Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN BAGI GURU SEKOLAH DASAR Rumidjan, Rumidjan; Sumanto, Sumanto; Sukamti, Sukamti; Sugiharti, Sri
ABDIMAS PEDAGOGI Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : ABDIMAS PEDAGOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.798 KB)

Abstract

Abstract: Elementary school teachers as professional educators who act as a facilitator in learning creativity is required to explore the potential sources and learning media that exist in the environment in order to teach students in quality. In order to be a good facilitator of elementary school (SD) teachers are expected to equip themselves with the insights and skills of the development of design and the making of learning media so that teachers can run its role well. The reality shows that elementary school teachers in the Malang subdistrict of Lowokwaru generally have difficulty in improving the quality and effectiveness of learning in each elementary school. This situation is caused by the lack of facilities and infrastructure that can support students’ activeness and enjoyment in learning as well because the teachers do not have enough knowledge and skills to create a fun learning media for children. Therefore, the Task Force gave Training of Learning Media Development to the teachers of SD in Subdistrict Lowokwaru Malang City in hopes to improve the effectiveness and quality of learning process in elementary school will ultimately support the achievement of educational goals in the target area.Keywords: learning media, learning qualityAbstrak: Guru SD sebagai tenaga pendidik profesional yang berperan sebagai fasilitator dalam pembelajaran dituntut kreativitasnya untuk menggali potensi sumber dan media pembelajaran yang ada di lingkungannya agar dapat membelajarkan muridnya secara berkualitas. Agar dapat jadi fasilitator yang baik guru SD diharapkan dapat membekali diri dengan wawasan dan keterampilan pengembangan desain dan pembuatan media pembelajaran sehingga guru dapat menjalankan perannya dengan baik. Kenyataannya menunjukkan bahwa para guru SD di kecamatan Lowokwaru kota Malang pada umumnya mengalami kesulitan dalam meningkatkan kwalitas dan efektivitas pembelajaran di SD masing-masing. Keadaan ini disebabkan kurangnya sarana dan prasarana yang dapar menunjang keaktifan dan kesenangan murid dalam belajar juga karena para guru belum memiliki wawasan dan keterampilan yang memadai untuk membuat media pembelajaran yang menyenangkan bagi anak. Oleh karena itu Satgas memberi Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran kepada Guru-guru SD Kecamatan Lowokwaru Kota Malang dengan harapan dapat meningkatkan efektivitas dan kualitas proses pembelajaran di SD pada akhirnya akan menunjang tercapainya tujuan pendidikan di daerah sasaran.Kata kunci: media pembelajaran, kualitas pembelajaran
INTEGRASI MATERI PENDIDIKAN SEKS DALAM PELAJARAN FIQIH PADA SISWA MADRASAH TSANAWIYAH Sukamti, Sukamti
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2019: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 03 MEI 2019
Publisher : PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.519 KB)

Abstract

Sex education is a conscious and systematic effort, both in schools, families, and communities, to explain problems related to knowledge of organs and reproductive health, as well as instincts, and marriage to children so that sexual abuse and irregularities occur in the future. Students at the madrasah tsanawiyah level need to get greater attention to sex education because at this time children or students begin to enter the teenage phase. Sex education at this time is very important so that madrasah tsanawiyah students have a correct understanding of sex so that they do not fall into free sex, deviant sex, and sex crimes. This study uses qualitative methods and data collection techniques in the form of observation, interviews, documentation, news studies, study of research results, and theories related to sex education in madrasah students. The object of this study was Grade VII students of MTsN 2 Ogan Ilir with primary data sources (Waka 2 Ogan Ilir curriculum curriculum and Fiqh subject teachers) and secondary (scientific works, books, articles, newspapers, and journals relevant to this study) . The results of this study indicate that in class VII of MTsN 2 Ogan Ilir, the integration of sex education material in Fiqh lessons appears in the thaharah material which includes kinds of unclean, large and small hadast, features of aqil baligh, ablution, tayamum, and obligatory bathing (bathing janabat ) and discussed a little about matter away from adultery.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DAN PENGUASAANMATERI LINGKARAN I MELALUI LATIHAN MANDIRIBAGI SISWA KELAS VIIIE SMP N 5 SRAGENSEMESTER GENAP TAHUN 2009/2010 ., SUKAMTI
MAJALAH ILMIAH PEMBELAJARAN No 1 (2012): Jurnal Majalah Ilmiah Pembelajaran Edisi Mei 2012
Publisher : MAJALAH ILMIAH PEMBELAJARAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.875 KB)

Abstract

di kelas. Strategi mengajar merupakan cara agar siswa dapatmenguasai materi pelajaran secara maksimal. Namun kenyataan di lapangan tidaksemulus yang telah direncanakan Kenyataannya banyak siswa yang tidak dapatmenguasai materi pelajaran, terutama mata pelajaran Matematika masih banyak anakyang nilai ulangan di bawah KKM (KKM 70) .Tujuan dilakukannyan penelitian tindakan kelas ini metode Latihan Mandiri iniadalah untuk meningkatkan penguasaan materi Lingkaran I sub pokok bahasanKeliling Lingkaran.Prosedur penelitian tindakan kelas yang digunakan mengacu pada metodologi actionresearch, yaitu(1) perencanaan,(2) implementasi tindakan,(3) pengamatan danevaluasi,(4) refleksi, yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Latihan mandiri merupakansuatu latihan soal dengan cara siswa membuat soal beserta penyelesaiannya setelahmendapat materi dan disertai dengan contoh dan cara menyelesaikannya.Hasil latihan mandiri siklus 1 menunjukkan bahwa ketrampilan siswa dalammembuat soal beserta penyelesaiannya sebesar 84,62 %, dan hasil latihan pada siklus2 ketrampilan siswa mencapai 92,86 %. Sedangkan rata-rata hasil tes siklus 1sebesar 67,50 dan rata-rata hasil tes siklus 2 sebesar 78,63. Hal ini menunjukkanadanya peningkatan hasil belajar siswa.Dari penelitian tindakan kelas ini dapat disimpulkan bahwa latihan mandiri dapatmeningkatkan penguasaan materi Lingkaran I sub pokok bahasan Keliling Lingkaranbagi siswa kelas VIIIE SMP Negeri 5 Sragen Semester Genap Tahun Pelajaran2009/2010 . Saran dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Perbanyak latihanagar siswa lebih mudah dalam menguasai materi, perhatikan intensitas latihan mandiriagar siswa tidak mengalami kejenuhan, guru harus trampil dalam mengatasi kesulitanbelajar siswa.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN IBU POST PARTUM TENTANG KELUARGA BERENCANA DENGAN KEPUTUSAN MENJADI ASEPTOR KB DI PUSKESMAS KEBAKKRAMAT 1KARANGANYAR ., Sukamti; Putra, Fajar Alam; ., istiqori
JURNAL ILMU KEPERAWATAN INDONESIA (JIKI) Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 1 No 1 Juli 2013
Publisher : JURNAL ILMU KEPERAWATAN INDONESIA (JIKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.29 KB)

Abstract

Latar Belakang: Jumlah PUS di Kabupaten Karanganyar tahun 2012 yaitu 149.352 orang, sejumlah 114.235 orang (76,5%) telah memilih metode kontrasepsi efektif terpilih,tetapi pada kenyataannya jumlah persalinan di atas tiga kali masih belum dapat ditekan secara signifikan. Hasil wawancara dari beberapa responden bahwa mereka kesulitan dalam menentukan pilihan jenis kontrasepsi, hal ini disebabkan bukan hanya oleh terbatasnya metode yang tersedia, tetapi juga karena ketidaktahuan ibu tentang persyaratan dan keamanan metode kontrasepsi tersebut. Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu post partum tentang keluarga berencana dengan keputusan menjadi aseptor KB di Puskesmas Kebakkramat 1 Karanganyar. Metode: Jenis penelitian ini deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu post partum yang ada di Puskesmas 1 Kebakkramat Karanganyar yang berjumlah 28 orang dan sampel yang diambil seluruh populasi. Teknik analisis data yang digunakan dengan analisis Chi-Square (X2). Hasil: (1) Tingkat pengetahuan ibu post partum tentang Keluarga Berencana (KB) umumnya mempunyai tingkat pengetahuan baik yaitu sebanyak 14 orang (50,00%); (2)Keputusan menjadi aseptor KB pada ibu post partum di Puskesmas Kebakkramat 1Karanganyar umumnya memilih kontrasepsi jenis KB Suntik yaitu sebanyak 12 orang (42,90%); (3) Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu post partum dengan keputusan menjadi aseptor Keluarga Berencana (KB) di Puskesmas Kebakkramat 1 Karanganyar (X2hit = 16,117 ; p = 0,041). Simpulan: Ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu post partum tentang keluarga berencana dengan keputusan menjadi aseptor KB di Puskesmas Kebakkramat 1 Karanganyar.
Hubungan Religiusitas dan Motivasi menjadi Relawan dengan Perilaku Prososial Anglican Community Center Batam Sukamti, Sukamti; Suroso, Suroso; Saragih, Sahat
FENOMENA Vol 28 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.694 KB) | DOI: 10.30996/fn.v28i2.2488

Abstract

AbstrackAnglican Community Center Batam is a community of social volunteers who gives their time, energy and funds to help people who are in difficulities. The illegal house (ruli) community of Baloi Kolam Batam is known as a community where the people live in difficulties and have violence, alcoholic, infidelity and low prosocial behaviors. Anglican Community Centre volunteers give assistance through medical programs, food distribution, reading and writing tuition and character education at ruli Baloi Kolam. Everything is given free of charge. The purpose of this study is to determine the correclation of religiosity and motivation to be volunteers with prosocial behavior at Batam's Anglican Community Center volunteers. This study involves 66 volunteers from Batam's Anglican Community Center. The research instrument used is the scale of prosocial behavior, religiosity and motivation to be volunteers. This study uses multiple regression analysis techniques that are processed with the SPSS version 20. The results of the study show (1) religiosity has a very significant correlation with prosocial behavior with a calculated t value of 2.781 and siginification of 0.007 (p<0.01); (2) motivation to be volunteers has a very significant correlation with a value of t count of 3.835 and a significance of 0.000 (p<0.01); (3) religiosity and motivation to be volunteers have a very significant correlation simultaneously with prosocial behavior with a F value of 20.813 and a significance of 0.000 (p<0.01). The implication of this research is that volunteers at Anglican Community Center Batam need to maintain and further improve religiosity as a means to maintain motivation to be volunteers so that they increase their prosocial behavior.Keywords: Religiosity, Motivation To Be Volunteers and Prosocial Behavior
ANALISIS SKILL CALON GURU BIOLOGI DALAM PENYUSUNAN LESSON PLAN SISTEM GERAK Ramli, Murni; Nurmiyati, Nurmiyati; Ariyanto, Joko; Sapartiwi, Sapartiwi; Sukamti, Sukamti
EDUSAINS Vol 9, No 1 (2017): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v9i1.5476

Abstract

Abstract Human skeletal system is one of the important topics of grade XI of biology high school in Indonesia. This topic is commonly delivered by teacher in traditional method by following the order of the subtopics as written in the biology textbook. This research was a case study aimed to analyse the skills of trainee students on developing the lesson plan of skeletal system, which will be implemented during the field teaching practicum during the intership program. Two trainee students who were in the 7th semester are the participants of this research. Both were in the teaching practicum program in different schools. The skills of developing the lesson plan were analyzed by document analysis, observation of the practices, and measuring the satisfaction level of participant high school students who attended the classes. Both trainees had been guided by lecturers to construct inquiry, contextual and scientific approach-based lesson plan of skeletal system. The lesson plans made by student A and B are different, on indicators and intended learning, organizing the topics, approach and strategy of teaching, student activities, tools used, and the assessment. Lesson plan B is relatively close to inquiry-based activities and contextual teaching and learning. And according to students' satisfaction, lesson plan made by trainee B was more satisfied. The result may suggest that there should be a guidance, which can close the skills gap between trainee with different academic achievement Keywords: paedagogic skills; teacher training; lesson plan; skeletal system; high school biology Abstrak Sistem Gerak adalah salah satu topik penting di kelas XI SMA di Indonesia. Materi ini pada umumnya disampaikan oleh guru secara tradisional dengan cara mengikuti urut-urutan topik pada buku pelajaran biologi. Riset ini adalah studi perbandingan bertujuan untuk mempelajari bagaimana keterampilan dua mahasiswa calon guru dalam menyusun lesson plan sistem gerak yang dipraktekkan dalam Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Kedua mahasiswa adalah mahasiswa semester 7. Keterampilan dan kemampuan mahasiswa dianalisis melalui analisis dokumen lesson plan, observasi keterlaksanaan sintaks pembelajaran, serta tingkat kepuasan pada pembelajaran dari para siswa SMA peserta pembelajaran. Kedua mahasiswa diarahkan agar menggunakan pendekatan saintifik, kontekstual dan pembelajaran berbasis inkuiri. Lesson plan yang disusun mahasiswa (Lesson Plan A dan B) menunjukkan perbedaan pada penguraian kompetensi dasar menjadi indikator pembelajaran, strukturisasi materi, pendekatan dan strategi pembelajaran, aktivitas siswa, media yang dipergunakan, dan bentuk asesmen yang dipergunakan untuk menilai kompetensi siswa. Tingkat kepuasan siswa terhadap pengajaran kedua mahasiswa (Pembelajaran A dan B) juga dinilai berdasarkan penggunaan waktu, media, cara mengajar, kesempatan tanya jawab, diskusi kelas, dan presentasi. Siswa menunjukkan tingkat kepuasan yang lebih tinggi pada pembelajaran dengan Lesson Plan B. Munculnya perbedaan kemampuan menyusun lesson plan sistem gerak menunjukkan perlunya sistem pembimbingan yang dapat mengatasi gap capaian akademik dan kemampuan antarmahasiswa. Kata Kunci: skill pedagogik; training guru; desain pembelajaran; sistem gerak; biologi SMA  Permalink/DOI: http://dx.doi.org/10.15408/es.v9i1.5476 
PENGARUH PENERAPAN MODEL GROUP INESTIGATION TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V DI SDN Sukamti Sukamti; Harti Kartini; Renny Kartinilasari
Sekolah Dasar : Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol 23, No 2 (2014): Tahun 23, Nomor 2, November 2014
Publisher : Sekolah Dasar : Kajian Teori dan Praktik Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.494 KB)

Abstract

Abstract: The experimental study was intended to prove the effects of group investigation (GI) model towards the natural science learning outcome of the elementary school students. The sample which was two classes was taken by using simple random sampling. The data was collected by using treated instruments (syllabus and lesson plans) and the instruments of measuring the learning outcome (pre-test and post-test). The data was analyzed by using prerequisite test analysis and hypothesis test through t-test. The results of the study suggested that GI had significant effect on the learning outcome. The probability value < 0,05 (0,000 < 0,05) and the values of T > Ttable (12,800 >1,991) which meant that Ho was rejected so the GI teaching and learning model had positive effect on the natural science learning outcome.Keywords: group investigation model, learning outcome, natural scienceAbstrak: Penelitian ini bertujuan membuktikan pengaruh model group inestigation (GI) terhadap hasil belajar IPA siswa sekolag dasar. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Simple Random Sampling sehingga diperoleh sampel dua kelas. Data dikumpulkan menggunakan instrument perlakuan (silabus dan rencana pelaksanan pembelajaran) dan instrument pengukuran hasil belajar (soal pretest dan post test). Data dianalisis menggunakan uji-prasyarat analisis dan uji-hipotesis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran GI terhadap hasil belajar. Nilai probabilitas < 0,05 (0,000 < 0,05) dan nilai Thitung > Ttabel (12,800 >1,991) berarti Ho ditolak, artinya model pembelajaran GI berpengaruh positif terhadap hasil belajar IPA. Kata Kunci: Model group inestigation, hasil belajar, IPA.
PENERAPAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES UNTUK MENINGKATKAN PEMEROLEHAN KONSEP PADA PEMBELAJARAN IPA DI KELAS III SD LABORATORIUM UM - Sukamti
Sekolah Dasar : Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol 15, No 2 (2006): Tahun 15, Nomor 2, November 2006
Publisher : Sekolah Dasar : Kajian Teori dan Praktik Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) peningkatan pemerolehan konsep dalam pengunaan pendekatan keterampilan proses; (2) keterlibatan siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran IPA dengan menerapkan keterampilan proses untuk pemerolehan konsep; (3) kendala guru terhadap pelaksanaan pembelajaran IPA dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses untuk pemerolehan konsep. Penelitian ini dilaksanakan dengan rancangan penelitian tindakan yang memiliki 4 komponen yaitu tersebut terdiri dari rencana, tindakan, observasi dan refleksi. Teknik yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, paparan data dan penyimpulan. Sumber data dalam penelitian adalah siswa kelas III Sekolah Dasar Laboratorium Universitas Negeri Malang tahun ajaran 2002/2003. Jumlah anak didik yang diambil sebagai subyek penelitian adalah satu kelas berjumlah 44 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses dapat meningkatkan pemerolehan konsep dan meningkatkan hasil belajar siswa.
Keragaman Jenis dan Model Produk Home Industry Kerajinan Tangan sebagai Sumber Belajar di Sekolah Dasar Sumanto Sumanto; Sukamti Sukamti
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Tahun 27 Nomor 1 Mei 2018
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (843.666 KB) | DOI: 10.17977/um009v27i12018p049

Abstract

Abstract: The research aimed to describe various types and models of handicrafts in Malang as learning source of cultural art and workshop of primary school. Qualitative descriptive approach. The subject of home industry of handicraft in Malang city. Data collection: observation, documentation and interview. Instrument of identity of handicraft place, owner’s name, variety of craft product model. Result: (1) various bamboo root craft, wicker rattan, flower from corn “kelobot”, fish scales, dried flowers, bouquet of flowers, banana pottery, handmade batik, fabric doll, flannel, knit, ceramic, furniture, frame, labunte, marble carving, cement sculpture, trash painting, painting, sanitair, stone mosaic, vandel, invitation card, screen printing, sandal carving, leather shoes, sand sea, and lanterns. (2) Handicraft models are mostly three-dimensional, and fewer two-dimensional shape.Keywords: various, type, model, handicraft, learning resources, primary school.Abstrak: Penelitian bertujuan mendeskripsikan ragam jenis dan model kerajinan tangan di Kota Malang sebagai sumber belajar seni budaya dan prakarya SD. Pendekatan deskriptif kualitatif. Subyek home industry kerajinan tangan di Kota Malang. Pengumpulan data: observasi, dokumentasi dan wawancara. Instrumen identitas tempat kerajinan, nama pemilik, ragam model produk kerajinan. Hasil: (1) ragam kerajinan akar bambu, anyaman rotan, bunga klobot jagung, sisik ikan, bunga kering, merangkai bunga ucapan duka, gerabah/gerabah pisang, batik tulis, boneka kain, kain flanel, merajut, keramik, meubel, pigura, labunte, ukir batu marmer, patung semen, seni lukis tempat sampah, seni lukis, sanitair, mosaik batu, vandel, kartu undangan, cetak sablon, sandal ukir, sepatu kulit, pasir laut, dan lampion. (2) model kerajinan tangan sebagian besar berwujud tiga dimensi, dan sebagian kecil dua dimensi.Kata Kunci: ragam, jenis, model, kerajinan tangan, sumber belajar, SD
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN IBU POST PARTUM TENTANG KELUARGA BERENCANA DENGAN KEPUTUSAN MENJADI ASEPTOR KB DI PUSKESMAS KEBAKKRAMAT 1KARANGANYAR Sukamti .; Fajar Alam Putra; istiqori .
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 1 No 1 Juli 2013
Publisher : Universitas Sahid Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Jumlah PUS di Kabupaten Karanganyar tahun 2012 yaitu 149.352 orang, sejumlah 114.235 orang (76,5%) telah memilih metode kontrasepsi efektif terpilih,tetapi pada kenyataannya jumlah persalinan di atas tiga kali masih belum dapat ditekan secara signifikan. Hasil wawancara dari beberapa responden bahwa mereka kesulitan dalam menentukan pilihan jenis kontrasepsi, hal ini disebabkan bukan hanya oleh terbatasnya metode yang tersedia, tetapi juga karena ketidaktahuan ibu tentang persyaratan dan keamanan metode kontrasepsi tersebut. Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu post partum tentang keluarga berencana dengan keputusan menjadi aseptor KB di Puskesmas Kebakkramat 1 Karanganyar. Metode: Jenis penelitian ini deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu post partum yang ada di Puskesmas 1 Kebakkramat Karanganyar yang berjumlah 28 orang dan sampel yang diambil seluruh populasi. Teknik analisis data yang digunakan dengan analisis Chi-Square (X2). Hasil: (1) Tingkat pengetahuan ibu post partum tentang Keluarga Berencana (KB) umumnya mempunyai tingkat pengetahuan baik yaitu sebanyak 14 orang (50,00%); (2)Keputusan menjadi aseptor KB pada ibu post partum di Puskesmas Kebakkramat 1Karanganyar umumnya memilih kontrasepsi jenis KB Suntik yaitu sebanyak 12 orang (42,90%); (3) Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu post partum dengan keputusan menjadi aseptor Keluarga Berencana (KB) di Puskesmas Kebakkramat 1 Karanganyar (X2hit = 16,117 ; p = 0,041). Simpulan: Ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu post partum tentang keluarga berencana dengan keputusan menjadi aseptor KB di Puskesmas Kebakkramat 1 Karanganyar.