Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Conscientiousness on Affective Commitment to Change: The Mediating Role of Psychological Ownership Halim, M; Umaroh, Rodhiah; Siahaan, Nur Halimah; Martini, Aldini Nofta; Nisa, Risya Khaerun
Hasanuddin Economics and Business Review VOLUME 8 NUMBER 1, 2024
Publisher : Faculty of Economics and Business, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26487/hebr.v8i1.5543

Abstract

Based on self-determination theory, this study identified the effect of conscientiousness on the affective commitment to change of lecturers in Indonesian universities. This study empirically examined the uniqueness of conscientiousness which is strongest and most consistently associated with various outcomes. The mediation effect of psychological ownership of lecturers was also examined. A total of 321 responses were analyzed using a two-stage structural equation modeling (SEM) approach to confirm factors and test the study hypotheses. The results showed that the level of conscientiousness had a significant effect on psychological ownership. Conscientiousness had a significant indirect effect on affective commitment to change only through the psychological ownership of the lecturers. These results support the mediating role of lecturers' psychological ownership level in explaining the influence between conscientiousness and the level of affective commitment to change for lecturers.
Penatalaksanaan Terapi Latihan Pada Kasus Post Operasi ACL Sinistra Minggu Ke 2 Nur Iffani Khoirun Nisa; Wijianto Wijianto; Halim Mardianto
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2024): Maret : Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jikki.v4i1.2946

Abstract

The ACL is the most frequently injured knee ligament, accounting for almost half of all knee injuries. from approximately 33 cases in 100,000 in 1994 to between 40 and 60 incidents in 100,000 in 2014. This number is expected to continue to increase as a result of increased participation of adolescents and young adults in athletic activities. The aim of providing interventions is to reduce pain, increase strength muscle, increase muscle strength and to increase the functional activity of the patient and the patient can continue to the next phase of training. In previous studies, physical therapy has been shown to be very important for surgical recovery to regain strength and range of motion. The results obtained were a decrease in pain which was related to an increase in muscle strength, a decrease in pain and an increase in muscle strength influenced the increase in ROM in the knee, which could increase the functional activity of the injured leg.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI DENGAN TERAPI LATIHAN (ISOMETRIC EXERCISE) PADA KONDISI MENISCUSS TEARS: CASE REPORT Nisya Khairani Simatupang; Adnan Faris Naufal; Halim Mardianto
Physio Journal Vol. 4 No. 1 (2024): MARET
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/phyjou.v4i1.1394

Abstract

Latar Belakang: Meniscuss Tears adalah salah satu cedera terkait olahraga yang sering kali memerlukan pembedahan dikarenakan adanya nyeri dan disfungsi lutut. Penanganan lebih lanjut perlu dilakukan, karena beberapa penelitian menyebutkan bahwa individu dengan kasus Meniscuss Tears dapat mengalami resiko terjadinya cedera berulang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efek pemberian terapi latihan dengan isometric exercise pada pasien dengan cedera meniscuss tears. Metode penelitian ini menggunakan case report dengan Single subject research yang dilakukan kepada seorang atlet sekaligus mahasiswa berusia 21 tahun dengan riwayat cedera meniscuss tears. Penelitian ini dilakukan di bulan Oktober 2023 selama 1 bulan. Dimana subjek diberikan intervensi fisioterapi berupa modalitas elektrotherapy (TENS, Cryotherapy) dan terapi latihan (isometric exercise) selama 2 minggu. Terapi dilakukan selama 4 kali dan dilakukan follow up pengukuran kemampuan fungsional dengan The Tegner Lysholm Scale. Adapun Hasil dari efek terapi latihan dengan isometric exercise dalam kurun waktu selama 2 minggu didapatkan penurunan tingkat nyeri, peningkatan lingkup gerak sendi, peningkatan kekuatan otot knee, serta peningkatan kemampuan aktifitas fungsional secara optimal. Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan bahwa terdapat penurunan nyeri, peningkatan kekuatan otot tungkai, endurance, koordinasi, serta kemampuan fungsional secara optimal.
OPEN KINETIC CHAIN PROGRAM PADA FASE 1 POST ANTERO CRUCIATE LIGAMENT UNTUK PENAMBAHAN LGS DAN MAINTENANCE OTOT HAMSTRING – HOME BASED PROGRAM: CASE REPORT Keumala, Melati Ulee; Agus Widodo; Halim Mardianto
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 3 No. 9: Februari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v3i9.7489

Abstract

Cedera pada saat olahraga dapat disebabkan oleh cedera akut (trauma) dan cedera karena overuse (pemakaian berlebih). Sebesar 60 % cedera olahraga sering terjadi pada bagian ekstremitas bawah terutama pada knee joint yang berfungsi sebagai stabilisator gerakan knee. Salah satu cedera lutut yang paling sering terjadi di area knee joint yaitu pada Anterior Cruciate Ligament (ACL). Penanganan Cedera ACL bisa dilakukan dengan prosedur rekonstruksi atau konservatif. Tujuan: Untuk mengetahui apakah pemberian modalitas fisioterapi berupa latihan dengan open kinetic chain dengan home based program efektif digunakan dalam peningkatan lingkup gerak sendi dan maintenance otot hamstring pada kasus rehabilitasi ACLR fase 1. Hasil dan Pembahasan: Setelah diberikan intervensi fisioterapi selama 3 kali pertemuan dan home program didapatkan hasil bahwa peningkatan lingkup gerak sendi, mengurangi nyeri, maintenance otot hamstring, mengurangi oedema pada area knee joint, meningkatkan kemampuan otot fleksor dan ekstensor, dan dapat meningkatkan kemampuan aktivitas fungsional pada pasien. Kesimpulan: modalitas fisioterapi dengan basis open kinetic chain program dengan home program terbukti efektif pada kasus pasca rekonstruksi ACL fase 1.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS PASCA OPERASI PCL SINISTRA Hanifa, Miftahul Fauziah; Isnaini Herawati; Halim Mardianto
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 3 No. 9: Februari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v3i9.7492

Abstract

Olahraga saat ini menjadi kebutuhan penting untuk menjaga kesehatan dan hiburan, tetapi seringkali dapat menyebabkan cedera pada sistem gerak manusia. Cedera olahraga dapat disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Salah satu cedera umum adalah cedera pada bagian lutut, terutama Cedera Posterior Cruciate Ligament . PCL adalah ligamen yang menjaga dan menstabilkan sendi lutut, dan cedera dapat terjadi saat gerakan ekstrem ke arah anterior pada tulang tibia dalam posisi fleksi lutut. Meskipun banyak cedera PCL dapat diatasi secara konservatif, cedera parah memerlukan rekonstruksi bedah dengan menggunakan cangkok tendon Achilles. Pasca tindakan rekonstruksi PCL, pasien sering mengalami masalah seperti nyeri, keterbatasan gerak, dan edema. Fisioterapi menjadi pendekatan konservatif untuk mengatasi masalah ini melalui program terapi latihan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan laporan kasus pada pasien yang menjalani operasi rekonstruksi PCL. Hasil evaluasi dari program latihan, termasuk berbagai latihan dan cryotherapy, menunjukkan efektivitas dalam mengurangi nyeri, meningkatkan gerak sendi, dan mengurangi edema pada area pasca operasi.