkan siswa yang mengalami kesulitan ekternal ditinjau dari lingkungan keluarga 85,44%, sekolah 36,14%, dan masyarakat 73,54%. Kata Kunci : Kesulitan, belajar, siswa, paska pandemic The Coronavirus Disease (Covid-19), which emerged towards the end of 2019, led to a change in the education system in Indonesia, shifting from face-to-face learning to online learning. Post the Covid-19 pandemic, the education system underwent another transition from online learning back to face-to-face learning. This has resulted in both positive and negative impacts on the students' learning process. This research aims to identify the factors contributing to learning difficulties among elementary school students after the Covid-19 pandemic in SDN Jelobok, Bener Meriah District, considering both internal and external factors. This study is descriptive in nature with a quantitative approach. The total population consists of 207 students, with a sample of 103 students. The sampling technique used is purposive sampling. Data collection was carried out using a questionnaire in the form of a survey. To determine the proportion and distribution frequency of data, percentage formulas were used, and for analyzing the factors of students' learning difficulties, the median was used. The research results are as follows: Students facing internal learning difficulties in terms of physiological factors amounted to 59.8%, psychological factors to 52.4%, and intelligence to 60.82%. On the other hand, students facing external difficulties, considering the family environment, amounted to 85.44%, school environment to 36.14%, and community to 73.54%. Keywords: Difficulties, learning, students, post-pandemic
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN PERILAKU INOVATIF TERHADAP MOTIVASI KERJA GURU SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI DI KOTA BANDA ACEH Ashlan, Said; Mutiawati, Mutiawati; Mastura, Mastura
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v10i1.3781

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis: (1) pengaruh lingkungan kerja terhadap motivasi kerja guru, dan (2) pengaruh perilaku inovatif terhadap motivasi kerja guru. Subyek penelitian adalah guru Sekolah Menengah Atas Negeri Kota Banda Aceh dengan jumlah sampel 251 orang yang diambil dengan cara stratified proportional random sampling, data dianalisis menggunakan analisis jalur setelah menghitung korelasi semua variabel penelitian berupa matriks. Hasil analisis pengaruh variabel eksogen terhadap variabel endogen pada masing-masing substruktur diperoleh (1) Lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap motivasi kerja guru sebesar 0,524 (2) Perilaku inovatif berpengaruh positif terhadap motivasi kerja guru sebesar 0,309. Hasil penelitian menggambarkan bahwa (1) terdapat pengaruh langsung positif lingkungan kerja terhadap motivasi kerja guru sebesar 22,9  %, dan (2) terdapat pengaruh langsung positif perilaku inovatif terhadap motivasi kerja guru sebesar 17,6%.Kata Kunci: Lingkungan Kerja, Perilaku Inovatif and Motivasi KerjaThe aim of this research is to determine and analyze: (1) the influence of the work environment on teacher work motivation, and (2) the influence of innovative behavior on teacher work motivation. The research subjects were Banda Aceh City State High School teachers with a sample size of 251 people taken using stratified proportional random sampling. The data were analyzed using path analysis after calculating the correlation of all research variables in the form of a matrix. The results of the analysis of the influence of exogenous variables on endogenous variables in each substructure showed that (1) The work environment had a positive effect on teacher work motivation of 0.524 (2) Innovative behavior had a positive effect on teacher work motivation of 0.309. The research results illustrate that (1) there is a positive direct influence of the work environment on teacher work motivation of 22.9%, and (2) there is a positive direct influence of innovative behavior on teacher work motivation of 17.6%.Keywords: Work Environment, Innovative Behavior and Work Motivation 
PELATIHAN GURU STIMULASI UNTUK PENGEMBANGAN FISIK MOTORIK KASAR ANAK MELALUI TARI TRADISIONAL ACEH DI TKIT PERMATA SUNNAH KOTA BANDA ACEH Fitriani, Fitriani; Mutiawati, Mutiawati
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 9, No 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v9i2.3445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan motorik kasar anak pada saat melaksanakan tari Tradisional dan kemampuan motorik kasar anak setelah melakukan tari Tradisional.Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitiananak usia 5-6 tahun yang terdiri dari 17 anak. Objek penelitian ini adalah peningkatan kemampuan motorik kasar. Teknik pengumpulan data melalui observasi berbentuk cheklist dan dokumentasi berupa foto. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif..Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa: (1) perkembangan motorik kasar anak sebelum tindakan berada pada kriteria berkembang sesuai harapan berjumlah 1 anak atau dengan presentase 5,88% dengan nilai rata-rata 49,50 (2) perkembangan motorik kasar pada saat melakukan tari Tradisional pada siklus I anak dengan kriteria berkembang sangat baik berjumlah 6 anak atau dengan presentase 35,29%, dengan nilai rata-rata 70,78 selanjutnya pada siklus II anak dengan kriteria berkembang sangat baik berjumlah 13 anak atau dengan presentase 76,47%, dengan nilai rata- rata 82,41. Hal ini menunjukkan bahwa hasil perkembangan motorik kasar pada siklus II telah mencapai keberhasilan yaitu sebesar 13 orang anak atau dengan persentase 75% pada kriteria berkembang sangat baik.Dapat disimpulkan bahwa penggunaan tari Tradisional dapat meningkatkan motorik kasar anak usia 5-6 tahun di TKIT Permata Sunnah Kota Banda Aceh. Kata Kunci: Tari Tradisional, Motorik KasarThis research aims to determine children's gross motor skills when performing traditional dance and children's gross motor skills after performing traditional dance. This type of research is Classroom Action Research (PTK) with research subjects aged 5-6 years consisting of 17 children. The object of this research is improving gross motor skills. The data collection technique is through observation in the form of a checklist and documentation in the form of photos. The data analysis technique uses qualitative and quantitative analysis. Based on the research results, it can be concluded that: (1) the child's gross motor development before the action was at the criteria of developing according to expectations, amounting to 1 child or with a percentage of 5.88% with an average value of 49. 50 (2) gross motor development when performing traditional dance in cycle I of children with very well developed criteria totaling 6 children or with a percentage of 35.29%, with an average score of 70.78 then in cycle II children with very well developed criteria totaling 13 children or a percentage of 76.47%, with an average score of 82.41. This shows that the results of gross motor development in cycle II have achieved success, namely 13 children or a percentage of 75% in the criteria for very good development. It can be concluded that the use of traditional dance can improve the gross motor skills of children aged 5-6 years at TKIT Permata Sunnah Banda Aceh City Keywords: Tradicional Dances,Groos Motor
ANALISIS KURIKULUM DAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS PADA LEMBAGA PENDIDIKAN NON-FORMAL DI BANDA ACEH Suri, Murnia; Fajriati, Rafni; Mutiawati, Mutiawati; Mursyida, Citra Syifa
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v10i2.4321

Abstract

Kurikulum merupakan seperangkat sistem rencana yang terdiri dari tujuan, materi, strategi pembelajaran, organisasi dan evaluasi dalam aktifitas pembelajaran sedangkan metode merupakan bagian dan strategi instruksional untuk menyajikan, menguraikan, memberi contoh dan latihan kepada siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Keduanya harus berjalan beriringan demi keberhasilan proses belajar mengajar tidak hanya pada pendidikan formal tetapi juga pada pendidikan non-formal. Kiddos English School (KES) dan KUMON adalah dua lembaga pendidikan non-formal yang memiliki kurikulum dan metode pembelajaran bahasa Inggris yang berbeda. Berdasarkan hasil pengamatan langsung di lapangan diketahui bahwa KES menerapkan kurikulum Merdeka PAUD dengan menerapkan metode Beyond Centre and Circle Time dan KUMON menggunakan kurikulum Pengembangan Metode KUMON dalam pelaksanaan pendidikannya melalui metode Self-Directed Learning. Dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa Inggris, KES menjadikan para siswa sebagai sasaran dari proses pembelajaran sesuai dengan minat dan bakat mereka sedangkan pembelajaran bahasa Inggris di KUMON siswa belajar melalui latihan yang berkelanjutan. Kedua metode pembelajaran yang diimplementasikan memiliki kekurangan dan kelebihan namun secara umum kekurangan yang dimiliki dapat ditutupi dengan kelebihannya. Hal ini dibuktikan dengan pencapaian kemampuan bahasa Inggris dari peserta didik yang menempuh pendidikan di kedua tempat tersebut.Kata kunci: Kurikulum, pendidikan non-formal, pembelajaran bahasa InggrisCurriculum is a set of planning systems consisting of objectives, materials, learning strategies, organization and evaluation in learning activities while method is the instructional parts and strategies for presenting, explaining, giving examples and exercises to students in achieving learning goals. Both must go hand in hand for the success of the teaching and learning process not only in formal education but also in non-formal. Kiddos English School (KES) and KUMON are two non-formal educational institutions in Banda Aceh which have different curricula and method in English language learning. Based on the results of direct observations, it is found that KES implements the Merdeka PAUD curriculum by applying the Beyond Centre and Circle Time method while KUMON uses the KUMON Method Development curriculum in implementing its education through Self-Directed Learning method. In implementing the English language learning, KES directs the students as the target of the learning process according to their talents and interests and learning English at KUMON the students learn through continuous practice. These two-learning methods implementation have advantages and disadvantages yet in general the disadvantages can be solved by some advantages. This is proven by the evidence from the achievement of English language skills of students studying in those both places.Keywords: Curriculum, non-formal education, English language learning
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN IPS KELAS VI SEKOLAH DASAR Mutiawati, Mutiawati; Hastarina, Nisa; Fajriati, Rafni; Nelly, Nelly
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v10i2.4319

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar peserta didik pada pembelajaran IPS kelas IV Sekolah Dasar Negeri 1 Peureulak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penerapan model pembelajaran Role Playing dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada pembelajaran IPS sekolah dasar. Jenis penelitian yang akan dilakukan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VI B yang terdiri dari 12 peserta didik laki-laki dan 8 peserta didik perempuan. Penelitian ini dilakukan dengan dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Hasil pengolahan data dengan menggunakan uji N-Gain pada siklus 1 berada pada interpretasi sedang sedangkan pada siklus II berada pada interpretasi tinggi. Uji T Normalitas Selmograv, maka didapatkan hasil uji t yaitu 0,001 artinya adanya pengaruh model pembelajaran Role Playing terhadap hasil belajar peserta didik kelas VI pada mata pelajaran IPS Sekolah Dasar Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Role Playing dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada pembelajaran IPS di SDN 1 peureulak.Kata Kunci: Model Pembelajaran, Role Playing, Motivasi Belajar, KarakterThis research was motivated by the low learning motivation of grade IV students in social studies at Peureulak 1 Public Elementary School. This study aims to determine the effect of implementing the Role-Playing learning model on increasing students' motivation in elementary school social studies learning. The research to be conducted is Classroom Action Research (CAR) using a quantitative approach. The subjects in this study were students of class VI B, consisting of 12 male students and 8 female students. This study was conducted in two cycles, Cycle I and Cycle II. The results of data processing using the N-Gain test showed moderate interpretation in Cycle I and high interpretation in Cycle II. The Selmograv’s T Normality Test yielded a t-test result of 0.001 < 0.005, indicating a significant effect of the Role-Playing learning model on the learning outcomes of class VI students in Elementary School Social Studies. Based on these findings, it can be concluded that the application of the Role-Playing learning model can enhance students' motivation in Social Studies learning at SDN 1 Peureulak.Keywords: Learning Model, Role Playing, Learning Motivation, Character
PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA TEMA 6 CITA-CITAKU SUBTEMA AKU DAN CITA-CITAKU PEMBELAJARAN 1 KELAS IV SDI OEPURA 2 Bekamau, Ruben; Mutiawati, Mutiawati
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i1.4733

Abstract

Abstract:. This study aims to determine whether or not there is an influence of the Discovery Learning learning model on student learning outcomes theme 6 my ideals subtana 1 me and my dream is learning 1 grade 4 SDI Oepura 2. This type of research is a quantitative research is uantitative research Quantitative research is research that working with data and numbers starting with data collection, interpretation of the data and the appearance of the final result in the form of numbers, with a Quasi Experimental Design approach. The data collection technique is by documentation and validation test by using the Pearsen formula, while the data reliability test is using the Alpha Cronbach technique. The data analysis technique used is Separated Variance. The results of this study, namely that from the results of the post-test that had been obtained class IV A as the Experiment class with an average value of 75.8830 and class IV B as the control class with an average value of 53.3261 Results of the pre differentiating test - Test and post-test of the Experiment class using the Wilcoxon Test showed an average increase of 7.00 and the tiles between the pretest and posttest were 0, which means that no students got the same score. The Wilcoxon Statistics Test found that the Z value was -3.181 at a significant level 5% This shows that Zing is smaller than Z While the results of calculating statistical data are obtained, Asymp Sig (2-tailed) has a value of 0.001. Because the value of 0.001 is smaller than 0.005 (001 0.005), then H is rejected and H is accepted. for pre-test and post-testKeywords: Discovery Learning. Learning OutcomesAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh model pembelajaran Discovery Learning terhadap hasil belajar siswa tema 6 cita-citaku subtema 1 aku dan cita-citaku pembelajaran 1 kelas 4 SDI Oepura 2. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian Kuantitatif merupakan penelitian yang bekerja dengan data dan angka mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut serta penampilan hasil akhir berupa angka, dengan pendekatan Quasi Eksperimental Desain. Uji validasi yaitu dengan menggunakan menggunakan rumus Pearsen, sedangkan uji reliabilitas data dengan teknik Alfa Cronbach. Teknik analisis data yang digunakan dengan menggunakan Separated Varians. Hasil penelitian ini, yaitu: bahwa dari hasil post-test yang telah diperoleh kelas IV A sebagai kelas Eksperimen dengan nilai rata-rata sebesar 75,8830 dan kelas IV B sebagai kelas kontrol dengan nilai rata-rata sebesar 53,3261. Hasil uji pembeda pre-test dan post-test kelas Eksperimen menggunakan Uji Wilcoxon menunjukan rata-rata peningkatannya sebesar 7,00 dan tiles antara pretest dan posttest adalah 0 yang artinya tidak ada siswa yang mendapatkan nilai yang sama. Test Statistics Wilcoxon diketahui nilai Z sebesar -3,181 pada taraf signifikan 5%. Hal ini menunjukan Zhitung lebih kecil dari Ztabel. Sementara hasil perhitungan data statistik diperoleh, Asymp.Sig (2-tailed) bernilai 0,001. Karena nilai 0,00 lebih kecil dari 0,005 (,001< 0,005), maka H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya ada perbedaan hasil belajar siswa untuk pre-test dan post-test.Kata kunci: Discovery Learning, Hasil Belajar
PERAN GURU DALAM PENANGANAN ANAK HIPERAKTIF DI SEKOLAH DASAR: STUDI KASUS SDN LAE SIMOLAP KECAMATAN SULTAN DAULAT Mutiawati, Mutiawati; Sukmawati, Widya
JOURNAL OF EDUCATION SCIENCE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jes.v11i1.5074

Abstract

AbstrakPendidikan merupakan aspek fundamental dalam membentuk masa depan individu, termasuk bagi anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus seperti anak hiperaktif atau Attention Deficit and Hyperactivity Disorder (ADHD). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teknik penanganan yang diterapkan guru terhadap anak hiperaktif di kelas III SDN Lae Simolap, Kecamatan Sultan Daulat. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak hiperaktif menunjukkan perilaku sulit berkonsentrasi, tidak bisa diam, sering mengganggu teman, serta kesulitan bekerja sama dalam kelompok. Dalam menghadapi hal ini, guru menerapkan lima teknik penanganan, yaitu: (1) menempatkan anak di bangku paling depan, (2) menjauhkan dari jendela/pintu untuk menghindari distraksi, (3) tidak memberikan hukuman berlebihan, (4) membuat kontrak belajar di awal pembelajaran, dan (5) melakukan kontak fisik sederhana seperti menyentuh bahu untuk menarik perhatian anak. Kendala utama yang dihadapi guru adalah rendahnya konsentrasi siswa ADHD, perilaku yang mengganggu kelas, serta resistensi dalam bekerja sama. Solusi yang diterapkan mencakup pengelolaan kelas yang lebih terstruktur, penggunaan media pembelajaran yang menarik, dan pelibatan layanan pembelajaran khusus. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran guru dalam menciptakan strategi pembelajaran yang adaptif dan humanis bagi anak-anak dengan ADHD agar tercipta lingkungan belajar yang inklusif, efektif, dan menyenangkan.Kata Kunci: ADHD, Anak Hiperaktif, Strategi Pembelajaran, Teknik Penanganan, Pendidikan Inklusif.