p-Index From 2021 - 2026
12.164
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ILMU USHULUDDIN Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Progresiva : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism Religi: Jurnal Studi Agama-agama Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi Holistik: Journal For Islamic Social Sciences Jurnal Orasi Jurnal Tamaddun Diya Al-Afkar: Jurnal Studi al-Quran dan al-Hadis MAHKAMAH: Jurnal Kajian Hukum Islam Jaqfi : Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam FOKUS: Jurnal Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Jurnal Empower : Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Jurnal Pendidikan Terbuka Dan Jarak Jauh Jurnal Abadimas Adi Buana Jurnal Budaya Nusantara TAZKIR: Jurnal Penelitian Ilmu-ilmu Sosial dan Keislaman FIKRAH Khatulistiwa: Journal of Islamic Studies EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Living Islam: Journal of Islamic Discourses Jurnal Ilmu Dakwah Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Potret Pemikiran Dialog Refleksi: Jurnal Filsafat dan Pemikiran Islam Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Jurnal Filsafat Indonesia ADDIN Sophist Jurnal Sosial Politik Kajian Islam dan Tafsir Al-Adyan: Journal of Religious Studies Rusydiah: Jurnal Pemikiran Islam Sosfilkom : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi An-Nawa : Jurnal Studi Islam Jurnal Studi Hadis Nusantara Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Media: Jurnal Filsafat dan Teologi TASAMUH: Jurnal Studi Islam Berajah Journal Jurnal Pemikiran Islam (JPI) El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin dan Filsafat Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Kepulauan Riau (JPPM KEPRI) Jurnal Kajian Islam Interdisipliner Jurnal Anifa Studi Gender dan Anak Solidaritas: Jurnal Pengabdian Jurnal Studi Sosial Keagamaan Syekh Nurjati Jurnal Studi Pesantren Rausyan Fikr: Jurnal Ilmu Studi Ushuluddin dan Filsafat Indonesian Journal of Islamic Theology and Philosophy Akademika : Jurnal Pemikiran Islam Mafaza : Jurnal Pengabdian Masyarakat Abdi Makarti Jurnal Fuaduna: Jurnal Kajian Keagamaan dan Kemasyarakatan AT-THARIQ: Jurnal Studi Islam dan Budaya Sanjiwani: Jurnal Filsafat Fleksibel: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Setyaki : Jurnal Studi Keagamaan Islam Moderatio : Jurnal Moderasi Beragama Jurnal Ilmiah Falsafah Makkareso : Riset Pengabdian Masyarakat Patisambhida : Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama Al-khidmah: Jurnal Pengabdian dan Pendampingan Masyarakat Ar Rosyad : Jurnal Keislaman dan sosial humaniora El-Waroqoh : Jurnal Ushuluddin Dan Filsafat EDUKASI EMPIRISMA: JURNAL PEMIKIRAN DAN KEBUDAYAAN ISLAM Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam Al-A'raf: Jurnal Pemikiran Islam dan Filsafat Pengabdian Cendekia Jurnal Ushuluddin Al-madinah: Journal of Islamic Civilization Jurnal Sosial Politik Humaniora Fikrah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Journal of Religion and Social Transformation Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : jurnal ilmu dakwah

Kiai Masykur’s teaching of Sambelun (1860-1960) as a model of sufistic da’wah Hajam Hajam; Theguh Saumantri; Gumilar Irfanullah; Indah Dwi Nurhidayah
Jurnal Ilmu Dakwah Vol 42, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v42.2.13606

Abstract

Purpose - literature of Sufism in the archipelago showed that  Islamic doctrines that have been preached in society have been dialectic with local developments and culture. This assumes an unique yet effective form of da’wah.  The purpose of this study is to explain the core teachings of Sambelun as a model of da’wah used by Kiai Masykur to spead Islamic teachings and doctrines among his surroundings.Method - This paper is  based on library research related to the points of Sambelun's teachings. In dissecting and uncovering Sambelun's teachings, three stages of data collection techniques are used, namely the orientation stage, the data collection stage and data analysis.Result - Sambelun teachings presuppose a human journey that must be forged and trained strictly and continuously with mujahadah and riyadhah in order to obtain the status of insan kamil  (perfect/universal man).Implication - Sambelun teachings are  combination of Sufism and local culture which made a distingtion of Javanese Islam, including in Cirebon. Sambelun introduces the essence of man which is the ultimate goal for every salik of God’s path.Originality - This research is a study of local Sufism in Cirebon by exploring the core of the character's thinking. Furthermore, this study aims to take a deeper look at the role of da’wah of  kiai masykur in speading Islam among his surroundings.  ***Tujuan - literatur tasawuf di nusantara menunjukkan bahwa ajaran Islam yang diwartakan di masyarakat telah berdialektika dengan perkembangan dan kebudayaan setempat. Ini mengasumsikan bentuk da’wah yang unik namun efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan inti ajaran Sambelun sebagai model da’wah yang digunakan Kiai Masykur untuk menyebarkan ajaran dan doktrin Islam di lingkungannya.Metode - Tulisan ini berdasarkan studi kepustakaan terkait dengan pokok-pokok ajaran Sambelun. Dalam membedah dan mengungkap ajaran Sambelun digunakan tiga tahapan teknik pengumpulan data yaitu tahap orientasi, tahap pengumpulan data dan analisis data.Hasil - Ajaran Sambelun mengandaikan perjalanan manusia yang harus ditempa dan dilatih secara ketat dan berkesinambungan dengan mujahadah dan riyadhah untuk memperoleh status insan kamil (manusia sempurna/universal).Implikasi - Ajaran Sambelun merupakan perpaduan tasawuf dan budaya lokal yang menjadi pembeda Islam Jawa, termasuk di Cirebon. Sambelun memperkenalkan hakikat manusia yang merupakan tujuan akhir dari setiap salik jalan Tuhan.Orisinalitas - Penelitian ini merupakan kajian tasawuf lokal di Cirebon dengan menggali inti pemikiran tokoh. Selanjutnya, penelitian ini bertujuan untuk melihat lebih dalam peran da’wah kiai masykur dalam da’wah Islam di lingkungannya.
Transformation of religious authority in the digital era: A post-normal times analysis by Ziauddin Sardar on the phenomenon of social media da’wah Rachman, Arief; Saumantri, Theguh; Hidayatulloh, Taufik
Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 45 No. 1 (2025)
Publisher : Faculty of Dakwah and Communication, Walisongo State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jid.v45.1.25644

Abstract

Purpose – This study aims to analyze how digital transformation in Islam has altered the structure of religious authority, using the Post-Normal Times (PNT) approach developed by Ziauddin Sardar. Method – This research employs a qualitative-descriptive approach, analyzing the digital da’wah phenomenon, specifically social media's role in shaping religious authority. Result – The findings indicate that the digitalization of religion has caused a shift in religious authority from the traditional hierarchy dominated by scholars and religious institutions to a popularity-based authority, where figures like celebrity preachers and Islamic influencers have become dominant. Social media facilitates the spread of da’wah, but also gives rise to phenomena such as instant fatwas, fragmentation of religious teachings, and the commodification of religion. In the Post-Normal Times framework, the uncertainty of authority increases, where algorithms and popularity replace traditional scholarly credibility. Implication – This study has significant implications for managing digital da’wah, religious literacy, and the need for regulation to minimize negative impacts, such as spreading misinformation and oversimplifying religious teachings. Originality/Value – This study offers an original contribution by applying the Post-Normal Times theory to analyze changes in religious authority within the context of digital da’wah, a topic not widely discussed in the literature on religion and social media. *** Tujuan - Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana transformasi digital dalam Islam telah mengubah struktur otoritas agama, menggunakan pendekatan Post-Normal Times (PNT) yang dikembangkan oleh Ziauddin Sardar.  Metode - Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif, menganalisis fenomena da’wah digital, khususnya peran media sosial dalam membentuk otoritas agama. Hasil - Temuan menunjukkan bahwa digitalisasi agama telah menyebabkan pergeseran otoritas agama dari hierarki tradisional yang didominasi oleh ulama dan lembaga agama ke otoritas berbasis popularitas, di mana figur seperti pendakwah selebriti dan influencer Islam menjadi dominan. Media sosial memfasilitasi penyebaran da’wah, tetapi juga menimbulkan fenomena seperti fatwa instan, fragmentasi ajaran agama, dan komodifikasi agama. Dalam kerangka Post-Normal Times, ketidakpastian otoritas meningkat, di mana algoritma dan popularitas menggantikan kredibilitas ulama tradisional. Implikasi – Studi ini memiliki implikasi signifikan dalam mengelola da’wah digital, literasi agama, dan kebutuhan regulasi untuk meminimalkan dampak negatif, seperti penyebaran informasi yang salah dan penyederhanaan berlebihan ajaran agama.  Orisinalitas/Nilai – Studi ini memberikan kontribusi asli dengan menerapkan teori Post-Normal Times untuk menganalisis perubahan otoritas agama dalam konteks da’wah digital, topik yang belum banyak dibahas dalam literatur tentang agama dan media sosial.