Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Pengaruh Imbangan Karbon-Nitrogen dalam Ensilase Mucuna Pruriensis dan Rumput Kume (Sorghum Plumosum var Timorense) Terhadap Kecernaan In Vitro Bahan Kering, Bahan Organik, Protein Kasar: Effect of Carbon-Nitrogen Balance in Mixed Ensilase of Mucuna Pruriensis and Kume Grass (Sorghum Plumosum var Timorense) on In Vitro Digestibility of Dry Matter, Organic Matter, Crude Protein Dian Trisnawati Salmay; Emma D. Wie Lawa; Luh Sri Enawati; Edwin J.L. Lazarus
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 4 No. 3 (2022): September
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh imbangan Karbon-Nitrogen dalam ensilase campuran lelehanak (Mucuna pruriensis)dan rumput kume (Sorghum Plumosum Var Timorense) terhadap kecernaan in vitro bahan kering, bahan organik dan protein kasar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan.  Perlakuan tersebut yaitu C/N20 = mucuna 4591 gr + rumput kume 387 gr + dedak padi 20 gr, C/N30 = mucuna 2772 gr + rumput kume 2115 gr + dedak padi 111 gr dan C/N40 = mucuna 728 gr + rumput kume 4057 gr + dedak padi 213 gr. Data dianalisis menggunakan Analisis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik dan kecernaan protein kasar.Perlakuan C/N20 nyata lebih tinggi kecernaan in vitro bahan kering dibanding perlakuan lainnya sedangkan perlakuan C/N20 dan CN30 kecernaan bahan organic dan protein kasar tidak berbeda tetapi lebih tinggi dari CN40. Disimpulkan bahwa penggunaan Imbangan C/N 20 dalam ensilase campuran lelehanak (mucuna pruriensis) dan rumput kume (sorghum plumosum var. timorense) lebih baik dalam meningkatkan Kecernaanbahan kering,  bahan organik dan protein kasar secara in vitro. The aim of this study was to determine the effect of the carbon-nitrogen balance in the ensilage of a mixture of molasses (Mucuna pruriensis) and kume grass (Sorghum Plumosum Var Timorense) on in vitro digestibility of dry matter, organic matter and crude protein.This study used a completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 4 replications. The treatments were C/N20 = mucuna 4591 gr + kume grass 387 gr + rice bran 20 gr, C/N30 = mucuna 2772 gr + kume grass 2115 gr + rice bran 111 gr and C/N40 = mucuna 728 gr + kume grass 4057 gr + rice bran 213 gr. Data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) and continued with Duncan's multiple range test. The results of statistical analysis showed that the treatment had a very significant effect (p<0.01) on dry matter digestibility, organic matter digestibility and crude protein digestibility. The C/N20 treatment significantly higher in vitro dry matter digestibility than other treatments, while in the C/N20 and CN30 treatments, the digestibility of organic matter and crude protein was not different but higher than CN40. It was concluded that the use of the C/N 20 balance in the ensilage of a mixture of lelehanak (Mucuna pruriensis) and kume grass (Sorghum plumosum var. timorense) was better in increasing the digestibility of dry matter, organic matter and crude protein in vitro. Keyword: C/N balance, in vitro digestibility, Mucuna pruriensis, kume grass, silage
Nilai Rasio Daun Batang dan Nutrisi Rumput Kume dan Suket Putihan Yang Diintroduksi Berbagai Leguminosa Herba: Leaf Stem Ratio and Nutrition Value of Kume Grass and Suket Putihan Introduced with Different Types of Herbaceous Legumes Eufrosius Oba; Edwin Lazarus; Emma Wie Lawa; Maritje Hilakore
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 5 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to investigate effect of the introduction of various types of herbaceous legumes on Leaf Stem Ratio and nutritive value of Kume grass (Sorghum plumosum) grown with Bothriochloa pertusa at. The research designed used Complete Random Design with 4 treatments and 3 replications. The treatment applied consisted of Co (Sorghum plumosum and Bothrichloa pertusa), Av (Sorghum plumosum, Bothrichloa pertusa and Alisycarpus vaginalis), Ct (Sorghum plumosum, Bothrichloa Pertusa and Clitoria ternatea), and Pp (Sorghum plumosum, Bothrichloa pertusa and Pueraria phaseoloides). The variables observed were the dry matter production, leaf stem ratio, content of crude protein, crude fiber, and NDF (Neutral Detergent Fiber). Research result shows that introduction of various types of herbaceous legumes did not affect on dry matter production, leaf stem ratio, and also the nutritive content of Kume grass (Sorghum plumosum) and Bothriochloa pertusa planted for 40 days. It is concluded that all of the legumes introduced in mixed crop of kume grass and Bothriochloa pertusa unable to increase dry matter production, leaf steam ratio, and its nutritional content. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui pengaruh introduksi berbagai jenis leguminosa herba terhadap rasio daun dan batang serta kandungan nutrisi rumput kume (Sorghum Plumosum) dan Bothriochloa Pertusa. Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang diterapkan terdiri dari Co (Sorghum Plumosum dan Bothriochloa Pertusa), Av (Sorghum plumosum, Bothriochloa pertusa dan Alisycarpus vaginalis), Ct (Sorghum plumosum, Bothriochloa pertusa dan Clitoria ternatea) dan Pp (Sorghum plumosum, Bothriochloa pertusa dan Pueraria phaseoloides). Variabel yang diamati adalah produksi bahan kering, rasio daun batang, kandungan protein kasar, serat kasar, dan NDF (Neutral Detergen Fiber). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa introduksi leguminosa herba tidak mempengaruhi produksi bahan kering, rasio daun batang, dan juga kandungan nutrisi rumput kume (Sorghum Plumosum) dan Bothriochloa pertusa yang ditanam selama 40 hari. Disimpulkan bahwa semua leguminosa yang diitroduksikan dalam pertanaman rumput kume dan Bothriochloa pertusa belum dapatmeningkatkan produksi bahan kering hijauan, rasio daun dan batang, serta kandungan nutrisi rumput.  
The Effect of Black Kabesak (Acacia nilotica) Pods Supplementation Levels on Nursing Behavior of Ongole Female Culled Cows Fed Banana Stem, Rice Straw and Rice Bran as a Basal Diet Imanuel Benu; Rut Umbu Zogara; Mariana Nenobais; Emma D. Wie Lawa
Journal of Tropical Animal Science and Technology Vol 5 No 2 (2023): Journal of Tropical Animal Science and Technology
Publisher : Animal Husbandry Study Program, Faculty of Agriculture, Timor University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jtast.v5i2.4508

Abstract

The purpose of this study was to evaluate the effect the effect of black kabesak (Acacia nilotica) pods supplementation levels on nursing behaviors of culled female Ongole cows fed banana stem, rice straw and rice bran as a basal diet. Three 8-9-year-old culled female Ongole cows (initial live weight 194-210.5 kg) were used in this study following a 3 x 3 Latin Square Design (LSD). The treatments were a basal diet and supplementation of A. nilotica 0% (P0), 0.5% (P0.5) and 1% (P1) of body weight, respectively. The variables observed were nursing behaviors which included length of nursing in the morning, noon and afternoon; milk consumption in the morning, noon and afternoon; total nursing length; and milk production. Data obtained from this study were analyzed using analysis of variance (ANOVA) of SPSS 23. The results showed that there were no different between treatments on nursing behaviors of culled female Ongole cows. It is concluded that supplementation of A. nilotica pods up to 1% of body weight could be used to feed culled female Ongole cows during nursing.
KUALITAS FISIK AMOFER RUMPUT KUME KERING (Sorghum plumosum Var. Timorense) DENGAN PENAMBAHAN LEVEL MIKROORGANISME LOKAL Hartati, Maria; Lazarus, Edwin J.L.; Lawa, Emma D. Wie; Hilakore, Maritje A.
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol. 5 No. 1 (2023): Rekasatwa : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v5i1.19795

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan mikroorganisme lokal (MOL) asal cairan rumen, terhadap kualitas fisik amofer rumput kume kering. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Susunan perlakuan yaitu P0 = Rumput kume amoniasi + 5% tepung putak + 5% gula air; P1 = Rumput kume amoniasi + 5% tepung putak + 5% gula air + 40 ml MOL; P2 = Rumput kume amoniasi + 5% tepung putak + 5% gula air + 80 ml MOL; P3 = Rumput kume amoniasi + 5% tepung putak + 5% gula air + 120 ml MOL. Variabel yang diukur adalah kualitas fisik meliputi tekstur, warna, aroma, jamur, dan pH. Kualitas fisik diamati menggunakan petunjuk skor uji organoleptik dari 15 orang panelis. Data organoleptik dianalisis menggunakan Kruskal-Wallis Test, pH diamati menggunakan pH meter dan datanya dianalisis menggunakan Analisis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil analisis statistik menunjukkan perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap variabel warna, aroma, dan pH. Hasil uji jarak berganda Duncan menunjukkan perlakuan yang menggunakan mikroorganisme lokal nyata (P<0,05) lebih baik dibanding perlakuan kontrol, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap tekstur dan jamur. Disimpulkan bahwa penambahan mikroorganisme lokal sebanyak 40 ml dalam produksi amofer rumput kume kering, memberikan pengaruh terbaik terhadap kualitas fisik amofer rumput kume kering.
EFEK PENGGUNAAN MIKROORGANISME LOKAL DALAM PEMBUATAN AMOFER RUMPUT KUME (Sorghum plumosum var. Timorense) TERHADAP KOMPONEN SERAT Erna, Servina Nona; Hilakore, Maritje Aleonor; Lawa, Emma Dyelim Wie
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol. 5 No. 1 (2023): Rekasatwa : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v5i1.19832

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan mikroorganisme lokal (MOL) dalam pembuatan amofer rumput kume kering terhadap komponen serat (NDF, ADF, Selulosa, Hemiselulosa dan Lignin). Metode yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah penggunaan MOL pada rumput kume sejumlah 1 kg. Perlakuan dimaksud adalah, P0 = Rumput kume amoniasi 1 kg+ tepung putak 5% + gula 5%; P1 = P0+40 ml Mikroorganisme Lokal; P2 = P0+80 ml Mikroorganisme Lokal; P3 = P0+120 ml Mikroorganisme Lokal. Variabel yang diukur adalah NDF(Neutral Detergent Fiber), ADF(Acid Detergent Fiber), selulosa, hemiselulosa dan lignin. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil analisis ANOVA menunjukan perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai NDF, ADF, dan selulosa rumput kume amofer. Hasil uji jarak berganda Duncan menunjukan perlakuan menggunakan MOL nyata lebih baik nilai komponen seratnya dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Disimpulkan bahwa penggunaan level MOL pada pembuatan amofer rumput kume dapat menurunkan kandungan NDF, ADF, dan selulosa, dan perlakuan terbaik adalah penggunaan MOL120 ml pada 1 kilogram rumput kume.
PENGGUNAAN KARBOHIDRAT MUDAH LARUT DALAM PEMBUATAN SILASE ISI RUMEN SAPI TERHADAP BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK DAN KECERNAAN IN VITRO Samsiah; Hilakore, Maritje Aleonor; Lazarus, Edwin J.L.; Wie Lawa, Emma Dyelim
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol. 5 No. 2 (2023): Rekasatwa : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v5i2.20807

Abstract

Karbohidrat mudah larut merupakan aditif yang dapat digunakan dalam pembuatan silase. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan karbohidrat mudah larut dalam pembuatan silase isi rumen sapi terhadap kandungan bahan kering, bahan organik, kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik secara in vitro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang diterapkan yaitu  P1= Isi rumen sapi 100% + dedak padi 35% + gula lontar 5% + mikroorganisme lokal 40 ml; P2= Isi rumen sapi 100% + tepung bonggol pisang 35% + gula lontar 5% + mikroorganisme lokal 40 ml; P3= Isi rumen sapi 100% + pollard 35% + gula lontar 5% + mikroorganisme lokal 40 ml; P4= Isi rumen sapi 100% + tepung putak 35% + gula lontar 5% + mikroorganisme lokal 40 ml. Mikroorganisme lokal merupakan mikroorgansime yang diperoleh dari cairan rumen sapi Bali. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil analisis statistik menunjukkan perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan bahan kering, kandungan bahan organik dan kecernaan bahan kering dan bahan organik in vitro. Disimpulkan bahwa penggunaan sumber karbohidrat mudah larut yang berbeda menyebabkan adanya perbedaan dalam kandungan bahan kering dan bahan organic silase isi rumen dan penggunaan pollard memberikan nilai kecernaan bahan kering dan bahan organik in vitro tertinggi.
PENGARUH PENGGUNAAN SUMBER KARBOHIDRAT MUDAH LARUT YANG BERBEDA TERHADAP SIFAT FISIK SILASE ISI RUMEN SAPI Malo, Jonatan; Hilakore, Maritje Aleonor; Lazarus, Edwin J.L.; Wie Lawa, Emma Dyelim
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol. 5 No. 2 (2023): Rekasatwa : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v5i2.20815

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sifat fisik silase isi rumen sapi menggunakan sumber karbohidrat yang berbeda yaitu dedak padi, tepung bonggol pisang, pollard, dan tepung putak. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah (P1) 100% isi rumen + 35% dedak padi + 5% gula lontar + 40ml MOL, (P2) 100% isi rumen + 35% tepung bonggol pisang + 5% gula lontar + 40 ml MOL, (P3) 100% isi rumen + 35% pollard + 5% gula lontar + 40 ml MOL, dan (P4) 100% isi rumen + 35% putak + 5% gula lontar + 40 ml MOL. Variabel yang diukur meliputi berat jenis, kadar air, daya serap air dan daya larut air. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil analisis statistik menunjukan adanya pengaruh  sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar air, daya serap air dan daya larut air, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap berat jenis. Disimpulkan bahwa penggunaan sumber karbohidrat mudah larut yang berbeda menghasilkan kadar air, daya serap air dan daya larut air yang berbeda, tetapi berat jenis tidak menunjukkan perbedaan. Perlakuan terbaik sifat fisik silase isi rumen ditunjukkan pada penggunaan tepung bonggol pisang.
PERBANDINGAN ISI RUMEN SAPI DAN RUMPUT ODOT DALAM PEMBUATAN SILASE PAKAN KOMPLIT TERHADAP KANDUNGAN BAHAN KERING, BAHAN ORGANIK DAN KECERNAAN IN VITRO Omenu, Vebriana; Lazarus, Edwin J.L; Lawa, Emma Dyelim Wie; Hilakore, Maritje Aleonor
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol. 5 No. 2 (2023): Rekasatwa : Jurnal Ilmiah Peternakan
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v5i2.20833

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perbandingan isi rumen sapi dan rumput odot pada pembuatan silase pakan komplit terhadap kandungan bahan kering, bahan organik dan kecernaan secara in vitro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan 4 ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah P0: rumput odot 70% + konsentrat 30%, P1: isi rumen sapi 10% + rumput odot 60% + konsentrat 30%, P2: isi rumen sapi 20% + rumput odot 50% + konsentrat 30%, P3: isi rumen sapi 30% + rumput odot 40% + konsentrat 30%. Variabel yang diukur adalah kandungan bahan kering, bahan organik serta kecernaan bahan kering, bahan organik. Data dianalisis menggunakan Analysis of variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil analisis statistik menunjukkan perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan bahan kering dan bahan organik serta kecernaan bahan kering dan bahan organik. Disimpulkan bahwa semakin tinggi level isi rumen sapi dan menurunnya level rumput odot dalam silase pakan komplit meningkatkan kandungan bahan kering, namun kandungan bahan organik dan kecernaan in vitro menurun.
EFEK PENGGUNAAN POLYETHYLEN GLYCOL (PEG) DALAM RANSUM KONSENTRAT MENGANDUNG DAUN KABESAK PUTIH (Acacia leucophloea) TERHADAP PRODUKSI GAS DAN TOTAL VFA IN VITRO Lawa, Emma Dyelim Wie; Lazarus, Edwin J. L.
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol. 6 No. 1 (2024): Rekasatwa : Jurnal Ilmiah Peternakan (IN PRESS)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v6i1.21709

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan efek polyethylene glycol (PEG) sebagai penghambat aktivitas tannin dalam ransum konsentrat mengandung daun kabesak putih terhadap produksi gas in vitro dan produksi total asam lemak terbang (T-VFA). Penelitian menggunakan metoda teknik produksi gas. Perlakuan yang diterapkan adalah level penggunaan daun kabesak putih dalam ransum konsentrat dengan penambahan PEG. Perlakuan dimaksud adalah : R1: 10% daun kabesak putih, R2 :  20% daun kabesak putih, R3 : 30% daun kabesak putih, dan R4: 40% daun kabesak putih. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan berpengaruh nyata terhadap produksi gas dan total VFA ransum. Potensi produksi gas (mL/500 mg BK) dan laju produksi gas fraksi tak larut (mL/jam), dan produksi gas 48 jam (mL/500 mg BK) tidak menunjukkan perbedaan diantara perlakuan. Produksi T-VFA menunjukkan perlakuan R1 dan R2 nyata lebih tinggi dibanding perlakuan lainnya. Disimpulkan bahwa Penambahan Polyethylene glycol (PEG) dalam ransum konsentrat mengandung daun kabesak putih meningkatkan produksi gas in vitro dan produksi asam lemak terbang (T-VFA). Keberadaan tannin dalam daun kabesak putih dapat dihambat dengan keberadaan PEG sehingga fermentasi ransum menjadi meningkat.
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN WAFER PAKAN KOMPLIT BERBASIS RUMPUT ODOT DAN ISI RUMEN SAPI TERHADAP KANDUNGAN FRAKSI SERAT Rina, Henderina Ara; Hilakore, Maritje A.; Lazarus, Edwin J.L.; Lawa, Emma D. Wie
REKASATWA : Jurnal Ilmiah Peternakan Vol. 6 No. 1 (2024): Rekasatwa : Jurnal Ilmiah Peternakan (IN PRESS)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/rekasatwa.v6i1.22175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan wafer pakan komplit berbasis rumput odot dan isi rumen sapi terhadap kandungan fraksi serat. Metode yang di gunakan adalah metode eksperimental dengan menggunkanan  rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang di uji yaitu: P0: Penyimpanan 0 hari, P1: Penyimpanan 10 hari, P2:  Penyimpanan 20 hari, P3: Penyimpanan 30 hari. Variabel yang di ukur  adalah kandungan NDF, ADF, selulosa, hemiselulosa, dan lignin. Data dianalisis menggunakan analysis  of Varience (ANOVA) dan di lanjutkan dengan  uji jarak berganda Duncan. Hasil analisis statistik menunjukan perlakuan berpengaruh sangat nyata  (P<0,01) terhadap kandungan selulosa, dan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kandungan NDF, ADF, lignin, dan hemiselulosa. Disimpulkan bahwa lama penyimpanan tidak berpengaruh terhadap kandungan ADF, NDF, hemiselulosa dan lignin, tetapi menurunkan kandungan selulosa pada wafer pakan komplit.