Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengumpulan Wakaf Berbasis Pesantren: Studi Kasus di Pondok Modern Darussalam Gontor dan Pondok Modern Tazakka Nurwinsyah Rohmaningtyas
ADILLA : Jurnal Ilmiah Ekonomi Syari'ah Vol 1 No 1 (2018): Januari
Publisher : Universitas Islam Darul 'ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.333 KB) | DOI: 10.52166/adilla.v1i1.728

Abstract

Salah satu kegiatan tabarru’ dalam Islam yang sudah dipraktekkan oleh Nabi Muhammad saw, walaupun tidak secara eksplisit tercantum dalam Al-quran adalah wakaf. Dalam sejarah Islam, wakaf berperan penting dalam mendukung pembangunan sarana-sarana umum. Dari data yang dikeluarkan oleh Direktorat Pemberdayaan Wakaf Kementrian Agama Republik Indonesia tertanggal 14 Maret 2014, jumlah tanah wakaf di Indonesia adalah 435.395 tempat. Total luas tanah wakaf di Indonesia adalah 4.142.464.287,906 m2. Di sisi peruntukkan, mayoritas tanah wakaf digunakan untuk masjid (43,69 persen), mushala (30,15 persen), dan sekolah (10,59 persen). Dari sekian banyak pengelola wakaf salah satunya adalah Pondok Pesantren. Dua di antara sekian banyak pondok pesantren wakaf di Indonesia adalah Pondok Modern Darussalam Gontor yang terletak di Ponorogo Jawa Timur dan Pondok Modern Tazakka yang terletak di Batang Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengumpulan wakaf berbasis pesantren. Penelitian ini dilakukan di dua tempat, yaitu Pondok Modern Darussalam Gontor dan Pondok Modern Tazakka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan oleh Pondok Modern Gontor dalam pengumpulan wakaf adalah tanpa melakukan strategi kontemporer seperti face to face, direct mail, special event ataupun campigne. Pondok lebih fokus untuk mengelola wakaf yang telah ada. Sedangkan strategi pengumpulan wakaf Pondok Modern Tazakka melakukan strategi kontemporer seperti face to face, direct mail, special event maupun campigne.
Wakaf Dan Bencana Alam di Indonesia Nurwinsyah Rohmaningtyas
ADILLA : Jurnal Ilmiah Ekonomi Syari'ah Vol 4 No 2 (2021): Juli
Publisher : Universitas Islam Darul 'ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.941 KB) | DOI: 10.52166/adilla.v4i2.2520

Abstract

Artikel ini merupakan artikel yang mencoba membahas tentang solusi kebencanaan disandingkan dengan instrumen khas ekonomi Islam yaitu wakaf. Awal mula ide ini dikarenakan banyaknya kejadian bencana alam di Indonesia. Selain faktor alam itu sendiri atau bencana alam geologis, bencana alam bisa timbul karena faktor lain yang tidak kalah penting, yaitu manusianya sehingga berdampak terjadinya bencana alam klimatologis. Maka, sejak awal manusia telah diwanti-wanti agar menjaga alamnya. Manusia harus mampu merawat alamnya untuk kehidupan anak cucunya yang lebih baik. Dalam hal ini, manusia harus bisa mengalamkan alam, bukan hanya bisa memanusiakan manusia. Karena segala apa yang dibutuhkan saat ini adalah bersumber dari alam. Tanpa alam, manusia tidak dapat hidup. Maka, bahasan utama dalam artikel ini adalah solusi wakaf kaitannya dengan bencana alam yang bersifat klimatologis yang disebabkan oleh perangai manusia. Di antara beberapa cara untuk memitigasi bencana, salah satu caranya adalah dengan melakukan reboisasi atau, penanaman hutan kembali. Hal tersebut dilakukan agar iklim bisa terkendali. Dan untuk menjaga agar lahan reboisasi tersebut bersifat abadi setelah ditanami dan tidak dirubah peruntukkannya, maka diperlukan sebuah instrumen khusus. Instrumen yang ditawarkan Ekonomi Islam adalah wakaf. Dengan lahan hutan yang telah diwakafkan, lahan tersebut tidak bisa diubah peruntukannya namun dapat diambil hasilnya untuk kepentingan masyarakat umum
Strategi Bisnis Budidaya Ikan Lele Perspektif Etika Bisnis Islam Erfan Asy'ari; Nurwinsyah Rohmaningtyas
ADILLA : Jurnal Ilmiah Ekonomi Syari'ah Vol 3 No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Islam Darul 'ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.532 KB) | DOI: 10.52166/adilla.v3i1.3221

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai apakah Strategi Bisnis yang dilakukan oleh pembudidaya ikan lele di Desa Tlogorejo Kec Kepohbaru Kab Bojonegoro sudah sesuai dengan etika bisnis Islam. Metode yang digunakan adalah kualitatif diskriptif dengan sumber data dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisisnya menggunakan reduksi data, display data dan menyimpulkan data. Hasilnya adalah bahwa pembudidaya ikan lele di Desa Tlogorejo Kec Kepohbaru Kab Bojonegoro sudah sesuai dengan etika bisnis Islam yaitu dengan cara kejujuran, ramah, menjaga hak-hak konsumen, dan tidak menjelekkan bisnis orang lain..
Hutan Wakaf Sebagai Solusi Deforestasi di Indonesia Nurwinsyah Rohmaningtyas
ADILLA : Jurnal Ilmiah Ekonomi Syari'ah Vol. 5 No. 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Islam Darul 'ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/adilla.v5i2.3560

Abstract

Deforestasi di Indonesia selalu terjadi setiap tahunnya, efek yang ditimbulkan sedikit banyak akan merubah kondisi alam Indonesia. Padahal, Indonesia merupakan negara terbesar kedelapan pemilik hutan terluas di dunia. Oleh sebab itu, untuk mengurangi atau paling tidak mengimbangi masalah deforestasi tersebut, maka perlu adanya solusi yang baik. Lewat tulisan ini, solusi yang ditawarkan oleh adalah dengan penerapan model hutan wakaf. Hutan wakaf yang dimaksud adalah dengan memberikan lahan (yang memungkin dijadikan hutan) untuk dijadikan sebagai tanah wakaf. Yang mana nantinya fungsi tanah tersebut tidak boleh berubah, meskipun hasil hutannya dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bersama. Maka penelitian dalam tulisam ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana hutan wakaf dapat menjadi solusi deforestasi di Indonesia. Sehingga diharapkan laju deforestasi di Indonesia dapat berkurang atau paling tidak dapat berimbang dengan adanya model hutan wakaf.
Pelatihan Penggunaan Website Anybook Sumengko sebagai Penunjang Pelayanan Publik Warga Desa Sumengko Arezqi Tunggal Asmana; Nurwinsyah Rohmaningtyas; Nur Mulia Ningsih; Dini Nurariyanti; Miss Solihah Doloh
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Mandala pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.697 KB) | DOI: 10.35311/jmpm.v3i2.106

Abstract

Informasi tentang desa merupakan hal yang penting bagi masyarakat terutama warga desa tersebut. Biasanya informasi mengenai desa didapatkan masyarakat pada saat ada kegiatan desa. Penyediaan media informasi sangat diperlukan guna menyebarkan potensi desa yang ada, yang salah satunya bisa menggunakan website. Website desa adalah sebuah media elektronik yang digunakan oleh pemerintah desa sebagai sarana akuntabilitas dan transparansi publik serta promosi potensi-potensi wisata desa. Akan tetapi, pengetahuan masyarakat di Desa Sumengko mengenai penggunaan website desa masih kurang. Hal itu mengakibatkan penyebaran informasi desa selama ini belum baik. Melihat hal tersebut. kami melakukan pengabdian berupa pelatihan penggunaan website Anybook Sumengko sebagai penunjang pelayanan publik warga Desa Sumengko. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang desa, mempermudah masyarakat memproleh informasi dan pelayanan yang ada di desa, serta masyarakat dapat memanfaatkan pelayanan publik dengan mudah dan efisien. Metode kegiatan pengabdian ini menggunakan Participatory Rural Appraisal (PRA) berupa pelaksanaan bimbingan langsung disertai partisipasi masyarakat. Kegiatan ini dilakukan di Desa Sumengko Kecamatan Kedungpring Kabupaten Lamongan dengan sasaran warga Desa Sumengko. Hasil pelatihan penggunaan website Anybook Sumengko sebagai penunjang pelayanan publik warga Desa Sumengko mampu digunakan dengan baik sebagai sarana/media informasi dan interaksi antara pemerintah desa dengan masyarakat Desa Sumengko. Hal ini dikarenakan website desa yang dikolaborasikan dengan website Anybook Sumengko sudah diatur dan dirangkai dengan tujuan segala informasi desa akan dimuat dalam website tersebut guna dapat mendorong pembangunan Desa.
Analisis Tingkat Kesehatan Bank Melalui Laporan Keuangan Periode 2017-2021 Dengan Menggunakan Metode Perhitungan CAMEL: Studi Pada Bank NTB Syariah Nur Sa’idaturrohmah; Nurwinsyah Rohmaningtyas; Zamrotin Aulan Nisak
Al-Musthofa: Journal of Sharia Economics Vol. 6 No. 2 (2023): Al-Musthofa : Journal of Sharia Economics
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/al-musthofa.v6i2.2204

Abstract

Banks are an important element of the state in improving people's living standards. Because with banks, people can collect and distribute money easily and efficiently. Therefore, the health of a bank needs to be considered so that its operational conditions can run in accordance with procedures. The purpose of this study is to analyze the health of NTB Syariah banks from the 2017-2021 financial statements. The method used in this study is quantitative descriptive using the CAMEL (Capital, Assets, Management, Equity, Liquidity) calculation method. The result of this study is that the condition of the NTB bank after calculation analysis has a very healthy condition in several ratios. But in addition to very healthy health conditions, there are also those who are in a healthy condition only, there are also those who enter the specifications of conditions that are quite healthy in several other calculation ratios. Therefore, it is hoped that this NTB bank can improve its operational activities to be even better in the future, so that it can also improve the level of health in the bank.
Analisis Tingkat Kesehatan Koperasi Syariah: Studi Kasus di KSPPS MAWAR Simo Nurul Awalinah Nadiyah; Dilla Riyanika; Nurwinsyah Rohmaningtyas
ADILLA : Jurnal Ilmiah Ekonomi Syari'ah Vol. 6 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Universitas Islam Darul 'ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/adilla.v6i2.4734

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menilai tingkat kesehatan Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) sebagai lembaga keuangan mikro syariah dan untuk mengukur kinerjanya secara keseluruhan, sehingga koperasi syariah dapat terus berbenah untuk meningkatkan kualitasnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Objek penelitian ini adalah KSPPS Mawar Simo. Hasil temuan dari penelitian ini bahwa KSPPS Mawar Simo dikategorikan sebagai koperasi cukup sehat. Namun ada beberapa hal yang belum memenuhi kriteria tingkat kesehatannya. Kelemahan yang perlu diperbaiki pada aspek fungsi pengawas syariah, namun dapat diatasi dengan peningkatan kualitas SDM baik pengawas, pengurus dan pengelola. Dengan demikian anggapan Koperasi syariah itu tidak professional dan tidak baik manajemenya adalah anggapan yang kurang tepat.
The Role of Sharia Economic Stakeholders in Indonesia’s Sharia Economy Masterplan 2019-2024: Pentahelix Concept Analysis Ma'ruf, Aminudin; Mellinia, Rashifahunnisa’; Rohmaningtyas, Nurwinsyah; Alam, Shahbaz
Danadyaksa: Post Modern Economy Journal Vol. 2 No. 2 (2025): Post Modern Economy Journal
Publisher : Yayasan Pendidikan Islam Bustanul Ulum Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69965/danadyaksa.v2i2.118

Abstract

Indonesia's Sharia economy has grown rapidly in recent years, attracting the attention of investors both domestically and internationally. In 2019, the Indonesian government launched the Sharia Economic Masterplan 2019-2024 to strengthen the Islamic economic ecosystem and position Indonesia as the world's leading Islamic economic center. This study aims to analyze the role of each Islamic economic stakeholder in the 2019-2024 Indonesian Islamic Economics Masterplan using the Pentahelix concept analysis. The results show that the government plays a crucial role as a regulator in formulating policies and regulations that support Islamic economic development. Through research and public consultation, academics contribute relevant concepts and innovations to the development of the Islamic economy. Islamic business people and financial institutions, such as Islamic banking, Islamic capital markets, and MSMEs, play an essential role as drivers of the halal industry. The Islamic economic community acts as an accelerator in strengthening the halal industry in various sectors. Meanwhile, as a multiplier, the media plays an essential role in maximising the fulfillment of the halal market share by promoting and educating the public about the available halal products and services. It is hoped that the synergy between stakeholders can achieve inclusive, sustainable sharia economic growth and encourage the progress of the halal industry in Indonesia.
Implementation of Islamic Business Ethics: The Case of MSMEs in Sukoharjo, Indonesia Ma'ruf, Aminudin; Mukhlisin, Fajar Sidiq; Rohmaningtyas, Nurwinsyah
Niqosiya: Journal of Economics and Business Research Vol. 4 No. 2 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/niqosiya.v4i2.4014

Abstract

Introduction: Islam urges every Muslim to work and comply with all Islamic principles. The Centre of Statistical Data (BPS) of Sukohajo noted that 94.8% of Sukoharjo’s population is Muslim. This indicates that Sukoharjo has great economic potential, especially in the field of halal lifestyle. This paper conducted a study with the aim to analyse the application of Islamic business ethics to Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Sukoharjo. Research Methods: This research employs a qualitative analysis with a descriptive analysis method. Primary data were obtained through interviews and documentation with 28 MSMEs in Sukoharjo as the research sample. The data is then analysed by data reduction, data display, and data verification. Results: The result shows that the majority of MSMEs in Sukoharjo Regency have implemented Islamic business ethics such as honesty, fairness, greetings, trust, and selling halal products. However, religious activities for employees lack the practices. There are several internal and external factors shaping the implementation of Islamic business ethics of MSMEs in Sukoharjo, namely internal factors (beliefs) and external factors (science, family, social environment, experience, and type of business). Conclusion: The study humbly urges the Indonesian Ulema Council to incorporate Islamic business ethics in their teachings, shaping a better understanding of society and leading the optimisation of the application.
Blockchain-Based Waqf and Maslahah Mursalah: A Sharia Analysis in Light of MUI Fatwas Widyarta Wijaya, Muhammad; Ramis, Irfan; Rohmaningtyas, Nurwinsyah; Ghozali, M. Lathoif
El-kahfi | Jurnal Ekonomi Islam Vol 6 No 02 (2025): Islamics Economics
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi Syariah Manna Wa Salwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58958/elkahfi.v6i02.573

Abstract

Despite Indonesia’s vast waqf potential, asset management remains inefficient due to persistent issues of transparency, accountability, and public trust. This study examines the integration of blockchain technology within waqf management and its legitimacy under Islamic law, analyzed through the lens of maslahah mursalah and Majelis Ulama Indonesia (MUI) fatwas. Previous studies on blockchain waqf have largely focused on technical feasibility and governance frameworks, yet have not sufficiently addressed its shariah legitimacy through usul fiqh reasoning. Employing a qualitative-descriptive method, the research integrates four analytical stages: (1) textual analysis of Qur’anic and Prophetic principles on transparency and trust (amanah), (2) review of MUI fatwas to identify legal boundaries for digital financial instruments, (3) comparative analysis of blockchain-based waqf models from Malaysia, Turkey, and the UAE, and (4) conceptual synthesis aligning technological transparency with the objectives of maslahah mursalah. Findings suggest that blockchain, when implemented within a shariah-governed framework, fulfills the criteria of public benefit and does not contravene existing fiqh principles, thus qualifying as a legitimate ijtihadi innovation (tathbiq al-maslahah). The study concludes that blockchain-based waqf has the potential to strengthen institutional credibility, enhance transparency, and optimize social welfare distribution. This research contributes to the development of sharia-compliant digital philanthropy frameworks in Indonesia and offers policy insights for the digital transformation of Islamic social finance institutions