Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Improvement of Mahārat al-Kalām in Arabic Learning through Total Physical Response Method Nurul Musyafaah; Nilna Indriana; Rizka Widayanti; Muhammad Afthon Ulin Nuha
Al-Ma‘rifah: Jurnal Budaya, Bahasa, dan Sastra Arab Vol 20 No 1 (2023): Al-Ma'rifah: Jurnal Budaya, Bahasa, dan Sastra Arab
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/almakrifah.20.01.06

Abstract

The Total Physical Response (TPR) learning method was developed by James J. Asher. He argues that direct pronunciation to children or students contains an order, and then children or students will respond physically before producing verbal or speech responses. The aims of this study were (1) to find out how far speaking skills (mahārat al-kalām) in Arabic have increased through the TPR method in MTsN 4 Jombang, and (2) to find out the supporting and inhibiting factors in increasing mahārat al-kalām through the TPR method in MTsN 4 Jombang. This research method uses a descriptive-qualitative approach with data collection techniques using observation, interviews, documentation, and oral tests. The data analysis technique uses data condensation, data display, and conclusion drawing or verification. The results showed that (1) with the TPR learning method, the final test score of Arabic learning for mahārat al-kalām in cycle 1 was 74.3% (good). After being given referrals again in cycle 2, it reached 87.6% (very good); (2) The supporting factors that influence speaking activities are language (linguistics) and non-linguistics, while the inhibiting factors are more dominant due to a lack of vocabulary (mufradāt) mastery.
PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN PRODUK UNGGULAN KERUPUK BAWANG BIMA SAKTI DI DESA TENGGER Nilna Indriana; Teguh Pribadi
Al-Umron : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021): AL UMRON: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM) UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SUNAN GIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/alumron.v2i2.713

Abstract

Desa Tengger merupakan wilayah kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur dan berada di ujung paling utara dengan luas wilayah desa Tengger 425,13 Ha. Kepadatan penduduk sudah mencapai 1.421 jiwa penduduk tetap. Pemilih Terdaftar 1.089 di tahun 2019. Namun dari keluasan wilayah yang begitu potensial masih banyak sumber daya alam yang belum digali sampai saat ini. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti ditemukan produk unggulan khas desa Tengger yaitu krupuk bawang. Krupuk bawang desa tengger mempunyai rasa khas yang otentik serta renyah dan gurih. Pengemasan dan pemasaran krupuk bawang ini masih relatif sederhana sehingga hanya mampu menjangkau masyarakat sekitar Desa Tengger. Pelatihan di bidang pengemasan, labelisasi/branding, dan digital marketing penting dilakukan untuk meningkatkan value dan menjangkau pasar yang lebih luas. Program pengabdian masyarakat ini menggunakan metode ABCD (Aset Based Community Development). Pelatihan ini diharapkan mampu meningkat perekonomian warga desa Tengger. Pelatihan ini dilaksanakan dengan melibatkan beberapa mitra, yaitu Pemerintah Desa Tengger, gerakan PKK Desa Tengger dan masyarakat setempat. Hasil pendampingan ini dapat dilihat dari meningkatnya kualitas pengemasan dan labelisasi dengan branding krupuk bawang Bima Sakti, serta jangkauan pasar yang luas akibat digalakannya digital marketing melalui media sosial.
INOVASI PEMBUATAN NUGGET JAMUR TIRAM SEBAGAI UPAYA PEMULIHAN EKONOMI WARGA DESA JAMPET Nilna Indriana; Agus Afriliyanto
Al-Umron : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): AL-UMRON : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM) UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SUNAN GIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/alumron.v3i1.719

Abstract

Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) adalah jamur pangan dari kelompok Basidiomycota dan termasuk kelas Homobasidiomycetes dengan ciri-ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung. Jamur tiram masih satu kerabat dengan Pleurotus eryngii dan sering dikenal dengan sebutan King Oyster Mushroom. Jamur tiram adalah tanaman yang banyak tumbuh dan dibudidayakan di seluruh daerah Indonesia, salah satunya desa Jampet kecamatan Ngasem. Salah satu inovasi dari jamur tiram adalah dibuat olahan Nugget. Nugget jamur tiram adalah suatu bentuk produk olahan yang terbuat dari jamur tiram yang dihaluskan yang dicetak dalam bentuk potongan empat persegi dan dilapisi dengan tepung berbumbu (battered and breaded). Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan Nugget jamur tiram antara lain, Jamur tiram, Tepung Terigu, Tepung Tapioka, Tepung Panir, Telur, Bawang Bombay, Daun Bawang, dan Wortel. Pembuatan Nugget jamur tiram dimulai dari sortasi jamur tiram segar dilakukan penimbangan dan penghancuran dengan menggunakan blender, setelah itu pencampuran adonan (jamur tiram halus, bawang bombay, daun bawang, wortel, tepung terigu, tepung tapioka, telur) lalu dilakukan pengukuran dan pencetakan, setelah itu dikukus. Setelah itu dimasukkan ke dalam kocokan putih telur lalu dilumuri tepung panir dan terakhir penyimpanan freezer selama 12 jam. Produk olahan berbahan dasar jamur tiram yang memiliki protein tinggi menjadi produk ini berbeda dengan produk nugget lainnya. Pembuatan jamur tiram menjadi nugget diharapkan masyarakat menyukai produk olahan ini karena nugget ini sehat dan pada dasarnya nugget disuakai oleh segala usia dari yang muda sampai yang tua dan juga bisa untuk camilan atua pelengkap saat makan dan juga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat desa Jampet dengan inovasi tersebut.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN WISATA EDUKASI DAN REKREASI KAMPUNG NELAYAN Ahmad Manshur; Sri Minarti; Nilna Indriana
Mafaza : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): Mafaza : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Mafaza : Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/mafaza.v1i1.264

Abstract

Sebagai upaya untuk melindungi wilayah desa dari tekanan masyarakat penyangga akan sumber daya alam, dapat dilakukan pemberdayaan masyarakat pengembangan wisata edukasi dan rekreasi, namun tantangan dan strategi pemberdayaan masyarakat daerah Sumberarum melalu ekowisata belum diketahui sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tantangan dan strategi pemberdayaan masyarakat melalui wisata Kampung Nelayan berdasarkan persepsi, motivasi, dan prefensi masyarakat. Peneliatian dilakukan menggunakan pendekatan metode kajin tindakan (Action Research) menghasilkan data bahwa masyarakat desa belum mampu mengenal potensi wisata yang ada, maka dibangunla wisata edukasi dan rekreasi Kampung Nelayan, dan olahan ikan wader. Diharapkan dengan dibangunnya wisata dan porduk olahan tersebut bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.
Isim Fa’il dalam Kitab Nurul Burhan (Analisis Shorof) Miftahul Mufid; Nilna Indriana; Ahmad Amirul Kholid

Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/mu'allim.v5i2.3776

Abstract

Abstract: Language is a medium that is only owned by humans in conveying an idea, idea, or feeling to others. For Muslims living in Indonesia, learning Arabic is very important because in practice the Muslim community cannot be separated from the Arabic text. One of the books of Manaqib that are often used as a means of joint prayer is the Book of Manaqib Nurul Burhani. From here the researcher will discuss isim fa'il in the book Nurul Burhan and focus on discussing the form of wazan. This research uses descriptive qualitative methods with library research techniques. The results of this study show that Isim Fa'il contained in the book of Nurul Burhan as many as 86 words spread in Maqro '1, 2, 3, 4, 5, 6, and 7, among which some are formed from wazan mujarrod and mazid.
Pengembangan Model Pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Pendekatan Komunikatif Berbasis Keunggulan Lokal (Implementasi Kampus Merdeka di Unugiri Bojonegoro) Nilna Indriana; Ida Fauziatun Nisa’; Devi Eka Diantika
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.2960

Abstract

Pendekatan komunikatif adalah pendekatan yang bertujuan bahwa kemampuan menggunakan bahasa merupakan tujuan yang harus dicapai dalam pembelajaran sebuah bahasa. Pembelajaran komunikatif memungkinkan mahasiswa memiliki kesempatan mengembangkan keterampilan berbahasa secara produktif maupun reseptif sesuai dengan situasi nyata, bukan situasi buatan yang terlepas dari konteks. Sayangnya, pemahaman terhadap keunggulan lokal dalam pendidikan masih terbatas, walaupun istilah "muatan lokal" ada dalam kurikulum, pemahamannya seringkali terbatas pada bahasa dan tarian daerah. Kehadiran keunggulan lokal memiliki peran penting dalam meningkatkan ketahanan nasional sebagai sebuah bangsa. Keanekaragaman dan perubahan budaya Indonesia membuat keunggulan lokal menjadi bagian integral dari realitas kehidupan yang harus diperhatikan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengikuti model ADDIE dalam pengembangan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan pendekatan komunikatif berbasis keunggulan lokal Bojonegoro. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan pemilik dan pengrajin Batik Lukis Bojonegoro. Model pengembangan ADDIE terdiri dari lima langkah: Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Hasil dari penerapan produk ini adalah model pembelajaran Bahasa Indonesia dengan pendekatan komunikatif berbasis keunggulan lokal Bojonegoro yang diterapkan di Kampus Unugiri Bojonegoro sebagai bagian dari kurikulum Merdeka. Hasil ini menunjukkan bahwa kompetensi mendengarkan dan berbicara mencapai hasil tertinggi, mengindikasikan bahwa metode komunikatif sangat cocok untuk kurikulum MBKM pada generasi saat ini. Analisis juga menunjukkan bahwa penggabungan keunggulan lokal dengan pembelajaran Bahasa Indonesia adalah kombinasi yang sangat efektif, sesuai dengan tujuan Bahasa Indonesia untuk membantu mahasiswa mengembangkan potensi, berkomunikasi dengan baik, dan mematuhi kaidah bahasa yang telah ditetapkan. Pembelajaran berbasis keunggulan lokal dapat diimplementasikan melalui tiga pendekatan, yaitu pengintegrasian ke dalam mata pelajaran, melalui mata pelajaran muatan lokal, dan dengan pengembangan diri mahasiswa.
Pelatihan Pidato Bahasa Arab Berbasis Nilai-nilai Kepesantrenan dalam Meningkatkan Maharah Kalam untuk Mempertahankan Akreditasi Prodi Unggul Mu'alim Wijaya; Evi Nurus Suroiyah; Hidayah, Fathi; Indriana, Nilna
LOYALITAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/loyalitas.v7i2.3327

Abstract

The Arabic Speech Training Based on Pesantren Values aims to enhance the speaking skills (maharah kalam) of students in the Arabic Language Education Program (PBA) at the Faculty of Islamic Studies (FAI), Universitas Nurul Jadid (UNUJA) Paiton, by integrating pesantren values into the learning process. This program was conducted over a period of three months, from May to July 2024, with two training sessions held every Thursday. The morning sessions focused on speech theory and Arabic rhetoric, while the afternoon sessions were dedicated to speech practice in front of a small audience. The planning phase included identifying participant needs, setting goals, and developing the curriculum. The implementation involved lectures, discussions, and practical exercises, while the evaluation was conducted through pretests, posttests, instructor assessments, and feedback questionnaires. The pretest results showed an average score of 60, which increased to 80 in the posttest, reflecting an improvement of 33.33%. Additionally, instructor assessments and participant feedback, with an average satisfaction score of 85%, indicated the effectiveness of the training in improving speech skills and reinforcing pesantren values. The training results were disseminated through internal seminars and journal publications, contributing to efforts to maintain the program’s excellent accreditation.
Pengembangan Model Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis AI untuk Meningkatkan Kompetensi Pembelajaran Gramatikal, Tarjamah, dan Maharah di Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro Indriana, Nilna; Ahmad, Mas Tajuddin
AS-SABIQUN Vol 7 No 1 (2025): JANUARI
Publisher : Pendidikan Islam Anak Usia Dini STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/assabiqun.v7i1.5578

Abstract

Arabic language learning in Islamic higher education faces significant challenges, particularly in mastering grammatical aspects, translation, and skills. The complexity of the Arabic language often becomes a barrier for students. This study aims to develop an Artificial Intelligence (AI)-based learning model to improve Arabic language competence among students at the Nahdlatul Ulama Sunan Giri University of Bojonegoro. Using the ADDIE development model, this research includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The findings indicate that the integration of AI significantly enhanced students' competencies in grammatical aspects (from 65% to 85%), translation (from 60% to 78%), speaking skills (from 62% to 80%), and text analysis with big data corpus (from 65% to 82%). AI technology enables faster, more adaptive, and interactive learning, offering instant feedback, conversation simulations, and in-depth text analysis. The study concludes that AI can address the challenges in Arabic language learning at Islamic higher education institutions, providing an innovative model that is relevant to global needs. The implication is that the development of similar technology can be adopted by various educational institutions to improve the quality of Arabic language learning nationwide.
Hilirisasi Hilirisasi Olahan Garut Sebagai Upaya Mewujudkan Regenerasi Dan Creativepreneurship Pada UMKM Enderese Di Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro: Hilirisasi Olahan Garut Sebagai Upaya Mewujudkan Regenerasi Dan Creativepreneurship Pada UMKM Enderese Di Kecamatan Ngasem Kabupaten Bojonegoro Indriana, Nilna; Nisa, Ida Fauziatun; Dyana, Burhanatut
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Garut merupakan salah satu jenis tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan serta obat. Selama ini UMKM Enderese hanya memproduksi dan menjual olahan garut secara sederhana yaitu dengan menjual secara dikukus, direbus dan dijadikan jenang garut saja. Sehingga konsumen kurang tertarik dan berdampak pada penjualan produk garut yang tidak maksimal. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan perekonomian dan memperbaiki taraf kesejahteraan UMKM dan masyarakat di desa Bareng Kecamatan Ngasem melalui pelatihan dan pendampingan dalam pengolahan garut yang berkualitas dan berdaya saing, seperti kerupuk garut dan cookies garut. Metode: Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi survei lapangan, koordinasi dengan masyarakat, serta pelaksanaan program pelatihan dan pendampingan. Hasil: Hasil dan implikasi dari program ini, dihadiri oleh 50 peserta terdiri dari pelaku UMKM Enderese dan Ibu-ibu Masyarakat desa Bareng Kec. Ngasem, menunjukkan bahwa mereka dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan anggur menjadi kerupuk dan cookies, pengemasan secara menarik, pendampingan sertifikasi halal dan pelatihan digital marketing sehingga memiliki nilai jual yang tinggi.
EFEKTIVITAS BI’AH LUGHAWIYAH UNTUK KELANCARAN KALAM ARAB MAHASISWA KELAS KHUSUS PKPBA UIN MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG Indriana, Nilna; Eka Diantika, Devi
At-Tuhfah : Jurnal Studi Keislaman Vol. 11 No. 1 (2022): At-Tuhfah : Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.085 KB) | DOI: 10.32665/attuhfah.v11i1.754

Abstract

This paper aims to determine Maulana Malik Ibrahim State Islamic University (Maliki) Malang, is one of the pioneers of Arabic-language campuses that teaches Arabic intensively to its students. Until now, the existence of Arabic language learning on campus still exists and is considered successful by various universities both at home and abroad. This is inseparable from the hard work carried out by an academic support unit called PKPBA (Arabic Language Development Special Program). PKPBA was formed by the University as a strategic force in teaching and developing Arabic which will later also support the realization of a scientific structure oriented towards the integration of Islam and science. In this study, the data source used was oral data. the recording of daily conversations of special class PKPBA students at the State Islamic University of Maulana Malik Ibrahim Malang. And also data from direct interviews with informants. As a result, There are various ways to support students' fluency in language at the State Islamic University of Maulana Malik Ibrahim Malang, one of which is: The Arabic language environment (Bi'ah Lughawiyah) is an environment where Arabic is used daily to communicate with each other. No other language is used to communicate except Arabic. An environment like this will make someone quickly master speaking Arabic fluently and correctly. In a language environment, they are forced to speak and get rid of the fear of being wrong in language. The fear of being wrong in the language will hinder the fluency and success of the language itself.