Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

ANALISIS FITOKONSTITUEN EKSTRAK ETANOL MAKROALGA MERAH (Euchema cottonii) YANG DIKOLEKSI DARI PETANI RUMPUT LAUT DI PULAU SERANGAN, DENPASAR-BALI Yanti, Suri; Permatasari, Putri; Sari, Yunita; Wiradana, Angga; sandhika; Rosiana
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jkt.v8i1.2988

Abstract

Makroalga merah, Euchema cottonii secara tradisional telah dimanfaatkan sebagai makanan fungsional dan kesehatan, seperti menjaga imunitas tubuh dan kesehatan saluran pencernaan. Di sisi lain, makroalga merah ini banyak dimanfaatkan sebagai makanan tradisional pembuatan “rujak bulung” (makanan tradisional khas Bali). Dalam penelitian ini, ekstrak etanol makroalga merah ini dianalisis dan diidentifikasi kandungan senyawa aktifnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis senyawa aktif yang dapat diaplikasikan sebagai sumber obat yang terkandung dalam makroalga merah yang dikoleksi dari petani makroalga merah di Pulau Serangan, Denpasar-Bali. Analisis profil senyawa aktif secara kuantitatif ditentukan dengan menerapkan instrument GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 14 senyawa aktif diperoleh dari ekstrak etanol makroalga merah ini. Hexadecanoic acid, ethyl ester teridentifikasi sebesar 29.81% pada retention time (RT) 15.380. Profil senyawa dengan area peak terendah ditunjukkan oleh Cyclotrisiloxane, hexamethyl yaitu sebesar 0.82% dengan nilai RT sebesar 18.339. Senyawa Hexadecanoic acid dilaporkan memiliki potensi sebagai aktivitas anti-kanker, antimikroba patogen makanan, dan sumber antioksidan. Kata kunci: Eucheuma cottonii, GCMS, senyawa aktif, Hexadecanoic acid, makanan tradisional
FORMULASI NANOEMULSI BERBASIS TANAMAN OBAT MENGGUNAKAN SURFAKTAN ALAMI SEBAGAI TERAPI ANTIVIRAL INFLUENZA: TINJAUAN NARATIF 2019–2024 Ike Maya Permanasari; Rosiana
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/wetpyx28

Abstract

Influenza merupakan salah satu masalah kesehatan global yang signifikan akibat tingginya laju mutasi virus, pola kejadian musiman, serta meningkatnya resistensi terhadap obat antivirus konvensional. Nanoemulsi berkembang sebagai sistem penghantaran obat yang menjanjikan karena mampu meningkatkan kelarutan, stabilitas, dan penyerapan seluler senyawa bioaktif hidrofobik yang berasal dari tanaman obat. Tinjauan naratif ini merangkum bukti ilmiah yang dipublikasikan pada periode 2019–2024 terkait pengembangan formulasi nanoemulsi berbasis herbal dengan penggunaan surfaktan alami untuk terapi antiviral influenza. Pencarian literatur dilakukan melalui PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Sebanyak 15 studi memenuhi syarat dan dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan bahwa Curcuma longa, Nigella sativa, Zingiber officinale, dan Ocimum basilicum merupakan tanaman obat yang paling banyak diteliti, mengandung senyawa aktif seperti kurkumin, timoquinon, gingerol, dan eugenol dengan potensi antiviral yang tinggi. Surfaktan alami termasuk lesitin, saponin, dan gum arabic terbukti mampu menghasilkan droplet berukuran nano (<200 nm) dengan stabilitas fisikokimia yang baik serta peningkatan aktivitas antivirus. Secara mekanistik, nanoemulsi herbal bekerja melalui inhibisi masuknya virus, penurunan ekspresi hemagglutinin, serta modulasi respons imun inang. Meskipun hasilnya menjanjikan, sebagian besar penelitian masih terbatas pada uji in vitro sehingga diperlukan kajian praklinik dan klinik lebih lanjut. Secara keseluruhan, nanoemulsi berbasis tanaman obat dengan surfaktan alami berpotensi menjadi pendekatan terapi yang aman dan efektif untuk penanganan infeksi influenza.
ANALISIS POLA ASUH ORANG TUA YANG BEKERJA TERHADAP PEMBENTUKAN MORAL KEJUJURAN ANAK Rosiana; Irfai Fathurohman; Mohammad Syaffruddin Kuryanto
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 10 No. 6 (2021): December
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpfkip.v10i6.8235

Abstract

This study aimed to find out the parenting styles of working parents on shaping children’s honesty. This research used a qualitative approach and the type of case study research conducted at grade V SDN 3 Mayonglor, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara. The respondents were students, their parents from several different occupations, and teachers. The data were collected thorugh unstructured observation, unstructured interview, and documentation. The data analysis used was descriptive qualitative data analysis. Based on the results of research, it was found that: 1) the parenting style in families with different types of work included: democratic and authoritarian. Whereas, with the regard to students’ moral, the researcher focused on honesty. It was found that the children’s honesty still needed to be improved. Thus, it was suggested for parents to provide appropriate parenting styles for the children to shape and improve the honesty for their children.
EFEKTIVITAS LAYANAN UNTUK ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA DI PPSBL MUTMAINNAH LOMBOK TENGAH Rosiana; Herlina; Sa'di, Kholisus
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 9 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/comm-edu.v9i1.30781

Abstract

Mental health services in Indonesia face challenges related to accessibility, the availability of professional personnel, and the unequal distribution of facilities. These service disparities have become increasingly evident, as individuals with mental disorders (IMDs) often receive the least attention or are even neglected. This study aims to examine the effectiveness of services for individuals with mental disorders at the Bina Laras Mutmainnah Social Service Center, Central Lombok. This study employed a descriptive quantitative approach using a survey method. Data were collected through a closed-ended Likert-scale questionnaire consisting of 20 statements based on six indicators: service quality, service satisfaction, service outcomes, improvement of social functioning, improvement of quality of life, and reduction of mental disorder symptoms. The results indicate that the effectiveness of social services for individuals with mental disorders at PPSBL Mutmainnah is categorized as very effective, with an overall achievement of 86.95% of the ideal total score. The highest score was obtained in the service satisfaction indicator (91.50%), while the lowest score was found in the service outcomes indicator (80.80%). Nevertheless, all indicators remained within the effective category. This study presents novelty through the use of six integrated indicators and the direct involvement of service beneficiaries as the main respondents, resulting in findings that are more authentic and contextually grounded.   Pelayanan kesehatan jiwa di Indonesia menghadapi kendala dari segi aksesibilitas, ketersediaan tenaga profesional, serta fasilitas yang belum merata. Ketimpangan layanan ini menjadi semakin nyata dimana ODGJ sering kali mendapatkan perhatian terakhir atau bahkan diabaikan. Tjuan penelitian ini untuk Mengetahui Efektivitas Layanan Orang dengan Gangguan Jiwa di Pusat Pelayanan Sosial Bina Laras Mutmainnah Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup skala Likert yang terdiri dari 20 pernyataan berdasarkan enam indikator: kualitas layanan, kepuasan layanan, hasil layanan, peningkatan fungsi sosial, peningkatan kualitas hidup, dan pengurangan gejala gangguan jiwa. Hasil penelitiannya adalah Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas layanan sosial bagi ODGJ di PPSBL Mutmainnah tergolong sangat efektif dengan capaian keseluruhan sebesar 86,95% dari total skor ideal. Indikator dengan nilai tertinggi adalah kepuasan layanan (91,50%), sedangkan nilai terendah terdapat pada indikator hasil layanan (80,80%), namun seluruh indikator tetap berada dalam kategori efektif. Penelitian ini menghadirkan kebaruan melalui penggunaan enam indikator terintegrasi serta keterlibatan langsung penerima manfaat sebagai responden utama, sehingga menghasilkan temuan yang lebih autentik dan kontekstual.