Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI DENGAN TERAPI LATIHAN (ISOMETRIC EXERCISE) PADA KONDISI MENISCUSS TEARS: CASE REPORT Nisya Khairani Simatupang; Adnan Faris Naufal; Halim Mardianto
Physio Journal Vol. 4 No. 1 (2024): MARET
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/phyjou.v4i1.1394

Abstract

Latar Belakang: Meniscuss Tears adalah salah satu cedera terkait olahraga yang sering kali memerlukan pembedahan dikarenakan adanya nyeri dan disfungsi lutut. Penanganan lebih lanjut perlu dilakukan, karena beberapa penelitian menyebutkan bahwa individu dengan kasus Meniscuss Tears dapat mengalami resiko terjadinya cedera berulang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efek pemberian terapi latihan dengan isometric exercise pada pasien dengan cedera meniscuss tears. Metode penelitian ini menggunakan case report dengan Single subject research yang dilakukan kepada seorang atlet sekaligus mahasiswa berusia 21 tahun dengan riwayat cedera meniscuss tears. Penelitian ini dilakukan di bulan Oktober 2023 selama 1 bulan. Dimana subjek diberikan intervensi fisioterapi berupa modalitas elektrotherapy (TENS, Cryotherapy) dan terapi latihan (isometric exercise) selama 2 minggu. Terapi dilakukan selama 4 kali dan dilakukan follow up pengukuran kemampuan fungsional dengan The Tegner Lysholm Scale. Adapun Hasil dari efek terapi latihan dengan isometric exercise dalam kurun waktu selama 2 minggu didapatkan penurunan tingkat nyeri, peningkatan lingkup gerak sendi, peningkatan kekuatan otot knee, serta peningkatan kemampuan aktifitas fungsional secara optimal. Kesimpulan dari penelitian ini didapatkan bahwa terdapat penurunan nyeri, peningkatan kekuatan otot tungkai, endurance, koordinasi, serta kemampuan fungsional secara optimal.
OPEN KINETIC CHAIN PROGRAM PADA FASE 1 POST ANTERO CRUCIATE LIGAMENT UNTUK PENAMBAHAN LGS DAN MAINTENANCE OTOT HAMSTRING – HOME BASED PROGRAM: CASE REPORT Keumala, Melati Ulee; Agus Widodo; Halim Mardianto
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 3 No. 9: Februari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v3i9.7489

Abstract

Cedera pada saat olahraga dapat disebabkan oleh cedera akut (trauma) dan cedera karena overuse (pemakaian berlebih). Sebesar 60 % cedera olahraga sering terjadi pada bagian ekstremitas bawah terutama pada knee joint yang berfungsi sebagai stabilisator gerakan knee. Salah satu cedera lutut yang paling sering terjadi di area knee joint yaitu pada Anterior Cruciate Ligament (ACL). Penanganan Cedera ACL bisa dilakukan dengan prosedur rekonstruksi atau konservatif. Tujuan: Untuk mengetahui apakah pemberian modalitas fisioterapi berupa latihan dengan open kinetic chain dengan home based program efektif digunakan dalam peningkatan lingkup gerak sendi dan maintenance otot hamstring pada kasus rehabilitasi ACLR fase 1. Hasil dan Pembahasan: Setelah diberikan intervensi fisioterapi selama 3 kali pertemuan dan home program didapatkan hasil bahwa peningkatan lingkup gerak sendi, mengurangi nyeri, maintenance otot hamstring, mengurangi oedema pada area knee joint, meningkatkan kemampuan otot fleksor dan ekstensor, dan dapat meningkatkan kemampuan aktivitas fungsional pada pasien. Kesimpulan: modalitas fisioterapi dengan basis open kinetic chain program dengan home program terbukti efektif pada kasus pasca rekonstruksi ACL fase 1.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS PASCA OPERASI PCL SINISTRA Hanifa, Miftahul Fauziah; Isnaini Herawati; Halim Mardianto
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 3 No. 9: Februari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v3i9.7492

Abstract

Olahraga saat ini menjadi kebutuhan penting untuk menjaga kesehatan dan hiburan, tetapi seringkali dapat menyebabkan cedera pada sistem gerak manusia. Cedera olahraga dapat disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Salah satu cedera umum adalah cedera pada bagian lutut, terutama Cedera Posterior Cruciate Ligament . PCL adalah ligamen yang menjaga dan menstabilkan sendi lutut, dan cedera dapat terjadi saat gerakan ekstrem ke arah anterior pada tulang tibia dalam posisi fleksi lutut. Meskipun banyak cedera PCL dapat diatasi secara konservatif, cedera parah memerlukan rekonstruksi bedah dengan menggunakan cangkok tendon Achilles. Pasca tindakan rekonstruksi PCL, pasien sering mengalami masalah seperti nyeri, keterbatasan gerak, dan edema. Fisioterapi menjadi pendekatan konservatif untuk mengatasi masalah ini melalui program terapi latihan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan laporan kasus pada pasien yang menjalani operasi rekonstruksi PCL. Hasil evaluasi dari program latihan, termasuk berbagai latihan dan cryotherapy, menunjukkan efektivitas dalam mengurangi nyeri, meningkatkan gerak sendi, dan mengurangi edema pada area pasca operasi.
Linking Strategic Planning Participation to Budgetary Slack: Evidence from Procedural Justice and Affective Commitment Risya Khaerun Nisa; M. Halim; Ziad Esa Yazid
Hasanuddin Economics and Business Review VOLUME 9 NUMBER 1, 2025
Publisher : Faculty of Economics and Business, Hasanuddin University, Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26487/hebr.v9i1.6453

Abstract

This study explores how managerial involvement in strategic planning influences the tendency to create budgetary slack, focusing on the mediating roles of perceived procedural justice and affective commitment. Addressing a gap in the budgeting literature—which often prioritizes participative budgeting over strategic-level involvement—the research surveyed mid- to upper-level managers across various industries in Indonesia who were engaged in both strategic planning and budgeting activities. Using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), five hypothesized relationships were tested. The results reveal that participation in strategic planning significantly enhances managers’ perceptions of procedural justice and their affective commitment to the organization. In turn, these two factors negatively affect the inclination to create budgetary slack, indicating that fairness and emotional attachment play critical roles in curbing opportunistic behavior during budgeting. All hypotheses were statistically supported, reinforcing the theoretical framework. By integrating social exchange theory and self-determination theory, this study contributes to the management accounting field by providing a deeper understanding of the ethical dynamics underlying budgeting practices. Practically, the findings suggest that organizations should embed inclusive and fair processes in strategic decision-making to foster commitment and reduce dysfunctional budgeting behaviors.
Peran Work-Life Balance: Hubungan Antara Otonomi Kerja dan Keterlibatan Kerja Pada Pendidikan Tinggi di Indonesia M Halim; Yuni Siswanti; Tiara Juniar Soewardi; Aldini Nofta Martini Martini
General Multidisciplinary Research Journal Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Global Sustainability Research Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/general.v2i1.32

Abstract

Introduction: This study extends previous research that uncovers the relationship between job autonomy and work engagement, and examines the mediating effect of work-life balance on lecturers in Indonesian higher education. Methods: We collected research data using an online survey of lecturers in Indonesian higher education, and analyzed the data. Results: As a result of the research data analysis, we found that there is a mediating effect of work-life balance. Conclusion and suggestion: As a result of the research data analysis, we found that there is a mediating effect of work-life balance. Future studies should analyze samples from different countries with different cultures and institutions to compare the results or use these variables as control variables. It is necessary to include different types of companies in the sample or to examine whether there are differences in the results of the study depending on the size of the company or industry.