Claim Missing Document
Check
Articles

Psikoedukasi Pencegahan Cyberbullying pada Siswa SMP: Upaya Meningkatkan Literasi Digital pada Remaja Vivin Nuha; Djudiyah; Siti Fasikha
Jurnal Psikologi Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjp.v3i2.5608

Abstract

Tingginya penggunaan media digital pada remaja meningkatkan risiko terjadinya cyberbullying, khususnya pada siswa SMP yang memiliki literasi digital rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas psikoedukasi literasi digital sebagai upaya pencegahan cyberbullying pada siswa SMP. Penelitian ini memakai desain one-group pretest-posttest pada 20 siswa SMP berusia 14-15 tahun untuk partisipan. Intervensi berupa psikoedukasi “Upaya meningkatkan literasi digital pada remaja” dilaksanakan selama 90 menit melalui pemberian materi, diskusi, dan role play. Pengukuran dilakukan menggunakan kuesioner skala likert sebelum dan sesudah intervensi. Temuan analisis t test menemukan t = -10,308 dengqn p=0,00 (p<0,01). Hal ini memperlihatkan ada perbedaan pengetahuan literasi digital yang sangat signifikan sebelum dan setelah dilakukan psikoedukasi. Mean post-test (Mean=87,75) lebih besar disbanding dengan Mean pre-test (Mean=77,50). Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi literasi digital efektif dalam meningkatkan pemahaman dan sikap etis siswa dalam bermedia digital sebagai langkah preventif terhadap cyberbullying.
Peran Strategi Human Resource dalam Mengatasi Fenomena Quiet Quitting di Kalangan Karyawan Milenial Sektor Perbankan Indra Gunanta Pooroe; Djudiyah Djudiyah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.15172

Abstract

Fenomena quiet quitting semakin mengemuka pada karyawan milenial sektor perbankan seiring meningkatnya tuntutan kerja, tekanan kinerja, serta pergeseran nilai kerja generasi muda. Fenomena ini tercermin dari menurunnya keterlibatan emosional, inisiatif, dan komitmen kerja, meskipun karyawan tetap menjalankan tugas formalnya. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas layanan, produktivitas, dan keberlanjutan organisasi perbankan. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas psikoedukasi berbasis self-awareness sebagai strategi intervensi human resource untuk meningkatkan pemahaman karyawan milenial terhadap quiet quitting. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen one group pretest–posttest. Partisipan berjumlah 18 karyawan milenial sektor perbankan yang mengikuti program psikoedukasi daring selama 120 menit. Instrumen penelitian berupa skala quiet quitting dan self-awareness. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired sample t-test menunjukkan t = -165,039 dengan p = 0,001 (p<0,01). Hal ini berarti bahwa ada perbedaan yang signifikan pemahaman karyawan tentang pengertian quite quiting, proses terjadinya quite quiting serta cara mengatasinya sebelum dan setelah dilakukan psikoedukasi. Mean post-test (Mean = 147,39) lebih besar dibanding dengan Mean pre-test (Mean = 113,44). Hal ini berarti psikoedukasi yang diberikan mampu meningkatkan pemahaman karyawan tentang quite quiting dan cara mengatasinya. Nilai ukuran efek berdasarkan Cohen’s d dan Hedges’ correction berada pada kategori sangat besar, yang menunjukkan bahwa psikoedukasi memberikan dampak yang kuat dan konsisten terhadap peningkatan pemahaman peserta. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguatan self-awareness melalui psikoedukasi membantu karyawan mengenali kondisi psikologis, mengelola emosi kerja secara adaptif, serta memahami dinamika disengagement yang berkaitan dengan quiet quitting. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan strategi human resource yang lebih empatik dan berorientasi pada kesejahteraan psikologis karyawan milenial di sektor perbankan.
The Role of Emotion Regulation on Compulsive Shopping of Clothing Djudiyah Djudiah
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 1 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i1.7169

Abstract

During the Covid-19 pandemic, almost all student activities are carried out from home, whether for lectures, shopping, etc. The number of activities carried out at home for a long period has resulted in students feeling bored/bored and feeling pressured by their routine activities. They seek entertainment by looking at the products offered in online store outlets. This can encourage students to spend excessively or compulsively, especially for students who are less able to regulate emotions. This study aims to empirically prove the effect of emotion regulation on compulsive shopping and wants to know the dimensions of emotional regulation inability that support students' compulsive spending. This study uses a quantitative approach. The subjects of this study amounted to 166 active students of the Faculty of Psychology, University of Muhammadiyah Malang. The data collection methods used were the Difficulties in Emotion Regulation Scale (DERS) and the compulsive shopping scale for clothing. Data analysis was performed using the regression analysis method with the help of the SPSS version 21 program. The results of the analysis showed that there was an influence of emotion regulation on compulsive clothing shopping. The dimensions of difficulty controlling impulses and refusing to realize emotions are dimensions of the inability to regulate emotions that play a major role in compulsive shopping for clothes. Di masa pandemi Covid 19 ini hampir semua aktivitas mahasiswa dilakukan dari rumah, baik untuk aktivitas perkuliahan, berbelanja, dll. Banyaknya aktivitas yang dilakukan dilakukan di rumah dalah kurun waktu yang cukup lama ini mengakibatkan mahasiswa merasa jenuh/bosan dan merasa tertekan dengan aktivitas-aktivitas rutinnya. Mereka mencari hiburan dengan melihat-lihat produk yang ditawarkan di gerai toko online. Hal ini dapat mendorong mahasiswa untuk melakukan pembelanjaan secara berlebihan atau kompulsif terutama pada mahasiswa yang kurang mampu melakukan regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris pengaruh regulasi emosi terhadap belanja kompulsif dan ingin mengetahui dimensi ketidakmampuan regulasi emosi yang mendukung pembelanjaan kompulsif mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini berjumlah 166 mahasiswa aktif Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang. Metode pengumpul data yang digunakan adalah skala Difficulties in Emotion Regulation Scale (DERS) dan skala belanja kompulsif pakaian.  Analisis data dilakukan dengan metode analisis regresi dengan bantuan program SPSS versi 21. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada pengaruh regulasi emosi terhadap pembelanjaan kompulsif pakaian. Dimensi kesulitan mengontrol impuls dan menolak menyadari emosi merupakan dimensi ketidakmampuan melakukan regulasi emosi yang berperan besar terhadap belanja kompulsif pakaian.
Penguatan Growth Mindset Kewirausahaan dan Self Efficacy untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM Kelpin Adiyatma; Muhammad Sufyan Suri; Nida Hasanati; Djudiyah Djudiyah
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i1.8689

Abstract

Penguatan aspek psikologis merupakan faktor penting dalam pengembangan kapasitas kewirausahaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas intervensi penguatan mindset kewirausahaan terhadap peningkatan entrepreneurial self-efficacy dan community growth mindset pada pengusaha Muhammadiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen satu kelompok pretest–posttest. Partisipan penelitian berjumlah 15 pengusaha Muhammadiyah yang memiliki UMKM dan mengikuti seluruh rangkaian intervensi. Instrumen penelitian berupa Skala Efikasi Diri Wirausaha dan Skala Community Growth Mindset dengan model skala Likert 1–5. Intervensi dilaksanakan secara bertahap melalui analisis kebutuhan, penyusunan modul, pelaksanaan workshop, serta pendampingan UMKM melalui coaching dan mentoring. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired-sample t-test dan uji Wilcoxon sesuai dengan karakteristik distribusi data. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada entrepreneurial self-efficacy dan community growth mindset setelah intervensi diberikan. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi yang mengintegrasikan pelatihan dan pendampingan berbasis psikologis efektif dalam memperkuat sumber daya psikologis kewirausahaan. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap pengembangan program pemberdayaan UMKM berbasis komunitas dengan menekankan pentingnya penguatan mindset dan efikasi diri sebagai fondasi keberlanjutan usaha.
Kecerdasan Emosi dan Kecenderungan Belanja Impulsif : Persepsi Kontrol Perilaku Sebagai Mediasi Pahmiah; Djudiyah; Yuni Nurhamida
CAUSALITA : Journal of Psychology Vol 3 No 4 (2026): CAUSALITA: Journal of Psychology
Publisher : CV. Causalita Dynamic Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62260/causalita.v3i4.608

Abstract

Banyaknya iklan yang ditayangkan di media cetak atau elektronik dapat berpengaruh pada keputusan konsumen untuk melakukan pembelian. Konsumen dengan kecerdasan emosi rendah diduga akan mengambil keputusan membeli dengan cepat tanpa berpikir panjang. persepsi kontrol perilaku diduga mampu memediasi pengaruh kecerdasan emosi terhadap kecenderungan belanja impulsif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosi terhadap kecenderungan belanja impulsif serta peran mediasi persepsi kontrol perilaku dalam pengaruh tersebut. Sampel penelitian terdiri dari 262 mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin yang diperoleh melalui teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang mencakup tiga instrumen: Wong and Law Emotional Intelligence Scale (WLEIS) untuk mengukur kecerdasan emosi, Impulse Buying Tendencey (IBT) untuk mengukur kecenderungan belanja impulsif serta variabel persepsi kontrol perilaku diukur dengan instrumen yang berlandaskan teori Theory of planned behavior. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Mediation Regression Analysis Process by Hayes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kecenderungan belanja impulsif, sementara pengaruh tidak langsung antara kecerdasan emosi terhadap kecenderungan belanja impulsif melalui persepsi kontrol perilaku tidak signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa persepsi kontrol perilaku tidak memediasi pengaruh antara kecerdasan emosi dan kecenderungan belanja impulsif, sehingga perilaku kecenderungan belanja impulsif lebih dipengaruhi secara langsung oleh kecerdasan emosi.
Self-Compassion Psychoeducation to Enhance the Adjustment of New Students in Islamic Boarding Schools lelikusuma; Djudiyah
Educan Vol. 10 No. 2 (2026): Transforming Islamic Education: Values, Learning, Institutions, and Student We
Publisher : Prodi PAI, Fakultas Tarbiyah, UNIDA GONTORs Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/educan.v10i2.79

Abstract

The transition to boarding school life often poses adjustment challenges for new students. Self-compassion is considered a protective factor that may facilitate adaptation during this transition. This study examined the effectiveness of self-compassion psychoeducation in enhancing self-compassion and adjustment among new students in an Islamic boarding school from the perspective of Islamic educational psychology. A quasi-experimental pretest-post-test control group design was employed involving 82 first-year female students consisting of an intervention group (n = 41) and a control group (n = 41). Data were collected using the Self-Compassion Scale (SCS) and the Student Adjustment Scale (SAS). Gain scores (post-test-pretest) were analysed using independent-samples t-tests. The results showed that the intervention group demonstrated significantly greater improvements in self-compassion (t (80) = 7.651, p < .001, d = 1.69) and adjustment (t (80) = 5.069, p < .001, d = 1.12) than the control group. These findings indicate that self-compassion psychoeducation is effective in strengthening self-compassion and improving adjustment among new students in Islamic boarding schools.
Coping Through Aesthetics: Psikoedukasi untuk Meningkatkan Pengetahuan Stres dan Strategi Coping pada Siswa SMA Irba Chalisha Amaly; Djudiyah Djudiyah
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14609

Abstract

Stres merupakan kondisi yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Mengetahui dengan tepat definisi stres, faktor yang memengaruhi serta upaya untuk mengelola stres dengan baik melalui psikoedukasi diharapkan dapat membantu siswa untuk mencapai well-being. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas psikoedukasi berbasis estetika dalam meningkatkan pemahaman siswa SMA mengenai stres dan strategi coping. Penelitian menggunakan desain one-group pretest–posttest dengan partisipan sebanyak 10 siswa yang aktif berorganisasi. Intervensi diberikan dalam lima sesi melalui metode presentasi dan simulasi yang dipadukan dengan aktivitas estetis, seperti musik, seni, visual alam, dan menulis. Pengukuran pemahaman dilakukan menggunakan angket dengan pertanyaan terbuka. Hasil analisis menunjukkan nilai uji t test (t = -7,184) dengan (p<0,001). Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan siswa tentang tentang stress, faktor yang memengaruhi serta cara mengelola stres. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi berbasis estetika efektif membantu siswa memahami konsep stres, mengenali pemicu dan responsnya, serta mengidentifikasi strategi coping yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Program ini berpotensi menjadi alternatif edukasi preventif yang mudah diterapkan di sekolah.
PERAN KELUARGA DAN TOLERANSI AMBIGUITAS PADA EFIKASI DIRI PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIER MAHASISWA: The Role of The Family and Tolerance of Ambiguity towards Career Decision Self-Efficacy in Students Djudiyah Djudiyah; Dwi Wahyuni Uningowati; Nandy Agustin Syakarofath
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 16 No. 3 (2023): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 16.3
Publisher : Faculty of Social Science and Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24156/jikk.2023.16.3.226

Abstract

Pengaruh keluarga serta toleransi ambiguitas berperan dalam membentuk keyakinan diri mahasiswa dalam pengambilan keputusan karier. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran keluarga dan toleransi ambiguitas pada keyakinan diri mahasiswa dalam memutuskan karier. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 157 mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang yang diambil dengan teknik sampling accidental. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan uji regresi. Hasil analisis menemukan bahwa peran keluarga dan toleransi ambiguitas berpengaruh terhadap keyakinan diri penentuan pilihan karier mahasiswa. Toleransi ambiguitas berpengaruh lebih besar terhadap keyakinan diri dalam memutuskan karier mahasiswa dibanding peran keluarga. Implikasi penelitian ini yaitu mahasiswa dapat berpikir positif dalam menilai perubahan dunia kerja saat ini, menerima perubahan, mencari kejelasan hal-hal yang ambigu, memantau permintaan pasar tenaga kerja, dan mengembangkan kompetensi diri sesuai dengan demand pasar. Orang tua dapat membantu mahasiswa dengan cara berbagi informasi tentang perkerjaan dan memberikan dukungan emosional dan finansial dalam pengembangan diri mahasiswa.