Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pemberian Rebusan Daun Kelor Dalam Menurunkan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II Di Kelurahan Kelapa Lima Distrik Merauke Hidayati, Laili Nur; Ruswadi
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 2 No. 2 (2024): April
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63265/jkti.v2i2.47

Abstract

Diabetes melitus merupakan kelainan metabolisme kronis ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah karena menurunnya sekresi insulin di pankreas. Penderita DM akan mengalami banyak komplikasi serius jangka panjang seperti penyakit kardiovaskuler yang dapat menyebabkan kematian, kerusakan di berbagai organ seperti retina, ginjal, saraf, dan penyakit neurodegenerative. Akibat banyaknya komplikasi yang ditimbulkan dan terjadi penurunan kualitasi hidup, maka banyak penderita diabetes berusaha mengontrol kadar gula darahnya menggunakan obat herbal atau bahan alam seperti daun kelor. Daun kelor memiliki aktivitas biologi mengandung flavonoid sebagai antidiabetic yang mampu melindungi sel dari kerusakan dengan cara meningkatkan antioksidan seluler sehingga meminimalkan kondisi hiperglikemik dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan rebusan daun kelor terhadap penurunan kadar gula darah. Metode yang digunakan adalah studi kasus bertujuan untuk melakukan pemberian air rebusan daun kelor terhadap penurunan kadar gula darah pada penderita DM tipe 2. Pengumpulan data dilakukan secara langsung dengan wawancara, observasi dan pengukuran gula. Hasil studi kasus menunjukkan adanya penurunan kadar gula darah selama 5 hari pemberian yaitu sebelum diberikan yaitu 505 mg/dl, setelah diberikan menjadi 459 mg/dl. Kesimpulan yang diperoleh adalah air rebusan daun kelor dapat digunakan untuk menurunkan kadar gula darah pada penderita Diabetes Melitus.
Gambaran Dukungan Keluarga Terhadap Pasien Riwayat Covid-19 Di Wilayah Puskesmas Kasihan 1 Bantul Hidayati, Laili Nur; Nesyifa, Nada
Proceedings of Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Graduate Conference Vol. 2 No. 2 (2023): Strengthening Youth Potential for Sustainable Innovation
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/umygrace.v2i2.516

Abstract

Introduction: The Kasihan Health Center in the Bantul area is one of the health center sociality that provides services and inpatient care for COVID-19 patients, in the past year there were 2,300 positive confirmed cases of COVID-19 19. People with COVID-19 have limitations in sociality because they have to carry out isolation both independently and medically at the hospital. Forms of family support are needed in this case because family support has a positive impact on the psychosocial problems of patients who are in the recovery stage. Patients feel much better due to the provision of psychosocial treatment which includes family interventions, social skills training, and so on. Research Objectives: To find out the form of family support for patients with a history of COVID-19. Method: Quantitative research method with a descriptive approach. Sampling using purposive sampling technique a number of 99 respondents. The research instrument used a family support questionnaire. Results: The results of the study found that almost all of the family support data for patients with a history of COVID-19 were included in the high support category, namely 90 respondents (90.9%). Conclusion: The majority of respondents provide very high family support, which means that the role as a family is fulfilled and given well in four categories, namely emotional, instrumental, informational, and esteem support, so that patients feel loved and loved by their loved ones
Pengaruh Terapi Okupasi pada Pasien Skizofrenia dengan Defisit Perawatan Diri di Ruang Intensif: Case Report Auladia Muftikha; Laili Nur Hidayati; Akrim Wasniyati
Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan Vol. 2 No. 2 (2024): Juni : Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/corona.v2i2.408

Abstract

The most serious and chronic mental disorder is schizophrenia. Schizophrenia sufferers often have limitations that greatly affect the performance of daily activities, one of which is carrying out self-care. Increasing independence from self-care deficit problems can be overcome with non-pharmacological management, one of which is occupational therapy. Occupational therapy intervenes in limitations by seeking greater autonomy of the patient through certain activities. The aim of the case study is to determine the effect of occupational therapy on the patient's level of independence in the intensive care unit. The method used is a case study with a nursing care approach. A case study was conducted at a mental hospital in 2024 involving a 56 year old patient. The instrument used was the Activity of Daily Living questionnaire. Occupational therapy was carried out for 12 days. The results of the study showed that there was an increase in the level of independence in carrying out self-care from a score of 10 to 17 and a decrease in signs of self-care deficit symptoms in patients from 9 to 2. Based on the results, it can be concluded that occupational therapy can increase the level of independence and reduce signs of deficit symptoms patient self-care.
Implementasi Terapi Orientasi Realita Pada Pasien Waham Ayun Pranandari; Laili Nur Hidayati; Akrim Wasniyati
Observasi : Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi Vol. 2 No. 2 (2024): May : Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/observasi.v2i3.422

Abstract

Delusions are beliefs held by patients that contradict reality and are entrenched, making them resistant to logical persuasion by others. These beliefs stem from the patient's perception of losing control. A preliminary survey conducted in the maintenance ward of a Mental Hospital revealed cases of schizophrenia with nursing issues related to thought process disorders, particularly delusions of suspicion. The objective of this case study was to assess the efficacy of reality orientation therapy in schizophrenic patients with nursing issues concerning thought process disorders, specifically delusions, within the maintenance ward of a mental hospital. This case study employed a nursing care approach involving assessment, observation, and the implementation of reality orientation therapy over a 6-day period in the maintenance ward of a mental hospital. Following assessment, it was found that the patient expressed suspicion towards family and neighbours, repeatedly stating these beliefs. After implementing strategies targeting delusions I-V, the patient exhibited a return to reality orientation. Through continuous psychiatric therapy, including reality orientation therapy over 6 days, combined with non-pharmacological interventions, delusional behaviours in patients were significantly reduced.
Pengembangan E-LKPD Berbasis PBL Sub Materi Pencemaran Lingkungan untuk Melatih Keterampilan Literasi Sains Siswa (Mendukung SDGs poin 6 dan 13) Hidayati, Nur Laili; Rachmadiarti , Fida
Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi (BioEdu) Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/bioedu.v13n3.p717-724

Abstract

Literasi sains merupakan salah satu tuntutan keterampilan abad-21 yang harus dikuasai siswa. Literasi sains dapat dilatihkan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Dalam proses pembelajaran dibutuhkan bahan ajar yang sesuai dengan perkembangan abad 21. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menghasilkan E-LKPD berbasis PBL pada sub materi pencemaran lingkungan untuk melatih literasi sains siswa yang valid dan praktis. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu model pengembangan 4D (Define, Design, Development, dan Disseminate). Kevalidan E-LKPD ditinjau dari penilaian dosen ahli dalam bidang materi dan media serta guru biologi. Kepraktisan E-LKPD ditinjau dari hasil pengamatan oleh observer serta angket respon siswa. E-LKPD ini diujicobakan pada 25 siswa kelas X 3 SMA Negeri 1 Manyar. Data yang diperoleh dari validitas dianalisis menggunakan skala likert, sedangkan kepraktisan dianalisis menggunakan skala guttman. Hasil uji validasi E-LKPD yang dikembangkan adalah pada E-LKPD 1 sebesar 3,8 (sangat valid), E-LKPD 2 sebesar 3,9 (sangat valid) dan E-LKPD 3 sebesar 3,9 (sangat valid). Hasil uji kepraktisan berdasarkan keterlaksanaan E-LKPD 1 sebesar 95,5% (sangat valid), dan E-LKPD 2 sebesar 96,5% (sangat valid). Sedangkan pada respon siswa E-LKPD 1 sebesar 98,4% (sangat praktis), E-LKPD 2 sebesar 98,4% (sangat praktis) dan E-LKPD 3 sebesar 98,8% (sangat praktis). Keberhasilan penelitian ini dapat mendukung SDGs poin 6 dan 13. Berdasarkan pemaparan tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa E-LKPD yang dihasilkan layak untuk digunakan untuk melatih keterampilan literasi sains siswa kelas X.
Hubungan antara Tingkat Stres dengan Kinerja Perawat dalam Menangani Pasien Resiko Perilaku Kekerasan Hidayati, Laili Nur; Mahardika, Hanief Ilma; Jalil, Abdul
Jurnal Keperawatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan: Juni 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v17i2.2363

Abstract

Stres dapat dialami oleh perawat yang setiap hari bertemu dengan pasien. Perawat jiwa di tuntut professional dan dapat memberikan asuhan keperawatan yang baik sehingga mutu pelayanan rumah sakit dapat terjaga karena kinerja perawat jiwa mempunyai kualitas yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan kinerja perawat dalam menangani pasien resiko perilaku kekerasan. Metode penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional. Responden penelitian sebanyak 110 perawat jiwa di Rumah Sakit Jiwa Dr.Soerojo Magelang. Penelitian menggunakan kuesioner The Work Stress Scale dengan nilai uji validitas 0,579-0,739 dan uji realibilitas 0,727. Kuesioner Kinerja Perawat dengan nilai uji validitas 0,312-0,632 dan nilai uji reliabilitas 0,774. Analisis bivariat menggunakan Uji korelasi Spearman. Hasil penelitian didapatkan nilai signifikan p-value = 0.000 (p<0.05), dapat diartikan bahwa kedua variabel terdapat hubungan dengan nilai korelasi sebesar 0.447 yang menunjukan arah positif dengan kekuatan korelasi sedang. Terdapat hubungan tingkat stres dengan kinerja perawat dengan arah hubungan negatif yaitu semakin tinggi stres kerja perawat maka kinerja perawat semakin kurang dalam menangani pasien risiko perilaku kekerasan.
Implementasi Inovasi Keperawatan “Therapeutic Atmosphere” di Ruang Rawat Inap Litaqia, Wulida; Hidayati, Laili Nur
Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Vol. 6 No. 1 (2022): Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute
Publisher : Institut Citra Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33862/citradelima.v6i1.276

Abstract

Hospitalization for patients with mental disorders is a situation where they are far from their usual environment and live together with new and foreign people. These psychiatric disorders can cause serious psycho-social limitations for patients. The decline in social functioning is one of these limitations. Patients often experience deterioration in social functioning and self-care. Therapeutic atmosphere is designed to train the fulfillment of social needs and patient self-care. This activity aims to improve interaction skills, fulfill the patient's self-care and spiritual needs in the inpatient room. Activities in a therapeutic atmosphere include morning meetings, clean Fridays, and religious time with their respective goals and assessed using pre and post observations with indicators- indicators that have been made according to the implementation objectives. The results of the activity showed that interaction skills increased from 30% to 90%, self-care fulfillment improved and increased from 20% to 90%, and spiritual fulfillment became better from 50% to 70%. Based on these results, it is hoped that therapeutic atmosphere innovation activities can become recommendations for routine activities that are therapeutic or healing and can be applied in mental hospitals.
Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pemberian Umbi Talas Untuk Mengontrol Kadar Glukosa Darah di Wilayah Kampung Sidomulyo Distrik Semangga Ahmad Hanafi; Asyabillah P. Ramadhani; Siti Khoyriyah; Frety Shinta; Eunike A. Laga; Laili Nur Hidayati
Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Bidang Kesehatan
Publisher : PPNI UNIMMAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jpbidkes.v3i1.141

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is one of the groups of metabolic diseases characterized by hyperglycemia that occurs due to abnormalities in insulin secretion, insulin function or both. DM is caused by lifestyle changes and lack of awareness to detect DM early, lack of physical activity, and poor diet. The dominant lifestyle that triggers DM is diet and physical activity. Changes in lifestyle such as unhealthy food habits and lack of physical activity have a high risk of developing diabetes. Implementation of community service activities through counseling using leaflets and posters. The next activity is to provide taro tubers to sufferers with the aim of controlling blood glucose levels. The outputs used in this community service activity include publications and videos of activities conveying the benefits of taro tubers to control blood glucose levels.
PATAH HATI SEBAGAI SUMBER INSPIRASI PENCIPTAAN KARYA SENI GRAFIS Hidayati, Laili Nur; Adisukma, Wisnu
Sanggitarupa Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/sanggitarupa.v1i2.4167

Abstract

Patah hati merupakan pokok pembahasan yang dilatarbelakangi pengalaman percintaan yang memuncul- kan kenangan menyedihkan membuat penulis ingin mengenal diri lebih dalam. Patah hati dipilih karena pernah diduakan dan dikhianati, sehingga pengalaman ini menjadi kenangan, pembelajaran dan muncul- nya terapi luka. Pengalaman tersebut menjadi landasan penciptaan karya seni grafis yang selanjutnya diekspresikan melaui karya seni grafis bergaya surealisme. Gaya suralisme dari Amy Sol menjadi pijakan untuk mewujudkan karya seni grafis yang diciptakan. Metode penciptaan dari Herman Von Helmholtz yang digunakan terdiri: Saturation (Pengumpulan Data), Incubation (Pengendapan), dan Ilumination (Perwuju- dan Karya). Metode tersebut digunakan untuk mewujudkan karya-karya seni grafis. Proses penciptaan karya seni grafis ini menghasilkan pengalaman empiris dalam penciptaan karya seni grafis dan pembelaja- ran dalam proses kreatif baik berupa teknik, konsep maupun pesan yang ingin disampaikan melalui karya.
Pencegahan Stigma Gangguan Jiwa dengan Pelatihan Community Mental Health Nursing Hidayati, Laili Nur; Fahrizal, Yanuar; Wardaningsih, Shanti
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i3.9479

Abstract

Kegiatan Community Mental Health Nursing (CMHN) memberikan pelayanan kesehatan yang holistik, komprehensif dan paripurna. Pelatihan ini sebagai program peningkatan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat untuk memberikan dukungan dalam perawatan kesehatan jiwa. Perawat CMHN berupaya memberikan layanan untuk meningkatkan produktivitas klien dengan gangguan jiwa, yang dalam perkembangannya kurang mendapatkan perhatian dari masyarakat.  Penerimaan lingkungan terutama lingkungan internal atau keluarga mendapatkan tekanan dari lingkungan sosial sehingga berdampak pada cara pandang klien. Pelatihan dilakukan pada kader Kesehatan jiwa perwakilan tiap kabupaten di wilayah DI Yogyakarta sejumlah 52 orang selama 2 hari kegiatan. Program pelatihan hari pertama dilakukan pre-test, pemberian materi secara online dan post-test, kemudian hari kedua melakukan deteksi kepada 10 keluarga secara langsung. Melalui pelatihan CMHN yang dilakukan ini dapat menjadi salah satu upaya pencegahan stigma negatif gangguan jiwa yang ada di masyarakat. Peningkatan kesadaran dari masyarakat diharapkan dapat membangun lingkungan sosial yang mendukung tahap pemulihan klien gangguan jiwa saat dirumah. Hasil evaluasi menunjukkan pengetahuan masyarakat meningkat dari rata-rata skor pre-test 71,51 menjadi 91,76 saat post-test. Kegiatan pengabdian masyarakat ini telah memberikan manfaat dalam upaya promotive dan preventif sehingga status Kesehatan jiwa masyarakat dapat meningkat.