Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : PHARMACON

PROFIL PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENGOBATAN MANDIRI (SWAMEDIKASI) DI DESA BUKAKA KECAMATAN KOTABUNAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR Jayanti, Meilani; Arsyad, Aswin
PHARMACON Vol 9, No 1 (2020): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.9.2020.27417

Abstract

ABSTRACTThe effort that most done by the community to treat disease before deciding to seek help from health services or health worker is called self medication. The aim of this research is to describe the profile of community knowledge about self medication in Bukaka Village, Kotabunan sub-district, Bolaang Mongndow Timur district. This research is an observational descriptive research which uses analytic survey method. Data collection was carried out from 165 respondents selected based on inclusion and exclusion criteria. Based on this research, it can be concluded that the profile of community knowledge about self-medication (self-medication) in Bukaka Village is still inadequate, where the percentage of community knowledge level of Bukaka Village is 36% which shows how the community's knowledge is categorized as lacking. Keywords: Knowledge, Community, Self Medication  ABSTRAKUpaya yang paling banyak dilakukan oleh masyarakat untuk mengatasi keluhan, gejala penyakit, sebelum memutuskan mencari pertolongan kepada tenaga kesehatan atau sarana pelayanan kesehatan, yaitu dengan melakukan pengobatan mandiri (swamedikasi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana profil pengetahuan masyarakat Desa Bukaka Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongndow Timur (boltim) tentang pengobatan mandiri (swamedikasi). Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan jenis penelitian deskriptif yang menggunakan metode survei analitik. Pengambilan data dilakukan terhadap 165 orang responden yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa profil pengetahuan masyarakat tentang pengobatan mandiri (swamedikasi) di Desa Bukaka masih kurang dan belum memadai, dimana persentase tingkat pengetahuan masyarakat Desa Bukaka sebesar 36% yang menunjukan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat termasuk kategori kurang. Kata Kunci : Pengetahuan, Masyarakat, Swamedikasi 
FORMULASI DAN EVALUASI VARIASI BASIS GEL AIR PERASAN TEMUAWAK (Curcuma xanthorrhiza R.) SEBAGAI ANTISEPTIK TANGAN Fathoni, Kristiani W. S. W.; Edy, Hosea Jaya; Jayanti, Meilani
PHARMACON Vol 10, No 1 (2021): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.10.2021.32751

Abstract

ABSTRACT Temulawak (Curcuma xanthorrhiza R.) is a plant that contains antimicrobial properties of essential oil and curcumin compounds. The purpose of this study was to formulate temulawak juice into gel preparations by varying the HPMC and Carbomer gel bases with each base concentration of 1%, testing the effectiveness of the antiseptic preparations and evaluating the physical preparations of the gel. This study used laboratory experimental methods. temulawak is soaked in aquadest then filtered and centrifuged to obtain temulawak juice and formulated in a gel preparation. Testing the effectiveness as a hand antiseptic using the replica method. The results showed that the temulawak water gel met the physical properties of the gel preparation which included organoleptic test, homogeneity test, pH test, spreadability test, adhesion test, and syneresis test. The percentage of colony decline using the HPMC base was 29.53% and the Carbomer base was 14.74%. This shows that the gel preparation of Temulawak juice cannot reduce the normal flora of the skin so that it does not affect an antiseptic for hands. Key Words : Antiseptic, gel preparations, Curcuma (Curcuma xanthorrhiza R.)  ABSTRAK Temulawak (Curcuma xanthorrhiza R.) merupakan tanaman yang memiliki kandungan senyawa minyak atsiri dan kurkumin yang bersifat antimikroba. Tujuan dari penelitian ini untuk memformulasikan air perasan temulawak menjadi sediaan gel dengan memvariasikan basis gel HPMC dan Karbomer dengan masing-masing konsentrasi basis sebesar 1 %, menguji efektivitas antiseptik sediaan dan mengevaluasi sediaan fisik dari gel tersebut. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium. Temulawak direndam dengan aquadest kemudian disaring dan disentrifuse untuk mendapatkan air perasan temulawak dan diformulasikan dalam sediaan gel. Pengujian efektivitas sebagai antiseptik tangan menggunakan metode replika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gel air perasan temulawak memenuhi persyaratan sifat fisik sediaan gel yang meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji sineresis. Presentase penurunan koloni menggunakan basis HPMC sebesar 29,53 % dan basis Karbomer sebesar 14,74 %. Hal ini menunjukkan bahwa sediaan gel air perasan temulawak tidak dapat menurunkan jumlah flora normal kulit sehingga tidak memiliki efek sebagai antiseptik tangan.  Kata Kunci : Antiseptik, sediaan gel, Temulawak (Curcuma xanthorrhiza R.)
ANALISIS PENGELOLAAN LOGISTIK OBAT DI INSTALASI FARMASI RS ELIM RANTEPAO TORAJA UTARA Liling, Yessi; Citraningtyas, Gayatri; Jayanti, Meilani
PHARMACON Vol 10, No 1 (2021): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.10.2021.32755

Abstract

ABSTRACT Drug logistics management is an application of management principles in logistics activities. The purpose of this study was to analyze the suitability of drug logistics management at the Pharmacy Installation of Elim Rantepao Hospital Toraja Utara against the Regulation of the Minister of Health No. 72 of 2016 on Hospital Pharmaceutical Service Standards. The method used in this research is descreptive qualitative. Data collection in this study was conducted by interview and observation. The results of this study prove drug vacancies often occur due to the distance between drug distributors, and well as inadequate pharmaceutical warehouse facilities. This study concluded that the management of drug logistics at IFRS Elim Rantepao Toraja Utara is not yet in accordance with Regulation of the Minister of Health No. 72 of 2016 on Hospital Pharmaceutical Service Standards. Keywords:  Management, drug logistics, Pharmacy, Hospital   ABSTRAK  Manajemen logistik obat adalah suatu penerapan prinsip-prinsip manajemen adalam kegiatan logistik. Tujuan dari penelitian ini menganalisis kesesuaian manajemen logistik obat di Instalasi Farmasi RS Elim Rantepao Toraja Utara terhadap Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian Rumah Sakit. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskreptif. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa sering terjadi kekosongan obat disebabkan jarak distributor obat yang jauh, dan fasilitas gudang yang tidak memadahi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan logistik obat di IFRS Elim Rantepao Toraja Utara belum sesuai dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 72 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian Rumah Sakit. Kata kunci: Manajemen, logistik obat, Farmasi, Rumah Sakit
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI ASCIDIAN (Lissoclinum badium) DARI PERAIRAN PULAU MANTEHAGE Woran, Falinry; Wewengkang, Defny S.; Jayanti, Meilani
PHARMACON Vol 10, No 2 (2021): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.10.2021.34041

Abstract

ABSTRACTLissoclinum badium is a type of ascidian that contains bioactive compounds. This study aims to determine of presence of antibacterial activity from extracts and fractions of Lissoclinum badium collected from Mantehage Island Manado against Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria. Samples were extracted by maceration method using 95% ethanol solvent and fractionated using solvents of chloroform, n-hexane and methanol. Antibacterial activity was carried out by the disk diffusion agar method. The results showed that the ethanol extracts an methanol fraction had activity to inhibit the growth of Escherichia coli bacteria with strong category. Meanwhile, against the Staphylococcus aureus the ethanol extracts, chloroform and n-hexane fractions had ability to inhibit the growth of bacteria with weak category.. Keywords: Antibacterial activity, Lissoclinum badium, Escherichia coli, Staphylococcus aureus.  ABSTRAKLissoclinum badium merupakan salah satu jenis tunikata yang memiliki kandungan senyawa bioaktif yang dapat digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas antibakteri dari ekstrak dan fraksi  Lissoclinum badium yang diperoleh dari Pulau Mantehage Manado terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Sampel diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 95% dan fraksinasi menggunakan pelarut metanol, kloroform, dan n-heksan. Aktivitas antibakteri dilakukan dengan  metode difusi agar cakram kertas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol dan fraksi metanol memiliki aktivitas untuk menghambat bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dengan daya hambat kuat. Sedangkan untuk fraksi kloroform dan fraksi n-heksan memiliki aktivitas untuk menghambat bakteri Staphylococcus aureus saja dengan daya hambat sedang. Kata kunci: Aktivitas antibakteri, Lissoclinum badium, Escherichia coli, Staphylococcus aureus.
EVALUASI MANAJEMEN LOGISTIK OBAT DI INSTALASI FARMASI RSUD KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD Essing, Jacklien Deswita; Citraningtyas, Gayatri; Jayanti, Meilani
PHARMACON Vol 9, No 4 (2020): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.9.2020.31354

Abstract

ABSTRACT Evaluation of drug logistics management in pharmacy installation of Regional Public Hospital of Talaud Regency is need to be done to prevent drugs vacancies and in order to meet pharmaceutical service standar in a hospital. This research aims to evaluate logistic management of drug in regional public hospital of Talaud whether on accordance with the Regulation of the Minister of Health Number 72 in 2016. This reseach is a non-experimental research that is descriptive with qualitative methods. Data calculation is qualitative data obstain through interview and direct observation. Data analysis by using content analysis method. The result of interview and observation is show that sometimes there be drug vacancies, no drug withdrawal and drug removal as well as inadequate pharmaceutical ware house facilities. The conclusion is the drug logistics management in pharmacautical insatallation of regional public hospital of Talaud regency is not run according to the standard of pharmaceutical services in the hospital according to the Regulation of Minister of Health Number 72 in 2016.Keywords : Management, Drug Logistics, Pharmacy ABSTRAK  Evaluasi manajemen logistik obat di Instalasi Farmasi RSUD Kabupaten Kepulauan Talaud perlu dilakukan untuk mencegah kekosongan obat dan agar dapat memenuhi Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manajemen logistik obat di Instalasi Farmasi RSUD Kabupaten Kepulauan Talaud apakah sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 72 Tahun 2016. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental bersifat deskriptif dengan metode kualitatif. Pengumpulan data berupa data kualitatif yang diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung.  Data dianalisis menggunakan metode content analysis (analisis isi). Hasil penelitian melalui wawancara dan obervasi langsung menunjukkan sering terjadinya kekosongan obat, belum pernah dilakukannya penarikan dan pemusnahan obat serta fasilitas gudang farmasi yang belum memadai. kesimpulan yaitu manajemen logistik obat di Instalasi Farmasi RSUD Kabupaten Kepulauan Talaud belum berjalan sesuai standar pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 72 Tahun 2016 yang sudah ditetapkan.Kata kunci : Manajemen, Logistik Obat, Instalasi Farmasi
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL SPONS Callyspongia aerizusa DARI PULAU MANTEHAGE KABUPATEN MINAHASA UTARA Soleman, Puput; Yudistira, Adithya; Jayanti, Meilani
PHARMACON Vol 10, No 3 (2021): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.10.2021.35598

Abstract

ABSTRACTSponges are one of the biota components that make up coral reefs that have bioactive potential, which has not been widely utilized. Callyspongia aerizusa is a sponge that has a compound with high activity and has a porous body surface structure. Antioxidants are compounds that can inhibit free radicals in the body, and inhibit oxidation of body cells, thereby preventing or reducing cell damage. This study aims to determine the antioxidant activity of the ethanol extracts of Sponges Callyspongia aerizusa from the waters of Mantehage Island. The Sponge Callyspongia aerizusa was extracted using the maceration method with ethanol as the solvent. Antioxidant activity testing was carried out using the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method with a concentration of 0.5 mg / L, 0.6 mg / L, and 0.7 mg / L which were measured using a UV-Vis spectrophotometer at the wavelength 517 nm. The results showed that the ethanol extracts of Sponge Callyspongia aerizusa was proven to have antioxidant activity. The highest antioxidant content was found at the concentration of 0.7 mg / L with an antioxidant activity of 58.40%. Keywords: Antioxidant, Callyspongia aerizusa, DPPH, Mantehage ABSTRAKSpons merupakan salah satu komponen biota penyusun terumbu karang yang mempunyai potensi bioaktif yang belum banyak dimanfaatkan. Callyspongia aerizusa ialah salah satu spons yang memiliki senyawa dengan aktivitas tinggi dan memiliki struktur permukaan tubuh yang berpori – pori. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat radikal bebas dalam tubuh, serta menghambat terjadinya oksidasi pada sel tubuh, sehingga dapat mencegah atau mengurangi terjadinya kerusakan sel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol Spons Callyspongia aerizusa dari perairan Pulau Mantehage. Spons Callyspongia aerizusa diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol sebagai pelarut. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dengan konsentrasi 0,5 mg/L, 0,6 mg/L, dan  0,7 mg/L yang diukur menggunakan Spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol Spons Callyspongia aerizusa terbukti memiliki aktivitas antioksidan. Kadar antioksidan tertinggi terdapat pada konsentrasi 0,7 mg/L dengan aktivitas antioksidan sebesar 58,40%. Kata Kunci: Antioksidan, Spons Callyspongia aerizusa, DPPH, Mantehage
UJI TOKSISITAS AKUT KOMBINASI EKSTRAK BAWANG DAYAK (Eleutherine americana Merr.) DAN PINANG YAKI (Areca vestiaria) TERHADAP ORGAN GINJAL TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvegicus) Sharon Colin Tangkere; Herny Simbala; Meilani Jayanti
PHARMACON Vol. 11 No. 4 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang dayak (Eleutherine americana Merr.) dan pinang yaki (Areca vestiaria) memiliki potensi sebagai bahan obat tradisional. Namun belum diketahui efek toksik penggunaan kombinasi ekstrak tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian oral kombinasi ekstrak bawang dayak dan pinang yaki terhadap organ ginjal tikus putih melalui pengujian toksisitas akut. Penelitian dilakukan menggunakan hewan percobaan tikus putih berjumlah 18 ekor, dibagi dalam dua kelompok perlakuan ekstrak bawang dayak dosis 10,8 mg dan 14,4 mg, dua kelompok perlakuan ekstrak pinang yaki dosis 10,8 mg dan 14,4 mg, satu kelompok perlakuan kombinasi ekstrak bawang dayak dan pinang yaki dosis 21,6 mg, dan satu kelompok kontrol sebagai pembanding. Perlakuan dilakukan selama 14 hari dengan pengamatan yang dilakukan berupa pengamatan makroskopis organ ginjal, pengamatan berat badan dan berat organ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna, konsistensi, dan permukaan organ pada semua perlakuan terlihat normal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa secara makroskopik, kombinasi ekstrak bawang dayak dan pinang yaki tidak menunjukkan kerusakan organ ginjal.
TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KEMA KABUPATEN MINAHASA UTARA Debora Gebby Tumundo; Weny Indayany Wiyono; Meilani Jayanti
PHARMACON Vol. 10 No. 4 (2021): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.10.2021.37409

Abstract

ABSTRACTHypertension or high blood pressure is an increase in systolic blood pressure of more than 140 mmHg and diastolic blood pressure of more than 90 mmHg. Hypertension is a chronic disease with life-long treatment. Adherence to treatment of hypertensive patients is important because hypertension is a disease that must always be controlled so that complications do not occur which can lead to death. This study aimed to identify the level of adherence of hypertensive patients at Puskesmas Kema, North Minahasa regency in taking antihypertensive drugs using the Modified Morisky Adherence Scales-8 (MMAS-8) method and the data was collected on 40 patients. The results showed that patients with a high level of adherence were 22.5%, a moderate level of adherence was 20%, and a low level of adherence was 57.5%. Therefore, could be concluded that the level of adherence with the use of antihypertensive drugs in hypertensive patients at Kema Health Center was in the low category. Key words: Hypertension, Adherence level in taking medication.  ABSTRAKHipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Hipertensi merupakan penyakit kronis dengan pengobatan yang dilakukan seumur hidup. Kepatuhan pengobatan pasien hipertensi merupakan hal penting karena hipertensi merupakan penyakit yang harus selalu dikontrol atau dikendalikan agar tidak terjadi komplikasi yang dapat berujung pada kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kepatuhan pasien hipertensi di Puskesmas Kema Kabupaten Minahasa Utara dalam mengonsumsi obat antihipertensi dengan menggunakan metode Modified Morisky Adherence Scales-8 (MMAS-8) dengan pengambilan data terhadap 40 pasien. Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien dengan tingkat kepatuhan tinggi sebesar 22,5%, tingkat kepatuhan sedang sebesar 20%, dan tingkat kepatuhan rendah sebesar 57,5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tingkat kepatuhan penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Puskesmas Kema termasuk dalam kategori rendah. Kata kunci : Hipertensi, Kepatuhan minum obat.
TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENGGUNAAN ANTIBIOTIK SECARA SWAMEDIKASI PADA MASYARAKAT YANG BERKUNJUNG DI APOTEK KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW I Dewa Ayu M. Melaniawati; Weny I. Wiyono; Meilani Jayanti
PHARMACON Vol. 10 No. 4 (2021): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.10.2021.37410

Abstract

ABSTRACTAntibiotics are drugs used for infectious diseases. Irrational use of antibiotics can lead to resistance. In self-medication, inappropriate use of antibiotics often occurs. This is due to the lack of public knowledge about the proper and correct use of antibiotics. This study aims to determine the level of knowledge and behavior of using self-medicated antibiotics in the community who visit the Bolaang Mongondow District Pharmacy. This study was a descriptive observational study with a cross-sectional approach to 195 respondents who met the inclusion criteria. Based on the results of the study, it is known that the level of public knowledge about antibiotics is still low (54%) and the level of behavior in using antibiotics is sufficient (61%).. Keywords: Antibiotics, self-medication, knowledge, use  ABSTRAKAntibiotik merupakan obat yang digunakan untuk penyakit infeksi. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat mengakibatkan resistensi. Dalam swamedikasi penggunaan antibiotik yang tidak tepat sering terjadi. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik yang baik dan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan perilaku penggunaan antibiotik secara swamedikasi pada masyarakat yang berkunjung di Apotek Kabupaten Bolaang Mongondow. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bersifat observasional dengan pendekatan cross-sectional terhadap 195 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa tingkat pengetahuan masyarakat tentang antibiotik masih tergolong kurang (54%) dan tingkat perilaku penggunaan antibiotik tergolong cukup (61%). Kata kunci: Antibiotik, swamedikasi, pengetahuan, penggunaan
TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU PENGGUNAAN ANTIBIOTIK SECARA SWAMEDIKASI PADA MASYARAKAT YANG BERKUNJUNG DI APOTEK KECAMATAN TUMINTING Dian Suryanita Sari; Weny I. Wiyono; Meilani Jayanti
PHARMACON Vol. 10 No. 4 (2021): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.10.2021.37411

Abstract

ABSTRACTAntibiotics are important drugs used in the treatment of bacterial infections. Inappropriate use of antibiotics is often encountered in people who carry out self-medication. This study aims to determine the level of knowledge of antibiotics and antibiotics use behavior in the community visiting the Tuminting district pharmacy. This study is a descriptive observational study with a cross-sectional approach to 200 respondens who fit the inclusion criteria. The result showed that the level of knowledge of antibiotics in the community who visited the Pharmacy in Tuminting district was in the good category (16%), (10%) enough, and less (74%). Meanwhile, the level of antibiotics use in the community who visited the Pharmacy in Tuminting district was in the good categorized (15%), (53,5%) moderate, and (31,5%) less. This study concluded that the level of knowledge of antibiotics in the community in who visited the Pharmacy in Tuminting sub-district was still relatively low (74%) and the level of antibiotics use was sufficient (53,5%)..Keywords: Antibiotics, Self-Medication, Knowledge, Use.  ABSTRAKAntibiotik merupakan obat yang penting digunakan dalam pengobatan infeksi bakteri. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat sering ditemui pada masyarakat yang melakukan swamedikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan antibiotik dan perilaku penggunaan antibiotik pada masyarakat yang berkunjung di apotek Kecamatan Tuminting. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bersifat observasional dengan pendekatan cross-sectional terhadap 200 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan antibiotik pada masyarakat yang berkunjung di apotek Kecamatan Tuminting yang termasuk kategori baik 16%, cukup 10%, dan kurang 74%. Sedangkan, tingkat penggunaan antibiotik pada masyarakat yang berkunjung di apotek Kecamatan Tuminting yang termasuk kategori baik 15%, cukup 53,5%, dan kurang 31,5%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat pengetahuan antibiotik pada masyarakat yang berkunjung di apotek Kecamatan Tuminting masih tergolong kurang (74%) dan tingkat penggunaan antibiotik tergolong cukup (53,5%). Kata kunci: Antibiotik, Swamedikasi, Pengetahuan, Penggunaan.