Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Archive of Community Health

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GIZI LEBIH PADA SISWA TAMAN KANAK-KANAK DI KECAMATAN DENPASAR BARAT I Gde Made Swastika Dharmadi; Ni Wayan Arya Utami
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 5 No 1 (2018): Juni (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.767 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2018.v05.i01.p10

Abstract

ABSTRAK Kasus kelebihan berat badan merupakan salah satu masalah gizi terhadap masyarakat untuk semua umur terutama masyarakat di negara maju. Menurut beberapa penelitian, peningkatan jumlah kasus kelebihan gizi cenderung dialami oleh anak-anak prasekolah dan mereka berisiko menjadi orang dewasa yang kelebihan berat badan dan obesitas. Prevalensi anak yang kelebihan berat badan usia 3-6 tahun yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui representasi dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kasus anak prasekolah yang kelebihan berat badan. Penelitian ini menggunakan analisis cross-sectional dengan jumlah sampel 75 anak yang merupakan siswa di TK Denpasar barat; yang diambil dalam cluster sampling untuk menentukan sampel TK dan simple random sampling untuk menentukan ukuran sampel TK. Data dikumpulkan dengan metode wawancara dan dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi kasus anak TK kelebihan berat badan di TK Denpasar barat adalah 20%. Faktor nilai yang mempengaruhi kasus anak TK kelebihan berat badan adalah konsumsi makanan cepat saji (PR = 2,98; p <0,0131), aktivitas fisik ringan (PR = 4,17, P = 0,0008), pemberian ASI eksklusif (PR = 0,34 ; p = 0,0184), status gizi ibu (PR = 4,61; p = 0,0013),, status kerja ibu (PR = 2,68; p = 0,0356). Kolaborasi orang tua, partisipasi sekolah, dan lingkungan banjar diperlukan dalam pencegahan kelebihan berat badan sehingga mereka dapat berperan aktif dalam mencegah anak sejak dini. Selanjutnya, jika peneliti ingin melakukan yang serupa dengan penelitian ini, diharapkan bisa lebih baik dalam mengukur aktivitas fisik dan asupan gizi responden. Kata Kunci : Kelebihan Berat Badan, Taman Kanak-Kanak, ASI, Status Gizi Ibu, Konsumsi Makanan Cepat Saji
PERSEPSI TENTANG MANFAAT SENAM YOGA TERTAWA TERHADAP KESEHATAN LANSIA DI KOTA DENPASAR I Kadek Abdi Kesuma Wijaya; Ni Komang Ekawati; Ni Wayan Arya Utami
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 5 No 2 (2018): Desember (2018)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.843 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2018.v05.i02.p06

Abstract

ABSTRAK Lanjut usia menurut definisi dari World Health Organization (WHO) adalah orang yang berusia 60 tahun keatas. Lansia sangat rentan untuk terkena penyakit. Beberapa penyakit yang dialami oleh lansia adalah hipertensi, rematik, diabetes mellitus, gagal jantung dan lain-lain. Selain upaya penanganan kesehatan yang dibuat pemerintah, terdapat kegiatan lain yang dapat menangani masalah kesehatan pada lansia yaitu senam yoga tertawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi tentang manfaat senam yoga tertawa terhadap kesehatan lansia di Kota Denpasar.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi yang menggunakan metode pengumpulan data dengan Focus Group Discussion dan wawancara mendalam. Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar lansia memandang di usia 60 tahun keatas akan rentan terkena penyakit serius. Lansia yang mengikuti senam yoga tertawa didorong atas 2 faktor yaitu faktor internal dikarenakan ingin sembuh dan menjadi lebih sehat, serta faktor eksternal disebabkan oleh dukungan keluarga. Tidak ada hambatan yang dirasakan lansia dalam mengikuti senam yoga tertawa. Hal ini dikarenakan mereka termotivasi untuk sehat dan sembuh dari penyakit serta dukungan dari keluarga.Kesimpulan bahwa persepsi lansia terhadap manfaat senam yoga tertawa adalah sakit yang dirasakan berkurang dan lebih sehat. Jadi dapat disarankan senam yoga tertawa dapat diterapkan sebagai alternatif untuk membantu lansia dalam mengatasi masalah kesehatan dan bagi penelitian selanjutnya dapat dijadikan dasar penelitian dalam hal kesehatan lansia dan yoga. Kata Kunci: persepsi, senam yoga tertawa, lansia, kesehatan mental, Denpasar ABSTRACT The elderly according to the definition of the World Health Organization (WHO) are people aged 60 years and over. The elderly are very susceptible to disease. Some diseases experienced by the elderly are hypertension, rheumatism, diabetes mellitus, heart failure and others. In addition to health care efforts made by the government, there are other activities that can handle health problems in the elderly, namely laughing yoga exercises. This study aims to determine perceptions about the benefits of laughing yoga exercises on the health of the elderly in Denpasar City. This research is a qualitative study using a phenomenological approach that uses data collection methods with Focus Group Discussion and in-depth interviews. Based on the results of the study, most of the elderly looked at the age of 60 years and over will be vulnerable to serious illness. The elderly who attend yoga exercises are encouraged to push for 2 factors: internal factors due to wanting to recover and become healthier, and external factors caused by family support. There are no obstacles felt by the elderly in participating in the laughing yoga exercises. This is because they are motivated to be healthy and recover from illness and support from the family. The conclusion that the elderly's perception of the benefits of laughing yoga is a pain reduction and healthier. So it can be suggested laughing yoga exercises can be applied as an alternative to helping the elderly in overcoming health problems and for further research can be used as a basis for research in terms of health of the elderly and yoga. Keywords: perception, laughing yoga exercises, elderly, mental health, Denpasar
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SKOR POLA PANGAN HARAPAN PADA RUMAH TANGGA SASARAN DI DESA BATUKANDIK, NUSA PENIDA Anak Agung Sagung Putri Kusuma Dewi; Ni Wayan Arya Utami
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 4 No 1 (2017): Juni (2017)
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.836 KB) | DOI: 10.24843/ACH.2017.v04.i01.p09

Abstract

Pola Pangan Harapan (PPH) adalah susunan keragaman pangan berdasarkan sumbangan energi dari kelompok pangan utama. Skor PPH di Provinsi Bali tahun 2014 masih rendah (58,2%). Kondisi skor PPH rendah tersebut banyak ditemukan pada rumah tangga miskin (RTS) dan RTS terbanyak di Bali tahun 2013 terdapat di Desa Batukandik Nusa Penida. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara jumlah anggota keluarga, pengetahuan ibu tentang gizi, tingkat pendapatan keluarga, pengeluaran pangan rumah tangga, pantangan makan dan kepemilikan lahan dengan skor PPH. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross- sectional. Sampel penelitian sebanyak 64 RTS dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Data dianalisis dengan univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan ibu tentang gizi (OR= 4,21; 95%CI OR=1,20-15,78, p=0.01), tingkat pendapatan keluarga (OR= 10; 95%CI OR= 1,99-63,72, p=0.00) dan pengeluaran pangan rumah tangga (OR= 6,28; 95%CI OR= 1,47-37,12, p=0.00) berhubungan secara signifikan dengan skor PPH. Sementara jumlah anggota keluarga, pantangan makan dan kepemilikan lahan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan skor PPH. Kata Kunci: pola pangan harapan, gizi, pendapatan keluarga, pengeluaran pangan
HUBUNGAN HIGIENE PERORANGAN DAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI DENGAN KSEJADIAN DERMATITIS KONTAK AKIBAT KERJA PADA PEKERJA PENGANGKUT SAMPAH DI DLHK KOTA DENPASAR TAHUN 2020 I Gede Sutha Arta Pramana; Ni Wayan Arya Utami
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 8 No 2 (2021): Agustus 2021
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2021.v08.i02.p09

Abstract

ABSTRAK Tingginya angka kejadian dermatitis kontak pada pekerja pengangkut sampah dikarenakan petugas pengangkut sampah setiap harinya mengalami kontak langsung dengan sampah sebagai agen yang meningkatkan risiko terjadinya dermatitis kontak akibat kerja. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara higiene perorangan dan penggunaan alat pelindung diri dengan dermatitis kontak akibat kerja pada pekerja pengangkut sampah di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian adalah pekerja pengangkut sampah di DLHK Kota Denpasar dengan jumlah sampel minimal 84 responden. Teknik pemilihan sampel dengan simple random sampling. Penelitian dilakukan pada Bulan Maret-Juni tahun 2020. Data dianalisis untuk meneliti hubungan antar variabel yang diuji dengan analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 26,19% pekerja mengalami dermatitis kontak akibat kerja. Terdapat hubungan yang signifikan antara masa kerja, jam kerja, kebersihan kulit, kebersihan rambut dan kulit kepala, kebersihan kuku, tangan, dan kaki, penggunaan sarung tangan, penggunaan baju dan celana panjang, penggunaan sepatu boot dengan kejadian dermatitis kontak akibat kerja. Sedangkan pada variabel umur, tingkat pendidikan, dan penggunaan topi tidak berhubungan. Disarankan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar tetap mendukung penyediaan APD serta kepatuhan para pekerja untuk memelihara higiene perorangan dan menggunakan APD yang lengkap. Kata Kunci: Dermatitis, Higiene Perorangan, APD ABSTRACT The high incidence of dermatitis due to garbage transport workers because they have a direct contact with garbage as an agent that increases the risk of occupational dermatitis. The aims of this study was to determine the association of personal hygiene and the use of PPE with the incidence of occupational dermatitis in garbage transport workers at Denpasar City Environment and Sanitation Office. This research is a quantitative study with cross sectional design. Respondents were 84 garbage transport workers in Denpasar City Environment and Sanitation Office which selected by simple random sampling. The study was conducted in March-June 2020. Data were statistically analyzed by bivariately to examine the association between variables tested. The results of this study showed the 26.19% workers had occupational dermatitis. There were association between work period, hours of work, hygiene of skin, hair and scalp, nails, hands and feet, use of gloves, clothing and trousers, and boots with occupational dermatitis. While the variables of age, education level, and hat usage did not have association with occupational dermatitis. It is necessary for support of facilities and infrastructure from the government and the need for awareness of workers to maintain personal hygiene and use the complete PPE. Keywords: Dermatitis, Personal Hygiene, PPE
HUBUNGAN KECUKUPAN ENERGI, STATUS GIZI, BEBAN KERJA DENGAN KEJADIAN KELELAHAN KERJA (WORK FATIGUE) PADA PEKERJA DI JASA EKSPEDISI KOTA DENPASAR SELAMA PANDEMI COVID-19 Kadek Candra Dwi Wahyuni; Ni Wayan Arya Utami
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 9 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2022.v09.i01.p05

Abstract

The high demand for delivery of goods from online shopping activities carried out by the public due to restrictions on activities during the Covid-19 pandemic certainly affects expedition services, especially couriers to experience work fatigue. Work fatigue can be influenced by energy sufficiency, nutritional status, and workload. The purpose of this study was to determine the relationship between adequacy of energy sufficiency, nutritional status, workload with the incidence of work fatigue in workers in Denpasar City expedition services during the Covid-19 pandemic. Quantitative research design with approach cross sectional. The research sample was all couriers on two selected expedition services with a total of 115 respondents, the sampling technique used was the total sampling method. The result showed that 93,91% of couriers experienced mild fatigue, had normal nutritional status (81,74%), lacked energy sufficiency (86,94%), and light workload (93,04%). Bivariable test showed there was no relationship between energy sufficiency and work fatigue (p = 0.290), but there was a relationship between nutritional status and workload to the experience of work fatigue (p = 0.000). Suggestions in this study for couriers service to pays attention to health by eating varied foods, maintaining ideal body weight, and taking overtime capacity to be more scheduled. Keywords: Work Fatigue, Energy Sufficiency, Nutritional Status, Workload
GAMBARAN KEBIASAAN MAKAN DAN FAKTOR EKOLOGI WANITA USIA SUBUR DI KECAMATAN SIDEMEN KABUPATEN KARANGASEM BALI Jaya Putra, I Putu Okta Diwian; Utami, Ni Wayan Arya
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 10 No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2023.v10.i03.p09

Abstract

Women of Reproductive Age (WUS) are one of the high-risk groups for anemia. Anemia in WUS is caused by direct factors (nutritional intake and infectious diseases) and indirect factors (ecological factors). Research on the ecological factors of the incidence of anemia in WUS in Bali is still lacking and the results vary. The purpose of this study was to describe the consumption habits and ecological factors of women of childbearing age (WUS) in Sidemen District, Karangasem Regency, Bali. This study is a descriptive study with a cross-sectional design conducted in Sidemen District, Karangasem Regency. The sample was selected by total sampling. The number of respondents who met the inclusion and exclusion criteria was 186 people. Ecological data factors were collected by interview using a structured questionnaire, while consumption pattern data was collected using a food frequency questionnaire (FFQ). Data were analyzed descriptively and presented narratively. The results of sociodemographic characteristics show that the majority of WUS are in the age group of 20-35 years (51.8%), graduated from SD/MI (46.7%), are self-employed (55.9%), and have income <UMK Kab. Karangasem (Rp 2,555,469.09) (93.5%). The most accessible sources of food, health facilities, and water sources are food stalls (99%), puskesmas (81.7%), and springs (51.4%). As many as 55.4% of WUS have never accessed information related to anemia, 68.2% WUS have less frequent protein consumption, and 82.3% eating habbits is not diverse Keywords: Ecological Factor, Women of Reproductive Age, Sidemen Regency
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU K3 KARYAWAN HOTEL BAGIAN ENGINEERING DI KAWASAN WISATA SANUR Aprilia Eka Susanti, Ni Putu; Arya Utami, Ni Wayan
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 10 No 3 (2023): Desember 2023
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2023.v10.i03.p20

Abstract

ABSTRAKSemakin meningkatnya jumlah pengunjung wisatawan , baik pihak perusahaan hotel maupun karyawannya perlu melakukan preventif terhadap kejadian penyakit akibat kerja maupun kecelakaan akibat kerja maka perusahaan perlu menerapkan Keselamatan dan kesehatan kerja. Kecelakaan kerja dapat terjadi bisa karena unsafe condition dari lingkungan kerja itu sendiri dan unsafe act dari pekerja itu sendiri. Seperti pada karyawan hotel dijelaskan bahwa departemen engineering memiliki tugas kerja yang paling kompleks dan memungkinkan memiliki risiko kelelahan kerja. Maka penelitian yang dilakukan mengetahui gambaran dari sikap dan perilaku dari karyawan terhadap pekerjaan di bidang engineering hotel. Desain penelitian deskriptif dengan kuantitatif dan Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner terkait hal yang akan diteliti pada responden karyawan engineering. Analisis data yang dilakukan yaitu univariat dan bivariate. Hasil penelitian menunjukkan frekuensi responden sebanyak 65 (59,1%) menunjukkan perilaku aman. Selanjunya hasil uji analisis bivariate menunjukkan bahwa adanya hubungan secara signifikan yaitu umur, masa kerja, sikap dan pengetahuan terhadap perilaku (p<0,05). Sedangkan variabel lain seperti jenis kelamin, pendidikan dan durasi kerja tidak memiliki hubungan dengan perilaku (p>0.05). Bila ditafsirkan bahwa responden penelitian yaitu karyawan engineering dalam penelitian menunjukkan perilaku aman selama bekerja dan memberkan sikap positif. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Engineering, Hotel ABSTRACT The increasing number of tourist visitors, both hotel companies and their employees need to take preventive measures against occupational diseases and work-related accidents, so companies need to implement occupational safety and health. Occupational accidents can occur due to unsafe conditions from the work environment itself and unsafe acts from the workers themselves. As explained to hotel employees, the engineering department has the most complex work assignments and may have a risk of work burnout. So the research was conducted to find out the description of the attitudes and behavior of employees towards work in the field of hotel engineering. Descriptive research design with quantitative and data collection instruments using questionnaires related to the things that will be examined in engineering employee respondents. The data analysis performed was univariate and bivariate. The results showed that the frequency of respondents was 65 (59.1%) showing safe behavior. Furthermore, the results of the bivariate analysis test showed that there was a significant relationship, namely age, years of service, attitudes and knowledge of behavior (p <0.05). While other variables such as gender, education and duration of work have no relationship with behavior (p>0.05). If it is interpreted that the research respondents, namely engineering employees, in the study demonstrated safe behavior while working and gave a positive attitude.Keywords: Knowledge, Attitude, Behavior, Occupational Safety and Health, Engineering, Hotel
Co-Authors Adhi , Kadek Tresna Agustina, Karang Anak Agung Sagung Putri Kusuma Dewi Aprilia Eka Susanti, Ni Putu Ardrini, Dewa Ayu Mirah Ari Mogi, I Komang Baiq Rizka Herliana Budiartami, Putu Paramitha DA Mirah Ardrini Desak Putu Yulita Kurniati Dewa Nyoman Wirawan Dewa Nyoman Wirawan, Dewa Nyoman Dewi, Ni Made Desi Suzika Dewi, Ni Putu Eka Purnama Dinar Lubis Dinar Lubis Dwijayanti, Widya HARI MULYAWAN Herliana, Baiq Rizka I Gde Made Swastika Dharmadi I Gede Herry Purnama, I Gede Herry I Gede Sutha Arta Pramana I Gusti Ayu Sri Darmayani I Kadek Abdi Kesuma Wijaya I Komang Ari Mogi I Komang Ari Mogi I Made Merdana I Made Subrata I Made Suka Adnyana Ida Bagus Ngurah Swacita Jaya Putra, I Putu Okta Diwian Kadek Candra Dwi Wahyuni Kadek Karang Agustina Kadek Rahma Novita Utari Kadek Tresna Adhi Ketut Suarjana Luh Ani LUH MERTASARI . Luh Seri Ani Luh Wayan Ayu Rahaswanti Made Pasek Kardiwinata Nabila Zuhdy Nabila Zuhdy, Nabila Ni Kadek Fiora Rena Pertiwi Ni Ketut Sutiari Ni Komang Ekawati Ni Made Sri Nopiyani Ni Putu Eka Purnama Dewi Nur Vita Purwaningsih, Nur Vita Pande Putu Januraga Patricia Eviana Cahyadi Pratiwi, Rinda Dian Putra, I Gusti Ngurah Edi Putu Aryani Putu Ayu Indrayathi Putu Ayu Risnia Jayanti Putri Putu Ayu swandewi astuti Putu Eka Mery Utami Putri Sari Putu Erma Pradnyani Putu Ratna Kusumadewi Giri sang gede purnama Sawitri, Anak Agung Sagung Siwi, Luh Putu Anggyani Raka Sri Darmayani, I Gusti Ayu Sri Darmayani, IGA Steffano Aditya Handoko Steffano Aditya Handoko Susila, I Made Dwie Pradnya Swacita, IBN Wahyu Setyaningsih Wahyu Setyaningsih WIDARSA WIDARSA Widya Dwijayanti Yesvi Zulfiana Yesvi Zulfiana