Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Proceeding Biology Education Conference

Kerentanan Ekosistem Mangrove terhadap Ancaman Gelombang Ekstrim (Abrasi) di Kawasan Konservasi Pulau Dua Banten Mudmainah Vitasari
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 12, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekosistem Mangrove merupakan ekosistem unik di pesisir sebagai pelindung daratan baik pelindung dari abrasi, intrusi dan sebagai habitat berbagai macam spesies. Besarnya fungsi mangrove ini akan sangat disayangkan ketika terjadi kerusakan karena akan berdampak ke berbagai aspek seperti matinya spesies, berubahnya garis pantai karena abrasi, masuknya air asin ke air tanah dan lain sebagainya sehingga perlunya pemeliharaan ekosistem ini. Pemeliharaan ini perlu dilakukan dengan pengenalan kondisi kawasan ini sehingga tindakan yang akan dilakukan lebih tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengenali kondisi ekosistem mangrove dan lingkungannya antara lain ancaman, kerentanan dan kerusakan yang bisa terjadi. Metode penelitian ini menggunakan analisis kualitatif semi-kuantitatif dengan statistik sederhana.. Pengambilan data dilakukan dengan analisis data sekunder dan observasi lapangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan indeks ancaman gelombang terhadap ekosistem mangrove meliputi tinggi gelombang, arus, bentuk garis pantai dan ada tidaknya karang penghalang. Indikator tersebut merupakan indikator yang memperkuat besarnya energi gelombang. Kemudian mengguanakan indeks kerentanan mangrove dari gelombang meliputi luasnya vegetasi mangrove, zonasi mangrove dan fungsi hutan mangrove. Indikator tersebut akan memperkuat kondisi kerentanan mangrove dari gelombang. Selanjutnya tingkat kerusakaan menggunakan persamaan bencana, dimana tingkat ancaman dan kerentanan saling menguatkan terhadap kerusakan. Hasil analisis setiap indikator diklasifikasikan ke dalam 3 kelas menurut Rumus Sturgess, sedangkan tingkat kerusakan terhadap gelombang dikelaskan menurut matrik Peraturan KA BNPB No 02 Tahun 2012 yang dimodifikasi. Hasil penelitian antara lain (1) Ancaman gelombang terhadap ekosistem mangrove di Kawasan Konservasi Pulau Dua pada tingkat sedang (2) Kerentanan ekosistem mangrove terhadap gelombang di Kawasan Konservasi Pulau Dua pada tingkat sedang (3) Berdasarkan kondisi ancaman dan kerentanan maka dapat dilihat tingkat kerusakan pada kelas sedang. Dengan pengenalan kondisi ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi pemerintah maupun masyarakat untuk bertindak sebagai upaya pengantisipasian dan pengurangan kerusakan ekosistem mangrove dikarenakan gelombang.Keywords: ancaman, kerentanan, mangrove
Kajian Neurosains dalam Kemandirian Belajar Mahasiswa Calon Guru IPA melalui Optimalisasi Learning Management System (LMS) dengan Fiture SPADA Vica Dian Aprelia Resti; Siti Romlah Noer Hodijah; Mudmainah Vitasari
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 18, No 1 (2021): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Online learning to anticipate the Covid-19 pandemic directly or indirectly has presented a new order in the learning aspect. One of the Learning Management System (LMS) technologies used at Sultan Ageng Tirtayasa University is the Sistem Pembelajaran Daring (SPADA). Several features in SPADA have been developed to help students learn independently or guided, including summary, assignment, grade, URL and activity completion. Lecturers continue to try to anticipate problems in optimizing these features. These efforts continue to experience changes and developments because the self regulated learning that is passed by each student is not the same. This is influenced by a series of brain mechanisms in processing information or known as neuroscience. Student activities related to independent learning do not only involve cognition from a series of information processing, but a series of self-knowledge information that is included in the study of abilities and metacognitive skills. In this regard, the independence of learning in this study is explained in terms of cognitive, motivational and behavioral aspects using a questionnaire instrument and interview guidelines for 32 students in the Department of Natural Sciences Education Semester V of 2020. Based on the results and discussion, it is known that the difficulty in realizing learning independence because students do not know for sure the goals to be achieved, so it is difficult to determine various strategies for achieving them. The problem of self regulated learning encourages LMS optimization steps with SPADA features based on neuroscience studies. The first thing to do is to give students the freedom to learn according to their inclinations, so the suggestion that can be conveyed is that the lecturer should know the learning style of each student before using the LMS through the SPADA feature in developing student learning independence.