Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Evaluasi Status Keberlanjutan Budidaya Rumput Laut Di Kecamatan Pasikolaga Kabupaten Muna (Pendekatan Rapfish- Multi Dimensional Scaling) La Ode Muhammad Iksan Yusuf; Ahyar Ismail; Nuva Nuva
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 21, No 1 (2023): January 2023
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.21.1.150-158

Abstract

Produksi rumput laut tertinggi Kabupaten Muna berlokasi di Kecamatan Pasikolaga, mayoritas masyarakat bekerja sebagai pembudidaya rumput laut, maka dalam menjaga mata pencaharian masyarakat setempat, diperlukan pemahaman tentang aspek keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan budidaya rumput laut melalui pendekatan lima dimensi: ekonomi, ekologi, sosial budaya, teknologi dan kelembagaan. Data yang digunakan dalam penelitian ini mengunakan data primer dan sekunder, data primer diperoleh dari ketua kelompok budidaya dengan cara sensus, sedangkan data sekunder diperoleh dari BPS dan jurnal. Teknik analisis yang digunakan Rapfish Multi Dimensional Scaling. Dari hasil analisis dari indeks  keberlanjutan dengan skor 37,51 artinya kegiatan budidaya rumput memiliki status kurang berkelanjutan. Antribut sensitif tertinggi hasil analisis Leverage Root Mean Square dimensi ekonomi  (6,53) pemasaran hasil panen, Root Mean Square ekologi (15,55) kesuburan lokasi budidaya, Root Mean Square Sosial budaya (8,80) konflik perebutan lahan budidaya, Root Mean Square teknologi (9,82) keinginan mengunakan teknologi pengeringan rumput laut dan pengolahan, dan kelembagaan (9,21) peran kelompok budidaya. Dari hasil Leverage Root Mean Square  tersebut, maka perlu kehadiran pemerintah daerah, swasta dan partisipasi masyarakat dalam mendukung keberlanjutan.
ANALISIS PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN KEPUASAN KONSUMEN PRODUK PROGRAM AGRIBISNIS TAMAN TEKNOLOGI PERTANIAN (TTP) CIGOMBONG, KABUPATEN BOGOR Dara Puspita Sari; Ahyar Ismail; Burhanuddin Burhanuddin
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 20, No 1 (2023): FEBRUARY
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sepa.v20i1.51682

Abstract

The agribusiness program is one of the Cigombong TTP programs that can help assisted farmers and breeders and partners market their products at a better price. This study aims (1) to analyze the consumer decision-making process for the Cigombong TTP agribusiness program and (2) to analyze the consumer satisfaction of the Cigombong TTP agribusiness program product. The method used is descriptive analysis, Customer Satisfaction Index (CSI) and Importance Performance Analysis (IPA). The results showed that the decision-making process of most consumers of the TTP Cigombong agribusiness program was motivated to get quality products, sought information from family or friends, the most interesting promotions were product quality, considering product purchases as needed, making planned purchases regularly every week. once and expressed satisfaction after purchasing the TTP Cigombong agribusiness program product. Based on CSI analysis, consumers are satisfied with the performance of the TTP Cigombong agribusiness program with a value of 79.19% and the priority attributes to be repaired according to the IPA matrix are the attributes of security assurance or product certification.
DINAMIKA LANSKAP KABUPATEN KETAPANG DAN KABUPATEN KAYONG UTARA TERHADAP PERUBAHAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA Darkono Tjawikrama; Hadi Susilo Arifin; Ahyar Ismail
Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 10, No 2 (2020): Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jt.v10i2.38433

Abstract

AbstractThe paper describes a landscape dynamic (Change Index-CI) of Ketapang and Kayong Utara Districs, West Kalimantan, in 1990-2018 and its correlation of peoples’ welfare condition and environmental condition change. Land-based investment has increased sharply in the past 20 years. This condition influences landscape dynamic and climate condition. CI is identified through spatial and temporal analysis by calculating human intervention level to land cover. Meanwhile, the condition of peoples’ welfare at sub-district level is measured from the district’s Human Development Index (HDI) which is analyzed from CI. In this analysis, the HDI is considered a dependent variable and CI level as the independent variable. Landscape environmental condition uses information on annual average temperature of landscape. The study applies simple regression method for the 2000, 2010 and 2018 HDIs with the CI of 1990-2000, 2000-2001 and 2010-2018 periods in 26 sub-districts. The results show that CI has positive correlation with the HDI of 0.086 regression coefficient value. It implies that there is significant correlation of the HDI and CI. The higher the CI value, the higher the HDI will increase. Thus, the regression result is the HDI = 60.103+0.086CI, with <0.05 value (significant). It means every growth by 1% at each sub-district, it will lead the rise of HDI by 0.086% at that sub-district. Meanwhile, the average of annual landscape temperature ascends along the growing CI. The temperature increases significantly by 0.95oC during 1990-2018 periods following the massive land-based investment. On the other hand, prior to the massive land-based investment during 1985-1990, the temperature increase was 0.32oC. Keywords: Change Index, Environmental Condition, Oil Palm, Spatial, Temperature, Welfare AbstrakJurnal ini menggambarkan dinamika lanskap (Change Index – CI) Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat pada periode 1990 – 2018 kaitannya dengan kesejahteraan masyarakat dan perubahan kondisi lingkungan. Investasi berbasis lahan mengalami peningkatan secara signifikan dalam 20 tahun terakhir. Kondisi ini mempengaruhi dinamika lanskap dan kondisi iklim. CI dapat diidentifikasi dengan memperhitungkan tekanan manusia terhadap tutupan lahan baik secara spasial dan temporal. Sementara itu, kondisi kesejahteraan masyarakat pada wilayah administrasi kecamatan dihitung dihitung dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) wilayah Kabupaten yang dihasilkan dari analisis menggunakan CI. Pada Analisis ini, IPM merupakan variabel terikat dan indek CI merupakan variabel bebas. Kondisi lingkungan landskap menggunakan informasi suhu rata-rata tahunan.Penelitian ini menggunakan metode regresi sederhana antara nilai IPM tahun 2000, 2010, dan 2018 dengan CI periode tahun 1990-2000, 2000-2001, dan 2010-2018 pada 26 wilayah kecamatan. Hasilnya menunjukkan korelasi positif dengan nilai koefisien regresi IPM sebesar 0.086. Ini berarti bahwa terdapat korelasi signifikan antara IPM dan CI. Kenaikan nilai CI akan meningkatkan nilai IPM. Sehingga, regresi yang dihasilkan adalah IPM = 60.103+0.086CI, dengan nilai <0.05 yang berarti bahwa korelasinya sangat signifikan. Hal ini berarti bahwa setiap kenaikan CI sebesar 1% pada setiap kecamatan, maka ini akan meningkatkan nilai IPM sebesar 0.086% pada kecamatan tersebut. Sementara itu, suhu rata-rata tahunan pada lanskap mengalami kenaikan selama adanya peningkatan CI. Suhu pada lanskap meningkat drastis sebesar 0.95oC selama periode 1990-2018, hal ini sejalan dengan investasi berbasis lahan mengalami peningkatan secara massif. Sementara itu, sebelum investasi berbasis lahan dilakukan secara massif pada periode 1985-1990, kenaikan suhu sebesar 0.31oCKata kunci: Change Index, Kelapa Sawit, Kesejahteraan, Kondisi lingkungan, Suhu, Spasial
Nilai Ekonomi Tanaman Obat di Taman Nasional Danau Sentarum, Kalimantan Barat Ginting, Thasia; Ismail, Ahyar; Simangunsong, Bintang
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Vol. 18, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Danau Sentarum National Park (DSNP) is a conservation area which has an important role in people’s lives and society Kapuas Hulu in West Kalimantan. The objective of this study was to estimate the value of medicinal plants in the area TNDS. Contingent Valuation Method (CVM) with a single bounded was use to determine the willingness to pay for medicine plants. Data collected through direct interviews with 90 local households in DSNP using a questionnaire. Data analysis was done with MS. Excel® and SPSS® statistical software. The results show the variable value of the bid, income, age, education, and knowledge of medicinal plants significantly a ect the value of WTP. The expected WTP is found between IDR50.354,22 to IDR72.312,44 per household per month.
Analisis Faktor Resiliensi Rumah Tangga Petani dalam Menghadapi Variabilitas Iklim Marseva, Amalia Dwi; Putri, Eka Intan Kumala; Ismail, Ahyar
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Vol. 17, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Climate variability potentially giving shocks to farmers household. This research aims to identify farmers household vulnerability, identify factors affecting resilience, and identify the adaptation mechanism of farmers household in facing rainfall variability. The analytical methods are descriptive analysis, Livelihood Vulnerability Index, and multiple regression. Results shows that Sidamulya is more vulnerable than Wanasari. Households has low resilience. Factors that affecting resilience are education, earning level, number of years in farming, and dummy other job. Adaptive mechanisms are shifting the planting time, replace and decrease fertilizer, replace seed, and move to another job.
Analisis Penilaian Ekonomi Gumuk Pasir Parangtritis di Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, DIY Khatimah, Khusnul; Syaukat, Yusman; Ismail, Ahyar
Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Vol. 17, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sand dunes is an unique beach-forest phenomenon which only in Southeast Asia can be found in Parangtritis Village. In the existing condition, sand dunes might have direct use value and indirect use value, even though these benefits do not applied in the entire area. The research aims is to estimate the economic value of sand dunes in the existing condition using total economic valuation (TEV). The result showed that the direct uses are tourism (Rp1,009 million/year), fuel wood (Rp106 million/year), livestock feed (Rp188 million/year), while the indirect uses are abrasion barrier (Rp1,505 million/year), and wind barrier (Rp1,019 million/year). The total economic value of Parangtritis sand dunes up to Rp3,828 million/year.
Heavy metals in soil contaminated with aluminum black dross waste in Jombang Regency, East Java Lukita, Maya; Abidin, Zaenal; Riany, Etty; Ismail, Ahyar
Journal of Degraded and Mining Lands Management Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15243/jdmlm.2025.122.7301

Abstract

Aluminum waste recycling activities in Sumobito District, Jombang Regency, produce aluminum black dross that is classified as hazardous waste. Aluminum black dross dumped into the environment will become a potential hazard to human health and environmental quality. This study aimed to determine the soil condition at aluminum black dross landfills in Sumobito District. Soil quality was determined by comparing the concentration of heavy metals in the samples with the total concentration (TC) of heavy metal pollutants regulated by the Government Regulation of the Republic of Indonesia No. 22 of 2021. Soil samples were analyzed using X-ray fluorescence (XRF). The analysis of four landfill samples showed that all samples should be managed as hazardous waste. The analysis of soil samples carried out around the landfill area shows that three samples are managed as non-hazardous waste, and one soil sample must be managed as hazardous waste. This indicates that heavy metal infiltration of aluminum black dross from the landfill area into the soil area has occurred.
Nilai Ekonomi Jasa Penyerbukan pada Perkebunan Kopi Robusta Asyifa, Nuraulia; Wijayanti, Pini; Ismail, Ahyar
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 1 (2025): January 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.1.247-257

Abstract

Lebah berkontribusi terhadap pasokan makanan global sebagai penyerbukan berbagai tanaman, termasuk hortikultura, tanaman pangan, dan lainnya. Keberadaan lebah dan fungsinya sebagai penyerbuk menghadapi banyak tantangan seperti perubahan iklim dan teknik budidaya yang belum berkelanjutan. Pentingnya keberadaan serangga penyerbuk dan nilai ekonomi jasa penyerbukan penting diungkap untuk digunakan sebagai instrumen penetapan program oleh pemerintah, yaitu pengembangan strategi produksi kopi berkelanjutan serta promosi dan pemeliharaan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi nilai ekonomi jasa penyerbukan pada sistem agroforestri dan non agroforestri perkebunan kopi robusta. Nilai ekonomi jasa penyerbukan diungkap dengan metode Contingent Valuation Method (CVM) untuk mengestimasi nilai Willingness to Pay (WTP) petani kopi terhadap program tree island. Nilai ekonomi jasa ekosistem direpresentasikan oleh nilai rata-rata WTP petani kopi robusta sistem agroforestri dan non agroforestri terhadap program tree island secara berturut-turut ialah Rp21.097.686 ha/tahun dan Rp8.978.355 ha/tahun.
Meningkatkan Inklusi Sosial dan Keberlanjutan UMK di Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung melalui Pelatihan Sertifikasi Halal Ismail, Ahyar; Pramudita, Danang; Andita Putri, Tursina
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2025): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.11.1.114-122

Abstract

The development of Micro and Small Enterprises (MSEs) is a key strategy for enhancing social inclusion and economic sustainability at the local level. Capacity building and the obligation for halal certification among MSEs require support from various stakeholders, including the academia. This community service activity aims to improve social inclusion and business sustainability of MSEs in Talang Padang District, Tanggamus Regency, Lampung Province, through halal certification training. Community service was conducted in three main stages: coordination and socialization, halal certification training, and monitoring and evaluation, along with participant mentoring. A total of 18 participants attended the training, with 83.33% showing an increase in knowledge about the halal concept and the process for obtaining halal certification. The evaluation results showed that 61.11% of the participants successfully obtained halal certification and incorporated the halal logo on their product packaging. The implementation of this halal certification training is expected to make a significant contribution to improving the social inclusion and business sustainability of MSEs in the region.
ESTIMASI NILAI EKONOMI DAN STRATEGI PENGELOLAAN HUTAN RAKYAT PADA HUTAN ORGANIK MEGAMENDUNG, BOGOR Fadhilah, Azka Rahmah; Ismail, Ahyar; Pramudita, Danang
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 12 No 1 (2025): April
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) dan Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (PSL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v12i1.59265

Abstract

Jumlah penduduk Indonesia yang selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya menyebabkan kebutuhan akan lahan turut meningkat, sehingga berpotensi terjadinya alih fungsi lahan. Perubahan fungsi lahan dari pertanian ke non pertanian akan berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan dan mengakibatkan terjadinya lahan kritis. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk merehabilitasi lahan kritis adalah dengan melakukan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL). Salah satu hasil dari RHL yang berada di Kabupaten Bogor, Jawa Barat adalah Hutan Organik Megamendung. Keberadaan hutan organik memberikan banyak manfaat, di antaranya sebagai tempat penyerapan karbon, daerah resapan air, hingga sumber keanekaragaman hayati. Berdasarkan hal tersebut tujuan dari penelitian ini, yaitu mengestimasi nilai guna ekonomi dari Hutan Organik Megamendung; mengestimasi nilai non-guna ekonomi dari Hutan Organik Megamendung; dan merumuskan alternatif strategi pengelolaan Hutan Organik Megamendung yang berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan harga pasar, benefit transfer, dan PROMETHEE. Hasil penelitian menunjukkan nilai guna Hutan Organik Megamendung sebesar Rp1.589.532.870 per tahun; nilai non-guna Hutan Organik Megamendung sebesar Rp8.845.125 per tahun; dan alternatif pengelolaan yang dapat diprioritaskan adalah pengoptimalisasian lahan dengan sistem agroforestri.