Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

TEKNOLOGI PLASMA DIELECTRIC BARRIER DISCHARGE DALAM MENGURANGI BOD, COD LIMBAH CAIR INDUSTRI KELAPA SAWIT Lailatul Rahmi; Sri Yanti Lisha; Vina Lestari Riyandini
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol 23, No 1 (2023): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/stsp.v23i1.554

Abstract

Teknologi pengolahan limbah cair kelapa sawit saat ini masih banyak yang menggunakan teknologi konvensional berupa pengolahan biologis seperti kolam aerasi. Pengolahan ini membutuhkan lahan yang luas sehingga perlu dicari alternative teknologi pengolahan  lainnya yang tidak membutuhkan lahan luas tapi mampu untuk menurunkan kadar COD dan BOD pada limbah cair industri kelapa sawit, seperti teknologi plasma. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas teknologi plasma tipe dielectric barrier discharge dalam menurunkan BOD dan COD limbah cair kelapa sawit. Dalam pengujian ini limbah cair industri kelapa sawit diberi tegangan yang berbeda-beda sebesar 0 Kv, 15Kv, 20Kv, 25 Kv. Didapatkan kadar BOD dengan tegangan 25 kV sebesar 184 mg/l dengan tingkat efisiensi sebesar 97% dan COD sebesar 321 mg/l dengan tingkat efisiensi sebesar sebesar 97%.
Pengolahan Sampah Sayur Pasar Bukit Surungan Kota Padang Panjang Dengan Takakura Susun Lestari Riyandini, Vina; Aziz , Rizki; Betria
Jurnal Sains Informatika Terapan Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Sains Informatika Terapan (Oktober, 2023)
Publisher : Riset Sinergi Indonesia (RISINDO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62357/jsit.v2i3.200

Abstract

Belum maksimalnya pengolahan sampah sayur di pasar Bukit Surungan Kota Padang Panjang. Menyebabkan banyaknya sampah sayur yang terbengkalai, sehingga dibutuhkan pengolahan yang tepat dalam mengatasi sampah sayur. Teknologi composting menjadi solusi tepat dalam mengatasi sampah sayur di Pasar Sayur Bukit Surungan Kota Padang Panjang. Metode pengomposan yang digunakan adalah pengomposan dengan Takakura Susun dan penambahan EM4 (Effektive Microorganism) dengan variasi penambahan sampah organik per 1 hari, 3 hari, 5 hari, dan 7 hari. Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa dalam waktu 12 hari kompos sudah dapat digunakan, dengan perlakukan penambahan sampah organik setiap hari selama 7 hari berturut- turut. Adapun kandungan kompos yang dihasilkan menunjukan kadar rasio C/N sebesar 10.96, karbon 12.50 dengan sifat fisik kompos berwarna kehitaman, berbau tanah, dan bertekstur seperti tanah dengan kadar air 19 %, suhu 270C dan pH 6.8.
Daur Ulang Limbah Plastik Polyethylene Terephthalate (PET) dan Abu Terbang (Fly Ash) Menjadi Paving Block Lestari Riyandini, Vina; Sawir, Hendri; Ilham, Syukri
Journal of Applied Civil Engineering and Infrastructure Technology Vol 5 No 1 (2024): Agustus 2024
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52158/jaceit.v5i1.754

Abstract

Plastic waste that was disposed of carelessly into the environment causes side effects, namely for groundwater, and was difficult for the soil to decompose, even for hundreds of years. Meanwhile, fly ash has the potential to pollute rivers and seas which were the center of life for coastal communities. Therefore efforts were made to utilize this waste, one of which was in the manufacture of paving blocks. Paving block was a means of transportation that was commonly used in road pavements. This study aims to utilize PET and fly ash plastic waste and determine whether the resulting paving blocks meet standards. This study used a simple method, namely heating PET plastic using a paint-fired gas stove mixing fly ash, and then molding it with the composition of each material, namely 0,5 kg (plastic): 1,5 kg (fly ash), 1 kg (plastic): 1 kg (fly ash), and 1,5 kg (plastic): 0,5 kg (fly ash). The resulting paving blocks were tested for quality according to SNI 03-0691-1996 standards. Based on the research results, the best paving block was obtained with a mixture composition of 1 kg (plastic): 1 kg (fly ash) which has a compressive strength value that almost meets the standard, which was 8.30 MPa and a water absorption capacity of 15.20 %.
Pengolahan Sampah Sayur Pasar Bukit Surungan Kota Padang Panjang dengan Takakura Susun Lestari Riyandini, Vina
Jurnal Teknik dan Teknologi Tepat Guna Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Teknik dan Teknologi Tepat Guna
Publisher : Riset Sinergi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62357/j-t3g.v1i1.77

Abstract

Belum maksimalnya pengolahan sampah sayur di pasar Bukit Surungan Kota Padang Panjang. Menyebabkan banyaknya sampah sayur yang terbengkalai, sehingga dibutuhkan pengolahan yang tepat dalam mengatasi sampah sayur. Teknologi composting menjadi solusi tepat dalam mengatasi sampah sayur di Pasar Sayur Bukit Surungan Kota Padang Panjang. Metode pengomposan yang digunakan adalah pengomposan dengan Takakura Susun dan penambahan EM4 (Effektive Microorganism) dengan variasi penambahan sampah organik per 1 hari, 3 hari, 5 hari, dan 7 hari. Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa dalam waktu 12 hari kompos sudah dapat digunakan, dengan perlakukan penambahan sampah organik setiap hari selama 7 hari berturut- turut. Adapun kandungan kompos yang dihasilkan menunjukan kadar rasio C/N sebesar 10.96, karbon 12.50 dengan sifat fisik kompos berwarna kehitaman, berbau tanah, dan bertekstur seperti tanah dengan kadar air 19 %, suhu 270C dan pH 6.8.
Analisis Mikroplastik Pada Air Minum Dalam Kemasan Di Kota Padang Ikhram, Muhammad; Fitrada, Wathri; Riyandini, Vina Lestari
METANA Vol 20, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/metana.v20i2.62832

Abstract

Air minum adalah air yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Saat ini mikroplastik telah mencemari berbagai makanan dan minuman termasuk air minum dalam kemasan. Mikroplastik merupakan partikel plastik yang berukuran kurang dari 5 mm. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada AMDK asal Indonesia ditemukan mikroplastik pada AMDK yang tidak terpapar matahari. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung kelimpahan dan menganalisis jenis mikroplastik pada Air Minum Dalam Kemasan di Kota Padang. Selain itu juga dilakukan Uji Kruskal Wallis untuk mengetahui perbedaan konsentrasi mikroplastik terhadap merek Air Minum Dalam Kemasan yang berbeda di Kota Padang. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 30 AMDK 600 ml yang berasal dari 3 merek berbeda. Analisis mikroplastik dilakukan melalui 2 tahapan, yaitu penyaringan dengan bantuan vacuum filter dan pengamatan menggunakan mikroskop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sampel AMDK telah terkontaminasi mikroplastik. Kelimpahan rata – rata mikroplastik yang ditemukan pada sampel AMDK terdapat pada rentang 5–11 partikel/L. Partikel mikroplastik yang ditemukan didominasi oleh partikel fragmen, lalu diikuti oleh fiber dan pellet. Berdasarkan hasil dari Uji Kruskal Wallis yang telah dilakukan didapatkan nilai output Asymp.Sig adalah sebesar 0,002 yang berarti ada perbedaan signifikan antara kelimpahan mikroplastik ketiga merek AMDK.  Drinking water is defined as water that meets the necessary health requirements for human consumption. It has been found that microplastics, which are plastic particles smaller than 5mm, have contaminated various foods and beverages, including bottled drinking water. Research conducted on bottled water from Indonesia has shown that microplastics were present in bottled water that had not been exposed to sunlight. This study aimed to determine the abundance and types of microplastics present in bottled drinking water in Padang City. Additionally, we conducted the Kruskal Wallis Test to identify any differences in microplastic concentrations among the different brands of bottled drinking water in Padang City. Our sample consisted of 30 bottles of 600 ml from three distinct brands. Microplastic analysis was conducted in two stages: filtering with a vacuum filter and observation under a microscope. The results indicate that the bottled water samples were contaminated with microplastics, with an average abundance of 5-11 particles/L.  Fragment particles were the most dominant type of microplastic found, followed by fibers and pellets, according to the results of the Kruskal-Wallis Test, the Asymp.Sig output value is 0.002, indicating a significant difference in microplastic abundance among the three bottled water brands. 
Implementasi Sistem Wisata Terintegrasi Dengan Event Lomba Lintas Alam Wisata Nasional Di Kawasan Geopark Equator Pasaman Ahmad Fadhly; Riam Marlina Amsya; Hisni Rahmi; Afni Nelvi; Riko Ervil; Elmawati Elmawati; Vina Lestari Riyandini; Yudi Arista Yulanda
Solusi Bersama : Jurnal Pengabdian dan Kesejahteraan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): Mei : Solusi Bersama : Jurnal Pengabdian dan Kesejahteraan Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/solusibersama.v1i2.175

Abstract

The Equator Pasaman Geopark area, with its natural beauty and cultural diversity, is a potential destination to be developed. Equator Pasaman Geopark is a geopark located in West Sumatra, Indonesia, which combines geological, biological, and cultural diversity. In addition to being an attractive tourist destination, this geopark also plays a role in the preservation of nature and culture, as well as sustainable local economic development. The uniqueness of the geopark, such as its location on the equator line, national history with the figure of Tuanku Imam Bonjol, and biodiversity, make it a valuable asset for tourism promotion and environmental education. Service activities were carried out at the National Cross Tourism Competition (LAWNAS). The purpose of this community service activity is the promotion of geoparks, environmental promotion, cultural preservation, local economic development, increasing tourism, and external party partnerships. The research method is to identify service to the integrated tourism system, then organize competitions, as well as promotion and marketing of geotourism and finally environmental education and conservation. The parties involved in this activity include local governments, communities, and community service teams. The results of this community service activity show that all contribute and are actively involved in this activity, thus making a positive contribution to the development of local tourism
Teknologi Plasma Dielectric Barrier Discharge Dalam Mengurangi BOD, COD Limbah Cair Industri Kelapa Sawit Lailatul Rahmi; Sri Yanti Lisha; Vina Lestari Riyandini
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 23 No. 1 (2023): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/f8x3xt08

Abstract

Teknologi pengolahan limbah cair kelapa sawit saat ini masih banyak yang menggunakan teknologi konvensional berupa pengolahan biologis seperti kolam aerasi. Pengolahan ini membutuhkan lahan yang luas sehingga perlu dicari alternative teknologi pengolahan  lainnya yang tidak membutuhkan lahan luas tapi mampu untuk menurunkan kadar COD dan BOD pada limbah cair industri kelapa sawit, seperti teknologi plasma. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektivitas teknologi plasma tipe dielectric barrier discharge dalam menurunkan BOD dan COD limbah cair kelapa sawit. Dalam pengujian ini limbah cair industri kelapa sawit diberi tegangan yang berbeda-beda sebesar 0 Kv, 15Kv, 20Kv, 25 Kv. Didapatkan kadar BOD dengan tegangan 25 kV sebesar 184 mg/l dengan tingkat efisiensi sebesar 97% dan COD sebesar 321 mg/l dengan tingkat efisiensi sebesar sebesar 97%.
PENERAPAN FITOREMEDIASI MENGGUNAKAN RUMPUT TEKI DALAM PENURUNAN BOD PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI MINYAK SAWIT Vina Lestari Riyandini; Hendri Sawir; Andi Irawan; Sri Yanti Lisha
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 23 No. 2 (2023): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/s8a2xy65

Abstract

Fitoremediasi merupakan salah satu teknologi dalam pemulihan pencemaran lingkungan. Teknologi ini memanfaatkan media tanaman sebagai penyerap zat pencemar. Tanaman rumput teki merupakan salah satu tanaman yang berpotensi dalam menyerap zat pencemar. Penerapan fitoremediasi menggunakan rumput teki pada limbah cair kelapa sawit diharapkan dapat menurunkan zat pencemar organik melalui parameter BOD. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efektifitas penerapan fitoremediasi menggunakan rumput teki dalam menurunkan kadar Biological Oxygen Demand (BOD) pada limbah cair industri kelapa sawit. Penelitian ini menggunakan reactor batch dengan variasi jumlah tanaman 5, 10 dan 15 batang tanaman serta variasi waktu kontak terhadap limbah dengan tanaman 5 hari, 10 hari dan 15 hari. Konsentrasi BOD awal pada limbah sebesar 4.236 mg/L dengan pengenceran optimum 40%. Setelah dilakukan proses fitoremediasi selama 15 hari dengan menggunakan 15 tanaman didapatkan penurunan konsentrasi parameter BOD menjadi 98mg/L dengan efisiensi penyisihan 97,66%. Nilai tersebut memenuhi nilai baku mutu kadar BOD menurut PermenLH no 5 tahun 2014 maksimal 100 mg/L. Hal ini membuktikan bahwa tanaman rumput teki efektif dalam menurunkan kadar limbah cair industri minyak sawit khususnya BOD dengan metode fitoremediasi
PENERAPAN FITOREMEDIASI MENGGUNAKAN RUMPUT TEKI DALAM PENURUNAN BOD PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI MINYAK SAWIT Vina Lestari Riyandini; Hendri Sawir; Andi Irawan; Sri Yanti Lisha
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 23 No. 2 (2023): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/s8a2xy65

Abstract

Fitoremediasi merupakan salah satu teknologi dalam pemulihan pencemaran lingkungan. Teknologi ini memanfaatkan media tanaman sebagai penyerap zat pencemar. Tanaman rumput teki merupakan salah satu tanaman yang berpotensi dalam menyerap zat pencemar. Penerapan fitoremediasi menggunakan rumput teki pada limbah cair kelapa sawit diharapkan dapat menurunkan zat pencemar organik melalui parameter BOD. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efektifitas penerapan fitoremediasi menggunakan rumput teki dalam menurunkan kadar Biological Oxygen Demand (BOD) pada limbah cair industri kelapa sawit. Penelitian ini menggunakan reactor batch dengan variasi jumlah tanaman 5, 10 dan 15 batang tanaman serta variasi waktu kontak terhadap limbah dengan tanaman 5 hari, 10 hari dan 15 hari. Konsentrasi BOD awal pada limbah sebesar 4.236 mg/L dengan pengenceran optimum 40%. Setelah dilakukan proses fitoremediasi selama 15 hari dengan menggunakan 15 tanaman didapatkan penurunan konsentrasi parameter BOD menjadi 98mg/L dengan efisiensi penyisihan 97,66%. Nilai tersebut memenuhi nilai baku mutu kadar BOD menurut PermenLH no 5 tahun 2014 maksimal 100 mg/L. Hal ini membuktikan bahwa tanaman rumput teki efektif dalam menurunkan kadar limbah cair industri minyak sawit khususnya BOD dengan metode fitoremediasi
Edukasi Pencegahan Banjir Rob dengan Green Technology di Kelurahan Berok Nipah, Padang Barat, Sumatera Barat Suci Fitria Rahmadhani Z; Vina Lestari Riyandini; Suci Handayani; Riko Ervil; Elmawati Elmawati; Boby Rachman; Veny Wedyawati; Afni Nelvi; Lili Hindayani
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 1 (2025): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.11.1.145-153

Abstract

Insufficient sanitation in densely populated residential areas in Berok Nipah Village, especially the Muaro settlement, which is directly adjacent to the river estuary and beach, results in this area often having problems in the form of tidal floods that always carry debris into the village. A lack of land causes people to settle in areas adjacent to rivers and beaches. This activity aims to provide new understanding and information to the community regarding green technology and tidal flood prevention education to communities affected by tidal floods in residential areas. Education about tidal floods in the form of counseling, socialization, and discussion about green technology (rainwater harvesting, bipolar holes, and rain gardens) to the community as a form of activity to prevent natural disasters in the form of tidal floods in Berok Nipah Village. The existence of this educational activity allows the community to apply environmentally friendly technologies such as rainwater harvesting, bipolar holes, and rain gardens to prevent and reduce the impact of tidal flooding in the Berok Nipah Village community settlements.