Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH INSEKTISIDA NABATI EKSTRAK RIMPANG KENCUR (Kaempferia galanga L.) TERHADAP MORTALITAS HAMA ULAT GRAYAK (Spodoptera frugiperda) PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays) Waluyo, Lud; Hikmah, Lailatul; Wahyuni, Sri
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.2115

Abstract

Menurunnya produktivitas jagung di Indonesia dapat disebabkan oleh serangan hama. Salah satu hama yang sangat mengganggu pertanaman jagung saat ini adalah hama ulat grayak (Spodoptera frugiperda). Penggunaan insektisida nabati ekstrak rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) berpotensi dalam menanggulangi serangan hama ulat grayak dengan berbagai keunggulan diantaranya tidak berdampak negatif bagi lingkungan dan aman bagi kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh insektisida nabati ekstrak rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) terhadap mortalitas hama ulat grayak (Spodoptera frugiperda) pada tanaman jagung. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain post test kelompok kontrol yang menggunakan 5 perlakuan dengan pengulangan sebanyak 5 kali, dimana terdapat kelompok kontrol negatif 100% menggunakan aquades, kelompok kontrol positif  1% menggunakan sidamethrin dan 3 kelompok perlakuan menggunakan ekstrak kencur 15%, 20%, dan 25%. Hasil penelitian menunjukkan pada konsentrasi 25% ekstrak kencur dapat menyebabkan kematian lebih cepat pada larva ulat grayak dan didapatkan nilai LC50  sebesar 30.247 µg/mL. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ekstrak rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) dapat digunakan sebagai alternatif insektisida nabati terhadap ulat grayak (Spodoptera frugiperda).
Effect of Water Clover Extract (Marsilea crenata Presl.) on the Diameter of the Staphylococcus epidermidis Inhibition Zone Lud Waluyo; Arsya Lingga Datu; Mohammad Mirza Nuryady; Erni Yohani Mahtuti
Quagga: Jurnal Pendidikan dan Biologi Vol 17 No 1 (2025): QUAGGA : Jurnal Pendidikan dan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/quagga.v17i1.23

Abstract

The incidence of acne in Indonesia reaches 85% with an age range of around 15-24 years. The research aims to analyze the effect of water clover extract (Marsilea crenata Presl.) on the inhibition zone of Staphylococcus epidermidis. This type of research is a true experiment with a quantitative approach. The experimental design is The Post Test-Only Control Group Design. The research population was a pure culture of Staphylococcus epidermidis and the sample used was Staphylococcus epidermidis with a density of 1.5 x 10-8. The research method is the well diffusion method. Data were analyzed using one-way analysis of variance (ANOVA).  The results of the research were that the concentration of water clover extract (Marsilea crenata Presl.) 25% volume 30µl, 50µl, 75µl, and 100µl had an average diameter of the inhibition zone, namely 6.41 mm, 7.51mm, 8.36 mm, and 9.70 mm. The conclusion of this research is that there is an influence of water clover extract (Marsilea crenata Presl.) on the diameter of the inhibition zone of Staphylococcus epidermidis and the most effective concentration in inhibiting bacterial growth is 25% extract with a volume of 100 µl with an average diameter of the inhibition zone of 9.70 mm.