Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Key Factors of Marine-Based Tourism Economy in Labuan Bajo, Indonesia Prasetiyo, Didit Eko; Fauzi, Akhmad; Ismail, Ahyar; Wahyudin, Yudi; Chasanah, Uswatun; Halim, Muhammad Abi Sofian Abdul
Indonesian Journal of Applied Research (IJAR) Vol. 6 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Applied Research (IJAR)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/ijar.v6i2.652

Abstract

Tourism development was a national priority in Indonesia, as outlined in the National Tourism Development Master Plan 2010–2025. Labuan Bajo, designated as one of the “New Bali” destinations, was prioritized for its rich marine biodiversity and high tourism potential. This study examined the key factors that influenced the sustainable development of the region’s marine-based tourism economy. Primary data were collected through Focus Group Discussions (FGDs) using the “World Café” method, involving stakeholders from various sectors. The data were analyzed using the Matrix of Cross Impact Multiplications Applied to a Classification (MICMAC), which mapped the interrelationships among variables. The analysis identified five primary driving factors: participation, infrastructure, regulation, human resource development, and training and education. Governance and conflict were categorized as relay variables, while coordination and information and communication technology were classified as output variables. Welfare, disparity, and income generation were considered autonomous variables. Infrastructure and participation demonstrated a strong indirect influence on income generation. These findings provided strategic insights to guide policymakers and stakeholders in developing integrated and sustainable tourism strategies for Labuan Bajo.
Alternatif Strategi Kebijakan Keberlanjutan Budi Daya Rumput Laut di Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Yusuf, La Ode Muhammad Iksan; Ismail, Ahyar; Nuva, Nuva
Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 15, No 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jksekp.v15i1.14300

Abstract

Produksi rumput laut di Sulawesi Tenggara, khususnya di Kabupaten Muna mengalami fluktuasi pada periode 2018–2022 meskipun memiliki potensi lahan budi daya yang luas dan garis pantai yang panjang. Kondisi ini mengindikasikan belum optimalnya strategi kebijakan yang mampu mendorong keberlanjutan.Tujuan dari penelitian ini merumuskan alternatif strategi kebijakan dalam mendorong usaha keberlanjutan budi daya rumput laut di Kabupaten Muna yang dilakukan pada pemangku kepentingan dari Dinas Perikanan dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan Preference Ranking Organization Method for Enrichment Evaluation (PROMETHEE) merupakan bagian dari Multi Criteria Decision Analysis (MCDA), dimana menggunakan empat alternatif kebijakan keberlanjutan, yaitu alternatif I melanjutkan budi daya rumput laut dengan penguatan ekonomi lokal, alternatif II melanjutkan program budi daya rumput laut dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, alternatif III melanjutkan kegiatan budi daya rumput laut dengan program penguatan ekonomi, sosial budaya dan lingkungan serta alternatif IV pengembangan sumber daya manusia. Hasil analisis berdasarkan Complete Ranking dan skor net flow pada keempat alternatif yang menggambarkan pada Phi+ berada di atas nol atau mendekati satu yaitu alternatif III dengan total skor 0,6364, skor tersebut merupakan kategori tertinggi dibandingkan alternatif I, II dan IV. Title: Alternative Policy Strategies Ffor Sustainable Seaweed Cultivation in Muna District, Southeast Sulawesi Province Seaweed production in Southeast Sulawesi, particularly in Muna Regency, fluctuated between 2018 and 2022, despite its extensive cultivation potential and long coastline. This situation indicates a suboptimal policy strategy to promote sustainability. The purpose of this study is to formulate alternative policy strategies in encouraging sustainable seaweed cultivation efforts in Muna Regency which are carried out by stakeholders from the Fisheries Service and the Environmental Service of Muna Regency. This study uses the Preference Ranking Organization Method for Enrichment Evaluation (PROMETHEE) which is part of the Multi Criteria Decision Analysis (MCDA), which uses four alternative sustainability policies, namely alternative I continuing seaweed cultivation by strengthening the local economy, alternative II continuing the seaweed cultivation program by considering environmental aspects, alternative III continuing seaweed cultivation activities with economic, socio-cultural and environmental strengthening programs and alternative IV developing human resources. The results of the analysis based on Complete Ranking and net flow scores on the four alternatives that describe Phi+ are above zero or close to one, namely alternative III with a total score of 0.6364, this score is the highest category compared to alternatives I, II and IV.
Strategi Pemulihan Sektor Pertanian Pasca Gempa Bumi di Kabupaten Cianjur Sapanli, Kastana; Ismail, Ahyar; Nuva; Pramudita, Danang
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 5 No 2 (2023): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0502.578-582

Abstract

Rekomendasi strategi dalam upaya pemulihan dari pascabencana gempa bumi di sektor pertanian antara lain: (1) penanganan kesehatan fisik dan mental (trauma healing) petani yang terdampak; (2) Perbaikan fasilitas sarana prasarana terdampak seperti greenhouse, irigasi, stasiun terminal agribisnis, dan packing house, jalan, dan sistem drainase; (2) Bantuan sarana produksi pertanian berupa bibit, cangkul, garpu pertanian, pupuk, dan sabit; (3) Penguatan kelembagaan petani berupa kualitas modal sosial petani dan model bisnis berbasis pertanian tanggap bencana yang diatur melalui gapoktan; (5) diversifikasi komoditas berbasis smart farming dengan sistem tumpangsari; dan (6) memperkuat supply chain melalui pengembangan sistem informasi digital pertanian.
Implementasi Program Pelita Berbasis Training of Trainer untuk Pengembangan Desa Cerdas Pertanian di Desa Benteng Salsabila, Sagita; Abdurrahman, Muhammad Rizki; Anggi, Siti; Ismail, Ahyar; Bokasa, Muhamad Dodi
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2024): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.10.3.315-323

Abstract

Education is Indonesia's most potential investment in optimizing human resources (HR) quality. The proliferation of school dropout rates has become an educational problem in some areas of Indonesia, including Benteng Village. According to the Precision Data of Benteng Village Monograph, in 2020, 316 people, or 4.29% of the population, were classified as school dropouts. This condition causes the community to have limited skills, preventing them from maximizing the potential resources available. Therefore, preventive measures are needed to address this issue. The presence of the Agricultural Literacy Corner (PELITA) becomes a holistic and adaptive solution for the government and other stakeholders in empowering the community. This initiative aims to create upskilling, reskilling, and newskilling for the community to utilize existing agricultural resources and create a sustainable, intelligent agricultural village. Activities are implemented through socialization, counseling, training, and practice based on the ToT (Training of Trainer) scheme. The achievement of the activities can be seen from the results of the pre-test and post-test dissemination analyzed using statistical tests. The results show an increase from the pre-test score (M=2.25) to the post-test score (M=7.95). This is supported by a p-value of 0.000 < 0.001, indicating that the increase is not coincidental and has statistical significance. Therefore, the actualization of PELITA is expected to continue continuously.
Estimasi Nilai Ekonomi dan Strategi Pengelolaan Agro Eduwisata Organik Mulyaharja: Estimation of the economic value and development strategy for Mulyaharja Organic Agro Edutourism. Purnama, Putri Intan; Ismail, Ahyar
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 3 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/ijaree.v3i1.51243

Abstract

Sektor pariwisata adalah sektor yang sangat potensial untuk meningkatkan perekonomian nasional. Aktivitas ekonomi dalam wisata sangat dipengaruhi oleh preferensi konsumen dalam memilih atraksi wisata. Aktivitas wisata terutama wisata alam menghasilkan layanan jasa lingkungan yang dapat diperhitungkan sebagai nilai ekonomi. Keterbatasan mekanisme pasar untuk mengukur nilai jasa wisata alam menyebabkan jasa wisata cenderung dinilai lebih rendah (undervalue). Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pola permintaan wisatawan, mengestimasi nilai ekonomi, menganalisis daya dukung kawasan dan merumuskan strategi dalam mengelola kawasan wisata. Metode yang digunakan yaitu Analisis Deskriptif, Travel Cost Method, Physical Carrying Capacity, Real Carrying Capacity dan Effective Carrying Capatiy, Analasis SWOT dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisatawan menilai Agro Eduwisata Organik dalam kondisi baik walaupun terdapat kekurangan pada aspek penilaian kualitas air, fasilitas wisata dan aksesbilitas. Tujuan wisatawan terhadap lokasi wisata yaitu wisatawan mengunjungi untuk menikmati pemandangan/Landscape. Nilai ekonomi wisata di kawasan yaitu sebesar Rp 256.250.000 per tahun. Secara umum daya dukung kawasan Agro Eduwisata Organik Mulyaharja mengalami over carrying capacity pada beberapa atraksi, tetapi pada atraksi lainnya masih under carrying capacity. Strategi yang menjadi prioritas utama yaitu mengevaluasi dan mengembangkan pembangunan objek wisata dengan berkerjasama dengan investor atau pemda. The tourism sector has the potential to improve the national economy. Consumer preferences strongly influence economic activity in tourism when choosing tourist attractions. Tourism activities, especially nature tourism, produce environmental services that can be calculated as economic value. However, the limitations of market mechanisms to measure the value of natural tourism services cause tourism services to tend to be undervalued (undervalued). This study aims to identify patterns of tourist demand, estimate economic value, analyze the area's carrying capacity, and formulate strategies for managing tourist areas. The methods used are Descriptive Analysis, Travel Cost Method, Physical Carrying Capacity, Real Carrying Capacity and Effective Carrying Capacity, SWOT Analysis, and Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). The results showed that tourists rated Organic Agro Edutourism in good condition despite deficiencies in water quality assessment, tourist facilities, and accessibility. Tourists visit tourist sites to enjoy the scenery/landscape. The economic value in the area is IDR 256,250,000 per year. In general, the carrying capacity of the Mulyaharja Organic Agro-Edutourism area is experiencing over-carrying capacity at some attractions, but other attractions still need to be under-carrying capacity. The strategy that becomes the main priority is evaluating and developing the development of tourist objects in collaboration with investors or local governments.
Analisis Keberlanjutan Pertanian Kopi Arabika di Desa Sukawangi Kabupaten Bogor: Sustainability Analysis in Arabica Coffee Farming in Sukawangi Village, Bogor Regency Amelia Febriana; Febriana, Amelia; Putri, Eka Intan Kumala; Ismail, Ahyar
Indonesian Journal of Agricultural Resource and Environmental Economics Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/enqa8g65

Abstract

Abstrak Kopi merupakan salah satu komoditas yang memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi hijau dan keberlanjutan sektor perkebunan di Indonesia. Namun, dinamika harga global, penurunan produktivitas, serta lemahnya kelembagaan petani menjadi tantangan utama bagi keberlanjutan sistem usahatani kopi, khususnya di Desa Sukawangi, Kabupaten Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status keberlanjutan usahatani kopi arabika di Desa Sukawangi berdasarkan lima dimensi utama: ekologi, ekonomi, sosial, kelembagaan, dan teknologi. Pendekatan yang digunakan adalah RAP-Coffee berbasis Multidimensional Scalling (MDS). Pengumpulan data meliputi data primer dan sekunder. Kemudian dilakukan menggunakan program Microsoft Office Excel dan Metode Multi-Dimensional Scalling (MDS) melalui perangkat lunak Rapid Appraisal for Fisheries (RAP-Coffee). Hasil penelitian menunjukkan indeks keberlanjutan dengan nilai sebesar 65.33% yang termasuk dalam kategori cukup berkelanjutan. Dimensi teknologi 78.85% memiliki nilai indeks tertinggi dengan kategori berkelanjutan, dimensi sosial dengan nilai indeks 73.41% dan dimensi ekologi 72.99% memiliki kategori yang cukup berkelanjutan. Namun, dimensi ekonomi memiliki nilai indeks terendah yaitu 49.87% dan dimensi kelembagaan 51.54% teridentifikasi adanya kendala pada aspek keberlanjutan tergolong kurang berkelanjutan. Analisis leverage mengidentifikasi atribut-atribut sensitif yang menjadi pengungkit utama, yaitu pengelolaan limbah, penggunaan pestisida, pemberdayaan masyarakat, standar pencatatan, pengakuan sertifikasi, dan akses pasar. Uji Monte Carlo mengonfirmasi stabilitas model dengan selisih nilai yang kecil 0.20% - 2.78% antara hasil MDS dan simulasi. Penelitian ini merekomendasikan intervensi kebijakan yang berfokus pada penguatan kelembagaan petani, fasilitas sertifikasi, akses pembiayaan hijau, dan adopsi teknologi pascapanen ramah lingkungan untuk meningkatkan keberlanjutan usahatani secara menyeluruh.
Analisis Kadar Timbal Darah terhadap Pedagang Kaki Lima di Terminal Kampung Rambutan Wintarsih, Ietje; Ismail, Ahyar; Sofyan, Nusaibah
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 10 No 4 (2020): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.10.4.607-615

Abstract

Emisi kendaraan bermotor mengandung logam berat salah satunya adalah timbal (Pb). Pedagang kaki lima termasuk ke dalam kelompok masyarakat berisiko tinggi terhadap paparan emisi kendaraan bermotor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengkaji kadar timbal dalam darah pedagang kaki lima. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan kuesioner. Pengukuran timbal menggunakan metode Spektrofotometer Serapan Atom (SSA). Sampel ditentukan dengan metode purposive sampling sebanyak 30 pedagang kaki lima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 18 responden (60%) memiliki kadar timbal dalam darah melebihi kadar normal yaitu <10 μg/dl. Rata-rata kadar timbal dalam darah pada pedagang kaki lima sebesar 22,03 μg/dL. Kadar timbal dalam darah tertinggi pada responden sebesar 65 μg/dl dengan waktu kerja harian tertinggi selama 16 jam/hari. Karakteristik responden yang memiliki pengaruh terhadap kadar timbal (Pb) dalam darah adalah usia dan waktu kerja harian.
EVALUASI KELAYAKAN FINANSIAL USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT MUSIMAN DAN KONTINYU DI KECAMATAN PASIKOLAGA KABUPATEN MUNA Yusuf, La Ode Muhammad Iksan; Ismail, Ahyar; Nuva, Nuva; Basmar, Edwin; Jhohan, Jhohan
PAPALELE (Jurnal Penelitian Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan) Vol 10 No 1 (2026): PAPALELE: Jurnal Penelitian Sosial Ekonomi Perikanan dan Kelautan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/papalele.2026.10.1.1

Abstract

Rumput laut merupakan komoditas unggulan yang berperan penting dalam meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menanamkan kelayakan finansial usaha budidaya rumput laut musiman dan kontinyu di Kecamatan Pasikolaga Kabupaten Muna. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling , menggunakan rumus Slovin untuk menentukan 86 responden dari total 608 petani. Analisis dilakukan terhadap total biaya, total penerimaan, dan pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan pembudidaya rumput laut kontinyu sebesar Rp 4.626.690 per bulan dan musiman sebesar Rp 3.942.167 per bulan, keduanya berada di atas Upah Minimum Regional Kabupaten Muna Tahun 2025 yaitu Rp 3.073.551. Hal ini menunjukkan bahwa kedua pola budidaya tergolong layak secara finansial dan memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan pembudidaya. Penelitian merekomendasikan perlunya dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan modal, pembinaan kelembagaan, dan pengelolaan lingkungan budidaya yang berkelanjutan. Kata kunci: rumput laut, budidaya musiman, budidaya kontinyu, kelayakan finansial, pendapatan.
Characterization of Aluminum Black Dross Leachate from the Tertiary Smelting Industry in Jombang, East Java Lukita, Maya; Riani, Etty; Ismail, Ahyar; Abidin, Zaenal
Makara Journal of Science Vol. 29, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aluminum black dross is a type of hazardous waste because it readily reacts with water to produce gas. Previous studies have reported the potential dangers of aluminum black dross to humans and the environment. This study examined the characteristics of aluminum black dross from Jombang Regency, East Java Province. The properties investigated included the volume of gas produced during leaching, the solubility of salts and aluminum under various conditions, and the mineral characteristics analyzed via Fourier transform infrared (FTIR) spectroscopy, X-ray fluorescence (XRF), and X-ray diffraction (XRD). Notably, 115 mL of gas was produced from each 0.5 g of aluminum black dross that reacted with water, and the gas was identified as a mixture of hydrogen, methane, and ammonia. Alkaline conditions (pH = 10) during the leaching process were optimal for both gas production and aluminum solubility. The highest amount of dissolved salts was observed under acidic leaching conditions. The nitride phase, responsible for producing corrosive ammonia, was detected via FTIR and XRD analyses. Aluminum black dross is significant as an alumina-based material owing to its high Al2O3 content, which increases after leaching, as demonstrated via XRF measurements. This study provides an alternative leaching process for aluminum black dross based on the gases produced and the residue generated. This study presents the characterization of aluminum black dross as hazardous waste due to its emission of gases harmful to human health and the environment. The results highlight the urgent need for implementing safe handling and management practices for aluminum black dross to minimize potential risks
ANALISIS PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN DAN KEPUASAN KONSUMEN PRODUK PROGRAM AGRIBISNIS TAMAN TEKNOLOGI PERTANIAN (TTP) CIGOMBONG, KABUPATEN BOGOR Puspita Sari, Dara; Ismail, Ahyar; Burhanuddin, Burhanuddin
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 20, No 1 (2023): FEBRUARY
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sepa.v20i1.51682

Abstract

The agribusiness program is one of the Cigombong TTP programs that can help assisted farmers and breeders and partners market their products at a better price. This study aims (1) to analyze the consumer decision-making process for the Cigombong TTP agribusiness program and (2) to analyze the consumer satisfaction of the Cigombong TTP agribusiness program product. The method used is descriptive analysis, Customer Satisfaction Index (CSI) and Importance Performance Analysis (IPA). The results showed that the decision-making process of most consumers of the TTP Cigombong agribusiness program was motivated to get quality products, sought information from family or friends, the most interesting promotions were product quality, considering product purchases as needed, making planned purchases regularly every week. once and expressed satisfaction after purchasing the TTP Cigombong agribusiness program product. Based on CSI analysis, consumers are satisfied with the performance of the TTP Cigombong agribusiness program with a value of 79.19% and the priority attributes to be repaired according to the IPA matrix are the attributes of security assurance or product certification.