Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Strategi Bisnis Budidaya Ikan Lele Perspektif Etika Bisnis Islam Erfan Asy'ari; Nurwinsyah Rohmaningtyas
ADILLA : Jurnal Ilmiah Ekonomi Syari'ah Vol. 3 No. 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Islam Darul 'ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/adilla.v3i1.3221

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai apakah Strategi Bisnis yang dilakukan oleh pembudidaya ikan lele di Desa Tlogorejo Kec Kepohbaru Kab Bojonegoro sudah sesuai dengan etika bisnis Islam. Metode yang digunakan adalah kualitatif diskriptif dengan sumber data dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisisnya menggunakan reduksi data, display data dan menyimpulkan data. Hasilnya adalah bahwa pembudidaya ikan lele di Desa Tlogorejo Kec Kepohbaru Kab Bojonegoro sudah sesuai dengan etika bisnis Islam yaitu dengan cara kejujuran, ramah, menjaga hak-hak konsumen, dan tidak menjelekkan bisnis orang lain..
Pengaruh Produk Pembiayaan Kafalah Haji Terhadap Kepuasan Anggota Di Koperasi Syari’ah BMT NU Ngasem Jawa Timur Cabang Sroyo” Syuhada Syuhada; Moch Makhruj Afif; Nurwinsyah Rohmaningtyas
ADILLA : Jurnal Ilmiah Ekonomi Syari'ah Vol. 7 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Islam Darul 'ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/adilla.v7i2.6697

Abstract

Haji termasuk rukun Islam yang ke lima. Haji dilaksanakan bagi orang yang mampu, artinya mampu secara ilmu, fisik, dan material. Akan tetapi dengan adanya suatu kendala, masyarakat Muslim masih banyak yang belum melaksanakan ibadah tersebut. Antara lain dari kendala tersebut ialah masalah biaya pendaftaran yang setiap tahunnya naik, serta kuota yang sangat terbatas. Dalam hal ini, Kopsyah BMT NU Ngasem Jawa Timur Cabang Sroyo memberikan penawaran berupa produk kafalah yang diharapkan mampu membantu anggota untuk menunaikan ibadah Haji. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan dua variabel yaitu produk pembiayaan kafalah haji dan kepuasan anggota. Data yang digunakan dalam penelitian ini data primer dan data skunder. Data primer yang digunakan adalah hasil dari wawancara maupun kuesioner di Kopsyah BMT NU Ngasem Jawa Timur Cabang Sroyo. Sedangkan, data sekunder yang digunakan adalah seluruh data-data terkait yang relevan dengan pembahasan yang bersumber dari website, jurnal, maupun buku. Objek dari penelitian ini adalah anggota yang mendaftar kafalah haji, dengan populasi 207 orang dan sample 136 orang. Selanjutnya, metode pengumpulan data dilakukan dengan cara kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Kemudian, data diolah dengan IMB SPSS statistics 22. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara ivariabel kualitas produk dan pelayanan secara bersama-sama terhadap kepuasan anggota pada Kopsyah BMT NU Ngasem Jawa Timur Cabang Sroyo. Dalam penelitian diperoleh nilai F hitung sebesar 21,619 dengan tingkat signifikan 0,000. Karena nilai signifikan lebih kecil dari 0,000<0,05, maka iHo ditolak atau Ha diterima. Hal ini diartikan bahwa kualitas produk dan pelayanan secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap kepuasan anggota pada Kopsyah BMT NU Ngasem Jawa Timur Cabang Sroyo.
Revolusi Ekonomi Umat dengan Fintech Syariah: Analisis dan Peluang Ahmad Munir Hamid; Nurwinsyah Rohmaningtyas
ADILLA : Jurnal Ilmiah Ekonomi Syari'ah Vol. 7 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Islam Darul 'ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/adilla.v7i2.6738

Abstract

This research explains the opportunities that Indonesia has as one of the countries with the largest number of sharia fintech in the world, which reached 61 companies in 2021. The study also discusses regulations and business models that can support the development of sharia fintech in Indonesia, given the importance of a clear legal framework to maintain trust and compliance with sharia principles. In addition, the analysis of public interest in sharia fintech shows that there is great potential for further development, although there are still challenges that need to be overcome such as financial literacy and access to technology. Overall, this study concludes that sharia fintech has great potential to support the economic empowerment of the people through inclusive and sharia-compliant financial services. However, to realize this potential, collaboration between the government, industry players, and the community is needed to create an ecosystem that is conducive to the development of sharia fintech.
Digital Transformation of Zakat Platforms: The Role of Trust and Accountability in Muzaki’s Decisions to Pay Zakat Mal Annisa Ambar Fajrin; Nurwinsyah Rohmaningtyas
International Conference on Islamic Economic (ICIE) Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58223/icie.v5i1.466

Abstract

This study aims to analyze the role of trust and accountability in muzaki's decision to pay zakat mal through the transformation of the digital zakat platform at BAZNAS in Jombang Regency. This study uses a qualitative descriptive method with a case study approach. Data collection techniques were carried out through interviews, observations, and documentation, with data validity testing using source and technique triangulation. The results of the study indicate that the transformation of the digital zakat platform contributes to increasing trust and accountability in zakat management, thereby facilitating muzaki in fulfilling their zakat obligations effectively and efficiently. The trust of muzaki is reflected in the dimensions of ability, integrity, and benevolence, while accountability is demonstrated through transparent reporting, ease of access to information, and a transaction confirmation system in the perspective of Shari'ah Interprise Theory. Digital transformation also provides convenience and certainty for muzaki in the zakat payment process, thereby encouraging increased participation in the use of the digital zakat platform.