Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Video Pembelajaran Berbantuan Canva Materi Cahaya Dengan Penguatan Karakter Mandiri Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Erlin Meilina Purwati; Sukamti Sukamti; Erlin Meilina Purwati; Sukamti Sukamti; Arda Purnama Putra
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 8 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i82022p756-769

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to produce Canva-assisted learning video media on light material with independent character strengthening for grade IV elementary school students that is valid according to material experts, media experts, and teachers, and is of interest to teachers and students. This research and development applies the Borg and Gall model which consists of 10 stages. Canva-assisted learning media is presented in the form of learning videos that present materials and guidelines for conducting experiments independently so that it can help students develop independent characters, and is equipped with a combination of animation, images, text, and sound. Product validity tests are carried out by material experts, media experts, and users (teachers). The trial was carried out on 21 grade IV students of SDN Sananwetan 1 Kota Blitar. The results of product validation from material experts obtained a value of 90 percent, media experts by 93.75 percent, users (teachers) by 94.4 percent and belong to the very valid category. As for the attractiveness aspect test, students get a score of 99.4 percent. Canva-assisted learning video media on light material with independent character strengthening for grade IV elementary school students can be said to be very valid according to material experts, media experts, and users (teachers), and is very attractive to teachers and students, so it can be used as a medium in learning. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan media video pembelajaran berbantuan Canva pada materi cahaya dengan penguatan karakter mandiri untuk siswa kelas IV SD yang valid menurut ahli materi, ahli media, dan guru, serta menarik bagi guru dan siswa. Penelitian dan pengembangan ini menerapkan model Borg and Gall yang terdiri dari 10 tahapan. Media pembelajaran berbantuan Canva disajikan dalam bentuk video pembelajaran yang menyajikan materi dan pedoman untuk melakukan percobaan secara mandiri sehingga dapat membantu siswa mengembangkan karakter mandiri, serta dilengkapi dengan kombinasi antara animasi, gambar, teks, dan suara. Uji kevalidan produk dilakukan oleh ahli materi, ahli media, dan pengguna (guru). Uji coba pemakaian dilakukan kepada 21 siswa kelas IV SDN Sananwetan 1 Kota Blitar. Hasil validasi produk dari ahli materi diperoleh nilai sebesar 90 persen, ahli media sebesar 93,75 persen, pengguna (guru) sebesar 94,4 persen dan termasuk kategori sangat valid. Sedangkan untuk uji aspek kemenarikan dari siswa mendapatkan nilai sebesar 99,4 persen. Media video pembelajaran berbantuan Canva pada materi cahaya dengan penguatan karakter mandiri untuk siswa kelas IV SD dapat dikatakan sangat valid menurut ahli materi, ahli media, dan pengguna (guru), serta sangat menarik bagi guru dan siswa, sehingga dapat digunakan sebagai media dalam pembelajaran.
Pengembangan E-Modul Materi Sifat-Sifat Cahaya Berbasis Discovery Learning untuk Siswa Kelas IV SDN Bumiayu 2 Kota Malang Alma Kumala Dani; Sukamti Sukamti; Alma Kumala Dani; Sukamti Sukamti; Sri Estu Winahyu
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 9 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i92022p844-855

Abstract

Abstract: Researchers conducted development research aimed at producing discovery learning-based e-module teaching materials for the fourth grade elementary school students that are practical and interesting when used in learning and produce products that are suitable for use based on the assessments of material experts, media experts, and teachers. as a user. Researchers found problems, namely the lack of development of teaching materials when learning online and offline, and information obtained that most teachers only rely on teaching materials published by the government and LKS from schools, not all available teaching materials contain detailed learning materials, especially on science content. the properties of light in grade IV elementary school. The method used in this research is RnD with ADDIE model.The results of the product validity test are very valid and can be tested without revision by media experts with a percentage of 96, 36 percent, material experts 98, 75 percent, and users of 88, 18 percent. In addition, this teaching material product was tested in a small stage with the number of students 6 students and a large test stage of 24 fourth grade elementary school students. The results of the trial get a practical response value from students with an average percentage of 96, 63 percent. According to the calculation of the assessment results, the e-module teaching material product deserves to be tested without revision. Abstrak: Peneliti melakukan penelitian pengembangan bertujuan menghasilkan produk bahan ajar e-modul materi sifat-sifat cahaya berbasis discovery learning untuk siswa kelas IV sekolah dasar yang praktis dan menarik ketika digunakan dalam pembelajaran serta menghasilkan produk yang layak digunakan berdasarkan penilaian ahli materi, ahli media, dan guru sebagai pengguna. Peneliti menemukan permasalahan yaitu kurangnya pengembangan bahan ajar ketika pembelajaran online maupun offline, serta diperoleh informasi bahwa kebanyakan guru hanya mengandalkan bahan ajar yang diterbitkan oleh pemerintah dan LKS yang dari sekolah, tidak semua bahan ajar yang tersedia memuat secara rinci materi pembelajaran terutama pada muatan IPA materi sifat-sifat cahaya pada kelas IV sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah RnD dengan model ADDIE. Hasil uji kevalidan produk masuk kriteria sangat valid dan dapat diuji coba tanpa revisi oleh ahli media dengan persentase 96, 36 persen, ahli materi 98, 75 persen, dan pengguna sebesar 88, 18 persen. Selain itu, produk bahan ajar ini diujicobakan dalam tahap kecil dengan jumlah siswa 6 siswa dan tahap uji besar 24 siswa kelas IV sekolah dasar. Hasil ujicoba mendapatkan nilai respon kepraktisan dari siswa dengan rata-rata persentase sebesar 96, 63 persen. Menurut perhitungan hasil penilaian, produk bahan ajar e-modul layak diuji coba tanpa revisi.
Analisis Pemanfaatan Media Pembelajaran IPA di SD Dela Diana; Sukamti Sukamti; Dela Diana; Sukamti Sukamti; Sri Estu Winahyu
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 2 No. 11 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v2i112022p1110-1120

Abstract

Abstract: The purpose of this research to determine the use of science learning media, types of learning media used, obstacles faced by teachers and efforts to deal with obstacles in the use of science learning media at SDN Polehan 5 Malang. This type of research is phenomenological research with a qualitative descriptive method. The subjects of this study were the first to sixth grade teachers. Data collection techniques used include observation, interviews, and documentation. The data analysis technique uses the data reduction stage, data presentation and conclusions. The results showed that (1) the types of science learning media used by the teacher were natural environment media, visual media, audio visual media, physical object media and multimedia media, (2) the use of science learning media at SDN Polehan 5 Malang was still low, four of six teachers still do not use science learning media when teaching, (3) the obstacles faced by teachers in the use of science learning media are the limited facilities owned by the school and the limited ability of the teacher, (4) the efforts made are to improve the teacher's ability by studying with colleagues work, attended training on the use of learning media from the Malang city office. Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan media pembelajaran IPA, jenis media pembelajaran yang digunakan, kendala yang dihadapi guru serta upaya dalam menghadapi kendala dalam pemanfaatan media pembelajaran IPA di SDN Polehan 5 Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian fenomenologi dengan pendekatan kualitatif metode deskriptif. Subjek penelitian ini adalah guru kelas satu sampai kelas enam. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi tiga tahap yaitu tahap reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) jenis media pembelajaran IPA yang digunakan guru adalah media lingkungan alam, media visual, media audio visual, media objek fisik dan media multimedia, (2) pemanfaatan media pembelajaran IPA di SDN Polehan 5 Malang masih rendah, empat dari enam guru masih belum menggunakan media pembelajaran IPA ketika mengajar, (3) kendala yang dihadapi guru dalam pemanfaatan media pembelajaran IPA yaitu keterbatasan fasilitas yang dimiliki sekolah dan keterbatasan kemampuan yang dimiliki guru, (4) upaya yang dilakukan adalah meningkatkan kemampuan guru dengan belajar bersama rekan kerja, mengikuti pelatihan penggunaan media pembelajaran dari dinas kota Malang.
Analisis Penggunaan Media Pembelajaran pada Pembelajaran Tematik Kelas II di SD Gita Praptaningrum; Sukamti Sukamti; Gita Praptaningrum; Sukamti Sukamti; Suhartono Suhartono
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i22023p124-136

Abstract

Abstract: This study aims to describe and present data related to the use of learning media in the thematic learning process. The scope of this research is class II SD Negeri Bumiayu 2 Malang City. This study uses a qualitative approach with a descriptive type. In this study using data collection techniques in the form of interviews, observation, and documentation. The results of this study indicate that teachers use learning media in the form of concrete objects, song recordings, Power Point (PPT), videos, and printed books. The selection of learning media is adjusted to the material and KD. The use of learning media in theme 2 is adjusted to the learning objectives to be achieved. The steps in its implementation include the planning and implementation stages. At the planning stage the teacher prepares the lesson plans and media that will be used in the learning process. Furthermore, at the implementation stage, the teacher explains the material using learning media and reviews the material that has been delivered. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menyajikan data terkait dengan penggunaan media pembelajaran pada proses pembelajaran tematik. Ruang lingkup penelitian ini yaitu kelas II SD Negeri Bumiayu 2 Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Pada penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, serta dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru menggunakan media pembelajaran berupa benda konkret, rekaman lagu, Power Point (PPT), video, serta buku cetak. Pemilihan media pembelajaran disesuaikan dengan materi dan KD. Penggunaan media pembelajaran pada tema 2 disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Langkah-langkah dalam penerapannya meliputi tahap perencanaan dan pelaksanaan. Pada tahap perencanaan guru menyiapkan RPP dan media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran. Selanjutnya, pada tahap pelaksanaan yakni guru menjelaskan materi dengan menggunakan media pembelajaran dan mengulas materi yang telah disampaikan.
Kemampuan Guru dalam Pembuatan Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada Pembelajaran Tematik Muatan IPA SD Kelas Tinggi Afifah Akhlaqul Mahmudah; Sukamti Sukamti; Afifah Akhlaqul Mahmudah; Sukamti Sukamti; M. Anas Thohir
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i22023p159-172

Abstract

Abstract: The Industrial Revolution 4.0 has an impact in all aspects including the world of education. Students are required to master various skills, including critical thinking. So, it is necessary to hold regular exercises in order to continue to train students' critical thinking skills. The teacher's role in providing facilities must be supported by adequate abilities, including in preparing HOTS questions to train students' critical thinking skills. This study aims to describe the ability of teachers in making questions, teachers' perceptions ofquestions HOTS, the obstacles encountered, and the solutions applied by teachers to overcome obstacles in the preparation of HOTS questions in thematic learning, especially in science content. The method used is Mix Methods. The results showed that the ability of high-grade teachers in preparing HOTS Science questions was included in the good category. This is indicated by the percentage of the results of the analysis of the suitability of the questions with the guidelines for the preparation of the HOTS questions, showing the percentage is above 50 percent, which means that the teacher's ability in preparing HOTS questions is included in the good category. Abstrak: Revolusi Industri 4.0 berdampak dalam semua aspek termasuk dunia pendidikan. Peserta didik dituntut menguasai berbagai macam keterampilan termasuk critial thinking. Maka, perlu diadakan latihan secara teratur guna terus melatih kemampuan berpikir kritis peserta didik. Peran guru dalam penyediaan fasilitas harus didukung dengan kemampuan yang memadai, termasuk dalam menyusun soal HOTS guna melatih kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan guru dalam pembuatan soal, persepsi guru tentang soal HOTS, hambatan yang ditemui, dan solusi yang diterapkan oleh guru untuk mengatasi hambatan dalam penyusunan soal HOTS pada pembelajaran tematik khususnya pada muatan IPA. Metode yang digunakan ialah Mix Methods. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan guru kelas tinggi dalam menyusun soal HOTS IPA sudah termasuk dalam kategori baik. Hal ini ditunjukkan dengan persentase hasil analisis kesesuaian soal dengan pedoman penyusunan soal HOTS menunjukkan persentase diatas 50 persen yang artinya kemampuan guru dalam menyusun soal HOTS termasuk dalam kategori baik.
Pengembangan Media Pembelajaran Scrapbook Berbasis QR Code Materi Sumber Energi Kelas IV SD Winda Maula Yulhavisda; Sukamti Sukamti; Winda Maula Yulhavisda; Sukamti Sukamti; Esti Untari
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i22023p185-197

Abstract

Abstract: This study aims to develop a scrapbook based QR Code class IV energy sources that are valid according to material experts, media experts, practical for teachers and interesting for students. The research method uses ADDIE. The instruments used are interviews, observations, and questionnaires. This product obtained the results of material expert validation with a percentage of 95.8 percent and expert validation obtained 100 percent. The result of practicality according to the fourth grade teacher is 93.75 percent and the results of the student questionnaire assessment on a small scale get a percentage of 93.75 percent while on a large scale it gets a percentage of 96.73 percent. QR Code-based scrapbook learning media is very valid, very practical, and very interesting to use. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran scrapbook berbasis QR Code materi sumber energi kelas IV yang valid menurut ahli materi, ahli media, praktis bagi guru serta menarik bagi siswa. Metode penelitian menggunakan ADDIE. Instrumen yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan angket. Produk ini memperoleh hasil validasi ahli materi dengan persentase 95,8 persen dan validasi ahli diperoleh 100 persen. Hasil kepraktisan menurut guru kelas IV adalah 93,75 persen dan hasil penilaian angket siswa pada skala kecil memperoleh persentase 93,75 persen sedangkan pada skala besar memperoleh persentase 96,73 persen . Media pembelajaran scrapbook berbasis QR Code termasuk sangat valid, sangat praktis, dan sangat menarik untuk digunakan.
Pengaruh Penerapan Model Discovery Learning pada Pembelajaran Bermuatan IPA Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas III SDN 1 Ploso Rizki Setya Kartika; Sukamti Sukamti; Rizki Setya Kartika; Sukamti Sukamti; Esti Untari
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 11 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i112023p1037-1044

Abstract

Abstract: This research was conducted to determine whether or not the implementation of the Discovery Learning model had an influence on the learning outcomes of the cognitive aspects of class III students at SDN 1 Ploso, Pacitan District. A quantitative approach using the experimental method is used in this study. The population and sample in this study were 42 students where class IIIA was the control class and IIIB was the experimental class. Tests and documentation are data collection techniques in this study. Instrument testing techniques include validity test, reliability test, level of difficulty and differential power. Prerequisite test t-test and hypothetical test are the data analysis techniques used. Prerequisite test through normality test, linearity test and homogeneity test. In order to find out whether there is a difference in the pretest-posttest average scores of the two classes, a t-test is carried out. The hypothesis test is in the form of a simple linear regression test where the result is a significance value of 0.000 <0.05, so it can be concluded that the application of the Discovery Learning model has an effect on the learning outcomes of the cognitive aspects of class III students at SDN 1 Ploso. Abstrak: Penelitian ini dilakukan guna mengetahui terdapat pengaruh atau tidak pelaksanaan model Discovery Learning terhadap hasil belajar aspek kognitif siswa kelas III SDN 1 Ploso, Kecamatan Pacitan. Pendekatan kuantitatif bermetode eksperimen digunakan di penelitian ini. Populasi dan sampel pada penelitian ini yakni sebanyak 42 siswa dimana kelas IIIA merupakan kelas kontrol dan IIIB merupakan kelas eksperimen. Tes serta dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data pada penelitian ini. Teknik pengujian instrumen diantaranya uji validitas, uji reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya beda. Uji prasyarat uji-t, dan uji hipotesis merupakan teknik analisis data yang dipakai. Uji prasyarat melalui uji normalitas, uji linearitas dan uji homogenitas. Guna mengetahui ada tidaknya beda nilai rata-rata pretest-posttest kedua kelas dilaksanakan uji-t. Uji hipotesis berupa uji regresi linear sederhana dimana hasil nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 maka bisa diambil kesimpulan jika penerapan model Discovery Learning berpengaruh terhadap hasil belajar aspek kognitif siswa kelas III SDN 1 Ploso.
Pengaruh Penerapan Model Discovery Learning pada Pembelajaran Bermuatan IPA Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas III SDN 1 Ploso Rizki Setya Kartika; Sukamti Sukamti; Rizki Setya Kartika; Sukamti Sukamti; Esti Untari
Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan Vol. 3 No. 11 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um065v3i112023p1037-1044

Abstract

Abstract: This research was conducted to determine whether or not the implementation of the Discovery Learning model had an influence on the learning outcomes of the cognitive aspects of class III students at SDN 1 Ploso, Pacitan District. A quantitative approach using the experimental method is used in this study. The population and sample in this study were 42 students where class IIIA was the control class and IIIB was the experimental class. Tests and documentation are data collection techniques in this study. Instrument testing techniques include validity test, reliability test, level of difficulty and differential power. Prerequisite test t-test and hypothetical test are the data analysis techniques used. Prerequisite test through normality test, linearity test and homogeneity test. In order to find out whether there is a difference in the pretest-posttest average scores of the two classes, a t-test is carried out. The hypothesis test is in the form of a simple linear regression test where the result is a significance value of 0.000 <0.05, so it can be concluded that the application of the Discovery Learning model has an effect on the learning outcomes of the cognitive aspects of class III students at SDN 1 Ploso. Abstrak: Penelitian ini dilakukan guna mengetahui terdapat pengaruh atau tidak pelaksanaan model Discovery Learning terhadap hasil belajar aspek kognitif siswa kelas III SDN 1 Ploso, Kecamatan Pacitan. Pendekatan kuantitatif bermetode eksperimen digunakan di penelitian ini. Populasi dan sampel pada penelitian ini yakni sebanyak 42 siswa dimana kelas IIIA merupakan kelas kontrol dan IIIB merupakan kelas eksperimen. Tes serta dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data pada penelitian ini. Teknik pengujian instrumen diantaranya uji validitas, uji reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya beda. Uji prasyarat uji-t, dan uji hipotesis merupakan teknik analisis data yang dipakai. Uji prasyarat melalui uji normalitas, uji linearitas dan uji homogenitas. Guna mengetahui ada tidaknya beda nilai rata-rata pretest-posttest kedua kelas dilaksanakan uji-t. Uji hipotesis berupa uji regresi linear sederhana dimana hasil nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 maka bisa diambil kesimpulan jika penerapan model Discovery Learning berpengaruh terhadap hasil belajar aspek kognitif siswa kelas III SDN 1 Ploso.
Pelatihan Aplikasi Lecture Maker Sebagai Alternatif Media Pembelajaran Multi Interaktif bagi Guru Sekolah Dasar Sukamti Sukamti; Esti Untari; Sutansi Sutansi
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v3i12020p48-53

Abstract

Tujuan program pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan tentang penggunaan aplikasi Lecture Maker sebagai alternatif bagi guru Sekolah Dasar dalam membuat media pembelajaran. Kelompok Sasaran dalam kegiatan pelatihan ini guru Sekolah Dasar di Kota Blitar dengan jumlah 20 peserta. Kegiatan dilakukan di Laboratorium Komputer PP3 Universitas Negeri Malang di Kota Blitar. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini ceramah, diskusi, peer teaching dan peer review. Hasil kegiatan pengabdian meningkatkan kemampuan guru Sekolah Dasar dalam membuat media pembelajaran berbasis IT, yang ditunjukkan dengan peningkatan hasil post test sebesar 26%.
Pelatihan Seni Budaya dan Prakarya untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Senirupa bagi Guru SD di Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo Sumanto Sumanto; Sukamti Sukamti
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v3i22020p102-117

Abstract

Pelatihan seni budaya dan prakarya bagi guru SD ini bertujuan melatih keterampilan: (1) membuat anyaman dari kertas asturo, (2) teknik mencetak tinggi bahan sterefoam, kardus, dan limbah kemasan alat tulis (untuk meningkatkan kualitas pembelajaran senirupa di SD. Metode pelatihan dengan memberikan bimbingan praktek individu keterampilan menganyam dan mencetak tinggi secara langsung kepada 26 guru SD. Hasil (1) non-fisik bagi guru-guru SD di kecamatan Ponorogo sangat berminat mendapat pelatihan senirupa-prakarya, dan bersedia untuk menyebarluaskan pengetahuan dan keterampilan kepada guru lain di tempat tugasnya. (2) peserta pelatihan secara individu terampil membuat (a) anyaman bentuk pesawat, ikan, burung terbang, bintang, kotak, dan anyaman pita bentuk pigura, (2) karya Cetak Tinggi di atas kertas HVS dari acuan Sterefoam, Kardus, dan bahan limbah kemasan alat tulis.