Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Ultrasonik dalam Penelitian Aktivitas Antibakteri Staphylococcus epidermidis Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera): Pendekatan Berbasis Sains dan Nilai Islam Tiyas, Rika Setianing; Yulianti, Eny; Fahruddin, Muhammad Mukhlis
Es-Syajar:Journal of Islam, Science and Technology Integration Vol 2, No 1 (2024): Es-Syajar:Journal of Islam, Science and Technology Integration
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/es.v2i1.23420

Abstract

This study reveals the potential of ultrasonic extraction method in yielding valuable extracts from Moringa oleifera leaves. Moringa oleifera, a versatile plant, takes center stage in this research. The concept aligned with the teachings of the Quran regarding the intricacies of Moringa and its application in acne treatment offers a secure and sustainable option. The utilization of ultrasonic extraction technique contributes to enhancing the benefits obtainable from Moringa. The antibacterial properties identified within Moringa position it as a promising candidate within the realm of medical applications, thereby aligning with the values propagated by the Quran, emphasizing the appreciation of nature's wonders.The methodology of this research involves ultrasonic extraction method and phytochemical analysis conducted in a laboratory setting, alongside evaluating the antibacterial potential through literature review. A bibliometric approach is employed to analyze relevant literature and Quranic verses concerning Moringa. This research falls within the qualitative research category and embodies the post-positivist perspective. Findings of the study indicate that the ultrasonic extraction method successfully yields approximately 22.22% of extract. Moreover, the phytochemical analysis reveals the presence of compounds such as flavonoids, saponins, tannins, alkaloids, triterpenoids, and steroids in the ethanol extract of Moringa leaves.
Analisis Parameter Kimia Kualitas Air Minum Ayam Petelur (Gallus domesticus) di Kabupaten Blitar dan Kajian Literatur Fitoremediasi Kadar Fluorida Yulianti, Eny; Wahyuningtyas, Titian Ajeng; Sholikhah, Badiatus; Yuliastuti, Rostiwi Endah; Royanudin, Moch; Nafi’ah, Sriani
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 12, No 1 (2024): June
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v12i1.8885

Abstract

Drinking water quality is a crucial factor that influences livestock productivity. Regular evaluation of the quality of livestock drinking water is an essential activity. Blitar Regency is known as a center for egg production from laying hens (Gallus domesticus). This study aims to evaluate the quality of livestock drinking water and provide a literature review regarding the potential for improvement through phytoremediation methods. This research method involves laboratory analysis and literature review. Laboratory analysis is carried out to determine the quality of water chemical parameters, then the results are compared with livestock drinking water standards regulated by Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number 32 of 2017. If a discrepancy is found with the standards, it is continued with a literature study regarding the use of phytoremediation methods as a solution. Analysis of chemical parameters, including ion levels, using a reagent kit with the help of Spectroquant Pharo 300 UV Vis spectroscopy. The results of the analysis involve iron, fluoride, manganese, nitrate, nitrite, cyanide, hardness, cadmium, zinc metal and sulfate. All parameters meet quality standards, except for Fluoride (F-) levels which exceed the threshold of 1.5 mg/L, caused by the use of groundwater sources or wells which have the potential to have higher mineral content than surface water. The potential impacts of high fluoride levels on laying hens include reduced egg production, impaired growth, reproductive disorders, decreased water consumption, and decreased body weight. The literature review highlights phytoremediation methods involving plants as an economical and effective solution. Afforestation, such as planting grass or bushes around livestock areas and wells, or through creating ponds with aquatic plants, can significantly reduce fluoride levels in livestock drinking water.
FITOKIMIA, KAPASITAS ANTIOKSIDAN, TOKSISITAS, KADAR ALKALOID DAN FENOLIK TOTAL EKSTRAK UMBI BIT (Beta vulgaris L.) Mellenia, Kelnia; Helmi, Helmi Rizal; Yulianti, Eny; Ferdinal, Frans
Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Muara Sains, Teknologi, Kedokteran dan Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmstkik.v8i2.16437

Abstract

Stres oksidatif merupakan ketidakseimbangan antara prooksidan dan antioksidan. Kelebihan Reactive Oxygen Species (ROS) dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti penyakit kardiovaskuler hingga kanker. Antioksidan berperan dalam menghilangkan radikal bebas sehingga dapat mengurangi stres oksidatif. Untuk mengimbangi kekurangan antioksidan endogen, tubuh menggunakan antioksidan eksogen. Salah satu antioksidan eksogen adalah umbi bit (Beta vulgaris L.) yang dibudidayakan di negara-negara subtropis dan tropis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan fitokimia, kapasitas total antioksidan, kadar fenolik total, kadar alkaloid total, dan toksisitas ekstrak umbi bit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental in-vitro dan pemeriksaan bioassay. Ekstraksi dengan maserasi menggunakan metanol. Uji in-vitro yang terdiri dari uji fitokimia (Harborne), pengukuran kapasitas antioksidan dengan metode DPPH (Blois), penentuan kadar fenolik total (Singleton dan Rossi), penentuan kadar alkaloid total (Trivedi et al) dan pemeriksaan bioassay yaitu uji toksisitas dengan metoda BSLT (Meyer). Kandungan fitokimia yang terdapat pada ekstrak umbi bit terdiri dari alkaloid, antosianin, betasianin, fenolik, flavonoid, glikosida, kardioglikosida, kuinon, kumarin, saponin, tanin dan terpenoid. Ekstrak umbi bit mempunyai kapasitas antioksidan dengan  = 839.314 ?g/mL, kadar fenolik total (288.125 ?g/mL), kadar alkaloid total (2.635 ?g/mL) dan toksisitas dengan =172.879 ?g/mL. Sehingga membuktikan ekstrak umbi bit memiliki kapasitas antioksidan yang lemah dan berpotensi sebagai antimitosis.
Uji Toksisitas dan Kapasitas Antioksidan ABTS pada Apium Graveolens Maharani, Karennina Larissa; Yulianti, Eny; Ferdinal, Frans
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.157

Abstract

Seledri (Apium graveolens) merupakan tumbuhan yang mudah ditemukan, dapat dikonsumsi dan umumnya dapat digunakan sebagai  pengobatan karena memiliki banyak manfaat terutama dalam bidang kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan mengetahui kandungan kapasitas antioksidan dan toksisitas pada Apium graveolens. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimental in vitro. Analisis yang digunakan meliputi uji kapasitas antioksidan 2,2’-azino-bis-(3-ethylbenzothiazoline-6-sulfonic)acid (ABTS) dan uji toksisitas Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Pada uji kapasitas antioksidan menunjukan nilai IC50 11,446 µg/mL, termasuk ke dalam kategori antioksidan yang sangat kuat. Penelitian ini menunjukan bahwa Apium graveolens merupakan antioksidan yang cukup efektif. Tingkat toksisitas Apium graveolens yang ditunjukan dengan nilai LC50 didapatkan sebesar 269,153 µg/mL, termasuk ke dalam kategori toksisitas toksik sedang sehingga memiliki potensi sebagai antimitosis. Berdasarkan hasil ini, disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai aplikasi klinis ekstrak seledri, terutama dalam pengembangan suplemen antioksidan untuk pencegahan penyakit degeneratif.
Uji Fenolik Total dan Kapasitas Antioksidan Ekstrak Buah Psophocarpus tetragonolobus Darma, Timothy Halomoan; Limanan, David; Yulianti, Eny
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.159

Abstract

Reactive Oxygen Species (ROS) adalah molekul oksigen reaktif yang dihasilkan sebagai produk sampingan dari metabolisme sel normal, terutama di mitokondria. Meskipun ROS memainkan peran penting dalam proses fisiologis, akumulasi berlebih dapat menyebabkan kerusakan oksidatif pada biomolekul seperti DNA, protein, dan lipid. Antioksidan berfungsi untuk menetralkan ROS dan melindungi sel dari kerusakan oksidatif. Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus) diketahui memiliki kapasitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi kapasitas fenolik total dan kapasitas antioksidan keseluruhan dari ekstrak metanol yang berasal dari kecipir. Penelitian ini menggunakan desain studi eksperimental in vitro. Proses ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan metanol sebagai pelarut. Analisis meliputi tes kapasitas antioksidan menggunakan 1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl (DPPH) dan uji fenolik total. Uji kapasitas antioksidan menunjukkan nilai IC50 sebesar 47,7 µg/mL, mengklasifikasikannya sebagai antioksidan sangat kuat. Temuan ini menunjukkan potensi ekstrak kecipir sebagai antioksidan yang efektif. Sementara untuk uji fenolik totalnya 34,90 mg GAE/gram dengan pengenceran dua kali. Ekstrak metanol buah kecipir memiliki potensi sebagai sumber antioksidan alami yang efektif dengan aktivitas antioksidan yang kuat, serta kandungan fenolik yang tinggi, sehingga dapat dikembangkan lebih lanjut dalam aplikasi kesehatan, khususnya pencegahan penyakit akibat stres oksidatif.
Uji Kapasitas Antioksidan Pada Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia Sappan L.) Dengan Metode DPPH, FRAP Asyraf, Muhammad Zain Alwi; Limanan, David; Yulianti, Eny; Ferdinal, Frans
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.165

Abstract

Antioksidan berperan sebagai pelindung dari kerusakan oksidatif, termasuk antioksidan eksogen yang bisa didapatkan dari bahan-bahan herbal. Salah satu contoh antioksidan eksogen alami yang banyak ditemukan di Indonesia adalah kayu secang (Caesalpinia sappan L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kapasitas antioksidan dari ekstrak kayu secang menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) dan FRAP (ferric reducing antioxidant power). Hasil uji kapasitas antioksidan dengan metode DPPH pada ekstrak kayu secang menunjukkan nilai IC50 sebesar 99,996 µg/mL, sementara dengan metode FRAP nilai IC50 yang diperoleh adalah 24,853 µg/mL. Berdasarkan nilai ini, kayu secang memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat menurut metode FRAP (nilai IC50 ≤ 50 µg/mL) dan aktivitas antioksidan kuat menurut metode DPPH (nilai IC50 antara 50 – 100 µg/mL). Dengan demikian, kayu secang (Caesalpinia sappan L.) berpotensi dimanfaatkan sebagai antioksidan.
Uji Kadar Fenolik Total dan Uji Kapasitas Antioksidan Daun Kunyit (Curcuma longa) dengan Metode ABTS Rumengan, Peterjohn Andrew Benhard; Limanan, David; Yulianti, Eny; Ferdinal, Frans
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.170

Abstract

Bisphenol-A yang ditemukan pada beberapa galon minuman dapat menyebabkan ketidakseimbangan Reactive Oxygen Species (ROS) dengan meningkatkan mediator oksidatif dan menurunkan enzim antioksidan. Kadar ROS yang berlebihan memicu stres oksidatif, merusak makromolekul penting seperti lipid, protein, karbohidrat, dan asam nukleat, yang dapat menyebabkan penyakit metabolik dan degeneratif. Antioksidan memiliki peran penting dalam mencegah stres oksidatif dengan menghambat produksi ROS berlebih. Kunyit (Curcuma longa) merupakan tanaman herbal yang banyak digunakan di Indonesia, dengan daun yang diketahui kaya akan antioksidan dan fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kapasitas antioksidan dan kadar fenolik total dari daun kunyit. Metode eksperimen yang digunakan adalah uji ABTS dan pengukuran kadar fenolik dengan asam galat. Ekstrak daun kunyit menunjukkan nilai IC50 sebesar 27,895 µg/mL dan kadar fenolik total sebesar 153,184 mgGAE/g. Uji ABTS menghasilkan nilai IC50 <50 µg/mL, yang menunjukkan kapasitas antioksidan yang sangat kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa ekstrak daun kunyit memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai pengobatan alternatif untuk penyakit metabolik dan degeneratif. Aktivitas antioksidan yang kuat dan kandungan fenolik tinggi menjadikan daun kunyit sumber alami yang menjanjikan untuk eksplorasi lebih lanjut dalam bidang pengobatan.
Uji Fenolik Total dan Kapasitas Antioksidan DPPH Ekstrak Daun Singkong (Manihot esculenta) Lin, Leonard; Yulianti, Eny; Ferdinal, F.
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i2.175

Abstract

Singkong merupakan bahan makanan pokok yang sering dikonsumsi di Indonesia. Daunnya sendiri bisa menjadi berbagai masakan seperti ditumis, direbus ataupun sebagai lalapan. Daun singkong dikatakan dapat membantu beberapa penyakit seperti hipertensi. Daun singkong banyak mengandung mineral seperti Fe, Zn, Mn, Cu, Mg, Ca, K, mengandung protein kasar, β-karoten serta memiliki senyawa aktif flavonoid, fenolik, dan mengandung klorofil yang merupakan antioksidan alami. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang bersifat in vitro dan bioassay. Uji in vitro yang dilakukan terdiri dari uji fitokimia, uji kapasitas total antioksidan, uji fenolik total serta uji toksisitas BSLT. Hasil Penelitian menunjukan bahwa didalam kandungan bahwa ekstrak Manihot esculenta positif alkaloid, anthocyanin dan betacyanin, kardioglikosida, coumarin, flavonoid, glikosida, fenol, saponin, steroid, dan tannin. Sedangkan hasil uji fitokimia kuinon, dan terpenoid didapatkan hasil negatif. Kadar fenolik dalam ekstrak daun Manihot esculenta didapatkan 48,87 mgGAE/gr. Hasil uji kapasitas antioksidan DPPH diperoleh IC50 sebesar 285,371 μg/mL. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa daun singkong berpotensi sebagai sumber antioksidan alami yang dapat dimanfaatkan dalam pengobatan untuk melawan penyakit akibat oxidative stress, meskipun dengan efektivitas yang lebih rendah dibandingkan dengan standar antioksidan Trolox.
Skrining Fitokimia dan Uji Toksisitas Ekstrak Bunga Tapak Dara (Catharanthus Roseus) Najukha, Yusrifa; Yulianti, Eny; Ferdinal, Frans
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.208

Abstract

Bunga tapak dara (Catharanthus roseus) merupakan tanaman perdu yang termasuk dalam famili Apocynaceae. Tanaman ini telah dikenal sejak lama sebagai tanaman hias dan juga dalam pengobatan tradisional sebagai obat. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan tingkat toksisitas pada bunga tapak dara (Catharanthus roseus). Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental yang bersifat in vitro dan bioassay. Terdiri dari uji fitokimia dan uji toksisitas dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasil uji fitokimia didapatkan bahwa ekstrak bunga tapak dara (Catharanthus roseus) mengandung alkaloid, betasianin, kardioglikosida, kumarin, flavonoid, glikosida, fenolik, kuinon, saponin, terpenoid dan tannin sehingga dapat berpotensi sebagai antioksidan. Tingkat toksisitas ekstrak bunga tapak dara (Catharanthus roseus) ditunjukkan dengan nilai LC50 sebesar 162,181 µg/mL sehingga masuk dalam kategori toksik sedang yang berpotensi sebagai antimitosis. Ekstrak bunga tapak dara (Catharanthus roseus) mengandung berbagai senyawa fitokimia dengan kapasitas antioksidan kuat menurut metode ABTS dan FRAP, serta potensi sebagai senyawa antikanker. Namun, kapasitas antioksidan berdasarkan metode DPPH tergolong sangat lemah. 
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk.) dalam Edible Oil Sakhi, Fillah Mufti; Mahmudah, Rif'atul; Yulianti, Eny
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 10, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v10i1.9132

Abstract

Daun kelor merupakan bagian dari tanaman kelor yang banyak dimanfaatkan sebagai obat karena memiliki kandungan senyawa aktif salah satunya flavonoid yang dapat menangkal radikal bebas. Penelitian bertujuan mengetahui aktivitas antioksidan pada ekstrak maserasi daun kelor dalam extra virgin olive oil (EVOO) dan virgin coconut oil (VCO) dengan metode DPPH menggunakan variasi waktu ekstrasi dan variasi volume tween 80. Variasi dilakukan dengan penambahan volume tween 80 sebesar 0 - 0,4 mL dan waktu ekstraksi selama 2-4 jam. Penambahan tween 80 dan lama waktu ekstraksi terhadap aktivitas antioksidan daun kelor dalam EVOO menunjukkan hasil terbaik pada volume tween 80 0,4 mL dan waktu ekstraksi 4 jam dengan EC50 sebesar 106,848 ± 4,746 ppm. Sementara itu, dalam VCO memberikan hasil terbaik pada volume tween 80 0,4 mL dengan lama ekstraksi 4 jam menghasilkan EC50 sebesar 282,914 ± 10,008 ppm.
Co-Authors A. Ghanaim Fasya Abdul Hakim Ahmad Hanapi Akhmad Sabarudin Akyunul Jannah Al Akbar, Ramadhana Fatahillah Al-Rosyid, Ahmad Taufiqurrahman Amaliyah, Nada Rifqi Asyraf, Muhammad Zain Alwi Az Zahra, Audy Azmiyani, Ulal Bayyinatul Muchtarohmah Begum Fauziyah Chanafi, Imam Chilmy, Mochammad Sholla Nadhif Choiriyah, Ainur Rizqi Darma, Timothy Halomoan David Limanan Eloydia Vintari, Clarista Ezra, Pasuarja Jeranding Fadlan, Mochamad Lailul Fahruddin, Muhammad Mukhlis Falahiyah, Falahiyah Fariz Rifqi Zul Fahmi Ferdinal, Ferdinal Fiddaroini, Saidun Frans Ferdinal Habibah, Rizka Azahra Haq, Naufal Rizqi Hartini, Eny Yulianti, Rif’atul Mahmudah, Lilik Helmi, Helmi Rizal Hilmi, Fakih Himmatul Barroroh Ida Ayu Putu Sri Widnyani Istighfarini, Vina Nurul Kusuma, Andrea Bianca Castafiore Latifah, Annazmil Fayros Lilik Miftahul Khoiroh Lin, Leonard Luky Adrianto Lutfia, Fadilah Nor Laili M. Ali Zulfikar Ma'rifah, Ainul Madjid, Armeida D.R Maharani, Karennina Larissa Mahmudah, RIf'atul Majdi, Dani Sanaya Marcella, Agnes Mellenia, Kelnia Mubasyiroh, Mubasyiroh Muslimah Muti'ah, Roihatul Nafi’ah, Sriani Nafi’ah, Sriani Najukha, Yusrifa Noer Saelan Tadjudin Nur Aini Okky Vara Velya Oky Bagas Prasetyo Palufi, Ulfa Engky Praminto, Yusa Linda Qotru Nada Pujiana, Nurliza Purwoko, Agus Putri, Ivvani Aulia Putri, Nawaika Shafira Rahmatulloh, Arief Rohmad, Azzufa Nurkamila Rohmatullah, Wahyu Adhi Putra Royana, Isna Royanudin, Moch Royyanuddin, Moh Ro’iyah, Maulidhotur Rumengan, Peterjohn Andrew Benhard rustan, felicia Saerang, Stefanus Handy Sakhi, Fillah Mufti Santoso, Stanley Setiyanto, Henry Sholikah, Siti Amanatus Sholikhah, Badiatus Siti Aisyah Siti Suwaibatul Aslamiah, Siti Suwaibatul Sri Harini Susi Nurul Khalifah Sya’banah, Nishfu Sya’baniah, Khalda Tamba, Monica Diva Maharani Tanuhariono, Ardhita Felicia Taufik, Moh Titian Ajeng Wahyuningtyas Tiyas, Rika Setianing Tri Kustono Adi Ulil Fitriyah Wadziatir Rizqi, Wadziatir Wahyuningtyas, Titian Ajeng Warsito Widad Hakim, Sofwatul Yuliastuti, Rostiwi Endah Zamroni, Anits