Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan dan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Setelah Pemberian Penyuluhan dan Pemanfaatan Buah Bit Wijayanti, Ika; Dondi, Siana; Sihombing, Santa Erina Louise; Rerey, Heni Voni; Mawene, Eyllonggia
Indonesia Berdaya Vol 3, No 3: May-July 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022283

Abstract

Anemia is a common problem in the world. Anemia in pregnant women is caused by blood dilution or hemodilution. Handling of anemia in pregnant women can be done with 2 treatments, namely pharmacological and non-pharmacological. One of the efforts to increase HB levels is by using beetroot herbal plants (Beta vulgaris L). Service activities in the form of counseling and measuring hemoglobin levels before and after consumption of beets for 7 days. The data collection technique used is a total sampling technique, namely all pregnant women who experience anemia in the nolokla and asei small villages in September 2021. After counseling pregnant women, the knowledge of pregnant women has increased. Hemoglobin levels in pregnant women increased after an intervention by consuming beets for 7 days. This service activity is expected to increase maternal knowledge so that it can reduce the incidence of anemia, especially in mothers during pregnancy. Abstrak: Anemia merupakan masalah yang umum terjadi di dunia. Anemia pada ibu hamil disebabkan darah mengalami pengenceran atau hemodilusi. Penanganan anemia pada ibu hamil dapat dilakukan dengan 2 penanganan yaitu dengan farmakologis dan non farmakologis. Upaya meningkatkan kadar HB salah satunya dengan tumbuhan herbal buah bit (Beta vulgaris L). Kegiatan pengabdian berupa penyuluhan dan pengukuran kadar hemoglobin sebelum dan sesudah konsumsi buah bit selama 7 hari. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik sampling total yaitu semua ibu hamil yang mengalami anemia di kampung nolokla dan asei kecil bulan September 2021. Setelah dilakukan penyuluhan kepada ibu hamil, pengetahuan ibu hamil mengalami peningkatan. Kadar haemoglobin pada ibu hamil mengalami kenaikan setelah dilakukan intervensi dengan mengkonsumsi buah bit selama 7 hari. Kegiatan pengabdian ini diharapkan pengetahuan ibu dapat meningkat sehingga dapat mengurangi angka kejadian anemia terutama pada ibu selama kehamilan.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Model Pembelajaran Partisipatif Di Sekolah Dasar Yani, Mul; Rahmawati, Aenun; Wijayanti, Ika
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpsd.v2i2.875

Abstract

Penelitian ini berfokus pada model pembelajaran partisipatif sebagai pendekatan yang menekankan keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan model pembelajaran partisipatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas 1 di SDIT Alif, dengan fokus pada pembelajaran Bahasa Arab mengenai materi Ta'aruf Nafsii (Perkenalan) dan Usrotii (Perkenalan Nama Anggota Keluarga). Pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) diterapkan selama dua siklus, melibatkan 21 siswa sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa. Rata-rata nilai siswa meningkat dari 71 pada tes akhir siklus 1 menjadi 81 pada tes akhir siklus II. Peningkatan ini dapat dikaitkan dengan penggunaan model pembelajaran partisipatif dan implementasinya di kelas. Media pembelajaran yang digunakan melibatkan video pembelajaran lagu Bahasa Arab untuk perkenalan diri dan kolase gambar anggota keluarga untuk materi perkenalan nama. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran partisipatif sebagai metode yang efektif dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 1 di SDIT Alif, terutama dalam pembelajaran Bahasa Arab dengan materi perkenalan diri dan perkenalan nama anggota keluarga. Penerapan model ini oleh guru dengan tepat dapat memberikan kontribusi positif terhadap hasil belajar siswa. Model pembelajaran partisipatif mendorong siswa untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, dan membuat keputusan.
Komunitas Lokal Dalam Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan: Studi Pada Desa Wisata Gili Gede, Lombok Barat Hakim, Latifa Dinar Rahmani; Karyadi, Lalu Wiresapta; Wijayanti, Ika; Hilmi, Farida; Maulana , Dimas Andrian
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2025): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol4.Iss2.1593

Abstract

Gili Gede merupakan salah satu wisata rekomendasi di pulau Lombok yang banyak dikunjungi oleh berbagai pengunjung baik mancanegara maupun domestik. Gili Gede mempunyai berbagai potensi yang dimiliki, namun disatu sisi pengembangan wisata dirasa belum optimal. Komunitas lokal dan stakeholder dalam hal ini memegang peran penting dalam pengembangan pariwisata di Gili Gede. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perand an kontribusi komunitas lokal dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Melalui perspektif sosiologis dengan meminjam pendekatan kualitatif fenomenologi, peneliti berusaha melihat sejauh mana peran komunitas lokal dalam pengembangan pariwisata di Desa Gili Gede. Meminjam konsep modal milik Bourdieu, ditemukan bahwa terdapat 3 modal yang berperan dalam pengembangan desa wisata; modal sosial, ekonomi dan budaya. Ketiga modal tersebut mempunyai peran penting dalam memberdayakan masyarakat khususnya komunitas lokal Gili Gede. Pemberdayaan masyarakat ini yang kemudian berhasil untuk mengembangkan desa wisata Gili Gede menjadi pariwisata unggulan. Hal ini tidak terlepas dari adanya kesadaran kolektif masyarakat dan didukung oleh beberapa pihak baik dari desa, stakeholder dan pemerintah setempat. Sinergitas diperlukan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan solusi inovatif dan adaptif dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Efektifitas Terapi Aroma Terapi Lavender terhadap Pengurangan Nyeri Persalinan Kala 1 Fase Aktif di Puskesmas Sentani Kabupaten Jayapura Wijayanti, Ika
Journal of Midwifery Science: Basic and Applied Research Vol 7, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Prodi DIII Kebidanan Blora Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jomisbar.v7i1.13005

Abstract

Childbirth is something that is experienced by every woman who wants to remove the fetus from her womb. One thing that often accompanies this is pain. Pain during labor can be distinguished based on type, duration and intensity. Pain during labor can cause fatigue or weakness which can ultimately result in fetal distress, even death in the mother. In general, there are two ways to overcome pain during labor, namely by using pharmacological and non-pharmacological methods. The use of pharmacological methods reduces labor pain physiologically, but the psychological and emotional conditions of the mother will be neglected, while non-pharmacological methods are effective without adverse side effects and can increase satisfaction during labor because the mother can control her feelings and strength. some non-pharmacological methods for reducing pain are the use of lavender aromatherapy. This study aims to determine the effectiveness of lavender aromatherapy on reducing labor pain during the first active phase at the Sentani Health Center, Jayapura Regency. This study is a quasi-experimental study (Quasy Experiment) with a one group pretest-posttest design. The population in the study were all mothers giving birth in the Active phase at the Sentani Health Center, Jayapura Regency and the sample used was 15 mothers giving birth using the Non Probability Sampling technique with the "Accidental Sampling" approach. Results: there was a significant effect between pain intensity before and after being given lavender aromatherapy in mothers giving birth in the first stage of the active phase with a p value of -0.000 (, 0.05).
Transformasi Pola Hidup Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Lombok Timur Sebelum dan Setelah Keberangkatan ke Negara Tujuan Syafarina, Luckia; Amini, Lulu; Ananta, Maodia; Nisa, Mayla Padiatun; Wijayanti, Ika
Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Publisher : CV. Kurnia Grup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61476/r6x5ef83

Abstract

This study examines the lifestyle changes of Indonesian Migrant Workers (PMI) in East Lombok Regency before and after working abroad. Using a qualitative approach and a case study design, data were collected through interviews and observations with five informants. The findings indicate that unstable economic conditions are the main reason PMIs decide to work overseas. Before departure, they generally worked in the informal sector with incomes sufficient only for basic needs. After working abroad, there was a significant economic improvement, enabling PMIs to save, purchase assets such as land or houses, and meet tertiary needs. Although their lifestyle has not drastically changed, PMIs feel more capable of planning a better future. The study also reveals that communication technology helps maintain relationships with family members back home. These findings provide insights into the dynamics of PMIs’ lives, particularly regarding their economic, social, and psychological well-being.
Eksistensi Seni Pertunjukan Peresean pada Masyarakat Sasak Lombok Solikatun, Solikatun; Karyadi, Lalu Wirasapta; Wijayanti, Ika
SANGKéP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 1 (2019): Filantropi Islam, Resolusi Konflik, civil society dan Kearifan Lokal di Indones
Publisher : UIN Mataram dan Asosiasi Sosiologi Agama Indonesia (ASAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/sangkep.v2i1.349

Abstract

Culture is the product of human creation, feeling, and will. Culture is now shifting, for example, the shift of peresean tradition in Lombok sasak community. Through this study, the author is expected to find out the existence of peresean tradition and the meaning of peresean tradition to the community. This employed an explorative qualitative research method. The research took place in Karek Village, Praya Barat Daya Sub District, Lombok Tengah Regency. The subject of research was Darek villagers, in this case, taken using snowball sampling technique. The result of research showed that Peresean tradition is a traditional art of Sasak ethnic community in which two men are fighting against each other (pepadu) using weapon made of rattan stick and shield. In peresean tradition, there are rule and sanction in its implementation. Peresean performance is now conducted at certain times, e.g. on village or regency anniversary day, wedding party, low-season, RI independence day, or in guest welcoming event. Values contained in peresean tradition are life values including appreciating fraternity, friendship, economy, kinship, belief, culture, and art value. Meanwhile, the meaning ofperesean tradition includes a means of showing off man’s bravery, agility, and sturdiness, martial art, sportsmanship spirit, selfappreciation, establishing good relationship, and friendship. So, peresean traditional performance art in Sasak Lombok ethnic community has shifted viewed from its rule, meaning, and implementation time aspects.
Integrasi Alam dan Budaya Lokal Masyarakat Adat Sembalun Lawang solikatun, solikatun; Wijayanti, Ika; Komalasari, Maya Atri
SANGKéP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan Vol. 4 No. 1 (2021): Special Issues: Religion and the COVID-19 Pandemic
Publisher : UIN Mataram dan Asosiasi Sosiologi Agama Indonesia (ASAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/sangkep.v4i1.1667

Abstract

Hubungan masyarakat dengan alam semesta sangat erat. Masyarakat memanfaatkan alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Masyarakat dalam berinteraksi dengan alam menggunakan nilai dan aturan-aturan yang nantinya menjadi adat istiadat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam integrasi alam dan budaya lokal masyarakat Sembalun Lawang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian berada di Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Subyek dari penelitian ini adalah masyarakat di Desa Sembalun Lawang dalam penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling (bola salju). Adapun proses analisis dilakukan dalam beberapa tahapan yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan/verifikasi data dalam bentuk laporan penelitian. Hasil penelitian ini adalah masyarakat Sembalun Lawang sendiri memiliki hubungan yang sangat erat dengan alam. Dimana pandangan masyarakat mengenai alam, alam harus diperlakukan dengan sebaik mungkin. Masyarakat sangat tergantung pada alam, baik dalam bidang ekonomi, dan pariwisata. Alam juga turut serta memberi dampak terhadap berbagai tindakan sosial yang dilakukan oleh manusia. Interaksi antara manusia dan lingkungan alam menimbulkan adanya nilai dan norma-norma yang telah disepakati bersama oleh masyarakat setempat. Untuk menjaga dan melestarikan alam dan budaya lokal dibutuhkan partisipasi masyarakat dan kerjasama dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta.
Adolescents, Stigma, and Social Resistance: A Sociological Study of Self-Harm Behavior in Mataram City Izzati, Adilah Julia Suma; Wijayanti, Ika; Hakim, Latifa Dinar
Populis: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 20 No 1 (2025): November 2025
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/populis.20.1.78-93

Abstract

The phenomenon of self-harm among adolescents is an increasingly urgent social issue that requires in-depth investigation. This study aims to understand how self-harming behaviors are socially constructed, and how stigma and forms of social resistance emerge and are interpreted by those who engage in them. Conducted in the city of Mataram, this qualitative research employed in-depth interviews, participant observation, and document analysis as secondary data sources. The findings reveal that self-harm is not merely an expression of individual pathology, but rather a response to social pressures, structural inequalities, and cultural expectations that burden adolescents. Social stigma reinforces marginalization and deepens the sense of isolation experienced by individuals. Nevertheless, these conditions also give rise to forms of social resistance, such as peer support and solidarity within small communities. This study highlights the importance of a sociological approach to uncover the social dimensions of adolescent mental health issues. The novelty of this research lies in its revelation of self-harm as a symbolic battleground between social pressure and the search for self-meaning. It recommends the development of more inclusive and responsive social policies while contributing to a more empathetic and transformative social science and humanities discourse.
Kajian Kerentanan Petani Garam dalam Perubahan Iklim dan Kebijakan Impor Garam di Desa Pijot Helmi, Helmi Yunita; Wijayanti, Ika; Solikatun , Solikatun
RESIPROKAL: Jurnal Riset Sosiologi Progresif Aktual Vol. 4 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Prodi Sosiologi Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/resiprokal.v4i2.217

Abstract

Masyarakat pesisir memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap alam, namun perubahanperubahan fisik lingkungan alam membuat masyarakat pesisir harus berjuang ekstra untuk menghadapinya. Salah satu mata pencaharian masyarakat pesisir di Desa Pijot yaitu sebagai petani garam, dimana dalam pengolahan produksi garam masyarakat menghadapi berbagai tantangan, diantaranya perubahan iklim dan kebijakan impor garam. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bentuk kerentanan petani garam terhadap perubahan iklim dan kebijakan impor garam, dan strategi petani dalam menghadapi perubahan iklim dan kebijakan impor.Penelitian ini dilakukan di Desa Pijot, Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur. Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti menggunakan teknis analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengambilan informan dengan metode purposive, dengan informan penelitian yaitu petani garam baik pemilik maupun pekerja. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa bentuk kerentanan petani garam terhadap perubahan iklim yaitu kerentanan ekonomi seperti perubahan pendapatan dan diversifikasi pekerjaan, keretanan lingkungan seperti perubahan cuaca/iklim yang tidak menentu, cuaca yang semakin memanas, perubahan pola pembuatan garam. Selain itu terdapat kerentanan fisik serta sosial yaitu kerentanan fisik para pembuat garam yang semakin melemah dan berubahnya pola interaksi. Sementara bentuk kerentanan petani garam terhadap kebijakan impor garam yaitu lebih kepada kerentanan ekonomi seperti harga penjualan dan pemasaran yang semakin sulit akibat gempuran garam impor. Strategi petani dalam menghadapi perubahan iklim dan kebijakan impor garam yaitu dengan meyediakan atau menyetok bahan bakar, memanfaatkan lahan/tambak selama musim penghujan untuk budidaya ikan, mengendalikan pengeluaran rumah tangga, dan membentuk kelompok petani garam.
Komparasi Pemenuhan HAM Bagi PMI Asal Pulau Lombok di Tiga Negara Tujuan Utama (Arab Saudi, Malaysia, dan Singapura) Rohmatin, Khairina; Jannah, Kholipatul; Amelia, Kiki Rizki; Torey, Gloria Stevani; Wijayanti, Ika
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2024): Desember (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora)
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v3i2.517

Abstract

Penelitian ini membahas pemenuhan lima hak dasar bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Pulau Lombok di tiga negara tujuan utama, yaitu Malaysia, Arab Saudi, dan Singapura. Hak-hak tersebut meliputi hak demokrasi, kebebasan beragama, jaminan sosial, tanpa diskriminasi, serta hak untuk istirahat dan bersantai. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan fenomenologi, data primer diperoleh melalui wawancara online dengan PMI yang dipilih secara purposive, sementara data sekunder berasal dari lembaga resmi dan penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hak demokrasi di Malaysia minim terpenuhiakibat kurangnya sosialisasi Pemilu dan keterbatasan fasilitas, sedangkan di Arab Saudi dan Singapura, pemenuhan hak ini lebih baik yang didukung dengan TPS yang memadai dan sosialisasi yang jelas. Hak kebebasan beraga cukup terjamin di semua negara, meskipun di Malaysia terdapat kendala akses ke fasilitas ibadah. Jaminan sosial, seperti asuransi kesehatan dan kompensasi, terpenuhi dengan baik di Arab Saudi dan Singapura, namun akses layanan kesehatan di Malaysia masih terbatas. Hak tanpa diskriminasi optimal di Singapura dengan lingkungan kerja yang inklusif, sementara di Arab Saudi dan Malaysia terdapat kasus ketidakadilan terhadap pekerja perempuan. Selanjutnya, hak untuk istirahat dan bersantai terpenuhi dengan sangat baik di Singapura dengan libur mingguan dan waktu istirahat yang jelas, dibandingkan dengan Malaysia yang masih menghadapi jam kerja panjang tanpa libur sesuai kontrak. Penelitian ini menegaskan perlunya pengawasan ketat dari pemerintah Indonesia dan kolaborasi internasional untuk memperkuat perlindungan dan pemenuhan HAM bagi PMI di negara-negara tujuan.