p-Index From 2021 - 2026
3.792
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Sebatik

PENELUSURAN SEJARAH KEBO BULE “KYAI SLAMET” DI KERATON SURAKARTA DAN KELAHIRAN KESENIAN KEBO BULE SEBAGAI MEDIA DAKWAH ISLAM DI PONOROGO Rudianto Karim; Ida Widaningrum; Bambang Widiyahseno
Sebatik Vol 24 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejauh ini sebagian masyarakat Jawa masih menganggap bahwa Kebo Bule Kyai Slamet merupakan jelmaan pria tua yang memiliki kekuatan magis, kotoran kebo bule dikeringkan dan didekatkan pada pupuk diyakini dapat meningkatkan hasil panen, bahkan ada yang mengambil kotoran (tlethong kebo) dioleskan ke jidat anaknya agar terjauhkan dari penyakit. Jika dibiarkan hal ini akan menjadi sesuatu yang berdampak kurang positif bagi kehidupan masyarakat. Jumlah masyarakat yang membaca jurnal kebo bule saat ini sebesar 0,000775% dari total pembaca jurnal di google scholar. Untuk itu penelitian ini bertujuan ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa kebo bule di Keraton Surakarta merupakan hewan ternak seperti pada umumnya. Dan munculnya kesenian Kebo Bule di Ponorogo merupakan sarana dakwah Islam di Ponorogo. Untuk menjawab permasalahan tersebut peneliti menggunakan pendekatan sejarah melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan Fokus Group Discussion. Analisis data menggunakan prinsip on going analysis melalui tahapan pengumpulan data, display data, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kebo bule di keraton Surakarta merupakan hadiah dari Bupati Ponorogo kepada Kanjeng Sunan Pakubuwono II; 2) Hewan kerbau merupakan sarat diborongnya pusaka Kyai Slamet dari Ponorogo ke Kartosuro setelah melakukan pertapa di Ponorogo; 3) Hewan kerbau merupakan simbol kemakmuran dan pusaka sebagai simbol keamanan; 4) Kesenian Kebo bule merupakan media penyiaran Islam di Ponorogo.
KESENIAN KEBO BULE SEBAGAI STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA PADA OBJEK WISATA RELIGI DESA SUKOSARI KECAMATAN BABADAN KABUPATEN PONOROGO Rudianto, Rudianto; Widaningrum, Ida; Widiyahseno, Bambang
Sebatik Vol. 26 No. 1 (2022): Juni 2022
Publisher : STMIK Widya Cipta Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46984/sebatik.v26i1.1597

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi adanya kontraproduktif masyarakat pemerintah desa dalam mengembangkan objek wisata desa. Sedangkan potensi desa memiliki cagar budaya berupa makam dan masjid Kiai Imam Puro salah seorang tokoh penyebar agama Islam pertama kali di Ponorogo bagian barat tahun 1748 M dan banyak dikunjungi peziarah tidak kurang 1000 orang setiap tahunnya. Potensi lain seperti paguyuban kesenian kebo bule, reog, pengrajin UMKM, pasar, dan lahan kosong di sekitar cagar budaya belum diberdayakan dengan baik. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan kepada publik tentang strategi pengembangan wisata pada objek wisata religi desa Sukosari Kecamatan Babadan Kabupaten Ponorogo. Jenis dari penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Untuk mengumpulkan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Data primer diperoleh melalui informan kunci yaitu pengurus masjid dan makam Imam Puro, kepala desa Sukosari, tokoh masyarakat, ketua paguyuban seni dan budaya, peziarah makam, dan warga setempat. Adapun untuk data sekunder diperoleh melalui dokumen, manuskrip, buku sejarah, artikel, website dan sumber lain yang relevan dengan teman penelitian. Untuk menganalisis data peneliti menggunakan teknik analisis SOAR (Strangths, Opportunities, Aspirations, dan Results). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan wisata desa yang dapat dikembangkan antara lain: pertama, Pengembangan pengelolaan cagar budaya berupa makam dan masjid Kyai Imam Puro; kedua, pemberdayaan kesenian kebo bule, reog, UMKM, dan potensi pasar untuk destinasi wisata desa; dan ketiga, pemanfaatan lahan kosong di sekitar makan dan masjid untuk rest area dan pertunjukan seni dan menjajakan produk-produk lokal.
Co-Authors ., Sugianti Abd. Rasyid Syamsuri abdurrouf Abdurrouf Adi Purwanto Adi Purwanto Agus Hening Triwasono Akzha Nabella Putra Arganata Al-Rizki, Muhammad Farid Iqbal Ali Selamat Ali Selamat Andy Triyanto Angga Prasetyo Ardio, Karisma Arief Budiono Arifin, Rizal Arifin, Rizal Ashidiqi, Ahmad Siroj Astuti, Arin Yuli Azizah, Hanifha Nur Bambang Widiyahseno Bambang Widiyahseno, Bambang Darminto . Deviardia Putri Nurmayasari Diah Ervin Arlindila DickiPrabowo, Reza Dinda Septyana Dita Puspitasari, Nita Dwiki Rian Pangestu Dyah Mustikasari Dyah Mustikasari Dyah Mustikasari Ega Feri Romawati Eka Arynda Ayu, Eka Arynda Eka Febriyanti, Nuraini Ekapti Wahjuni Djuwitaningsih Erika Diyah Cahyani Fauzan, Fahrul Alvin Fitri, Khoiru Nur Ghulam Asrofi Buntoro Gita Lely Endika Putri Hardi Prasetiyo Ika Nurjanah Indah Puji Astuti Indah Puji Astuti Indah Puji Astuti Isnandar, Aries Jamil, Salma Fauziyah Jamilah Karaman Johari, Norhasnidawani Karaman, Jamilah Khoiru Nur Fitri Khoiru Nurfitri Khoiru Nurfitri Kusnawan, Wawan Lee, Vannajan Sanghiran Lestari, Erma Puji Lestari, Riza Ayu Mohammad Bhanu Setyawan Muhammad Farid Iqbal Al-Rizki Muhammad Titan Rama Adi Wijaya Muthya Cahyani Putriabhimata Muzakki, Fikrun Najib Nadia Intan Pratiwi Neni Berlian, Munika Nurfitri, Khoiru Pratiwi, Nadia Intan Puji Astuti, Indah Rahmatika Az-Zahra, Rifqi Rendy Ahmadan Abdul Aziz, Maretha Rhesma Intan Vidyastari Rifqi Rahmatika Az-Zahra Rika Maya Sari Roziqin, Bahar Rudianto Karim Rudianto Rudianto Rudianto Rudianto Setya Ramadhani, Umi Sri Winiarti Sucipto , Sucipto Sucipto Sucipto Sugianti, Sugianti Tien Rubiyanti Tsaqila, Siti Lathifah Verian Dwi Saputra, Rezano Winardi, Yoyok Wunikaresti, Sari Yusuf, Moch Yasir Zulkarnain, Zulkarnain