Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Strategi Human Resource dalam Mengatasi Fenomena Quiet Quitting di Kalangan Karyawan Milenial Sektor Perbankan Indra Gunanta Pooroe; Djudiyah, Djudiyah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.15172

Abstract

Fenomena quiet quitting semakin mengemuka pada karyawan milenial sektor perbankan seiring meningkatnya tuntutan kerja, tekanan kinerja, serta pergeseran nilai kerja generasi muda. Fenomena ini tercermin dari menurunnya keterlibatan emosional, inisiatif, dan komitmen kerja, meskipun karyawan tetap menjalankan tugas formalnya. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas layanan, produktivitas, dan keberlanjutan organisasi perbankan. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas psikoedukasi berbasis self-awareness sebagai strategi intervensi human resource untuk meningkatkan pemahaman karyawan milenial terhadap quiet quitting. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen one group pretest–posttest. Partisipan berjumlah 18 karyawan milenial sektor perbankan yang mengikuti program psikoedukasi daring selama 120 menit. Instrumen penelitian berupa skala quiet quitting dan self-awareness. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired sample t-test menunjukkan t = -165,039 dengan p = 0,001 (p<0,01). Hal ini berarti bahwa ada perbedaan yang signifikan pemahaman karyawan tentang pengertian quite quiting, proses terjadinya quite quiting serta cara mengatasinya sebelum dan setelah dilakukan psikoedukasi. Mean post-test (Mean = 147,39) lebih besar dibanding dengan Mean pre-test (Mean = 113,44). Hal ini berarti psikoedukasi yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman karyawan tentang quite quiting dan cara mengatasinya. Nilai ukuran efek berdasarkan Cohen’s d dan Hedges’ correction berada pada kategori sangat besar, yang menunjukkan bahwa psikoedukasi memberikan dampak yang kuat dan konsisten terhadap peningkatan pemahaman peserta. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguatan self-awareness melalui psikoedukasi membantu karyawan mengenali kondisi psikologis, mengelola emosi kerja secara adaptif, serta memahami dinamika disengagement yang berkaitan dengan quiet quitting. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan strategi human resource yang lebih empatik dan berorientasi pada kesejahteraan psikologis karyawan milenial di sektor perbankan.
Between Work and Study: Psikoedukasi Manajemen Stres pada Mahasiswa Pekerja Indah Fitriani; Djudiyah Djudiyah
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 8 No. 1 (2026): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v8i1.11024

Abstract

Working students face academic and work demands simultaneously, making them vulnerable to stress and difficulties in managing it. Stress management psychoeducation is expected to help working students understand the concept of stress, coping strategies, and assertive communication as skills that support interpersonal stress management. This study aims to evaluate changes in the cognitive understanding of working students after participating in group-based stress management psychoeducation activities. The study used a one-group pretest–posttest design with six working students participating in a public speaking training community. The program was implemented through structured sessions using lectures, worksheets, case studies, focused group discussions, relaxation role plays, and priority setting exercises. Understanding was measured using a multiple-choice test with four alternative answers. The analysis results showed t = −7.05 with p = 0.001 (p < 0.05). This indicates that stress management psychoeducation has a significant effect on working students. The post-test mean (M=7.50) was greater than the pre-test mean (M = 5.33). These findings indicate that stress management psychoeducation was followed by an increase in working students' cognitive understanding of stress, coping, and assertive communication skills relevant to the context of dual roles.