Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Upaya Pengembangan Sosial Emosional Anak Dimasa New Normal Melalui Media Boneka Tangan di KB Al-Insan Mandiri Krian Sidoarjo Titik Yuliati; Umi Masturoh
AT-THUFULY : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 1 No. 2 (2021): At-Thufuly: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37812/atthufuly.v1i2.566

Abstract

Social aspects in early childhood are very important to be developed from an early age. Children who are socially emotionally intelligent will lead them to have a wide social network and in the future will have good cooperation skills. Therefore, in this New Normal period, the role of parents, teachers, and the surrounding environment is very important to support the development of their child's emotional intelligence. In schools, creative teachers are needed in delivering learning. In the aspect of achieving children's social emotional development which includes children being able to obey school rules, children willing to share with friends, showing enthusiasm in playing games, and being able to control feelings (angry, afraid, happy). There are many ways to develop emotional social in children, including a teacher, parent or people around the child making him a good example for children, public figures. In addition, invite children to play with peers, introduce children to new experiences. One of the best efforts to develop aspects of children's social-emotional development is through the media of hand puppets, with this media it is likely that children are able to interact with peers very well.
Lingkungan Keluarga Sebagai Klinik Budaya Literasi Untuk Menciptakan Reading Society Sejak Dini Umi Masturoh; Firdausi Nuzula Apriliyana
AT-THUFULY : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 2 No. 1 (2021): At-Thufuly: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37812/atthufuly.v2i1.568

Abstract

The family environment becomes a cultural literacy clinic, so that the habit of reading continues to be encouraged starting from the time the child is a member of the family. Families need to be able to support each other and optimize as best they can to design their family members to have an interest in reading without having to be ordered but as a lifestyle requirement in the family environment itself. For this reason, the family environment that is built must become a planned literacy culture clinic. The literacy culture clinic that is raised for each family member is needed to have a positive impact on children from an early age if the components involved can support each other and create harmony that builds a reading society. Literacy is an literacy, which is a set of individual skills in terms of reading, writing, speaking, arithmetic and solving simple problems of everyday life. Literacy culture is intended to carry out thinking habits followed by a process of reading, writing or other skills which in the end what children do in a process of these activities will create works. The family environment is a very important component in producing a society. The habits of a child formed by a family environment will greatly affect the macro culture of society related to literacy of society. The built family environment should have the principles of mobilizing and motivating, purposeful, experience oriented, recognition and reward, social transmission, and exemplary by parents. (parents provide examples). Just like being a clinic that facilitates a service related to literacy, it is necessary to prepare a home environment that can support the habit of literacy. The most important part to realize a literacy culture clinic at home is to prepare "adequate management of learning resources and adapted to the needs of each child's age". The conclusion is a cultural literacy clinic in the family environment. If it continues to function, then the benefits of the services that have been provided will be able to familiarize family members into families who like to read, improve communication between families, discussion will be a solution or a way out to solve problems, increase innovative and creative thinking and rich in information experience.
Implementasi Kegiatan Cotton Bud Painting Untuk Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun Di Ra Tarbiyatul Ula Imas Datul Mukhriyah; Umi Masturoh
AT-THUFULY : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 2 No. 2 (2022): At-Thufuly: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37812/atthufuly.v2i2.578

Abstract

Cotton Bud Painting is a painting activity using cotton buds or media that can train children's fine motor development aspects, stimulate children's cognitive and social emotional development. This study aims to develop fine motor skills of children aged 4-5 years through cotton bud painting activities. The focus of the problems in this study are: 1) How is the implementation of cotton bud painting activities to develop fine motor skills of children aged 4-5 years?2) What are the supporting and inhibiting factors for implementing cotton bud painting activities to develop fine motor skills of children aged 4-5 years? This study uses descriptive qualitative research methods. Data collection techniques used are interviews, observation, and documentation. The results showed that: 1) The implementation of cotton bud painting activities was able to develop children's fine motor skills as seen from the observations that children were able to hold cotton buds correctly, placing the right colors in their paintings. 2) The supporting factor in this study is the role of parents who always support activities at school. While the inhibiting factor is the child's lack of interest in participating in learning because learning is always carried out indoors
Implementasi Kegiatan Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19 untuk Menstimulasi Kemampuan Pra-Calistung Anak Usia 3 – 4 Tahun di Dikara Edu Center Kedamean – Gresik Umi Masturoh; Fitrianti Wulandari
JECIE (Journal of Early Childhood and Inclusive Education) Vol. 5 No. 1 (2021): Desember
Publisher : Program Studi PG PAUD - FKIP - UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jecie.v5i1.608

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi kegiatan pembelajaran daring di masa pandemi covid-19 untuk menstimulasi kemampuan Pra-calistung (membaca, menulis dan berhitung) anak usia 3 – 4 tahun di Dikara Edu Center (DEC) Miru Banyuurip Kedamean Gresik. Jenis penelitian ini masuk dalam kategori penelitian lapangan (field research) sedangkan metode yang digunakannya adalah deskriptif. Adapun hasil dari penelitian ini adalah implementasi kegiatan pembelajaran daring dalam menstimulasi kemampuan pra-calistung anak usia 3 – 4 tahun yang ada di Desa Banyuurip Kedamean Gresik, pada penerapan daring adalah dengan memanfaatkan aplikasi whatsapp, video call dan memanfaatkan worksheet yang relevan dengan materi yang akan disampaikan, stimulasi kemampuan pra-calistung anak usia 3 – 4 tahun di Dikara Edu Center (DEC) Miru Banyuurip Kedamean Gresik terhadap kemampuan pra membaca, menulis dan menghitungnya terbilang masih sangat rendah, baik dilihat dari sikap pada saat proses pembelajaran maupun hasil dalam pembelajaran yang disebabkan kurang efektifnyanya pendampingan dari guru secara langsung karena kondisi pandemi Covid-19. Simpulan hasil dari penelitian ini diketahui bahwa implementasi kegiatan pembelajaran daring di masa pandemi covid-19 untuk menstimulasi kemampuan Pra-calistung (membaca, menulis dan berhitung) anak usia 3 – 4 tahun di Dikara Edu Center (DEC) Miru Banyuurip Kedamean Gresik terhadap kemampuan pra calistung terbilang masih sangat rendah dibanding pada masa normal.
Penggunaan Media Film Animasi Untuk Meningkatkan Kosa Kata Pada Anak Usia Dini Novita Widiyaningrum; Fitrianti Wulandari; Umi Masturoh
Journal of Islamic Education for Early Childhood Vol 6 No 1 (2024): Volume 6, No 1 (2024) JIEEC : Journal of Islamic Education for Early Childhood
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jieec.v6i1.7019

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kosa kata anak usia dini pada anak taman kanak-kanak Aisyah 3 Sidoarjo dengan penggunaan media visual. Jenis penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas dengan jumlah 11 siswa. Pada peneitian ini untuk teknik pengumpulan data menggunakan observasi aktivitas guru, aktivitas siswa dan tes. Teknik analisis data dengan hasil pengamatan serta hasil tes siswa secara individu. Penelitian ini dilakukan 3 siklus, siklus I diperoleh rata-rata guru sejumlah 2,75 dengan jumlah persentase 68,75%, pada siklus II memperoleh rata-rata 3,7 dengan jumlah persentase 92% dan pada siklus III meningkat dengan memperoleh rata-rata 4 dengan jumlah persentase 100%. Aktivitas siswa pada siklus I jumlah rata-rata yang diperoleh sebesar 2,7 dengan jumlah persentase 66%, pada siklus II diperoleh rata-rata 3,2 dengan jumlah persentase sebesar 79% dan meningkat pada siklus III dengan perolehan rata-rata 4 dan jumlah presentase 100%. Sedangkan hasil tes lisan rata-rata siswa memperoleh 2,77 dan perolehan presentase sebesar 69,25%, pada siklus II sebesar sebesar 3,10 dan perolehan presentase sebesar 77,5%. Dan meningkat pada siklus III perolehan rata-rata siswa 3,63 dan perolehan presentase sebesar 90,75%.Dapat disimpulkan dari hasil diatas, bahwa dengan penggunaan media video dapat meningkatkan kosa kata anak usia dini.
Analisis Buku Saat Kegiatan Metode Read Aloud Ayunda S Ifadah; Umi Masturoh
Journal of Islamic Education for Early Childhood Vol 6 No 1 (2024): Volume 6, No 1 (2024) JIEEC : Journal of Islamic Education for Early Childhood
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jieec.v6i1.6924

Abstract

Lembaga Pendidikan anak usia dini di Gresik, minat anak pada literasi berada pada kategori tinggi yaitu 64%. Melihat hasil tersebut diperlukan adanya variasi metode dalam pembelajaran agar budaya literasi anak meningkat. Salah satu metode pembelajaran yang dapat mengembangkan literasi anak yaitu metode read aloud. Berdasarkan observasi teramati bahwa ada satu Lembaga yang menggunakan metode read aloud yaitu Dikara Edu Center (DEC). Hal ini menjadi menarik karena dalam 3 bulan maka ada 6 judul buku yang dibacakan. Peneliti ingin menganalisis buku yang digunakan selama kegiatan pembelajaran dan nilai-nilai yang terkandung dalam buku. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan model Miles dan Huberman melalui 3 langkah yaitu, data reduction,data display, dan conclusion drawing/verification. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2023, Subjek penelitian peserta didik di DEC yang berjumlah 3 anak. Hasil penelitian dalam pemilihan buku, buku yang dipilih memiliki tampilan yang menarik, full colour, gambar setiap karakter jelas, tulisan tidak terlalu banyak dan ukurannya sesuai untuk anak usia dini, material yang digunakan kokoh dan buku aman jika digunakan oleh anak karena setiap sisi buku sudah dibuat tumpul. Buku yang digunakan merupakan buku yang mengajarkan tentang pengetahuan dan nilai-nilai kebaikan yang mampu membentuk revolusi mental anak.
Digitalization of Play Activities and Games: Artificial Intelligence in Early Childhood Education Umi Masturoh; Ika Irayana; Firdausi Nuzula Adriliyana
TEMATIK: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini Vol 10, No 1 (2024): TEMATIK: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/tematik.v10i1.62195

Abstract

This research study discusses the integration of artificial intelligence (AI) in Early Childhood Education (PAUD) units to improve play and game activities for children as well as innovation in implementing AI-based learning. AI technology has very good prospects and potential in changing teaching and learning activities in educational units with its ability to think and learn like humans, understand human feelings, find solutions in complex decision making, and so on. However, this is sometimes not in line with the application of AI in early childhood education units which are still in their early stages, especially in developing countries like Indonesia. The method used in this research is qualitative research, the data collection technique is from various journal articles about the benefits and impact of AI on early childhood play and play activities. With the support of AI, PAUD units can improve the results of their teaching and learning activities by facilitating more diverse play experiences, increasing operational efficiency, monitoring children's play and play results in real time. Although progress in the application of AI has been seen, there appear to be challenges and shortcomings, including limited AI research in fields outside of STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics), the lack of AI theories and models in play and gaming activities, and resistance in adopting AI in a child's play activities. It is important for PAUD units to integrate AI more optimally in the process of playing and playing activities for children, as well as providing training to educators, education staff and PAUD students to optimize the education system in the future
Pengaruh Hereditas Terhadap Intelegensi Anak Fitrianti Wulandari; Novita Widiyaningrum; Umi Masturoh
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 10 No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Program Studi PGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/seling.v10i1.2171

Abstract

Faktor Hereditas kerap disinonimkan dengan genetik, bawaan, bahkan ketiganya memiliki makna yang sama dengan faktor keturunan. Hal inilah yang menjadi faktor utama dalam perkembangan maupun pertumbuhan anak usia dini. Dalam perkembangan anak usia dini terdapat enam aspek perkembanga yaitu nilai agama dan moral, sosial emosional, kognitif, Bahasa, fisik motorik, dan nilai Pancasila. Menurut aliran navitisme inilah yang percaya bahwa faktor hereditas memengaruhi perkembangan seorang anak, komponen yang di bawa sejak lahir akan menentukan perkembangan anak. Data kepustakaan digunakan dalam penelitian ini. Buku-buku, surat-surat, pengumuman, iktisar rapat, pernyataan tertulis, dan sumber lain adalah sumber data utama penelitian ini. Namun, analisis cahaya yaitu metode analisis data yang dipergunakan. Hasil penelitian ini mencakup 1. Tiga teori hereditas yang paling populer adalah partisipasi, koalisi, dan asosiasi. Faktor hereditas 2 mempengaruhi proses perkembangan dan pertumbuhan anak. Hereditas didasarkan pada (1) pernikahan (partiality), anak lahir mewarisi sifat dari satu diantara dua sumber aslinya secara keseluruhan atau sebagian besar (2) penyatuan (coalition), di mana anak lahir mewarisi sifat-sifat berasal darisumber aslinya tanpa cabangcabangnya.dan (3) penggabungan (association), di mana anak mewarisi sifat- sifat tertentu dari sumber aslinya.
Sosialisasi Akreditasi BAN PAUD dan PNF Serta Pendampingan Pengisian Sispena 3.1 Pada Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Se- Kabupaten Gresik Masturoh, Umi; Ifadah, Ayunda Sayyidatul
Journal of Early Childhood and Character Education Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : FITK UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/joecce.v3i2.17687

Abstract

Sistem Penilaian Akreditasi atau yang biasanya disingkat dengan Sispena adalah aplikasi penilaian akreditasi berbasis web dengan pemanfaatan data pokok pendidikan dan kebudayaan (dapodik) untuk memudahkan dalam proses pelaksanaan akreditasi, khususnya pada ranah pendidikan anak usia dini (PAUD) dan pendidikan nonformal (PNF). Aplikasi sispena ini sangat mudah dan efisien bisa diakses dari mana saja, kapan saja dengan syarat pengguna terhubung dengan akses internet dan satuan/sekolah memiliki akun – username dan password - untuk mengakses. Meski disadari bahwa akreditasi adalah proses reguler yang harus dilakukan oleh satuan pendidikan khususnya satuan pendidikan pada anak usia dini (PAUD) dan pendidikan nonformal (PNF) agar dapat dikategorikan sebagai lembaga yang layak untuk menyelenggarakan pendidikan, pada  kenyataannya masih banyak ditemukan satuan pendidikan di Kabupaten Gresik masih belum memperhatikan hal ini secara seksama. Program pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam rangka memberikan sosialisasi akreditasi BAN PAUD dan PNF serta pendampingan pengisian sispena 3.1 pada satuan PAUD dan PNF se kabupaten Gresik sebagai langkah awal mengajukan akreditasi guna meningkatkan nilai akreditasi. Subyek kegiatan sosialisasi dan pendampingan ini adalah sasaran sampul acak yang wajib mengikuti akreditasi (compulsory) dari seluruh satuan PAUD baik KB/PG atau TK/RA atau PKBM sebanyak 63 satuan. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi akreditasi dan pendampingan pengisian sispena 3.1 ini dilaksanakan secara luring pada Selasa, 23 Mei 2023 bertempat di UPT SMP Negeri 3 Gresik Jln. Panglima Sudirman No. 100 Gresik dengan peserta adalah seluruh operator sekolah yang didampingi oleh Ibu Kepala Sekolah. Pada saat kegiatan pemaparan materi narasumber/pemateri menggunakan metode simulasi praktik secara langsung dengan pengisian data akreditasi melalui aplikasi sispena 3.1 kepada 63 satuan peserta. Hasil dari kegiatan sosialisasi akreditasi dan pendampingan pengisian sispena 3.1  yaitu peserta dari masing-masing sekolah dapat memahami pentingnya kegiatan akreditasi dan mekanisme pengisian data akreditasi melalui sispena 3.1 dengan baik, serta menyiapkan indikator pemenuhan mutlak dan dokumen berupa data mutu lulusan, data proses pembelajaran, data mutu guru data managerial sekolah dan data sarana dan prasarana untuk memenuhi unsur penilaian yang ada pada sistem badan akreditasi nasional. Peserta cukup antusias yang awalnya masih banyak di antara operator sekolah belum begitu memahami cara pengisian data Akreditasi pada aplikasi sispena 3.1 namun setelah diadakan sosialisasi dan pendampingan ini masing-masing sekolah bisa melanjutkan pengisiannya dari rumah atau sekolah masing-masing serta masih tetap ada pemantauan melalui media sosial whatsapp group secara intensif
BERMAIN SOSIODRAMA PEMANFAATAN RAGAM BOTOL BEKAS SEBAGAI ALAT PERMAINAN EDUKASI UNTUK MENGENALKAN PRA KEAKSARAAN KEPADA ANAK USIA DINI Masturoh, Umi; Mufarochah, Siti; Yuliani, Naning
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v2i1.3206

Abstract

Cara belajar seorang anak berbeda dengan orang dewasa sehingga pembelajarannya pun harus dilakukan dengan strategi yang berbeda. Belajar bagi seorang anak memiliki karakteristik sendiri yang berbeda dengan orang dewasa, di antaranya yaitu bermain sambil belajar, belajar alamiah, dan membangun sendiri pengetahuannya. Anak-anak menghabiskan begitu banyak waktu dan energi mereka sehari-hari dengan bermain. Bermain bagi seorang anak tidak sekedar mengisi waktu, melainkan dalam bermain anak memiliki nilai kesempatan untuk mengekspresikan sesuatu yang anak rasakan dan pikirkan, melalui aktivitas bermain itulah anak-anak sebenarnya belajar. Dan hal demikian tentu berbeda dengan belajar yang dipahami oleh orang dewasa dengan segala aturan dan tuntutan di akhirnya. Bermain Sosiodrama pada anak usia dini mempunyai tujuan yang mungkin tidak disadari oleh orang dewasa, dimana saat anak bermain, sebenarnya ia sedang mengembangkan seluruh potensi yang terdapat dalam dirinya guna menjadi modal awal yang kokoh bagi dirinya di masa depan saat menghadapi permasalahan dalam hidup. Dalam kegiatan bermain sosiodrama dibutuhkan perlengkapan yang mendukung, dalam hal ini peneliti memanfaatkan daur ulang botol bekas sebagai alat permainan edukasi (APE) pembelajaran untuk anak, yang mana kegiatannya adalah mengenal berbagai keaksaraan yang ada pada masing-masing botol bekas yang sudah tidak terpakai dengan menyamakan simbol hurufnya pada mini alfabet card atau APE pohon huruf. Penelitian ini dilatarbelakangi selain anak-anak mampu memainkan peran layaknya kehidupan sehari-hari bermasyarakat, tujuan berikutnya yakni agar anak lebih dini mampu mengenal beragam keaksaraan dengan menggunakan daur ulang botol bekas. Penelitian tentang bermain sosiodrama pemanfaatan ragam botol bekas sebagai alat permainan edukasi untuk mengenalkan pra keaksaraan kepada anak usia dini di satuan Pendidikan yang ada di Kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik dan diharapkan memberikan referensi dan edukasi kepada orang tua dan Pendidik PAUD khususnya untuk bisa memahami dunia anak usia dini salah satunya dengan memahami hakikat bermain dan makna bermain bagi anak usia dini. Dalam hal ini, untuk mengenalkan huruf atau keaksaraan awal bisa melalui benda yang ada di sekitar yakni pemanfaatan botol bekas yang memiliki ragam merk atau jenis. Kegiatan tersebut dikemas melalui aktivitas sosiodrama atau bermain peran layaknya aktivitas orang dewasa namun versi anak. Hal ini diperoleh dengan mengeksplorasi berbagai sumber dari beberapa literatur dari hasil penelitian dan pemikiran di mana hasilnya dapat digunakan bagi orang tua dan Pendidik PAUD agar lebih tepat dalam mendampingi dan mendesain kegiatan pembelajaran bagi anak usia dini sehingga mutiara pembelajaran pendidikan anak usia dini (PAUD) yaitu bermain sambil belajar dapat tercapai.