Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Health Office Strategy for Stunting Prevention and Reduction Among Children Under Five: A Case Study of Lingga Subdistrict, Lingga Regency, 2025 Zara Alga Suri; Ardi Putra; Rizky Octa Putri Charin
Journal of Human Interaction and Social Studies Vol. 1 No. 3 (2026): : August: Sapientia Diversalis: Journal of Human Interaction and Social Studies
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65310/4mcjjf86

Abstract

Stunting remains a public health challenge in Indonesia, particularly in archipelagic regions where geographical conditions, limited resources, and unequal access to health services constrain intervention effectiveness. This study aimed to analyze the strategy of the Lingga Regency Health Office in preventing and reducing stunting among children in Lingga Subdistrict in 2025 using Geoff Mulgan’s Public Strategy framework. A qualitative case study approach was employed, with informants selected purposively from health officials, Community Health Center personnel, Posyandu cadres, and community members. Data were collected through in-depth interviews and documentation and analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model, with triangulation to ensure credibility. The findings indicate that the strategy was implemented through five dimensions: purpose, environment, direction, action, and learning. Clear objectives, regulatory support, cross-sectoral coordination, health interventions, monitoring, and evaluation constituted strategic strengths. However, implementation continued to face challenges related to archipelagic geography, resource limitations, delayed reporting, and uneven community participation. Strengthening cross-sectoral collaboration, adaptive planning, community engagement, data management, and continuous evaluation is necessary to improve the effectiveness and sustainability of stunting prevention and reduction efforts in Lingga Subdistrict.  
Inovasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Teluk Bakau Kabupaten Bintan dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Tahun 2023 Nabilla Amalia; Afrizal Afrizal; Rizky Octa Putri Charin
Journal of Islamic Economics and Finance Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus: Journal of Islamic Economics and Finance
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jureksi.v3i3.3187

Abstract

Pada masa kepengurusan sebelumnya, BUMDes Teluk Bakau belum berjalan secara maksimal, sehingga belum dapat memberikan sumbangan terhadap PADes. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk inovasi yang diterapkan oleh BUMDes Teluk Bakau dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat desa pada tahun 2023. Penelitian ini mengacu pada teori inovasi yang dikemukakan oleh Geoff Mulgan dan David Albury (2003), serta menggunakan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan penelitian ini mencakup unsur Pemerintah Desa, Direktur BUMDes “Bina Sejahtera”, BPD, Tokoh Masyarakat, serta pihak ketiga (kemitraan) yang diperlukan untuk mendapatkan informasi terkait BUMDes dalam meningkatkan ekonomi masyarakat desa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Inovasi produk, yang dijalankan oleh BUMDes berhasil menciptakan dan mengembangkan produk baru yang memanfaatkan potensi lokal, menciptakan peluang kerja dan membantu meningkatkan pendapatan masyarakat desa. (2) Inovasi proses, Pemerintah Desa memberikan dukungan berupa pelatihan kepada pengurus BUMDes untuk memperkuat kemampuan dalam mengelola unit usaha, menerapkan surat perjanjian yang sebelumnya tidak ada. (3) Inovasi metode pelayanan, pada inovasi ini BUMDes hanya melakukan optimalisasi terkait komunikasi antara BUMDes dengan masyarakat. (4) Inovasi strategi kebijakan, sejauh ini BUMDes tidak ada inovasi baru terkait strategi kebijakan, hanya menekankan keterbukaan dan keterlibatan masyarakat melalui pelaksanaan rapat monitorng dan evaluasi setiap tiga bulan sekali, pendekatan ini berperan penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. (5) Inovasi sistem, BUMDes mampu membangun kemitraan dengan berbagai pihak eksternal. Inovasi ini merupakan inovasi baru. Kemitraan ini mencerminkan kapasitas BUMDes dalam memperluas jaringan kerja, meningkatkan pendapatan unit usaha, serta membuka peluang ekonomi terhadap kesejahteraan masyarakat.