Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PEMANFAATAN UBI JALAR UNTUK MENCEGAH ANEMIA Wijayanti, Ika; Wardhani, Yeni; Warkawani, Elsa Monalisa
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i2.1524

Abstract

Anemia dalam kehamilan diketahui sebagai bahaya potensial bagi ibu dan anak. Ibu hamil yang menderita anemia beresiko mengalami keguguran, bayi lahir sebelum waktunya, BBLR, serta perdarahan sebelum saat dan setelah melahirkan. Dampak terhadap anak yang dilahirkan oleh ibu yang anemia menyebabkan bayi lahir dengan persediaan zat besi yang sangat sedikit didalam tubuhnya sehingga beresiko mengalami anemia pada usia dini, yang dapat mengakibatkan gangguan atau hambatan pertumbuhan dan perkembangan anak. Penanganan anemia dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu cara farmakologis dan non farmakologis. Cara farmakologis yaitu dengan pemberian tablet SF 1x1/hari. Sedangkan cara non farmakologis dapat dilakukan dengan pemberian obat herbal atau tumbuhan, seperti sayur bayam merah, kacang-kacangan, buah beta vulgaris L (bit), kurma serta ubi jalar. Ubi jalar mengandung 4 mg zat besi dalam 100 gr, sehingga ubi jalar dapat dikonsumsi ibu hamil untuk meningkatkan kadar haemoglobin dalam sel darah merah, mencegah dan mengobati anemia karena kaya akan zat besi. Tujuan : Peningkatan pengetahuan ibu hamil dalam meningkatkan kesehatan ibu hamil dengan pemanfaatan ubi jalar untuk mencegah anemia pada ibu hamil. Metode: Dalam kegiatan pengabdian ini dilakukan peningkatan pengetahuan dengan memberikan penyuluhan tentang manfaat konsumsi ubi jalar untuk mencegah anemia dalam kehamilan, pemeriksaan HB serta pemberian ubi jalar kepada ibu hamil. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah diberikan penyuluhan kesehatan pre dan post test dengan p-value 0,000. Terdapat peningkatan Hb dengan rata-rata 0,4 gr/dl setelah diberikan intervensi mengkonsumsi ubi jalar selama 7 hari. Kesimpulan: Terdapat peningkatan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang anemia pada ibu hamil dan pemanfaatan ibu jalar terhadap peningkatan haemoglobin pada ibu hamil anemia. Terdapat  peningkatan kadar Hb pada ibu hamil setelah konsumsi ubi jalar selama 7 hari.
Peningkatan Pengetahuan dan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil Setelah Pemberian Penyuluhan dan Pemanfaatan Buah Bit Wijayanti, Ika; Dondi, Siana; Sihombing, Santa Erina Louise; Rerey, Heni Voni; Mawene, Eyllonggia
Indonesia Berdaya Vol 3, No 3: May-July 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022283

Abstract

Anemia is a common problem in the world. Anemia in pregnant women is caused by blood dilution or hemodilution. Handling of anemia in pregnant women can be done with 2 treatments, namely pharmacological and non-pharmacological. One of the efforts to increase HB levels is by using beetroot herbal plants (Beta vulgaris L). Service activities in the form of counseling and measuring hemoglobin levels before and after consumption of beets for 7 days. The data collection technique used is a total sampling technique, namely all pregnant women who experience anemia in the nolokla and asei small villages in September 2021. After counseling pregnant women, the knowledge of pregnant women has increased. Hemoglobin levels in pregnant women increased after an intervention by consuming beets for 7 days. This service activity is expected to increase maternal knowledge so that it can reduce the incidence of anemia, especially in mothers during pregnancy. Abstrak: Anemia merupakan masalah yang umum terjadi di dunia. Anemia pada ibu hamil disebabkan darah mengalami pengenceran atau hemodilusi. Penanganan anemia pada ibu hamil dapat dilakukan dengan 2 penanganan yaitu dengan farmakologis dan non farmakologis. Upaya meningkatkan kadar HB salah satunya dengan tumbuhan herbal buah bit (Beta vulgaris L). Kegiatan pengabdian berupa penyuluhan dan pengukuran kadar hemoglobin sebelum dan sesudah konsumsi buah bit selama 7 hari. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik sampling total yaitu semua ibu hamil yang mengalami anemia di kampung nolokla dan asei kecil bulan September 2021. Setelah dilakukan penyuluhan kepada ibu hamil, pengetahuan ibu hamil mengalami peningkatan. Kadar haemoglobin pada ibu hamil mengalami kenaikan setelah dilakukan intervensi dengan mengkonsumsi buah bit selama 7 hari. Kegiatan pengabdian ini diharapkan pengetahuan ibu dapat meningkat sehingga dapat mengurangi angka kejadian anemia terutama pada ibu selama kehamilan.
ANALISIS GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM FAKTOR RISIKO BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) PADA IBU HAMIL DENGAN MALARIA: STUDI KASUS Rerey, Heni Voni; Wijayanti, Ika; Ayomi, Andreas
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 34 No. 3 (2024): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v34i3.2076

Abstract

Papua has the highest rate of malaria cases among all provinces in Indonesia. Malaria is a scourge, especially among vulnerable groups, including pregnant women. Pregnant women with malaria increase the risk of giving birth to Low Birth Weight (LBW). This study aimed to analyze geographic information system risk factors for LBW in pregnant women with malaria. This research method was observational analytics using a matched case-control design. The study encompassed pregnant women residing in the Sentani health center working area, who were both afflicted with and unaffected by malaria, and sought outpatient care at the health center. With a population of 104 pregnant woman, and the sample used was the Total sampling technique. This study found that the distribution of LBW cases tends to increase if there are many malaria incidents in the area. The distribution pattern of malaria cases shows a tendency to gather in areas with high rainfall, areas with low air humidity and areas with high air temperatures, namely Nolokla and Asei Villages. To maintain the health of mothers and babies and avoid possible risks, it is necessary to increase supervision and vigilance in the months where the intensity of rain increases, namely from November to March, where rainfall is also related to humidity and temperature so that it affects the sustainability of mosquito larvae habitat
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dengan Model Pembelajaran Partisipatif Di Sekolah Dasar Yani, Mul; Rahmawati, Aenun; Wijayanti, Ika
Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengajaran Sekolah Dasar
Publisher : EDUPEDIA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56855/jpsd.v2i2.875

Abstract

Penelitian ini berfokus pada model pembelajaran partisipatif sebagai pendekatan yang menekankan keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan penerapan model pembelajaran partisipatif untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas 1 di SDIT Alif, dengan fokus pada pembelajaran Bahasa Arab mengenai materi Ta'aruf Nafsii (Perkenalan) dan Usrotii (Perkenalan Nama Anggota Keluarga). Pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) diterapkan selama dua siklus, melibatkan 21 siswa sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam hasil belajar siswa. Rata-rata nilai siswa meningkat dari 71 pada tes akhir siklus 1 menjadi 81 pada tes akhir siklus II. Peningkatan ini dapat dikaitkan dengan penggunaan model pembelajaran partisipatif dan implementasinya di kelas. Media pembelajaran yang digunakan melibatkan video pembelajaran lagu Bahasa Arab untuk perkenalan diri dan kolase gambar anggota keluarga untuk materi perkenalan nama. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran partisipatif sebagai metode yang efektif dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 1 di SDIT Alif, terutama dalam pembelajaran Bahasa Arab dengan materi perkenalan diri dan perkenalan nama anggota keluarga. Penerapan model ini oleh guru dengan tepat dapat memberikan kontribusi positif terhadap hasil belajar siswa. Model pembelajaran partisipatif mendorong siswa untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, dan membuat keputusan.
Komunitas Lokal Dalam Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan: Studi Pada Desa Wisata Gili Gede, Lombok Barat Hakim, Latifa Dinar Rahmani; Karyadi, Lalu Wiresapta; Wijayanti, Ika; Hilmi, Farida; Maulana , Dimas Andrian
JUPEIS : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 2 (2025): JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial
Publisher : Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jupeis.Vol4.Iss2.1593

Abstract

Gili Gede merupakan salah satu wisata rekomendasi di pulau Lombok yang banyak dikunjungi oleh berbagai pengunjung baik mancanegara maupun domestik. Gili Gede mempunyai berbagai potensi yang dimiliki, namun disatu sisi pengembangan wisata dirasa belum optimal. Komunitas lokal dan stakeholder dalam hal ini memegang peran penting dalam pengembangan pariwisata di Gili Gede. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perand an kontribusi komunitas lokal dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Melalui perspektif sosiologis dengan meminjam pendekatan kualitatif fenomenologi, peneliti berusaha melihat sejauh mana peran komunitas lokal dalam pengembangan pariwisata di Desa Gili Gede. Meminjam konsep modal milik Bourdieu, ditemukan bahwa terdapat 3 modal yang berperan dalam pengembangan desa wisata; modal sosial, ekonomi dan budaya. Ketiga modal tersebut mempunyai peran penting dalam memberdayakan masyarakat khususnya komunitas lokal Gili Gede. Pemberdayaan masyarakat ini yang kemudian berhasil untuk mengembangkan desa wisata Gili Gede menjadi pariwisata unggulan. Hal ini tidak terlepas dari adanya kesadaran kolektif masyarakat dan didukung oleh beberapa pihak baik dari desa, stakeholder dan pemerintah setempat. Sinergitas diperlukan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan solusi inovatif dan adaptif dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Efektifitas Terapi Aroma Terapi Lavender terhadap Pengurangan Nyeri Persalinan Kala 1 Fase Aktif di Puskesmas Sentani Kabupaten Jayapura Wijayanti, Ika
Journal of Midwifery Science: Basic and Applied Research Vol 7, No 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Prodi DIII Kebidanan Blora Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jomisbar.v7i1.13005

Abstract

Childbirth is something that is experienced by every woman who wants to remove the fetus from her womb. One thing that often accompanies this is pain. Pain during labor can be distinguished based on type, duration and intensity. Pain during labor can cause fatigue or weakness which can ultimately result in fetal distress, even death in the mother. In general, there are two ways to overcome pain during labor, namely by using pharmacological and non-pharmacological methods. The use of pharmacological methods reduces labor pain physiologically, but the psychological and emotional conditions of the mother will be neglected, while non-pharmacological methods are effective without adverse side effects and can increase satisfaction during labor because the mother can control her feelings and strength. some non-pharmacological methods for reducing pain are the use of lavender aromatherapy. This study aims to determine the effectiveness of lavender aromatherapy on reducing labor pain during the first active phase at the Sentani Health Center, Jayapura Regency. This study is a quasi-experimental study (Quasy Experiment) with a one group pretest-posttest design. The population in the study were all mothers giving birth in the Active phase at the Sentani Health Center, Jayapura Regency and the sample used was 15 mothers giving birth using the Non Probability Sampling technique with the "Accidental Sampling" approach. Results: there was a significant effect between pain intensity before and after being given lavender aromatherapy in mothers giving birth in the first stage of the active phase with a p value of -0.000 (, 0.05).
Transformasi Pola Hidup Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Lombok Timur Sebelum dan Setelah Keberangkatan ke Negara Tujuan Syafarina, Luckia; Amini, Lulu; Ananta, Maodia; Nisa, Mayla Padiatun; Wijayanti, Ika
Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia
Publisher : CV. Kurnia Grup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61476/r6x5ef83

Abstract

This study examines the lifestyle changes of Indonesian Migrant Workers (PMI) in East Lombok Regency before and after working abroad. Using a qualitative approach and a case study design, data were collected through interviews and observations with five informants. The findings indicate that unstable economic conditions are the main reason PMIs decide to work overseas. Before departure, they generally worked in the informal sector with incomes sufficient only for basic needs. After working abroad, there was a significant economic improvement, enabling PMIs to save, purchase assets such as land or houses, and meet tertiary needs. Although their lifestyle has not drastically changed, PMIs feel more capable of planning a better future. The study also reveals that communication technology helps maintain relationships with family members back home. These findings provide insights into the dynamics of PMIs’ lives, particularly regarding their economic, social, and psychological well-being.
Eksistensi Seni Pertunjukan Peresean pada Masyarakat Sasak Lombok Solikatun, Solikatun; Karyadi, Lalu Wirasapta; Wijayanti, Ika
SANGKéP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan Vol. 2 No. 1 (2019): Filantropi Islam, Resolusi Konflik, civil society dan Kearifan Lokal di Indones
Publisher : UIN Mataram dan Asosiasi Sosiologi Agama Indonesia (ASAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/sangkep.v2i1.349

Abstract

Culture is the product of human creation, feeling, and will. Culture is now shifting, for example, the shift of peresean tradition in Lombok sasak community. Through this study, the author is expected to find out the existence of peresean tradition and the meaning of peresean tradition to the community. This employed an explorative qualitative research method. The research took place in Karek Village, Praya Barat Daya Sub District, Lombok Tengah Regency. The subject of research was Darek villagers, in this case, taken using snowball sampling technique. The result of research showed that Peresean tradition is a traditional art of Sasak ethnic community in which two men are fighting against each other (pepadu) using weapon made of rattan stick and shield. In peresean tradition, there are rule and sanction in its implementation. Peresean performance is now conducted at certain times, e.g. on village or regency anniversary day, wedding party, low-season, RI independence day, or in guest welcoming event. Values contained in peresean tradition are life values including appreciating fraternity, friendship, economy, kinship, belief, culture, and art value. Meanwhile, the meaning ofperesean tradition includes a means of showing off man’s bravery, agility, and sturdiness, martial art, sportsmanship spirit, selfappreciation, establishing good relationship, and friendship. So, peresean traditional performance art in Sasak Lombok ethnic community has shifted viewed from its rule, meaning, and implementation time aspects.
Integrasi Alam dan Budaya Lokal Masyarakat Adat Sembalun Lawang solikatun, solikatun; Wijayanti, Ika; Komalasari, Maya Atri
SANGKéP: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan Vol. 4 No. 1 (2021): Special Issues: Religion and the COVID-19 Pandemic
Publisher : UIN Mataram dan Asosiasi Sosiologi Agama Indonesia (ASAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/sangkep.v4i1.1667

Abstract

Hubungan masyarakat dengan alam semesta sangat erat. Masyarakat memanfaatkan alam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Masyarakat dalam berinteraksi dengan alam menggunakan nilai dan aturan-aturan yang nantinya menjadi adat istiadat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam integrasi alam dan budaya lokal masyarakat Sembalun Lawang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian berada di Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Subyek dari penelitian ini adalah masyarakat di Desa Sembalun Lawang dalam penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling (bola salju). Adapun proses analisis dilakukan dalam beberapa tahapan yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan/verifikasi data dalam bentuk laporan penelitian. Hasil penelitian ini adalah masyarakat Sembalun Lawang sendiri memiliki hubungan yang sangat erat dengan alam. Dimana pandangan masyarakat mengenai alam, alam harus diperlakukan dengan sebaik mungkin. Masyarakat sangat tergantung pada alam, baik dalam bidang ekonomi, dan pariwisata. Alam juga turut serta memberi dampak terhadap berbagai tindakan sosial yang dilakukan oleh manusia. Interaksi antara manusia dan lingkungan alam menimbulkan adanya nilai dan norma-norma yang telah disepakati bersama oleh masyarakat setempat. Untuk menjaga dan melestarikan alam dan budaya lokal dibutuhkan partisipasi masyarakat dan kerjasama dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta.
Konstruksi Sosial Sungai Sebagai Tempat Sampah: (Studi Kasus Di Desa Aikmel Barat) Awalia, Hafizah; Wijayanti, Ika; Nuraidha, Erina
Jurnal Masyarakat Maritim Vol 6 No 1 (2022): Mei, 2022
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jmm.v6i1.4396

Abstract

Penelitian ini berjudul Konstruksi Sosial Sungai Sebagai Tempat Sampah (Studi Kasus di Desa Aikmel Barat), bertujuan untuk meneliti tentang konstruksi sosial sungai sebagai tempat sampah serta, faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat menjadikan sungai sebagai tempat sampah di Desa Aikmel Barat. Teori yang digunakan untuk menganalisis dalam penelitian ini ialah teori Konstruksi Sosial memiliki konsep yakni Eksternalisasi, Objektivasi, Internalisasi oleh Peter L. Berger. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, konstruksi sosial masyarakat yang terbentuk tentang sungai telah mengalami perubahan seiring dengan dinamika pola konsumsi masyarakat sehingga sungai beralih fungsi menjadi tempat sampah. Dialektika teori konstruksi sosia loleh Peter L Berger menghasilkan tiga konsep berpikir yakni Eksternalisasi (perilaku), Objektivasi (sikap), Internalisasi (tindakan). Eksternalisasi (perilaku) yakni pengalaman-pengalaman yang diperoleh oleh masyarakat dari pengetahuan sebelumnya, pengetahuan tentang sungai yang mulai kotor dan terecemar. Objetivasi (sikap) membentuk pola piker terhadap sungai yang tercemar hanya dimanfaatkan sebagai tempat sampah. Kedua proses tersebut membentuk sebuah Internalisasi (tindakan) berupa tindakan positif dan negatif. Tindakan positif ialah tindakan masyarakat yang menjaga lingkungan sungai dan tindakan negative ialah tindakan masyarakat yang terus menerus membuang sampah dan menjadikan sungai sebagai tempat sampah. selain itu, faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat membuang sampah di sungai ialah faktor kesadaran, faktor kebiasaan, kebudayaan menyimpang, faktor pemahaman yang salah, dan fasilitas yang tidak memadai.